Menyambut Bulan Ramadhan, Apa Saja yang Perlu Disiapkan

Hal hal yang perlu disiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan

hal hal yang perlu disiapkan untuk menyambut bulan ramadhan
Menyambut Bulan Ramadhan, Apa Saja yang Perlu Disiapkan


Yo jumpa lagi dengan webillian.com, tak terasa bulan Ramadhan telah kembali datang, bersyukurlah kita masih bisa bertemu dengan bulan penuh berkah dan ampunan bagi umat muslim ini. Sebenarnya penulis agak terlambat dalam membuat artikel ini, karena puasa sudah berjalan beberapa hari. Tapi tidak mengapa daripada tidak sama sekali. Nah pada kesempatan kali ini penulis ingin mengulas apa saja hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan ini.

1. Niat


Yang pertama jelas adalah niat, karena melakukan segala sesuatu dibutuhkan niat yang tulus dan ikhlas. Niat merupakan langkah awal sebelum kita memulai sesuatu. Menyambut bulan Ramadhan dengan niat yang baik, tulus, dan ikhlas akan memudahkan kita dalam menjalankan ibadah puasa.

2. Bersihkan hati dan pikiran


Di bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk menjaga hati dan pikiran dari sifat buruk, agar ibadah puasa yang sedang kita jalankan memberi berkah dan bisa diterima oleh Allah SWT. Hati dan pikiran kotor hanya akan mengurangi pahala puasa, selain itu bukankah puasa kita juga hanya menjadi sia-sia jika kita berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

3. Jaga kesehatan


Nah ini penting sekali, karena dalam sehari kita harus dituntut untuk menahan lapar dan haus, jika tubuh kita sedang sakit tentu kita tidak dapat menjalankan ibadah puasa dengan maksimal, bahkan tidak menutup kemungkinan akan membuat kita tidak berpuasa demi kesehatan tubuh.

4. Mempelajari hukum dan tata cara berpuasa


Poin nomer 4 ini wajib hukumnya, sebab bagaimana kita akan menjalankan ibadah puasa tanpa tahu tata cara pelaksanaan dan hukumnya. Tapi biasanya sahabat muslim juga sudah diajari saat masih sekolah dasar, dan mungkin sudah tahu apa saja kewajiban dan larangannya.

5. Memanajemen keuangan


Yap, kenapa perlu manajemen keuangan saat bulan Ramadhan? Menurut survey dari beberapa sumber justru saat bulan Ramadhan pengeluaran yang dilakukan biasanya malah membengkak daripada pengeluaran hari-hari biasa. Hal ini mungkin diakibatkan oleh factor banyak keinginan. Dan mungkin pembaca tahulah maksudnya apa hehe.



Nah sobat webillian.com, mungkin itu beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan, apabila ada masukan silahkan berkomentar dan mari saling berdiskusi.

Menyambut Ramadhan: Makna Tradisi Nyadran dan Padusan

gambar dari pixabay

Tidak terasa kita telah berjumpa lagi dengan bulan Ramadhan, bulan suci dan penuh berkah bagi umat Muslim. Karena Indonesia merupakan bangsa yang berbudaya, Biasanya dalam menyambut Bulan suci Ramadhan akan selalu ada tradisi yang dilakukan. tradisi itupun biasanya berbeda-beda di satu tempat dengan tempat yang lain. Berikut ini tradisi menyambut bulan Ramadhan yang biasa penulis lakukan.

1. Nyadran

Nyadran adalah salah satu tradisi di Jawa dimana tradisi tersebut dilakukan dengan cara mengunjungi makam, mengirim doa, dan bersih-bersih makam. Namun acara tersebut tidak hanya sebatas itu, didalam nya terdapat acara tahlilan, sholawatan, selamatan, kenduri, tumpengan, dll. Maksud dari tradisi ini tidak lain adalah untuk mendoakan saudara-saudara, keluarga, maupun leluhur yang telah meninggal dunia agar diampuni dosa-dosanya dan bisa diterima di Surga. Biasanya nyadran dilakukan sehari sebelum puasa tapi bisa juga dilakukan beberapa hari sebelum puasa, biasanya di bulan Ruwah kalender Jawa.

2. Padusan

Padusan berasal dari kata adus didalam Bahasa jawa adus berarti mandi. Tradisi ini banyak sekali dilakukan orang Indonesia. Biasanya orang yang melakukan tradisi padusan, sebelum puasa akan mengunjungi pantai, sendhang, sungai, maupun kolam. Tradisi padusan dilakukan dengan cara mandi, berendam/kungkum di tempat tersebut. Secara simbolis padusan memiliki makna membersihkan diri, membersihkan jiwa dan raganya untuk menyambut bulan suci Ramadhan.



terlepas dari sejarahnya memang tradisi tersebut tidak ada dalam hukum islam, meskipun begitu secara simbolis mengandung makna yang dalam bagi orang yang melakukannya. Nah mungkin itu saja tradisi menyambut bulan Ramadhan yang biasa penulis lakukan, lalu bagaimana dengan saudara muslim Webillian.com? tradisi apa ditempat kalian yang biasa kalian lakukan untuk menyambut bulan Ramadhan?

Sekolah Tidak Penting



seorang teman penulis pernah mengatakan “sekolahlah setinggi mungkin sampai kau menyadari bahwa sekolah itu tidak penting”, Yang membuat penulis menjadi tertarik untuk membahas quotes tersebut. Kita menyadari bahwa system pendidikan dibuat untuk memberikan edukasi kepada setiap warga negaranya seperti dengan adanya sekolah untuk para siswa sebagai penerus bangsa. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah sekolah itu penting? Kalau penulis sendiri akan bilang TIDAK! Kalau mau melihat realita yang ada.


Kenapa?

Kita tahu disekolah saat ini diajarkan berbagai mata pelajaran dimana setiap siswa dituntut untuk bisa menguasai semuanya, padahal belum tentu berguna untuk masa depannya nanti. Dimana semua hanya terfokus dalam hal akademik semata tanpa memperhatikan hal lain diluar bidang akademik, mungkin memang sebagian ada yang memperhatikan di luar akademik seperti ekstrakurikuler.

Tanpa disadari hal ini dapat membunuh kreativitas setiap anak, dapat menghambat dalam mengembangkan bakat mereka. Padahal setiap anak tentu memiliki batas kemampuan yang berbeda, minat yang berbeda, kebutuhan yang berbeda, bakat yang berbeda, dan cita-cita yang berbeda. Lalu apa gunanya apabila semua yang dipelajari dalam sekolah itu yang berguna hanya 1 hal saja atau bahkan tidak ada sama sekali? Bukankah itu sia-sia.

Baik penulis disini ingin memberikan alas an kenapa sekolah itu tidak penting. Yang pertama Kalau anda ingin menjadi pengusaha, matematika dan akuntansi itu penting. Tapi untuk seorang seniman apakah mempelajari mata pelajaran tersebut sampai dalam itu nantinya akan terpakai? Saya kira tidak. Siswa dicap bodoh hanya karena tidak bisa matematika, tapi dia punya segudang prestasi di bidang olahraga. Apa dia bodoh? Tidak, dia hanya berbakat dibidang olahraga sepakbola.

Kedua di sekolah apa yang kita kejar? Proses? Norma? Nilai ujian ? ijazah? Atau yang lain? Kalau melihat realita tolok ukur pendidikan hanya sebatas nilai ujian yang semuanya diukur dengan angka. “Oh dia pandai”,” oh dia pintar”, “wah nilainya bagus”, dll. Padahal hal itu tidak menentukan kesuksesan masa depan nanti. Bahkan kita mulai melupakan norma akibat terfokus pada “angka” tadi. Hanya karena ingin mengejar nilai yang bagus siswa menghalalkan segala cara untuk meraihnya seperti menyontek. Kita melupakan apa itu menghargai proses, apa itu kejujuran, apa itu sikap, dll. 




Ya mungkin itu alasan yang cukup kuat untuk argumen diatas. Penulis akan berpendapat lain apabila system sekolah yang ada sekarang ini diubah. Dimana matematika tidak lebih penting dari sepakbola. Dimana fisika tidak lebih penting dari seni tari, dll. Mengapa kita tidak berkaca pada Negara Finlandia. Sebuah Negara dengan system pendidikan yang sangat maju, tidak ada pr, setiap anak focus pada kolaborasi dibanding dengan berkompetisi, setiap anak bisa mengembangkan bakat dan minatnya.

Bahkan seorang budayawan dan ulama Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun (Mbah Nun) pernah berkata bahwa sekolah itu hanya mencari ijazah, sedangkan mata pelajaran bisa dipelajari kapan saja. Kalau dari penangkapan penulis, sekolah itu tidak penting, yang penting itu adalah belajar. Karena belajar tidak mesti disekolah tapi bisa dimana saja dan hal apa saja.

Nah itulah alasan yang mendasari opini penulis. Yang dibutuhkan di era sekarang adalah orang yang mampu berpikir kreatif, inovatif, kritis, dan mampu saling menghubungkan satu sama lain. Apakah kita akan tetap seperti ini? Apabila ada kirik saran dan tanggapan silakan berkomentar, dan mari saling berdiskusi.

Masihkah Ingin Mejadi Seorang Youtuber?





Youtube merupakan salah satu platform berbagi video yang belakangan ini sangat populer dan banyak diakses oleh jutaan pengguna didunia. Kita juga tahu, bahwa dari youtube kita bisa menghasilkan uang dengan cara memonetize (istilah lainnya adalah meng-uangkan, kira kira seperti itulah, hehe..) channel kita salah satunya melalui iklan, yaitu dimana setiap iklan yang tayang publisher akan memperoleh komisi, mungkin kira-kira seperti itu. Bahkan menjadi youtuber belakangan dijadikan cita-cita kaum millenial. Iming-iming popularitas dan pemasukan uang dari iklan menjadi dasar cita-cita tersebut.

Kemudian dari situ banyak orang membuat channel youtube kemudian membuat konten video mereka untuk dimonetize agar menghasilkan uang. Dulu konten video apapun bisa masuk youtube tanpa difilter dan dimonetize langsung. Sehingga saat itu banyak sekali video-video yang mungkin kurang pantas untuk dipublikasikan tersebar luas dijagad maya, banyak juga video tanpa kualitas menjadi marak yang hanya membuat video alakadarnya maupun yang sekedar reupload konten milik creator lain.

Sejak munculnya video terorisme dimana youtube dijadikan sebagai media kampanye teroris, lalu ada video predator anak hingga kasus logan paul yang kontroversi karena menampilkan jenazah korban bunuh diri di jepang, youtube akhirnya berbenah dengan menutup video yang melanggar peraturan dan menutup kolom komentar video yang diincar para pedofil. Kemudian untuk bisa memonetize channel, youtube mengubah syarat minimal 10.000 views yang kemudian berubah lagi menjadi minimal 1000 subscribe dan 4000 jam tayang, hal itu pun masih akan ditinjau lagi oleh youtube.

Hmmm.. tentu ini merupakan syarat yang berat bagi youtuber pemula bukan? Walaupun banyak yang bilang bahwa syarat tersebut hanya akan mematikan content creator kecil, namun sebenarnya hal ini dilakukan oleh youtube guna menyaring konten berkualitas dan pantas untuk di tonton para pengguna platform berbagi video tersebut.

Oke mungkin cukup sampai sini pengantar pembuka inti dari ulasan ini, sakarang kita kembali ke pertanyaan awal,

masihkah ingin menjadi seorang youtuber?



Disini penulis tidak bermaksud untuk menghalangi pembaca menjadi youtuber, tetapi lebih ingin memberi saran, masukan, dan mungkin sekedar peringatan kecil bagi kalian yang ingin menjadi youtuber tetapi masih pemula berhubung syarat memonetize semakin berat, dimana mungkin kalian hanya akan menyerah apabila fokus utama kalian yang pertama adalah “uang”. Namun bagi kalian yang suka tantangan tidak masalah, tapi penulis ingin memberika saran bahwa jadikan “uang” tersebut sebagai motivasi kalian. Walaupun kalian termotivasi sebaiknya jangan membuat video seadanya. Youtube dan penonton menginginkan video yang baik, bagus, dan berkualitas. Jadi poin kedua adalah buatlah video yang berkualitas dan orisinal tentunya, jangan hanya reupload karya orang lain karena bisa kena copyright yang mengakibatkan di bannednya akun kalian. Dengan video yang berkualitas dan teknik SEO (search engine optimization) yang tepat bukan tidak mungkin video kalian akan berada di posisi atas yang memungkinkan untuk ditonton banyak orang dan disukai banyak penonton juga.

Yang ketiga adalah, bagi kalian yang menjadi youtuber untuk sekedar berekspresi maupun menyalurkan hobi kalian tidak masalah, karena kalian tidak punya beban dalam memenuhi target. Disini kalian enjoy aja karena tidak memikirkan soal adsense.


Menurut opini penulis, bagi youtuber yang tidak mempunyai sesuatu yang unik dan kreatif untuk membuat konten video yang berkualitas ataupun beberapa point yang penulis sampaikan diatas seperti hanya terfokus untuk uang (bagi youtuber pemula), lebih baik berhentilah menjadi youtuber daripada hanya melahirkan (mohon maaf) “konten sampah” yang tidak jelas. Tapi sekali lagi penulis tidak bermaksud menghalangi niat kalian (youtuber pemula) untuk menjadi youtuber. Apabila kalian memang suka tantangan karena syarat yang berat tersebut silakan lanjutkan, karena bagi yang suka tantangan akan menjadikannya sebagai motivasi untuk bisa lebih baik lagi.

Ok mungkin sampai disini saja ya pembaca.. selamat berjuang bagi kalian yang masih ingn melanjutkan menjadi youtuber semoga sukses untuk kedepannya. Apabila kalian ada kritikan ataupun masukan silakan berdiskusi di kolom komentar.
Perkembangan Smartphone : Kebutuhan atau Trend Hedonisme Semata

Perkembangan Smartphone : Kebutuhan atau Trend Hedonisme Semata

Perkembangan Smartphone merupakan kebutuhan atau sebuah trend? - Tidak dapat kita pungkiri bahwa era telah membawa kemajuan dan inovasi yang cepat. Dalam era sekarang salah satu bentuk kemajuan dan inovasi yang cepat terutama dalam bidang teknologi, salah satu contohnya adalah smartphone.






Ya, sekarang siapa sih yang nggak punya smartphone? Dengan adanya smartphone hampir seluruh aktivitas kita dapat terbantu sehingga memudahkan kita sebagai user yang selalu ingin cepat dan instan. Contohnya sejak adanya smartphone, orang bisa dengan mudah memesan makanan, hotel, melakukan transaksi online baik itu pembayaran maupun melakukan penjualan. Padahal semua hal itu dulu dilakukan secara manual dan konvensional.



Dalam beberapa tahun terakhir pasar smartphone di Indonesia dikuasai oleh vendor-vendor terkenal. Sebut saja samsung, sony, asus, vivo, oppo, huawei, dll. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia yang konsumtif sehingga dijadikan target pasar oleh vendor-vendor tersebut. dalam beberapa waktu setiap vendor selalu mengeluarkan gadget terbarunya guna menarik minat konsumen. Hal ini dilakukan karena saking ketatnya persaingan pasar smartphone di Indonesia.


Lalu kembali lagi ke pertanyaan :

Perkembangan Smartphone : Kebutuhan atau Trend Hedonisme Semata?






Seperti yang kita tahu banyak sekali konsumen yang selalu membeli smartphone keluaran terbaru padahal smartphone lama mereka masih bagus ataupun baru beli belum lama.



Dalam opini penulis hal itu sah-sah saja karena itu hak konsumen untuk menentukan pilihannya asalkan punya budget untuk membelinya. Namun, alangkah baiknya apabila disesuaikan dengan kebutuhan. Contoh Youtuber yang mereview Smartphone karena butuh konten baru mereka harus membeli smartphone, nah kalo seperti menurut penulis tidak masalah melakukan pemborosan karena memang membutuhkan dan nantinya juga akan dijual lagi.


Penulis sendiri hanya menggunakan sebuah smartphone keluaran 2013 yang waktu itu merupakan flagship dan masih digunakan sampai sekarang. Kalo hanya mengikuti trend bukankah lebih baik digunakan untuk kepentingan yang lain? bagaimana pendapat pembaca?