Hubungan Industri dan Ekonomi, Persaingan dan Retrun Industri dan Estimasi Earning Multiplier Industri

Hubungan Industri dan Ekonomi


Teknik analisis ini membandingkan tingkat penjualan industri dengan kondisi perekonomian secara keseluruhan yang berhubungan dengan barang dan jasa yang diproduksi oleh industri tersebut. Teknik ini didasari oleh asumsi bahwa kondisi perekonomian di mana suatu industri beroperasi akan terkait dengan penjualan dan keuntungan suatu industri.

Hubungan Industri dan Ekonomi, Persaingan dan Retrun Industri dan Estimasi Earning Multiplier Industri


Persaingan dan Return Industri yang Diharapkan


Faktor penting lain yang mempengaruhi besarnya profit yang bisa diperoleh suatu industri adalah intensitas persaingan dalam industri tersebut. Intensitas persaingan dalam suatu industri akan menentukan kemampuan industri untuk tetap memperoleh tingkat return di atas rata-rata.

Faktor Yang Menentukan Intensitas Persaingan Industri


Berikut ini merupakan Lima faktor yang menentukan intensitas persaingan dalam suatu industry tersebut adalah:

Persaingan antara perusahaan yang ada dalam industri


Persaingan dalam suatu industri akan semakin meningkat jika terdapat banyak perusahaan yang ukurannya relatif sama bersaing dalam industri tersebut. Persaingan juga akan dipengaruhi oleh pertumbuhan industri dan biaya tetap, serta hambatan untuk keluar dari industri.

Tingginya biaya tetap akan mendorong peningkatan persaingan karena dengan tingginya biaya tetap akan mengharuskan perusahaan untuk memproduksi dengan kapasitas penuh. Hal itu akan membuat penawaran di pasar akan semakin meningkat yang kemudian akan menyebabkan harga barang semakin menurun, sehingga persaingan akan semakin ketat.

Ancaman adanya pemain baru


Meskipun sebuah industri mempunyai jumlah pesaing yang sedikit, investor juga perlu mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang potensial menjadi pemain baru dalam industri.

Besarnya ancaman pemain baru ini akan dipengaruhi oleh adanya hambatan-hambatan masuk (barriers to entry) dalam suatu industri, seperti tingginya biaya investasi, peraturan pemerintah, dan harga barang yang relatif kecil dibandingkan dengan biaya produksi.

Jika hambatan masuk suatu industri relatif tinggi maka kemungkinan adanya pemain baru yang masuk dalam industri tersebut akan semakin kecil.

Daya tawar (bargaining power) pembeli


Daya tawar pembeli di pasar yang kuat bisa mempengaruhi profitabilitas industri. Hal ini terjadi jika konsumen dapat menawar harga atau meminta kualitas yang lebih tinggi dengan kemungkinan pilihan dari produk yang diberikan oleh pesaing lain. Bila jumlah konsumen lebih banyak dari jumlah industrinya maka bargaining power konsumen akan rendah. Sebaliknya jika jumlah industri lebih banyak dari konsumen maka bargaining power konsumen akan besar.

Ancaman adanya barang atau jasa substitusi


Produk substitusi akan membatasi profit potensial suatu industri karena barang subtitusi akan memunculkan alternatif bagi produk perusahaan. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan perusahaan untuk menentukan harga produk akan semakin berkurang, karena dibatasi adanya produk substitusi Artinya, jika harga produk perusahaan terlalu tinggi, konsumen bisa saja berpindah ke produk substitusi yang ditawarkan di pasar.

Daya tawar (bargaining power) pemasok


Pemasok dapat mempengaruhi return industri di masa yang datang karena mereka mempunyai kekuatan untuk menentukan harga dan kualitas dari produknya. Jika jumlah pemasok lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah industrinya, maka pemasok memiliki bargaining power yang besar. Begitu juga sebaliknya, jika pemasok lebih banyak dari industrinya maka bargaining power pemasok akan berkurang.

Lima kekuatan persaingan akan menentukan profitabilitas industri karena lima faktor tersebut mempunyai pengaruh terhadap komponen return on investment (ROI) dalam suatu industri.

Estimasi Earning Multiplier Industri


Teknik untuk melakukan estimasi earning multiplier industri ada dua:

Analisis Makro


Investor mempelajari hubungan antara earning multiplier industri dengan earning multiplier pasar.

Analisis Mikro


Estimasi earning multiplier industri dilakukan dengan cara mengamati variabel-variabel yang mempengaruhi earning multiplier industri, seperti dividend-payout ratio (DPR), tingkat return yang disyaratkan dalam industri (k), dan tingkat pertumbuhan earning dan dividen industri yang diharapkan (g).

Analisis makro mengasumsikan adanya hubungan antara perubahan dalam k dan g untuk industri tertentu dengan pasar keseluruhan. Asumsi ini sama halnya dengan hubungan antara perubahan dalam P/E rasio industri dan P/E pasar secara keseluruhan. Hubungan antara industri dan pasar tidak sama untuk setiap industri, bahkan untuk industri tertentu hubungan tidak signifikan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan analisis makro untuk mengestimasi earning multiplier untuk industri, kita perlu mengevaluasi terlebih dahulu kualitas hubungan antara rasio P/E industri yang akan dianalisis dengan P/E pasar.

Estimasi earning multiplier industri dengan analisis mikro dilakukan dengan cara mengestimasi tiga variabel yang menentukan earning multiplier industri (dividend-payout ratio, tingkat return yang disyaratkan dan tingkat pertumbuhan earning dan dividen yang diharapkan) dan membandingkan ketiga variabel tersebut dengan P/E pasar.

Dari hasil analisis tersebut, selanjutnya dapat diketahui apakah earning multiplier industri akan berada di atas, di bawah, ataupun sama dengan earning multiplier pasar.

DAFTAR PUSTAKA

https://febrineldiko.wordpress.com/kuliah-2/materi/manajemen-investasi/ (diakses pada tanggal 5 Maret 2015)

Suad Husnan, Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas (edisi keempat)

Anggaran Keuangan (Financial Budget), Jenis Anggaran Pada Umumnya, Mengevaluasi Niilai Bisnis

Anggaran Keuangan (Financial Budget)


Anggaran Keuangan (Financial Budget) Adalah dokumen yang merinci bagaimana dan akan diperoleh dan dihabiskan untuk kurun waktu tertentu.

Anggaran tahunan adalah yang paling lazim walaupun kurun waktu anggaran bisa dari satu hari sampai 10 tahun.

Anggaran keuangan jangan dilihat sebagai alat untuk membatasi pengeluaran, tetapi sebagai metode untuk memanfaatkan sumber daya sebuah organisasi yang paling produktif dan menguntungkan. Ketika sebuah organisasi mengalami kesulitan keuangan, anggaran sangat penting dalam implementasi strategi.

Anggaran Keuangan (Financial Budget), Jenis Anggaran Pada Umumnya, Mengevaluasi Niilai Bisnis


Jenis Anggaran


Jenis anggaran meliputi:


  • anggaran tunai,
  • operasi,
  • penjualan,
  • laba,
  • pabrik,
  • modal,
  • belanja,
  • divisional,
  • variable,
  • fleksibel dan anggaran tetap.
  • Yang paling lazim adalah anggaran tunai atau kas.

Jenis Anggaran Yang Umum


Jeberapa jenis umum dari anggaran:


  • anggaran kas,
  • anggaran operasional,
  • anggaran penjualan,
  • anggaran laba,
  • anggaran pabrik,
  • anggaran modal,
  • anggaran biaya,
  • anggaran divisi,
  • anggaran variabel,
  • anggaran fleksibel, dan
  • anggaran tetap.


Anggaran keuangan memiliki beberapa keterbatasan


Program anggaran dapat terlalu rinci, rumit dan terlalu mahal. Overbudgeting atau underbudgeting anggaran dapat menyebabkan masalah. Anggaran keuangan dapat menjadi pengganti tujuan. Anggaran adalah alat, bukan tujuan itu sendiri. Anggaran dapat menyembunyikan inefisiensi jika hanya didasarkan pada preseden bukan pada evaluasi berkala keadaan dan standar.

Anggaran kadang-kadang digunakan sebagai instrumen tirani yang dapat mengakibatkan frustrasi, dendam, dan turnover tinggi. Untuk meminimalkan pengaruh yang terakhir, manajer harus meningkatkan partisipasi bawahan dalam mempersiapkan anggaran.

Mengevaluasi Nilai Bisnis


Metode penghitungan nilai bisnis dapat dikelompokkan menjadi 3 pendekatan utama:

  • Apa yang dimilki perusahaan,
  • Seberapa yang dihasilkan sebuah perusahaan, dan
  • Apa yang dilemparkan sebuah perusahaan ke pasar.


Pendekatan pertama adalah penentuan kekayaan bersih atau equitas pemegang sahamnya. Kekayaan bersih menunjukkan nilai total saham biasa, tambahan modal disetor dan saldo laba. Setelah menghitung kekayaan bersih, tambahakan atau kurangi dengan nilai good will, kelebihan atau kekurangan aset dan aset tak berwujud. Aset tak berwujud mencakup hak cipta, paten dan merek. Good will muncul hanya jika sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lain dan membayar lebih banyak daripada nilai buku.

Pendekatan kedua nilai sebuah perusahaan tumbuh dari keyakinan bahwa bahwa nilai bisnis seharusnya didasarkan pada keuntungan yang mungkin diperoleh pemiliknya melalui laba bersih. Aturan konservatif adalah dengan mengalikan keuntungan tahunan lima kali.

Pendekatan ketiga membiarkan pasar menentukan nilai suatu bisnis, melibatkan tiga metode: a. dasarkan perusahaan atas harga jual perusahan serupa, b. metode rasio harga laba dan c. metode saham beredar.

Memutuskan apakah akan Go Public


Go public berarti menjual prosentase tertentu dari perusahaan anda kepada pihak lain untuk memperoleh modal di pasar saham.

Konsekuensinya mengurangi kendali pemilik atas perusahaan. Go public tidak disarankan untuk perusahaan dengan penjualan dibawah $10 juta sebab biaya awal terlalu tinggi dibandingkan dengan arus kas yang akan diperoleh perusahaan.

Isu-Isu Seputar Pemasaran, Keuangan/akutansi, Litbang, dan SIM

Isu-Isu Seputar Pemasaran, Keuangan/akutansi, Litbang, dan SIM - Kali ini akan membahas isu-isu seputar pemasaran, keuangan/akuntasi, litbang, dan SIM yang penting bagi penerapan strategi secara efektif.

Isu-Isu Seputar Pemasaran, Keuangan/akutansi, Litbang, dan SIM - Kali ini akan membahas isu-isu seputar pemasaran, keuangan/akuntasi, litbang, dan SIM yang penting bagi penerapan strategi secara efektif.    Implementasi Kualifikasi Strategi Perusahaan   Kurang dari 10% strategi yang dirumuskan berhasil diterapkan. Strategi hanya berpeluang berhasil (berpeluang, bukan pasti) diterapkan di sebuah perusahaan dengan kualifikasi sebagai berikut:    Produk yang dihasilkan bermutu baik Pemasaran produk baik Mampu menggalang modal kerja dengan baik Sistem manajemen informasi (SIM) nya baik     Keempat hal di atas (produk, pemasaran, teknik mobilisasi, dan SIM) mutlak dimiliki oleh perusahaan, agar dapat menerapkan strategi secara efektif.      1. Isu-isu Pemasaran   Dua variabel penting dalam pemasaran adalah segmentasi pasar dan pemosisian produk. Segmentasi pasar bertujuan untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu. Segmentasi pasar penting karena:    Dibutuhkan bagi pengembangan pasar & produk, penetrasi dan diversifikasi Perusahaan dapat beroperasi dengan sumber daya terbatas Memaksimalkan laba per unit dan penjualan per segmen   Contoh segmentasi pasar:    memasukkan selera wilayah pada produk perusahaan seperti daging burger yang lebih pedas di jaringan restoran burger beroperasi di negara-negara Asia Tenggara, Mc Donald mengadopsi menu bubur ayam kaki lima sebagai salah satu menu sarapan populer di Indonesia.    Di era digital ini, internet telah mempermudah segmentasi pasar karena orang-orang dengan tipe dan minat tertentu berkumpul atau rutin mengunjungi situs yang sama, sehingga kebutuhan mereka lebih mudah dikenali oleh para produsen.    Setelah segmentasi pasar, langkah berikutnya adalah pemosisian produk, yaitu mencari tahu apa yang diinginkan dan diharapkan konsumen. Kuncinya adalah mencari tahu sudut pandang konsumen, bukan produsen. Apa yang dianggap konsumen sebagai produk/layanan yang baik, rasa yang enak, dan lain-lain.    2. Isu-isu Keuangan/Akuntansi   Beberapa hal yang penting dalam bagian ini adalah:      Penggalangan modal, Perhitungan laporan keuangan, Pembuatan anggaran, dan Evaluasi nilai atau kelayakan bisnis.   Contoh-Contoh Keputusan Yang Membutuhkan Kebijakan Keuangan   Berikut adalah contoh-contoh keputusan yang membutuhkan kebijakan keuangan/akuntansi:      Menggalang dana dengan utang jangka pendek atau jangka panjang, atau dengan saham preferen atau saham biasa, menyewa atau membeli aset tetap, menentukan rasio deviden yang memadai menggunakan pendekatan akuntansi LIFO*, FIFO**, atau nilai pasar memperpanjang waktu piutang atau tidak menentukan discount rate atas arus kas menentukan jumlah kas yang harus dipertahankan   Isu-isu Penelitian dan Pengembangan (Litbang)   Terdapat setidaknya tiga pendekatan penelitian dan pengembangan besar untuk penerapan strategi:      Menjadi perusahaan pertama yang memasarkan produk teknologi baru, strategi ini glamour dan menarik, tetapi juga berbahaya. Menjadi peniru yang inovatif dari produk-produk yang berhasil, dengan demikian meminimalkan resiko dan biaya awal. Menjadi produsen berbiaya rendah dengan memproduksi misal produk-produk serupa namun lebih murah dari produk yang belum lama diperkenalkan.     Isu-isu Sistem Informasi Manajemen (SIM)   Perusahaan yang mengumpulkan, mengasimilasi dan mengevaluasi informasi eksternal dan internal secara efektif memiliki keunggulan kompetitif atas perusahaan lain.    Sistem Informasi Manajeman yang efektif menjadi prasyarat pada suatu prasyarat di masa mendatang. Sistem informasi yang baik memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya, sebagai contoh, pesanan online dari Sales ke fasilitas produksi dapat memperpendek waktu pemesanan bahan baku dan mengurangi biaya persediaan.    Dibanyak perusahaan teknologi informasi telah membuat masalah tempat kerja tak lagi penting dan memungkin karyawan bekerja dari rumah, kapanpun.


Implementasi Kualifikasi Strategi Perusahaan


Kurang dari 10% strategi yang dirumuskan berhasil diterapkan. Strategi hanya berpeluang berhasil (berpeluang, bukan pasti) diterapkan di sebuah perusahaan dengan kualifikasi sebagai berikut:

  • Produk yang dihasilkan bermutu baik
  • Pemasaran produk baik
  • Mampu menggalang modal kerja dengan baik
  • Sistem manajemen informasi (SIM) nya baik


Keempat hal di atas (produk, pemasaran, teknik mobilisasi, dan SIM) mutlak dimiliki oleh perusahaan, agar dapat menerapkan strategi secara efektif.


1. Isu-isu Pemasaran


Dua variabel penting dalam pemasaran adalah segmentasi pasar dan pemosisian produk. Segmentasi pasar bertujuan untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu. Segmentasi pasar penting karena:

  • Dibutuhkan bagi pengembangan pasar & produk, penetrasi dan diversifikasi
  • Perusahaan dapat beroperasi dengan sumber daya terbatas
  • Memaksimalkan laba per unit dan penjualan per segmen

Contoh segmentasi pasar:


memasukkan selera wilayah pada produk perusahaan seperti daging burger yang lebih pedas di jaringan restoran burger beroperasi di negara-negara Asia Tenggara, Mc Donald mengadopsi menu bubur ayam kaki lima sebagai salah satu menu sarapan populer di Indonesia.

Di era digital ini, internet telah mempermudah segmentasi pasar karena orang-orang dengan tipe dan minat tertentu berkumpul atau rutin mengunjungi situs yang sama, sehingga kebutuhan mereka lebih mudah dikenali oleh para produsen.

Setelah segmentasi pasar, langkah berikutnya adalah pemosisian produk, yaitu mencari tahu apa yang diinginkan dan diharapkan konsumen. Kuncinya adalah mencari tahu sudut pandang konsumen, bukan produsen. Apa yang dianggap konsumen sebagai produk/layanan yang baik, rasa yang enak, dan lain-lain.

2. Isu-isu Keuangan/Akuntansi


Beberapa hal yang penting dalam bagian ini adalah:


  • Penggalangan modal,
  • Perhitungan laporan keuangan,
  • Pembuatan anggaran, dan
  • Evaluasi nilai atau kelayakan bisnis.

Contoh-Contoh Keputusan Yang Membutuhkan Kebijakan Keuangan


Berikut adalah contoh-contoh keputusan yang membutuhkan kebijakan keuangan/akuntansi:


  • Menggalang dana dengan utang jangka pendek atau jangka panjang, atau dengan saham preferen atau saham biasa,
  • menyewa atau membeli aset tetap,
  • menentukan rasio deviden yang memadai
  • menggunakan pendekatan akuntansi LIFO*, FIFO**, atau nilai pasar
  • memperpanjang waktu piutang atau tidak
  • menentukan discount rate atas arus kas
  • menentukan jumlah kas yang harus dipertahankan

Isu-isu Penelitian dan Pengembangan (Litbang)


Terdapat setidaknya tiga pendekatan penelitian dan pengembangan besar untuk penerapan strategi:


  1. Menjadi perusahaan pertama yang memasarkan produk teknologi baru, strategi ini glamour dan menarik, tetapi juga berbahaya.
  2. Menjadi peniru yang inovatif dari produk-produk yang berhasil, dengan demikian meminimalkan resiko dan biaya awal.
  3. Menjadi produsen berbiaya rendah dengan memproduksi misal produk-produk serupa namun lebih murah dari produk yang belum lama diperkenalkan.


Isu-isu Sistem Informasi Manajemen (SIM)


Perusahaan yang mengumpulkan, mengasimilasi dan mengevaluasi informasi eksternal dan internal secara efektif memiliki keunggulan kompetitif atas perusahaan lain.

Sistem Informasi Manajeman yang efektif menjadi prasyarat pada suatu prasyarat di masa mendatang. Sistem informasi yang baik memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya, sebagai contoh, pesanan online dari Sales ke fasilitas produksi dapat memperpendek waktu pemesanan bahan baku dan mengurangi biaya persediaan.

Dibanyak perusahaan teknologi informasi telah membuat masalah tempat kerja tak lagi penting dan memungkin karyawan bekerja dari rumah, kapanpun.

Penggalangan Modal, Proyeksi Laporan Keuangan, Penyusunan Proyeksi, Sumber Data Proyeksi, Rumus Proyeksi Retained Earnings

Penggalangan Modal


Penggalangan modal menjadi penting karena penerapan strategi yang berhasil seringkali membutuhkan tambahan modal.

Penggalangan Modal, Proyeksi Laporan Keuangan, Penyusunan Proyeksi, Sumber Data Proyeksi, Rumus Proyeksi Retained Earnings


Sumber-Sumber Modal bagi Perusahaan


Sumber-sumber modal bagi perusahaan adalah:

  • hutang
  • ekuitas
  • laba bersih
  • penjualan aset
  • penjualan saham

Perusahaan harus jeli dalam menentukan rasio hutang dan ekuitas dalam struktur modalnya agar penerapan strategi berjalan baik.


Teknik yang umum digunakan adalah :

  • Analisis Laba per Saham (EPS – earning per share)
  • Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT - Earnings before interest and share)


Proyeksi Laporan Keuangan


Proyeksi analisis laporan keuangan adalah teknik strategi implementasi sentral yang memungkinkan organisasi untuk mengevaluasi hasil dari tindakan perusahaan. Jenis analisis ini dapat digunakan untuk meramalkan dampak pelaksanaan keputusan perusahaan.

Sebuah proyeksi laporan laba rugi dan neraca memungkinkan organisasi untuk menghitung rasio proyeksi keuangan dalam berbagai skenario strategi implementasi. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan dengan rata-rata industri, rasio keuangan dapat memberikan gambaran kelayakan berbagai implementasi strategi.

Proyeksi Laporan keuangan merupakan bentuk dari perencanaan keuangan. Proyeksi akan memudahkan perusahaan melihat apa yang terjadi beberapa tahun yang akan datang. Jenis dimensi proyeksi:

Waktu:

  • Jangka pendek, satu tahun atau kurang
  • Jangka panjang, dua tahun atau lebih
  • Satuan proyeksi:
  • Proyeksi untuk tiap unit atau bagian organisasi
  • Proyeksi untuk setiap spesifik poyek
  • Proyeksi total perusahaan atau total proyek
  • Proyeksi laporan keuangan biasanya dibuat dalam beberapa skenario. Skenario juga disebut sebagai analisis sensitivitas. Skenario yang biasanya digunakan dalam penyusunan proyeksi :
  • Kondisi buruk / worst case
  • Kondisi normal/ normal cas
  • Kondisi terbaik / best case

Untuk masing-masing kondisi tersebut dibuat kriteria keadaan yang dapat diamati dan terukur. Dalam melakukan proyeksi berdasarkan data masa lalu harus diingat, bahwa di masa datang kondisi yang akan terjadi belum tentu sama dengan kondisi yang ada di masa lalu


Proses Penyusunan Proyeksi:


Interaksi


Proyeksi dibuat dengan mengkombinasikan antara proposal investasi dan pilihan pendanaan yang digunakan.

Pilihan alternatif / Options


Proyeksi dibuat dengan memberikan kesempatan perusahaan untuk menentukan beberapa alternatif pilihan berdasarkan skenario yang telah ditentukan.

Kelayakan / Feasibility


Proyeksi harus dibuat dengan pertimbangan akal sehat dan sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.

Hindarkan kejutan / Avoiding Surprises

Nobody plans to fail, but many fail to plan.

Sumber Data Proyeksi:


1. Laporan keuangan, yang terdiri dari:

  • Neraca,
  • Laporan laba rugi,
  • Arus kas,
  • Catatan atas laporan keuangan.

2. Kondisi konsumen dan pasar secara umum, kondisi budaya/tradisi – asumsi
3. Kondisi makroekonomi – asumsi
4. Regulasi
5. Target jangka pendek dan jangka panjang perusahaan secara spesifik


Langkah - langkah menyusun Proforma Balance Sheet:



  1. Tentukan korelasi item-item dalam neraca terhadap penjualan dan hitung dalam prosentase.
  2. Kalikan prosentase tersebut dengan proyeksi penjualan untuk mendapatkan nilai item-item dalam neraca pada tahun proyeksi.
  3. Jika tidak terdapat korelasi antara item dalam neraca dengan penjualan maka nilai dalam neraca tahun sebelumnya dianggap sama dengan tahun proyeksi.


Hitung proyeksi retained earnings dengan rumus:



  • Projected retained earnings = Present retained earnings + Projected net income – Cash dividends
  • Tambahan asset untuk mendukung proyeksi penjualan yang ditetapkan.
  • Utang dan modal ditentukan dengan melihat perbedaan antara total asset dan pendanaan yang telah tersedia. Jika perubahan modal telah ditetapkan maka perusahaan dapat menghitung tambahan dana dari kreditur.
  • Hitung EFN (External Fund Needed)

Upaya Yang Dikerjakan Untuk Menghadapi Globalisasi untuk Memperkokoh Kehidupan Bangsa


Makalah Upaya Yang Dikerjakan Untuk Menghadapi Globalisasi untuk Memperkokoh Kehidupan Bangsa


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang


Banyak orang menduga bahwa globalisasi merupakan fenomena kekinian. Globalisasi tidak pernah terjadi di masa lampau. Memanglah globalisasi diartikan sebagai bagian dari aspek peradaban modern yang paling banyak berasal dari peradaban Barat. Istilah kata dari globalisasi itu sendiri baru di temukan sekitar tahun 1980-an. Globalisasi adalah suatu fenomena yangmana masyarakat dunia saling terhubung satu dengan yang lainnya. Globalisasi dicirikan dengan kemajuan teknologi komunikasi dan perdagangan.

Globalisasi ini banyak berakibat pada setiap lini kehidupan masyarakat, baik kehidupan ekonomi, sosial, politik dan budaya.

Pada makalah kami pada kesempatan ini akan membahas mengenai “Upaya Yang Dikerjakan Untuk Menghadapi Globalisasi untuk Memperkokoh Kehidupan Bangsa.”

B. Rumusan Masalah


Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Pengertian Globalisasi.
2. Faktor Penyebab Globalisasi.
3. Upaya dan sikap untuk mengantisipasi Globalisasi.

C. Tujuan Penulisan Makalah


Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut ini:
1. Untuk mengetahui dan mengerti arti dan penyebab terjadinya globalisasi.
2. Untuk mengetahui upaya apa yang dapat dikerjakan untuk menghadapi globalisasi untuk memperkokoh kehidupan bangsa.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Globalisasi


Perlu kamu ketahui bahwa Globalisasi berasal dari kata “globe” yang mempunyai arti dunia. Secara simplenya, globalisasi dapat diartikan sebagai suatu wujud proses yang mendunia. Jadi dapat di simbulkan bahwa Definisi dan pengertian globalisasi adalah masuknya secara meluasnya pengaruh dari suatu daerah atau pun negara atau pun budaya ke negara atau daerah lain. Proses globalisasi mengandung arti bahwa hal tersebut merupakan sebuah kegiatan yang sebelumnya tidak mampu atau pun terbatas jangkauannya secara nasional, akan tetapi secara bertahap (gradually) meluas sehingga tidak dibatasi oleh negara ataupun daerah tersebut lagi.

Upaya Menghadapi Globalisasi Untuk Memperkokoh Kehidupan Bangsa

Sehingga dapat disimpulkan dari semua itu bahwa pengertian dan definisi dari globalisasi itu sendiri adalah suatu proses penyebaran penaruh-pengaruh yang ada di negara-negara di dunia.

Globalisasi adalah suatu proses integrasi internasional yangmana terjadi disebabkan karena adanya pertukaran pandangan mengani dunia, produk, pemikiran, dan dari aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan dari bidan pembangunan infrastruktur, alat transportasi dan media telekomunikasi, termasuk juga salah satunya dengan kemunculan dari telegraf dan Internet, yangmana merupakan faktor yang utama dari terjadinya globalisasi, itu semua semakin mendorong untuk saling ketergantungan (interdependensi) kegiatan ekonomi dan budaya antar Negara.

Walaupun beberapa pihak ada yang menyatakan tentang globalisasi bahwa globalisasi itu berawal pada era modern, akan tetapi beberapa pakar ahli lainnya mengemukakan bahwa tentang sejarah dari globalisasi sampai sebelum zaman penemuan benua Eropa dan pelayaran menuju ke Dunia Baru. Ada juga para ahli yang menerangkan bahwa terjadinya globalisasi pada milenium ketiga sebelum Masehi. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, yangmana keterhubungan ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat.

Istilah globalisasi itu sendiri semakin sering untuk digunakan sejak pada pertengahan tahun 1980-an dan lebih sering digunakan lagi sejak pertengahan tahun 1990-an. Pada tahun 2000, Dana Moneter Internasional (IMF) mengidentifikasi tentang empat aspek dasar globalisasi adalah sebagai berikut:

4 Aspek Globalisasi


  • perdagangan dan transaksi,
  • pergerakan modal dan investasi,
  • migrasi dan perpindahan manusia,
  • dan pembebasan ilmu pengetahuan.


Tidak hanya itu saja, akan tetapi tantangan-tantangan yang berada di lingkungan contohnya dalam perubahan iklim, polusi udara, air, lintas perbatasan, dan pemancingan ikan berlebihan dari lautan juga ada hubungannya dengan aspek globalisasi. Proses dari adanya globalisasi memengaruhi dan dipengaruhi oleh sumber daya , bisnis dan tata kerja, sosial-budaya, ekonomi dan lingkungan alam.

Ada beberapa teori tentang Globalisasi yang diargumenkan oleh para ahli. Salah satunya adalah Globalisasi yang diargumenkan oleh Cochrane dan Pain yang menyatakan tentang 3 pemeren utama penting dalam globalisasi itu sendiri, yaitu:

  • Globalis,
  • Para Tradisionalis
  • Para Transformalis.


Para orang-orang Globalis menerangkan bahwa dengan terjadinya globalisasi ini, maka akan memuat konsekuensi secara langsung pada kehidupan yang ada di seluruh penjuru dunia bahwa nantinya akan adanya serangan kebudaya homogen yang menyebar ke seluruh dunia.

Prilhal tentang ini, para globalis yang positif menerangkan bahwa hal tersebut bisa dengan mudah menjadikan masyarakat dunia yang mempunyai pemikiran yang lebih terbuka dan toleran terhadap budaya dari luar budayanya mereka sendiri. Akan tetapi para globalis negatif menerangkan bahwa hal tersebut bisa dengan mudah untuk melunturkan budaya asli masing-masing masyarakat dan mengartikan itu juga salah satu upaya untuk Negara adidaya untuk menjajah budaya lain.

Para Tradisionalis dalam menanggapi tentang teori ini adalah orang-orang yang tidak mengartikan bahwa Globalisasi itu sudah terjadi, mereka mengaggap bahwa proses yang terjadi saat ini merupakan dampak dari perubahan yang sudah lama terjadi sejak zaman dahulu.

Para Transformalis adalah orang yang posisinya berada diantara para globalis dan para tradisionalis, mereka mengartikan bahwa benar tentang adanya Globalisasi sedang, akan tetapi sangatlah terlalu di lebih-lebihkan.

Teori dari Globalisasi selanjutnya yaitu sudah dipaparkan oleh seorang ahli yang bernama George Ritzer yang mengargumenkan bahwa era Globalisasi ini ditandai dengan adanya perkembangan dalam berbagai macam bidang komunikasi seperti munculnya telephone dan televisi.

B. Faktor Penyebab Globalisasi


Dari pengertian globalisasi diatas, kita bisa mengetahui sudah bisa mengetahui apa penyebab terjadinya globalisasi. Yah, itu adalah kemajuan teknologi.

Kemajuan teknologi adalah sebab utama dari terjadinya globalisasi. Dibutuhkan pengantar supaya terjadinya globalisasi yang sebelumnya kebudayaan, pengaruh dan pemikiran tersebut dibatasi oleh daerah kehidupan sektoral. Kemajuan dari bidang teknologi yang menjadi penyebab utama dari globalisasi adalah teknologi transportasi, kemudian dilanjutkan dengan teknologi komunikasi.

Memanglah bukan hal yang sulit lagi pada era zaman sekarang ini, yaitu untuk membiasakan mengirim kabar dan berita dari suatu tempat yang jaraknya ribuan kilometer dari tempat kita berada dalam waktu yang sama. Kesemuanya itu seakan-akan memanglah mudah untuk kita ketahui tanpa perlu mekerjakan usaha yang berat. Tidak seperti di zaman dahulu, memberi kabar pada sebulan yang lalu maka di terima bisa 2 bulan yang akan datang atau lebih lama lagi.

Dengan adanya Globalisasi ini tentu saja juga didukung dengan adanya teknologi yang semakin lama semakin terus berkambang dan memudahkan kehidulan manusia, mempermudah pekerjaan manusia, mempermudah aktivitas manusia dan lain sebagainya. Di era Globalisasi yang terjadi pada saat ini semua yang kita kerjakan menjadi lebih gampang. Akan tetapi disisi lain globalisasi juga mempunyai dampak, baik itu merupakan dampak yang positif dan juga ada dampak buruk itu merupakan dampak negatif dalam berbagai bidang.

Pada awalnya manusia yang dengan pengaruh dan pemikiran serta budaya dari negara atau daerahnya berpindah ke daerah lain dan menyebarkan pemikiran dan kebudayaannya kepada manusia manusia lain di negara negara lain.

Semakin berkembangnya teknologi, khususnya dalam bidang teknologi komunikasi, maka tidak lagi dibutuhkan manusia yang berpindah-pindah untuk memberi kabar, hiburan dan lain sebagainya, sekarang ini hanya membutuhkan informasi yang datang kepada kita. Sepertihalnya dari kejadian tersebut yaitu adalah dengan adanya youtube, facebook, google, TV, Radio dan banyak lagi.

Faktor-Faktor Penyebab Globalisasi


faktor-faktor Penyebab dari Globalisasi, diantaranya adalah sebagai berikut:


  • Adanya perkembangan kemajuan dari di bidang teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat dengan mudahnya untuk menjamin terlaksananya transaksi ekonomi antar negara.
  • Adanya perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dalam bidang teknologi transportasi sehingga dapat dengan mudahnya untuk melakukan mengirim barang dan jasa antar negara.
  • Adanya perkembangan kemajuan dari kerja sama ekonomi internasional yang semakin erat sehingga mempermudah dalam kesepakatan-kesepakatan antar negara.

Penyebab Terjadinya Globalisasi 



Tentunya ada penyebab dan pendorong yang akhirnya membuat era Globalisasi ini dapat terjadi, merangkum dari beberapa hal, maka beberapa penyebab terjadinya Globalisasi, diantarnya:

1. Perkembangan Teknologi dan Informasi


Dengan adanya perkembangan dalam bidan teknologi informasi dan komunikasi yang kemudian berdampak pada dengna mudahnya melakukan transaksi keuangan yang terjadi di seluruh Negara.

Selama beberapa waktu terakhir terbisa banyak sekali perkembangan dalam bidang teknologi yang berkaitan langsung dengan transaksi keuangan yang dapat memudahkan Anda untuk mekerjakan transaksi tidak hanya di Negara sendiri melainkan di Negara lain.

2. Banyaknya Kerja Sama Internasional


Penyebab kedua terjadinya Globalisasi adalah karena terjadinya banyak kerja sama internasional yang memudahkan terjadinya transaksi keuangan sebelumnya yang dikerjakan oleh berbagai Negara. Sehingga dengan melalui dalam sektor ekonomi inilah yang membuat banyaknya produk dari luar negeri masuk ke dalam negeri dan bahkan sebaliknya.

3. Kemudahan Transportasi


Ketiga, penyebab terjadinya Globalisasi juga masih berkaitan dengan penyebab sebelumnya yaitu dengan adanya sistem pengiriman yang maju menyebabkan masyarakat gampang dalam mengirimkan barang meski terpisah jarak yang sangat jauh.

4. Ekonomi Terbuka


Selanjutnya pada era Globalisasi ini juga terjadi disebabkan Negara-negara yang berada di dunia mulai sangat terbuka dalam bidang ekonomi, sehingga transaksi perdagangan global juga diterima dengan terbuka yang menyebabkan berbagai macam produk saling bertukar dari satu tempat ke tempat yang lain.

Dari produk-produk yang masuk itu tentunya juga mengandung budaya dan unsur dari Negara lain yang mempengaruhi budaya di dalam Negara sendiri. Kemudian yang terakhir era Globalisasi ini juga terdorong karena pasar uang saat ini sudah sangat mendunia yang menjadikan transaksi keuangan dalam satu Negara menjadi lebih besar.

Pada intinya semua penyebab terjadinya era Globalisasi ini adalah karena kegiatan ekonomi antar Negara yang semakin terbuka sehingga memudahkan untuk Negara-negara di dunia untuk saling berinteraksi, transaksi, menjalin kerja sama dalam berbagai aspek bidang yang berdampak masuknya budaya-budaya yang baru, pengetahuan yang baru, dan juga hal-hal baru dari luar negara ke dalam negara itu sendiri.

Tentunya supaya tidak berakibat negatif bagi suatu Negara maka Globalisasi harus didukung dengan kesadaran untuk tetap melestarikan dan mencintai budaya sendiri.

Tentu saja dengan akibat yang disebabkan dari adanya Globalisasi ini mempunyai dampak tersendiri dalam berbagai macam sektor di masyarakat dampak globaslisasi atau pengaruh globalisasi, yangmana itu berdampak positif dan berdampak negatif.

Dampak Positif dan Negatif dari Adanya Globalisasi


Dampak Positif Globalisasi


  • Kemudahan memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
  • Kehidupan sosial ekonomi yang meningkat
  • Kemajuan dan berkembangnya dalam bidang pembangunan, teknologi informasi, media komunikasi, alat transportasi dan informasi yang memudahkan manusia.

Dampak Negatif Globalisasi


  • Gampangnya budaya barat masuk dan mempengaruhi nilai-nilai budaya lokal.
  • Lunturnya nilai-nilai kebudayaan seperti gotong royong dan lain sebagainya.
  • Rusaknya lingkungan dan meningkatnya polusi udara
  • Maraknya penyelundupan barang-barang ilegal maupun terlarang
  • Kemudian globalisasi juga berakibat pada berbagai bidang, baik itu politik, ekonomi, pembelajaran dan lain sebagainya.

Globalisasi faktanya memuat dampak yang besar bagi kehidupan kelompok masyarakat juga pada setiap individu. Kenapa dapat begitu? Jawabannya karena pada era globalisasi seperti yang terjadi saat ini, seorang remaja seperti kita bisa dengan gampangnya untuk mengakses berita-berita, musik, steraming film, dan meniru dengan mudahnya gaya hidup masyarakat di negara lain melalui internet. Perlu kamu ketahui bahwa percepatan dan keterbukaan dari arus informasi inilah yang kemudian menjadikan gaya hidup dan cara pandang seseorang berubah.

C. Upaya dan sikap untuk mengantisipasi Globalisasi


Globalisasi memuat dampak positif dan negatif pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pada setiap dari berbagai macam aspek yang terpengaruh oleh arus globalisasi itu semua pasti memunculkan kedua dampak tersebut, baik secara positif maupun negatif.

Lalu, bagaimana upaya yang harus dikerjakan oleh negara juga kita sebagai masyarakat bangsa indonesia dalam menghadapi dan menyikapi dampak-dampak dari globalisasi dengan baik dan benar? Globalisasi mengenai masyarakat pada keadaan yangmana keadaan tersebut dinamakan culture shock atau gegar budaya, keadaan seperti ini merupakan keadaan tidak siap atau terkejut dengan kebudayaan baru yang masuk dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dampaknya, kebiasaan-kebiasaan, adat istiada, tata krama, dan norma-norma lama yang berlaku mulailah pudar tidak terlihat lagi, dikarenakan masuknya budaya asing.

Ada beberapa hal yang dapat kita kerjakan sebagai remaja dalam menghadapi globalisasi, diantaranya:

1. Memperkokoh Pembelajaran


Maksud dari memperkokoh pembelajaran disini adalah masyarakat harus mempunyai pembelajaran dan pengetahuan yang cukup, sehingga seberapa besar pun gencarnya arus globalisasi menerpa dengan pengetahuan dan pembelajaran yang cukup gelombang negatif dari globalisasi tersebut tidak bisa berakibat negatif juga bagi masyarakat. Seperti: dengan pengetahuan yang baik maka masyarakat indonesia mampu bersaing dengan masyarakat lain di belahan dunia lain pula.

2. Menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa


Dengan menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa maka diharapkan budaya bangsa dapat tetap terjaga di tengah-tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Seperti: dengan adanya rasa cinta tanah air dan bangsa maka masyarakat Indonesia akan tetap mempertahankan rasa cinta pada bangsa dan negara.

3. Mengembangkan teknologi yang berbasis budaya bangsa


Ini adalah salah satu hal yang jarang di pikirkan oleh orang banyak, dengan mengembangkan teknologi yang berbasis pada budaya bangsa tentunya diharapkan dapat budaya bangsa ini dapat sejalan dengan globalisasi yang terjadi saat ini dalam kata yang sederhana dapat kita sebut “selaras.”

Seperti adalah : mengembangkan aplikasi yang mendukung perkembangan seni dan budaya bangsa, misalkan mengembangkan sistem game yang berbasis pada pembelajaran dengan nuansa kultur dan budaya bangsa, dapat jadi kita membuat game online yangmana karakter yang berada dalam game tersebut menggunakan bahasa daerah (tetapi ada translatenya) dan juga menggunakan pakaian-pakaian daerah.

4. Memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa


Ini adalah salah satu yang sangat penting, dengan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa maka diharapkan masyarakat kita dapat saling bantu dan saling dukung untuk menghadapi kencangnya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia. Seperti contoh : Globalisasi menyebabkan pengusaha-pengusaha asing dengan gampangnya masuk ke dalam Indonesia, dengan kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, maka pengusaha-pengusaha besar dapat memberikan bantuan kepada pengusaha-pengusaha kecil di Indonesia supaya tidak tergeser oleh pengusaha-pengusaha asing.

5. Memperkokoh dasar keagamaan


Dengan memperkokoh dasar keagamaan kita maka kita akan mempunyai kemampuan untuk menolak dan menghindari dampak negatif dari globalisasi. Seperti: Dengan dasar agama yang baik dan kuat maka kita akan lebih kuat dalam menangkal pergaulan bebas yang muncul sebagai dampak negatif dari globalisasi.


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan


Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang disebabkan karena pertukaran cara pandangan dunia, pemikiran , produk dan juga aspek-aspek dalam kebudayaan lainnya. Kemajuan dari pembangunan infrastruktur , alat transportasi dan juga media telekomunikasi, termasuk juga kemunculan dari adanya telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang terus semakin dalam mendorong saling ketergantungan (interdependensi) kegiatan ekonomi dan budaya.

B. Saran


Sebagai generasi penerus bangsa kita tidak seharusnya menolak perkembangan globalisasi selama itu positif, namun kita juga harus bijaksana dalam mengikuti perkembangan globalisasi dan membentengi diri dengan berbagai cara supaya kita tidak menjadi korban dari globalisasi.

Ethical Leadership: Pengertian, Pentingnya, Implikasi dalam Pengembangan Kepemimpinan

Pengertian Ethical Leadership


Ethical leadership adalah memahami bahwa hubungan positif merupakan standar emas untuk semua usaha organisasi. Ethical leadership memahami bahwa jenis hubungan berkecambah dan tumbuh di tanah yang kaya yang mendalam dari prinsip-prinsip dasar: kepercayaan, hormat, integritas, kejujuran, keadilan, kesetaraan, keadilan dan kasih sayang. Stephen Covey menyebut prinsip-prinsip tersebut dalam "hukum alam semesta".

Ethical Leadership


Telah ada banyak pembicaraan selama beberapa tahun terakhir tentang wthical leadership. Banyak pembicaraan yang telah dipicu oleh perilaku tidak etis pada bagian dari para pemimpin bisnis. Tantangan membahas etika adalah bahwa tidak seperti hukum yang jelas, etika cenderung berkembang dan berubah sebagai standar moral dan keadilan dari kemajuan masyarakat. Oleh karena itu jika kita ingin mendorong perilaku kepemimpinan yang lebih etis kita tidak bisa hanya bergantung pada pemimpin yang mengerti standar hukum pada saat itu. Kami membuat berfikir tentang hal tersebut menjadi tiga:

· Apa arti ethical leadership?

· Apa perilaku etis?

· Bagaimana kita mendorong para pemimpin lain untuk menjadi lebih etis?

Memutuskan apa artinya ethical leadership rumit. kita bisa berpendapat bahwa ethical leadership adalah tentang menciptakan lingkungan dan budaya di mana perilaku etis adalah norma yang diharapkan. Secara tradisional etika telah memikirkan berarti perlakuan yang adil dan merata terhadap pelanggan, mitra bisnis, dan bahkan pesaing.

Bahkan jika kita menerima bahwa standar etika berkembang, bagaimana kita mendorong para pemimpin untuk mendorong perilaku etis di lain meskipun target bergerak ini? Sederhananya kami membuatnya dalam kepentingan terbaik mereka untuk melakukannya. Kami membuat perilaku yang tidak etis lebih mahal daripada perilaku etis. Jika kita ingin pemimpin ethichal leadership, kita harus menghargai dan menghukum berdasarkan tidak hanya pada akhir, tetapi juga pada cara yang digunakan untuk mencapainya.

Pentingnya Ethical Leadership


Membina hubungan yang positif memberikan manfaat pada tiga tingkatan kehidupan organisasi. kepemimpinan etis di semua tiga tingkat memelihara hubungan yang memberdayakan usaha manusia.

1. Individual personal well-being


Patricia Aburdene (6) mengutuk dampak pada kehidupan abad ke-21 dari apa yang dia sebut "unconscious capitalism," doktrin manusia terfokus pada keuntungan dan lengah dari kerusakan jaminan kepada orang-orang, masyarakat dan ekologi planet ini. Sama seperti kita tidak bisa lagi mengabaikan ilmu lingkungan pada perubahan iklim, sehingga kita tidak bisa lagi mengabaikan biaya manusia bahwa ilmu pengetahuan mengungkapkan tentang efek racun emosional pada pekerjaan kita, keluarga dan lingkungan pribadi.

2. Energi tim


teori evolusi modern menguraikan sejauh mana kerjasama dan upaya tim telah memainkan peran utama dalam kebangkitan spesies kita untuk mendominasi. Ini akan selalu lebih baik ketika orang bekerja bersama-sama, mendukung dan mendorong satu sama lain untuk mencapai pribadi mereka yang terbaik. Upaya semacam ini tim berasal dari hubungan di mana orang menghargai nilai dari semua anggota dan di mana pemimpin bekerja dengan kecerdasan emosional "melumasi mekanisme pikiran kelompok”.

3. Seluruh organisasi


Sebuah organisasi etis adalah kumpulan orang yang bekerja bersama-sama dalam sebuah lingkungan dengan saling menghormati, di mana mereka tumbuh secara pribadi, merasa puas, berkontribusi untuk kebaikan bersama, saling berbagi secara pribadi, emosional, dan penghargaan finansial dalam pekerjaan baik. Terdapat pemahaman bersama bahwa kesuksesan tergantung pada keadaan suatu hubungan antara internal dan eksternal, tidak semuanya harus di bawah kendali organisasi, tetapi komunitas tersebut dapat saling mempengaruhi melalui kegiatan-kegiatan ealam organisasi.

Organisasi etis diawali dengan memperlakukan orang-orang dalam organisasi itu dengan baik, mengetahui bahwa tenaga kerja yang puas dan bahagia akan berbagi kepuasan emosional dalam interaksi positif dengan pelanggan dan klien. Demikian pula, kepemimpinan etis dalam organisasi berarti bahwa itu akan menjaga hubungan positif dengan pihak lainnya di luar organisasi, sehingga mendapat manfaat dari perbuatan baik dan imbalan dalam pelayanan. Organisasi yang beroperasi dengan prinsip-prinsip etis akan memiliki reputasi yang tinggi sebagai perusahaan yang baik, menghormati tanggung jawab sosial, dan membuktikan kerelaan untuk membawa aktivitas organisasi dalam kesesuaian dengan semua persyaratan peraturan. Dengan beroperasi seperti ini, organisasi akan mendapatkan prospek dalam kesuksesan ekonomi yang berkelanjutan di mana produk dan pelayanan diterima dengan baik dan reputasinya menjadi baik.

Implikasi dalam Pengembangan Kepemimpinan


Memahami pentingnya kepemimpinan etis terhadap prestasi organisasi memiliki implikasi yang signifikan untuk pengembangan kepemimpinan. Kunci dalam kesuksesan sebuah bisnis adalah menyelesaikan semua hal dan mengerti lebih jelas sebelum kesuksesan itu bergantung pada siapa yang mengatur bisnis tersebut. Patricia Aburdene berkata, "Kepemimpinan yang jutaan manajer lajukan-diam, sederhana, di belakang layar- lebih persuasif dan lebih efektif dibanding dengan manajer yang tegas, kepemimpinan heroik yang kita asosiasikan dengan CEO dan pemimpin lainnya." Joseph Badaracco, penulis Leading Quietly: An Unorthodox Guide to Doing the Right Thing, mengatakan hal yang sama: "Masalah manusia yang penting-termasuk dalam dan di luar organisasi- tidak diselesaikan dengan cepat, dan oleh tindakan yang tegas dari pihak atasan. Tetapi, hal yang biasanya penting adalah peduli, bijaksana, upaya praktis oleh orang-orang yang bekerja jauh dari pusat perhatian.

Dengan mengetahui hal ini, fokus dalam pengembangan kepemimpinan seharusnya dengan menghasilkan pemimpin-pemimpin di tengah organisasi yang memiliki kompetensi etis secara pribadi, yang dapat memberi contoh baik kepada lingkungan sekitarnya, dan yang dapat memberdayakan orang lain untuk bekerja dengan baik dalam cara yang harmobis dan menjaga hubungan yang baik. Pengembangan kepemimpinan ini secara spesifik berfokus pada melatih pemimpin-pemimpin etis di seluruh organisasi.



DAFTAR PUSTAKA



Putri, Elsa. Prinsip dan konsep Authentic leadership, Servant Leadership, Kharismatik Leadership, Narsistic Leadership, Ethical Leadership. 29 November 2016. http://pelatihanguru.net/prinsip-dan-konsep-authentic-leadership-servant-leadership-kharismatik-leadership-narsistic-leadership-ethical-leadership

Eko cahyono, Bambang. SERVANT LEADERSHIP. 1 Desember 2016. http://ecahyono.blogspot.co.id/2012/03/servant-leadership.html

Kuncoro, Adi. Jokowi : Pemimpin adalah Pelayan. 1 Desember 2016. http://www.kompasiana.com/69kuncoroadi/jokowi-pemimpin-adalah-pelayan_55121835813311e053bc5fb5 Puspa Putri, Sriyani. Makalah Tentang Kepemimpinan. 30 November 2016. https://emperordeva.wordpress.com/about/makalah-tentang-kepemimpinan/

Kompetensi Pemimpin dan Ciri Kecerdasan Emosional

Pemimpim merupakan pusat dari suatu organisasi, instansi, bisnis maupun yang lainnya. Pemeimpin juga mempunyai peran yang penting dalam menjalankannya. Oleh sebab itu pemimpin harus mempunyai kecerdasan emosional terhadap kepemimpinannya. Berikut ini merupakan artikel yang membahas tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap kepemimpinan.

Komptensi Pemimpin


Kompetensi Yang Harus Dimiliki Seorang Pemimpin



Berdasarkan pada hasil penelitian Goleman (1999), pemimpin yang ideal mempunyai kompetensi personal dan kompetensi sosial. Kompetensi Personal, yang meliputi :

1. Kompetensi Personal


A. Kesadaran diri sendiri


Kemampuan seseorang sangat tergantung kepada kesadaran dirinya sendiri, juga sangat tergantung kepada pengendalian emosionalnya.

Apabila seseorang dapat mengendalikan emosinya dengan sebaik-baiknya, memanfaatkan mekanisme berpikir yang tersistem dan kontruksi dalam otaknya, maka orang tersebut akan mampu mengendalikan emosinya sendiri dan menilai kapasitas dirinya sendiri.

Orang dengan kesadaran diri yang tinggi, akan memahami betul tentang impian, tujuan, dan nilai yang melandasi perilaku hidupnya. Apabila seseorang telah mengetahui akan dirinya sendiri, maka akan muncul pada dirinya kesadaran akan emosinya sendiri, penilaian terhadap dirinya secara akurat, dan percaya akan dirinya sendiri. Berikut adalah kemampuan bagaimana mengelola kesadaran diri:

1) Kesadaran diri: Membaca emosi diri sendiri dan mengenali dampaknya; menggunakan insting, nyali untuk memandu pembuatan keputusan.

2) Penilaian-diri yang akurat: Mengetahui kekuatan dan keterbatasan diri.

3) Kepercayaan diri: Kepekaan yang sehat mengenai harga diri dan kemampuan diri

B. Pengelolaan diri sendiri


Seseorang, sebelum mengetahui atau menguasai orang lain, ia harus terlebih dahulu mampu memimpin atau menguasai dirinya sendiri. Orang tersebut harus tahu tingkat emosional, keunggulan, dan kelemahan dirinya sendiri. Apabila tingkat emosional tidak disadari, maka orang tersebut akan selalu bertindak mengikuti dinamika emosinya.

Untuk menciptakan tingkat kompetensi pengelolaan diri sendiri yang tinggi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut beberapa aspek dari pengelolaan diri:

1) Kendali diri emosi: Mengendalikan emosi dan dorongan yang meledak-ledak

2) Penilaian Diri: secara akurat dapat mengukur kekuatan dan keterbatasan diri sendiri.

3) Kepercayaan Diri: perasaan akan harga diri dan kemampuan diri yang baik.


C. Manajemen Diri



1) Kendali Diri emosi: mengendalikan emosi dan gerak hati yang mengganggu.

2) Transparansi: menunjukkan kejujuran dan integritas; terpercaya

3) Pencapaian: hasrat untuk memperbaiki performa untuk mencapai standard keunggulan diri.

4) Adaptabilitas: maksudnya bisa fleksibel dalam mengatasi perubahan

5) Inisiatif: kesiapan untuk bertindak dan mengambil keputusan

6) Optimisme: selalu melihat sisi baik, setiap kejadian.


2. Kompetensi Sosial


A. Kesadaran sosial


Sebagai makhluk sosial, kita harus dan selalu berhubungan dan bergesekan dengan orang lain, baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat, karena kita tidak akan dapat hidup sendiri tanpa orang lain.

Oleh karena itu, semua orang harus memiliki kesadaran sosial, dan apabila seseorang telah mempunyai kesadaran sosial, maka dalam dirinya akan muncul empati, kesadaran, dan pelayanan.

1) Empati: Merasakan emosi orang lain, memahami sudut pandang mereka, dan berminat aktif pada kekhawatiran mereka. Empati mewakili sebuah unsur penting kepemimpinan yang cerdas secara emosi. Dengan mendengarkan perasaan orang lain pada saat itu, seorang pemimpin dapat berkata atau melakukan apa yang tepat, apakah itu menenangkan ketakutan, meredakan kemarahan, atau membawa kebahagiaan.

2) Kesadaran organisasional: Membaca apa yang sedang terjadi, keputusan jaringan kerja, dan politik di tingkat organisasi

3) Pelayanan: Mengenali dan memenuhi kebutuhan pengikut, klien atau pelanggan

B. Manajemen Hubungan


Dalam pengelolaan relasi terdapat persuasi, pengelolaan konflik, dan kolaborasi. Kepawaian dalam pengelolaan relasi bertujuan pada bagaimana menangani emosi orang lain. Hal ini membuat pemimpin harus mampu mengenali emosinya sendiri dan dengan bantuan empati, menyelaraskan diri dengan orang-orang yang dipimpinnya.

1) Pengaruh: dapat menggunakan teknik persuasif yang efektif.

2) Manajemen konflik: dapat menyelesaikan perselisihan yang timbul, dengan baik

3) Inspiratif: memandu dan memotivasi dengan pandangan yang mendorong.

4) Katalis perubahan: memulai, mengatur dan memimpin jalan ke arah yang baru

5) Membangun ikatan: menebar dan mempertahankan jaringan/hubungan yang ada

6) Kerja tim dan Kolaborasi: mengedepankan kerjasama dan membangun tim.


Dengan demikian seseorang pemimpin/manajer yang hebat bukanlah seseorang yang melakukan kesia-siaan dengan mempelajari bakat baru, akan tetapi mereka yang lebih fokus menyesuaikan bakat yang dimiliki dengan tuntutan peran (sebagai pemimpin). Jadi kecocokan antara peran, bakat ,kompetensi dan kecerdasan emosional adalah faktor penting dalam menentukan performa seorang pemimpin.

Ciri Kecerdasan Emosional


Kecerdasan emosional (EQ) yang dimiliki seseorang, akan membuatnya tampil menjadi orang yang percaya diri, mampu berkomunikasi dan berhubungan baik dengan orang lain. Hal ini karena orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi mampu memahami dan mengelola emosi mereka sehingga mereka tahu bagaimana cara bersikap dan berkomunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi lebih memiliki kesempatan untuk mencapai kesuksesan hidup.

Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat diamati. Berikut adalah ciri kecerdasan emosional (EQ):

1. Ingin tahu tentang orang lain


Ciri kecerdasan emosional (EQ) yang pertama adalah selalu ingin tahu tentang orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi cenderung suka untuk berteman dengan orang lain sebanyak mungkin. Mereka merasa ingin tahu tentang orang lain, bahkan orang yang belum dikenal sekalipun. Merasa ingin tahu dan menjadi tertarik dengan orang lain juga bisa menumbuhkan empati. Memperluas empati dengan berbicara dengan orang lain sebanyak mungkin merupakan salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan pandangan hidup Anda tentang dunia.

2. Pemimpin yang besar


Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Daniel Goleman yakni penulis buku terlaris internasional Emotional Intellegence, para pemimpin yang luar biasa memiliki satu kesamaan didalam kepemimpinannya selain bakat, etos kerja yang kuat serta ambisi. Mereka rata-rata memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi dari pada kecerdasan intelektual (IQ).

3. Tahu kekuatan dan kelemahan diri


Ciri kecerdasan emosional (EQ) selanjutnya adalah tahu kekuatan dan kelemahan diri. Orang yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi akan mengetahui dimana letak kekuatan dan kelemahan dari dirinya sendiri. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda, bisa Anda dijadikan bekal tentang bagaimana seharusnya Anda bertindak dengan menutupi kelemahan dan mengunggulkan kekuatan yang Anda miliki. Kesadaran akan keadaan diri ini akan melahirkan kepercayaan diri yang kuat pada diri Anda.

4. Kemampuan untuk fokus dan konsentrasi


Ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi adalah memiliki kemampuan untuk selalu fokus dan berkonsentrasi dengan apa yang dikerjakan dan apa yang ingin dicapainya.

5. Manajemen kesedihan


Ciri kecerdasan emosional (EQ) yang selanjutnya adalah dapat memanajemen atau mengatur kesedihan. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi tahu bagaimana caranya mengelola emosi, marah bahkan rasa sedih. Walaupun setiap orang pasti merasakan kesedihan, namun orang yang memiliki keerdasan emosional (EQ) yang tinggi mampu mangatur dan memanajemen kesedihan yang dirasakannya.

6. Memiliki banyak teman


Ciri kecerdasan emosional (EQ) berikutnya adalah memiliki banyak teman. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi mampu memahami emosi diri dan emosi orang lain sehingga tahu bagaimana bersikap dengan orang lain sehingga disukai banyak orang dan memiliki banyak teman.

7. Selalu menjadi orang yang lebih baik dan bermoral


Ciri kecerdasan emosional (EQ) yang selanjutnya adalah selalu ingin menajdi orang yang lebih baik dan bermoral. Hal ini berkaitan dengan cara membangun hubungan interpersonal dengan orang lain.

8. Membantu orang lain


Ciri kecerdasan emosional (EQ) selanjutnya adalah membantu orang lain. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi cenderung memiliki jiwa sosial yang tinggi pula, serta memiliki rasa untuk selalu ingin membantu orang lain.

9. Pandai membaca ekspresi wajah orang


Mampu merasakan perasaan orang lain adalah ciri kecerdasan emosional (EQ) yang selanjutnya. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi mampu membaca dan memahami ekspresi seseorang walaupun hanya dengan melihat ekspresi wajahnya saja.

10. Selalu bangkit dari kegagalan


Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi akan selalu bangkit dari setiap kegagalan yang dialaminya. Hal ini dikarenakan ia mampu mengontrol emosi negatifnya dan mengubahnya menjadi motivasi untuk meraih kesuksesannya.

11. Berkarakter


Ciri kecerdasan emosional (EQ) berikutnya adalah berkarakter. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi adalah orang yang memiliki karakter, kepribadian serta pendirian yang teguh. Mereka selalu mantap dalam melakukan segala hal karena ia mampu berfikir dan membuat keputusan yang tepat.

12. Percaya diri


Ciri kecerdasan emosional (EQ) selanjutnya adalah percaya diri. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi mampu tampil percaya diri karena ia mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada pada dirinya sehingga ia tahu bagaiamana harus bertindak dan membuat keputusan yang tepat.

13. Memiliki motivasi yang tinggi


Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi selalu memotivasi diri sendiri untuk selalu fokus dalam meraih dan mewujudkan kesuksesannya.

14. Tahu kapan harus bertindak


Ciri kecerdasan emosional (EQ) yang terakhir adalah tahu kapan harus bertindak. Orang yang memiliki kecerdasan emosional (EQ) yang tinggi, memiliki kemampuan untuk mengontrol dan mengendalikan emosinya. Mereka tidak akan terbawa emosi dan tahu kapan waktu yang tepat untuk bertindak dan melakukan sesuatu berdasarkan pertimbangan yang matang.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional

Apa kalian tahu faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasan emosional? Nah pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasan emosional.


faktor kecerdasan emosional

Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Emosional


Menurut Goleman terdapat dua faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor Internal 


Faktor internal, yakni faktor yang timbul dari dalam diri individu yang dipengaruhi oleh keadaan otak emosional seseorang. Otak emosional dipengaruhi oleh amygdala, neokorteks, sistem limbik, lobus prrefrontal dan hal-hal yang berada pada otak emosional.

Faktor Eksternal 


Faktor Eksternal yakni faktor yang datang dari luar individu dan mempengaruhi atau mengubah sikap pengaruh luar yang bersifat individu dapat secara perorangan, secara kelompok, antara individu dipengaruhi kelompok atau sebaliknya, juga dapat bersifat tidak langsung yaitu melalui perantara misalnya media massa baik cetak maupun elektronik serta informasi yang canggih lewat jasa satelit.

Sedangkan menurut Agustian (2007) faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan emosional, yaitu: faktor psikologis, faktor pelatihan emosi dan faktor pendidikan.

Faktor psikologis


Faktor psikologis merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu. Faktor internal ini akan membantu individu dalam mengelola, mengontrol, mengendalikan dan mengkoordinasikan keadaan emosi agar termanifestasi dalam perilaku secara efektif.

Menurut Goleman (2007) kecerdasan emosi erat kaitannya dengan keadaan otak emosional. Bagian otak yang mengurusi emosi adalah sistem limbik. Sistem limbik terletak jauh dalam hemisfer otak besar dan terutama bertanggung jawab atas pengaturan emosi dan impuls.

Peningkatan kecerdasan emosi secara fisiologis dapat dilakukan dengan puasa. Puasa tidak hanya mengendalikan dorongan fisiologis manusia, namun juga mampu mengendalikan kekuasaan impuls emosi. Puasa yang dimaksud salah satunya yaitu puasa sunah Senin Kamis.

Faktor pelatihan emosi


Kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang akan menciptakan kebiasaan, dan kebiasaan rutin tersebut akan menghasilkan pengalaman yang berujung pada pembentukan nilai (value). Reaksi emosional apabila diulang-ulang pun akan berkembang menjadi suatu kebiasaan. Pengendalian diri tidak muncul begitu saja tanpa dilatih.

Melalui puasa sunah Senin Kamis, dorongan, keinginan, maupun reaksi emosional yang negatif dilatih agar tidak dilampiaskan begitu saja sehingga mampu menjaga tujuan dari puasa itu sendiri. Kejernihan hati yang terbentuk melalui puasa sunah Senin Kamis akan menghadirkan suara hati yang jernih sebagai landasan penting bagi pembangunan kecerdasan emosi.

Faktor pendidikan


Pendidikan dapat menjadi salah satu sarana belajar individu untuk mengembangkan kecerdasan emosi. Individu mulai dikenalkan dengan berbagai bentuk emosi dan bagaimana mengelolanya melalui pendidikan.

Pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sistem pendidikan di sekolah tidak boleh hanya menekankan pada kecerdasan akademik saja, memisahkan kehidupan dunia dan akhirat, serta menjadikan ajaran agama sebagai ritual saja.

Pelaksanaan puasa sunah Senin Kamis yang berulang-ulang dapat membentuk pengalaman keagamaan yang memunculkan kecerdasan emosi. Puasa sunah Senin Kamis mampu mendidik individu untuk memiliki kejujuran, komitmen, visi, kreativitas, ketahanan mental, kebijaksanaan, keadilan, kepercayaan, peguasaan diri atau sinergi, sebagai bagian dari pondasi kecerdasan emosi

Emosi : Pengertian, Terbentuknya, Aspek, Jenis-Jenis Emosi

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang emosi, biasanya emosi terdapat dalam psikologis seseorang, nah pada artikel kali ini kita akan memebahas mengenai pengertian emosi, terbentuknya emosi, pengertian emosi menurut para ahli, aspek-aspek emosi, emosi sebagai peristiwa psikologis, dan jenis-jenis emosi. langsung saja kita simak arteklnya bersama-sama.

Pengertian Emosi


Pengertian Emosi dan Terbentuknya Emosi


Apa itu Emosi? Emosi berasal dari perkataan emotus atau emovere, yang artinya mencerca “to strip up”, yaitu sesuatu yang mendorong terhadap sesuatu. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, emosi dapat diartikan sebagai:

1) Luapan perasaan yang berkembang dan surut diwaktu singkat;

2) keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis, seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan, keberanian yang bersifat subyektif.

Emosi Menurut Para Ahli


W. James dan Carl Lange (Efendi dan Praja, 1985:82) 


"Bahwa emosi ditimbulkan karena adanya perubahan-perubahan pada sistem vasomater “otak-otak” atau perubahan jasmaniah individu. Misalnya, individu merasa senang, karena ia tertawa bukan tertawa karena senang, dan sedih karena menangis".

Menurut Harvey Carr


"Bahwa emosi adalah penyesuaian organis yang timbul secara otomatis pada manusia dalam menghadapi situasi-situasi tertentu. Misalnya, emosi marah timbul jika organisme dihadapkan pada rintangan yang menghambat kebebasannya untuk bergerak, sehingga semua tenaga dan daya dikerahkan untuk mengatasi rintangan itu dengan diiringi oleh gejala-gejala seperti denyut jantung yang meninggi, pernafasan semakin cepat, dan sebagainya".

Aspek-Aspek Emosi


Menurut CT. Morgan, terdapat beberapa aspek-aspek emosi yaitu:

a. Emosi adalah sesuatu yang sangat erat hubungannya dengan kondisi tubuh, misalnya denyut jantung, sirkulasi darah, dan pernafasan.
b. Emosi adalah sesuatu yang dilakukan atau diekspresikan, misalnya tertawa, tersenyum, menangis.
c. Emosi adalah sesuatu yang dirasakan, misalnya merasa jengkel, kecewa, senang.
d. Emosi juga merupakan suatu motif, sebab ia mendorong individu untuk berbuat sesuatu, kalau individu itu beremosi, senang, atau mencegah melakukan sesuatu kalau ia tidak senang.


Emosi Sebagai Peristiwa Psikologis


Emosi sebagai suatu peristiwa psikologis, mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

a. Bersifat tidak tetap (fluktuatif).
b. Banyak berkaitan dengan peristiwa pengenalan panca indera.
c. Berlansung singkat dan berakhir tiba-tiba.
d. Bersifat sementara dan dangkal.
e. Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya.

Jenis-Jenis Emosi


Emosi dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu emosi sensoris dan kejiwaan (psikis), yaitu sebagai berikut:

Emosi sensoris


Emosi sensori adalah emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh, seperti rasa dingin, manis, sakit, lelah, kenyang, dan lapar.

Emosi Psikis


Emosi psikis, yaitu emosi yang mempunyai alasan-alasan kejiwaan. Yang termasuk emosi ini, di antaranya adalah:

1) Perasaan intelektual, yaitu yang mempunyai hubungannya dengan ruang lingkup kebenaran.
2) Perasaan sosial, yaitu perasaan yang menyangkut hubungannya dengan orang lain, baik bersifat perorangan maupun kelompok.
3) Perasaan susila, yaitu perasaan yang berhubungan dengan nilai-nilai baik dan buruk atau etika.
4) Perasaan keindahan (estetika), yaitu perasaan yang berkaitan erat dengan keindahan dari sesuatu, baik bersifat kebendaan atau kerohanian.
5) Perasaan ketuhanan, yaitu salah satu kelebihan manusia sebagai makhluk Tuhan, dianugerahi fitrah (kemampuan atau perasaan) untuk mengenal Tuhannya.


Dari ungkapan teori di atas, maka dapat disimpulkan bahwa emosi adalah merupakan warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Yang dimaksud warna afektif, adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi situasi tertentu, misalnya gembira, bahagia, putus asa, terkejut, benci (tidak senang), iri, cemburu, dan sebagainya.

Jadi kecerdasan emosional bisa memainkan peran penting dalam pelaksanaan pekerjaan seseorang, artinya kecerdasan emosional lebih penting dari pada kecerdasan akademik. Seseorang yang mempunyai level kecerdasan emosional yang tinggi akan mempunyai kinerja yang lebih tinggi. Sehingga kecerdasan emosional menjadi ciri orang yang berkinerja tinggi dan mempunyai kemampuan untuk dapat berhubungan lebih baik dangan orang lain.

Oleh karena itu, apabila seseorang sudah dapat memanage, mengawasi, mengontrol, dan mengatur emosinya dengan tepat, baik ketika orang tersebut berhadapan dengan pribadinya, berhadapan dengan orang lain, orang tua, teman-teman, atau masyarakat, berhadapan dengan pekerjaan, atau masalah-masalah yang muncul, maka orang tersebut sudah dapat dikatakan mempunyai kecerdasan emosional. Karena kecerdasan emosional adalah potensi yang dimiliki seseorang untuk beradaptasi dengan lingkungannya.



Daftar Pustaka

http://stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2012/11/pena-fokus-vol-4-no-2-40-45.pdf
http://lib.ui.ac.id/naskahringkas/2016-04/S53364-Nida%20Azzahra






Manajemen Kinerja: Pengertian, Proses Model, Ruang Lingkup, Tantangan, Kriteria Keberhasilan dari Manajemen Kinerja

Kali ini kami akan membahas mengenai manajamen kinerja, meliputi pengertian, proses model, ruang lingkup, tantangan bahkan kriteria keberhasilan dilakukannya manajemen keberhasilan. Apakah kalian tahu bahwa manajemen kinerja ini sangatlah harus di perhatikan, pasalnya dengan menerapkan manajemen kinerja ini dapat mencapai hasil yang ingin di capai. Berikut ini penjelasannya


Pengertian Model Manajemen Kinerja


Manajemen Kinerja adalah manajemen yang membahas tentang bagaimana cara untuk menciptakan hubungan dan memastikan komunikasi yang efektif. Manajemen kinerja terpusat pada apa yang dibutuhkan oleh suatu manajer, organisasi, dan pekinerja untuk mencapai keberhasilan. Manajemen kinerja adalah tentang bagaimana kinerja dapat dikelola untuk memperoleh hasil sukses dan bisa mencapai tujuannya.

Berdasarkan rangkuman yang telah kami cermati dari para pakar seperti Armstrong bahwa pada intinya manajemen kinerja merupakan manajemen yang hanya dalam mengelola sumber daya yang mengarah pada kinerja yang melaksanakan proses komunikasi secara terbuka dan berkelanjutan (continue) dengan menciptakan visi bersama dan tercapainya pendekatan strategis serta terpadu sebagai kekuatan untuk mendorong terjapainya tujuan.

Ruang Lingkup


Cakupan manajemen kinerja meliputi kegiatan menganalisis tujuan unit kinerja dan memastikan bahwa terdapat hubungan dengan tujuan menyeluruh organisasi, menganalisis keterampilan pekinerja dan penugasan yang diberikan dalam kaitannya dengan tujuan unit kinerja.


Proses Model Manajemen Kinerja


Proses tentang bagaimana suatu manajemen kinerja yang seharusnya dilaksanakan dan dijalankan dengan metode yang berbeda-beda di antara para pakar ahlinya, dari yang sangat sederhana dan mendasar sampai pada proses yang sangat mendalam.

Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

• Model Deming


Proses manajemen kinerja dimulai dengan menyusun rencana, melakukan tindakan pelaksanaan, memonitor jalannya dan hasil pelaksanaan, dan akhirnya melakukan review atau peninjauan kembali atas jalannya pelaksanaan dan kemajuan pekinerjaan yang telah dicapai.

bentuk dari model manajemen kinerja Deming.
Gambar diatas adalah bentuk dari model manajemen kinerja Deming.


• Model Torrington dan Hall


Proses dari manajemen kinerja yaitu dengan dengan terlebih dahulu merumuskan harapan terhadap kinerja atau hasil yang diharapkan dari suatu kinerja. Ditentukan suport yang diberikan terhadap kinerja untuk dapat mencapai yang akan menjadi tujuannya. Kemudian peninjauan kembali dan penilaian terhadap kinerja. Lalu melakukan pengelolaan terhadap standar kinerja. Sangat di perlukannya untuk menjaga Standar kinerja, karena dengan menjaga standar kinerja supaya tujuan yang diharapkan bisa tercapai.

bentuk dari model manajemen kinerja Torrington dan Hall.
Gambar diatas adalah bentuk dari model manajemen kinerja Torrington dan Hall.

• Model Costello


Siklus ini start (dimulai) dari melakukan persiapan perencanaan sehingga nantinya dapat dibuat dengan mudah suatu rencana dalam bentuk rencana kinerja dan pengembangan untuk kedapannya. Untuk dapat mengoptimalkan kinerja, diberikan pelatihan pada sumber daya manusia dan dilaksanakannya pengukuran kemajuan kinerja. Peninjauan kembali selalu dilakukan terhadap kemajuan pekinerjaan dan apabila diperlukan perubahan rencana. pelatihan dan review dilaksanakan dalam penilaian kinerja tahunan dan dipergunakan untuk dapat meninjau kembali pengembangan kinerjanya.

bentuk dari model manajemen kinerja Costello.
Gambar diatas adalah bentuk dari model manajemen kinerja Costello.

• Model Armstrong dan Baron


Model Armstrong dan Baron
Gambar diatas adalah bentuk dari Model Armstrong dan Baron


Siklus dari manajemen kinerja sebagai suatu pernyataan-pernyataan yang urutan dan pelaksanaan eksekusinya runtut atau berurutan, oleh Armstrong dan Baron dijelaskan dalam bentuk gambar dengan penjelasan sebagai berikut ini :

a. Misi Organisasi dan Tujuan Strategis


merupakan titik awal proses manajemen kinerja yang dijadikan acuan bagi tingkat manajemen bawah untuk memastikan bahwa setiap kegiatan selanjutnya harus sejalan dengan tujuan tersebut dan dapat memberikan kontribusi pada prestasi

b. Rencana dan Tujuan Bisnis dan Departemen


Penjabaran dari misi organisasi dan tujuan strategis. Pada kasus tertentu dapat terjadi rencana dan tujuan bisnis ditetapkan lebih dahulu, kemudian dijabarkan dan dibebankan pada departemen yang mendukungnya. Akan tetapi, sebaliknya yang dapat terjadi bahwa kemampuan departemen untuk menjadi faktor pembatas dalam menetapkan rencana dan tujuan bisnis, oleh karena itu tujuan departemen ditentukan terlebih dahulu.

c. Kesepakatan Kinerja dan Pengembangan


Kesepakatan kinerja sering dinamakan kontrak kinerja. Kontrak kinerja adalah dasar untuk dapat mempertimbangkan dari rencana kinerja yang harus dibuat untuk dapat memperbaiki kinerja.

d. Rencana Kinerja dan Pengembangan


Eksplorasi bersama tentang apa yang harus perlu dilaksanakan dan diketahui oleh setiap individu untuk memperbaiki kinerjanya dan dapat mengoptimalkan, mengembangkan keterampilan dan kompetensinya, dan bagaimana manajer bisa memberikan suport (dukungan) dan bimbingan yang merela butuhkan.

e. Tindakan Kinerja dan Pengembangan


Melaksanakan manajemen kinerja dapat mempermudah orang untuk siap bertindak sehingga mereka mencapai hasil seperti yang diharapkan. Apabila diperlukan, maka dapat dilaksanakannya pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

f. Monitoring dan Umpan Balik Berkelanjutan


Konsep yang terpenting dari manajemen kinerja dan sering terus berulang adalah proses mengelola dan mengembangkan standar kinerja yang dapat mencerminkan praktik yang baik secara normal tentang menetapkan arah tujuan, monitoring dan mengukur kinerja SDM, mengusahakan adanya umpan balik (feedback), dan mengambil tindakan.

g. Review Formal dan Umpan Balik


Review mencakup pencapaian sasaran, tingkat kompetensi yang dicapai, kontribusi terhadap nilai-nilai utama, pencapaian pelaksanaan rencana pengembangan pribadi, pertimbangan tentang masa depan, perasaan dan aspirasi tentang pekinerjaan, dan komentar terhadap dukungan manajer. Hasil review menjadi umpan balik bagi kontrak kinerja.

h. Penilaian Kinerja Menyeluruh


Tingkatan penscorean (penilaian) yang nilainya lebih dari lima maka akan mengurangi diskriminasi dalam memberi pertimbangan. Penamaan tingkat penilaian dapat bermacam-macam bisa bersifat angka, alfabet, maupun skala. Oleh karena itu, setiap instansi yang ingin melaksanakan manajemen kinerja sebaiknya mengembangkan model manajemen kinerjanya sendiri sehingga dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi dan kebutuhannya sendiri.

• Model Ken Blanchard dan Garry Ridge


Model Ken Blanchard dan Garry Ridhe ini merupakan Model kinerja yang cukup sederhana dan mereka menyebutnya sebagai sistem. Menurut pandangan mereka, sistem manajemen kinerja yang efektif terdiri atas 3 bagian, yaitu:
1. Perencanaan kinerja (performance planning),
2. Coaching setiap hari (day-to-day coaching) atau pelaksanaan (execution), dan
3. Evaluasi kinerja (performance evaluation) atau peninjauan ulang dan pembelajaran (review and learning).

Kriteria Keberhasilan


Melaksanakan manajemen kinerja memiliki peranan yang sangatlah penting untuk mencapai tujuan suatu organisasi, instansi perusahaan dan lain sebagainya, akan tetapi melaksanakan manajemen kinerja tidaklah mudah. Akan tetapi manajemen kinerja dapat bisa dinyatakan mempunyai keberhasilan jika memenuhi kriteria keberhasilan manajamen kinerja, yaitu sebagai berikut:

1. Proses manajemen kinerja dapat memungkinkan pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan dari setiap individu dari pekinerjaan dapat digunakan untuk memodifikasi tujuan organisasi.

2. Adanya komitmen dan suport (dukungan) dari manajemen puncak untuk menjalankan manajemen kinerja ini. Manajemen kinerja akan sulit tercapai tanpa dukungan dan komitmen dari manajemen puncak.

3. Proses untuk dapat menyelenggarakan manajemen kinerja bisa disesuaikan dengan pekinerjaan sebenarnya dari instansi, organisasi, perusahaan dan lains sebagainya dan bagaimana kinerja pada umunya dikelola.

4. Manajemen kinerja bisa memberikan nilai tambahan dalam bentuk hasil jangka pendek, maupun pengembangan untuk jangka panjang.

5. Proses melaksanakan manajemen kinerja dipadukan dengan proses perencanaan strategis dan bisnis. Dengan melaksanakan demikian, manajemen kinerja tidak menambah pekinerjaan yang baru, akan tetapi bersifat memperbaiki apa yang sudah biasa dikinerjakan.

Tantangan Manajemen Kinerja


Perlu anda ketahui bahwa manajemen kinerja adalah alat bagi suatu organisasi, instansi, perusahaan ataupun yang lainnya yang bertujuan untuk supaya berhasil mencapai tujuannya. Oleh karena itu, manajemen kinerja harus bermanfaat bagi perusahaan, pimpinan, dan karyawan. Dengan melaksanakannya manajemen kinerja diharapkan secara bersama-sama mendapatkan kesuksesan.

Dalam realitanya memanglah banyak manajemen kinerja yang sudah berjalan dengan baik, akan tetapi tidak kurang pula pastinya yang mengalami kegagalan. Kegagalan melaksanakan manajemen kinerja dapat berakibat pada citra buruk dari suatu instansi , terutama pimpinan dan karyawan atas pelaksanaan dari manajemen kinerja karena terdapat risiko kegagalan. Dengan demikian, sangat dibutuhkan adanya cara untuk menjalankan manajemen kinerja yang rasional, mudah dimengerti dan mudah dijalankan oleh semua pihak.

Jadi tantangan yang dihadapi oleh pelaksana manajemen kinerja adalah memperhatikan tentang bagaimana cara melaksanakan manajemen kinerja supaya dapat mencapai suatu tujuan, tidak mengalami kegagalan.



Cukup sekian artikel dari kami mengenai membahas mengenai manajamen kinerja, meliputi pengertian, proses model, ruang lingkup, tantangan bahkan kriteria keberhasilan dilakukannya manajemen keberhasilan. Semoga artikel ini dapat membantu dan mempermudah mencari infromasi anda semuanya

Surat Resmi: Pengertian, Jenis-jenis, Fungsi, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh Surat Resmi

Mungkinkah dari kita pasti tentunya jarang sekali mengetahui surat resmi bukan? Karena kita jarang menggunakan surat resmi dalam kehidupan kita, akan tetapi tidak sedikit orang tentunya juga sudah paham tentang surat resmi karena sudah sering membuatnya ataubahkan sudah sering menerima surat resmi baik dengan perorangan maupun dengan organisasi bahkan dengan instansi pemerintahan.

Akan tetapi perlu kita ingat bahwa akan ada suatu waktu dimana kita akan membutuhkan surat resmi untuk keperluan kepentingan ataupun bahkan hal yang mendesak sekalipun. Misalkan saja kita suatu saat pasti akan menerima surat undangan, yang mana surat undangan ini tergolong surat undangan yang resmi, karena ada ciri-ciri dari surat undangan yang resmi tersebut.

Surat Resmi: Pengertian, Jenis-jenis, Fungsi, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh Surat Resmi
Pengertian, Jenis-jenis, Fungsi, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh Surat Resmi

Sebelum lebih jauh kami akan membahas tentang surat resmi, alangkah lebih baiknya jika kita mengenal terlebih dahulu apa itu surat resmi? Apa manfaat dan fungsi dari surat resmi? Lantas bagaimanakah ciri-cirinya kok sampai di sebut surat resmi? Dan masih banyak lagi tentunya yang akan kamu ketahui dari artikel ini yang mana akan membahas pertanyaan-pertanyaan itu semuanya.

Pengertian Surat Resmi


Surat resmi adalah jenis surat yang digunakan untuk kepentingan resmi, bisa dari perseorangan, institusi, atau organisasi tertentu. Hal-hal yang bersifat resmi tersebut mencakup surat undangan, surat pemberitahuan, surat edaran, dan lain sebagainya, yang biasanya bersifat formal.

Jenis-Jenis Surat Resmi


Perlu anda ketahui bahwa terdapat banyak sekali jenis dan macam-macamnya dari surat resmi, antara lain yaitu sebagai berikut ini:

1. Surat Keputusan


Surat keputusan adalah termasuk jenis surat yang tergolong resmi yang bertujuan untuk menyampaikan suatu keputusan dari pihak atasan mengenai hal yang ingin diinformasikan. Umumnya penggunaan surat keputusan ini berkenaan dengan struktur pada sebuah instansi/institusi atau lembaga.

2. Surat Permohonan


Surat permohonan merupakan termasuk jenis surat yang tergolong resmi yang dipergunakan oleh suatu pihak untuk mengajukan permohonan ke pihak yang lain. Pada surat permohonan ini bisa dari perseorangan ke perseorangan, perseorangan ke instansi, atau instansi ke instansi.

3. Surat Undangan


Surat undangan adalah jenis surat yang tergolong resmi yang mempunyai tujuan untuk memanggil atau mengundang orang atau pihak terkait pada suatu acara atau aktivitas kegiatan. Jenis surat undangan ini termasuk surat resmi dan bahasa yang digunakan yaitu bahasa formal.

4. Surat Perintah


Surat perintah adalah jenis surat resmi yang isinya memberikan tugas atau arahan dari atasan kepada pihak yang terlibat. Umumnya jenis surat perintah ditemukan di instansi, perusahaan, atau institusi tertentu.

5. Surat Pengantar


Surat pengantar adalah termasuk jenis surat yang tergolong resmi resmi yang yang bertujuan sebagai pengantar untuk maksud dan tujuan tertentu. Pada penggunaan Jenis surat pengantar ini biasanya dijadikan sebagai syarat untuk mengurusi berkas dan dokumen tertentu.

6. Surat Edaran


Surat edaran adalah jenis surat yang tergolong resmi yang isinya berupa pemberitahuan tentang aktivitas atau hal tertentu pada kalangan yang dituju. Dapat dikatakan bahwa surat edaran mempunyai fungsi yaitu untuk memberi informasi, akan tetapi dikeluarkan secara formal oleh suatu institusi resmi.

7. Surat Kuasa


Surat kuasa adalah termasuk jenis surat yang tergolong resmi yang bertujuan untuk pemberian kuasa atau hak atau wewenang dari satu pihak ke pihak yang lainnya. Pada jenis surat kuasa ini ditulis karena pihak pemberi kuasa sedang ada suatu halangan, sehingga melakukan perwakilan oleh pihak lain yang ditunjuk untuk diberi hak/kuasa.

Fungsi Surat Resmi


Perlu anda ketahui bahwa Surat resmi memiliki fungsi yang berbada dari jenis surat yang lainnya yang mana tidak dapat kita temukan pada surat jenis yang lainnya. Merucut dari pengertian surat resmi di atas kita dapat simpulkan bahwa surat resmi mempunyai beberapa fungsi yaitu diantaranya sebagai berikut ini:


  • Sebagai suatu sarana media untuk memberikan informasi ataupun pemberitahuan tentang suatu keadaan tertentu yang disampiakan oleh pihak pengirim kepada pihak penerima
  • Sebagai bukti tertulis (otentik) yang berupa dokumen yangmana didalam isi surat tersebut dapat dipercaya dan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  • Sebagai panduan kerja dalam melaksanakan suatu kegiatan yangmana surat resmi tersebut berisi tentang suatu langkah-langkah kerja untuk kategori pekerjaan tertentu (SOP) kerja.
  • Sabagai media untuk mengingat bagi yang penerima surat baik itu secara perorangan, organisasi, ataupun secara lembaga. Oleh karena itu surat resmi perlu untuk didokumentasikan supaya dapat dipergunakan sebagai data di suatu saat nanti.
  • Sebagai bukti historis dan juga sebagai bukti kronologis suatu kejadian yang sangat penting.

Perlu kamu mengerti, walaupun sekarang ini sudah ada fasilitas teknologi yang canggih untuk mengirim surat yang biasa di sebut dengan surel (surat elektronik) ataupun di sebut email, untuk peran surat resmi dalam bentuk print-print an tetap masih digunakan untuk keperluan tertentu, baik untuk bisnis, undangan, niaga, pemberitahuan, informasi ataupun keperluan lainnya.

Ciri-Ciri Surat Resmi


Suatu surat dapat dikatakan itu sebagai surat resmi apabila memenuhi kriteria dan anda bisa mengenali bahwa ini adalah surat resmi, adalah sebagai berikut ini:

  • Surat resmi ditulis dengan bahasa yang baku sesuai dengan kaidah kamus besar bahasa Indonesia dan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang mana itu semua mulai dari kosa kata, frasa, hingga tata bahasa yang dipergunakan untuk menuliskan surat resmi.
  • Penggunaan bahasa pada surat resmi yaitu singkat, padat, efektif dan juga dapat dengan mudah di pahami maksud dan isi dari surat resmi tersebut.
  • Pada penggunaan bahasanya yaitu tidak menggunakan bahasa yang implisit akan tetapi menggunakan bahasa yang eksplisit.
  • Surat resmi juga Dibuat dalam bentuk full block ataujuga bisa dengan bentuk semi block/ intended block
  • Terdapat bagian kop surat yangmana bagian tersebut menyebutkan pihak yang mengeluarkan surat resmi.
  • Tercantum juga nomor surat, perihal, tanggal, alamat tujuan, dan lampiran bila ada.
  • Tak kalah penting menyertakan stempel instansi resmi jika ada.
  • Surat resmi strukturnya yang sistematis (teratur) dan di buat sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kesimpulan terhadap Ciri-ciri pada surat resmi antara lain adalah adanya bagian kop surat, mempunyai nomor surat, mempunyai lampiran, menggunakan salam pembuka dan penutup yang umum digunakan, menggunakan bahasa resmi dan baku, dan tak kalah penting menyertakan stempel instansi resmi jika ada, serta menggunakan format penulisan yang baku.

Struktur Surat Resmi


Seperti yang sudah kami jelaskan pada pengertian surat resmi di atas, bisa dikatakan itu surat resmi pastinya juga mempunyai bagian-bagian penting yang harus dilengkapi di dalam pembuatan surat resmi. Berikut ini beberapa bagian penulisan dari surat resmi adalah sebagai berikut ini:

1. Kepala Surat (Kop Surat)


Terdapat Kop Surat, yang mana itu semua terdiri dari:

  •  Logo instansi/ lembaga
  • Nama instansi/ lembaga
  • Alamat, No. Telephone/ fax, dan email instansi/ lembaga


2. Nomor Surat


Perlu kamu ketahui bahwa setiap kali suatu instansi, lembaga ataupun organisasi mengirimkan surat resmi, pastinya akan dilengkapi dengan nomor surat, karena dengan adanya nomer dalam surat ini maka akan dengan lebih mudahnya untuk mengetahui beberapa jumlah surat yang sudah dikeluarkan selama satu bulan.

3. Tanggal Surat


Dalam pembuatan Surat resmi tak kalah pentingnya pasti selalu dilengkapi dengan tanggal pembuatan surat, karena dengan adanya tanggal pembuatan ini berguna untuk sebagai informasi waktu dibuatnya surat tersebut.


4. Lampiran atau Hal


Tak jarang kebanyaan dari surat resmi dilengkapi dengan adanya lampiran, yaitu beberapa dokumen lain sebagai pendukung surat resmi tersebut.

5. Alamat Tujuan


Memberikan alamat tujuan pada surat resmi, biasanya dalam penulisan surat resmi itu ditulis dengan singkat saja, karena alamat lengkap tujuan surat resmi tersebut sudah tertera pada sampul/amplop surat.

6. Salam Pembuka


Pada salam pembuka ini juga harus menggunakan bahasa yang baku, dan dengan menggunakan bahasa yang formal dengan baik dan sopan.

7. Isi Surat


Pada bagian surat resmi ini, Isi surat adalah suatu bagian utama dari suatu surat resmi. Pada isi surat ini merupakan Informasi yangmana harus dibuat dengan singkat, jelas dan padat dengan menggunakan bahasa yang baku dan supaya penerima surat ini paham dengan isi surat resmi tersebut.

8. Salam Penutup


Tak kalah pentingnya selain salam pembuka pada surat resmi, tentunya pasti ada juga salam penutup, yangmana salam penutup ini menunjukan kesopanan dalam melakukan komunikasi melalui surat resmi.

9. Tanda Tangan Pengirim Surat


Pada bagian ini tak kalah pentingnya juga di cantumkan nama dan ada tanda tangan dari pengirim surat atau dari penangungjawab yang bersangkutan.

10. Tembusan


Pada bagian tembusan ini dubat jika surat resmi tersebut perlu di ketahui oleh pihak yang lainnya.

Contoh Surat Resmi


berikut ini merupakan contoh dari surat resmi, yang barang kali bisa anda gunakan untuk menjadikan referensinya

contoh surat resmi pemberitahuan
contoh surat resmi pemberitahuan pict by romandecade.org