Hubungan Industri dan Ekonomi, Persaingan dan Retrun Industri dan Estimasi Earning Multiplier Industri

Hubungan Industri dan Ekonomi


Teknik analisis ini membandingkan tingkat penjualan industri dengan kondisi perekonomian secara keseluruhan yang berhubungan dengan barang dan jasa yang diproduksi oleh industri tersebut. Teknik ini didasari oleh asumsi bahwa kondisi perekonomian di mana suatu industri beroperasi akan terkait dengan penjualan dan keuntungan suatu industri.

Hubungan Industri dan Ekonomi, Persaingan dan Retrun Industri dan Estimasi Earning Multiplier Industri


Persaingan dan Return Industri yang Diharapkan


Faktor penting lain yang mempengaruhi besarnya profit yang bisa diperoleh suatu industri adalah intensitas persaingan dalam industri tersebut. Intensitas persaingan dalam suatu industri akan menentukan kemampuan industri untuk tetap memperoleh tingkat return di atas rata-rata.

Faktor Yang Menentukan Intensitas Persaingan Industri


Berikut ini merupakan Lima faktor yang menentukan intensitas persaingan dalam suatu industry tersebut adalah:

Persaingan antara perusahaan yang ada dalam industri


Persaingan dalam suatu industri akan semakin meningkat jika terdapat banyak perusahaan yang ukurannya relatif sama bersaing dalam industri tersebut. Persaingan juga akan dipengaruhi oleh pertumbuhan industri dan biaya tetap, serta hambatan untuk keluar dari industri.

Tingginya biaya tetap akan mendorong peningkatan persaingan karena dengan tingginya biaya tetap akan mengharuskan perusahaan untuk memproduksi dengan kapasitas penuh. Hal itu akan membuat penawaran di pasar akan semakin meningkat yang kemudian akan menyebabkan harga barang semakin menurun, sehingga persaingan akan semakin ketat.

Ancaman adanya pemain baru


Meskipun sebuah industri mempunyai jumlah pesaing yang sedikit, investor juga perlu mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang potensial menjadi pemain baru dalam industri.

Besarnya ancaman pemain baru ini akan dipengaruhi oleh adanya hambatan-hambatan masuk (barriers to entry) dalam suatu industri, seperti tingginya biaya investasi, peraturan pemerintah, dan harga barang yang relatif kecil dibandingkan dengan biaya produksi.

Jika hambatan masuk suatu industri relatif tinggi maka kemungkinan adanya pemain baru yang masuk dalam industri tersebut akan semakin kecil.

Daya tawar (bargaining power) pembeli


Daya tawar pembeli di pasar yang kuat bisa mempengaruhi profitabilitas industri. Hal ini terjadi jika konsumen dapat menawar harga atau meminta kualitas yang lebih tinggi dengan kemungkinan pilihan dari produk yang diberikan oleh pesaing lain. Bila jumlah konsumen lebih banyak dari jumlah industrinya maka bargaining power konsumen akan rendah. Sebaliknya jika jumlah industri lebih banyak dari konsumen maka bargaining power konsumen akan besar.

Ancaman adanya barang atau jasa substitusi


Produk substitusi akan membatasi profit potensial suatu industri karena barang subtitusi akan memunculkan alternatif bagi produk perusahaan. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan perusahaan untuk menentukan harga produk akan semakin berkurang, karena dibatasi adanya produk substitusi Artinya, jika harga produk perusahaan terlalu tinggi, konsumen bisa saja berpindah ke produk substitusi yang ditawarkan di pasar.

Daya tawar (bargaining power) pemasok


Pemasok dapat mempengaruhi return industri di masa yang datang karena mereka mempunyai kekuatan untuk menentukan harga dan kualitas dari produknya. Jika jumlah pemasok lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah industrinya, maka pemasok memiliki bargaining power yang besar. Begitu juga sebaliknya, jika pemasok lebih banyak dari industrinya maka bargaining power pemasok akan berkurang.

Lima kekuatan persaingan akan menentukan profitabilitas industri karena lima faktor tersebut mempunyai pengaruh terhadap komponen return on investment (ROI) dalam suatu industri.

Estimasi Earning Multiplier Industri


Teknik untuk melakukan estimasi earning multiplier industri ada dua:

Analisis Makro


Investor mempelajari hubungan antara earning multiplier industri dengan earning multiplier pasar.

Analisis Mikro


Estimasi earning multiplier industri dilakukan dengan cara mengamati variabel-variabel yang mempengaruhi earning multiplier industri, seperti dividend-payout ratio (DPR), tingkat return yang disyaratkan dalam industri (k), dan tingkat pertumbuhan earning dan dividen industri yang diharapkan (g).

Analisis makro mengasumsikan adanya hubungan antara perubahan dalam k dan g untuk industri tertentu dengan pasar keseluruhan. Asumsi ini sama halnya dengan hubungan antara perubahan dalam P/E rasio industri dan P/E pasar secara keseluruhan. Hubungan antara industri dan pasar tidak sama untuk setiap industri, bahkan untuk industri tertentu hubungan tidak signifikan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan analisis makro untuk mengestimasi earning multiplier untuk industri, kita perlu mengevaluasi terlebih dahulu kualitas hubungan antara rasio P/E industri yang akan dianalisis dengan P/E pasar.

Estimasi earning multiplier industri dengan analisis mikro dilakukan dengan cara mengestimasi tiga variabel yang menentukan earning multiplier industri (dividend-payout ratio, tingkat return yang disyaratkan dan tingkat pertumbuhan earning dan dividen yang diharapkan) dan membandingkan ketiga variabel tersebut dengan P/E pasar.

Dari hasil analisis tersebut, selanjutnya dapat diketahui apakah earning multiplier industri akan berada di atas, di bawah, ataupun sama dengan earning multiplier pasar.

DAFTAR PUSTAKA

https://febrineldiko.wordpress.com/kuliah-2/materi/manajemen-investasi/ (diakses pada tanggal 5 Maret 2015)

Suad Husnan, Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas (edisi keempat)

Pengertian Industri dan Jenis-Jenis Industri

A. Pengertian Industri


Apa itu Industri? Industri adalah usaha, proses atau pun aktivitas pemrosesan bahan baku baik mentah maupun setengah jadi supaya menjadi barang yang bernilai ekonomis lebih baik dan mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat. Dikutip Dalam Wikipedia, istilah untuk idustri di identikkan dengan semua kegiatan aktivitas ekonomi manusia yang memproses barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi dan menjadi barang jadi.

Perlu anda ketahui bahwa Industri dalam arti sempit adalah sekumpulan dari perusahaan yang memproduksi produk sejenis dimana adanya kesamaan dalam menggunakan bahan baku yang, memproses, produk akhir dan pada konsumen akhir.Industri dalam arti yang lebih luas adalah sekumpulan dari perusahaan yang membuat barang dan jasa dengan elastisitas silang yang bermanfaat dan tinggi (menurut Kuncoro, 2007: 167)

pengertian dan jenis-jenis industri


Dalam undang-undang juga sudah di jelaskan tentang pengertian industri, yaitu seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai baik atau kegunaan yang lebih bermanfaat, termasuk dalam jasa industri.

Perlu Anda ketahui bahwa Istilah dari industri berasal dari bahasa latin, yaitu industria yang mempunyai arti buruh atau tenaga kerja.

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satu upayanya yaitu dengan adanya industri. Selain itu industrialisasi juga tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan dan mengoptimalkan kualitas dari SDM dan kemampuan untuk memanfaatkan SDA secara optimal.

B. Pengertian Industri Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah Pengertian industri menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:

  • 1. Menurut pendapat dari Kartasapoetra (1987)


Industri adalah suatu aktivitas perekonomian yang memproses pada bahan-bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi yang bertujuan untuk menjadi barang yang bernilai tinggi.

  • 2. Menurut pendapat Hasibuan (2000)


Industri adalah sekumpulan dan sejumlah perusahaan yang membuat barang-barang homogen, atau barang-barang yang memiliki sifat saling mengganti sangat erat.

  • 3. Menurut pendapat Pujoalwanto (2014)


Industri adalah bagian dari suatu proses produksi yang memproses barang mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi sehingga menjadi barang yang mempunyai manfaat dan nilai tambah untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan manusia.

  • 4. Menurut pendapat Sadono (1995)


Industri adalah perusahaan yang menjalankan aktivitas kegaitan perekonomian yang tergolong dalam kategori sektor sekunder. Aktivitas kegiatan itu antara lain adalah pabrik perakitan, pabrik tekstil dan pabrik pembuatan rokok. Industri juga merupakan suatu aktivitas ekonomi yang memproses barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dioleh menjadi barang yang lebih tinggi manfaatnya.

  • 5. Menurut pendapat Abdurachmat dan Maryani (1998)


Industri adalah salah satu aktivitas perekonomian manusia yang sangat penting. Industri memproduksi berbagai macam kebutuhan hidup manusia dari mulai sandang, pangan, papan dan kebutuhan hidup lainnya.

Industri mengarah pada produksi produk dan jasa dengan merubah input menjadi output dan atau penciptaan utilitas ke konsumen. Produk yang sudah di produksi oleh industri maka digunakan oleh konsumen untuk menciptakan kepuasan, keinginan dan kebutuhan para konsumen atau pada oleh industri lainnya untuk tahap produksi lebih lanjutnya. Suatu industri bisa merucut pada ekstraksi, pembangkitan, konversi atau bisa juga produksi produk dan jasa atau konstruksi produk bangunan dengan variasi harga. Menurut dari proses produksi dan sifat produknya, industri bisa diperinci menjadi beberapa kategori berikut ini merupakan macam-macam industri.

C. Ada empat jenis industri, yaitu :


  1. Industri primer menyertakan pengadaan bahan baku, misalnya pertambangan, peternakan dan perikanan.
  2. Industri sekunder menyertakan manufaktur misalnya membuat mobil dan baja.
  3. Industri tersier merupakan industri yang menyediakan layanan yang dapat mempermudah dan membantu kebutuhan masyarakat
  4. Industri kuarter menyertakan industri riset dan pengembangan, misalnya IT.


D. Sistem Industri


Pabrik mempunyai input, proses dan output. Masukan bisa jadi bahan bakunya perlu membuat sesuatu. Masukan juga bisa berupa tenaga kerja, bangunan, modal dan mesin. Proses adalah hal-hal yang terjadi di dalam pabrik. Ini biasanya pembuatan produk. Ini juga bisa disain dan penelitian – apapun yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Keluaran adalah produk yang meninggalkan pabrik merupakan contoh industri non ekstraktif. Ini dapat juga termasuk dalam kategori produk jadi, untung atau bahkan limbah.

E. Apa yang mempengaruhi lokasi industri?


Ada banyak faktor yang mempengaruhi lokasi industri, Ini juga termasuk juga berpengaruh pada bahan baku, pasokan tenaga kerja, pasar, transportasi dan dalam kebijakan pemerintah.

F. Perusahaan Multinasional


Perusahaan multinasional atau sering juga disebut sebagai MNC adalah perusahaan yang besar yang sudah berada di lebih dari satu negara. Contohnya termasuk KFC, Coca Cola dan Nike.

G. Jenis-Jenis Industri


Seperti yang telah diterangkan diatas bahwa secara garis besar ada beberapa jenis-jenis industri yaitu:

  • 1. Industri Primer


Industri primer merucut pada pereproduksian utilitas dengan mengekstraksi bahan dari sumber daya alam (SDA) atau juga bisa dari pertumbuhan dan perkembangan vegetasi dan hewan melalui proses reproduksi, industri Primer selanjutnya bisa diklasifikasikan sebagai industri ekstraktif dan genetik.

  • a. Industri ekstraktif


Ini mengarah pada ekstraksi atau menarik produk dari sumber daya alam seperti tanah, air, udara dan lain sebagainya dan penciptaan utilitas di dalamnya. Ini memasok bahan baku ke jenis industri lainnya. Pertambangan, penebangan, berburu, memancing, dan lain sebagainya.

  • b. Industri genetik


Hal ini terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan flora dan fauna dengan mengalikan spesies tanaman dan pembiakan hewan tertentu. Pembibitan tanaman, kehutanan, peternakan, peternakan, unggas dan lain sebagainya itu semua adalah contoh industri genetika.

  • 2. Industri Sekunder


Industri ini adalah industri yang memproduksi produk jadi dengan menggunakan bahan dan pasokan yang diambil dari industri primer dikenal sebagai industri sekunder. Industri tersebut mengubah bahan baku dan bahan baku setengah jadi menjadi produk jadi dengan cara mengolah bahan, elemen perakitan, membangun produk bangunan dan lain sebagainya itu semua seperti contoh industri sedang. Menurut dalam proses yang dilakukan dan sifat produknya, industri ini bisa dibagi menjadi dua jenis,yaitu:


  • a. Industri manufaktur


Umumnya istilah industri mengarah pada industri manufaktur. Hal ini berkaitan dengan produksi produk dengan menggunakan bahan baku atau bahan baku setengah jadi sebagai masukan dan juga tercipta dari utilitas di dalamnya. Produksi gula dari tebu, produk minyak bumi dari kendaraan produksi minyak mentah dengan merakit berbagai elemen dan lain-lain adalah beberapa contoh industri semacam ini. Sekali lagi dibagi menjadi 5 jenis yaitu :

  • b. Industri analisis Industri


ini berhubungan dengan menganalisis dan memisahkan elemen yang berbeda dari satu bahan. Misalnya, minyak mentah diproses dan dipisahkan menjadi bensin, solar, minyak tanah dan lain sebagainya.

  • c. Industri sintetis Industri


ini berkaitan dengan penempatan berbagai bahan baku bersama untuk membuat produk akhir. Sebagai contoh, semen diproduksi dengan mencampur beton, gypsum, batubara dan lain sebagainya.

  • d. Industri pengolahan Industri


yang menghasilkan produk akhir dengan menggunakan bahan baku dan bahan baku setengah jadi melalui tahapan produksi yang berbeda dikenal sebagai industri pengolahan. Industri tekstil, pabrik kertas dan gula dan lain sebagainya itu semua adalah beberapa contoh industri semacam ini.

  • e. Perakitan industri


Ini mengarah pada industri yang merakit berbagai elemen yang sudah diproduksi untuk membuat produk baru. Kendaraan manufaktur, peralatan listrik dan lain sebagainya itu semua adalah beberapa contoh jenis industri ini.

  • f. Industri konstruksi


Industri ini adalah identing dengan pemasangan dan konstruksi produk bangunan dikenal sebagai industri konstruksi. Industri ini menggunakan bahan yang dihasilkan oleh industri lainnya seperti semen, batang besi, beton, batu bata dan lain sebagainya. Ciri-ciri dari industri ini adalah produk industri tersebut pada umumnya tidak dijual di pasar biasa akan tetapi dibangun di tempat tertentu dan ditransfer kepemilikannya atau dibangun. sebagai urutan pelanggan di situs / tempat tersebut. Pembangunan jembatan, jalan, bendungan, kanal, bangunan dan lain sebagainya itu semua adalah contoh industri konstruksi.

  • g. Industri jasa


Industri jasa adalah industri yang tidak menghasilkan produk fisik namun membuat layanan utilitas dan menjualnya dengan harga tertentu. Layanan rumah jompo, industri film, travelling dan penginapan dan lain sebagainya itu semua merupakan contoh industri jasa.

H. Mengelompokkan bisnis menurut sektor industri


Bisnis juga jelas berbeda dengan sebuah pekerjaan yang tidak mempunyai perancangan. Hal ini sangatlah umum untuk dapat membedakan antara bisnis dengan industri atau sektor. Industri merupakan kelompok usaha yang berkaitan dalam hal aktivitas utama mereka, misalnya membuat mobil atau menjual. Industri yang lebih kecil contohny industri manufaktur mobil bisa diklasifikasikan ke dalam sektor industri yang lebih besar contohnya sektor manufaktur pada umumnya.

Bisnis individu juga dikelpompokan sebagai milik industri tertentu berdasarkan dari kegiatan aktivitas utamanya. Jadi, semisal, bisnis manufaktur mobil barangkali juga mempunyai sejumlah jasa keuangan yang kecil (untuk menyediakan pembiayaan kepada para pelanggan untuk dapat membantu mereka membeli mobil yang baru) akan tetapi layanan keuangan mungkin hanya sekitar 10% saja dari keseluruhan aktivitas bisnis, sedangkan manufaktur mobil mungkin 80%. Karena itu, Ekonimi sering membedakan tiga sektor ekonomi yang luas:

Sektor primer menyertakan penggalian dan pemanenan produk secara alami dari bumi contohnya saja pertanian, perikanan dan pertambangan.

Sektor sekunder terdiri atas dari peproduksian contohnya peproduksian bahan makanan yang diproduksi oleh pertanian, manufaktur dan konstruksi. Artinya bahwa, sektor sekunder mengambil dari produk dari sektor primer dan menjalankan sesuatu yang lebih dengan mereka.

Sektor tersier mengadakan layanan, seperti layanan ritel, hiburan atau jasa keuangan.

Beberapa pendapat orang juga membedakan dari sektor keempat, yang terdiri dari aktivitas kegiatan intelektual, seperti pendidikan. Hal ini berguna untuk membedakan sektor ekonomi yang luas ini karena kita dapat melihat bahwa akan ada perbedaan penting antara operasi bisnis di sektor primer dan sektor yang menyediakan layanan. Walaupun seperti itu, tampak jelas bahwa mungkin ada perbedaan dari bisnis dalam sektor ekonomi luas yang sama.

Ada banyak sekali klasifikasi dari industri yang berbeda dan beberapa di antaranya masuk ke dalam detail yang sangat bagus. Beberapa sistem pengkodean ini telah dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah untuk mengklasifikasikan kelompok industri; yang lain telah dikembangkan oleh lembaga keuangan untuk membantu perusahaan investasi keuangan membuat keputusan investasi seperti jenis industri pariwisata.

Begitulah artikel yang sudah kami rangkum kali ini tentang pengertian dari industri dan macam-macam dari industri, semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi referensi bagi para pembaca sekalian. Terimakasih