Pengertian, Karakteristik dan Cara Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa

Pengertian, Karakteristik dan cara Strategi dari Pemasaran perusahaan jasa - Pemasaran adalah suatu bentuk aktivitas yang tidak dapat dianggap sebagai fungsi tersendiri. Adanya pelanggan yang berpotensial mempunyai keperluan atau keinginan, serta dapat dan mau untuk ikut berpartisipasi dalam pertukaran yang telah disepakati bersama untuk memenuhi keperluan atau kebutuhannya disebut pasar.

“Besarnya suatu pasar akan tergantung dari jumlah masyarakat yang mempunyai keperluan tertentu, mempunyai sumber daya yang kemungkinan akan diminati orang lain, dan mempunyai kemauan dalam menawarkan sumber daya tersebut untuk ditukar agar dapat memenuhi keperluan mereka”.

strategi pemasaran perusahaan jasa
Strategi pemasaran perusahaan jasa


Pengertian, Karakteristik, Kelebihan, Kekurangan dari Perusahaan Jasa Yang Harus Diketahui

Pengertian Perusahaan Jasa


Kita akan membahas artikel tentang pengertian, karakteristik, kelebihan, kekurangan dari perusahaan jasa. Sebelumnya kita harus tau Apakah itu Perusahaan jasa? Pengertian dari perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang menjual dan menawarkan berbagai macam bentuknya dalam pelayanan jasa. Sama halnya ketika seseorang mendirikan badan usaha yang menghasilkan produk tertentu dan kemudian dijual kepada konsumen untuk mendapatkan keuntungan, hal tersebut juga berlaku pada badan usaha jasa.




Perusahaan yang bergerak di bidang jasa atau juga sering disebut sebagai perusahaan penyedia layanan jasa yang menawarkan beberapa keahlian tertentu yang mempunyai manfaat untuk konsumen. Contohnya pada bisnis jasa biro perjalanan, jasa penjualan pembuatan website, jasa pembuatan skripsi, jasa audit, jasa rental komputer, maupun produk jasa lainnya yang saat ini sudah berkembang berbagai wilayah di Indonesia.

Pengertian Perusahaan Jasa Menurut Berbagai Para Ahli


Untuk dapat memudahkan kita memahami apa itu perusahaan jasa, maka kita harus merujuk kepada pendapat beberapa ahli berikut ini merupakan pengertian perusahaan menurut para ahli:

1. Philip Kotler


Menurut pendapat dari Philip Kotler, pengertian perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawarkan suatu tindakan bersifat abstrak atau tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan pada orang lain.

2. Christian Gronross


Menurut pendapat dari Christian Gronross, pengertian dari perusahaan yang menyediakan layanan jasa adalah perusahaan yang dalam aktivitasnya terdiri dari serangkaian kegiatan intangible yang terjadi antara pegawai jasa untuk mengatasi masalah dengan pelanggan dengan pelanggan.

3. Djaslim Saladin


Menurut pendapat dari Djaslim Saladin, perusahaan yang menyediakan layanan jasa adalah badan usaha yang melakukan aktivitas kegiatan yang tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan yang ditawarkan kepada suatu pihak ke pihak lainnya.

4. Norman


Menurut pendapat dari Norman, pengertian usaha jasa adalah perusahaan yang mengerjakan tindakan atau interaksi berupa kontak sosial antara konsumen dan produsen yang lebih dari sekedar hasil dari suatu yang tidak terhalang.

5. Adrian Payne


Menurut pendapat dari Adrian Payne, perusahaan di bidang jasa adalah perusahaan yang melakukan aktivitas ekonomi yang memiliki nilai atau manfaat intangible, dimana terdapat interaksi dengan konsumen atau dengan barang miliki tapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.


Karakteristik Perusahaan Jasa


Mengacu pada pengertian dari badan usaha jasa yang sudah diterangkan diatas, maka berikut ini merupakan beberapa karakteristik dari badan usaha jasa:

1. Kegiatan Utamanya Adalah Menjual Jasa


Sesuai dengan pengertian badan usaha jasa dimana perusahaan ini menjual produk berupa jasa yang bermanfaat dan dibutuhkan konsumen. Sehingga aktivitas kegiatan utama dalam operasional perusahaan adalah menjual dan menawarkan jasa dari perusahaan tersebut.

2. Tidak Menyediakan Produk dalam Bentuk Fisik


Pada dasarnya perusahaan penyedia layanan jasa tidak menyiapkan produk dalam bentuk fisik atau barang. Badan usaha jasa menjual produk-produk yang tidak dapat disimpan dan tidak kasat mata (abstrak) namun manfaatnya dapat dirasakan.

3. Bisa Membutuhkan atau Tidak Membutuhkan Barang Berwujud


Tergantung dari bentuk usaha jasa yang dibangun, dapat memerlukan atau tidak memerlukan barang berwujud. Contohnya dalam bisnis jasa biro perjalanan, tentu membutuhkan armada untuk pelanggan yang memesan jasa biro perjalanan. Beda halnya jika mendirikan jasa keuangan maka tidak memerlukan produk nyatanya.

4. Harga Jasa Tidak Dapat Dipatok General


Umumnya, konsumen yang membutuhkan produk jasa mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Sehingga harga dari jasa tidak dipatok harga secara general ataupun umum dan itu semua tergantung dari kebutuhan pelanggan.

5. Tidak Ada Harga Pokok Produksi dan Penjualan


Karena pada perusahaan di bidang layanan jasa biasanya tidak memerlukan bahan baku produksi yang berbentuk, maka dalam pelaporan keuangan tidak bisa dilihat dengan menggunakan harga pokok produksi dan penjualan karena tidak ada parokan harga yang dikeluarkan untuk bahan-bahan produksinya. Sehingga dalam membuat laporan keuangan hanya terdapat unsur pendapatan dan biaya lain-lain untuk perhitungan laba-rugi dari layanan tersebut.

Kelebihan dan Kekurangan Perusahaan Jasa


Serupa seperti jenis usaha lainnya, perusahaan dalam hal penyedia jasa juga mempunyai banyak kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan jenis usaha perusahaan jasa:

1. Kelebihan Usaha Jasa


- Dengan melakukan bisnis jasa tidak memerlukan tempat untuk display produk, sehingga dalam hal menyewa tempat usaha akan lebih hemat.
- Tidak membutuhkan tempat untuk penyimpanan barang produksi atau gudang.
- Pada badan usaha jasa tertentu tidak membutuhkan banyak karyawan sehingga menghemat pengeluaran gaji karyawan.

2. Kekurangan Usaha Jasa


- Strategi promosi membutuhkan testimoni pelanggan sebanyak-banyaknya karena tidak ada produk yang bisa digunakan untuk demo.
- Meskipun terdapat komplain, akan tetapi dalam badan usaha jasa tidak bisa mengembalikan apa yang sudah dipesan (diretur).


Cukup sekian penjelasan ringkas mengenai pengertian perusahaan jasa, karakteristiknya, serta kelebihan dan kekurangannya. Semoga dapat menjadi salah satu sumber informasi yang bermanfaat bagi Anda yang ingin membuka bisnis usaha jasa sendiri.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kasus Perusahaan Multinasional

Kasus Perusahaan Multinasional

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Kasus Perusahaan Multinasional

Nestle
Nestle merupakan sebuah perusahaan multinasional yang memiliki cabang di berbagai negara dan berpusat di Vevey, Swiss. Sejak didirikan pada tahun 1867 oleh Henri Nestle, fokus perusahaan tersebut pada produksi makanan dan minuman di bidang gizi, nutrisi, dan kesehatan. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Nestlé aktif melakukan berbagai program CSR di berbagai negara dalam bentuk program yang disebut Creating Shared Value (CSV). CSV begins with the understanding that for our business to prosper over the long term, the communities we serve must also prosper. Fokus CSR melalui program CSV tersebut adalah pada tiga aspek, yakni nutrisi, air, serta pembangunan pedesaan dan pemberdayaan masyarakat.
Sebagai contoh, Nestlé telah membantu para peternak sapi di daerah Moga, India. Sebelumnya, para peternak sulit memperoleh akses ke saluran air bersih, tanah-tanah yang subur, dan infrastruktur yang mendukung kehidupan sapi. Ketika Nestlé masuk ke India, program CSR diluncurkan dengan mendirikan pusat-pusat penyimpanan susu, menyediakan dokter hewan, ahli gizi, ahli pertanian, dan ahli kualitas untuk membantu peternak. Bantuan finansial dan teknis juga diberikan untuk membantu para peternak menggali sumur-sumur dan memperbaiki sistem irigasi. Hasilnya, produksi susu meningkat 50 kali lipat dan jaminan pasokan kebutuhan susu untuk Nestlé bisa terpenuhi. Dengan infrastruktur yang dibangun, Nestlé membeli susu dari 650 lokasi pemerahan dan penyimpanan susu di wilayah Moga. Jika upaya tersebut tidak dilakukan, maka operasionalisasi Nestlé bisa jadi terhambat karena kurangnya ketersediaan pasokan susu.
Sementara di Indonesia, Nestlé memberdayakan sekitar 33.000 peternak sapi dan bermitra dengan 51 koperasi di Jawa Timur. Nestlé memberikan pelatihan dan asistensi cara produksi dan penyimpanan susu yang baik kepada peternak dan pengurus koperasi. Selain itu, juga memberikan fasilitas alat pendingin untuk menjaga kualitas susu dan memfasilitasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas. Tujuan dari semua itu adalah agar kebutuhan pasokan susu segar Nestlé bisa terpenuhi. Hal yang sama juga dilakukan di Lampung, dengan memberikan pelatihan dan pemberdayaan kepada sekitar 10.000 petani kopi di Lampung guna menghasilkan biji kopi yang baik dan berkualitas.
Hal itu dipertegas dengan pernyataan Presiden Direktur PT. Nestlé Indonesia Arshad Chaudhry bahwa, Nestlé berkomitmen terhadap pembangunan pertanian yang berkelanjutan, khususnya di bidang persusuan, kopi dan kakao dengan menyediakan bantuan teknis dan keuangan. Pertanyaannya, mengapa Jawa Timur dan Lampung? Sebab, pabrik Nestlé untuk produk susu seperti Dancow, Bear Brand, dan lainnya berada di Pasuruan, Jawa Timur. Adapun Lampung merupakan lokasi pabrik Nestlé untuk produk Nescafe dan berbagai jenis kopi instan.

Selain itu, contoh lain di Hongaria, Nestlé ambil bagian dalam upaya melawan obesitas pada anak-anak. Data tahun 2010 menunjukkan bahwa seperempat dari anak-anak usia 7 hingga 14 tahun di Hongaria mengalami obesitas. Atas dasar itu, program Nestlé adalah mengajak anak-anak untuk makan makanan bergizi dan melakukan aktivitas fisik. Program itu selanjutnya telah memberi manfaat kepada sekitar 400.000 anak-anak Hongaria dan mencapai 85 persen dari anak usia sekolah dasar. Hal yang sama dilakukan Nestlé di China. Persentase anak-anak usia 7 hingga 12 di China yang mengalami obesitas mencapai seperempat untuk laki-laki dan 15 persen untuk perempuan. Untuk itu, Nestlé memberikan edukasi untuk menyeimbangkan pola makan sehat dan bernutrisi kepada anak-anak dan guru khususnya di Beijing, Shanghai, Sichuan, Shandog, Liaoning, Shanxi, Yunnan, Guangdong, dan Guizhou.
Lebih lanjut, program CSR Nestlé di Kenya ditujukan dengan memberikan pelatihan kepada perempuan petani kopi. Adapun di Kongo, melalui Ma Nutrition cest Ma Santé programm, Nestlé memberikan edukasi kepada anak-anak, guru, dan orang tua tentang perlunya nutrisi. Sementara di Sri Lanka, karena langkanya ketersediaan air bersih mendorong Nestlé mengalokasikan anggaran untuk fasilitas air bersih sejak tahun 2006. Nestlé telah membangun sebanyak 14 fasilitas air bersih yang mampu memenuhi kebutuhan sedikitnya 18.000 warga. Nestlé di Vietnam memberikan pendampingan teknis dan pelatihan kepada sekitar 12.000 petani kopi guna meningkatkan produktivitas hasil kopi serta memperkenalkan perlunya sustainable-farmed coffee. Terlebih lagi karena Vietnam merupakan salah satu negara dengan penghasil kopi terbesar dunia dan penyuplai kopi Robusta terbesar untuk Nestlé. Selain itu, contoh lain dapat ditemukan di berbagai negara, baik di negara berkembang maupun negara maju.
\
Secara umum, contoh-contoh yang diuraikan di atas secara nyata memberikan keuntungan bagi masyarakat luas. Namun, sesuai namanya berupa shared value, apa yang dilakukan Nestlé tidak semata-mata hanya didasarkan pada aspek moral dan sosial berbasis kemanusiaan. Melainkan, ada value yang diharapkan sebagai bentuk timbal balik dari apa yang telah dilakukan dan dikorbankan. Program dalam bentuk perhatian pada masalah anak-anak perlu dipandang sebagai upaya Nestlé untuk menempatkan produknya dekat dengan masyarakat mengingat perusahaan itu, salah satunya, bergerak di bidang nutrisi.
\
Program pemberdayaan peternak sapi dan petani kopi juga perlu dipandang sebagai upaya Nestlé menjamin kebutuhan bahan baku produksi mengingat perusahaan itu juga fokus pada produksi olahan susu dan kopi, sekaligus mempertahankan eksistensinya di mata masyarakat. Hal itu juga dinyatakan dengan jelas oleh Nestlé bahwa upaya itu diharapkan memberikan reputasi positif pada perusahaan tersebut. ... demonstrates Nestlés commitment to address health issues globally; and has a positive impact on Nestlés reputation as a leading Nutrition, Health and Wellness company. Uraian di atas mempertegas kembali yang dikemukakan Stiglitz bahwa perusahaan berkiblat pada bisnis yang berorientasi untuk mencari uang, bukan hanya menyediakan amal.
Pengertian CSR di Dalam Masyarakat, Strategi Philanthropy, Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat Perusahaan, Artikel CSR dan Pengembangan Masyarakat

Pengertian CSR di Dalam Masyarakat, Strategi Philanthropy, Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat Perusahaan, Artikel CSR dan Pengembangan Masyarakat

Pengertian CSR di Dalam Masyarakat, Strategi Philanthropy, Meningkatkan Keterlibatan Masyarakat Perusahaan, Artikel CSR dan Pengembangan Masyarakat


CSR di Dalam Masyarakat

Suatu perusahaan ketika mendirikan basisnya di suatu masyarakat, maka perusahaan tersebut menjadi bagian dari masyarakat itu dan mengandalkan masyarakat tersebut sebagai pelanggan dan karyawannya. Perusahaan mendemonstrasikan acara-acara local atau memberikan sumbangan ke yayasan local, misalkan perusahaan yang telah mendonasikan dana ke universitas-universitas.
Dalam perusahaan multinasional masyarakat perusahaan adalah lingkungan internasionalnya. Ada banyak perusahaan yang terlibat dengan bisnis internasionalnya misalnya, sumbangan untuk bencana alam, seperti tsunami dan gempa.

Strategi Philantropy

Kedermawanan perusahaan (corporate philanthtopy) bisa diartikan sebagai inisiatif perusahaan untuk terlibat dalam upaya-upaya perbaikan kehidupan social. Oada mulanya inisiatif ini lebih merupakan tindakan voluntir. Alasan kemanusiaan, implementasi ajaran altruism, dan bahkan argumentasi religious pada mulanya menjadi motivasi utama tindakan ini.
Sebagai sebuah tindakan kemanusiaan, corporate philanthropy, bagaimanapun layak dipuji dan harus terus-menerus dikembangkan. Hanya saja, jangan sampai atas arogansi sudah memberikan sumbangsih luar biasa kepasa kehidupan social, perusahaan yang berderma merupakan upaya minimalisasi dampak negative operasinya.
Porter dan Krammer menyarankan lima langkah manajerial yang sebaiknya diambil dalam melakukan corporate philanthropy:
memeriksa ulang competitive context kepentingan dan nilai‐nilai perusahaan di masing‐masing wilayah geografis.
Melakukan review atas portfolio kegiatan dan program filantropi yang sudah berlangsung
Melakukan penilaian atas resistensi
Mencari opportunity untuk melakukan collective action di sebuah wilayah operasi bersama mitra lain
Dengan penuh saksama melakukan jejak rekam (monitoring) dan mengevaluasi hasil.
Secara keseluruhan lima langkah di atas haruslah bermuara pada keseimbangan antara kontribusi social, ekonomi, dan lingkungan dengan tentunya ditempatkan dalam kerangka upaya manajemen untuk memaksimalkan dampak positif dan meminimumkan dampak negative kehadiran dan operasi perusahaan sesuai dengan bisnis yang dijalankan.

Keterlibatan Masyarakat Dalam Pelaksanaan CSR

Wujud keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan CSR khususnya pada hasil dari program CSR itu sendiri juga merupakan faktor pendorong terwujudnya program CSR yang berkelanjutan (suistainable).
Wujud keterlibatan masyarakat ada dua tipe, yaitu:
masyarakat sebagai salah satu pelaksana program CSR
masyarakat sebagai pengelola hasil program CSR.
Keterlibatan masyarakat sebagai pelaksana program csr terlihat pada bentuk kerjasama perusahaan kepada pihak ketiga. Sedangkan keterlibatan masyarakat sebagai pengelola hasil program csr terlihat pada upaya pengembangan sarana dan prasarana yang diberikan pihak perusahaan kepada masyarakat yang selanjutnya masyarakat kelola untuk kepantingan masyarakat itu sendiri.

Tinjauan Konsep Community Development

Secara umum community development dapat didefinisikan sebagai kegiatan pengembangan masyarakat yang diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial-ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan pembangunan. Sehingga masyarakat di tempat tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik.
Program community development memiliki tiga karakter utama, yaitu:
berbasis masyarakat (community based)
berbasis sumber daya setempat (local resource based)
berkelanjutan (suistainable)
Tiga alasan penting mengapa perusahaan melakukan kegiatan community development, antara lain adalah:
izin local untuk beroperasinya perusahaan dalam mengembangkan hubungan dengan masyarakat local.
Mengetahui social budaya masyarakat local
Mengatur dan menciptakan strategi ke depan melalui program community development.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: Mendesain Strategi CSR, Implementasi Code of Conduct sebagai CSR Tools, Faktor Kesuksesan Strategi CSR, Menilai Keberhasilan CSR, Mengelola Hubungan dengan Stakeholder, Artikel Implementasi dan Strategi CSR

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: Mendesain Strategi CSR, Implementasi Code of Conduct sebagai CSR Tools, Faktor Kesuksesan Strategi CSR, Menilai Keberhasilan CSR, Mengelola Hubungan dengan Stakeholder, Artikel Implementasi dan Strategi CSR

Mendesain Strategi CSR, Implementasi Code of Conduct sebagai CSR Tools, Faktor Kesuksesan Strategi CSR, Menilai Keberhasilan CSR, Mengelola Hubungan dengan Stakeholder, Artikel Implementasi dan Strategi CSR



TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: Mendesain Strategi CSR, Implementasi Code of Conduct sebagai CSR Tools, Faktor Kesuksesan Strategi CSR, Menilai Keberhasilan CSR, Mengelola Hubungan dengan Stakeholder, Artikel Implementasi dan Strategi CSR

Mendesign Strategi CSR

Pelaksanaan program CSR tentu saja perlu dirumuskan dalam strategi yang baik dan matang, agar sejalan dengan visi misi perusahaan. Karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun atau mendesain strategi CSR, yaitu:
memastikan komitmen dimulai dari jenjang teratas
memprakarsai diskusi kelompok antar stakeholder
strategi dasar CSR harus ditetapkan di tingkat eksekutif
melibatkan dan memberdayakan masyarakat
mengevaluasi program CSR secara berkala
pelaporan kegiatan CSR yang efektif

Implementasi Kode Etik sebagai Alat CSR

Dalam menjalankan bisnis yang melibatkan berbagai pihak dari mulai karyawan, manajer, direktur, investor serta konsumen, perusahaan tentu perlu untuk memperhatikan etika yang harus dijunjung tinggi serta tanggungjawab sosial yang juga perlu diperhatikan. Etika akan berpengaruh penting pada pandangan masyarakat mengenai citra perusahaan yang memproduksi produk-produk yang mereka kenali. Jika perusahaan memiliki pencitraan yang baik atas etika yang dimilikinya selama mengoprasikan perusahaannya tentu hal itu akan berdampak baik pada penjualan produknya. Di sisi lain, jika perusahaan tidak memperhatikan etika moral dalam menjalankan bisnisnya, masyarakat tentu akan menilai negatif perusahaan tersebut dan enggan menjadi konsumen dari perusahaan yang bersangkutan.
Kata etika itu sendiri diartikan sebagai standar dari perilaku yang bermoral dimana perilaku itu dapat diterima oleh individu lain mengenai apa yang baik dan yang buruk (Nickles & McHugh, 2008:110). Dias dan Shah, (2009:110) mendefinisikan etika sebagai pemahaman kita mengenai standar perilaku moral, dimana perilaku tersebut diterima masyarakat, yang kemudian dinilai sebagai sesuatu yang benar atau salah. Etika ini biasanya berdasarkan pada agama dan budaya dimana pada dasarnya semua agama itu mengajarkan hal yang sama misalnya integritas, saling menghormati, kejujuran serta kebenarian dan melarang hal-hal seperti berbuat curang dan kekejaman. Etika tersebut setidaknya harus dipenuhi oleh para pebisnis dan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya juga sebagai bentuk pencitraan dalam masyarakat, yang mana jika tidak dipenuhi tentu masyarakat akan menilai sebagai hal yang salah dan patut dikenakan sanksi.
Selain itu, etika yang dimaksud disini juga berbeda dari hukum dan tidak harus selalu berhubungan dengan hukum (Nickles & McHugh, 2008:111-112). Secara umum, sesuatu yang ilegal juga merupakan sesuatu yang tidak etis. Ilegal berarti kita dapat dikenakan hukuman oleh pengadilan atas tindakan buruk yang dilakukan. Namun, sesuatu yang tidak etis tidak selalu menjadi hal yang ilegal. Misalnya, mencuri uang perusahaan dapat dikatakan tindakan yang tidak etis dan ilegal dimana kita bisa dipenjara. Namun, berbeda ketika misalnya kita menggosipkan pekerja lain di belakangnya, hal itu dapat dikatakan sesuatu yang tidak etis, namun tidak dapat dikatakan sebagai sesuatu hal yang ilegal yang dapat dikenakan sanksi hukum (Dias & Shah, 2009:112)

Faktor Kesuksesan Strategi CSR

Berbagai persoalan sosial yang mncul di masyarakat ditambah dengan ketidak mampuan Pemerintah dalam mengatasi persoalan-persoalan tersebut telah mendesak campur tangan korporasi-korporasi besar yang memiliki dana yang cukup besar untuk terlibat aktif dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut. Hal inilah yang kemudian melahirkan sebuah konsep Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan. Public Relations, sebagai ujung tombak perusahaan turut mengemban fungsi ini. Sesuai dengan tugas pokoknya, yaitu mengemban tanggung jawab sosial. Tanggung jawab sosial inilah yang kemudian dijalankan salah satunya melalui program CSR. Disamping itu, CSR juga dipandang sebagai strategi komunikasi yang efektif dalam pembentukan citra perusahaan. CSR yang berhasil adalah CSR yang didalamnya ada partisipasi dari masyarakat serta dilaksanakan berkelanjutan (sustainable). Oleh karenanya, dalam penelitian ini akan diidentifikasi hal-hal yang mempengaruhi keberhasilan program CSR. Sebagai obyek penelitian adalah Telkom dan Sampoerna, yang mana program CSR yang telah mereka lakukan telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan di tingkat nasional. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif eksploratif untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program CSR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program CSR dipengaruhi oleh nukleus program yang dijadikan acuan dan kerangka pemikiran dari setiap program, riset awal, tahap eksekusi, riset akhir dan evaluasi serta strategi komunikasi.
Berikut adalah beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan demi meningkatkan kesuksesan strategi CSR, yaitu:
CSR adalah komitmen, kontribusi, cara pengolahan bisnis dan pengambilan keputusan pada perusahaan.
Komitmen, kontribusi, pengelolaan bisnis dan pengambilan keputusan perusahaan didasarkan pada akuntabilitas, mempertimbangkan aspek social dan lingkungan, memenuhi tuntutan etis, legal dan professional.
Perusahaan memberikan dampak nyata pada pemangku kepentingan dan secara khusus pada masyarakat sekitar.

Menilai Keberhasilan CSR

Hangatnya pembicaraan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan atau lebih dikenal dengan corporate social responsibility (CSR) di kalangan dunia usaha mau tidak mau merambat pada dunia akademis. Topik CSR sudah mulai diakomodasikan pada beberapa mata ajaran dikalangan perguruan tinggi. Hasilnya, tak sedikit para mahasiswa berlomba membuat karya akhir atau skripsi dengan topik CSR. Jawaban paling sederhana dan jujur dari mereka adalah karena topik ini sedang nge-trend, atau memang topik ini yang diterima dibandingkan dengan topik lain yang diajukan. Ironisnya, kebanyakan mahasiswa kecewa saat mendapati bahwa dosen pembimbingnya ternyata tidak menguasai topik tersebut. Tentu bukan sepenuhnya kesalahan dosen bila mereka dengan jujur mengatakan tidak menguasai masalah CSR, apalagi membuat suatu kajian akademis karena mereka memang belum pernah mempelajarinya. Belum ada mata kuliah ini pada saat kita-kita, para dosen dulu kuliah.
Perlu disadari bahwa begitu banyak variabel dan lintas ilmu yang terkait dengan masalah CSR. Perubahan kondisi sosial yang dinamis tidak dapat dijadikan suatu hitungan matematis yang sederhana. Salah satunya adalah bagaimana mengukur kinerja CSR.
Saat ini, cara untuk mengukur kinerja CSR adalah melalui laporan kegiatannya, yakni dengan metode content analysis. Metode ini mengubah informasi kualitatif menjadi kuantitatif sehingga dapat diolah dalam perhitungan statistik. Artinya, total angka yang didapat dari proses content analysis ini menggambarkan banyaknya pengungkapan yang diinformasikan dalam laporan tersebut. Yang perlu digarisbawahi adalah informasi CSR yang diungkapkan bukan jaminan informasi yang menggambarkan semua kegiatan CSR yang telah dilakukan. Ada gap yang mungkin terjadi.

Mengelola Hubungan dengan Stakeholder

Keberlangsungan dan kesuksesan suatu organisasi  sangat tergantung dengan pihak-pihak terkait yaitu stakeholder.Pada saat krisis menyerang perusahaan/organisasi, pengelolaan hubungan dengan para stakeholder memegang peranan yang sangat penting. Kesalahan dalam mengelola hubungan dengan mereka pada saat krisis akan berakibat buruk pada perusahaan/organisasi. Parahnya suatu krisis yang menyerang perusahaan/organisasi tidak ditentukan oleh masalah itu sendiri tetapi oleh para stakeholder yang terkena dampak serta bagaimana mereka bereaksi sebagai hasil dari apa yang terjadi.
Tidak ada cara menilai seberapa baik sebuah organisasi berhasil mengatasi krisis. Pada akhirnya, penilaian tersebut hanyalah persepsi dan opini saja yang didasarkan pada seberapa efektif perusahaan/organisasi berkomunikasi dengan para stakeholder-nya pertama kali hingga masalah yang menimpa perusahaan/organisasi benar-benar terpecahkan.
Seperti yang kita ketahui, stakeholder sendiri tidak hanya berpangku pada karyawan dan pemegang saham, maka dari itu pihak perusahaan perlu menjaga hubungan baik dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keberlangsungan usahanya.

Artikel Implementasi dan Strategi CSR

CSR Aqua
Mengingat Aqua adalah perusahaan yang telah melayani masyarakat hampir 40 tahun, Aqua juga menggunakan sumber daya alam yakni sumber air bersih, oleh karena itu untuk menjaga kesinambungan serta keseimbangan penggunaan sumber daya agar tetap terjaga dan manfaatnya bagi masyarakat luas dan menciptakan pertumuhan sumber daya yang berkelanjutan. Oleh karena itu dirasa penting Aqua melakukan kegiatan CSR, dalam rangka sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan dengan menerapkan kegiatan berbasis masyarakat dalam menjalankan programnya. Kampanye yang telah dimulai sejak tahun 2007 ini juga adalah sebuah kampanye berkelanjutan mengenai kebaikan alam (Goodness of nature)
Salah satu program Aqua adalah WASH (Water Access, Sanitation, Hygiene Program) tujuanya untuk memberikan solusi dalam penyediaan air bersih di Indonesia. Didalam program WASH ini adalah program Satu Untuk Sepuluh, program ini juga mendukung program Millenium Development yang dicanangkan oleh PBB tujuannya untuk memerangi kemiskinan dan kelaparan diberbagai belahan dunia yang ditarget pada tahun 2015.
Program yang akan dibahas kali ini khusus pada CSR Aqua yang telah terlaksana yaitu program 1L Aqua untuk 10L Air Bersih, menurut Binahidra Logiardi, manajer PT Tirta Investama yang membawahi perusahaan Aqua, slogan ini adalah ungkapan simbiolis untuk memudahkan pemirsa mencerna pesan yang ingin Aqua sampaikan,  dimana  setiap 1 liter yang terjual telah membantu 10 liter air bersih untuk 4 kecamatan.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: Melaporkan dan memeriksa csr

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN: Melaporkan dan memeriksa csr

Melaporkan dan Memeriksa Corporate Social Responsibility


Pengertian Laporan CSR

Laporan CSR adalah laporan mengenai segala aktivitas CSR yang dilakukan oleh perusahaan dan pencapaian target penerapan CSRnya tersebut melalui publikasi di Laporan Resmi pada berbagai media komunikasi.

Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran eksternal mengenai pencapaian program CSR

perusahaan dan memberikan edukasi sebagai contoh wujud nyata pelaksanaan CSR, juga meningkatkan kualitas budaya kerja internal perusahaan.
Manfaat dari membuat laporan CSR perusahaan, yaitu:
brand awareness positif
peningkatan kepuasan karyawan
biaya operasi berkurang
peningkatan hubungan masyarakat
akuntabilitas perusahaan terjaga
nilai perusahaan dimata public meningkat
Pengertian Pemeriksaan CSR
Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan.
Manfaat dari pemeriksaan CSR adalah untuk mengoptimalkan kinerja CSR dalam mencapai target. Penyesuaian antara planning dan actuating sehingga program CSR yang dianggarkan perusahaan tepat sasaran dan tepat guna
Penyusunan strategi sering diawali dengan analisis faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi situasi kompetitif perusahaan. Analisis situasi adalah analisis SWOT.
Perkembangan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Karakteristik Tanggung Jawab Sosial, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Organisasi yang Berbeda, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Berbagai Daerah di Dunia yang Berbeda

Perkembangan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Karakteristik Tanggung Jawab Sosial, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Organisasi yang Berbeda, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Berbagai Daerah di Dunia yang Berbeda

Perkembangan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, Karakteristik Tanggung Jawab Sosial, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Organisasi yang Berbeda, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Berbagai Daerah di Dunia yang Berbeda



Perkembangan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


World Business Council for Sustainable Development memberikan definisi Tanggung Jawab Sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai: business commitment to contribute to sustainable economic development, working with employees, their families, the local community, and society at large to improve their quality of life. Yaitu komitmen bisnis untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, bekerjasama dengan para pegawai, keluarga mereka, komunitas lokal, dan masyarakat luas untuk meningkatkan kualitas hidup bersama.

Lebih lanjut lagi World Business Council menambahkan: Continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large Yaitu komitmen dunia usaha yang terus-menerus untuk bertindak secara etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi, bersamaan dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya sekaligus juga peningkatan kualitas komunitas lokal dan masyarakat secara lebih luas.

Implementasi CSR diawali dengan diajukannya Corporate Social Initiatives (inisiatif sosial perusahaan). Inisiatif sosial perusahaan dapat didefinisikan sebagai major activities undertaken by a corporation to support social causes and to fulfill commitments to corporate social responsibility, yaitu berbagai kegiatan atau aktivitas utama perusahaan yang dilakukan untuk mendukung aksi sosial guna memenuhi komitmen dalam tanggung jawab sosial perusahaan.

Inisiatif sosial dapat langsung berasal dan dilakukan oleh perusahaan terkait, ataupun dapat merupakan inisiatif atau proposal yang berasal dari pihak lain seperti lembaga non-profit, dan inisiatif sosial kemudian diwujudkan dalam bentuk kerjasama di antara kedua belah pihak.



Di Ameriksa Serikat, terlihat kecenderungan perusahaan-perusahaan yang melihat CSR tidak lagi menjadi kewajiban yang dapat membebani perusahaan, tetapi justu dapat dijadikan sebagai alat atau strategi baru dalam hal pemasaran atau marketing perusahaan. Dalam suatu artikel di Harvard Business Review tahun 1994, Craig Smith mengetengahkan The New Corporate Philanthropy, yang menjelaskan sebagai suatu perpindahan kepada bermunculannya komitmen-komitmen jangka panjang perusahaan-perusahaan untuk memperhatikan atau turut serta dalam suatu inisiatif atau permasalahan sosial tertentu, seperti memberikan lebih banyak kontribusi dana, dan hal ini dilakukan dengan cara yang juga akan dapat mencapat tujuan-tujuan atau sasaran bisnis perusahaan.



Karakteristik Tanggung Jawab Sosial


Karakteristik penting dari tanggung jawab sosial adalah kesediaan organisasi untuk menggabungkan pertimbangan sosial dan lingkungan dalam pengambilan keputusan dan bertanggung jawab atas dampak dari keputusan dan kegiatan pada masyarakat dan lingkungan. Ini berarti:

perilaku transparan dan etis yang memberikan kontribusi untuk pembangunan berkelanjutan,

memperhatikan kepentingan pemangku kepentingan,

telah memenuhi hukum yang berlaku,

konsisten dengan norma-norma perilaku internasional, dan

terintegrasi dalam organisasi dan dipraktekkan dalam hubungannya dengan sosial dan lingkungan.



Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Organisasi yang Berbeda


Di Indonesia sekarang ini, sudah banyak perusahaan-perusahaan besar yang melaksanakan program CSR. Bentuknya pun sangat beragam dan manfaatnya bisa diterapkan di semua kalangan.

PT. Unilever Indonesia, Tbk

Unilever melaksanakan program CSR yang beragam pula, diantaranya : Green and Clean dengan memanfaatkan bekas kantong produk Unilever menjadi bentuk baru yang bermanfaat; Pemberdayaan petani kedelai hitam; Program kesehatan dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, periksa gigi gratis, serta membangun kader-kader yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.

PT. HM Sampoerna, Tbk

Berbagai macam kegiatan CSR nya antara lain : Membentuk Tim Sampoerna Resque untuk melaksanakan tanggap darurat terhadap bencana; Menciptakan air bersih untuk masyarakat; Membangun usaha mikro dan kecil; Memberikan beasiswa bagi SMA dan Sarjana; Melakukan penanaman pohon untuk reboisasi.

PT. Bakrie Sumateran Plantations

Program-program CSR yang dijalankannya adalah: Membangun koperasi desa; memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SD; mengadakan perkumpulan ibu-ibu pengajian; dan juga Memberikan pelayanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

PT. Jababeka Infrastruktur

Program CSR yang dijalankan oleh pihak Jababeka adalah mencakup : Program pemberdayaan ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Pengembangan kebudayaan, dan Kepedulian terhadap lingkungan.



Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Berbagai Daerah di Dunia yang Berbeda


Di tingkat internasional, ada banyak prinsip yang mendukung praktik CSR di banyak sektor. Kesadaran tentang pentingnya mengimplementasikan CSR ini menjadi tren global seiring dengan semakin maraknya kepedulian masyarakat global terhadap produk-produk yang ramah lingkungan dan diproduksi dengan memperhatikan kaidah-kaidah sosial dan prinsip-prinsip hak azasi manusia (HAM).

Implementasi CSR di beberapa negara bisa dijadikan referensi untuk menjadi contoh penerapan CSR. Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat telah mengadopsi code of conduct CSR yang meliputi aspek lingkungan hidup, hubungan industrial, gender, korupsi, dan hak asasi manusia (HAM).

Salah satu bentuk dari tanggung jawab sosial perusahaan yang sering diterapkan di Indonesia adalah community development. Perusahaan yang mengedepankan konsep ini akan lebih menekankan pembangunan sosial dan pembangunan kapasitas masyarakat sehingga akan menggali potensi masyarakat lokal yang menjadi modal sosial perusahaan untuk maju dan berkembang.

Setidaknya ada tiga alasan penting mengapa kalangan dunia usaha mesti merespon dan mengembangkan isu tanggung jawab sosial sejalan dengan operasi usahanya. Pertama, perusahaan adalah bagian dari masyarakat dan oleh karenanya wajar bila perusahaan memperhatikan kepentingan masyarakat. Kedua, kalangan bisnis dan masyarakat sebaiknya memiliki hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme. Ketiga, kegiatan tanggung jawab sosial merupakan salah satu cara untuk meredam atau bahkan menghindari konflik sosial.