Manajemen Strategis Pengukuran Eksternal

Tujuan Penilaian Eksternal


Tujuan Penilaian Eksternal adalah untuk dapat menjelaskan tentang peluang (opportunities) utama dan ancaman (threats) yang akan dihadapi organisasi sehingga nantinya manajer dapat merumuskan strategi apa yang tepat untuk mengambil keuntungan dari peluang dan menghindari atau mengurangi dampak ancaman tersebut.

Manajemen Strategis Pengukuran Eksternal


Macam-Macam Pengaruh Eksternal


Berikut ini adalah Pengaruh/tekanan eksternal yang dapat dibagi menjadi lima kategori, yaitu sebagai berikut ini:

  • Pengaruh ekonomi.
  • Pengaruh kompetitif.
  • Pengaruh sosial, budaya, demografi, dan lingkungan alam.
  • Pengaruh teknologi.
  • Pengaruh politik, pemerintahan, dan hukum.
Tekanan eksternal yang terjadi tersebut dapat mempengaruhi jenis produk yang akan dikembangkan, strategi terhadap segmentasi pasar, jenis layanan yang akan ditawarkan, dan pilihan bisnis untuk dapat memperoleh atau menjual. Perlu kamu ketahui bahwa secara langsung, tekanan eksternal apat mempengaruhi pemasok ataupun distributor.

Untuk dapat melakukan penilaian eksternal, perusahaan haruslah dapat melibatkan manajer dan pegawai yang sebanyak mungkin. Langkah yang harus dilakukan yaitu perusahaan harus terlebih dahulu mengumpulkan intelijen kompetitif (data dan informasi dari pesaing) dan berbagai macam informasi tentang ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, dan teknologi. Kemudian nantinya informasi tersebut harus diasimilasi dan juga harus di evaluasi untuk menghasilkan daftar faktor eksternal kunci yang sangat terpenting.

Kunci Dari Faktor Eksternal


Freund menegaskan bahwa kunci faktor eksternal harus:

  • Penting untuk mencapai tujuan jangka panjang dan tahunan.
  • Dapat diukur.
  • Berlaku untuk semua perusahaan yang bersaing.
  • Hirarkis.


Pandangan Organisasi Industri (The Industrial Organization View)


Pendekatan Organisasi Industri menegaskan bahwa faktor yang terjadi di eksternal/industri lebih penting daripada faktor internal yangmana untuk mencapai keuntungan yang kompetitif. Kinerja dari perusahaan haruslah lebih utama didasarkan pada property industri, seperti dengan skala ekonomi, hambatan pasar, diferensiasi produk, ekonomi, dan tingkat daya saing dari sumber daya internal, kemampuan, struktur, dan operasi. Meskipun seperti itu, integrasi yang efektif dan pemahaman baik tentang faktor eksternal dan internal adalah kunci utama untuk dapat mengamankan dan menjaga keunggulan kompetitif.

Pengaruh Ekonomi


Faktor ekonomi mempunyai dampak langsung terhadap potensi yang dimiliki daya tarik dari berbagai strategi. Variabel ekonomi yang sangat berpengaruh dalam proses perencanaan adalah Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto, tren nilai mata uang dan tingkat pengangguran.

Tren nilai mata uang mempunyai efek yang signifikan dan tidak merata pada perusahaan di industri yang berbeda dan di lokasi yang berbeda. Sebagai contoh, industri farmasi, pariwisata, hiburan, kendaraan bermotor, dan hasil hutan mendapatkan keuntungan yang besar ketika dolar jatuh terhadap yen dan euro. Ketika nilai dolar jatuh, perusahaan pariwisata mendapatkan keuntungan lebih karena warga Amerika tidak banyak yang bepergian ke luar negeri, sebaliknya, keadaan tersebut akan menambah jumlah kunjungan dan liburan warga negara asing ke Amerika Serikat.

Kerugian atas lemahnya nilai mata uang dolar bagi perusahaan domestik dan Negara Amerika, antara lain:

  1. Dapat melemahkan pemerintahan Amerika.
  2. Dapat menyebabkan kenaikan harga minyak.
  3. Mengurangi keinginan warga Amerika untuk pergi ke luar negeri.
  4. Dapat menyebabkan inflasi.

Keuntungan Lemahnya Nilai Mata Uang Dolar


Sedangkan keuntungan atas lemahnya nilai mata uang dolar bagi perusahaan domestik dan Negara Amerika, antara lain:

  1. Meningkatkan kegiatan ekspor.
  2. Mengurangi kegiatan impor.
  3. Membuat barang lebih murah untuk konsumen asing.
  4. Mendorong negara-negara asing untuk menurunkan suku bunga.
  5. Mendorong ekspansi ekonomi di seluruh dunia.
  6. Mendorong perusahaan untuk mendunia.
  7. Mendorong warga negara asing berkunjung ke Amerika.
  8. Berkontribusi untuk kenaikan harga saham dalam jangka pendek.
  9. Memaksa perusahaan asing untuk menaikkan harga.
  10. Merangsangresesi ekonomidi seluruh dunia.
  11. Meningkatkan pendapatan dan keuntungan perusahaan yang melakukan bisnis di luar negeri.
  12. Melawan deflasi dengan mendorong kenaikan harga impor.
  13. Mengurangi defisit perdagangan.


Kenaikan tingkat pengangguran di Amerika telah memicu perlombaan antar negara bagian untuk menarik bisnis dengan keringanan pajak dan insentif keuangan. Sebagai contoh, New Jersey telah berjanji mengirim cek $3,000 untuk usaha kecil yang mempekerjakan karyawan baru. Contoh lain adalah Colorado telah membentuk dana lima juta dolar untuk bank-bank yang membuka jalur kredit usaha kecil.

Pengaruh Sosial, Budaya, Demografi, dan Lingkungan Alam


Perubahan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan mempunyai dampak yang besar pada hampir semua produk, jasa, pasar, dan pelanggan. Organisasi kecil, besar, pencari laba, dan nirlaba dalam semua industri sedang terhuyung dan ditantang oleh peluang dan ancaman yang timbul dari perubahan variabel sosial, budaya, demografi, dan lingkungan.

Tren sosial, budaya, demografi, dan lingkungan hidup membentuk cara hidup, bekerja, memproduksi dan mengkonsumsi. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan untuk berbagai produk, layanan dan strategi yang berbeda.Sekarang lebih banyak rumah tangga Amerika yang hidup sendiri atau tinggal bersama orang lain yang tidak mempunyai hubungan daripada rumah tangga yang terdiri dari pasangan yang telah menikah dan mempunyai anak. Rumah tangga Amerika tersebut semakin banyak yang melakukan pembelian online.

Penuaan populasi/penduduk Amerika mempengaruhi orientasi strategis hampir ke semua organisasi. Kompleks apartemen untuk orang tua yang disebut dengan lifecare, dengan fasilitas satu kali makan setiap hari, transportasi, dan utilitas termasuk dalam sewa, telah meningkat secara nasional. Kompleks tersebut sekarang berjumlah lebih dari dua juta. Beberapa perusahaan terkenal membangun fasilitas ini termasuk Avon, Marriot dan Hyatt.

Variabel Dari Sosial, Budaya, Demografi dan lingkungan


Variabel utama sosial, budaya, demografi, dan lingkungan alam, antara lain:

  1. Jumlah perceraian.
  2. Jumlah kelahiran.
  3. Tingkat imigrasi dan emigrasi.
  4. Program Jaminan Sosial.
  5. Jumlah kelompok minat khusus.
  6. Tingkat kesuburan reproduksi.
  7. Pendapatan per kapita.
  8. Tingkat harapan hidup.
  9. Jumlah kematian.
  10. Jumlah pernikahan.

Pengaruh Politik, Pemerintahan dan Hukum


Pemerintah daerah (Federal), Pemerintah Pusat, dan Pemerintahan Luar Negeri merupakan regulator, deregulator, pensubsidi, pemberi kerja, dan pelanggan bagi suatu organisasi. Oleh karena itu, hal-hal tersebut dapat berperan sebagai peluang utama atau ancaman baik bagi organisasi kecil atau besar.

Untuk industri dan perusahaan yang sangat bergantung pada kontrak pemerintah atau subsidi, ramalan/prediksi tentang politik dapat menjadi bagian yang penting dalam penilaian eksternal. Di hadapan resesi global yang mendalam, banyak negara melakukan usaha untuk melindungi industri mereka masing-masing. Sebagai contoh Uni Eropa telah memperketat peraturan dagang dan melanjutkan subsidi untuk berbagai macam industri mereka sedangkan mereka membatasi impor tertentu dari negara lain. Uni Eropa baru-baru ini membatasi impor daging ayam dan sapi dari Amerika. India meningkatkan tarif impor/bea masuk untuk baja impor.

Banyak pemerintah yang mengambil alih banyak perusahaan sebagai akibat dari resesi global yang melumpuhkan perusahaan-perusahaan yang dianggap vital bagi stabilitas keuangan nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, pemerintah daerah (negara bagian), pemerintah pusat dan peraturan (daerah dan pusat), dan kelompok kepentingan tertentu dapat memberikan dampak yang signifikan dalam strategi-strategi bisnis/usaha dari organisasi kecil/besar, baik dari pencari laba atau nirlaba. Banyak perusahaan merubah atau meninggalkan strategi-strategi sebelumnya karena tindakan pemerintah.

Pengaruh Teknologi


Perubahan teknologi secara revolusioner dan penemuan, mempunyai pengaruh dramatis dalam sebuah organisasi. Internet telah merubah sifat yang sangat mendasar dari peluang (opportunities) dan ancaman dengan merubah siklus dari suatu produk, meningkatkan kecepatan distribusi, menciptakan barang dan jasa baru, menghapus batasan dari traditional geographic markets, dan perubahan dari historical trade-off antara standarisasi produk dan fleksibilitas.

Untuk mengkapitalisasi secara efektif dalam e-commerce, banyak perusahaan membuat dua posisi baru yaitu:

  1. Chief technology officer (CTO)
  2. Chief information officer (CIO)

CIO dan CTO bekerja bersama untuk memastikan bahwa informasi yang dibutuhkan untuk merumuskan, mengimplementasi dan mengevaluasi strategi-strategi bisnis tersedia setiap saat dibutuhkan. Keduanya bertanggung jawab dalam pengembangan, pengelolaan, dan pembaruan database perusahaan.

Perkembangan teknologi berperan sebagai peluang utama dan sekaligus ancaman yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan strategi bisnis. Kemajuan teknologi secara dramatis mempengaruhi produk, jasa, pasar, suplier, distributor, competitor, pelanggan, proses manufaktur, kegiatan pemasaran, dan posisi kompetitif dari suatu perusahaan.

Kemajuan teknologi dapat menciptakan suatu pasar baru, menghasilkan produk baru yang lebih baik, merubah relative competitive cost positions dalam suatu industri dan membuat barang yang sudah ada menjadi usang atau tidak up-to-date (ketinggalan zaman). Perkembangan teknologi dapat mengurangi atau menghilangkan cost barriers dalam bisnis, menciptakan alur produksi yang lebih ringkas, menjadikan kurangnya keterampilan teknis (dalam teknologi) sehingga menghasilkan perubahan nilai dan ekspektasi dari para pegawai, manajer, dan pelanggan.

Tidak semua sektor ekonomi terpengaruh secara sama oleh perkembangan teknologi. Industri jasa komunikasi, elektronik, aeronautika, dan farmasi jauh lebih terpengaruh daripada industri tekstil, kehutanan dan industri logam.

Pengaruh Kompetisi BisnisPersaingan dalam bisnis dapat digambarakan sebagai persaingan yang keras. Mengumpulkan dan mengevaluasi informasi dari para pesaing adalah hal yang penting dalam keberhasilan merumuskan strategi bisnis. Mengidentifikasi pesaing utama tidak selalu mudah karena banyak perusahaan mempunyai divisi-divisi yang bersaing dalam industri-industri yang berbeda-beda.

Karakteristik Perusahaan Kompetitif


Berikut ini adalah tujuh karakteristik yang menggambarkan daru perusahaan kompetitif, yaitu sebagai berikut:

  1. Berinovasi.
  2. Ketika terjadi ketidakberesan, maka perbaiki-jadikan lebih baik, bukan hanya dari produknya saja, tetapi perusahaan secara keseluruhan jika dibutuhkan.
  3. Pemahahaman tentang bisnis yang dijalani.
  4. Market share (pangsa pasar).
  5. Akuisisi adalah hal yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis; terutama adanya tambahan faktor teknologi, atau terkait dengan pangsa pasar.
  6. Kualitas adalah harga mati, dan tidak ada ancaman yang lebih besar daripada kegagalan untuk menjadi cost-competitive dalam global basis.
  7. People make a difference; setiap orang membutuhkan perlakuan yang berbeda-beda.


Competitive intelligence programs


Competitive intelligence is a systematic and ethical process for gathering and analyzing information about the competition’s activities and general business trends to further a business’s own goals (Society of Competitive Intelligence Professional (SCIP) Web site).

Competitive intelligence dalam suatu bisnis adalah salah satu kunci sukses. Lebih banyak pengetahuan dan informasi yang dapat diambil dari saingan bisnis maka cenderung akan lebih dapat merumuskan dan mengimplementasikan strategi yang efektif. Kelemahan dari pesaing utama dapat menjadi peluang eksternal; kekuatan pesaing utama bisa menjadi ancaman. Dapat mempekerjakan jajaran top executives dari saingan bisnis lain merupakan salah satu cara untuk mendapatkan competitive intelligence.

Tujuan Competitive Intelligence (CI)


Berikut ini adalah tiga dasar tujuan dari Competitive Intelligence (CI), yaitu sebagai berikut:

  1. Untuk mengidentifikasi kelemahan para competitor bisnis dan mengukur dampak dari strategi yang dijalankan oleh para pesaing tersebut.
  2. Untuk mendapatkan pemahaman umum atas sebuah industri dan para kompetitornya.
  3. Untuk mengidentifikasi langkah yang mungkin akan diambil oleh kompetitor bisnis yang mungkin akan membahayakan kedudukan perusahaan di dalam persaingan pasar.

Market commonality and resource similarity


Secara definisi, para kompetitor adalah perusahaan-perusahaan yang menawarkan barang dan jasa yang serupa/mirip dalam suatu pasar yang sama. Market commonality dapat didefinisikan sebagai jumlah dan luas pasar dimana perusahaan bersaing dengan saingan. Resource similarity adalah sejauh mana jenis dan jumlah sumber daya perusahaan internal yang sebanding dengan saingan.

Analisis Kompetitif: Porter’s Five-Forces Model


Berikut ini adalalah sifat dari kekompetitifan dari suatu industri yang dapat di lihat dari lima komposisi pengaruh/kekuatan Menurut Porter, yaitu sebagai berikut:

  1. Kekuatan permintaan dari konsumen.
  2. Potensi berkembangnya barang substitusi.
  3. Potensi masuknya pesaing baru.
  4. Persaingan di antara perusahaan-perusahaan (sejenis).
  5. Kekuatan penawaran dari penyedia barang.

Sumber Informasi Eksternal


Sebagian besar informasi Strategi tersedia baik dari sumber yang sudah dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan.

Sumber yang tidak dipublikasikan yaitu sebagai berikut:


  1. Penelitian pasar.
  2. Program televisi.
  3. Wawancara dan pembicaraan dengan stakeholder.
  4. Pembicaraan pada rapat tenaga ahli atau pemegang saham.
  5. Survey pelanggan.

Sumber yang dipublikasikan pada informasi Strategi yaitu sebagai berikut:


  1. Dokumen pemerintah.
  2. Laporan.
  3. Buku panduan.
  4. Buku petunjuk.
  5. Surat kabar.
  6. Ringkasan.
  7. Buku.
  8. Jurnal.
  9. Majalah.

Alat dan Teknik Peramalan Logis


Peramalan adalah asumsi yang logis tentang kejadian di masa yang akan datang. Teknik forecasting dapat dikategorikan menjadi dua kelompok yaitu teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Teknik kuantitatif lebih tepat digunakan ketika data historisnya tersedia dan hubungan diantara variable kunci diperkirakan sama di masa mendatang.

Tidak ada peramalan yang sempurna, dalam artian bahwa hasil di masa mendatang pasti sesuai dengan peramalan. Oleh karena itu manajer harus berhati-hhati dalam melakukan peramalan.

Membuat Asumsi


Perencanaan tidak akan terjadi tanpa adanya asumsi. Dengan mengidentifikasi kejadian yang menyebabkan pengaruh yang besar pada suatu perusahaan dan dengan membuat asumsi yang beralasan tentang faktor tersebut, seseorang dapat membawa proses manajemen Strategi menjadi lebih maju. Perkiraan hanya diperlukan untuk trend dan kejadian masa yang akan datang yang kelihatannya mempunyai pengaruh yang besar pada bisnis perusahaan.

Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)


Matriks evaluasi faktor eksternal (EFE) membantu pembuat Strategi dalam merangkum dan mengevaluasi faktor ekonomi, social, kebudayaan, demografi, lingkungan, politik, pemerintah, hukum, teknologi dan informasi persaingan.
Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE)

Berikut ini adalah langkah untuk mengembangkan Matriks EFE, yaitu sebagai berikut:


  1. Merinci tentang faktor-faktor kunci eksternal yang terdiri dari kesempatan dan ancaman.
  2. Menentukan bobot tiap-tiap faktor dengan jangkauan dari angka 0.0 (tidak penting) sampai 1.0 (sangat penting) bagi perusahaan. Jumlah dari keseluruhan bobot harus sama dengan 1.
  3. Menetukan urutan (rating) antara 1 (lemah) sampai 4 (kuat) dari tiap-tiap faktor eksternal utama untuk mengindikasikan seberapa efektifnya strategi yang diterapkan dari perusahaan untuk menanggapi faktor-faktor tersebut.
  4. Mengalikan bobot tiap-tiap faktor untuk mendapatkan nilai bobot
  5. Jumlahkan nilai bobot dari tiap variabel untuk mendapatkan total nilai bobot dari organisasi.
Jika total dari nilai bobotnya adalah 4 menandakan bahwa tanggapan organisasi terhadap ancaman dan kelemahan adalah luar biasa. Jika total dari nilai bobotnya adalah 1 menandakan bahwa strategi perusahaan tidak memperhitungkan kesempatan atau menghindari ancaman.

Competitive Profile Matrix (CPM)


Competitive Profile Matrix (CPM) mengidentifikasikan pesaing utama dengan segala kekuatan (strength) dan kelemahannya (weakness) dalam hubungannya dengan posisi strategis perusahaan. Berbeda dengan Matriks EFE, Matriks CPM memasukkan seluruh faktor internal dan eksternal untuk dinilai.








Sumber:


David, Fred R. 2011. Strategic Management-Concept and Case. Pearson International.

Manajemen Strategis Pengukuran Internal

Pengertian Audit Internal


Audit internal adalah bagian dari faktor internal. Audit ini memerlukan pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi manajemen. Tujuan dari audit internal adalah untuk mengembangkan daftar terbatas kekuatan yang dapat dimanfaatkan perusahaan dan kelemahan harus diminimalisasikan.

Manajemen Strategis Pengukuran Internal

Kunci keberhasilan organisasi adalah koordinasi dan pemahaman yang baik diantara para manajer dari semua bidang fungsional dalam bisnis melalui keterlibatan dalam melaksanakan audit internal menajemen strategis, para manajer dari keputusan-keputusan di bidang fungsional lainnya dalam perusahaan mereka.

Pandangan Berbasis Sumber Daya (RBV)


Pendekatan RBV tentang keunggulan kompetitif yang menyatakan bahwa sumber daya internal adalah lebih penting untuk perusahaan dibanding faktor eksternal dalam mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif.

Jay Barney menyatakan bahwa kinerja organisasi pada dasarnya ditentukan sumber daya internal yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori:

  • Sumber daya fisik, 
  • sumber daya manusia, dan 
  • sumber daya organisasi. 

Teori ini menekankan bahwa sumber daya membantu perusahaan mengeksploitasi peluang dan menetralisasi ancaman.

Ide dasar RBV adalah bahwa bauran, jenis, jumlah dan sifat dari sumber daya internal perusahaan harus dipikirkan lebih dahulu dan penting mengembangkan strategi yang dapat mengarahkan pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Teori ini sangat berguna bagi perusahaan yang menjalankan strategi yang belum diimplementasikan oleh perusahaan pesaing manapun.

Kriteria Sumber Daya Internal Perusahaan


Sumber daya bernilai harus memenuhi kriteria sebagai berikut:


  • Sumber daya langka adalah sumber daya yang tidak dimiliki perusahaaan pesaing. Jika banyak perusahaan memiliki sumber daya yang sama, maka perusahaan tersebut cenderung mengimplementasikan strategi yang mirip, maka tidak akan memberikan keunggulan kompetitif.
  • Sumber daya yang sama sulit untuk ditiru, jika perusahaan tidak dengan mudah mendapatkan sumber daya, maka sumber daya akan mengarah kepada keunggulan kompetitif.
  • Tidak mudah digantikan, apabila tidak ada produk pengganti yang memungkinkan, maka perusahaan akan mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya.
  • Semakin banyak sumber daya memenuhi kriteria tersebut, maka semakin kuat keunggulan kompetitif perusahaan dan semakin lama bertahannya.


Mengintegrasikan Strategi Dan Budaya


Budaya perusahaan (organizational culture) merupakan pola perilaku yang telah dikembangkan oleh suatu organisasi untuk menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, yang telah bekerja cukup baik untuk dianggap sah dan akan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk dimengerti, dipikirkan, dan dirasakan.

Budaya perusahaan memiliki kemungkinan yang besar dalam menentukan tindakan strategi perusahaan, terkadang mendominasi pilihan langkah strategis, yang mana nilai, kepercayaan, ritual, seremonial, mitos, cerita, legenda, bahasa, symbol, dan kepahlawanan yang sudah terpatri dalam pemikiran dan tindakan dari pimpinan perusahaan, sehingga mempengaruhi pilihan strategi yang dipilihnya.

Budaya perusahaan secara signifikan mempengaruhi keputusan bisnis dan harus dievaluasi selama audit manajemen strategis internal dan mengabaikan pengaruh yang dimiliki budaya dalam hubungannya diantara area fungsional bisnis yang dapat mengakibatkan hambatan komunikasi, kurangnya koordinasi, dan ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi. Tantangan untuk manajemen strategis saat ini adalah untuk membawa perubahan dalam budaya organisasi dan pemikiran individu yang dibutuhkan untuk mendukung formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi.

Manajemen


Dalam perencanaan manajemen strategi, pengelolaan manajemen sumber daya manusia merupakan hal yang penting untuk menghadapi persaingan. Untuk mengelola manajemen SDM menjadi lebih baik diperlukan fungsi manajemen yang terdiri dari:

Fungsi Manajemen Untuk Mengelola Manajemen SDM


1. Perencanaan


Perencanaan adalah proses untuk mengkaji apa yang hedak dikerjakan dimasa yang akan datang. Perencanaan terdiri dari semua aktivitas manajerial yang berkaitan dengan persiapan menghadapi masa depan. Kegiatan- kegiatan khusus, termasuk meramalkan, menetapkan sasaran, menetapkan strategi, dan mengembangkan kebijakan.

Perencanaan memungkinkan perusahaan menghemat sumber daya ekologis, mendapatkan keuntungan yang wajar dan dapat dipandang sebagai perusahaan yang efektif dan berguna.

Disamping itu perencanaan juga dapat memberikan dampak positif pada kinerja organisasi dan individu. Bagi dunia organisasi, dengan adanya perencanaan, memungkinkan organisasi mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang eksternal serta meminimalkan dampak ancaman eksternal.

2. Pengorganisasian


Pengorganisasian termasuk semua aktivitas manajerial yang menghasilkan struktur tugas dan hubungan wewenang. Bidang spesifik termasuk desain organisasi, spesialisasi pekerjaan, uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, rentang kendali, kesatuan, komando, koordinasi, desain pekerjaan dan analisis pekerjaan.

3. Memotivasi


Memotivasi merupakan suatu proses mempengaruhi orang untuk mencapai sasaran tetentu. Memotivasi mencakup usaha-usaha yang diarahkan untuk membentuk tingkah laku manusia. Fungsi pemotivasian dari manajemen mencakup paling sedikit 4 aspek utama, yaitu:

Aspek Utama Pemotivasian Manajemen


a. Kepemimpinan


Kepemimpinan termasuk mengembangkan visi masa depan perusahaan dan mengantisipasi orang untuk bekerja keras mencapai visi tersebut.

b. Dinamika kelompok


Dinamika kelompok berperan besar dalam hal moral dan kepuasan karyawan. Perencanaan strategi harus dapat mengidentifikasi komposisi dan sifat kelompok informal dalam suatu organisasi untuk mempermudah perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi.

c. Komunikasi


Sistem komunikasi dalam suatu organisasi menentukan keberhasilan pelaksanaan stretegi. Komunikasi dua arah yang baik sangat penting agar sasaran dan kebijakan departemen dan divisi di dukung oleh semua pihak.

d. Perubahan organisasi

Perubahan Organisasi adalah suatu aspek yang menjadi Pemotivasi Manajemen.

4. Penyusunan Staf


Aktivitas penyusunan staf berperan penting dalam usaha pelaksanaan strategi. aktivitas penyusunan staf berpusat pada manajemen personalia atau sumber daya manusia.

Aktivitas dalam penyusunan staf antara lain: merekrut, mewawancara, menguji, memilih, mengarahkan, melatih, mengembangkan, memelihara, mengevaluasi, memberikan imbalan, mendisiplinkan, mempromosikan, memindahkan, menurunkan pangkat, mengeluarkan karyawan, serta menjaga hubungan dengan serikat.

5. Pengawasan


Pengawasan merujuk pada semua aktivitas menajerial yang diarahkan untuk memastikan hasil yang didapat konsisten dengan hasil yang direncanakan. Fungsi pengawasan manajemen sangat penting agar evaluasi strategi dapat dilakukan secara efektif. Pengawasan terdiri dari 4 langkah dasar, yaitu:


  1. Menetapkan standar prestasi
  2. Mengukur prestasi individu dan organisasi
  3. Membandingkan prestasi sesungguhnya dengan standar prestasi yang ditetapkan

6. Melakukan tindakan korektif


Pemasaran



Pemasaran dapat digambarkan sebagai proses menetapkan, mengantisipasi, menciptakan, serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dan produk atau jasa.

Analisis Situasi Pemasaran


Dalam analisis situasi pemasaran setidak-tidaknya perlu memperhatikan tiga hal penting, yaitu:

1. Analisis lingkungan umum (environmental analysis)


Dalam hal ini tangungjawab manajemen pemasaran adalah mengidentifikasi perubahan signifikan lingkungan umum yang terkait dengan perusahaan.

2. Analisis perilaku konsumen (consumer behavior analysis)


Engel, Blakwell, dan Miniard mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi, serta menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

3. Analisis perilaku pesaing (competitor behavior analysis)


Analisis dan evaluasi terhadap pesaing akan sangat membantu manajemen memutuskan di mana akan bersaing dan bagaimana menentukan posisi menghadapi pesaingnya pada setiap pasar sasaran.

Untuk menciptakan daya saing pasar mengarah kepada keunggulan kompetitif dan daya saing yang strategis, perlu dikombinasikan kompetensi ini dengan posisi atau taktik pasar produk, bagaimana perusahaan belajar untuk bersaing terutama dengan basis perbedaan-perbedaan spesifik perusahaan, dan tidak mencari keunggulan kompetitif semata-mata dengan basis karakteristik structural industry.

Fungsi Pemasaran


Berikut ini merupakan Dasar fungsi pemasaran terdiri dari:

1. Analisis pelanggan


Analisis pelanggan adalah meneliti dan mengevaluasi kebutuhan, kemauan, serta keinginan pelanggan dengan melibatkan sejumlah kegiatan seperti survei pelanggan, analisis informasi konsumen, evaluasi strategi posisi pasar, mengembangkan profil pelanggan dan menetapkan strategi segmentasi pasar yang optimal.

2. Menjual produk / jasa


Menjual produk /jasa terdiri dari berbagai aktivitas pemasaran, seperti pemasangan iklan, promosi penjualan, pemberitaan atau hubungan masyarakat, penjualan tatap muka, menajemen tenaga penjualan, hubungan dengan pelanggan dan hubungan dengan dealer.

3. Perencanaan produk dan jasa


Perencanaan produk dan jasa mencakup kegiatan seperti uji pemasaran, menentukan posisi produk dan merek, memberikan garansi, pembuatan kemasan, menetapkan pilihan produk, fitur produk dan mutu produk, menghapus produk lama dan memberikan pelayanan kepada pelanggan.

4. Menetapkan harga


Lima (5) pihak utama yang berkepentingan untuk mempengaruhi keputusan penentuan harga yaitu:

  • Konsumen, 
  • Pemerintah, 
  • Pemasok,
  • Distributor, dan 
  • Pesaing.


Perencana strategi harus memandang harga dari perspektif jangka panjang karena pesaing dapat mengikuti perubahan harga dengan mudah.

5. Distribusi


Mencakup pergudangan, saluran dan cakupan distribusi, lokasi ritel, wilayah penjualan, tingkat dan lokasi persediaan, alat transportasi, perdagangan besar (wholesaling) dan perdagangan ritel (retailing).

Organisasi harus mempertimbangkan biaya dan manfaat dari berbagai pilihan menjual melalui pedagang besar dan pedagang eceran. Organisasi harus mempertimbangkan pentingnya memotivasi dan mengendalikan anggota penyalur penjualan serta pentingnya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan dimasa depan.

6. Riset pemasaran


Adalah mengumpulkan, mencatat dan menganalisis secara sistematis data mengenai masalah yang berkaitan dengan barang dan jasa. Kegiatan riset pemasaran mendukung semua fungsi bisnis utama dari suatu organisasi. Organisasi yang memiliki keterampilan riset pemasaran yang baik mempunyai kekuatan yang pasti dalam menjalankan strategi umum.

7. Analisis biaya manfaat


Tiga langkah yang disyaratkan untuk melakukan analisis biaya/manfaat a) menghitung total biaya yang terkait dengan keputusan; b) mengestimasikan total manfaat dari keputusan dan; c) membandingkan total biaya dengan total keuntungan. Badan pemerintahan di seluruh dunia bergantung pada seperangkat indikator kunci biaya/manfaat, termasuk berikut ini: net present value (NPV), present value of benefits (PVB), present value of costs (PVC), benefits cost ratio (BCR) = PVB/PVC, net benefit = PVB-PVC, NPV/k (dimana k adalah level dana yang tersedia).


Keuangan Dan Akutansi


Analisis keuangan terkait dengan peran dan tanggung jawab dari manajemen keuangan yang meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan.

Keputusan Fungsi Keuangan dan Akuntansi


Faktor-faktor keuangan sering mengubah strategi yang ada dan mengubah rencana implementasi. Menurut James Van Horne, fungsi keuangan/akuntansi terdiri atas 3 (tiga) keputusan, yaitu:

1. Keputusan Investasi (Investment Decision) atau Penganggaran Modal (Capital Budgeting)


Keputusan Investasi (Investment Decision) / Penganggaran Modal (Capital Budgeting) adalah alokasi dan realokasi modal dan sumber daya untuk proyek, produk, asset, dan divisi suatu organisasi.

2. Keputusan Keuangan


Berkaitan dengan menentukan struktur modal terbaik untuk perusahaan, termasuk meneliti berbagai metode yang dapat meningkatkan modal. Keputusan keuangan harus memperhatikan kebutuhan modal kerja jangka pendek dan jangka panjang. Ada 2 (dua) rasio keuangan yang menunjukkan keefektifan rasio keuangan sebuah perusahaan, yaitu: rasio utang atas modal saham (debt-to-equity ratio) dan rasio utang atas seluruh harta (debt-to-total assets ratio).

3. Keputusan Dividen


Berkaitan dengan masalah seperti persentase penghasilan yang dibayarkan kepada pemegang saham, stabilitas dividen yang dibayarkan dalam periode tertentu dan pembelian kembali atau penerbitan saham. Tiga (3) rasio keuangan yang membantu dalam mengevaluasi keputusan dividen perusahaan adalah: rasio pendapatan per saham (earning per share ratio), rasio dividen per saham (dividens per share ratio), rasio harga pendapatan (price earning ratio).

Jenis Rasio Keuangan Dasar


Membandingkan rasio sepanjang waktu dan terhadap rata-rata industri cenderung menghasilkan statistik yang berarti yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan.

Rasio-Rasio keuangan utama dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis:

1. Rasio likuiditas (liquidity ratio) 


Rasio likuiditas (liquidity ratio) mengukur kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek.


  • Rasio Lancar
  • Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek
  • Rasio Cepat
  • Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek tanpa mengendalkan penjualan dari persediaan

2. Rasio leverage (leverage ratio) 


Rasio leverage (leverage ratio) mengukur sejauh mana perusahaan telah dibiayai oleh hutang.

  • Rasio utang terhadap Total Aktiva
Menghitung persentase jumlah dana yang disediakan oleh kreditor
  • Rasio utang terhadap ekuitas
Menghitung persentase dana yang disediakan oleh kreditor dibandingkan oleh pemegang saham
  • Rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas
Menghitung keseimbangan antara utang dan ekuitas di dalam struktur keuangan jangka panjang perusahaan
  • Rasio kelipatan bunga dihasilkan
Menghitung sejauh mana perusahaan dapat membiarkan labanya turun tanpa kehilangan kemampuan untuk membayar biaya bunga tahunannya

3. Rasio aktivitas (activity ratio) 


Rasio aktivitas (activity ratio) mengukur seberapa efektif sebuah perseroan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.

  • Perputaran persediaan


Untuk mengetahui apakah terdapat kelebihan persediaan dan apakah perusahaan menjual persediaannya dalam waktu yang lebih lambat dibandingkan rata-rata perusahaan lain di industri yang sama

  • Perputaran aktiva tetap


Mengukur produktivitas penjualan serta pemanfaatan aktiva tetap.

  • Perputaran aktiva total



Untuk mengetahui apakah perusahaan menghasilkan volume bisnis yang cukup sesuai dengan ukuran investasi aktivanya.

4. Rasio profitabilitas (profitability ratio) 


Rasio profitabilitas (profitability ratio) mengukur tingkat efektivitas manajemen secara keseluruhan dengan menampilkan tingkat pengembalian terhadap penjualan dan investasi.


  • Margin Laba kotor
  • Penjualan setelah dikurangi harga pokok penjualan
  • Penjualan
  • Margin yang tersedia untuk menutupi beban operasi dan menghasilkan laba
  • Margin laba operasi
  • Tingkat keuntungan yang diperoleh tanpa memperhitungkan pajak dan bunga
  • Margin laba bersih
  • Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) penjualan
  • Pengembalian atas aktiva
  • Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) aktiva; rasio ini juga disebut pengembalian atas investasi (return on investment-ROI)
  • Pengembalian atas ekuitas pemegang saham
  • Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) investasi yang ditanamkan pemegang saham
  • Laba per saham
  • Laba yang tersedia untuk setiap pemegang saham biasa
  • Rasio harga saham terhadap laba
  • Tingkat daya tarik perusahaan di pasar saham


5. Rasio pertumbuhan (growth ratio) 


Rasio pertumbuhan (growth ratio) mengukur kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi ekonominya dalam pertumbuhan ekonomi dan industri.



  • Persentase pertumbuhan penjualan tiap tahunnya
  • Mengukur tingkat pertumbuhan penjualan perusahaan
  • Laba bersih
  • Persentase pertumbuhan laba tiap tahunnya
  • Mengukur tingkat pertumbuhan laba perusahaan
  • Laba per saham
  • Persentase pertumbuhan laba per saham tiap tahunnya
  • Mengukur tiap pertumbuhan laba per saham perusahaan
  • Dividen per saham
  • Persentase pertumbuhan dividen per saham tiap tahunnya
  • Mengukur tingkat pertumbuhan dividen per saham perusahaan


Analisis Titik Impas (Breakeven Analysis)


Break Even Point (BEP) adalah keadaan di mana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan nol. Poin titik impas dapat didefinisikan sebagai kuantitas unit yang harus dijual perusahaan agar pendapatan totalnya sama dengan biaya totalnya. Terdapat beberapa batasan analisis titik impas:

  1. Analisis titik impas hanyalah analisis sisi penawaran (biaya saja) karena tidak memberikan nilai penjualan produk dalam berbagai harga.
  2. Analisis ini mengasumsikan bahwa biaya tetap adalah konstan.
  3. Analisis ini mengasumsikan biaya variabel rata-rata adalah konstan per unit hasil (output), paling tidak dalam jangkauan kuantitas penjualan.
  4. Mengasumsikan bahwa kuantitas barang yang diproduksi sama dengan kuantitas produk yang dijual.
  5. Dalam perusahaan multi-produk, diasumsikan bahwa proporsi dari setiap produk yang terjual dan diproduksi adalah konstan.


Produksi Dan Operasi


Fungsi produksi/operasi dari suatu bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Manajemen produksi/operasi berhubungan dengan input, transformasi, dan output yang bervariasi antar industri dan pasar. Operasi manufaktur mengubah atau mentransformasi input seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, mesin, dan fasilitas menjadi barang jadi dan jasa.


Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil manajemen produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, yaitu:

1. Proses


Keputusan proses menyangkut desain dan sistem produksi fisik. Keputusan spesifik terdiri dari pilihan teknologi, tata letak fasilitas, analisis alur proses, lokasi fasilitas, penyimbangan lini, kendali proses, dan analisis transportasi.

2. Kapasitas


Keputusan kapasitas menyangkut penetapan tingkat keluaran optimal untuk organisasi, yaitu tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Keputusan spesifik termasuk peramalan, perencanaan fasilitas, perencanaan agregat, penjadwalan, perencanaan kapasitas, dan analisis antrian.

3. Persediaan


Keputusan persediaan mencakup mengelola banyaknya bahan baku, proses pekerjaan, dan barang jadi. Keputusan spesifik termasuk apa yang dipesan, kapan dipesannya, berapa banyak yang dipesan, dan penanganan material.

4. Tenaga kerja


Keputusan tenaga kerja berkenaan dengan mengelola tenaga kerja terampil, tidak terampil, klerikal, dan manajerial. Keputusan spesifik terdiri dari desain kerja, pengukuran kerja, pengayaan kerja, standar kerja, dan teknik motivasi.

5. Mutu


Keputusan mutu bertujuan untuk memastikan bahwa barang dan jasa bermutu bertujuan tinggi dihasilkan. Keputusan spesifik termasuk pengawasan mutu, pengambilan sampel, pengujian, jaminan mutu, dan pengawasan biaya.

Penelitian Dan Pengembangan


Area terpenting kelima dalam operasi internal yang harus dievaluasi untuk kekuatan dan kelemahan spesifik adalah penelitian dan pengembangan-litbang (research and development-R&D). Distribusi biaya di antara berbagai aktivitas litbang bervariasi antar perusahaan dan industri, tetapi total biaya litbang biasanya tidak melebihi biaya produksi dan biaya awal pemasaran.

Empat pendekatan untuk menentukan lokasi anggaran litbang yang biasanya digunakan:

  1. Membiayai sebanyak-banyaknya proposal proyek.
  2. Menggunakan metode persentase penjualan.
  3. menganggarkan jumlah yang sama dengan pengeluaran litbang pesaing.
  4. Memutuskan berapa banyak produk baru yang berhasil yang dibutuhkan dan bekerja mundur (working backward) untuk memperkirakan investasi litbang yang dibutuhkan.



Litbang dalam organisasi dapat memiliki dua bentuk dasar:

  1. Litbang internal, di mana organisasi menjalankan departemen litbangnya sendiri, 
  2. Kontrak litbang, dimana perusahaan merekrut peneliti independen atau agen independen untuk mengembangkan produk spesifik. 

Banyak perusahaan menggunakan kedua pendekatan untuk mengembangkan produk baru. Kekuatan (kemampuan) litbang dan kelemahan (keterbatasan) litbang memiliki peran penting dalam formulasi dan implementasi strategi.


Sistem Informasi Manajemen


Informasi merupakan fondasi dari semua organisasi untuk menghubungkan semua fungsi bisnis menjadi satu dan menyediakan bahan untuk mendukung semua keputusan manajerial. Karena organisasi semakin kompleks, terdesentralisasi, dan tersebar secara global, fungsi sistim informasi semakin penting peranannya. SIM menerima bahan mentah dari evaluasi internal dan eksternal dari suatu organisasi. Kegunaan SIM untuk memperbaiki kinerja suatu perusahaan dengan memperbaiki kualitas keputusan manajerial dan untuk membangun kompetensi yang unik dalam bidang lain.

Analisis Rantai Nilai


VCA mengacu pada proses menentukan biaya yang berhubungan dengan aktivitas organisasi dari pembelian bahan baku, produksi barang, hingga penjualan. VCA bertujuan untuk mengindentifikasi dimana keunggulan biaya rendah atau kelemahan yang terjadi, serta mendapatkan dan mempertahankan kekuatan kompetitif dengan menjadi efisien dan efektif sepanjang rantai nilai pada aktivitas organisasi. Menjalankan VCA mendukung mengevaluasi RBV untuk aset dan kemampuan perusahaan sebagai sumber kompetensi yang unik.

Matriks Evaluasi Faktor Internal (Matriks IFE)


Evaluasi Faktor Internal (Matriks IFE), digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting. Data dan informasi aspek internal perusahaan dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan, misalnya dari aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem informasi, produksi dan operasi.



DAFTAR PUSTAKA

David, R. Fred dan Forest R. David. 2016. Manajemen Strategis Edisi 15. Jakarta: Salemba Empat