Analisis Peluang Pasar Yang Harus Dilakukan Perusahaan

Latar Belakang

Melakukan analisis peluang pasar adalah suatu keadaan yang real/nyata yang harus dihadapi oleh setiap kalangan organisasi dimana mereka hidup di bawah tekanan perubahan. Perubahan yang disebabkan oleh berkembangnya kemajuan dalam berbagai macam asepek kehidupan sudah berimplikasi pada semakin bermacamnya ragam kebutuhan dan tuntutan hidup setiap perorangan. Setiap organisasi hidup di bawah pengaruh perkembangan budaya yang dicapai oleh masyarakat di sekitarnya serta faktor-faktor eksternal lainnya; seperti kondisi ekonomi, situasi politik, keyakinan dan nilai serta norma yang dianut masyarakat. Dengan adanya situasi dan kondisi yang terjadi di luar organisasi tersebut ada yang bisa dikontrol oleh perusahaan dan yang tidak bisa dikontrol oleh perusahaan.



Mencerna, memahami dan juga meniyikapi bahwa aktivitas pemasaran dikerjakan dalam situasi seperti tersebut di atas, maka tidak ada jaminan bagi perusahaan akan keberhasilan dalam melakukan pemasarannya. Para pelaku marketing harus dapat “memahami” secara seksama situasi kondisi di luar tersebut beserta setiap perubahan yang akan terjadi di dalamnya. Setelah itu, para pelaku marketing harus mampu “menerjemahkan” situasi serta perubahan yang terjadi tersebut ke dalam kerangka peluang pasarnya (marketing opportunities).


Rumusan Masalah
Apakah yang dimaksud dengan peluang pasar?
Bagaimana cara membaca peluang pasar?
Faktor-faktor apa saja dalam menganalisa peluang pasar?

Tujuan Makalah
Untuk mengetahui pengertian peluang pasar
Untuk mengetahui bagaimana cara membaca peluang pasar
Untuk mengetahui Faktor-faktor dalam menganalisa peluang pasar

Manfaat Makalah
Manfaat disusunnya makalah ini supaya penulis mengetahui dan memberi pengetahuan kepada pembaca seputar peluang pasar yang terjadi saat ini.


PEMBAHASAN

Pengertian Peluang Pasar


Pengertian peluang pasar menurut para ahli


Menurut pendapat Kotler (1997:72) peluang pasar adalah sebagai berikut: Peluang pasar adalah suatu bidang kebutuhan pembeli dimana perusahaan dapat beroperasi secara menguntungkan.

Menurut pendapat Pearce dan Robinson (2000-230) memberikan penjelasan mengenai pengertian peluang pasar: “Marketing opportunity analysis [MOA] is the diagnostic activity of interpreting environmental attributes and change” (Zikmund dan D’Amico 1989, p.57) Yang mempunyai arti yaitu bahwa analisis peluang pasar merupakan upaya diagnostik untuk menginterpretasikan atribut-atribut lingkungan serta perubahannya.

Pasar adalah situasi penting yang paling menguntungkan dalam lingkungan perusahaan. Sehubungan dengan perkembangan minat dan daya beli konsumen, maka perusahaan perlu menganalisa peluang pasar yang dapat digunakan untuk mencari keuntungan. Melakuakn aktivitas Analisa peluang pasar ini sangat penting, karena perusahaan perlu untuk mengerti dan memahami berapa besarnya peluang yang tersedia dalam memasarkan produknya dan dapat menetapkan apakah pasar cukup besar untuk mendukung produk lain dan masih memberikan keuntungan. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasaran target pasarnya sangat dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan tersebut dalam mempromosikan produknya, untuk itu pertumbuhan pasar di masa yang akan datang sangat dibutuhkan.

Melakuakan Analisa peluang pasar adalah suatu proses riset pasar terhadap faktor-faktor lingkungan luar yang mempengaruhi kegiatan usaha perusahaan tersebut. Lingkungan ekstern merupakan kekuatan yang tidak dapat dikendalikan, sehingga perusahaan harus menyesuaikan diri, dan juga menghasilkan ancaman dan peluang. Perusahaan harus berhati-hati dalam menganalisis lingkungannya sehingga dapat menghindari ancaman dan mengambil manfaat dari peluang.
Melakuakan aktivitas Menganalisa peluang pasar yang ada juga dapat membuat keputusan apakah perusahaan akan terus menjalankan kegiatannya dengan meningkatkan produktifitasnya atau harus keluar dari pasar. Untuk meningkatkan kapasitas volume penjualan dan merebut ruang pasar yang besar, maka perusahaan harus menggunakan kebijaksanaan- kebijaksanaan yang tepat untuk memasuki peluang pasar yang ada. Selanjutnya perusahaan harus melihat potensi dari pasar.

Menurut pendapat Boone dan Kurtz (1987) menegaskan tentang analisis peluang pasar bahwa analisis peluang pasar sangat berguna menyediakan fondasi bagi kepentingan perencanaan dan strategi pemasaran.

Para manajer yang dianggap perlu untuk terus mengevaluasi situasi lingkungan pasar, tempat dimana mereka menyalurkan kegiatan pemasarannya, dan mengestimasi pengaruh-pengaruh yang terjadi di lingkungan yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang pada para konsumen. Mempertimbangkan trend masyarakat pada masa yang mendatang akan mengilhami munculnya ide dan strategi baru, sehingga hal tersebut merupakan tindakan yang lebih baik karena ia dapat bertindak sebagai pioner daripada sekedar bereaksi terhadap perubahan yang sedang berlangsung. Lingkungan yang menjadi target pasar dan juga arus perubahannya haruslah selali dimonitor dan dievaluasi secara hati-hati, secara bersekala (rutin dilakukan), potensi peluang (kesempatan) dan masalah yang akan mungkin muncul harus diidenfikasi, sebelum suatu organisasi mengembangkan rencana pemasaran produknya.

Membaca Peluang Pasar


Suatu perusahaan haruslah menganalisa atau membaca peluang pasar yang ada dan nantinya dapat dimanfaatkan. memahami peluang pasar adalah kegiatan yang sangatlah penting karena dengan itu perusahaan akan dapat mengetahui apakah produk yang diproduksinya mempunyai peluang untuk dipasarkan kepada konsumen dan dengan membaca peluang pasar perusahaan juga dapat mengetahui apa produknya itu sedang dibutuhkan oleh konsumen. Peluang pasar dapat didapatkan dari berbagai segi kehidupan, seperti segi teknologi dan informasi, budaya dan agama. Sebagai contoh dari segi teknologi dan informasi, dengan semakin berkembangannya zaman teknologi dan informasi yang semakin canggih sehingga kebutahan konsumen menjadi meningkat. Ini merupakan termasuk peluang bisnis yang sangat menguntungkan bagi perusahaan untuk menyediakan alat-alat teknologi yang dibutuhkan oleh para konsumen, seperti Handphone, laptop, komputer, televisi, powerbank dan lain sebagainya.

Untuk meningkatkan jumlah kuantitas penjualan dan merebut pangsa pasar yang besar dan luas, maka diperlukannya untuk perusahaan harus menggunakan kebijakan-kebijakan yang tepat dan sesuai untuk memasuki peluang pasar yang ada. Selanjutnya perusahaan harus melihat potensi dari pasar. Kotler (1997:118) menyatakan bahwa: Potensi pasar adalah batas yang di dekati oleh permintaan ketika pengeluaran pemasaran industri mendekati tak terhingga untuk lingkungan yang telah di tentukan. Sedangkan menurut pendapat dari Kartajaya (2002-49) memberikan penjelasan mengenai segmentasi pasar tersebut sebagai berikut: Segmentasi pasar adalah tentang pemetaan (mapping) suatu pasar menjadi beberapa kategori dengan mengumpulkan perilaku yang serupa dari pelanggan ke dalam sebuah segmen.

Dari setiap golongan konsumen yang ada dapat dipilih sebagai suatu pasar sasaran yang akan dicapai dengan menggunakan berbagai macam strategi pemasaran yang tepat. Adapun dasar-dasar untuk membangun segmentasi pasar konsumen, menurut Kotler (2002:300) adalah sebagai berikut:

Segmentasi Geografi


Segmentasi yang ada pada geografi ini mewajibkan untuk pembagian pasar menjadi lokasi-lokasi segmentasi geografis yang berbeda seperti negara, negara bagian, wilayah, provinsi, kota atau lingkungan rumah tangga. Perusahaan dapat beroperasi di semua wilayah geografis, tetapi lebih memperhatikan perbedaan kebutuhan dan keinginan yang ada dalam segmen tersebut.

Segmentasi Demografis


Pengertian Segmentasi Demografis adalah suatu cara analisis segmentasi dengan cara pasar di bagi menjadi berbagai kelompok berdasarkan variabel dari demografis konsuen seperti usia, ukuran keluarga, jenis kelamin, penghasilan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan, dan kelas sosial. Variabel demografis ini merupakan dasar yang paling banyak digunakan dalam membuat kelompok pelanggan, karena variabel ini sangat berhubungan dengan preferensi dan tingkat pemakaian.

Segmentasi Psikografis


Segmentasi ini dilakukan dengan mengelompokkan pembeli yang berbeda berdasarkan gaya hidup atau kepribadian akan nilai.

Segmentasi Perilaku


Dalam melakukan segmentasi perilaku pembeli dapat dibagi menjadi karakternya berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian, atau tanggapan mereka terhadap suatu produk.


Evaluasi Peluang Pasar


Di dalam mengenali dan mengevaluasi pada peluang pasar terdapat dua hal pokok yang harus pahami yaitu:

Kekuatan dan Kelemahan


Dalam melakuakan kegiatan menganalisis kekuatan dan kelemahan itu akan mampu menyediakan informasi yang berharga tentang para pesaing (competitors) dan para pesaing baru, serta adanya perbandingan kekuatan dan kelemahan mereka secara relatif pada organisasi milik kita.


Kesesuaian Peluang dengan Kemampuan Organisasi


kebermacaman yang terjadi di luar organisasi mungkin saja menawarkan begitu banyak peluang pasar yang ada, akan tetapi sudah barang tentu tidak semua peluang yang tersedia itu semua dapat dijadikan sebagai sumber peluang yang realistik karena organisasi dihadapkan pada keterbatasan sumber daya serta visi yang ada.


Cara mengidentifikasi suatu peluang pasar diantaranya :


- Mengamati kebutuhan yang banyak diperlukan oleh konsumen
- Mengetahui kapan konsumen membutuhkan keutuhan tersebut
- Tentukan karakter konsumen berdasarkan usia, jenis kelamin ataupun pendidikannya
- Memperkirakan daya beli konsumen yang sesuai dengan pendapatannya
- Perhatikan apakah pasar banyak pesaing atau tidak
-

Yang harus diketahui dalam menganalisa pasar:


- Potensi pembeli terhadap barang
- Motivasi dan public speaking yang baik terhadap konsumen dalam penjualan produk
- Ukuran pasar
- Sifat-sifat konsumen
- Target pasar spesifik
- Pengaruh pasar eksternal
- Analisa pesaing ataupun pesaing yang akan datang

Faktor-faktor Dalam Analisis Peluang Pasar


Faktor penting dalam keberhasilan atau kegagalan dari strategi pemasaran adalah apakah elemen strategi pemasaran tersebut konsisten dengan realita dari lingkungan eksternal perusahaan. Langkah awal untuk mengembangkan rencana pemasaran strategis adalah dengan memantau, mengontrol, memahami dan menganalisis peluang pasar serta tantangan kedepan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor luar dari perusahaan. Adapun tanggung jawab dari manajer perusahaan antara lain sebagai berikut :

Analisis lingkungan dan pesaing


Untuk memahami suatu peluang dan tantangan potensial dalam jangka waktu yang panjang, pemasaran yang dilakukan pertama harus memahami, mengontrol, memahami dan menganalisis trend yang sangatlah luas dalam lingkungan ekonomi dan sosial.

Dinamika industri dan perubahan strategi
Dinamika perubahan persaingan dari industri terutama menekankan bagaimana pola persaingan dari pembelian cenderung lebih berubah ketika industri atau suatu produk bergerak melalui berbagai tahap.


Analisis pelanggan


Untuk mendukung dan mendorong transaksi pertukaran dengan pelanggan potensial. Riset pemasaran dan pengukuran pasar. Untuk membuat suatu keputusan tentang unsur dari program pemasaran seperti berapa harga nantinya akan ditetapkan dan media iklan yang akan digunakan.

Hal yang harus diperhatikan untuk menganalisis pasar, yaitu:

Memahami kondisi makro


Kondisi makro ini merupakan kondisi yang secara menyeluruh, contohnya pada kebijakan pemerintah. Kita harus mengetahui bahwa kebijakan pemerintah terkait dengan industri yang berlaku yang kita masuki. Terkait dengan industri yang kita masuki, pemahaman karakteristik industri sangat diperlukan dalam memahami makro industri. Eksekutif perusahaan harus memperhatikan apa kondisi makro yang akan mendukung pertumbuhan perusahaan dan apa kondisi makro yang akan memperlambat penyerapan pasar terhadap produk dalam industri tersebut.

Analisa pelanggan


Tujuan utama kegiatan pemasaran adalah transaksi pertukaran antara perusahaan dan pelanggan. Motivasi pelanggan dalam memberi barang adalah berbeda-beda pada produk yang sama. Pelanggan-pelanggan membeli produk yang sama tetapi mencari manfaat yang berbeda-beda sesuai kebutuhan dan keinginan pelanggan. Pelanggan-pelanggan juga mempunyai tikat sensitifitas yang berbeda dengan kenaikan dan penurunan harga. Oleh karena itu kita perlu melakukan analisa kebutuhan konsumen, keinginan konsumen dan juga berapa besar uang yang akan mereka berikan dan transaksi pada penjualan ini.

Riset pemasaran dan forecasting


Eksekutif pemasaran harus memahami tentang karakteristik konsumen yang loyal, calon konsumen yang ppotensial, kekuatan dari jalur distribusi dan juga kekuatan dan kelemahan dari pesaing baik pendatang maupun yang pesaing lama. Bagian pemasaran harus membuat riset mengenai perkiraan volume penjualan dan perkiraan keuntungan yang akan diraih.

Segmentasi pasar


Dalam membuat suatu analisis pelanggan kita akan menggolongkan konsumen berdasarkan kebutuhan dan keinginan mereka. Kemudian akan dilanjutkan dengan menggolongkan mengenai seberapa besar mereka akan membayar untuk produk yang mereka cari. Keluaran dari penggolongan ini adalah pasar yang sudah dipisah-pisahkan atau sudah digolongkan dalam segment-segment pasar


Dari strategi yang dibuat perusahaan kita kemudian akan melihat segmen mana yang kita masuki dan segmen yang tidak akan kita masuki. Perusahaan kemudian membuat target mengenai segman pasar mana yang akan dimasuki disertai dengan bagaimana perusahaan memposisikan dirinya dalam area segmen tersebut.

Perusahaan, dalam proses pengambilan keputusan harus didasari atas informasi terbaik yang dikumpulkan. Adanya Informasi pasar berfungsi sebagai: mendatangkan pelanggan baru dalam pasar yang ada sekarang dan memahami produk-produk baru yang mempunyai potensi untuk dikembangkan pada waktu yang akan datang dan juga adanya informasi pasar menyediakan data yang sangat dibutuhkan pada waktunya untuk:

- Mengurangi resiko usaha
- Mengurangi persoalan dan masalah potensi pada usaha saat ini
- Mengenal peluang pasar yang baru
- Memperoleh informasi dan fakta tentang usaha untuk dimanfaatkan dalam membuat keputusan dan rencana tindak yang lebih realistis

Peluang tidak akan ada berarti apa-apa tanpa adanya kemauan dan aksi yang nyata dalam menjalaninya. Begitu juga dengan peluang pasar yang tidak diambil dan dimanfaatkan, akan bersifat netral dan bahkan diambil secara cepat oleh seseorang yang ulet dan berkemauan tinggi. Oleh karena itu kita harus memulai langkah untuk memanfaatkan peluang yang ada tersebut dengan kematangan analisis segmentasi pasar dan strategi bisnis yang matang.

Berikut adalah cara memanfaatkan peluang pasar :


- Melakukan riset pasar
- Mempersiapkan dan menyusun rencana
- Patuh terhadap aturan
- Strategi pemasaran yang tepat sasaran

Setelah hal itu dianalisa, maka kita harus langsung mempraktekkannya. Ketekunan, kretif dan inovatif harus selalu dikembangkan agar peluang tersebut diberdayakan secara maksimal tanpa terbuang peluang sedikitpun.



PENUTUP

Kesimpulan

Semakin berkembangnya zaman, bisnis dan ekonomi semakin menjamur di berbagai belahan dunia. Perusahaan-perusahaan yang memulai bisnisnya ataupun yang telah lama menjadi peran penting ekonomi suatu negara seperti perusahaan besar, semakin gencar merencanakan dan memikirkan strategi jitu untuk menguasai pasar. Hal ini menjadi begitu sangat penting untuk menjaga dan menggapai kelangsungan perusahaan menjadi lebih baik.
Kemampuan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang bertujuan memasarkan produk, dipengaruhi oleh tingkat analisis ketepatan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu peluang pasar menjadi tolak ukur suatu perusahaan dimana produk ditempatkan dan berapa kuantitasnya yang sesuai semestinya.

Saran

Demikian materi yang dapat kami sampaikan dalam makalah ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca. Kami sadar masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun dari pembaca, supaya makalah ini terus berkembang dan terupdate.



Di rangkum dari:

http://yanazmi.blogspot.co.id/2009/05/analisis-peluang-pasar.html
http://baaany.blogspot.com/2016/06/analisis-peluang-pasar.html
https://fikrihidayatul.wordpress.com/2013/10/17/cara-membaca-melihat-dan-memanfaatkan-peluang-pasar/
http://www.proweb.co.id/articles/mktmg/analisa_peluang_pasar.html
http://rahmatdanilfebrian.blogspot.co.id/2013/10/peluang-pasar.html
Manajemen Pemasaran Global : Pasar dan Pembeli Global

Manajemen Pemasaran Global : Pasar dan Pembeli Global

PASAR DAN PEMBELI GLOBAL


Seluruh dunia sedang berkembang. Perkembangan pasar tercepat terjadi di pasar negara-negara berkembang, yang mana sampai saat ini, tingkat perkembangan hampir sama dengan negara negara industri kaya.

1. Kerjasama ekonomi dan pengaturan istimewa dalam perdagangan


Sejak berakhirnya perang dunia II terdapat minat yang luar biasa dalam kerjasama ekonomi. Antusiasme untuk kerjasama ekonomi telah di pacu dengan suksesnya masyarakat eropa, yang mendapat inspirasi dari ekonomi amerika serikat. Terdapat berbagai tingkat kerjasama ekonomi, berkisar pada perjanjian antara dua negara atau lebih untuk mengurangi hambatan terhadap perdagangan, sampai interogasi ekonomi sepenuhnya dari ekonomi kedua negara atau lebih.



Manajemen Pemasaran Global Pasar dan Pembeli Global

Pengaturn istimewa yang paling terkenal di abad 20 adalah sitem perdagangan istimewa. Sistem ini penting bagi negara negara seperti inggris, kanada, australia, selandia baru, india dan beberapa mantan koloni inggris di afrika asia dan timur tengah.

Free Trade Area


Free Trade Area (FTA = wilayah perdagangan bebas) adalah sekelompok negara yang setuju untuk menghilangkan semua hambatan internal terhadap perdagangan diantara anggotanya. Negara anggota dari wilayah perdagangan bebas dapat mempertahankan kebijakan perdagangan independen dengan negara ketiga. Untuk menghindari penyimpangan perdagangan yang menguntungkan negara dengan bea masuk rendah (mengimpor barang di negara anggota yang bea masuknya paling rendah untuk dikirim ke ke negara negara di wilayah tersebut dengan bea masuk eksternal yang lebih tinggi)

Keseragaman pabean (Costum union)


Keseragaman pabean adalah evolusi logis dari wilayah perdagangan bebas. Sebagai tambahan dari di hapuskannya hambatan internal untuk perdagangan, para anggota keseragaman pabean setuju untuk menegakkan hambatan eksternal umum. Contohnya; american common market, souhern cone common market dan andean group.

Pasar bersama


Sebuah pasar bersama untuk menghapuskan penghalang penghalang internal untuk melakukan perdagangan dan membuka penghalang eksternal bersama bagi tahpan penting selanjutnya dalam menghapuskan penhalang penghalang aliran faktor (tenaga kerja dan modal) di pasar tersebut. Pasar bersama mengakibatkan terjadinya penghapusan penghalang tarif internal dan membuka penhalang eksternal bersama.

Uni ekonomi (economic union)


Evolusi penuh dari uni ekonomi akan termasuk penciptaan satu bank sentral tunggal, penggunaan mata uang tunggal dan kebijakan bersama dalam pertanian, pelayanan dan kesejahteraan, perkembangan regional, transpor, pajak, persaiangan dan merjer konstruksi dan pembangunan, dan seterusnya. Uni okonomi yang sudah berkembang lengkap membutuhkan kesatuan politik yang eksatenti, yang membuat keadaan serupa dengan sebuah negara.

Organisasi perdagangan dunia dan GATT


General agreement on tariffs and trade adalah kontrak yang mengikat antara 125 negara yang mempunyai tujuan untuk mempromosikan perdagangan diantara para anggotanya. GATT bertujuan untuk menjadi suatu inisiatif global da multilateral, dan para negosiator GATT benar benar sukses meliberasisakan perdagangan barang di dunia ini. GATT juga adalah organsasi yang menangani 300 perselisihan perdagangan kebanyakan adalah untuk makanan, selama separuh abad kehadirannya.

2. Kerjasama Ekonomi Regional


Selain inisiatif multilateral dari GATT, berbagai negara disetiap kawasan dunia mengarah pada hambatan yang lebih kecil terhadap perdagangan didalam regional masing-masing. Bagian berikut menguraikan persetujuan kerjasama ekonomi regional utama.

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)


Setiap bulan november, perwakilan dari 18 negara yang saling bertetangga di lautan pacific bertemu secara formal itu membahas prospek liberisasi perdagangan secara koleektif, negara-negara yang merupakan anggota forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) menguasai sekitar 40 % perdagangan dunia 38% populasi dunia dan 52% output perdagangan dunia. APEC memberikan kesempatan untuk diskusi tahunan dengan orang-orang beragam kegiatan : Akademisi dan Eksekutif bisnis, mentri dan kepala pemerintahan.

North American Free Trade Agrement (NAFTA)


Di tahun 1988 Amerika serikat menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan kanada (U.S Canada Free Trade Agrement CFTA) yang diperluas di tahun 1993. Untuk menyertakan meksiko. NAFTA menciptakan wilayah perdagangan bebas dengan populasi 381 juta jiwa dan Produk Nasional Bruto $7,6 triliun di tahun 1995.

Association of South East Asian Nations (ASEAN)


Association of South East Asian Nations (ASEAN) adalah sebuah organisasi untuk kerjasama ekonomi, politik, sosial dan budaya. Diantara ke 9 negara anggota : Indonesia, Brunei, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam. ASEAN didirikan pada tahun 1967 dengan penandatanganan deklarasi bangkok.


Kelompok ASEAN meliputi 356 juta penduduk dan PNB sebesar $675 Milliar. Perkapita diantara negara-negara anggota ASEAN pada tahun 1997 berkisar dari $ 22.700 di singapura sampai $900 untuk indonesia.

Uni Eropa


Uni Eropa didirikan dengan perjanjian roma di bulan januari 1958 enam negara anggota semula adalah Belgia, Prancis, Belanda, Italia, Luksemburg, dan Jerman Barat. Ditahun 1973 inggris, denmark dan irlandia bergabung, diikuti oleh yunani ditahun 1981 serta Spanyol dan portugal ditahun 1986 mulai 1 januari 1995 tiga anggota baru bergabung yaitu finlandia, swedia dan Austria.

3. Karakteristik Pasar Regional


Terdapat berbagai cara untuk membagi negara-negara didunia menjadi pasar regional yang berbeda-beda. Sebenarnya mendefinisikan pasar regional merupakan usaha untuk mengelompokkan negara dimana persamaan dalam kelompok dan perbedaan kelompok akan tampak semaksimal mungkin.pasar nasional dikelompokkan berdasarkan pada kedekatan geografik. Survei ringkas dari setiap regional disajikan. Jepang diamati lebih terinci sebagai contoh dari analisis yang lebih mendalam. Pendekatan pengelompokkan yang sederhana adalah untuk menggunakan suatu penilaian secara sederhana menyangkut kriteria yang penting atau Relevan.

4. Pemasaran Negara Berkembang


Kekurangan akan barang dan jasa merupakan masalah sentral di negara-negara berkembang dan kebutuhan paling menekan adalah memperluas produksi. Pemasaran adalah disiplin yang menjadi pedoman dalam proses mengidentifikasi dan menuai kebutuhan dan keingian masyarakat. Jelas, pemasaran diperlukan di negara berkembang.

Peluang jangka panjang dapat dipertahankan dinegara-negara berkembang. Sekarang ini Nike Inc, hanya memproduksi dan menjual sebagian kecil dari Outpunya dicina; tetapi kalau perusahaan itu mengacu cina sebagai “pasar dua milliar kaki" jelas negara itu mempunyai masa depan tekanan persaiangan yang lebih besar akan memaksa perusahaan untuk mengefaluasi ulang strategi mereka dan mencari pasar baru dinegara-negara berkembang. Bahkan beberapa negara-negara berkembang yang tumbuh dengan cepat mengawali bisnis dinegara yang tertinggal didalamnya pasar yang makin berkembang dapat hilang akibat sikap acuh tak acuh dan pesaing Asin akan masuk terlebih dahulu.

5. Pembeli global


Setiap pembeli adalah unik, dan semua pembeli menjalani proses yang sama dalam melakukan keputusan pembelian. Jadi meskipun para pembeli dinegara-negara dan kawasan dunia yang berbeda menjalani proses yang sama dalam melakukan keputusan pembelian mereka, mereka akan melakukan pembelian yang berbeda karena mereka akan merespon keunikan ekonomi, sosial dan budaya, politik dan pemerintahan, lingkungan, persainagan, dan faktor-faktor pribadi yang mempengaruhi keputusan-keputusan pembeli.


Bagi setiap organisasi yang beroprasi dimana saja didunia ini intisari pemasaran adalah untuk mengungguli persaingan dalam tugasnya menciptakan nilai yang bisa dirasakan bagi para pelanggan

6. Rencana Pemasaran Global


Setiap negara didunia ini adalah berdaulat dan unik, dan terdapat kemiripan diantara negara-negara yang berada dalam kawasan yang sama atau tingkat Perkembangannya sama yang membuat kedua pemdekatan tingkat kawasan dan pasar tersebut menjadi dasar perencenaan pemasaran dalam bab ini, material organisasi tersebut meliputi seluruh kawasan geografi. Hal itu diorganisasikan diseluruh tingkat perkembangan ekonomi. Penting bagi pemasar memiliki pandangan yang luas mengenai keadaan alamiah kawasan-kawasan yang ada didunia ini sehingga mereka tidak akan membuat kesalahan serius dalam mengembangkan pemasaran mereka. Dalam kebanyakan kasus, perusahaan disarankan untuk menyiapkan dengan baik rencana-rencana mereka yang berkaitan dengan kawasan, perkembangan, dan negara.


Kasus CSR dalam Pasar, Tempat Kerja, Masyarakat dan Lingkungan Ekologi

Kasus CSR dalam Pasar, Tempat Kerja, Masyarakat dan Lingkungan Ekologi

Kasus CSR dalam Pasar, Tempat Kerja, Masyarakat dan Lingkungan Ekologi



Kasus CSR di dalam Pasar

PT. Telekomunikasi Indonesia melakukan kegiatan CSR-nya dengan memberikan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pinjaman modal usaha dan melakukan pelatihan& pendampingan wirausaha. Program pemberdayaan masyarakat ini direalisasikan dengan program Kemitraan.
Terkait dengan tujuan CSR hanya sebagai bentuk pencitraan semata, maka PT Telekomunikasi Indonesia, khususnya PT Telkom Kedatel Malang tidak ingin hanya membuang biaya percuma tanpa benar-benar memberikan bantuan pada masyarakat.
PT.Telkom Kedatel Malang ingin memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat dengan tujuan awal yaitu meningkatkan potensi perekonomian masyarakat
Perusahaan tidak hanya dengan menjalankan CSR yang hanya bersifat sementara dan tidak memberikan solusi pada akar permasalahan, yaitu perekonomian masyarakat yang semakin terpuruk. Salah satu faktor keterpurukan perekonomian dinegara indonesia adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang rendah.
Permasalahan tersebut semakin rumit saat didukung permasalahan seperti sumber daya manusia yang tidak memiliki pendidikan formal, tidak memiliki keterampilan, keterbatasan modal usaha yang dimiliki oleh pengusaha kecil tetapi mempunyai potensi usaha yang bagus dan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.
Public relations mengimplementasikan program kemitraan dengan membentuk manajemen dengan empat tahap yaitu :
langkah awal yang harus dilakukan adalah tahap riset
setelah melakukan tahap riset, tahap selanjutnya adalah perencanaan dan pemrograman.
Tahap ketiga adalah aksi dan komunikasi evaluasi

Evaluasi mencakup tiga hal, yaitu:
melakukan analisis mengenai berlangsungnya kegiatan secara periodic apakah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan atau tidak.
Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan relevansi program terhadap kondisi masyarakat pada saat dan setelah berlangsungnya program
Menganalisis hasil-hasil yang dicapai untuk digunakan dalam perencanaan, strategi dan penyusunan kebijakan untuk program selanjutnya

Kasus CSR tentang Workplace

Melalui program Community Volunteering, perusahaan mendukung serta mendorong para karyawan, para pemegang franchise atau rekan pedagang eceran untuk menyisihkan waktu mereka secara sukarela guna membantu organisasi-organisasi masyarakat lokal maupun masyarakat yang menjadi sasaran program.
Salah satu contoh Community Volunteering adalah sebagaimana program Astra Employee Volunteer, yaitu kegiatan CSR dengan melibatkan karyawan. Tepatnya pada tanggal 20 Oktober 2010, 68 orang karyawan PT Astra International Tbk Head Office, melakukan bedah sekolah dan mengajar selama 1 hari kepada siswa dan siswi SD SMP Remaja Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Shell Oil Company, melibatkan ribuan karyawan, pensiunan dan keluarga setiap tahunnya untuk terlibat dalam kegiatan pembersihan pantai yang tercemar di area operasi Shell Oil Company.
Keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan melalui kegiatan Community Volunteering, adalah terciptanya hubungan yang tulus antara perusahaan dengan komunitas, memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan perusahaan serta meningkatkan kepuasan dan motivasi karyawan.

Kasus CSR tentang Masyarakat

PT. PLN (Persero)
Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)
Community relation (pemangku kepentingan, stakeholder)
Kegiatan ini menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait. Beberapa kegiatan yang dilakukan PLN antara lain: melaksanakan sosialisasi instalasi listrik, contohnya melalui penerangan kepada pelajar SMA di Jawa Barat tentang SUTT/SUTET, dan melaksanakan sosialisasi bahaya layang-layang di daerah Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.
Community services (masyarakat umum)
Program bantuan dalam kegiatan ini berkaitan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Kegiatan yang dilakukan selama tahun 2011, antara lain memberikan :
bantuan bencana alam
bantuan peningkatan kesehatan di sekitar instalasi PLN, antara lain di Kelurahan Asemrowo, Surabaya yang berada di sekitar SUTT 150kV Sawahan-Waru
bantuan sarana umum pemasangan turap untuk warga pedesaan di Kecamatan Rumpin-Kabupaten Bogor, Jawa Barat serta bantuan pengaspalan jalan umum di Bogor-Buleleng, Bali.
Bantuan perbaikan sarana ibadah
Operasi katarak gratis di Aceh, Pekanbaru, Jawa Barat, dan kota lainnya di Indonesia
Bantuan sarana air bersih.
Program tanggung jawab social perusahaan (CSR) terhadap pelanggan perlindungan terhadap pelanggan
Dalam kondisi keterbatasan keuangan, PT PLN (Persero) tetap berupaya memberikan perlindungan terhadap Pelanggan dengan melaksanakan prioritas layanan kepada masyarakat. PT PLN (Persero) selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan listrik calon pelanggan mulai dari kelas rumah tangga, usaha atau bisnis,industri dan umum. Peningkatan kualitas layanan yang dimaksud, antara lain:
peningkatan mutu produk berupa keandalan pasokan listrik, tegangan dan frekuensi listrik sesuai dengan standar yang ditetapkan termasuk kecukupan pasokan listrik
peningkatan akurasi pencatatan meter pemakaian listrik kWh, kVARh.
Peningkatan mutu layanan di mana selurah jajaran karyawan PT. PLN (Persero) memperlakukan pelanggan sebagai mitra bisnis


Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap usaha kecil bina lingkungan
Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil disebut PK adalah Program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Adapun dana PK bersumber dari:
penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% sampai dengan 3%
hasil bunga pinjaman, bunga deposito dan atau jasa giro dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional
pelimpahan dana program kemitraan dari bumn lain, jika ada
Program Kemitraan merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). dari PT PLN (Persero) terhadap Mitra Binaan/Masyarakat berupa penyediaan tenaga listrik di area sekitar kegiatan Perusahaan serta mempunyai obyek Mitra Binaan yaitu Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UKM).
Program tanggung jawab social perusahaan (CSR) terhadap lingkungan hidup
Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya PT PLN (Persero) selalu berusaha untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup. Program kegiatan yang telah dan sedang dilaksanakan PLN di bidang lingkungan hidup, antara lain:
melaksanakan kebijakan umum perusahaan bidang lingkungan hidup.
Mengikuti program peduli lingkungan global/pelaksanaan Clean Development Mechanism.
Melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Kasus CSR tentang Lingkungan Ekologi

Kasus kerusakan lingkungan di lokasi penambangan timah inkonvensional di pantai Pulau Bangka-Belitung dan tidak dapat ditentukan siapakah pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi karena kegiatan penambangan dilakukan oleh penambangan rakyat tak berizin yang mengejar setoran pada PT. Timah. Tbk. Sebagai akibat penambangan inkonvensional tersebut terjadi pencemaran air permukaan laut dan perairan umum, lahan menjadi tandus, terjadi abrasi pantai, dan kerusakan laut (Ambadar, 2008).
PT. Indocement Tunggal Prakasa, Tbk. adalah salah satu contoh perusahaan yang sangat peduli pada kelestarian lingkungan hidup. Dalam rangka pelaksanaan CSR perusahaan melakukan kegiatan Program Clean Development Mechanism (CDM). Program ini merupakan program kerjasama antara Negara maju dan Negara berkembang dalam penandatanganan Protokol Kyoto untuk menurunkan emisi gas rumah kaca untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Mengetahui Pasar CSR dan Artikel tentang Masalah Pasar CSR

Mengetahui Pasar CSR dan Artikel tentang Masalah Pasar CSR


Mengetahui Pasar CSR dan Artikel tentang Masalah Pasar CSR



Konsep mengenai CSR tidak aka nada habisnya dibahas oleh orang banyak. Kini berbagai pengertian dan model pengelolaan CSR mungcul setiap harinya, mencari bentuk kesempurnaan CSR yang sesungguhnya. Berbagai cara pula dilakukan untuk mempermudah pemetaan terhadap target maupun sasaran dari program CSR yang dilakukan. Salah satunya adalah pemetaan yang dilakukan oleh Mallen Baker. Menurut Mallen Baker ke-empat hal tersebut adalah:

Workplace


Workplace atau segala hal yang terkait dengan lingkup lingkungan kerja menjadi hal yang amat krusial di dalam dunia CSR, khususnya karyawan. Porsi karyawan di dalam perusahaan, melingkupi hak dan kewajibannya perlu dikondisikan sedemikian rupa agar dapat mendukung operasi perusahaan tersebut. Suasana yang nyaman bagi karyawan tanpa menciptakan comfort zone tertentu merupakan hal yang cukup sulit untuk dilakukan, dan itulah tantangannya.

Marketplace


Disini lebih kurangnya fokus dilakukan kepada para pihak yang terkait secara langsung dengan bisnis perusahaan, seperti pelanggan dan mitra/vendor. Di dalamnya juga terdapat banyak kebijakan perusahaan yang perlu dikomunikasikan dengan baik kepada para pihak eksternal tersebut, sebut saja misalnya transparency di dalam melakukan bidding.Pilar marketplace ini juga memiliki fokus yang sangat berkaitan dengan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan

Community


Begitu banyak hal yang dapat dilakukan kepada masyarakat di tempat kita berada. Masalah kesehatan, pendidikan, dan berbagai isu sosial lainnya. Hal ini sebenarnya perlu dilakukan di dalam rangka memperkuat pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Isu-isu di dalam pilar community diantaranya: seberapa besar peran perusahaan di dalam membina pemuda-pemuda pengangguran, peningkatan tingkat pendidikan, peningkatan kesehatan, dan lain sebagainya.

Environment


Merupakan pilar terakhir yang mendapat sangat banyak sorotan di dalam 10 tahun terakhir ini. Hal ini sangat berkaitan dengan kondisi bumi yang semakin lama semakin memprihatinkan. kontribusi terhadap perusakan lingkungan. Buntut dari hal ini pun membuat dunia industri international mengangkat bumi sebagai stakeholder yang baru dari bisnis perusahaan.

Artikel tentang Permasalahan CSR


PT Telekomunikasi Indonesia melakukan kegiatan CSR-nya dengan memberikan kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan memberikan pinjaman modal usaha dan melakukan pelatihan& pendampingan wirausaha. Program pemberdayaan masyarakat ini direalisasikan dengan program Kemitraan.

Terkait dengan tujuan CSR hanya sebagai bentuk pencitraan semata, maka PT Telekomunikasi Indonesia, khususnya PT Telkom Kedatel Malang tidak ingin hanya membuang biaya percuma tanpa benar-benar memberikan bantuan pada masyarakat. PT.Telkom Kedatel Malang ingin memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat dengan tujuan awal yaitu meningkatkan potensi perekonomian masyarakat.

Perusahaan tidak hanya dengan menjalankan CSR yang hanya bersifat sementara dan tidak memberikan solusi pada akar permasalahan, yaitu perekonomian masyarakat yang semakin terpuruk.Salah satu faktor keterpurukan perekonomian dinegara indonesia adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang rendah. Permasalahan tersebut semakin rumit saat didukung permasalahan seperti sumber daya manusia yang tidak memiliki pendidikan formal, tidak memiliki keterampilan, keterbatasan modal usaha yang dimiliki oleh pengusaha kecil tetapi mempunyai potensi usaha yang bagus dan ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.

Public relations mengimplementasikan program kemitraan dengan membentuk manajemen dengan empat tahap yaitu :

- Langkah awal yang harus dilakukan adalah tahap riset
- Setelah melakukan tahap riset, tahap selanjutnya adalah perencanaan dan pemograman.
- Tahap ketiga adalah Aksi dan Komunikasi

Evaluasi


Evaluasi mencakup 3 hal yaitu:

- Melakukan analisis mengenai berlangsungnya kegiatan secara periodik apakah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan atau tidak.
- Mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan relevansi program terhadap kondisi masyarakat pada saat dan setelah berlangsungnya program
- Menganalisis hasil-hasil yang dicapai untuk digunakan dalam perencanaan, strategi dan penyusunan kebijakan untuk program selanjutnya

Ketiga tahap evaluasi dilalui maka akan terlihat keberhasilan program kemitraan yang telah dilakukan. Dalam melakukan program kemitraan pasti ada beberapa faktor penghambat. Faktor-faktor penghambat ini dapat berasal dari mitra binaan dan juga berasal dari PT.Telkom kedatel malang.

Faktor-faktor Penghambat:


- Mitra binaan yang kurang disiplin dalam membayar angsuran biaya
- Kurangnya keinginan dan kemauan belajar mitra binaan untuk mempunyai usaha yang lebih maju dan berkembang
- Tingkat pengetahuan mitra binaan mengenai program kemitraan
- Pergantian direksi yang baru.

Efisiensi Pasar

A. Konsep Pasar Modal yang Efisien


efisiensi pasar


Gambar 7.1 memberi gambaran mengenai proses penyesuaian harga suatu perusahaan ketika terdapat informasi baru mengenai perusahaan tersebut. pada saat informasi tersebut diumumkan (t=0) harga saham berada pada posisi Rp 1.000,00. Jika pasar efisien maka informasi tersebut akan dengan cepat tercermin pada harga saham yang baru. Investor akan dengan cepat menyesuaikan harga saham sesuai dengan nilai saham baru. Misalnya karena adanya informasi baru yang masuk ke pasar, dan menyebabkan nilai baru dari saham tersebut adalah Rp 1.200,00, maka dalam pasar yang efisien harga saham akan naik dengan cepat ke nilai Rp 1.200,00.

Tetapi jika proses penyesuaian harga pasar saham tersebut tidak berjalan dengan efisien maka akan ada lag dalam proses tersebut dan hal ini ditunjukkan oleh garis putus-putus pada gambar 7.1. Walaupun akhirnya harga saham akan berada pada Rp 1.200,00, tetapi hal itu akan memakan waktu tertentu. Oleh karena itu, hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa lamanya waktu penyesuaian yang dibutuhkan pada proses tersebut tidak dapat diperkirakan dengan pasti sebelumnya, dan garis putus-putus dalam gambar di atas hanya sebagai ilustrasi guna menjelaskan konsep pasaar yang efisien.

Ada beberapa kondisi yang harus terpenuhi untuk tercapainya pasar yang efisien, yaitu:

1. Ada banyak investor yang rasional dan berusaha untuk memaksimalkan profit. Investor aktif berpartisipasi di pasar dengan menganalisis, menilai dan melakukan perdagangan saham. Di samping itu, mereka juga merupakan price taker, sehingga tindakan dari satu investor saja tidak akan mampu mempengaruhi harga dari sekuritas.

2. Semua pelaku pasar dapat memperoleh informasi pada saat yang sama dengan cara yang murah dan mudah.

3. Informasi yang terjadi bersifat random.

4. Investor bereaksi secara cepat terhadap informasi baru, sehingga harga sekuritas akan berubah sesuai dengan perubahan nilai sebenarnya akibat informasi tersebut.

Jika kondisi-kondisi tersebut terpenuhi maka akan terbentuk pasar di mana investor-investor dengan cepat bisa bereaksi melakukan penyesuaian harga sekuritas ketika terdapat informasi baru di pasar, sehingga harga-harga sekuritas di pasar tersebut akan sepenuhnya mencerminkan semua informasi yang tersedia. Karena informasi yang mempengaruhi harga tersebut terjadi secara random sehingga perubahan harga bersifat independen satu dengan yang lainnya random.

B. Hipotesis Pasar Efisien


Aspek penting dalam menilai efisiensi pasar adalah seberapa cepat suatu informasi baru diserap oleh pasar yang tercermin dalam penyesuaian menuju harga keseimbangan yang baru. Pada pasar yang efisien harga sekuritas akan dengan cepat terevaluasi dengan adanya informasi penting yang berkaitan dengan sekuritas tersebut sehingga investor tidak akan bisa memanfaatkan informasi untuk mendapatkan return abnormal di pasar.

Gambar 7.2. memperlihatkan himpunan informasi bagi suatu saham. Lingkaran (1) mempresentasikan informasi apa pun yang relevan bagi penilaian saham yang dapat dipelajari dengan menganalisis sejarah harga pasar saham; seluruh informasi yang relevan bagi penilaian saham. Lingkaran (2) yang menyatakan informasi yang tersedia pada publik, dan lingkaran (3) menyatakan seluruh informasi yang juga meliputi informasi rahasia orang dalam.


Gambar 7.2. Himpunan informasi bagi suatu saham

Fama (1970), mengklasifikasikan bentuk pasar yang efisien ke dalam tiga efficient market hypothesis (EMH), yaitu:

1. Efisiensi dalam bentuk lemah (weak form). Semua informasi di masa lalu (historis) akan tercermin dalam harg yang terbentuk sekarang.
2. Efisiensi dalam bentuk setengah kuat (semi strong). Bentuk efisiensi pasar yang lebih komprehensif karena dalam bentuk ini harga saham disamping dipengaruhi oleh data pasar (harga saham dan volume perdagangan masa lalu), juga dipengaruhi oleh semua informasi yang dipublikasikan (seperti earning, dividen, pengumuman stock split, penerbitan saham baru, dan kesulitan keuangan yang dialami perusahaan).
3. Efisiensi dalam bentuk kuat (strong form). Semua informasi baik yang terpublikasi atau tidak dipublikasikan, sudah tercermin dalam harga sekuritas saat ini.

Efisiensi bentuk lemah disempurnakan menjadi suatu klasifikasi yang lebih bersifat umum untuk menguji prediktabilitas return (return predictability). Sedangkan efisiensi bentuk setengah kuat diubah menjadi studi peristiwa (event Studies), dan pengujian privat (private information). Dalam bagian berikut, akan dibahas metode pengujian bentuk-bentuk efisiensi pasar berdasarkan pengklasifikasian Fama (1991).

1. Pengujian Return Tak Normal


Pasar efisien mengimplikasikan bahwa return harapan adalah sepadan dengan resiko sekuritas yang dalam hal ini diukur dengan volatilitas return sekuritas. Dalam pasar efisien, harga sekuritas seharusnya merefleksikan informasi mengenai risiko dan harapan mengenai return masa datangnya. Return yang sepadan dengan risiko saham disebut return normal. Seksi ini membahasa model-model matematis yang dapat digunakan untuk menghitung return normal pada sebuah sekuritas. Sedangkan jika pasar adalah tidak efisien, sekuritas-sekuritas akan menghasilkan return yang lebih besar dibanding normalnya, yang disebut return tak normal (excess return). Dengan demikian, pengujian efisiensi pasar pada dasarnya adalah pengujian return tak normal.

2. Mean-adjusted returns


Jika pasar adalah efisien dan return saham bervariasi secara randomdi sekitar nilai sebenarnya (true value), maka rata-rata returnsekuritas yang dihitung dari periode sebelumnya dapat digunakan sebagai returnharapan.

Formulanya adalah sebagai berikut:



Dalam hal ini:

ARi,t = return tak normal sekuritas i pada hari t.

Ri,t = return aktual sekuritas i pada hari t.

= rata-rata returnsekuritas i selama sekian hari sebelum hari t.

3. Market-adjusted returns


Salah satu teknik untuk menghitung return tak normal adalah dengan menghilangkan pengaruh pasar terhadap return harian sekuritas. Return tak normal dihitung dengan mengurangkan returnpasar pada hari t (RM,t) dari return saham, seperti ditunjukkan pada persamaan berikut:



ARi,t= Ri,t - RM,t



4. Market model returns


Market model digambarkan dengan persamaan berikut:

Ri = a1 + biRm + ei

Keterangan:

a1 = intersep dalam regresi untuk sekuritas i.

bI = koefisien regresi yang menyatakan slope garis regresi.

ei = kekeliruan regresi.

C. Pengujian Terhadap Hipotesis Pasar Efisien


1. Pengujian Prediktabilitas Return


Pengujian hipotesis pasar efisien dalam bentuk lemah bisa diuji dengan melakukan pengujian prediktabilitas return. Pengujian ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:

a. Mempelajari pola return seasonal

b. Menggunakan data return di masa yang lalu, baik untuk prediktabilitas jangka pendek maupun jangka panjang.

c. Mempelajari hubungan return dengan karakteristik perusahaan.

Pola Return Sekuritas


Sejumlah penelitian telah menunjukkan adanya suatu pola dalam return sekuritas. Pola tersebut menunjukkan adanya tingkat return yang lebih tinggi atau lebih rendah pada saat tertentu baik dalam periode harian, mingguan, maupun tahunan.

Pola harian. Salah satu pola return yang secara intensif diteliti adalah adanya perbedaan return untuk hari-hari tertentu dalam seminggu.

Pola bulanan. Banyak penelitian menemukan bahwa pada bulan Januari terdapat return yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya dan ini biasanya terjadi pada saham yang nilainya kecil (small stock).

Pada pasar yang efisien, pola seasonal tersebut seharusnya tidak terjadi. Investor yang melihat adanya return yang tinggi di bulan Januari akan mulai melakukan pembelian di akhir bulan Desember untuk mendapatkan return abnormal. Perilaku pembelian investor tersebut akan menyebabkan pola seasonal yang ada menjadi hilang. Tetapi ternyata return tinggi di bulan Desember tidak dapat sepenuhnya dapat dijelaskan dengan baik, sehingga Januari effect merupakan suatu penyimpangan bagi pasar yang efisien.

Memprediksi Return Dari Data Return Di Waktu Lalu

Return di masa lalu dapat digunakan untuk memprediksi return di masa depan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Prediksi Jangka Pendek. Pengujian prediksi jangka pendek biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah return pada periode sebelumnya (biasanya sehari atau beberapa hari sebelumnya) dapat digunakan untuk memprediksi return hari ini. Ada beberapa cara pengujian yang dapat dilakukan yaitu:

a. Uji Korelasi

Uji korelasi adalah pengujian hubungan linier antara return hari ini dengan return di waktu lalu. Semakin tinggi korelasi antara return masa lalu dengan return saat ini, berarti semakin tinggi kemampuan return masa lalu tersebut untuk memprediksi return masa depan.

Secara sistematis, bentuk persamaannya bisa ditulis sebagai berikut:

rt = a + brt-1 + et

di mana a menunjukkan tingkat return yang diharapkan yang tidak berhubungan dengan return sebelumnya, dan b menunjukkan besarnya hubungan antara return di waktu yang lalu dengan return hari ini. Jika t = 0 akan menunjukkan hubungan antara return hari ini dengan return sehari sebelumnya, sedangkan jika t = 1 menunjukkan hubungan return hari ini dengan return dua hari sebelumnya dan seterusnya. Sedangkan, e merupakan angka random yang merupakan variabilitas yang tidak berhubungan dengan tingkat return sebelumnya.

b. Run Test

Koefisien korelaasi cenderung sangat dipengaruhi oleh data return yang bersifat ekstrim. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu alternatif analisis yang bisa menghilangkan dampak dari data yang ekstrim tersebut, yaitu dengan memberikan tanda pada perubahan harga. Teknik analisis ini tidak akan terpengaruh oleh adanya perubahan-perubahan harga yang ekstrim dan disebut sebagai analisis run.

Kesimpulan dari hasil uji korelasi dan run test ini bahwa sering terdapat adanya indikasin hubungan yang positif antara return hari ini dengan return yang telah lalu, meskipun secara rata-rata hubungan tersebut masih bersifat sangat lemah. Bahkan kadangkala sering juga ditemui adanya korelasi yang bersifat negatif antara return sekarang dengan return yang lalu.

c. Filter Test

Cara sederhana untuk menguji keberadaan pola return yang lebih kompleks adalah dengan menguji apakah ada strategi perdagangan (trading rule) berdasarkan informasi harga di masa lalu yang dapat digunakan oleh investor untuk mendapatkan return abnormal di pasar. Teknik analisis tersebut sering disebut dengan filter rule.

Teknik analisis filter rule biasanya dilakukan dengan membandingkan return yang didapat jika melakukan strategi perdagangan aktif tertentu dengan return yang didapat jika investor melakukan strategi beli dan simpan (buy and hold strategy).

Pengujian mengenai filter rule secara intensif pernah dilakukan oleh Fama dan Blume (1966) dengan membandingkan return yang menggunakan strategi filter rule dengan strategi buy and hold. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa strategi dengan menggunakan filter rule ternyata relatif kurang menguntungkan dibandingkan dengan strategi buy and hold.

d. Relative Strength

Salah satu cara yang banyak dikenal untuk mengkombinasikan informasi harga sekuritas di masa lalu untuk memilih saham adalah dengan cara yang disebut sebagai kekuatan relatif (relative strength).

Prediksi Jangka Panjang. Fama dan French (1988) serta Poterba dan Summers (1988) telah meneliti korelasi return dengan jangka waktu pengujian yang relative lama. Fama dan French melakukan pengujian dengan menggunakan data periode 1926-1985, dan menemukan bahwa terdapat korelasi sebesar -0,25 untuk jangka waktu tiga tahun dan korelasi sebesar -0,40 untuk jangka waktu empat tahun. Sedangkan Poterban dan Summers, melakukan pengujian dengan menggunakan metodologi yang berbeda, dan juga menemukan hal yang hampir sama. Tetapi hasil ini banyak diragukan karena adanya kelemahan dalam statistik dan setelah tahun 1940 korelasi tersebut sangat kecil dan tidak signifikan.

Hubungan Return dan Karakteristik Perusahaan

Hubungan antara karakteristik perusahan dengan return abnormal dinyatakan sebagai sebuah anomali dalam pasar efisien, karena dalam pasar yang efisien, secara teoritis tidak ada seorang investor pun bisa memperoleh return abnormal dengan menggunakan informasi karakteristik perusahaan.

a. Size effect. Banz (1981) menunjukkan bukti empiris paling awal mengenai adanya size effect, yaitu adanya kecenderungan saham-saham perusahaan kecil yang mempunyai return yang lebih tinggi disbanding saham-saham perusahaan besar.

b. Nilai pasar dibagi dengan nilai buku (market to book value). Fama dan French (1991), Lakonishok, Shleifer dan Vishny (1993), serta Cahn, Hamao dan Lakonishok (1991) melakukan penelitian tentang hubungan nilai market to book dengan return saham. Mereka menemukan bahwa ada perbedaan return antara saham yang mempunyai market to book value yang tinggi disbanding saham yang mempunyai market to book value rendah.

c. Earning price. Basu (1977) pernah melakukan penelitian mengenai hubungan antara rasio earning/price (E/P) dengan tingkat return abnormal yang diperoleh dengan menggunakan CAPM. Reinganum (1981) menemukan bukti empiris bahwa dampak E/P ini sangat berhubungan dengan size effect, bahkan Fama dan French (1991) menemukan bahwa jika dilakukan pengendalian terhadap faktor ukuran perusahaan dan market to book, maka dampak E/P ini akan hilang.

Prediksi Return Jangka Panjang Dengan Menggunakan Karakteristik Perusahaan Dan Pasar. Return obligasi dan saham dalam jangka panjang cenderung dapat diprediksi dengan menggunakan data yang berhubungan dengan tingkat return pasar dan struktur tingkat suku bunga. Proporsi return jangka panjang yang dapat dijelaskan oleh data-data tersebut terlihat relatif tinggi. Fama dan French (1988) menemukan bahwa 25% return selama dua sampai empat tahun dapat dijelaskan dengan menggunakan data karakteristik pasar.



2. Studi Peristiwa (Event Studies)


Pengujian hipotesis pasar efisien dalam bentuk setengah kuat bisa dilakukan dengan pengujian event studies, untuk mengamati pengaruh pengumuman suatu informasi terhadap perubahan harga sekuritas.

Penelitian yang mengamati dampak dari pengumuman informasi terhadap harga sekuritas sering disebut dengan event studies. Penelitian ini umumnya berkaitan dengan seberapa cepat suatu informasi yang masuk ke pasar dapat tercermin pada harga saham.

Standar metodologi yang biasanya digunakan dalam event studies ini adalah:

a. Mengumpulkan sampel, yaitu perusahaan-perusahaan yang mempunyai pengumuman yang mengejutkan pasar (event). Perubahan harga dapat terjadi jika ada event yang mengejutkan pasar

b. Menentukan hari pengumuman atau event.

c. Menentukan periode pengamatan. Periode pengamatan biasanya dihitung dalam hari. Jika penelitian menghitung 30 hari sekitar pengumuman, maka 15 hari sebelum pengumuman ditandai dengan -15, -14, -13,…, -1. Sedangkan hari pengumuman akan ditandai dengan 0 dan 15 hari sesudahnya ditandai dengan +1, +2, +3, …, +15.

d. Mengitung return masing-masing sampel setiap hari selama periode pengamatan.

e. Menghitung return abnormal, yang dihitung dengan mengurangi return aktual yang sebenarnya terjadi dengan return yang diharapkan.

Return abnormal = ARit = Rit – E(Rit)

Di mana:

ARit = tingkat return abnormal sekuritas i pada waktu t

Rit = return sekuritas i pada waktu t

E(Rit) = return yang diharapkan pada sekuritas i dalam periode t dengan menggunakan model keseimbangan.

f. Menghitung rata-rata return abnormal semua sampel setiap hari.

g. Terkadang return abnormal harian tersebut digabungkan untuk menghitung return abnormal kumulatif selama periode tertentu.

h. Mempelajari dan mendiskusikan hasil yang diperoleh.

3. Pengujian Private Information


Pengujian hipotesis pasar efisien dalam bentuk kuat bisa dilkaukan dengan pengujian private information. Pengujian ini meliputi pengujian apakah pihak insider perusahaan dan kelompok investor tertentu yang dianggap mempunyai akses informasi lebih baik, dapat memperoleh return abnormal dibandingkan dengan return pasar umumnya.

Insider trading. Pihak-pihak yang disebut insider adalah direktur, manajer, karyawan atau pemegang saham yang dianggap bisa mendpaatkan informasi yang sesungguhnya mengenai perusahaan yang tidak dapat dilakukan oleh pihak lainnya. Pihak insider ini bisa memperoleh informasi sebelum informasi tersebut dipublikasikan.

Pihak insider umumnya diharuskan melaporkan kegiatan perdagangannya kepada suatu komisi yang bertindak sebagai pengawas bursa. Rozeff dan Zaman (1988), menemukan bahwa investor yang bukan insider ternyata juga memperoleh return dengan menggunakan informasi yang terpublikasi serta memperhatikan transaksi yang dilakukan oleh insider.

D. Implikasi Pasar Modal yang Efisien


Investor yang percaya bahwa pasar dalam kondisi yang tidak efisien akan menerapkan strategi perdagangan aktif. Investor tersebut secara aktif melakukan perdagangan di pasar agar bisa mendapatkan return yang lebih besar dibandingkan dengan return pasar. Untuk itu mereka akan melakukan analisis-analisis baik analisis teknik maupun analisis fundamental. Investor yang percaya mengenai adanya pola tertentu dalam pergerakan harga yang dapat digunakan untuk memperoleh return akan melakukan analisis teknikal untuk menentukan nilai intrinsik dari suatu sekuritas. Bagi investor yang percaya dalam kondisi efisien, akan cenderung menerapkan strategi perdagangan pasif, dengan membentuk portofolio yang bisa mereplikasi indeks pasar. Investor seperti ini percaya bahwa tidak ada satu investor pun yang dapat memperoleh return yang lebih besar dari return pasar.

Implikasi hipotesis pasar efisien terhadap investor yang berinvestasi di pasar modal bisa dilihat dari implikasinya terhadap investor yang menerapkan analisis teknikal maupun analisis fundamental dalam penilaian dan pemilihan saham.

Bagi investor yang menerapkan analisis teknikal mereka pada dasarnya percaya bahwa pergerakan harga saham di masa datang bisa diprediksi dari data pergerakan harga saham di masa lampau. Dengan demikian, investor yang menerapkan analisis teknikal akan bergantung pada informasi masa lalu tentang data harga dan volume perdagangan saham untuk memperkirakan harga saham di masa datang. Dalam situasi seperti ini, jika hipotesis pasar efisien dalam bentuk lemah benar, maka tindakan investor yang melakukan analisis teknikal sudah tidak akan member nilai tambah lagi bagi investor, karena harga pasar saham yang terjadi sudah mencerminkan semua informasi pergerakan harga dan volume saham historis.

Implikasi hipotesis pasar efisien terhadap investor yang melakukan analisis fundamental adalah sebagai berikut: analisis fundamental adalah analisis saham yang dilakukan dengan mengestimasi nilai intrinsic saham berdasar informasi fundamental yang telah dipublikasikan perusahaan. Dalam situasi seperti ini, jika hipotesis pasar efisien dalam bentuk setengah kuat adalah benar, di mana semua informasi fundamental yang dipublikasikan perusahaan sudah tercermin dalam harga pasar, maka tindakan investor yang melakukan analisis fundamental untuk memperoleh abnormal return juga sudah tidak bermanfaat lagi.


DAFTAR PUSTAKA

Eduardus Tandelilin. 2010. Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama.
http://blogpejantantanggung.blogspot.com/2013/05/makalah-efisiensi-pasar.html
http://www.psychologymania.com/2013/01/pengertian-pasar-efisien.html
titaviolet.wordpress.com/2009/11/07/efisiensi-pasar/