Makalah Strategi Manajemen Pemasaran Internasional

Makalah Strategi Manajemen Pemasaran Internasional



A. Latar Belakang


Strategi global beranggapan bahwa produk-produk yang lebih distandarisasi dan pemantauan oleh kantor pusat. Akibatnya, strategi kompetitif disentaralisasi dan dipantau oleh kantor pusat. Unit-unit bisnis strategis yang beroperasi pada setiap negara dianggap saling mempunyai tergantung (interdependent), dan kantor pusat berusaha untuk menyatukan bisnis-bisnis yang tersebar di negara-negara tersebut. Oleh Karena itu, melakukan strategi ini mempromosikan produk-produk standar ke berbagai pasar di negara-negara yang berbeda dan strategi bersaing ini ditentukan oleh pusat. Jadi pengertian strategi global menitik beratkan pada skala ekonomi dan mempromosikan lebih banyak peluang untuk mendaya gunakan inovasi yang kemduian dikembangkan pada tingkatan perusahaan atau dalam sebuah negara atau di pasar-pasar lainnya. Strategi global mempunyai resiko yang rendah, akan tetapi bisa melewatkan peluang-peluang yang sudah ada pada pasar-pasar domestik, baik dikarenakan pasar-pasar itu tidak menunjukkan adanya peluang, atau karena peluang-peluang itu mengharuskan produk-produk tersebut harus sesuai pada pasar domestik. Akibatnya strategi ini tidak begitu responsive terhadap pasar-pasar domestik dan susah untuk dikelola, karena kebutuhan untuk mengkoordinasi strategi-strategi dan mengontrolnya pada keputusan lintas negara. Akibatnya, pencapaian kegiatan operasi yang efisien perlu berbagi sumber daya dan penekanan diberikan pada koordinasi dan kerjasama antar unit di lintas negara tersebut. Strategi ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

B. Pentingnya Strategi


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan adanya perkembangan pada berbagai macam perusahaan yang dilengkapi dengan pesatnya kemajuan tekonologi informasi, maka strategi merupakan kebutuhan yang fital dan sangat penting dalam menjalankan suatu roda perusahaan untuk menghadapi berbagai macam tantangan, rintangan, gangguan baik internal maupun eksternal, khususnya para pesaing pada core bisnis yang sama.
Sejalan dengan pentingnya strategi, maka Jain (1990) berpendapat bahwa setiap organisasi membutuhkan strategi yang tepat, apabila menghadapi situasi berikut:

1. Sumber daya yang dimiliki sedikit.
2. Ada ketidak jelasan (uncertainity) mengenai kekuatan daya saing organisasi.
3. Komitmen (commitment) terhadap sumberdaya tidak bisa diubah lagi.
4. Keputusan-keputusan (decisions) harus dikoordinasikan antar bagian sepanjang waktu.
5. Ada ketidak jelasan mengenai pengendalian inisiatif.

Sementara Porter (1980) dia berpedapat bahwa ”the reason why firms succeed or fail is perhaps the central question in strategy”. Artinya, strategi akan memastikan sukses atau gagalnya suatu perusahaan. Oleh karena itu, mengingat bahwa strategi mempunyai peran yang sangat menentukan, maka penetapan strategi menjadi sesuatu hal yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Namun demikian strategi perlu dibedakan dengan taktik. Dari pengertian yang paling sederhana dan paling uum di gunakan akan bisa dibedakan bahwa strategi (strategy) adalah saat dimana memutuskan seseuatu hal apa yang harus dikerjakan, sedangkan taktik (tactics) adalah saat dimana untuk memutuskan bagaimana mengerjakan sesuatu hal. Ada beberapa penbisa pakar untuk membedakan strategi dengan taktik. Brucker mempunyai pendapat bahwa strategi adalah mengerjakan sesuatu hal yang benar (doing the right things) dan taktik adalah mengerjakan sesuatu hal dengan benar (doing the things right). Selain itu, Karl Van Clausewitz mempunyai pendapat bahwa strategi merupakan suatu seni dalam pertempuran untuk memenangkan suatu peperangan, sedangkan taktik merupakan seni menggunakan tentara dalam medan pertempuran.

Berdasar beberapa pengertian di atas, maka taktik merupakan rentetan dari pelaksana kerja atau penjabaran operasional dari strategi untuk mencapai tujuan, sedangkan strategi adalah penjabaran arah yang akan ditempuh perusahaan di masa yang akan datang.

C. Pengertian Strategi Global


Secara umum, ada tiga pandangan tentang 'strategi global'. Pertama, strategi global adalah salah satu bentuk perusahaan multinasional maksudnya adalah multinational enterprise/MNE. Strategi yang sebagai (treats) pada negara di seluruh dunia ini sebagai sebuah pasar global (global marketpalce) (Levitt,dan Yip dalam Peng dan Miles, 2009). Strategi MNE yang lain umumnya dikenal sebagai strategi internasional (atau eksport-driven), multidomestik dan. Akan tetapi, strategi ini tampaknya merupakan bentuk ideal yang tidak terdapat di antara MNE (Rugman dan Verbeke 2004).

Pandangan kedua membentuk (treats) strategi global sebagai manajemen strategi internasional (Bruton et al 2004;. Inkpen dan Ramaswamy 2006; Lu 2003). Jadi pengertian manajemen internasional strategis mempunyai pengertian lebih luas daripada 'strategi global' seperti yang didefinisikan oleh pandangan pertama.

Pandangan ketiga menerangkan bahwa strategi global dalam artian secara luas maksudnya yaitu strategi perusahaan di seluruh dunia, yang merupakan teori perusahaan tentang kiat untuk sukses bersaing dengan pesaing (Peng dan Delios 2006). Definisi ini secara akurat meliputi strategi pemasaran perusahaan internasional (cross-border) dan non-internasional (domestic).

Definisi ketiga membentuk (treats) strategi global sebagai strategi perusahaan di seluruh dunia (Peng dan Delios 2006). Dengan kata lain strategi global mempunyai pengertian bahw tidak didefinikan secara sempit, atau menyamakan strategi global dengan manajemen strategis internasional (pandangan ke dua). Walaupun benar bahwa definisi pertama secara eksplisit fokus pada aspek-aspek internasional, definisi kedua terfokus tata kelola perusahaan dan CSR. Dapat di ketahui secara keseluruhan bahwa global strategi sebagai lapangan pada persimpangan antara manajemen strategis dan pada bisnis internasional.




BAB 2
PEMBAHASAN

A. Definisi Strategi Global


Dalam Bisnis global, perlu dipahami dan diketahui bahwa lingkungan yang berkaitan dengan perbedaan ekonomi, politik, budaya, sosial juga perdagangan dunia dan kerangka investasi serta sistem moneter global. Tujuan utama dari perusahaan adalah bagaimana perusahaan menciptakan laba yang optimal, yakni dengan dua cara,

1) menambah nilai produk supaya konsumen mau membayar lebih,
2) melakukan kreasi nilai (value creation) supaya bisa menurunkan anggaran produksi.


1. Peningkatan laba melalui ekspansi global


Untuk menambah peningkatan laba perusahaan lokal, salah satunya dengan cara melakukan pengembangan secara global. Dengan cara ini akan diperoleh :
a. Penambahan keuntungan yang lebih besar, melalui kemampuan khusus atau inti.

b. Menyadari ekonomi lokasi, dimana mendorong untuk terciptanya kreasi nilai (value creation) pada lokasi yang akan di targetkan yang mungkin paling efisien.

c. Menyadari adanya kurva pengalaman yang lebih besar, yang akan mengurangi anggaran (value creatio).


2. Tekanan-tekanan untuk mengurangi anggaran dan local responsiveness


Dalam memasuki pasar global, ada dua tipe tekanan persaingan yang akan dihadapi, yaitu:

a. Tekanan untuk pengurangan anggaran
Tekanan ini bisa diatasi dengan cara melakukan produksi masa dan standardisasi produk pada lokasi yang tepat.

b. Tekanan untuk tanggap akan lingkungan domestik

Tekanan domestik terjadi karena hal-hal berikut :
• Perbedaan selera konsumen dan pilihan
• Perbedaan infrastruktur dan praktek tradisional
• Perbedaan saluran distribusi
• Permintaan pemerintah domestik


B.Pemilihan Strategi


Perusahaan mempunyai empat macam strategi untuk bersaing di pasar global yaitu :

1. Strategi Internasional (International Strategy)


Strategi ini memasarkan bagaimana perusahaan untuk menciptakan suatu nilai yang unggul dari pada pesaing lain dengan transfer keahlian dan produk yang bernilai kepada pasar asing, dimana dibidang ini menjadi kelemahan yang dimiliki oleh pesaing dan kompetensi inti ini tidak dimiliki oleh para pesaing.

2. Strategi Multidomestik ( Multidomestic Strategy)


Dalam penerapan strategi ini, perusahaan secara ekstensif melakukan kostumisasi terhadap produk dan strategi pemasaran produknya kearah kondisi nasional yang berbeda, dimana value creation juga menjadikan pada kegiatan produksi, pemasaran, R&D (penelitian & pengembangan) di setiap negara yang di jadikan target pasar global.

3. Strategi Global


Strategi global memusatkan pada peningkatan laba, dimana lebih mengarahkan pada standardisasi kualitas produk secara global, dan tidak melakukan penyesuaian produk terhadap kondisi domestik, karena menggunakan strategi low cost sehingga menbisakan laba yang maksimal.

4. Strategi Transnasional


Strategi ini mencoba mencapai semua strategi yang ada untuk menbisakan solusi untuk semua masalah. Dimana perusahaan melakukan pengurang anggaran atas kondisi domestik dan juga transfer kompetensi inti serta tekanan domestik. Jadi strategi ini berusaha untuk mengurangi tekanan pengurangan anggaran dan tekanan local responsiveness yang tinggi secara bersama dan juga melakukan diferensiasi.

Masing-masing strategi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu, kita sebagai pemilik perusahaan harus bisa memilih strategi yang tepat guna untuk menghadapi kondisi dengan pertimbangan tekanan pengurangan anggaran dan tekanan domestik responsiveness yang akan dihadapi.

C. Persekutuan Strategi


Persekutuan strategi adalah salah satu komponen yang terpenting dalam sebuah strategi perusahaan, dimana berkenaan dengan persetujuan kooperasi atau persetujuan bersama antara pesaing potensial dengan pesaing yang sudah ada. Dalam persekutuan strategi ini terbisa berbagai keunggulan dan kelemahan. Salah satu manfaat persekutuan strategi adalah mudah untuk memasuki pasar internasional dengan saling melengkapi kekurangan satu dengan yang lainnya dalam hal keahlian dan penurunan anggaran dan resiko dalam mempromosikan produk serta mudah dalam penetapan standar teknologi industri internasional.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan supaya persekutuan strategi ini sukses, yaitu :

1. Pemilihan beberapa partner/rekan bisnis, dimana harus jelas siapa yang akan kita ajak untuk melakukan kerjasama, apakah partner tersebut bisa bekerjasama mencapai tujuan strategi dan tujuan persekutuannya serta tidak memanfaatkan persekutuannya dimasa mendatang untuk keperluan individunya. Dan sebagai perusahaan yang kedepannya akan melakukan aliansi kerjasama strategi, kita harus melakukan berbagai langkah-langkah yang tepat seperti, mencari informasi tentang rekan bisnis dan mengumpulkan data serta mencari tahu tentang rekan bisnis tersebut.

2. Struktur persekutuan adalah memastikan suatu rancangan yang terstruktur sehingga terjadi keadilan dalam hal pembebanan risiko dan menghindari terjadinya pemanfaatan dari rekan bisnis untuk kepentingannya pribadi.

3. Penanganan persekutuan, dalam hal ini bisa dilakukan pengamanan dengan teknologi, atau dengan penetapan kontrak, dimana terjadi persetujuan atau kesepakatan yang jelas, adil antara perusahaan dengan partnernya dengan komitmen yang mantap supaya tidak terjadi resiko yang tidak diinginkan.


D. Memasuki Pasar Asing


Ada enam cara yang berbeda yang bisa digunakan perusahaan dalam memasuki pasar asing atau pasar internasional, yaitu :

1. Ekspor


Kegiatan melakukan ekspor merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya pada pasar global. Melakukan kegiatan ekspor mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

kelebihannya adalah menghindari anggaran substansi dan membantu perusahaan untuk mencapai kurva pengalaman dan lokasi yang ekonomis sesuai strategi pasar global, apalagi jika negara itu tersentralisasi, maka bisa memanfaatkan skala ekonomi dari volume penjualan global. Sedangkan kekurangan yang dimiliki adalah akan tidak memberikan profit di negara asal jika ternyata lebih ekonomis dan efektikf jika diproduksi di negara tujuan target pasar global, lalu anggaran transportasi yang terlalu tinggi dan ancaman tarif akan membaut menjadi kurang ekonomis dan efektif serta sangat beresiko yang mengakibatkan kegagalan.

2. Proyek “Turnkey”


Dalam proyek turnkey kontraktor setuju akan menangani setiap detil proyek untuk klien asing termasuk pada training para personilnya. Proyak Turnkey adalah proses teknologi untuk melakukan proses ekspor ke negara lain. Jadi dengan adanya proyek turnkey merupakan suatu proyek yang dalam proses nya yaitu melakukan kegiatan ekspor ke negara lain, kendalinya dipegang oleh klien asing itu sendiri dalam hal ini perusahaan asing.

Keuntungannya :
• Perusahaan menbisa pengembalian ekonomi dari aset pada saat investasi langsung

Kelemahannya :
• Tidak ada keuntungan jangka panjang di negara asing tersebut.
• Terciptanya persaingan yang ketat.
• Apabila persaingan bersumber dari teknologi, maka perusahaan domestik akan menjual keunggulan bersaingannya pada pesaing potensial atau aktual.

3. Lisensi


Merupakan suatu kesepakatan antara pemberi lisensi yang akan memberikan haknya kepada pembeli lisensi, dalam beberapa waktu tertentu dimana pemilik lisensi akan memperkenakan pengembaliannya dalam bentuk imbalan dari pembeli lisensi tersebut.

Keuntungannya :
• Anggaran dan resiko yang dihasilkan rendah atau kecil.
• Merupakan kesempatan yang menarik bagi perusahaan yang mempunyai dana sedikit dan ingin melakukan operasional di negara asing.
• Mempermudah perusahaan yang akan ingin masuk pada pasar asing melalui investasi.

Kelemahannya :
• Tidak adanya hak bagi perusahaan dalam mengontrol atau melakukan pemantauan terhadap pemasaran, manufaktur, strategi dan pemanfaatan lokasi untuk tujuan ekonomis dan efisiensi
• Susah dalam hal bersaing karena memerlukan koordinasi dan strategi.
• Kemungkinan mempunyai kehilangan ‘technological know how’ yang berdampak pada keunggulan bersaing bagi perusahaan asal.

Ada jalan keluar untuk mengatasi kelemahan yang sudah di terangkan diatas, yaitu melalui cross licensing agreement, yaitu merupakan cara yang paling tepat digunakan pada industri-industri teknologi dimana ada perjanjian atau kesepakatan bahwa perusahaan bisa melisensi beberapa kepemilikannya yang tidak berwujud dan memberikan pengetahuan teknologinya kepada perusahaan asal.

4. Waralaba (Franchising)


Waralaba merupakan bentuk sertifikat, waralaba menjual tidak hanya property yang tidak berwujud,akan tetapi juga sesuatu hal yang disetujui dengan aturan yang ketat sesuai tata cara untuk melakukan bisnis. Dimana frenchisor membantu kepada frenchisee untuk menjalankan bisnisnya dengan memberikan balasan yaitu yang disebut royalti sejumlah prosentase tertentu dari hasil penjualan bisnis frenchiseenya. Biasanya penggunaan waralaba terbisa pada perusahaan jasa.


Keunggulannya :
• Anggaran dan resiko yang rendah.
• Mudah masuk pasar asing.
• Mempercepat dalam menbisakan keuntungan.

Kelemahannya :
• Masalah dalam pengendalian kualitas.

5. Joint Venture dengan perusahaan setempat


Joint venture merupakan suatu bentuk kerjasama antar dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan (bergabung) atau keberadaan satu perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih perusahaan.

Keunggulannya :
• Mendapatkan manfaat dari pengetahuan partner domestik.
• Bisa berbagi anggaran dan resiko dengan partner domestik.
• Merupakan cara untuk memasuki pasar asing.

Kelemahannya :
• Resiko dalam hal memberikan teknologinya kepada partner domestik.
• Tidak ada pengendalian yang ketat.
• Kepemilikan bisa mengarah pada konflik dan perang pengendalian antar perusahaan.

6. Dimiliki sepenuhnya oleh cabang


Dalam kategori ini 100% saham akan dimiliki sendiri oleh perusahaan yang akan memasuki pasar asing. Dimana untuk mengatasinya ada dua cara untuk melakukan strategi ini :
• Dengan menjadikan operasional baru pada negara tersebut.
• Dengan merayu dan menggunakan perusahaan yang ada di negara tersebut untuk mempromosikan produknya dipasar.
Keunggulannya :
• Meniadakan resiko kehilangan keunggulan bersaingnya.
• Adanya pengendalian yang ketat pada proses operasional diberbagai negara.

Kelemahannya :
• Mahalnya anggaran yang dikeluarkan untuk memasuki pasar di negara asing.
• Karena perusahaan membuat seluruh proses operasi di negara tujuan sendiri saja maka anggaran dan resiko yang ditanggung besar.


E. Pemasaran Global


Pemasaran global menitikberatkan untuk melakukan strategi promosi pemasaran bisnis internasional yaitu bagaimana supaya perusahaan menentukan kapan waktunya untuk produk terstandardisasi dan kapan waktunya untuk tidak terstandardisasi. Dalam melakukan pemasaran global juga harus diperhatikan untuk bauran pemasaran dengan selalu memandang pada cita rasa dan preferensi konsumen yang konsisten di berbagai penjuru negara.

F. Manajemen Operasional Global


Perbaikan dalam pengendalian kualitas akan mengurangi anggaran melalui tiga cara :

1. Meningkatkan produktivitas sebab ketidak adanya pemborosan dan pengurangan cacat.
2. Peningkatan kualitas produk artinya mengurangi anggaran cacat dan scrap.
3. Menurunkan jaminan dan anggaran perbaikan atau pengerjaan ulang untuk kualitas produk yang lebih baik.

Dalam manajemen operasional berarti semua pihak atau semua bidang yang terintegrasi dalam perusahaan ikut secara bersama menjalankan tugas atau cara-cara diatas dengan baik dan benar supaya tujuan perusahaan yaitu menbisakan peningkatan laba akan tercapai.

G. Sumber Daya Manusia Global


Dalam bidang ini akan membahas tentang bagaimana perusahaan mengatur srtuktur oraganisasinya yaitu bagian sumber daya manusia secara efektif. Diantaranya yaitu staffing, evaluasi kinerja, pengembangan manajemen, kompensasi dan hubungan antar tenaga kerja. Karena dengan perusahaan mempunyai kepedulian terhadap karyawannya baik itu yang ada di dalam negri maupun karyawannya yang ada di negara dimana perusahaan melakukan perdagangan atau masuk ke pasar internasional, maka akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya visi dan misinya.

BAB 3
PENUTUP

A. Pendekatan Strategis sebagai Solusi Menghadapi Tantangan Global


Studi Hubungan Internasional merupakan sebuah studi dinamis, yang memungkinkan adanya perkembangan ilmu sesuai tuntutan zaman. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya fenomena-fenomena internasional yang bermunculan. Semakin beragamnya fenomena, menuntut Hubungan Internasional untuk bisa mengkaji dan menganalisis penyebab dan mencari solusi dari peristiwa yang terjadi. Pergeseran objek kajianpun terjadi dalam studi Hubungan Internasional. Terlebih setelah berakhirnya Perang Dingin, objek kajian studi Hubungan Internasional yang dulunya hanya berfokus mengenai negara, konflik dan perdamaian, bergeser mengenai isu-isu yang sebelumnya luput dari perhatian Hubungan Internasional. Dengan beragamnya fenomena hubungan internasional, perspektif yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut tidak cukup jika hanya menggunakan perspektif tradisional Hubungan Internasional. Perspektif tradisional seperti Realisme dan Liberalisme, dianggap mempunyai kekurangan karena terlalu state-centric. Sehingga persoalan diluar negara, tidak bisa dijelaskan melalui perspektif tradisional. Mengingat bahwa persoalan yang dihadapi Hubungan Internasional saat ini bukan lagi hanya berfokus pada suatu negara namun juga terhadap isu global internasional.

Diperlukan perspektif lain yaitu perspektif alternatif yang bisa mengisi kelemahan perspektif tradisional untuk membantu menjawab isu global yang terjadi saat ini. Perspektif-perspektif alternatif tersebut sering kali mengkritisi perspektif tradisional, dan berusaha mengangkat isu-isu baru yang tidak dilihat pada perspektif tradisional. Seperti contohnya adalah mengenai isu lingkungan, yang kemudian diangkat menjadi isu global oleh perspektif hijau. Isu seperti lingkungan menjadi sangat baru bagi studi Hubungan Internasional, karena sebelumnya fokus kajian dalam Hubungan Internasional adalah antroposentris. Yang mana pemikirannya berfokus pada manusia, seperti Realisme dan Liberalisme yang berasumsi pada sifat dasar manusia. Sedangkan untuk perspektif pada lingkungan, pendekatan yang digunakan adalah ecosentris, yang mana lingkungan hijau sebagai fokus kajiannya. Sehingga pada perspektif hijau, problematika lingkungan beserta rezim lingkungan perlu untuk dibahas karena permasalah tersebut sudah dianggap tidak bisa diselesaikan oleh negara (Peterson, 2005:236).

Fenomena yang sedang dirasakan dunia saat ini adalah globalisasi. Pasca Perang Dingin, globalisasi menjadi fenomena yang masif dalam hubungan internasional. Sehingga dengan adanya globalisasi, merupakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya pergeseran fokus dalam studi Hubungan Internasional. Menurut Linklater (2001), globalisasi telah memengaruhi komunitas politik dan menciptakan fragmentasi baru. Sehingga dengan globalisasi hakikat dari komunitas politik bisa berubah, sebagai contohnya bisa dilihat dari negara –negara dunia ketiga. Yang mana melalui globalisasi ekonomi dan politik meningkat dengan dibukanya banyak kerjasama internasional, namun nyatanya fragmentasi dalam komunitas politik tetap terjadi di negara dunia ketiga. Fragmentasi komunitas politik ini disebabkan karena kegagalan atau ketidakmampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya (Linklater, 2001:624). Ditambah dengan adanya globalisasi, persaingan pasar semakin bebas sehingga mengharuskan negara untuk mencari solusi supaya bisa bertahan di dunia internasional. Dengan begitu, negara sebagai aktor utama dalam hubungan internasional tidak bisa bertahan sendiri tanpa memperdulikan aktor non negara seperti MNCs dan lainnya. Negara harus bisa berbagi peran dengan aktor lain untuk bisa menyelasaikan berbagai masalah yang saat ini semakin kompleks. Sehingga bisa dipastikan bahwa dengan adanya globalisasi aktor non negara yang sebelumnya tidak dianggap penting, saat ini bahkan bisa mempengaruhi perilaku negara dalam hubungan internasional.

Dengan demikan perspektif mainstream dalam Hubungan Internasional, perlu kehadiran perspektif baru yaitu perspektif alternatif yang bisa melihat fenomena hubungan internasional lebih luas. Sehingga tidak hanya berfokus dengan sesuatu yang menyangkut negara saja, akan tetapi lebih khususnya dalam mengahadapai tantangan globalisasi. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa globalisasi tidak bisa dihindari negara. Globalisasi beserta tanda yang mengikutinya memaksa suatu Hubungan Internasional untuk menanggung globalisasi menjadikan salah satu fokus kajian dalam Hubungan Internasional. Perspektif mainstream kemudian tidak cukup untuk mengkaji masalah globalisasi, untuk itulah perlu adanya perspektif atau pendekatan lain.

Salah satu pernyataan Hubungan Internasional yaitu Linklater (2001) mencoba untuk melakukan analisis pengaruh globalisasi yang telah mempengaruhi komunitas politik dengan tiga pendekatan.
Pendekatan pertama adalah kosmopolitanisme yang mempunyai fokus pada kesetaraan individu. Dan solusi dari problematika global adalah dengan mendorong adanya kesejahteraan yang merata di segala aspek bidang (Linklater, 2001:629).
Pendekatan kedua adalah postmodernisme yang menyoroti bahaya dari konstruksi ilmu pengetahuan yang dihasilkan manusia. Konstruksi ilmu pengetahuan ini menurut Foucault bisa menjadikan fondasi baru bagi power dan dominasi seseorang (Linklater, 2001:630).
Pendekatan ketiga adalah komunitarianisme yang mempunyai pendapat bahwa seseorang memiliki kepentingan terhadap suatu komunitas, yangmana individu juga mempunyai loyalitas dan akan menjaga loyalitas tersebut saat telah menjadi anggota dari suatu komunitas tersebut(Linklater, 2001:630). Artinya adalah dalam sebuah komunitas, anggotanya akan tunduk terhadap nilai-nilai komunitas tersebut dan tidak mudah untuk pindah ke lain komunitas karena terikat satu sama lain.

Perlilaku Hubungan Internasional merupakan studi yang dinamis artinya selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman, tentunya tidak cukup hanya dengan perspektif tradisional maupun alternatif yang saat ini telah ada. Perlu adanya kemunculan perspektif baru yang akan mewarnai studi Hubungan Internasional. Dikarenakan, perspektif tidak hanya digunakan dalam teks tetapi juga dalam praktek. Negara dalam melakukan usahanya harus bertahan dalam tantangan global, perlu mempergunakan banyak perspektif tidak hanya terfokus pada salah satu perspektif saja. Alasan lain karena perlunya lebih dari satu perspektif yang digunakan dalam menganalisa suatu fenomena yang terjadi adalah karena setiap perspektif pasti memiliki kekurangan. Sehingga diperlukan perspektif lainnya guna membantu menangani suatu masalah. Pendekatan strategis menjadi solusi yang dirasa tepat dan dibutuhkan untuk menghadapi persoalan global yang saat ini sedang dihadapi berbagai negara di dunia. Pendekatan strategis dibawa oleh David A Lake dan Robert Powell (1999) yang menekankan negara untuk bertindak strategis supaya kepentingan negara bisa dicapai dan supaya meminimalisir kerugian ataupun berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi. Pendekatan Strategis berasumsi jika aktor akan membuat keputusan yang merepresentasikan tujuannya sendiri (Lake & Powell, 1999:7). Dengan mempunyai tujuan, maka tindakan apa yang akan dilakukan harus dipikirkan dan diperhitungkan dengan matang. Cara berfikir strategis dan perilaku strategis sangat diperlukan dalam hal ini. Untuk itu pendekatan strategis muncul, dengan memberikan alternatif lain khusunya dalam menghadapi globalisasi, yang mana setiap aktor perlu untuk menjadi strategis supaya bisa bertahan.

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa saat ini Studi Hubungan Internasional telah banyak mengalami perkembangan. Hal ini dilihat dari semakin bermunculan perspektif-perspektif baru yang mewarnai Hubungan Internasional. perspektif-perspektif baru ini, hadir dengan mengangkat fenomena yang juga baru dan tidak dilihat sebelumnya oleh perspektif tradisional. Studi Hubungan Internasional Airlangga juga menilai bahwa tidak cukup jika hanya menggunakan perspektif tradisional untuk menjelaskan fenomena kontemporer yang saat ini terjadi. Untuk itulah diperlukan perspektif lain yang bersifat strategis. Melalui pendidikan di Airlangga School of Thought yang saat ini sedang melakukan pengembangan, menyuguhkan sebuah perspektif yang tidak hanya berfokus pada pola pikir yang strategis, akan tetapi juga pada sikap strategis dalam Hubungan Internasional. Sehingga para HI khususnya HI Universitas Airlangga yang dituntut untuk menjadi seorang strategis dengan dibekali kemampuan komunikasi, negosiasi dan manajerial yang tinggi diharapkan mampu dalam membuka jalan bagi pengembangan perspektif dan paradigma baru tersebut sehingga ilmu HI khususnya di Indonesia bisa berkembang dengan akar tradisinya sendiri.



DAFTAR PUSTAKA


http://mrasyidin.blogspot.com/2010/04/strategi-global.html di akses pada 1 Desember 2019
http://indahjewel.blogspot.com/2012/06/manajemen-strategi-pada-lingkungan.html di akses pada 1 Desember 2019
http://retno-anggraeni-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-106715-Teori%20Hubungan%20Internasional-Pendekatan%20Strategis%20sebagai%20Solusi%20Menghadapi%20Tantangan%20Global.html Di akses pada 1 Desember 2019

MANAJEMEN STRATEGIS PENGUKURAN INTERNAL

















AUDIT INTERNAL


Audit internal merupakan bagian dari faktor internal. Audit ini memerlukan pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi manajemen. Tujuan dari audit internal adalah untuk mengembangkan daftar terbatas kekuatan yang dapat dimanfaatkan perusahaan dan kelemahan harus diminimalisasikan.


Kunci keberhasilan organisasi adalah koordinasi dan pemahaman yang baik diantara para manajer dari semua bidang fungsional dalam bisnis melalui keterlibatan dalam melaksanakan audit internal menajemen strategis, para manajer dari keputusan-keputusan di bidang fungsional lainnya dalam perusahaan mereka.


PANDANGAN BERBASIS SUMBER DAYA (RBV)


Pendekatan RBV tentang keunggulan kompetitif yang menyatakan bahwa sumber daya internal adalah lebih penting untuk perusahaan dibanding faktor eksternal dalam mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif.


Jay Barney menyatakan bahwa kinerja organisasi pada dasarnya ditentukan sumber daya internal yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori: sumber daya fisik, sumber daya manusia, dan sumber daya organisasi. Teori ini menekankan bahwa sumber daya membantu perusahaan mengeksploitasi peluang dan menetralisasi ancaman. Ide dasar RBV adalah bahwa bauran, jenis, jumlah dan sifat dari sumber daya internal perusahaan harus dipikirkan lebih dahulu dan penting mengembangkan strategi yang dapat mengarahkan pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Teori ini sangat berguna bagi perusahaan yang menjalankan strategi yang belum diimplementasikan oleh perusahaan pesaing manapun.


Sumber daya bernilai harus memenuhi kriteria sebagai berikut:


a. Sumber daya langka adalah sumber daya yang tidak dimiliki perusahaaan pesaing. Jika banyak perusahaan memiliki sumber daya yang sama, maka perusahaan tersebut cenderung mengimplementasikan strategi yang mirip, maka tidak akan memberikan keunggulan kompetitif.


b. Sumber daya yang sama sulit untuk ditiru, jika perusahaan tidak dengan mudah mendapatkan sumber daya, maka sumber daya akan mengarah kepada keunggulan kompetitif.


c. Tidak mudah digantikan, apabila tidak ada produk pengganti yang memungkinkan, maka perusahaan akan mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya.


d. Semakin banyak sumber daya memenuhi kriteria tersebut, maka semakin kuat keunggulan kompetitif perusahaan dan semakin lama bertahannya.


MENGINTEGRASIKAN STRATEGI DAN BUDAYA


Budaya perusahaan (organizational culture) merupakan pola perilaku yang telah dikembangkan oleh suatu organisasi untuk menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, yang telah bekerja cukup baik untuk dianggap sah dan akan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk dimengerti, dipikirkan, dan dirasakan. Budaya perusahaan memiliki kemungkinan yang besar dalam menentukan tindakan strategi perusahaan, terkadang mendominasi pilihan langkah strategis, yang mana nilai, kepercayaan, ritual, seremonial, mitos, cerita, legenda, bahasa, symbol, dan kepahlawanan yang sudah terpatri dalam pemikiran dan tindakan dari pimpinan perusahaan, sehingga mempengaruhi pilihan strategi yang dipilihnya.


Budaya perusahaan secara signifikan mempengaruhi keputusan bisnis dan harus dievaluasi selama audit manajemen strategis internal dan mengabaikan pengaruh yang dimiliki budaya dalam hubungannya diantara area fungsional bisnis yang dapat mengakibatkan hambatan komunikasi, kurangnya koordinasi, dan ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi. Tantangan untuk manajemen strategis saat ini adalah untuk membawa perubahan dalam budaya organisasi dan pemikiran individu yang dibutuhkan untuk mendukung formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi.


MANAJEMEN


Dalam perencanaan manajemen strategi, pengelolaan manajemen sumber daya manusia merupakan hal yang penting untuk menghadapi persaingan. Untuk mengelola manajemen SDM menjadi lebih baik diperlukan fungsi manajemen yang terdiri dari:


1. Perencanaan


Perencanaan adalah proses untuk mengkaji apa yang hedak dikerjakan dimasa yang akan datang. Perencanaan terdiri dari semua aktivitas manajerial yang berkaitan dengan persiapan menghadapi masa depan. Kegiatan- kegiatan khusus, termasuk meramalkan, menetapkan sasaran, menetapkan strategi, dan mengembangkan kebijakan.


Perencanaan memungkinkan perusahaan menghemat sumber daya ekologis, mendapatkan keuntungan yang wajar dan dapat dipandang sebagai perusahaan yang efektif dan berguna.


Disamping itu perencanaan juga dapat memberikan dampak positif pada kinerja organisasi dan individu. Bagi dunia organisasi, dengan adanya perencanaan, memungkinkan organisasi mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang eksternal serta meminimalkan dampak ancaman eksternal.


2. Pengorganisasian


Pengorganisasian termasuk semua aktivitas manajerial yang menghasilkan struktur tugas dan hubungan wewenang. Bidang spesifik termasuk desain organisasi, spesialisasi pekerjaan, uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, rentang kendali, kesatuan, komando, koordinasi, desain pekerjaan dan analisis pekerjaan.


3. Memotivasi


Memotivasi merupakan suatu proses mempengaruhi orang untuk mencapai sasaran tetentu. Memotivasi mencakup usaha-usaha yang diarahkan untuk membentuk tingkah laku manusia. Fungsi pemotivasian dari manajemen mencakup paling sedikit 4 aspek utama, yaitu:


1) Kepemimpinan


Kepemimpinan termasuk mengembangkan visi masa depan perusahaan dan mengantisipasi orang untuk bekerja keras mencapai visi tersebut.


2) Dinamika kelompok


Dinamika kelompok berperan besar dalam hal moral dan kepuasan karyawan. Perencanaan strategi harus dapat mengidentifikasi komposisi dan sifat kelompok informal dalam suatu organisasi untuk mempermudah perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi.


3) Komunikasi


Sistem komunikasi dalam suatu organisasi menentukan keberhasilan pelaksanaan stretegi. Komunikasi dua arah yang baik sangat penting agar sasaran dan kebijakan departemen dan divisi di dukung oleh semua pihak.


4) Perubahan organisasi






4. Penyusunan Staf


Aktivitas penyusunan staf berperan penting dalam usaha pelaksanaan strategi. aktivitas penyusunan staf berpusat pada manajemen personalia atau sumber daya manusia.


Aktivitas dalam penyusunan staf antara lain: merekrut, mewawancara, menguji, memilih, mengarahkan, melatih, mengembangkan, memelihara, mengevaluasi, memberikan imbalan, mendisiplinkan, mempromosikan, memindahkan, menurunkan pangkat, mengeluarkan karyawan, serta menjaga hubungan dengan serikat.


5. Pengawasan


Pengawasan merujuk pada semua aktivitas menajerial yang diarahkan untuk memastikan hasil yang didapat konsisten dengan hasil yang direncanakan. Fungsi pengawasan manajemen sangat penting agar evaluasi strategi dapat dilakukan secara efektif. Pengawasan terdiri dari 4 langkah dasar, yaitu:


1) Menetapkan standar prestasi


2) Mengukur prestasi individu dan organisasi


3) Membandingkan prestasi sesungguhnya dengan standar prestasi yang ditetapkan


4) Melakukan tindakan korektif


PEMASARAN


Pemasaran dapat digambarkan sebagai proses menetapkan, mengantisipasi, menciptakan, serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dan produk atau jasa.


Dalam analisis situasi pemasaran setidak-tidaknya perlu memperhatikan tiga hal penting, yaitu:


1. Analisis lingkungan umum (environmental analysis)


Dalam hal ini tangungjawab manajemen pemasaran adalah mengidentifikasi perubahan signifikan lingkungan umum yang terkait dengan perusahaan.


2. Analisis perilaku konsumen (consumer behavior analysis)


Engel, Blakwell, dan Miniard mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi, serta menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.


3. Analisis perilaku pesaing (competitor behavior analysis)


Analisis dan evaluasi terhadap pesaing akan sangat membantu manajemen memutuskan di mana akan bersaing dan bagaimana menentukan posisi menghadapi pesaingnya pada setiap pasar sasaran.


Untuk menciptakan daya saing pasar mengarah kepada keunggulan kompetitif dan daya saing yang strategis, perlu dikombinasikan kompetensi ini dengan posisi atau taktik pasar produk, bagaimana perusahaan belajar untuk bersaing terutama dengan basis perbedaan-perbedaan spesifik perusahaan, dan tidak mencari keunggulan kompetitif semata-mata dengan basis karakteristik structural industry.


Dasar fungsi pemasaran terdiri dari:


1. Analisis pelanggan


Analisis pelanggan adalah meneliti dan mengevaluasi kebutuhan, kemauan, serta keinginan pelanggan dengan melibatkan sejumlah kegiatan seperti survei pelanggan, analisis informasi konsumen, evaluasi strategi posisi pasar, mengembangkan profil pelanggan dan menetapkan strategi segmentasi pasar yang optimal.


2. Menjual produk / jasa


Menjual produk /jasa terdiri dari berbagai aktivitas pemasaran, seperti pemasangan iklan, promosi penjualan, pemberitaan atau hubungan masyarakat, penjualan tatap muka, menajemen tenaga penjualan, hubungan dengan pelanggan dan hubungan dengan dealer.


3. Perencanaan produk dan jasa


Perencanaan produk dan jasa mencakup kegiatan seperti uji pemasaran, menentukan posisi produk dan merek, memberikan garansi, pembuatan kemasan, menetapkan pilihan produk, fitur produk dan mutu produk, menghapus produk lama dan memberikan pelayanan kepada pelanggan.


4. Menetapkan harga


Lima (5) pihak utama yang berkepentingan untuk mempengaruhi keputusan penentuan harga yaitu konsumen, pemerintah, pemasok, distributor, pesaing.


Perencana strategi harus memandang harga dari perspektif jangka panjang karena pesaing dapat mengikuti perubahan harga dengan mudah.


5. Distribusi


Mencakup pergudangan, saluran dan cakupan distribusi, lokasi ritel, wilayah penjualan, tingkat dan lokasi persediaan, alat transportasi, perdagangan besar (wholesaling) dan perdagangan ritel (retailing).


Organisasi harus mempertimbangkan biaya dan manfaat dari berbagai pilihan menjual melalui pedagang besar dan pedagang eceran. Organisasi harus mempertimbangkan pentingnya memotivasi dan mengendalikan anggota penyalur penjualan serta pentingnya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan dimasa depan.


6. Riset pemasaran


Adalah mengumpulkan, mencatat dan menganalisis secara sistematis data mengenai masalah yang berkaitan dengan barang dan jasa. Kegiatan riset pemasaran mendukung semua fungsi bisnis utama dari suatu organisasi. Organisasi yang memiliki keterampilan riset pemasaran yang baik mempunyai kekuatan yang pasti dalam menjalankan strategi umum.


7. Analisis biaya manfaat


Tiga langkah yang disyaratkan untuk melakukan analisis biaya/manfaat a) menghitung total biaya yang terkait dengan keputusan; b) mengestimasikan total manfaat dari keputusan dan; c) membandingkan total biaya dengan total keuntungan. Badan pemerintahan di seluruh dunia bergantung pada seperangkat indikator kunci biaya/manfaat, termasuk berikut ini: net present value (NPV), present value of benefits (PVB), present value of costs (PVC), benefits cost ratio (BCR) = PVB/PVC, net benefit = PVB-PVC, NPV/k (dimana k adalah level dana yang tersedia).


KEUANGAN DAN AKUNTANSI


Analisis keuangan terkait dengan peran dan tanggung jawab dari manajemen keuangan yang meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan.


1. Fungsi Keuangan dan Akuntansi


Faktor-faktor keuangan sering mengubah strategi yang ada dan mengubah rencana implementasi. Menurut James Van Horne, fungsi keuangan/akuntansi terdiri atas 3 (tiga) keputusan, yaitu:


1) Keputusan Investasi (Investment Decision) atau Penganggaran Modal (Capital Budgeting)


Keputusan Investasi (Investment Decision) / Penganggaran Modal (Capital Budgeting) adalah alokasi dan realokasi modal dan sumber daya untuk proyek, produk, asset, dan divisi suatu organisasi.


2) Keputusan Keuangan


Berkaitan dengan menentukan struktur modal terbaik untuk perusahaan, termasuk meneliti berbagai metode yang dapat meningkatkan modal. Keputusan keuangan harus memperhatikan kebutuhan modal kerja jangka pendek dan jangka panjang. Ada 2 (dua) rasio keuangan yang menunjukkan keefektifan rasio keuangan sebuah perusahaan, yaitu: rasio utang atas modal saham (debt-to-equity ratio) dan rasio utang atas seluruh harta (debt-to-total assets ratio).


3) Keputusan Dividen


Berkaitan dengan masalah seperti persentase penghasilan yang dibayarkan kepada pemegang saham, stabilitas dividen yang dibayarkan dalam periode tertentu dan pembelian kembali atau penerbitan saham. Tiga (3) rasio keuangan yang membantu dalam mengevaluasi keputusan dividen perusahaan adalah: rasio pendapatan per saham (earning per share ratio), rasio dividen per saham (dividens per share ratio), rasio harga pendapatan (price earning ratio).


2. Jenis Rasio Keuangan Dasar


Membandingkan rasio sepanjang waktu dan terhadap rata-rata industri cenderung menghasilkan statistik yang berarti yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan.


Rasio-Rasio keuangan utama dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis:


1) Rasio likuiditas (liquidity ratio) mengukur kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek.














RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Rasio Lancar









Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek



Rasio Cepat





Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek tanpa mengendalkan penjualan dari persediaan







2) Rasio leverage (leverage ratio) mengukur sejauh mana perusahaan telah dibiayai oleh hutang.








RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Rasio utang terhadap Total Aktiva





Menghitung persentase jumlah dana yang disediakan oleh kreditor



Rasio utang terhadap ekuitas





Menghitung persentase dana yang disediakan oleh kreditor dibandingkan oleh pemegang saham



Rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas





Menghitung keseimbangan antara utang dan ekuitas di dalam struktur keuangan jangka panjang perusahaan



Rasio kelipatan bunga dihasilkan





Menghitung sejauh mana perusahaan dapat membiarkan labanya turun tanpa kehilangan kemampuan untuk membayar biaya bunga tahunannya







3) Rasio aktivitas (activity ratio) mengukur seberapa efektif sebuah perseroan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.








RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Perputaran persediaan





Untuk mengetahui apakah terdapat kelebihan persediaan dan apakah perusahaan menjual persediaannya dalam waktu yang lebih lambat dibandingkan rata-rata perusahaan lain di industri yang sama



Perputaran aktiva tetap





Mengukur produktivitas penjualan serta pemanfaatan aktiva tetap



Perputaran aktiva total





Untuk mengetahui apakah perusahaan menghasilkan volume bisnis yang cukup sesuai dengan ukuran investasi aktivanya







4) Rasio profitabilitas (profitability ratio) mengukur tingkat efektivitas manajemen secara keseluruhan dengan menampilkan tingkat pengembalian terhadap penjualan dan investasi.




















RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Margin Laba kotor


Penjualan setelah dikurangi harga pokok penjualan



















Penjualan


Margin yang tersedia untuk menutupi beban operasi dan menghasilkan laba



Margin laba operasi





Tingkat keuntungan yang diperoleh tanpa memperhitungkan pajak dan bunga



Margin laba bersih





Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) penjualan



Pengembalian atas aktiva





Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) aktiva; rasio ini juga disebut pengembalian atas investasi (return on investment-ROI)



Pengembalian atas ekuitas pemegang saham





Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) investasi yang ditanamkan pemegang saham



Laba per saham









Laba yang tersedia untuk setiap pemegang saham biasa



Rasio harga saham terhadap laba





Tingkat daya tarik perusahaan di pasar saham



5) Rasio pertumbuhan (growth ratio) mengukur kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi ekonominya dalam pertumbuhan ekonomi dan industri.








RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Penjualan


Persentase pertumbuhan penjualan tiap tahunnya


Mengukur tingkat pertumbuhan penjualan perusahaan



Laba bersih


Persentase pertumbuhan laba tiap tahunnya


Mengukur tingkat pertumbuhan laba perusahaan



Laba per saham


Persentase pertumbuhan laba per saham tiap tahunnya


Mengukur tiap pertumbuhan laba per saham perusahaan



Dividen per saham


Persentase pertumbuhan dividen per saham tiap tahunnya


Mengukur tingkat pertumbuhan dividen per saham perusahaan







3. Analisis Titik Impas (Breakeven Analysis)


Break Even Point (BEP) adalah keadaan di mana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan nol. Poin titik impas dapat didefinisikan sebagai kuantitas unit yang harus dijual perusahaan agar pendapatan totalnya sama dengan biaya totalnya. Terdapat beberapa batasan analisis titik impas:


1) Analisis titik impas hanyalah analisis sisi penawaran (biaya saja) karena tidak memberikan nilai penjualan produk dalam berbagai harga.


2) Analisis ini mengasumsikan bahwa biaya tetap adalah konstan.


3) Analisis ini mengasumsikan biaya variabel rata-rata adalah konstan per unit hasil (output), paling tidak dalam jangkauan kuantitas penjualan.


4) Mengasumsikan bahwa kuantitas barang yang diproduksi sama dengan kuantitas produk yang dijual.


5) Dalam perusahaan multi-produk, diasumsikan bahwa proporsi dari setiap produk yang terjual dan diproduksi adalah konstan.


PRODUKSI DAN OPERASI


Fungsi produksi/operasi dari suatu bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Manajemen produksi/operasi berhubungan dengan input, transformasi, dan output yang bervariasi antar industri dan pasar. Operasi manufaktur mengubah atau mentransformasi input seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, mesin, dan fasilitas menjadi barang jadi dan jasa.


Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil manajemen produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, yaitu:


1. Proses


Keputusan proses menyangkut desain dan sistem produksi fisik. Keputusan spesifik terdiri dari pilihan teknologi, tata letak fasilitas, analisis alur proses, lokasi fasilitas, penyimbangan lini, kendali proses, dan analisis transportasi.


2. Kapasitas


Keputusan kapasitas menyangkut penetapan tingkat keluaran optimal untuk organisasi, yaitu tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Keputusan spesifik termasuk peramalan, perencanaan fasilitas, perencanaan agregat, penjadwalan, perencanaan kapasitas, dan analisis antrian.


3. Persediaan


Keputusan persediaan mencakup mengelola banyaknya bahan baku, proses pekerjaan, dan barang jadi. Keputusan spesifik termasuk apa yang dipesan, kapan dipesannya, berapa banyak yang dipesan, dan penanganan material.


4. Tenaga kerja


Keputusan tenaga kerja berkenaan dengan mengelola tenaga kerja terampil, tidak terampil, klerikal, dan manajerial. Keputusan spesifik terdiri dari desain kerja, pengukuran kerja, pengayaan kerja, standar kerja, dan teknik motivasi.


5. Mutu


Keputusan mutu bertujuan untuk memastikan bahwa barang dan jasa bermutu bertujuan tinggi dihasilkan. Keputusan spesifik termasuk pengawasan mutu, pengambilan sampel, pengujian, jaminan mutu, dan pengawasan biaya.


PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN


Area terpenting kelima dalam operasi internal yang harus dievaluasi untuk kekuatan dan kelemahan spesifik adalah penelitian dan pengembangan-litbang (research and development-R&D). Distribusi biaya di antara berbagai aktivitas litbang bervariasi antar perusahaan dan industri, tetapi total biaya litbang biasanya tidak melebihi biaya produksi dan biaya awal pemasaran. Empat pendekatan untuk menentukan lokasi anggaran litbang yang biasanya digunakan : (1) membiayai sebanyak-banyaknya proposal proyek. (2) menggunakan metode persentase penjualan, (3) menganggarkan jumlah yang sama dengan pengeluaran litbang pesaing, (4) memutuskan berapa banyak produk baru yang berhasil yang dibutuhkan dan bekerja mundur (working backward) untuk memperkirakan investasi litbang yang dibutuhkan.


Litbang dalam organisasi dapat memiliki dua bentuk dasar : (1) litbang internal, di mana organisasi menjalankan departemen litbangnya sendiri, (2) kontrak litbang, dimana perusahaan merekrut peneliti independen atau agen independen untuk mengembangkan produk spesifik. Banyak perusahaan menggunakan kedua pendekatan untuk mengembangkan produk baru. Kekuatan (kemampuan) litbang dan kelemahan (keterbatasan) litbang memiliki peran penting dalam formulasi dan implementasi strategi.


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Informasi merupakan fondasi dari semua organisasi untuk menghubungkan semua fungsi bisnis menjadi satu dan menyediakan bahan untuk mendukung semua keputusan manajerial. Karena organisasi semakin kompleks, terdesentralisasi, dan tersebar secara global, fungsi sistim informasi semakin penting peranannya. SIM menerima bahan mentah dari evaluasi internal dan eksternal dari suatu organisasi. Kegunaan SIM untuk memperbaiki kinerja suatu perusahaan dengan memperbaiki kualitas keputusan manajerial dan untuk membangun kompetensi yang unik dalam bidang lain.


ANALISIS RANTAI NILAI


VCA mengacu pada proses menentukan biaya yang berhubungan dengan aktivitas organisasi dari pembelian bahan baku, produksi barang, hingga penjualan. VCA bertujuan untuk mengindentifikasi dimana keunggulan biaya rendah atau kelemahan yang terjadi, serta mendapatkan dan mempertahankan kekuatan kompetitif dengan menjadi efisien dan efektif sepanjang rantai nilai pada aktivitas organisasi. Menjalankan VCA mendukung mengevaluasi RBV untuk aset dan kemampuan perusahaan sebagai sumber kompetensi yang unik.


MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL (MATRIKS IFE)


Evaluasi Faktor Internal (Matriks IFE), digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting. Data dan informasi aspek internal perusahaan dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan, misalnya dari aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem informasi, produksi dan operasi.










DAFTAR PUSTAKA






David, R. Fred dan Forest R. David. 2016. Manajemen Strategis Edisi 15. Jakarta: Salemba Empat
BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI


BAGIAN I : DASAR-DASAR DARI KEUNTUNGAN STRATEGIS


Peran aplikasi aplikasi sistem informasi dalam bisnis adalah untuk memberikan dukungan yang efektif atas strategi perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan kompetitif. Peran strategi informasi ini melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan berbagai produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan perusahaan keunggulan besar atas tekanan kompetitif dalam pasar global.


1. Konsep Strategi Kompetitif

Sistem informasi strategis dapat dimanfaatkan membantu perusahaan agar dapat bertahan hidup dan berhasil dalam jangka panjang dalam menghadapi tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam perusahaan. Gambar 3.1 menunjukkan kerangka kerja konseptual strategi kompetitif.


Dalam model klasik Michael Porter mengenai strategi kompetitif, bisnis apapun yang ingin mempertahankan hidup dan berhasil haruslah mengembangkan serta mengimplementasikan berbagai strategi untuk secara efektif mengatasi:
Pesaing yang sudah ada (rivalry among existing competitor)
Ancaman pesaing baru (threat of new entrants)
Ancaman produk subtitusi/pengganti (threat of subtitute product and service)
Kekuatan tawar-menawar dari pelanggan (bargaining power of consumers)


e. Kekuatan tawar-menawar dari pemasok (bargaining power of suppliers



Dalam gambar diilustrasikan pula bahwa bisnis dapat mengatasi berbagai ancaman tekanan kompetitif yang dihadapi perusahaan dengan mengimplementasikan strategi :


1.1 Strategi Biaya Kepemimpinan . Menjadi produsen produk dan jasa yang berbiaya rendah dalam industri. Selain itu perlu itemukan berbagai cara untuk membantu para pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya peasingnya.


1.2 Strategi Diferensiasi. Mengembangkan berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi keunggulan diferensiasi para pesainnya. Al ini dapat memungkinkan perusahaan dapat berfokus pada produk atau jasa agar mendapatkan keunggulan dalam segmen atau ceruk tertentu suatu pasar.


1.3 Strategi Inovasi. Menemukan berbagai cara baru untuk melakukan bisnis hal ini dapat melibatkan pengembangan berbagai produk dan jasa yang uni, atau masuk ke dalam pasar atau ceruk pasar yang unik. Hal ini juga dapat melibatkan pelaksanaan perubahan yang radikal atas proses bisnis dalam memproduksi atau mendistribusikan produk dan jasa yang begitu berbeda dari cara bisnis yang dilakukan, hingga dapat mengubah struktur dasar industri.


1.4 Strategi Pertumbuhan. Secara signifikan memperluas kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa, memperluas ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan jasa baru, atau berintegrasi dengan produk dan jasa yang berhubungan.


1.5 Strategi Aliansi. Membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Hubungan ini meliputi merger, akuisisi, joint venture, membentuk perusahaan virtual, atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau distribusi antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya.


Suatu perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapat pengungkitan (leverage) di dalam pasar.


Menurut Porter (dalam McLeod : 2007) perusahaan akan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptaan rantai nilai (value chain), seperti yang tampak dalam gambar 3.2 yang terdiri atas aktifitas utama dan pendukung yang memberikan kontribusi kepada margin. Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga pokoknya, seperti yang diterima pelanggan perusahaan. Meningkatkan margin adalah tujuan dari meningkatkan rantai nilai. Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan aktifitas nilai (value activities). Aktifitas nilai terdiri atas dua jenis : utama dan pendukung.


Aktifitas nilai utama ditunjukkan dalam lapisan bawah gambar 3.2. yang terdiri dari logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, Operasi perusahaan yang merubah bahan baku menjadi barang jadi, logistik output yang memindahan barang pada pelanggan, operasi pemasaran dan penjualan yang mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan, dan aktifitas yang mejaga hubungan pelanggan yang baik setelah penjualan. Aktifitas nilai utama ini mengelola aliran sumber daya fisik perusahaan.


Atifitas nilai pendukung terlihat pada lapisan bagian pada gambar 3.2. dan mencakup infra struktur perusahaan - bentuk organisasi yang secara umum akan mempengaruhi seluruh aktifitas utama. Selain itu, tiga aktifitas akan mempengaruhi aktifitas utama : manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan (pembelian). Setiap aktifitas juga akan menggunakan dan menciptakan informasi. Contoh : spesialis informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung bagi para eksekutif perusahaan.


2. Penggunaan Teknologi Informasi yang Strategis

Teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mengimplementasikan lima srategi kompetitif dasar dari Porter tersebut. Perusahaan menggunakan sistem informasi strategis, misalnya dengan menggunakan teknologi internet untuk bisnis elektronik dan aplikasi perdagangan. Pada gambar 3.3 mengilustrasikan bagaimana upaya perusahaan melalui pemanfaatan Teknologi informasi untuk meraih peningkatan efisiensi , menciptakan peluang bisnis baru , memelihara hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok.


Adapun strategi dasar penggunaan teknologi informasi (TI) dalam bisnis adalah :


2.1.Biaya yang lebih rendah


a. Gunakan TI untuk mengurangi secara mendasar biaya proses bisnis


b. Gunakan TI untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok


2.2.Diferensiasi


a. Kembangkan berbagai fitur TI baru untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa


b. Gunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi keunggulan diferensiasi para Pesaing.


c. Gunakan berbagai fitur TI untuk memfokuskan diri pada ceruk pasar yang dipilih


2.3.Inovasi


a. Buat produk dan jasa baru yang memasukkan berbagai komponen TI


b. Kembangkan pasar baru atau ceruk pasar baru yang unik dengan bantuan TI


c. Buat perubahan radikal atas proses bisnis dengan TI yang secara dramatis akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan, atau mempersingkat waktu ke pasar


2.4.Mendukung Pertumbuhan


a. Gunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global


b. Gunakan TI untuk mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk dan jasa lainnya.


2.5.Kembangkan Aliansi


Gunakan TI untuk membuat organisasi virtual yang terdiri dari para mitra bisnis


a. Kembangkan sistem informasi antar perusahaan yang dihubungkan oleh


internet dan ekstranet yang akan mendukung hubungan bisnis strategis dengan para pelanggan, pemasok, subkontraktor, dan pihak lain.





Strategi


Perusahaan


Penggunaan Strategis Teknologi Informasi


Manfaat Bisnis



Kepemimpinan Biaya


- Dell Computer


Perakitan berdasarkan pesanan online


Produsen berbiaya paling rendah



- Priceline.com


Penawaran penjual secara online


Penetapan harga yang ditentukan pembeli



- eBay.com


Lelang online


Harga berdasarkan lelang



Diferensiasi


- AV/NET Marshall


E-Commerce pelanggan/ pemasok


Meningkatkan pangsa pasar



- Moen Inc.


Desain untuk pelanggan secara online


Meningkatkan pangsa pasar



- Consolidated Freightways


Penelusuran pengiriman barang pelanggan secara online


Meningkatkan pangsa pasar



Inovasi


- Charles Schwab & Co.


Perdagangan saham dengan diskon secara online


Memimpin pasar



- Amazon.com


Sistem layanan penuh untuk pelanggan secara online


Memimpin pasar



- Federal Express


Penelusuran paket dan manajemen penerbangan secara online


Memimpin pasar



Pertumbuhan


- Citicorp


Intranet global


Meningkatkat pasar global



- Wal-mart


Pemesanan barang dagangan melalui jaringan satelit global


Memimpin pasar



Aliansi


- Wal-Mart/ Procter & Gamble


Pengisian persediaan secara otomatis oleh pemasok


Mengurangi biaya persediaan/ meningkatkan penjualan



- Cisco System


Persekutuan manufaktur virtual


Memimpin pasar secara lincah



- Staples, Inc. and Partners


Belanja satu tempat secara online dengan para mitra


Meningkatkan pangsa pasar















Strategi Kompetitif Lainnya

a. Locking-in customers and supliers adalah “Mengunci” pelanggan dan pemasok untuk tetap bekerja sama dalam arti tetap menjaga, membangun hubungan baru yang bernilai dengan mereka, mencegah mereka untuk berpindah ke pesaingnya atau mengintimidasi mereka agar menerima kesepakatan bisnis yang rendah keuntungannya. Hal ini ditunjukkan dalam aktivitas distribusi, pemasaaran, penjualan dan layanan perusahaan. Selanjutnya bisnis bergerak ke penggunaan yang lebih inovatif dari teknologi informasi.


b. Switching cost adalah membangun biaya perpindahan.


c. Barriers to entry adalah meningkatkan halangan masuk yang akan mengecilkan hati atau menunda perusahaan lainnya untuk memasuki pasar. Hal ini bertujuan mengecilkan hati perusahaan yang telah ada dalam industri dan mencegah perusaan luar untuk memasuki industri tersebut.


d. Mendorong investasi dalam teknologi informasi dengan mengembangkan berbagai produk dan jasa baru yang tidak akan mungkin dihasilkan tanpa kemampuan TI yang kuat.






Berikut ini adalah cara-cara tambahan dalam menggunakan teknologi informasi untuk mengimplementasikan strategi kompetitif :


a. Mengembangkan sistem informasi antar perusahaan dengan kenyamanan dan efisiensi.


b. Melakukan investasi besar dalam aplikasi TI canggih yang dapat membangun halangan untuk masuk para pesaing atau pihak luar untuk masuk ke industri tersebut.


c. Memasukkan berbagai komponen TI dalam produk dan jasa untuk membuat pengganti dari produk atau jasa sejenis, menjadi lebih sulit.


d. Mendorong investasi untuk ahli-ahli SI, hardware, software, database, dan jaringan, dari penggunaan operasional menjadi aplikasi strategis.





3. Membangun Sebuah Bisnis yang Berfokus pada Pelanggan

Faktor keberhasilan utama bagi banyak perusahaan adalah memaksimalkan nilai pelanggan. Bagi banyak perusahaan, nilai bisnis utama mereka untuk menjadi bisnis yang berfokus pada pelanggan terletak pada kemampuan mereka untuk mempertahankan pelanggan itu loyal, mengantisipasi kebutuhan masa depan, menanggapi keprihatinan pelanggan, dan menyediakan berkuatitas tinggi layanan pelanggan. Fokus pada strategi nilai pelanggan diakui bahwa kualitas, bukan harga, telah menjadi penentu utama dalam persepsi pelanggan nilai. Dari sudut pandang pelanggan, perusahaan yang secara konsisten menawarkan nilai terbaik mampu melacak preferensi setiap pelanggan, mengikuti tren pasar, penyediaan produk, layanan dan informasi, kapan saja, di mana saja, dan menyediakan layanan pelanggan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan. Selain teknologi Internet telah menciptakan peluang strategis bagi perusahaan, besar dan kecil, untuk menawarkan layanan dan produk yang cepat, responsif, dan berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan preferensi setiap pelanggan.


Teknologi internet dapat membuat pelanggan menjadi titik fokus dari manajemen hubungan pelanggan (CRM), e-bisnis dan aplikasi lainnya. Sistem CRM, Internet, intranet dan extranet. menciptakan saluran baru untuk komunikasi interaktif dalam perusahaan dan pelanggan , dan dengan pemasok , mitra bisnis dan lain-lain dalam lingkungan eksternal. Hal ini memungkinkan interaksi terus-menerus dengan pelanggan untuk sebagian besar fungsi bisnis dan mendorong kerjasama lintas-fungsional dengan pelanggan dalam hal pengembangan produk, pemasaran, pengiriman, layanan dan dukungan teknis.






































Biasanya, pelanggan menggunakan Internet untuk membuat keluhan mengajukan pertanyaan, mengevaluasi produk, meminta dukungan, dan membuat dan melaporkan pembelian mereka. Dengan menggunakan internet dan intranet perusahaan, ahli dalam berbagai fungsi bisnis dalam semua kontribusi perusahaan dapatmemberi dari suatu respon yang efektif. Hal ini mendorong terciptanya diskusi kelompok lintas fungsional dan tim pemecahan masalah yang dibentuk oleh keterlibatan pelanggan, layanan dan dukungan kepada pelanggan. Bahkan Intrernet dan dukungan intranet kepada para pemasok dan mitra bisnis dapat digunakan untuk mendaftarkan mereka dengan cara tertentu untuk memastikan pengiriman tepat waktu atau berbagai komponen dan layanan berkualitas untuk memenuhi komitmen perusahaan kepada pelanggannya. Ini adalah bagaimana menunjukkan bisnis fokus pada nilai bagi pelanggan.


Hubungan Ilustrasi dalam bisnis yang berfokus pada pelanggan. Intranet, extranet, e-Commerce website dan proses bisnis internal yang dijalankan melalui Web, platform TI dibentuk tampaknya tidak mendukung model ini dari e-Business. Hal ini memungkinkan bisnis untuk fokus pada menargetkan jenis pelanggan mereka benar-benar ingin, dan "memiliki" seluruh pengalaman dengan pelanggan bisnis perusahaan. Bisnis yang berhasil memfasilitasi semua proses bisnis yang berdampak pada pelanggan mereka dengan tampilan lengkap dari masing-masing pelanggan , sehingga mereka memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk menawarkan pelanggan mereka layanan berkualitas tinggi yang disesuaikan untuk setiap pelanggan. Bisnis yang berfokus pada membantu pelanggan pelanggan e-commerce mereka untuk membantu diri mereka sendiri untuk diri mereka sendiri. Dengan ttap membantu pelanggan melakukan pekerjaan mereka. Akhirnya, bisnis yang berhasil memelihara komunitas online pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis, yang dapat membantu pengembangan kerjasama untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi pelanggan.










4. Rantai Nilai dan SI Strategis

Konsep rantai nilai adalah konsep yang memperlihatkan sebuah perusahaan sebagai rangkaian, rantai, atau jaringan berbagai aktivitas dasar yang menambah nilai produk dan jasanya, serta selanjutnya menambah margin nilai perusahaan tersebut.


Singkatnya manajer dan praktisi bisnis harus mencoba untuk mengembangkan berbagai penggunaan Internet dan teknologi lainnya yang strategis untuk proses-proses dasar yang menambah sebagian besar nilai pada produk atau jasa perusahaan, dan selanjutnya menambah keseluruhan nilai bisnis perusahaan.
















DAFTAR PUSTAKA










O'brien, james A, dan Markas ,george M.2014.Sistem Informasi Manajemen.Jakarta:Salemba Empat
BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI bagian 2

BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI bagian 2


BAGIAN II : MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNTUNGAN STRATEGIS

Di Indonesia terdapat banyak cara perusahaan dapat memandang dan menggunakan teknolgi informasi. Contohnya, perusahaan menggunakan teknologi sebagai informasi atau pendukung operasi rutin dan efisien. Dan tentu saja jenis software yang diperlukan harus disesuaikan dengan kebutuhan mana yang diperlukan      

1.             Penggunaan Strategis Dari TI
     Organisasi mungkin melihat dan menggunakan teknologi informasi di banyak hal. Jika sebuah perusahaan menekankan penggunaan bisnis strategis dari teknologi informasi, manajemennya akan melihat TI sebagai suatu pembeda kompetitif yang utama. Kemudian perusahaan tersebut akan memikirkan strategi bisnis yang menggunakan TI untuk mengembangkan produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan keuntungan utama pada dalam pasar di mana perusahaan tersebut bersaing

2.             Merekayasa Ulang Proses Bisnis
Definisi : pemikiran kembali yang mendasar dan pendesain ulang yang radikal atas proses bisnis untuk mencapai perbaikan yang dramatis dalam biaya, kualitas, kecepatan, dan layanan.
Jadi BPR menggabungkan strategi untuk mempromosikan inovasi bisnis dengan strategi untuk melakukan perbaikan besar atas proses bisnis agar perusahaan dapat menjadi jauh lebih kuat serta menjadi pesaing yang lebih berhasil dalam pasar.
Contoh contoh teknologi informasi yang mendukung perekayasaan ulang proses manajemen pesanan

Merekayasa ulang manajemen proses
Ø     Sistem manajemen hubungan pelanggan dengan menggunakan intranet dan internet
Ø     Sistem persediaan yang dikelola pemasok dengan menggunakan internet dan ekstranet
Ø     Software ERP lintas fungsi untuk mengintegrasikan proses manufaktur,distribusi,keuangan dan sumber daya manusia
Ø     Web site e-commerce yang dapat diakses pelanggan untuk entri pesanan,pemeriksaan status,pembayaran,dan layanan
Ø     Database pelanggan,produk,dan status pesanan yang diakses melalui intranet dan ekstranet oleh karyawan dan pemasok.

3.             Peran teknologi informasi
Tekonologi informasi memainkan peranan penting dalam perekayasaan ulang sebagian besar proses bisnis. Kecepatan,kemampuan pemrosesan informasi,dan konektivitas komputer serta teknologi internet dapat secara mendasar meningkatkan efisiensi proses bisnis,dan meningkatkan komunikasi dan kerja sama antar orang orang yang bertanggung jawab atas operasi dan manajemennya.




4.             Menjadi Sebuah Perusahaan yang Cerdas
Kelincahan (agility) dalam kinerja bisnis adalah kemampuan perusahaan untuk sejahtera dalam pasar global yang berubah cepat dan terus terfragmen untuk produk dan jasa berkualitas tinggi,berkinerja baik,dan disesuaikan dengan pelanggan.Perusahaan yang lincah dapat membuat laba dalam pasar dengan pilihan produk yang luas dan bermasa hidup pendek dan dapat memproduksi pesanan secara individual dan dengan jumlah yang besar.Perusahaan tersebut mendukung penyesuaian massal (mass customization) dengan menawarkan produk individual sambil mempertahankan produksi dalam volume yang tinggi.Perusahaan yang lincah sangat bergantung pada teknologi internet untuk memadukan dan mengelola proses bisnis,sambil menyediakan daya pemrosesan informasi untuk melayani banyak pelanggan sebagai individual.
Ada empat strategi dasar yang harus diimplementasikan untuk menjadi perusahaan yang lincah.Pertama,pelanggan dari perusahaan yang lincah menganggap produk atau jasa sebagai solusi terhadap masalah individual mereka.Jadi,harga produk dapat ditentukan berdasarkan nilainya sebagai solusi,bukan berdasarkan biaya produksinya.Kedua,perusahaan yang lincah bekerja sama dengan pelanggan,pemasok,dan perusahaan lain bahkan dengan pesaing.Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memasarkan produk dengan cepat dan hemat,di mana pun sumber daya berada dan siapa pun yang memilikinya.Ketiga,perusahaan yang lincah dapat bertahan ketika terjadi perubahan dan ketidakpastian.Perusahaan menggunakan struktur organisasi yang fleksibel sehingga sesuai dengan peluang pelanggan yang terus berubah dan berbeda – beda. Akhirnya,perusahaan yang lincah dapat memberikan insentif yang tinggi bagi tanggung jawab,kemampuan beradaptasi,dan inovasi pegawai.
Bagaimana Teknologi Informasi dapat membantu perusahaan untuk menjadi pesaing yang lincah dengan bantuan pelanggan dan mitra bisnis

Jenis Kecerdasan
Deskripsi
Peran TI
Contoh
Pelanggan
Kemampuan untuk memilih pelanggan dalam mengeksploitasi peluang inovasi
·      Sebagai sumber ide inovasi
·      Sebagai rekan pembuat inovasi
·      Sebagai pemakai dalam menguji ide – ide atau membantu pemakai yang lain untuk mempelajari ide tersebut
Teknologi untuk membangun dan memperkuat komunitas pelanggan virtual untuk desain produk,umpan balik,dan pengujian
Pelanggan eBay adalah tim pengembang produknya secara de facto karena mereka mengirim sekitar 10.000 pesan per minggu untuk berbagi tips,menunjukkan kekurangan produk,dan melobi perubahan.
Rekanan
Kemampuan untuk meningkatkan aktiva,pengeluaran,dan kompetensi,pemasok,distributor, manufaktur kontrak dan penyedia logistic dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasi peluang inovasi
Teknologi yang memfasilitasi kerja sama antar perusahaan,seperti portal dan platform kerja sama,sistem rantai pasokan dan lain - lain
Yahoo! telah mencapai transformasi yang signifikan dari layanannya dari mesin pencari ke portal dengan melakukan bebagai kemitraan untuk menyediakan isi dan pelayanan lain yang berhubungan dengan media dari situs Web-nya.
Operasional
Kemampuan untuk mencapai kecepatan,akurasi,dan biaya ekonomi dalam mengeksploitasi peluang inovasi
Teknologi untuk modularisasi dan integrasi proses bisnis
Ingram Micro,perusahaan grosir global telah menerapkan sistem perdagangan terintegrasi yang memungkinkan pelanggan dan pemasoknya dapat terhubunh langsung ke sistem pengadaan barang dan ERP milik perusahaan.

     Penjelasan yang berada dalam tabel tersebut mengikhtisarkan cara lain untuk memikirkan mengenai kelincahan dalam bisnis.Kerangka kerja ini menekankan pada peran yang dapat dimainkan oleh pelanggan,mitra bisnis,dan teknologi informasi dalam mengembangkan dan mempertahankan kelincahan strategis perusahaan.Bagaimana teknologi informasi dapat memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan hubungan dengan pelanggan dalam komunikasi virtual yang membantu perusahaan menjadi innovator yang lincah.
     Contoh penerapan kelincahan dalam dunia nyata diterapkan oleh Dell Inc.Dell Inc. adalah produsen sistem komputer pribadi yang terkenal di dunia dan pemakai perdana dari teknologi internet.Dell terkenal sebagai contoh perusahaan yang lincah dan berfokus pada pelanggan,serta pemenang penyesuaian massal dan model bisnis berdasarkan pesanan.Para pelanggan di selurub dunia dapat memesan sistem yang sesuai yang diinginkannya dari situs Web dell.com dan hanya setelah pesan dimasukkan,sistem akan dibangun di pabrik Dell.Kotak microchip Intel dan komponen elektronik Taiwan dan Korea bergerak di ban konveyor ganda.Para pekerja membaca pesanan dari monitor dan merakit komputer desktop Dell OptiPlex setiap tiga hingga lima menit.Kotak yang selesai,lebih dari 25.000 per hari,ditempatkan lagi di ban konveyor yang lain untuk dikirim langsung ke pelanggan.Keseluruhan ‘tarian fandago’ dikoreografi sedemikian ketatnya oleh software manajemen rantai pasokan rantai pasokan dan Web link ke pemasok sehingga pabrik jarang memerlukan lebih dari dua jam untuk persediaan peralatan.
Intranet
 
                                                                                                       








 









Gambar diatas mengilustrasikan bahwa perusahaan virtual biasanya membentuk aliansi dan kelompok kerja virtual dengan mitra bisnis yang saling berhubungan melalui internet,intranet dan ekstranet.Dalm gambar ini menunjukkan perusahaan telah diorganisir secara internal menjadi kelompok – kelompok lintas fungsi dan proses yang dihubungkan dengan intranet. Perusahaan tersebut juga mengembangkan aliansi dan hubungan ekstranet yang membentuk sistem informasi antar perusahaan (interenterprise information system) dengan pemasok, pelanggan, sub kontraktor dan pesaing. Jadi, perusahaan virtual menciptakan aliansi dan kelompok kerja virtual yang fleksibel dan dapat beradaptasi untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang berubah dengan cepat.
5.             Strategi Perusahaan Virtual
          Dalam lingkungan bisnis global yang dinamis saat ini,pementukan perusahaan virtual  dapat menjadi salah satu penggunaan strategis terpenting dari teknologi informasi.Perusahaan virtual (juga disebut korporasi virtual atau organisasi virtual)adalah oerganisasi yang menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan banyak orang,organisasi,aktiva dan ide.
          Perusahaan virtual mengunakan internet,intranet dan ekstranet untuk membentuk kelompok kerja virtual dan mendukung aliansi dengan mitra bisnis
Pembentukan perusahaan virtual ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategis bisnis utamanya dan aliansi yang menjanjikan kesuksesan dalam iklim bisnis saat ini yang penuh tantangan.
          Misalnya,untuk dapat segera mengeksploitasi peluang pasar yang baru,bisnis mungkin tidak punya waktu dan sumber daya untuk mengembangkan manufaktur dan distribusi infrastuktur,kompetensi pegawai,dan teknologi informasi yang dibutuhkan.Hal ini dapat diatasi dengan segera membentuk perusahaan virtual melalui aliansi strategis dari semua mitra terkait agar komponen yang dibutuhkan dapat dirakit dan memberikan solusi terbaik bagi pelanggan dan menangkap peluang pasar.








Strategi Perusahan – Perusahaan Virtual
·         Saling berbagi infrastruktur dan risiko dengan mitra aliansi
·         Menghubungkan kompetensi inti yang saling melengkapi
·         Mengurangi waktu konsep-ke-kas (concept-to-cash time) melalui saling berbagi
·         Meningkatkan fasilitas dan cakupan dasar
·         Mendapatkan akses ke pasar yang baru dan saling berbagi pasar atau loyalitas pelanggan
·         Bermigrasi dari menjual produk ke menjual solusi
         
6.             Membangun Sebuah Perusahaan Knowledge-Creating
          Manajemen pengetahuan dapat dipandang sebagai tiga tingkat ; teknik teknologi, dan sistem yang mendorong penagihan, organisasi, akses, saling berbagi, dan penggunaan tempat kerja dan pengetahuan perusahaan. Tiga tingkat tersebut adalah :
       Bagi banyak perusahaan saat ini, keunggulan kompertitif yang bertahan lama hanya dapat dimiliki oleh mereka apabila mereka menjadi perusahaan yang dapat menghasilkan pengetahuan atau organisasi yang belajar. Hal ini berarti secara konsisten menciptakan pengetahuan bisnis baru, menyebarkannya baru ke dalam produk dan jasa mereka.
          Perusahaan yang dapat menghasilkan pengetahuan menggunakan dua jenis pengetahuan, yaitu :
a.    Pengetahuan eksplisit
Yaitu data, dokumen, segala sesuatu yang tertulis atau disimpan dalam komputer.
b.    Pengetahuan implisit
Yaitu pengetahuan “bagaimana cara melakukan sesuatu” yang ada di dalam diri pekerja
          Manajemen pengetahuan yang berhasil akan menciptakan berbagai teknik, teknologi, sistem, dan penghargaan untuk membuat para karyawan berbagi apa yang mereka ketahui dan untuk membuat akumulasi pengetahuan yang lebih baik di tempat kerja dan perusahaan.
       Manajemen perusahaan telah menjadi salah satu penggunaan strategis utama atas teknologi informasi. Banyak perusahaan membangun “sistem manajemen pengetahuan” untuk mengelola pembelajaran organisasional dancara melakukan bisnis. Tujuan dari sistem semacam ini adalah untuk membantu para pekerja menciptakan, mengatur, dan memungkinkan tersedianya pengetahuan bisnis yang penting, dimana pun dan kapan pun hal tersebut dibutuhkan dalam organisasi. Hal ini meliputi berbagai proses, prosedur, hak paten, pekerjaan acuan, formula, “praktik-praktik terbaik”, prediksi, perbaikan.
       Sistem manajemen pengetahuan memfasilitasi pembelajaran dan penciptaan pengetahuan organisasi. Mereka didesain untuk menyediakan responscepat ke para pekerja ahli, mendorong perubahan perilaku para karyawan, serta secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis. Sejalan dengan berlanjutnya proses pembelajaran organisasi dan makin luasnya dasar pengetahuannya, perusahaan yang dapat menghasilkan pengetahuan tersebut berusaha untuk mengintegrasikan pengetahuannya ke dalam berbagai proses bisnis , produk, dan jasa. Hal ini membantu perusahaan tersebut menjadi lebih penyedia yang inovatif dan lincah atas berbagai produk serta layanan pelanggan yang berkualitas tinggi, dan menjadi pesaing berat dalam pasar.



DAFTAR PUSTAKA


O'brien, james A, dan Markas ,george M.2014.Sistem Informasi Manajemen.Jakarta:Salemba Empat