Makalah Strategi Manajemen Pemasaran Internasional

Makalah Strategi Manajemen Pemasaran Internasional



A. Latar Belakang


Strategi global beranggapan bahwa produk-produk yang lebih distandarisasi dan pemantauan oleh kantor pusat. Akibatnya, strategi kompetitif disentaralisasi dan dipantau oleh kantor pusat. Unit-unit bisnis strategis yang beroperasi pada setiap negara dianggap saling mempunyai tergantung (interdependent), dan kantor pusat berusaha untuk menyatukan bisnis-bisnis yang tersebar di negara-negara tersebut. Oleh Karena itu, melakukan strategi ini mempromosikan produk-produk standar ke berbagai pasar di negara-negara yang berbeda dan strategi bersaing ini ditentukan oleh pusat. Jadi pengertian strategi global menitik beratkan pada skala ekonomi dan mempromosikan lebih banyak peluang untuk mendaya gunakan inovasi yang kemduian dikembangkan pada tingkatan perusahaan atau dalam sebuah negara atau di pasar-pasar lainnya. Strategi global mempunyai resiko yang rendah, akan tetapi bisa melewatkan peluang-peluang yang sudah ada pada pasar-pasar domestik, baik dikarenakan pasar-pasar itu tidak menunjukkan adanya peluang, atau karena peluang-peluang itu mengharuskan produk-produk tersebut harus sesuai pada pasar domestik. Akibatnya strategi ini tidak begitu responsive terhadap pasar-pasar domestik dan susah untuk dikelola, karena kebutuhan untuk mengkoordinasi strategi-strategi dan mengontrolnya pada keputusan lintas negara. Akibatnya, pencapaian kegiatan operasi yang efisien perlu berbagi sumber daya dan penekanan diberikan pada koordinasi dan kerjasama antar unit di lintas negara tersebut. Strategi ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

B. Pentingnya Strategi


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan adanya perkembangan pada berbagai macam perusahaan yang dilengkapi dengan pesatnya kemajuan tekonologi informasi, maka strategi merupakan kebutuhan yang fital dan sangat penting dalam menjalankan suatu roda perusahaan untuk menghadapi berbagai macam tantangan, rintangan, gangguan baik internal maupun eksternal, khususnya para pesaing pada core bisnis yang sama.
Sejalan dengan pentingnya strategi, maka Jain (1990) berpendapat bahwa setiap organisasi membutuhkan strategi yang tepat, apabila menghadapi situasi berikut:

1. Sumber daya yang dimiliki sedikit.
2. Ada ketidak jelasan (uncertainity) mengenai kekuatan daya saing organisasi.
3. Komitmen (commitment) terhadap sumberdaya tidak bisa diubah lagi.
4. Keputusan-keputusan (decisions) harus dikoordinasikan antar bagian sepanjang waktu.
5. Ada ketidak jelasan mengenai pengendalian inisiatif.

Sementara Porter (1980) dia berpedapat bahwa ”the reason why firms succeed or fail is perhaps the central question in strategy”. Artinya, strategi akan memastikan sukses atau gagalnya suatu perusahaan. Oleh karena itu, mengingat bahwa strategi mempunyai peran yang sangat menentukan, maka penetapan strategi menjadi sesuatu hal yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Namun demikian strategi perlu dibedakan dengan taktik. Dari pengertian yang paling sederhana dan paling uum di gunakan akan bisa dibedakan bahwa strategi (strategy) adalah saat dimana memutuskan seseuatu hal apa yang harus dikerjakan, sedangkan taktik (tactics) adalah saat dimana untuk memutuskan bagaimana mengerjakan sesuatu hal. Ada beberapa penbisa pakar untuk membedakan strategi dengan taktik. Brucker mempunyai pendapat bahwa strategi adalah mengerjakan sesuatu hal yang benar (doing the right things) dan taktik adalah mengerjakan sesuatu hal dengan benar (doing the things right). Selain itu, Karl Van Clausewitz mempunyai pendapat bahwa strategi merupakan suatu seni dalam pertempuran untuk memenangkan suatu peperangan, sedangkan taktik merupakan seni menggunakan tentara dalam medan pertempuran.

Berdasar beberapa pengertian di atas, maka taktik merupakan rentetan dari pelaksana kerja atau penjabaran operasional dari strategi untuk mencapai tujuan, sedangkan strategi adalah penjabaran arah yang akan ditempuh perusahaan di masa yang akan datang.

C. Pengertian Strategi Global


Secara umum, ada tiga pandangan tentang 'strategi global'. Pertama, strategi global adalah salah satu bentuk perusahaan multinasional maksudnya adalah multinational enterprise/MNE. Strategi yang sebagai (treats) pada negara di seluruh dunia ini sebagai sebuah pasar global (global marketpalce) (Levitt,dan Yip dalam Peng dan Miles, 2009). Strategi MNE yang lain umumnya dikenal sebagai strategi internasional (atau eksport-driven), multidomestik dan. Akan tetapi, strategi ini tampaknya merupakan bentuk ideal yang tidak terdapat di antara MNE (Rugman dan Verbeke 2004).

Pandangan kedua membentuk (treats) strategi global sebagai manajemen strategi internasional (Bruton et al 2004;. Inkpen dan Ramaswamy 2006; Lu 2003). Jadi pengertian manajemen internasional strategis mempunyai pengertian lebih luas daripada 'strategi global' seperti yang didefinisikan oleh pandangan pertama.

Pandangan ketiga menerangkan bahwa strategi global dalam artian secara luas maksudnya yaitu strategi perusahaan di seluruh dunia, yang merupakan teori perusahaan tentang kiat untuk sukses bersaing dengan pesaing (Peng dan Delios 2006). Definisi ini secara akurat meliputi strategi pemasaran perusahaan internasional (cross-border) dan non-internasional (domestic).

Definisi ketiga membentuk (treats) strategi global sebagai strategi perusahaan di seluruh dunia (Peng dan Delios 2006). Dengan kata lain strategi global mempunyai pengertian bahw tidak didefinikan secara sempit, atau menyamakan strategi global dengan manajemen strategis internasional (pandangan ke dua). Walaupun benar bahwa definisi pertama secara eksplisit fokus pada aspek-aspek internasional, definisi kedua terfokus tata kelola perusahaan dan CSR. Dapat di ketahui secara keseluruhan bahwa global strategi sebagai lapangan pada persimpangan antara manajemen strategis dan pada bisnis internasional.




BAB 2
PEMBAHASAN

A. Definisi Strategi Global


Dalam Bisnis global, perlu dipahami dan diketahui bahwa lingkungan yang berkaitan dengan perbedaan ekonomi, politik, budaya, sosial juga perdagangan dunia dan kerangka investasi serta sistem moneter global. Tujuan utama dari perusahaan adalah bagaimana perusahaan menciptakan laba yang optimal, yakni dengan dua cara,

1) menambah nilai produk supaya konsumen mau membayar lebih,
2) melakukan kreasi nilai (value creation) supaya bisa menurunkan anggaran produksi.


1. Peningkatan laba melalui ekspansi global


Untuk menambah peningkatan laba perusahaan lokal, salah satunya dengan cara melakukan pengembangan secara global. Dengan cara ini akan diperoleh :
a. Penambahan keuntungan yang lebih besar, melalui kemampuan khusus atau inti.

b. Menyadari ekonomi lokasi, dimana mendorong untuk terciptanya kreasi nilai (value creation) pada lokasi yang akan di targetkan yang mungkin paling efisien.

c. Menyadari adanya kurva pengalaman yang lebih besar, yang akan mengurangi anggaran (value creatio).


2. Tekanan-tekanan untuk mengurangi anggaran dan local responsiveness


Dalam memasuki pasar global, ada dua tipe tekanan persaingan yang akan dihadapi, yaitu:

a. Tekanan untuk pengurangan anggaran
Tekanan ini bisa diatasi dengan cara melakukan produksi masa dan standardisasi produk pada lokasi yang tepat.

b. Tekanan untuk tanggap akan lingkungan domestik

Tekanan domestik terjadi karena hal-hal berikut :
• Perbedaan selera konsumen dan pilihan
• Perbedaan infrastruktur dan praktek tradisional
• Perbedaan saluran distribusi
• Permintaan pemerintah domestik


B.Pemilihan Strategi


Perusahaan mempunyai empat macam strategi untuk bersaing di pasar global yaitu :

1. Strategi Internasional (International Strategy)


Strategi ini memasarkan bagaimana perusahaan untuk menciptakan suatu nilai yang unggul dari pada pesaing lain dengan transfer keahlian dan produk yang bernilai kepada pasar asing, dimana dibidang ini menjadi kelemahan yang dimiliki oleh pesaing dan kompetensi inti ini tidak dimiliki oleh para pesaing.

2. Strategi Multidomestik ( Multidomestic Strategy)


Dalam penerapan strategi ini, perusahaan secara ekstensif melakukan kostumisasi terhadap produk dan strategi pemasaran produknya kearah kondisi nasional yang berbeda, dimana value creation juga menjadikan pada kegiatan produksi, pemasaran, R&D (penelitian & pengembangan) di setiap negara yang di jadikan target pasar global.

3. Strategi Global


Strategi global memusatkan pada peningkatan laba, dimana lebih mengarahkan pada standardisasi kualitas produk secara global, dan tidak melakukan penyesuaian produk terhadap kondisi domestik, karena menggunakan strategi low cost sehingga menbisakan laba yang maksimal.

4. Strategi Transnasional


Strategi ini mencoba mencapai semua strategi yang ada untuk menbisakan solusi untuk semua masalah. Dimana perusahaan melakukan pengurang anggaran atas kondisi domestik dan juga transfer kompetensi inti serta tekanan domestik. Jadi strategi ini berusaha untuk mengurangi tekanan pengurangan anggaran dan tekanan local responsiveness yang tinggi secara bersama dan juga melakukan diferensiasi.

Masing-masing strategi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu, kita sebagai pemilik perusahaan harus bisa memilih strategi yang tepat guna untuk menghadapi kondisi dengan pertimbangan tekanan pengurangan anggaran dan tekanan domestik responsiveness yang akan dihadapi.

C. Persekutuan Strategi


Persekutuan strategi adalah salah satu komponen yang terpenting dalam sebuah strategi perusahaan, dimana berkenaan dengan persetujuan kooperasi atau persetujuan bersama antara pesaing potensial dengan pesaing yang sudah ada. Dalam persekutuan strategi ini terbisa berbagai keunggulan dan kelemahan. Salah satu manfaat persekutuan strategi adalah mudah untuk memasuki pasar internasional dengan saling melengkapi kekurangan satu dengan yang lainnya dalam hal keahlian dan penurunan anggaran dan resiko dalam mempromosikan produk serta mudah dalam penetapan standar teknologi industri internasional.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan supaya persekutuan strategi ini sukses, yaitu :

1. Pemilihan beberapa partner/rekan bisnis, dimana harus jelas siapa yang akan kita ajak untuk melakukan kerjasama, apakah partner tersebut bisa bekerjasama mencapai tujuan strategi dan tujuan persekutuannya serta tidak memanfaatkan persekutuannya dimasa mendatang untuk keperluan individunya. Dan sebagai perusahaan yang kedepannya akan melakukan aliansi kerjasama strategi, kita harus melakukan berbagai langkah-langkah yang tepat seperti, mencari informasi tentang rekan bisnis dan mengumpulkan data serta mencari tahu tentang rekan bisnis tersebut.

2. Struktur persekutuan adalah memastikan suatu rancangan yang terstruktur sehingga terjadi keadilan dalam hal pembebanan risiko dan menghindari terjadinya pemanfaatan dari rekan bisnis untuk kepentingannya pribadi.

3. Penanganan persekutuan, dalam hal ini bisa dilakukan pengamanan dengan teknologi, atau dengan penetapan kontrak, dimana terjadi persetujuan atau kesepakatan yang jelas, adil antara perusahaan dengan partnernya dengan komitmen yang mantap supaya tidak terjadi resiko yang tidak diinginkan.


D. Memasuki Pasar Asing


Ada enam cara yang berbeda yang bisa digunakan perusahaan dalam memasuki pasar asing atau pasar internasional, yaitu :

1. Ekspor


Kegiatan melakukan ekspor merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya pada pasar global. Melakukan kegiatan ekspor mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

kelebihannya adalah menghindari anggaran substansi dan membantu perusahaan untuk mencapai kurva pengalaman dan lokasi yang ekonomis sesuai strategi pasar global, apalagi jika negara itu tersentralisasi, maka bisa memanfaatkan skala ekonomi dari volume penjualan global. Sedangkan kekurangan yang dimiliki adalah akan tidak memberikan profit di negara asal jika ternyata lebih ekonomis dan efektikf jika diproduksi di negara tujuan target pasar global, lalu anggaran transportasi yang terlalu tinggi dan ancaman tarif akan membaut menjadi kurang ekonomis dan efektif serta sangat beresiko yang mengakibatkan kegagalan.

2. Proyek “Turnkey”


Dalam proyek turnkey kontraktor setuju akan menangani setiap detil proyek untuk klien asing termasuk pada training para personilnya. Proyak Turnkey adalah proses teknologi untuk melakukan proses ekspor ke negara lain. Jadi dengan adanya proyek turnkey merupakan suatu proyek yang dalam proses nya yaitu melakukan kegiatan ekspor ke negara lain, kendalinya dipegang oleh klien asing itu sendiri dalam hal ini perusahaan asing.

Keuntungannya :
• Perusahaan menbisa pengembalian ekonomi dari aset pada saat investasi langsung

Kelemahannya :
• Tidak ada keuntungan jangka panjang di negara asing tersebut.
• Terciptanya persaingan yang ketat.
• Apabila persaingan bersumber dari teknologi, maka perusahaan domestik akan menjual keunggulan bersaingannya pada pesaing potensial atau aktual.

3. Lisensi


Merupakan suatu kesepakatan antara pemberi lisensi yang akan memberikan haknya kepada pembeli lisensi, dalam beberapa waktu tertentu dimana pemilik lisensi akan memperkenakan pengembaliannya dalam bentuk imbalan dari pembeli lisensi tersebut.

Keuntungannya :
• Anggaran dan resiko yang dihasilkan rendah atau kecil.
• Merupakan kesempatan yang menarik bagi perusahaan yang mempunyai dana sedikit dan ingin melakukan operasional di negara asing.
• Mempermudah perusahaan yang akan ingin masuk pada pasar asing melalui investasi.

Kelemahannya :
• Tidak adanya hak bagi perusahaan dalam mengontrol atau melakukan pemantauan terhadap pemasaran, manufaktur, strategi dan pemanfaatan lokasi untuk tujuan ekonomis dan efisiensi
• Susah dalam hal bersaing karena memerlukan koordinasi dan strategi.
• Kemungkinan mempunyai kehilangan ‘technological know how’ yang berdampak pada keunggulan bersaing bagi perusahaan asal.

Ada jalan keluar untuk mengatasi kelemahan yang sudah di terangkan diatas, yaitu melalui cross licensing agreement, yaitu merupakan cara yang paling tepat digunakan pada industri-industri teknologi dimana ada perjanjian atau kesepakatan bahwa perusahaan bisa melisensi beberapa kepemilikannya yang tidak berwujud dan memberikan pengetahuan teknologinya kepada perusahaan asal.

4. Waralaba (Franchising)


Waralaba merupakan bentuk sertifikat, waralaba menjual tidak hanya property yang tidak berwujud,akan tetapi juga sesuatu hal yang disetujui dengan aturan yang ketat sesuai tata cara untuk melakukan bisnis. Dimana frenchisor membantu kepada frenchisee untuk menjalankan bisnisnya dengan memberikan balasan yaitu yang disebut royalti sejumlah prosentase tertentu dari hasil penjualan bisnis frenchiseenya. Biasanya penggunaan waralaba terbisa pada perusahaan jasa.


Keunggulannya :
• Anggaran dan resiko yang rendah.
• Mudah masuk pasar asing.
• Mempercepat dalam menbisakan keuntungan.

Kelemahannya :
• Masalah dalam pengendalian kualitas.

5. Joint Venture dengan perusahaan setempat


Joint venture merupakan suatu bentuk kerjasama antar dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan (bergabung) atau keberadaan satu perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih perusahaan.

Keunggulannya :
• Mendapatkan manfaat dari pengetahuan partner domestik.
• Bisa berbagi anggaran dan resiko dengan partner domestik.
• Merupakan cara untuk memasuki pasar asing.

Kelemahannya :
• Resiko dalam hal memberikan teknologinya kepada partner domestik.
• Tidak ada pengendalian yang ketat.
• Kepemilikan bisa mengarah pada konflik dan perang pengendalian antar perusahaan.

6. Dimiliki sepenuhnya oleh cabang


Dalam kategori ini 100% saham akan dimiliki sendiri oleh perusahaan yang akan memasuki pasar asing. Dimana untuk mengatasinya ada dua cara untuk melakukan strategi ini :
• Dengan menjadikan operasional baru pada negara tersebut.
• Dengan merayu dan menggunakan perusahaan yang ada di negara tersebut untuk mempromosikan produknya dipasar.
Keunggulannya :
• Meniadakan resiko kehilangan keunggulan bersaingnya.
• Adanya pengendalian yang ketat pada proses operasional diberbagai negara.

Kelemahannya :
• Mahalnya anggaran yang dikeluarkan untuk memasuki pasar di negara asing.
• Karena perusahaan membuat seluruh proses operasi di negara tujuan sendiri saja maka anggaran dan resiko yang ditanggung besar.


E. Pemasaran Global


Pemasaran global menitikberatkan untuk melakukan strategi promosi pemasaran bisnis internasional yaitu bagaimana supaya perusahaan menentukan kapan waktunya untuk produk terstandardisasi dan kapan waktunya untuk tidak terstandardisasi. Dalam melakukan pemasaran global juga harus diperhatikan untuk bauran pemasaran dengan selalu memandang pada cita rasa dan preferensi konsumen yang konsisten di berbagai penjuru negara.

F. Manajemen Operasional Global


Perbaikan dalam pengendalian kualitas akan mengurangi anggaran melalui tiga cara :

1. Meningkatkan produktivitas sebab ketidak adanya pemborosan dan pengurangan cacat.
2. Peningkatan kualitas produk artinya mengurangi anggaran cacat dan scrap.
3. Menurunkan jaminan dan anggaran perbaikan atau pengerjaan ulang untuk kualitas produk yang lebih baik.

Dalam manajemen operasional berarti semua pihak atau semua bidang yang terintegrasi dalam perusahaan ikut secara bersama menjalankan tugas atau cara-cara diatas dengan baik dan benar supaya tujuan perusahaan yaitu menbisakan peningkatan laba akan tercapai.

G. Sumber Daya Manusia Global


Dalam bidang ini akan membahas tentang bagaimana perusahaan mengatur srtuktur oraganisasinya yaitu bagian sumber daya manusia secara efektif. Diantaranya yaitu staffing, evaluasi kinerja, pengembangan manajemen, kompensasi dan hubungan antar tenaga kerja. Karena dengan perusahaan mempunyai kepedulian terhadap karyawannya baik itu yang ada di dalam negri maupun karyawannya yang ada di negara dimana perusahaan melakukan perdagangan atau masuk ke pasar internasional, maka akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya visi dan misinya.

BAB 3
PENUTUP

A. Pendekatan Strategis sebagai Solusi Menghadapi Tantangan Global


Studi Hubungan Internasional merupakan sebuah studi dinamis, yang memungkinkan adanya perkembangan ilmu sesuai tuntutan zaman. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya fenomena-fenomena internasional yang bermunculan. Semakin beragamnya fenomena, menuntut Hubungan Internasional untuk bisa mengkaji dan menganalisis penyebab dan mencari solusi dari peristiwa yang terjadi. Pergeseran objek kajianpun terjadi dalam studi Hubungan Internasional. Terlebih setelah berakhirnya Perang Dingin, objek kajian studi Hubungan Internasional yang dulunya hanya berfokus mengenai negara, konflik dan perdamaian, bergeser mengenai isu-isu yang sebelumnya luput dari perhatian Hubungan Internasional. Dengan beragamnya fenomena hubungan internasional, perspektif yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut tidak cukup jika hanya menggunakan perspektif tradisional Hubungan Internasional. Perspektif tradisional seperti Realisme dan Liberalisme, dianggap mempunyai kekurangan karena terlalu state-centric. Sehingga persoalan diluar negara, tidak bisa dijelaskan melalui perspektif tradisional. Mengingat bahwa persoalan yang dihadapi Hubungan Internasional saat ini bukan lagi hanya berfokus pada suatu negara namun juga terhadap isu global internasional.

Diperlukan perspektif lain yaitu perspektif alternatif yang bisa mengisi kelemahan perspektif tradisional untuk membantu menjawab isu global yang terjadi saat ini. Perspektif-perspektif alternatif tersebut sering kali mengkritisi perspektif tradisional, dan berusaha mengangkat isu-isu baru yang tidak dilihat pada perspektif tradisional. Seperti contohnya adalah mengenai isu lingkungan, yang kemudian diangkat menjadi isu global oleh perspektif hijau. Isu seperti lingkungan menjadi sangat baru bagi studi Hubungan Internasional, karena sebelumnya fokus kajian dalam Hubungan Internasional adalah antroposentris. Yang mana pemikirannya berfokus pada manusia, seperti Realisme dan Liberalisme yang berasumsi pada sifat dasar manusia. Sedangkan untuk perspektif pada lingkungan, pendekatan yang digunakan adalah ecosentris, yang mana lingkungan hijau sebagai fokus kajiannya. Sehingga pada perspektif hijau, problematika lingkungan beserta rezim lingkungan perlu untuk dibahas karena permasalah tersebut sudah dianggap tidak bisa diselesaikan oleh negara (Peterson, 2005:236).

Fenomena yang sedang dirasakan dunia saat ini adalah globalisasi. Pasca Perang Dingin, globalisasi menjadi fenomena yang masif dalam hubungan internasional. Sehingga dengan adanya globalisasi, merupakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya pergeseran fokus dalam studi Hubungan Internasional. Menurut Linklater (2001), globalisasi telah memengaruhi komunitas politik dan menciptakan fragmentasi baru. Sehingga dengan globalisasi hakikat dari komunitas politik bisa berubah, sebagai contohnya bisa dilihat dari negara –negara dunia ketiga. Yang mana melalui globalisasi ekonomi dan politik meningkat dengan dibukanya banyak kerjasama internasional, namun nyatanya fragmentasi dalam komunitas politik tetap terjadi di negara dunia ketiga. Fragmentasi komunitas politik ini disebabkan karena kegagalan atau ketidakmampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya (Linklater, 2001:624). Ditambah dengan adanya globalisasi, persaingan pasar semakin bebas sehingga mengharuskan negara untuk mencari solusi supaya bisa bertahan di dunia internasional. Dengan begitu, negara sebagai aktor utama dalam hubungan internasional tidak bisa bertahan sendiri tanpa memperdulikan aktor non negara seperti MNCs dan lainnya. Negara harus bisa berbagi peran dengan aktor lain untuk bisa menyelasaikan berbagai masalah yang saat ini semakin kompleks. Sehingga bisa dipastikan bahwa dengan adanya globalisasi aktor non negara yang sebelumnya tidak dianggap penting, saat ini bahkan bisa mempengaruhi perilaku negara dalam hubungan internasional.

Dengan demikan perspektif mainstream dalam Hubungan Internasional, perlu kehadiran perspektif baru yaitu perspektif alternatif yang bisa melihat fenomena hubungan internasional lebih luas. Sehingga tidak hanya berfokus dengan sesuatu yang menyangkut negara saja, akan tetapi lebih khususnya dalam mengahadapai tantangan globalisasi. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa globalisasi tidak bisa dihindari negara. Globalisasi beserta tanda yang mengikutinya memaksa suatu Hubungan Internasional untuk menanggung globalisasi menjadikan salah satu fokus kajian dalam Hubungan Internasional. Perspektif mainstream kemudian tidak cukup untuk mengkaji masalah globalisasi, untuk itulah perlu adanya perspektif atau pendekatan lain.

Salah satu pernyataan Hubungan Internasional yaitu Linklater (2001) mencoba untuk melakukan analisis pengaruh globalisasi yang telah mempengaruhi komunitas politik dengan tiga pendekatan.
Pendekatan pertama adalah kosmopolitanisme yang mempunyai fokus pada kesetaraan individu. Dan solusi dari problematika global adalah dengan mendorong adanya kesejahteraan yang merata di segala aspek bidang (Linklater, 2001:629).
Pendekatan kedua adalah postmodernisme yang menyoroti bahaya dari konstruksi ilmu pengetahuan yang dihasilkan manusia. Konstruksi ilmu pengetahuan ini menurut Foucault bisa menjadikan fondasi baru bagi power dan dominasi seseorang (Linklater, 2001:630).
Pendekatan ketiga adalah komunitarianisme yang mempunyai pendapat bahwa seseorang memiliki kepentingan terhadap suatu komunitas, yangmana individu juga mempunyai loyalitas dan akan menjaga loyalitas tersebut saat telah menjadi anggota dari suatu komunitas tersebut(Linklater, 2001:630). Artinya adalah dalam sebuah komunitas, anggotanya akan tunduk terhadap nilai-nilai komunitas tersebut dan tidak mudah untuk pindah ke lain komunitas karena terikat satu sama lain.

Perlilaku Hubungan Internasional merupakan studi yang dinamis artinya selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman, tentunya tidak cukup hanya dengan perspektif tradisional maupun alternatif yang saat ini telah ada. Perlu adanya kemunculan perspektif baru yang akan mewarnai studi Hubungan Internasional. Dikarenakan, perspektif tidak hanya digunakan dalam teks tetapi juga dalam praktek. Negara dalam melakukan usahanya harus bertahan dalam tantangan global, perlu mempergunakan banyak perspektif tidak hanya terfokus pada salah satu perspektif saja. Alasan lain karena perlunya lebih dari satu perspektif yang digunakan dalam menganalisa suatu fenomena yang terjadi adalah karena setiap perspektif pasti memiliki kekurangan. Sehingga diperlukan perspektif lainnya guna membantu menangani suatu masalah. Pendekatan strategis menjadi solusi yang dirasa tepat dan dibutuhkan untuk menghadapi persoalan global yang saat ini sedang dihadapi berbagai negara di dunia. Pendekatan strategis dibawa oleh David A Lake dan Robert Powell (1999) yang menekankan negara untuk bertindak strategis supaya kepentingan negara bisa dicapai dan supaya meminimalisir kerugian ataupun berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi. Pendekatan Strategis berasumsi jika aktor akan membuat keputusan yang merepresentasikan tujuannya sendiri (Lake & Powell, 1999:7). Dengan mempunyai tujuan, maka tindakan apa yang akan dilakukan harus dipikirkan dan diperhitungkan dengan matang. Cara berfikir strategis dan perilaku strategis sangat diperlukan dalam hal ini. Untuk itu pendekatan strategis muncul, dengan memberikan alternatif lain khusunya dalam menghadapi globalisasi, yang mana setiap aktor perlu untuk menjadi strategis supaya bisa bertahan.

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa saat ini Studi Hubungan Internasional telah banyak mengalami perkembangan. Hal ini dilihat dari semakin bermunculan perspektif-perspektif baru yang mewarnai Hubungan Internasional. perspektif-perspektif baru ini, hadir dengan mengangkat fenomena yang juga baru dan tidak dilihat sebelumnya oleh perspektif tradisional. Studi Hubungan Internasional Airlangga juga menilai bahwa tidak cukup jika hanya menggunakan perspektif tradisional untuk menjelaskan fenomena kontemporer yang saat ini terjadi. Untuk itulah diperlukan perspektif lain yang bersifat strategis. Melalui pendidikan di Airlangga School of Thought yang saat ini sedang melakukan pengembangan, menyuguhkan sebuah perspektif yang tidak hanya berfokus pada pola pikir yang strategis, akan tetapi juga pada sikap strategis dalam Hubungan Internasional. Sehingga para HI khususnya HI Universitas Airlangga yang dituntut untuk menjadi seorang strategis dengan dibekali kemampuan komunikasi, negosiasi dan manajerial yang tinggi diharapkan mampu dalam membuka jalan bagi pengembangan perspektif dan paradigma baru tersebut sehingga ilmu HI khususnya di Indonesia bisa berkembang dengan akar tradisinya sendiri.



DAFTAR PUSTAKA


http://mrasyidin.blogspot.com/2010/04/strategi-global.html di akses pada 1 Desember 2019
http://indahjewel.blogspot.com/2012/06/manajemen-strategi-pada-lingkungan.html di akses pada 1 Desember 2019
http://retno-anggraeni-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-106715-Teori%20Hubungan%20Internasional-Pendekatan%20Strategis%20sebagai%20Solusi%20Menghadapi%20Tantangan%20Global.html Di akses pada 1 Desember 2019
Manajemen Strategis : Mengimplementasikan Strategi

Manajemen Strategis : Mengimplementasikan Strategi

Kurang dari 10% strategi yang dirumuskan berhasil diterapkan. Strategi hanya berpeluang berhasil (berpeluang, bukan pasti) diterapkan di sebuah perusahaan dengan kualifikasi sebagai berikut:
produk yang dihasilkan bermutu baik
pemasaran produk baik
mampu menggalang modal kerja dengan baik
sistem manajemen informasi (SIM) nya baik
Keempat hal di atas (produk, pemasaran, teknik mobilisasi, dan SIM) mutlak dimiliki oleh perusahaan, agar dapat menerapkan strategi secara efektif.

Bab ini akan membahas isu-isu seputar pemasaran, keuangan/akuntasi, litbang, dan SIM yang penting bagi penerapan strategi secara efektif.
1. Isu-isu Pemasaran
Dua variabel penting dalam pemasaran adalah segmentasi pasar dan pemosisian produk.

Segmentasi pasar bertujuan untuk menjangkau kelompok konsumen tertentu. Segmentasi pasar penting karena:
dibutuhkan bagi pengembangan pasar & produk, penetrasi dan diversifikasi
perusahaan dapat beroperasi dengan sumber daya terbatas
memaksimalkan laba per unit dan penjualan per segmen
Contoh segmentasi pasar:
memasukkan selera wilayah pada produk perusahaan seperti daging burger yang lebih pedas di jaringan restoran burger beroperasi di negara-negara Asia Tenggara, Mc Donald mengadopsi menu bubur ayam kaki lima sebagai salah satu menu sarapan populer di Indonesia.

Di era digital ini, internet telah mempermudah segmentasi pasar karena orang-orang dengan tipe dan minat tertentu berkumpul atau rutin mengunjungi situs yang sama, sehingga kebutuhan mereka lebih mudah dikenali oleh para produsen.

Setelah segmentasi pasar, langkah berikutnya adalah pemosisian produk, yaitu mencari tahu apa yang diinginkan dan diharapkan konsumen. Kuncinya adalah mencari tahu sudut pandang konsumen, bukan produsen. Apa yang dianggap konsumen sebagai produk/layanan yang baik, rasa yang enak, dan lain-lain.
2. Isu-isu Keuangan/Akuntansi
Beberapa hal yang penting dalam bagian ini adalah:
penggalangan modal,
perhitungan laporan keuangan,
pembuatan anggaran, dan
evaluasi nilai atau kelaikan bisnis.
Berikut adalah contoh-contoh keputusan yang membutuhkan kebijakan keuangan/akuntansi:
menggalang dana dengan utang jangka pendek atau jangka panjang, atau dengan saham preferen atau saham biasa,
menyewa atau membeli aset tetap,
menentukan rasio deviden yang memadai
menggunakan pendekatan akuntansi LIFO*, FIFO**, atau nilai pasar
memperpanjang waktu piutang atau tidak
menentukan discount rate atas arus kas
menentukan jumlah kas yang harus dipertahankan
Penggalangan Modal
Penggalangan modal menjadi penting karena penerapan strategi yang berhasil seringkali membutuhkan tambahan modal. Sumber-sumber modal bagi perusahaan adalah:
hutang
ekuitas
laba bersih
penjualan aset
penjualan saham
Perusahaan harus jeli dalam menentukan rasio hutang dan ekuitas dalam struktur modalnya agar penerapan strategi berjalan baik.

Teknik yang umum digunakan adalah :
Analisis Laba per Saham (EPS – earning per share)
Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT - Earnings before interest and share)
Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi analisis laporan keuangan adalah teknik strategi implementasi sentral yang memungkinkan organisasi untuk mengevaluasi hasil dari tindakan perusahaan.

Jenis analisis ini dapat digunakan untuk meramalkan dampak pelaksanaan keputusan perusahaan.

Sebuah proyeksi laporan laba rugi dan neraca memungkinkan organisasi untuk menghitung rasio proyeksi keuangan dalam berbagai skenario strategi implementasi. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan dengan rata-rata industri, rasio keuangan dapat memberikan gambaran kelayakan berbagai implementasi strategi.

Proyeksi Laporan keuangan merupakan bentuk dari perencanaan keuangan. Proyeksi akan memudahkan perusahaan melihat apa yang terjadi beberapa tahun yang akan datang. Jenis dimensi proyeksi:

Waktu:
Jangka pendek, satu tahun atau kurang
Jangka panjang, dua tahun atau lebih
Satuan proyeksi:
Proyeksi untuk tiap unit atau bagian organisasi
Proyeksi untuk setiap spesifik poyek
Proyeksi total perusahaan atau total proyek
Proyeksi laporan keuangan biasanya dibuat dalam beberapa skenario. Skenario juga disebut sebagai analisis sensitivitas. Skenario yang biasanya digunakan dalam penyusunan proyeksi :
Kondisi buruk / worst case
Kondisi normal/ normal case
Kondisi terbaik / best case
Untuk masing-masing kondisi tersebut dibuat kriteria keadaan yang dapat diamati dan terukur. Dalam melakukan proyeksi berdasarkan data masa lalu harus diingat, bahwa di masa datang kondisi yang akan terjadi belum tentu sama dengan kondisi yang ada di masa lalu

Proses Penyusunan Proyeksi:
Interaksi
Proyeksi dibuat dengan mengkombinasikan antara proposal investasi dan pilihan pendanaan yang digunakan.
Pilihan alternatif / Options
Proyeksi dibuat dengan memberikan kesempatan perusahaan untuk menentukan beberapa alternatif pilihan berdasarkan skenario yang telah ditentukan.
Kelayakan / Feasibility
Proyeksi harus dibuat dengan pertimbangan akal sehat dan sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.
Hindarkan kejutan / Avoiding Surprises
Nobody plans to fail, but many fail to plan.

Sumber Data Proyeksi:
1. Laporan keuangan:
Neraca,
Laporan laba rugi,
Arus kas,
Catatan atas laporan keuangan
2. Kondisi konsumen dan pasar secara umum, kondisi budaya/tradisi – asumsi
3. Kondisi makroekonomi – asumsi
4. Regulasi
5. Target jangka pendek dan jangka panjang perusahaan secara spesifik

Langkah - langkah menyusun Proforma Balance Sheet:
Tentukan korelasi item-item dalam neraca terhadap penjualan -> hitung dalam prosentase.
Kalikan prosentase tersebut dengan proyeksi penjualan untuk mendapatkan nilai item-item dalam neraca pada tahun proyeksi.
Jika tidak terdapat korelasi antara item dalam neraca dengan penjualan maka nilai dalam neraca tahun sebelumnya dianggap sama dengan tahun proyeksi.
Hitung proyeksi retained earnings dengan rumus:
Projected retained earnings = Present retained earnings + Projected net income – Cash dividends
Tambahan asset untuk mendukung proyeksi penjualan yang ditetapkan.
Utang dan modal ditentukan dengan melihat perbedaan antara total asset dan pendanaan yang telah tersedia. Jika perubahan modal telah ditetapkan maka perusahaan dapat menghitung tambahan dana dari kreditur.
Hitung EFN (External Fund Needed)
Anggaran Keuangan (Financial Budget)
Adalah dokumen yang merinci bagaimana dan akan diperoleh dan dihabiskan untuk kurun waktu tertentu.
Anggaran tahunan adalah yang paling lazim walaupun kurun waktu anggaran bisa dari satu hari sampai 10 tahun.

Anggaran keuangan jangan dilihat sebagai alat untuk membatasi pengeluaran, tetapi sebagai metode untuk memanfaatkan sumber daya sebuah organisasi yang paling produktif dan menguntungkan. Ketika sebuah organisasi mengalami kesulitan keuangan, anggaran sangat penting dalam implementasi strategi.

Jenis anggaran meliputi:
anggaran tunai,
operasi,
penjualan,
laba,
pabrik,
modal,
belanja,
divisional,
variable,
fleksibel dan anggaran tetap.
Yang paling lazim adalah anggaran tunai atau kas.

Beberapa jenis umum dari anggaran:
anggaran kas,
anggaran operasional,
anggaran penjualan,
anggaran laba,
anggaran pabrik,
anggaran modal,
anggaran biaya,
anggaran divisi,
anggaran variabel,
anggaran fleksibel, dan
anggaran tetap.
Anggaran keuangan memiliki beberapa keterbatasan.
Program anggaran dapat terlalu rinci, rumit dan terlalu mahal. Overbudgeting atau underbudgeting anggaran dapat menyebabkan masalah.
Anggaran keuangan dapat menjadi pengganti tujuan. Anggaran adalah alat, bukan tujuan itu sendiri.
Anggaran dapat menyembunyikan inefisiensi jika hanya didasarkan pada preseden bukan pada evaluasi berkala keadaan dan standar.
Anggaran kadang-kadang digunakan sebagai instrumen tirani yang dapat mengakibatkan frustrasi, dendam, dan turnover tinggi.

Untuk meminimalkan pengaruh yang terakhir, manajer harus meningkatkan partisipasi bawahan dalam mempersiapkan anggaran.
Mengevaluasi Nilai Bisnis
Metode penghitungan nilai bisnis dapat dikelompokkan menjadi 3 pendekatan utama:
apa yang dimilki perusahaan,
seberapa yang dihasilkan sebuah perusahaan, dan
apa yang dilemparkan sebuah perusahaan ke pasar.

Pendekatan pertama adalah penentuan kekayaan bersih atau equitas pemegang sahamnya. Kekayaan bersih menunjukkan nilai total saham biasa, tambahan modal disetor dan saldo laba. Setelah menghitung kekayaan bersih, tambahakan atau kurangi dengan nilai good will, kelebihan atau kekurangan aset dan aset tak berwujud. Aset tak berwujud mencakup hak cipta, paten dan merek. Good will muncul hanya jika sebuah perusahaan mengakuisisi perusahaan lain dan membayar lebih banyak daripada nilai buku.

Pendekatan kedua nilai sebuah perusahaan tumbuh dari keyakinan bahwa bahwa nilai bisnis seharusnya didasarkan pada keuntungan yang mungkin diperoleh pemiliknya melalui laba bersih. Aturan konservatif adalah dengan mengalikan keuntungan tahunan lima kali.

Pendekatan ketiga membiarkan pasar menentukan nilai suatu bisnis, melibatkan tiga metode: a. dasarkan perusahaan atas harga jual perusahan serupa, b. metode rasio harga laba dan c. metode saham beredar.
Memutuskan apakah akan Go Public
Go public berarti menjual prosentase tertentu dari perusahaan anda kepada pihak lain untuk memperoleh modal di pasar saham.

Konsekuensinya mengurangi kendali pemilik atas perusahaan. Go public tidak disarankan untuk perusahaan dengan penjualan dibawah $10 juta sebab biaya awal terlalu tinggi dibandingkan dengan arus kas yang akan diperoleh perusahaan.
3. Isu-isu Penelitian dan Pengembangan (Litbang).
Terdapat setidaknya tiga pendekatan penelitian dan pengembangan besar untuk penerapan strategi:
Menjadi perusahaan pertama yang memasarkan produk teknologi baru, strategi ini glamour dan menarik, tetapi juga berbahaya.
Menjadi peniru yang inovatif dari produk-produk yang berhasil, dengan demikian meminimalkan resiko dan biaya awal.
Menjadi produsen berbiaya rendah dengan memproduksi misal produk-produk serupa namun lebih murah dari produk yang belum lama diperkenalkan.
4. Isu-isu Sistem Informasi Manajemen (SIM)
Perusahaan yang mengumpulkan, mengasimilasi dan mengevaluasi informasi eksternal dan internal secara efektif memiliki keunggulan kompetitif atas perusahaan lain.

Sistem Informasi Manajeman yang efektif menjadi prasyarat pada suatu prasyarat di masa mendatang. Sistem informasi yang baik memungkinkan perusahaan untuk menekan biaya, sebagai contoh, pesanan online dari Sales ke fasilitas produksi dapat memperpendek waktu pemesanan bahan baku dan mengurangi biaya persediaan.

Dibanyak perusahaan teknologi informasi telah membuat masalah tempat kerja tak lagi penting dan memungkin karyawan bekerja dari rumah, kapanpun.
manajemen investasi analisis industri

manajemen investasi analisis industri


Pengertian Industri


    Istilah industri telah dikenal luas oleh masyarakat, seperti otomotif, makanan dan lain sebagainya. Namun pengelompokkan industri tidak sesederhana itu. Masalah pengelompokan industri menjadi semakin rumit ketika berhadapan dengan banyak perusahaan yang mempunyai sekian banyak ragam lini bisnis.

  Sistem klasifikasi industri yang telah dikenal dan digunakan secara luas adalah sistem Standard Industrial Classification (SIC) yang didasarkan pada data sensus dan pengklasifikasian perusahaan berdasarkan produk dasar yang dihasilkan. Standar yang dipakai untuk mengkelompokkan industri bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Jakarta Stock Exchange Sectoral Industry Classfification (JASICA).  Klasifikasi JASICA ini terdiri dari 9 divisi, dan masing-masing divisi tersebut dibagi lagi menjadi kelompok industri utama dan diberi kode dua digit.


Pentingnya Analisis Industri   


    Analisis industri merupakan tahap penting yang perlu dilakukan investor baik untuk meminimalkan risiko maupun untuk mengidentifikasi industri yang mempunyai prospek yang menguntungkan.

    Analisis industri perlu diikuti analisis perusahaan agar investor dapat menentukan saham perusahaan mana saja dalam suatu kelompok industri yang mempunyai kombinasi return-risiko yang terbaik.

Beberapa penelitian yang terkait dengan analisis industri menghasilkan kesimpulan:
  1. Industri yang berbeda mempunyai tingkat return yang berbeda pula.
  2. Tingkat return masing-masing industri berbeda di setiap tahunnya.
  3. Tingkat return perusahaan-perusahaan di suatu industri yang sama, terlihat cukup beragam.
  4. Tingkat risiko berbagai industri juga beragam.
  5. Tingkat risiko suatu industri relatif stabil sepanjang waktu.

Estimasi Tingkat Keuntungan Industri


Dalam melakukan analisis industri investor perlu menilai suatu industri dan menentukan return harapan dari suatu industri yang akan dianalisis. Dengan begitu investor akan dapat menetukan peluang investasi pada industri yang memiliki prospek baik. Langkah yang harus dilakukan adalah mengestimasi earning per share dan price earning ratio krmudian dikalikan akan menghasilkan expected ending value of industry,setelah itu menentukan tingkat return harapan dengan cara membagi nilai akhir ditambah deviden. Kemudian membandingkan nilai harapan industri dengan nilai harapan investor sehingga akan mengetahui industri mana yang layak dijadikan investasi.


Estimasi Earning per Share Industri

Prakiraan penjualan dan daur hidup industri

Tahap perkembangan industri umumnya dibagi menjadi lima yaitu:


Tahap permulaan (introduction).

Tahap permulaan merupakan masa-masa awal perkembangan sebuah industri. Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan sangat kecil dan profit yang dihasilkan kemungkinan akan menunjukkan angka negatif karena perusahaan harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menutupi biaya promosi dan pengembangan produk di awal-awal pertumbuhan industri.


Tahap pertumbuhan (growth).

Pada tahap pertumbuhan, penjualan tumbuh sangat cepat. Permintaan semakin meningkat sedangkan persaingan belum begitu ketat sehingga profit pada tahap pertumbuhan akan tumbuh tinggi. Pertumbuhan industri pada tahap ini akan cenderung lebih besar dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan


Tahap kedewasaan (mature).

 Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan mulai menurun, karena banyaknya pesaing yang mulai masuk dan permintaan yang sudah relatif stabil. Oleh karena itu, profit pada tahap mature akan mengalami pertumbuhan yang mulai menurun dan menuju tingkat keuntungan yang normal. Pertumbuhan industri pada tahap ini sedikit lebih besar dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.


Tahap stabil.

    Tahap stabil mungkin merupakan tahap yang paling panjang dalam daur hidup industri. Pertumbuhan industri akan cenderung sama dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau segmen ekonomi di mana industri tersebut berada. Meskipun penjualan terkait erat dengan kondisi ekonomi, tetapi besarnya pertumbuhan penjualan masing-masing perusahaan secara individual dalam suatu industri akan berbeda-beda satu dengan yang lain, tergantung dari kemampuan manajerial dari masing-masing perusahaan.


Tahap penurunan.

    Pada tahap penurunan, tingkat penjualan dan profit industri semakin menurun. Pada tahap ini ada perusahaan yang mulai keluar dari industri dan investor pun mulai berpikir untuk mencari alternatif industri lain yang lebih menguntungkan. Pertumbuhan industri pada tahap ini akan jauh di bawah pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.


Prakiraan Penjualan dan Analisis Input-Output


    Analisis input-output adalah suatu cara alternatif untuk mengetahui gambaran prospek penjualan suatu industri di masa yang akan datang dengan cara mengidentifikasi pemasok (supplier) dan konsumen dari suatu industri.

    Dengan melakukan analisis tersebut, kita dapat mengestimasi permintaan konsumen di masa datang, serta kemampuan pemasok untuk menyediakan barang dan jasa yang diperlukan dalam suatu industri. Informasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat penjualan dan keuntungan suatu industri di masa depan.


Hubungan Industri dan Ekonomi


 Teknik analisis ini membandingkan tingkat penjualan industri dengan kondisi perekonomian secara keseluruhan yang berhubungan dengan barang dan jasa yang diproduksi oleh industri tersebut. Teknik ini didasari oleh asumsi bahwa kondisi perekonomian di mana suatu industri beroperasi akan terkait dengan penjualan dan keuntungan suatu industri.


Persaingan dan Return Industri yang Diharapkan


Faktor penting lain yang mempengaruhi besarnya profit yang bisa diperoleh suatu industri adalah intensitas persaingan dalam industri tersebut. Intensitas persaingan dalam suatu industri akan menentukan kemampuan industri untuk tetap memperoleh tingkat return di atas rata-rata.
Lima faktor yang menentukan intensitas persaingan dalam suatu industry tersebut adalah:




  • Persaingan antara perusahaan yang ada dalam industri.

Persaingan dalam suatu industri akan semakin meningkat jika terdapat banyak perusahaan yang ukurannya relatif sama bersaing dalam industri tersebut. Persaingan juga akan dipengaruhi oleh pertumbuhan industri dan biaya tetap, serta hambatan untuk keluar dari industri.
Tingginya biaya tetap akan mendorong peningkatan persaingan karena dengan tingginya biaya tetap akan mengharuskan perusahaan untuk memproduksi dengan kapasitas penuh. Hal itu akan membuat penawaran di pasar akan semakin meningkat yang kemudian akan menyebabkan harga barang semakin menurun, sehingga  persaingan akan semakin ketat.


  • Ancaman adanya pemain baru

Meskipun sebuah industri mempunyai jumlah pesaing yang sedikit, investor juga perlu mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang potensial menjadi pemain baru dalam industri.
Besarnya ancaman pemain baru ini akan dipengaruhi oleh adanya hambatan-hambatan masuk (barriers to entry) dalam suatu industri, seperti tingginya biaya investasi, peraturan pemerintah, dan harga barang yang relatif kecil dibandingkan dengan biaya produksi.
Jika hambatan masuk suatu industri relatif tinggi maka kemungkinan adanya pemain baru yang masuk dalam industri tersebut akan semakin kecil.


  • Daya tawar (bargaining power)  pembeli

Daya tawar pembeli di pasar yang kuat bisa mempengaruhi profitabilitas industri. Hal ini terjadi jika konsumen dapat menawar harga atau meminta kualitas yang lebih tinggi dengan kemungkinan pilihan dari produk yang diberikan oleh pesaing lain. Bila jumlah konsumen lebih banyak dari jumlah industrinya maka bargaining power konsumen akan rendah. Sebaliknya jika jumlah industri lebih banyak dari konsumen maka bargaining power konsumen akan besar.


  • Ancaman adanya barang atau jasa substitusi

Produk substitusi akan membatasi profit potensial suatu industri karena barang subtitusi akan memunculkan alternatif bagi produk perusahaan. Dalam kondisi seperti ini, kemampuan perusahaan untuk menentukan harga produk akan semakin berkurang, karena dibatasi adanya produk substitusi Artinya, jika harga produk perusahaan terlalu tinggi, konsumen bisa saja berpindah ke produk substitusi yang ditawarkan di pasar.


  • Daya tawar (bargaining power)  pemasok

Pemasok dapat mempengaruhi return industri di masa yang datang karena mereka mempunyai kekuatan untuk menentukan harga dan kualitas dari produknya. Jika jumlah pemasok lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah industrinya, maka pemasok memiliki bargaining power yang besar. Begitu juga sebaliknya, jika pemasok lebih banyak dari industrinya maka bargaining power pemasok akan berkurang.
Lima kekuatan persaingan akan menentukan profitabilitas industri karena lima faktor tersebut mempunyai pengaruh terhadap komponen return on investment (ROI) dalam suatu industri.



Estimasi Earning Multiplier Industri

Teknik untuk melakukan estimasi earning multiplier industri ada dua:
  • Analisis Makro.
Investor mempelajari hubungan antara earning multiplier industri dengan earning multiplier pasar.
  • Analisis Mikro.
Estimasi earning multiplier industri dilakukan dengan cara mengamati variabel-variabel yang mempengaruhi earning multiplier industri, seperti dividend-payout ratio (DPR), tingkat return yang disyaratkan dalam industri (k), dan tingkat pertumbuhan earning dan dividen industri yang diharapkan (g).

Analisis makro mengasumsikan adanya hubungan antara perubahan dalam k dan g untuk industri tertentu dengan pasar keseluruhan. Asumsi ini sama halnya dengan hubungan antara perubahan dalam P/E rasio industri dan P/E pasar secara keseluruhan. Hubungan antara industri dan pasar tidak sama untuk setiap industri, bahkan untuk industri tertentu hubungan tidak signifikan. Oleh karena itu, sebelum menggunakan analisis makro untuk mengestimasi earning multiplier untuk industri, kita perlu mengevaluasi terlebih dahulu kualitas hubungan antara rasio P/E industri yang akan dianalisis dengan P/E pasar.

Estimasi earning multiplier industri dengan analisis mikro dilakukan dengan cara mengestimasi tiga variabel yang menentukan earning multiplier industri (dividend-payout ratio, tingkat return yang disyaratkan dan tingkat pertumbuhan earning dan dividen yang diharapkan) dan membandingkan ketiga variabel tersebut dengan P/E pasar.
Dari hasil analisis tersebut, selanjutnya dapat diketahui apakah earning multiplier industri akan berada di atas, di bawah, ataupun sama dengan earning multiplier pasar.




DAFTAR PUSTAKA
https://febrineldiko.wordpress.com/kuliah-2/materi/manajemen-investasi/ (diakses pada tanggal 5 Maret 2015)
Suad Husnan, Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas (edisi keempat)
manajemen mutu terpadu six sigma (TQM)

manajemen mutu terpadu six sigma (TQM)


MANAJEMEN MUTU TERPADU
SIX SIGMA MOTOROLA DAN PROYEK PENINGKATAN KUALITAS




A. PENGENDALIAN KUALITAS SIX SIGMA MOTOROLA



Six Sigma Motorola merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas dramatik yang merupakan terobosan baru dalam bidang manajemen kualitas. Jika ditanyakan kepada manajemen Motorola, mengapa menggunakan Six Sigma? Maka jawabannya adalah: “agar dapat bertahan dalam lingkungan pasar yang hiperkompetitif”. Banyak ahli manajemen kualitas menyatakan bahwa metode Six Sigma Motorola dikembangkan dan diterima secara luas oleh dunia industri, Karena manajemen industri frustasi terhadap sistem-sistem manajemen kualitas yang ada, yang tidak mampu melakukan peningkatan kualitas secara dramatik menuju tingkat kegagalan nol (zero defect).


Beberapa keberhasilan yang patut dicatat dari aplikasi program Six Sigma adalah sebagai berikut:


1. Peningkatan produktivitas rata-rata: 12,3%.


2. Penurunan COPQ (cost of poor quality) lebih dari 84%.


3. Eliminasi kegagalan dalam proses sekitar 99,7%.


4. Penghematan biaya lebih dari $11 milyar.


5. Peningkatan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata: 17% dalam penerimaan, keuntungan, dan harga saham Motorola.


6. Peningkatan keuntungan (contribution margin improvement) rata-rata: 20%.


7. Peningkatan kapasitas sekitar:12%-18%.


8. Penghematan tenaga kerja sekitar: 12%.


9. Penurunan penggunaan modal operasional sekitar: 10-30%.


10.


B. BEBERAPA ISTILAH DALAM KONSEP SIX SIGMA MOTOROLA



1. Black Belts. Merupakan pemimpin tim yang bertanggung jawab untuk pengukuran, analisis, peningkatan, dan pengendalian proses-proses kunci yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dan/atau pertumbuhan produktivitas.


2. Green Belts. Serupa dengan Black Belts, tetapi posisinya tidak penuh waktu.


3. Master Black Belts. Guru yang melatih Black Belts, sekaligus merupakan konsultan proyek Six Sigma yang sedang ditangani oleh Black Belts. Kriteria pemilihan dari Master Black Belts adalah keterampilan analisis kuantitatif, kemampuan mengajar dan memberikan konsultasi tentang manajemen proyek yang berhasil. Master Black Belts merupakan posisi penuh waktu.


4. Champion. Dalam struktur Six Sigma, champion merupakan individu yang berada pada manajemen atas yang memahami Six Sigma dan bertanggung jawab untuk keberhasilan dari Six Sigma itu. Dalam organisasi besar, Six Sigma akan dipimpin oleh individu penuh waktu, high level champion, seperti seorang Executive Vice-President.


5. Critical-to-Quality (CTQ). Merupakan elemen dari suatu produk, proses atau praktek-praktek yang berdampak langsung pada kepuasan pelanggan.


6. Defect. Kegagalan memberikan apa yang diinginkan oleh pelanggan.


7. Defect Per Million Opportunities (DPMO). Ukuran kegagalan dalam Six Sigma yang menunjukkan kegagalan per sejuta kesempatan. Pemahaman terhadap DPMO ini sangat penting dalam pengukuran keberhasilan aplikasi program Six Sigma.


8. Process Capability. Merupakan suatu ukuran kinerja kritis yang menunjukkan kemampuan menghasilkan output sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan oleh manajemen berdasarkan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.


9. Variation. Merupakan apa yang pelanggan lihat dan rasakan dalam proses transaksi antara pemasok dan pelanggan itu. Semakin sedikit variasi akan semakin disukai, karena menunjukkan konsistensi dalam kualitas. Variasi mengukur suatu perubahan dalam proses atau praktek-praktek bisnis yang mungkin mempengaruhi hasil yang diharapkan.


10. Stable Operation. Proses-proses yang dapat diperkirakan dan dikendalikan guna meningkatkan ekspektasi pelanggan.


11. Design for Six Sigma (DFSS). Merupakan suatu metodologi sistematik yang menggunakan peralatan, pelatihan dan pengukuran untuk memungkinkan pemasok mendesain produk yang memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pelanggan serta dapat diproduksi dan dioperasikan pada tingkat kualitas Six Sigma.


12. Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC). Merupakan proses untuk peningkatan terus-menerus menuju target Six Sigma.


13. Six Sigma. Merupakan suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO—defects per million opportunities) untuk setiap transaksi produk (barang/jasa). Upaya giat menuju kesempurnaan (zero defect—kegagalan nol)






C. KONSEP SIX SIGMA MOTOROLA



Six Sigma adalah sebuah proses bisnis yang secara drastis meningkatkan kinerja dengan cara mendesain dan memonitor kegiatan bisnis setiap hari untuk mengurangi cacat dan sumber daya sementara kepuasan konsumen tetap terjaga.


Terdapat enam aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam aplikasi konsep Six Sigma yaitu:


1. Identifikasi pelanggan Anda.


2. Identifikasi produk Anda.


3. Identifikasi kebutuhan Anda dalam memproduksi produk untuk pelanggan Anda.


4. Definisikan proses Anda.


5. Hindarkan kesalahan dalam proses Anda dan hilangkan semua pemborosan yang ada.


6. Meningkatkan proses Anda secara terus-menerus menuju target Six Sigma.






D. LANGKAH-LANGKAH IMPLEMENTASI PROYEK PENINGKATAN KUALITAS SIX SIGMA



Proyek peningkatan kualitas Six Sigma harus melibatkan secara intensif antara manajemen dari tingkat atas sampai tingkat bawah dan akan ditangani langsung oleh Black Belts sebagai pemimpin tim manajemen proyek. Implementasi proyek peningkatan kualitas Six Sigma mengikuti empat tahap:


1. Identifikasi (Identification).


Tujuan dari tahap identifikasi adalah mengidentifikasi bisnis-bisnis kunci dari perusahaan. Tanggung jawab dari tahap ini berada pada manajemen dan Master Black Belts. Tahap identifikasi terdiri dari dua langkah:


a. Recognize (Pengenalan). Identifikasi proses dari bisnis-bisnis kunci yang berkaitan langsung dengan pelanggan, yang dilakukan oleh manajemen dan Master Black Belts, akan memudahkan perusahaan untuk mengakui (recognize) bagaimana proses-proses bisnis kunci itu mempengaruhi profitabilitas dan kemudian mendefinisikan apa yang menjadi critical-to-business process.


b. Define (Mendefinisikan). Untuk mendefinisikan rencana-rencana yang harus dilakukan guna melaksanakan peningkatan dari setiap tahap proses bisnis kunci itu. Tanggung jawab dari definisi proses bisnis kunci berada pada manajemen dan Master Black Belts.


2. Karakterisasi (Characterization).


Tujuan dari tahap karakterisasi adalah membantu menetapkan tujuan-tujuan yang harus dicapai oleh perusahaan melalui proyek peningkatan kualitas Six Sigma. Tahap karakterisasi terdiri dari dua langkah yaitu:


a. Measure (Pengukuran). Terdapat tiga hal penting dalam pengukuran ini, yaitu:


1) Memilih karakteristik critical-to-quality (CTQ) kunci yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pelanggan.


2) Mendefinisikan standar-standar pengukuran.


3) Melakukan validasi terhadap sistem pengukuran.


b. Analyze (Menganalisis). Terdapat tiga hal penting dalam langkah analisis ini, yaitu:


1) Menetapkan kapabilitas proses.


2) Mendefinisikan target-target kinerja.


3) Mengidentifikasi sumber-sumber variasi.


3. Optimasi (Optimization)


Tujuan dari tahap optimasi adalah mengidentifikasi langkah-langkah yang dibutuhkan untuk dilaksanakan dalam meningkatkan suatu proses dan menurunkan sumber-sumber utama penyebab variasi.


Pada umumnya, Black Belts akan memeriksa variabel-variabel yang terkait dengan prinsip 7M. 7M terdiri dari:


a. Manpower (Tenaga Kerja): berkaitan dengan ketrampilan kerja.


b. Machine (Mesin-Mesin): berkaitan dengan sistem perawatan preventif terhadap mesin-mesin produksi, termasuk fasilitas dan peralatan lain.


c. Method (Metode Kerja): berkaitan dengan metode kerja yang benar, mengikuti prosedur-prosedur kerja yang ditetapkan.


d. Material (Bahan Baku dan Bahan Penolong): berkaitan dengan kualifikasi dan keseragaman bahan baku dan bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi, serta penanganan terhadap bahan baku dan bahan penolong tersebut.


e. Media: berkaitan dengan tempat dan waktu kerja yang memperhatikan aspek-aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan kerja yang kondusif.


f. Motivation (Motivasi): berkaitan dengan sikap kerja yang benar dan profesional (kreatif, proaktif, mampu bekerja sama dalam tim, dan lain-lain) yang dalam hal ini akan sangat tergantung pada sistem balas jasa dan penghargaan terhadap tenaga kerja.


g. Money (Uang): berkaitan dengan dukungan keuangan yang mantap guna memperlancar proyek peningkatan kualitas Six Sigma yang akan diterapkan.






Tahap optimasi terdiri dari dua langkah, yaitu:


a. Improve (Memperbaiki). Dalam langkah ini Black Belts sebagai penanggung jawab harus kreatif dalam mencari cara-cara baru untuk meningkatkan proses agar menjadi lebih baik, lebih efisien, dan lebih cepat. Dengan kata lain, improve akan meningkatkan bagian-bagian sistem mencapai sasaran kerja. Dalam langkah improve terdapat tiga hal pokok yang harus dikerjakan:


1) Mengetahui penyebab potensial yang menyebabkan variasi proses.


2) Menemukan hubungan variabel-variabel kunci penyebab variasi.


3) Menetapkan batas-batas toleransi operasional.


b. Control (Pengendalian). Terdapat tiga hal pokok yang harus dilakukan dalam langkah pengendalian, yaitu:


1) Melakukan validasi terhadap sistem pengukuran.


2) Menentukan kapabilitas proses yang telah tercapai sekarang.


3) Menerapkan rencana-rencana pengendalian proses.


4. Institusionalisasi (Institutionalization)


Tahap institusionalisasi merupakan tanggung jawab manajemen dan Master Black Belts. Tujuan dari institusionalisasi adalah: mentransformasikan bagaimana praktek bisnis itu dilakukan mengikuti prinsip-prinsip Six Sigma. Tahap ini terdiri dari dua langkah yaitu:


a. Standarisasi. Tujuan dari tahap ini adalah menstandarisasi sistem yang telah terbukti terbaik dalam bisnis kelas dunia.


b. Integrate (Mengintegrasikan). Tujuan dari langkah integrate adalah mengintegrasikan metode-metode standar dan proses ke dalam siklus desain, di mana salah satu prinsip dari Design for Six Sigma (DFSS) adalah bahwa proses desain harus menggunakan komponen-komponen yang ada, proses-proses dan praktek-praktek yang telah terbukti terbaik dalam kelasnya.






DAFTAR PUSTAKA

Gaspersz, Vincent. 2005. Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.


manajemen strategi isu global dan internasional

manajemen strategi isu global dan internasional



Organisasi Multinasional

Organisasi yang melakukan operasi bisnis di seluruh batas nasional disebut perusahaan internasional (international firms) atau korporasi multinasional (multinational corporation). Proses manajemen strategik secara konseptual sama untuk perusahaan multinasional sebagai perusahaan domestik yang seutuhnya; bagaimanapun, proses tersebut adalah lebih kompleks untuk perusahaan internasional sebagai hasil dari variabel dan hubungan yang lebih banyak. Sosial, budaya, demografik, lingkungan, politis, pemerintahan, hukum, teknologi dan peluang serta ancaman yang berhadapan dengan korporasi multinasional hampir tidak terbatas dan jumlah serta kompleksitas dari faktor-faktor ini meningkat secara dramatis dengan jumlah produk yang diproduksi dan jumlah wilayah geografik yang dilayani.

Lebih banyak waktu dan usaha yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi tren dan peristiwa eksternal dalam korporasi multinasional dibandingkan dengan korporasi domestik. Rentang geografis, budaya dan perbedaan nasional serta variasi dalam praktik bisnis sering kali membuat komunikasi antar kantor pusat domestik dan operasi luar negeri sulit. Implementasi strategi dapat lebih sulit karena pernedaan budaya memiliki norma, nilai dan etika kerja yang juga berbeda.

Korporasi multinasional (multinational corporate-MNC) menghadapi risiko yang unik dan beragam, seperti pengambilalihan aset, kerugian mata uang melalui fluktuasi tingkat pertukaran, interpretasi pengadilan luar negeri yang tidak menguntungkan dari kontrak dan persetujuan, gangguan sosial/politik, larangan impor/ekspor, tarif dan hambatan perdagangan. Para penyusun strategi di MNC sering berkonfrontasi dengan kebutuhan untuk bersaing secara global dan responsif secara nasional diwaktu yang sama. Dengan kenaikan dalam perdagangan dunia, pemerintah dan lembaga peraturan semakin lebih dekat dalam pengawasan praktik bisnis luar negeri.

Sebelum memasuki pasar internasional, perusahaan seharusnya dapat memindai jurnal yang relevan dan laporan paten, mencari saran akademis dan organisasi peneliti, berpartisipasi dalam urusan perdagangan internasional, bentuk kemitraan dan melaksanakan penelitian ekstensif untuk memperluas kontan mereka dan mengurangi beberapa risiko dalam melakukan bisnis di pasar baru.


Keuntungan dan Kerugian dari Operasi Internasional

Perusahaan memiliki banyak alasan untuk memformulasi dan mengimplementasikan strategi yang mengawali, melajutkan atau memperluas keterlibatan dalam operasi bisnis di seluruh batas negara. Diharapkan keuntungan terbesar adalah perusahaan dapat mendapatkan pelanggan baru untuk produk dan layanan mereka sehingga meningkatkan penerimaan laba. Pertumbuhan dalam penerimaan dan profit adalah sasaran organisasional umum dan sering kali menjadi ekspektasi pemegang saham karena ini adalah ukuran keberhasilan organisasional.
Keuntungan potensial untuk mengawali, melamjutkan atau memperluas operasi internasional adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan dapat meraih pelanggan baru untuk produk mereka.
  2. Operasi asing dapat menyerap kelebihan kapasitas, mengurangi biaya unit, dan menyebarkan risiko ekonomi atas jumlah pasar yang lebih luas.
  3. Operasi asing dapat memudahkan perusahaan untuk mendirikan fasilitas produksi rendah biaya di lokasi yang dekat dengan bahan mentah atau buruh murah.
  4. Pesaing dalam pasar asing mungkin tidak tersedia atau persaingan mungkin kurang intens dibandingkan dalam pasar domestik.
  5. Operasi asing dapat berdampak pada tarif yang rendah, pengurangan pajak dan perlakuan politis yang menguntungkan.
  6. Ventura bersama dapat membantu perusahaan untuk mempelajari teknologi, budaya dan praktik bisnis dari orang lain dan untuk membuat kontrak dengan pelanggan potensial, pemasok, kreditur dan penyalur dinegara asing.
  7. Skala ekonomi dapat dicapai dari operasi global daripada hanya pasar domestik. Skala produksi yang semakin besar dan efisien yang lebih baik memungkinkan volume penjualan dan penawaran harga yang lebih rendah.

Kekuatan dan prestise perusahaan dalam pasar domestik dapat meningkat secara signifikan jika perusahaan pesaing secara global. Meningkatkan prestise dapat diterjemahkan ke dalam kekuatan bernegosiasi yang meningkat di antara kreditur, pemasok, penyalur dan kelompok penting lain.
Ketersediaan, kedalaman dan reliabilitas dari ekonomi dan informasi pemasaran dalam berbagai negara bervariasi secara meluas, seperti struktur industrial, praktik bisnis dan jumlah serta sifat dari organisasi regional. Terdapat juga kerugian potensial yang besar dari mengawali, melanjutkan atau memperluas bisnis di seluruh batas negara, yaitu sebagai berikut:


Operasi asing dapat terukur oleh fraksi nasionalis.

Perusahaan menghadapi lingkungan sosial, budaya, demografik, lingkungan, politik, pemerintahan, hukum, teknologi, ekonomi dan kekuatan bersaing yang berbeda dan kadang sulit dipahami ketika melakukan bisnis secara internasional. Kekuatan-kekuatan ini dapat membuat komunikasi yang sulit dalam perusahaan.

Kelemahan pesaing dalam wilayah asing juga sering terlalu dilebih-lebihkan dan kekuatannya sering diremehkan. Memastikan bahwa perusahaan tetap terinformasi mengenai jumlah dan sifat dari pesaing adalah lebih sulit ketika melakukan bisnis secarra internasional.
Perbedaan sistem bahasa, budaya dan nilai di setiap negara yang dapat menciptakan hambatan untuk berkomunikasi dan masalah dalam mengatur orang.

Meraih pemahaman organisasi regional seperti Komunitas Ekonomi Eropa, Wilayah Perdagangan Bebas Amerika Latin, Bank Internasional untuk Rekontruksi dan Pengembangan, serta Korporasi Keuangan Internasional adalah sulit tetapi sering dibutuhkan dalam melakukan bisnis secara internasional.

Berhubungan dengan dua atau lebih sistem moneter dapat mempersulit operasi bisnis internasional.


Tantangan Global

Hanya sedikit perusahaan yang mampu untuk mengabaikan keberadaan persaingan internasional. Perusahaan yang tampak terisolasi dan berkembang hari ini mungkin mengalami kendala dihari esok; contohnya bank asing belum melakukan persaingan atau beroperasi di sebagian besar Amerika Serikat, tetapi hal ini juga berubah.

Perekonomian Amerika Serikat sudah tidak terdiri dari banyak orang Amerika sendiri. Ekonomi dunia dan sistem moneter bermunculan. Korporasi ditiap tempat di bumi mengambil keuntungan dari kesempatan untuk mendapatkan pelanggan secara global. Pasar bergeser dengan cepat dan dalam banyak kasus terpusat pada selera, tren dan harga. Sistem transportasi yang inovatif mempercepat pemindahan teknologi. 

Semakin banyak perusahaan diseluruh dunia yang menyambut investasi dan modal asing. Sebagai hasilnya, pasar tenaga kerja menjadi lebih dikenal secara internasional. Negara-negara Asia Timur adalah pemimpin pasar dalam industri padat karya, Brasil menawarkan sumber daya alam yang berlimpah dan dengan cepat mengembangkan pasar dan Jerman menawarkan tenaga kerja terlatih dan teknologi.

Dorongan untuk meningkatkan efisiensi operasi bisnis global membawa kepada spesialisasi fungsional yang lebih besar. Hal ini tidak terbatas pada pencarian dari tenaga kerja berbiaya rendah yang biasa di Amerika Latin atau Asia. Pertimbangan lain meliputi biaya energi, kesediaan sumber daya, tingkat inflasi, tingkat pajak dan sifat dari regulasi perdagangan.

Banyak negara yang menjadi lebih proteksionis selama resesi ekonomi global terkini. Proteksionisme (protectionism) merujuk kepada pemaksaan tarif, pajak dan regulasi dari perusahaan luar negeri untuk membantu perusahaan mereka sendiri dan orang lain. Sebagian besar ahli ekonomi berpendapat bahwa proteksionisme mengancam ekonomi negara karena hal tersebut menghambat perdagangan antar-negara dan mengundang pembalasan dendam.

Kemaajuan dalam telekomunikasi menggambarkan negara, budaya dan organisasi di seluruh dunia saling mendekat satu sama lain. Penerimaan asing sebagai persentase dari penerimaan total perusahaan pada ratusan perusahaan Amerika Serikat termasuk ExxonMobil, Gillete, Dow Chemical, Citicorp, Colgate-Palmolive dan Texaco sudah melebihi 50%.

Alasan utama mengapa kebanyakan perusahaan domestik melakukan bisnis secara global adalah pertumbuhan permintaan barang dan jasa di luar Amerika Serikat dianggap lebih tinggi daripada didalam AS sendiri. Contohnya, industri makanan domestik tumbuh hanya 3% per tahun sehingga Kraft Food, perusahaan makanan kedua terbesar di dunia di belakang Nestle sedang berfokus pada akuisisi luar negeri.

Pemegang saham dan investor berharap pertumbuhan penerimaan yang terjaga dari perusahaan; memuaskan pertumbuhan untuk banyak perusahaan yang hanya dapat dicapai dengan mengapitalisasi permintaan dari luar Amerika Serikat. Usaha bersama dan kemitraan antara perusahaan domestik dan luar negeri menjadi aturan daripada pengecualian.


Globalisasi

Globalisasi (globalization) adalah proses melakukan bisnis di seluruh dunia, sehingga keputusan strategis perusahaan dibuat berdasarkan profitabilitas global dari perusahaan dibandingkan hanya pertimbangan domestik. Strategi global mencari cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen di seluruh dunia, dengan nilai tertinggi pada biaya terendah.

Hal ini bisa berarti menempatkan produksi di negara-negara dengan biaya tenaga kerja terendah atau sumber daya alam yang melimpah, menempatkan pusat penelitian dan teknik rekayasa kompleks di mana ilmuwan ahli dan insinyur dapat ditemukan dan menempatkan aktivitas pemasaran dekat dengan pasar yang akan dilayani.

Strategi global (global strategy) memasukkan perancangan, produksi dan produk pemasaran dengan kebutuhan global dalam pikiran daripada mempertimbangkan negara individu sendiri. Strategi global mengintegrasikan tindakan melawan pesaing ke dalam rencana mendunia.

Mengawasi globalisasi dalam satu industri adalah aktivitas manajemen strategik yang penting. Mengetahui bagaimana untuk menggunakan informasi untuk satu keuntungan bersaing, bahkan lebih penting. Contohnya, perusahaan bisa melihat ke seluruh dunia untuk teknologi terbaik dan memilih satu yang paling menjanjikan untuk jumlah pasar terbesar. Ketika perusahaan merancang produk, mereka merancangnya agar bisa dipasarkan di sebanyak mungkin negara. Ketika perusahaan membuat produk, mereka memilih sumber biaya terendah seperti Jepang untuk semikonduktor, Srilanka untuk tekstil, Malaysia untuk elektronik sederhana dan Eropa untuk presisi permesinan.


Tingkat Pajak Korporat Secara Global

Tingkat pajak korporat bervariasi di berbagai negara dan perusahaan. Tingkat pajak di dalam negara adalah penting dalam keputusan strategik berkenaan dengan saat untuk membangun fasilitas pabrik atau toko ritel atau bahkan saat untuk mengakuisisi perusahaan lain.

Amerika Serikat dengan tingkat pajak korporat tertinggi di antara seluruh negara di dunia. Memiliki tingkat pajak korporat tertinggi bukanlah posisi yang bagus untuk Amerika Serikat karena ia bersaing dengan negara lain sebagai lokasi investasi. Tingkat pajak korporat yang tinggi menghalangi investasi dalam pabrik baru dan juga memberikan insentif tinggi untuk korporasi demi menghindar dari pajak.

Untuk menghindari pembayaran pajak di Amerika Serikat atas pendapatan yang dihasilkan di negara lain, banyak perusahaan Amerika Serikat yang berpendapatan tinggi diluar Amerika Serikat, tetapi berpendapatan rendah di dalam Amerika Serikat dan mereka membawa kas kembali ke Amerika hanya apabila dibutuhkan. Contohnya, Microsoft memiliki 66,6 miliar dolar total kas tetapi hanya 8,6 miliar dolar yang ada di Amerika Serikat.

Faktor-faktor lain selain tingkat pajak korporat tentunya memengaruhi keputusan perusahaan saat menempatkan pabrik dan fasilitas serta apakah mereka harus mengakuisisi perusahaan lain. Contohnya, pasar besar yang kaya dan infrastruktur yang efisien baik di Jerman dan Inggris menarik perusahaan tetapi biaya tenaga kerja yang tinggi dan hukum tenaga kerja yang ketat di sana menghambat perusahaan.

Pertumbuhan GDP yang cepat di Brasil dan India menarik perusahaan tetapi pelanggaran dan kerusuhan politik di negara-negara Timur Tengah menghalangi investasi. Amerika Serikat mungkin sebaiknya menurunkan tingkatnya untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berinvestasi dalam pekerjaan domestik. Menurunkan tingkat pajak korporat di Amerika Serikat seharusnya juga mengurangi pengangguran dan memicu pertumbuhan secara domestik.


Amerika Serikat versus Budaya Bisnis

Untuk dapat sukses bersaing di pasar dunia, manajer Amerika Serikat harus menyediakan pengetahuan historis, budaya, kekuatan religius yang memotivasi dan mendorong orang di negara lain. Di Jepang sebagai contoh, relasi bisnis beroperasi dalam konteks Wa yang menekan keharmonisan kelompok dan kohesi sosial. Di Cina perilaku bisnis berpusat disekitar guanxi atau relasi pribadi. Di Korea Selatan, aktivitas kepedulian terhadap inhwa atau harmoni berdasarkan penghargaan hubungan hierarki termasuk kepatuhan terhadap otoritas.

Di Eropa pada umumnya benar bahwa makin ke utara pada kontinen tersebut, semakin banyak gaya manajemen partisipatif terjadi. Kebanyakan pekerja di Eropa berserikat dan menikmati liburan dan hari libur yang lebih sering dibandingkan pekerja di Amerika Serikat. Jaminan pekerjaan tetap adalah bagian umum dari kontrak pekerjaan di Eropa. Masa percobaan selama enam bulan pada awal pekerjaan biasanya adalah bagian dari kontrak dengan perusahaan Eropa. Banyak orang Eropa mengirimkan kembali pembayaran untuk kinerja, komisi gaji, dan pengukuran tujuan serta sistem penghargaan.

Kelemahan dari beberapa perusahaan di Amerika Serikat dalam bersaing dengan perusahaan Lingkar Pasifik adalah kurangnya pemahaman budaya Asia termasuk bagaimana orang Asia berpikir dan perperilaku. Manajer Amerika Serikat secara konsisten menaruh perhatian pada sikap ramah dan disukai sedangkan manajer dari Asia dan Eropa sering melatih otoritas tanpa kepedulian pada hal ini. Orang Amerika cenderung untuk menggunakan nama pertama dalam hubungan bisnis dengan orang asing namun orang asing merasa ini lancang. Di Jepang contohnya, nama pertama digunakan hanya diantara anggota keluarga dan teman dekat.

Manajer Amerika memiliki toleransi rendah untuk berdiam diri, sedangkan manajer Asia memperlihatikan masa berdiam diri yang lebih panjang adalah penting untuk mengorganisasi dan mengevaluasi pemikiran seseorang. Manajer Amerika Serikat lebih berorientasi pada tindakan dibandingkan rekan sejawat mereka diseluruh dunia, mereka terburu-buru membuat janji, konferensi, dan rapat, lalu kemudian merasa bahwa hari tersebut produktif. Duduk sepanjang konferensi tanpa berbicara adalah tidak produktif di Amerika Serikat tetapi ini dilihatt sebagai hal positif di Jepang bahwa seseorang yang berdiam diri dapat memelihara persatuan.

Rose Knotts merangkum beberapa perbedaan budaya yang penting antara Amerika Serikat dan manajer asing. Kesadaran dan pertimbangan dari perbedaan ini dapat membantu manajer untuk menjadi lebih efektif, terlepas dari apa pun kebangsaannya.

Orang Amerika menempatkan pengecualian prioritas tinggi tepat waktu, melihat waktu sebagai sebuah aset. Banyak orang asing menempatkan nilai lebih tinggi pada hubungan. Perbedaan ini membuat manajer asing sering melihat manajer Amerika seperti “lebih tertarik pada bisnis dibandingkan orang.”

Sentuhan pribadi dan jarak norma berbeda di seluruh dunia. Orang Amerika pada umumnya berdiri pada jarak tiga kaki dari satu sama lain ketika melakukan pembicaraan bisnis tetapi orang Arab dan Afrika berdiri terpisah dalam jarak satu kaki. Menyentuh orang lain dengan tangan kiri dalam urusan bisnis adalah terlarang dibeberapa negara.

Aturan keluarga dan hubungan bervariasi di negara yang berbeda. Contohnya, lelaki dinilai berderajat lebih tinggi dibandingkan wanita pada beberapa budaya dan tekanan rekan sebaya, situasi kerja dan interaksi bisnis memperkuat fenomena ini.

Bisnis dan kehidupan sehari-hari di beberapa masyarakat diatur berdasarkan faktor-faktor keagamaan. Contohnya waktu berdoa, hari raya, peristiwa harlan dan pembatasan diet, harus dihargai oleh manajer yang tidak familier dengan praktik ini di beberapa negara.

Waktu yang dihabiskan untuk keluarga dan kualitas hubungan adalah lebih penting di beberapa negara dibandingkan penghargaan pribadi dan pencapaian yang didukung oleh manajer Amerika tradisional.

Banyak budaya di seluruh dunia yang menilai kesederhanaan, semangat tim, kolektivitas dan kesabaran lebih penting dibandingkan daya saing dan individualisme, yang sangat penting di Amerika.

Ketepatan waktu adalah sifat pribadi yang dihargai ketika melaksanakan bisnis di Amerika Serikat tetapi ini tidak di banyak masyarakat dunia. Kebiasaan makan juga berbeda secara dramatis di seluruh budaya. Contohnya bersendawa dapat diterima di beberapa negara sebagai bukti kepuasan dengan makanan yang dihidangkan. Budaya Tiongkok menganggapnya sikap yang baik untuk menggambarkan bahwa makanna yang disajikan memuaskan.

Untuk mencegah kesalahan sosial ketika bertemu manajer dari daerah lain, seseorang harus belajar dan menghormati aturan atau etiket dari yang lain. Duduk di kursi kloset dilihat sebagai tak bersih disebagian negara tetapi tidak di Amerika Serikat. Menyisakan makanan atau miniman setelah makan dianggap tidak sopan di beberapa negara tetapi tidak di Tiongkok. Membungkuk daripada berjabat tangan adalah biasa dibanyak negara. Beberapa budaya melihat orang Amerika memiliki budaya tidak bersih untuk menempatkan fasilitas kloset dan kamar mandi di wilayah yang sama, sedangkan orang Amerika melihat orang dari beberapa budaya bersih karena tidak mandi setiap hari.

Orang Amerika sering kali melakukan bisnis dengan individu yang tidak mereka ketahui, tidak seperti pelaku bisnis di banyak negara lain. Di Meksiko dan Jepang contohnya, hubungan yang bersahabat sering kali diwajibkan sebelum melakukan bisnis.


Perbedaan Komunikasi di Seluruh Negara

Orang Amerika semakin berinteraksi dengan manajer dari negara lain, sehingga ini penting untuk memahami budaya bisnis asing. Orang Amerika sering datang sebagai intrusif, manipulatif dan cerewet, kesan ini dapat mengurangi efektifvitas dalam komunikasi. Forbes menyediakan petunjuk budaya sebagai berikut:

Orang Italia, Jerman dan Prancis umumnya tidak meringankan eksekutif dengan pujian sebelum mereka dikritik. Kebanyakan orang Amerika suka melakukannya dan praktik ini tampak manipulatif bagi orang Eropa.

Israel terbiasa dengan rapat bertempo cepat dan memiliki sedikit kesabaran untuk informalitas dan perbincangan kecil Amerika Serikat.

Eksekutif Inggris sering kali mengeluh bahwa eksekutif Amerika mengobrol terlalu banyak. Informalitas, egalitarianisme dan spontanitas dari orang Amerika dalam urusan bisnis kerap menghentak banyak orang asing.

Orang Eropa merasa bahwa mereka diperlakukan seperti anak-anak ketika diminta untuk memakai penanda nama orang Amerika.

Para eksekutif di India terbiasa untuk menginterupsi satu sama lian. Oleh karena itu, ketika eksekutif Amerika mendengarkan tanpa menanyakan klarifikasi atau mengajukan pertanyaan bagi orang India mereka terlihat tidak memperhatikan.

Ketika bernegosiasi secara oral dengan eksekutif Malaysia atau Jepang adalah pantas untuk secara periodik memberikan waktu sejenak. Namun, tidak ada jeda yang diperlukan ketika bernegosiasi dengan orang Israel.

Menahan diri dari pertanyaan manajer asing seperti “Bagaimana akhir pekan Anda?” itu adalah intrusif bagi orang asing yang cenderung menganggap bisnis mereka dan kehidupan pribadi adalah terpisah sepenuhnya.

Budaya Bisnis di Seluruh Negara


Budaya Bisnis Meksiko


Meksiko merupakan sebuah masyarakat otoriter dalam hal sekolah, gereja, bisnis dan keluarganya. Pengusaha disana mencari pekerja yang ramah, penuh rasa hormat, dan patuh, inovatif, kreatif dan mandiri. Pekerja meksiko cenderung berorientasi pada aktivitas ketimbang pemecahan masalah. Ketika seorang asing datang dan memasuki bisnis di Meksiko, ia akan terkesan oleh atmosfer yang hangat dan ramah. Di Meksiko sangat dijaga yang namanya keharmonisan dan hubungan yang baik, antara setiap lini yang ada. Toleransi terhadap permusuhan atau perselisihan jauh lebih rendah di Meksiko daripada di Amerika Serikat.

Pengusaha Meksiko bersifat paternalistis, memberikan lebih dari sekedar gaji dan upah bagi para karyawannya, namun sebagai balasannya mereka mengharapkan kesetiaan. Hal yang sangat jauh berbeda  dari budaya yang ada di Indonesia mengenai masalah upahnya. Paket makanan mingguan, makan gratis, layanan bus gratis, dan lainnya merupakan bagian dari kompensasi.

Kondisi kerja yang ideal bagi seorang pekerja Meksiko adalah model keluarga, di mana semua orang bekerja bersama-sama, mengerjakan bagian mereka, menurut peran yang sudah disepakati. Pekerjanya juga tidak mengharapkan lingkungan yang mendorong ekspresi diri dan inisiatif. Meksiko menekankan kolektivisme, kerja sama, rasa memiliki, formalitas. Kondisi yang berbeda dengan Amerika Serikat yang menekankan individualisme, prestasi, persaingan, rasa ingin tahu, spontanitas.

Rapat dan jamuan makan bagi para rekan bisnis sangat jarang dilakukan di rumah, melainkan kebanyakan di restoran demi menjaga kehormatan, menyelamatkan muka dan agar dianggap orang penting. Itulah sebabnya orang-orang Meksiko tidak menerima kritik dan perubahan dengan mudah, banyak yang merasa direndahkan ketika dirinya dianggap bersalah.

Ketika memberi salam biasanya untuk perempuan dengan menepuk lengan atau punggung dan untuk laki-laki dengan berjabat tangan. Jika berkunjung ke rumah membawakan hadiah seperti bunga atau permen, hindari tanaman dengan bunga kuning keemasan karena menjadi simbol kematian dan
hindari bunga dengan warna merah karena memiliki konotasi yang negatif.


Budaya Bisnis Jepang


Orang Jepang menempatkan kepentingan yang tinggi kepada loyalitas kelompok dan konsensus, konsep yang disebut Wa. Hampir seluruh aktivitas korporat di Jepang mendorong Wa di antara manajer dan karyawan. Wa menginginkan bahwa seluruh kelompok setuju dan bekerja sama.
Kebanyakan manajer Jepang bersifat pendiam, tenang, berjarak, introspektif dan berorientasi lain sedangkan kebanyakan manajer Amerika suka bicara, tidak sensitif, impulsif, suka memerintah, dan berorientasi individu.

Orang Amerika sering merasa manajer Jepang membuang waktu dan melakukan pembicaraan yang tidak jelas sedangkan Amerika sering menggunakan kritik tumpul, menanyakan pertanyaan keingintahuan yang menyinggung dan membuat keputusan cepat.

Di Jepang usia dan status seseorang adalah yang terpenting, apakah dalam unit keluarga, keluarga yang diperluas atau situasi sosial atau bisnis. Anak-anak sekolah belajar dari awal bahwa orang yang tertua dalam kelompok harus dihormati. Orang yang lebih tua dilayani terlebih dahulu dan minuman dituangkan untuk mereka.

Orang asing boleh berjabat tangan tetapi bentuk tradisional dari menyapa adalah membungkuk. Semakin dalam membungkuk semakin besar rasa hormat yang Anda tunjukkan.
Dalam memberikan hadiah di Jepang, cokelat atau kue-kue kecil adalah pilihan yang tepat tetapi jangan memberikan bunga lili, kamelia, kelopak lotus, bunga putih karena mereka semua dihubungkan dengan pemakaman. Jangan memberikan tanaman dalam pot karena dianggap menimbulkan penyakit, meskipun pohon bonsai selalu dapat diterima.

Tidak seperti orang Amerika, orang Jepang lebih menyukai untuk melakukan bisnis berbasis hubungan pribadi dibandingkan tidak secara pribadi berbicara di telepon atau korespondensi tertulis. Untuk itu, bangun dan jaga hubungan dengan mengirimkan kartu ucapan salam, terima kasih, ulang tahun dan musiman.

Budaya Bisnis Brasil


Baik di Brasil maupun di Amerika, lelaki saling menyapa satu sama lain dengan berjabat tangan sambil menjaga kontak mata. Wanita menyapa satu sama lain dengan ciuman di Brasil, memulai dari pipi kiri ke pipi kanan. Memeluk dan menepuk punggung adalah sapaan yang biasa diantara orang Brasil yang berteman dekat.

Jika seorang wanita berharap untuk menjabat tangan lelaki, sebaiknya mengulurkan tangan terlebih dahulu. Jika datang ke rumah orang Brasil bawakanlah bunga atau hadiah kecil. Anggrek kelihatan indah tetapi hindari ungu atau hitam karena ini adalah warna berkabung. Tiba setidaknya paling telat 30 menit, jika undangan tersebut untuk makan malam dan tiba terlambat paling lambat sampai satu jam untuk sebuah pesta atau pertemuan besar.

Hindarilah mempermalukan orang Brasil dengan mengkritik orang tersebut di depan umum, itu menyebabkan ia kehilangan muka dengan semua orang di rapat bisnis dan orang yang membuat kritik juga kehilangan muka karena merasa mereka tidak mematuhi aturan tidak tertulis orang Brasil. Adapun untuk kesepakatan bisnis, bersikeras menyusun kontrak hukum terperinci. Mereka lebih nyaman melakukan bisnis dengannya dan bernegosiasi dengan orang daripada perusahaan.


Budaya Bisnis Mesir


Di Mesir sapaan didasarkan pada kelas sosial dan agama. Jabat tangan, meskipun tidak erat dan berkepanjangan merupakan sapaan yang biasa antara orang Mesir dengan jenis kelamin yang sama. Jabat tangan selalu diberikan dengan wajah tersenyum dan kontak mata langsung. Sekali saja hubungan telah terbangun adalah biasa untuk menyapa dengan sebuah ciuman disatu pipi. Dalam menyapa antara laki-laki dan wanita, wanita akan mengulurkan tangan mereka terlebih dahulu. Sebaiknya, lelaki menundukkan kepalanya dalam menyapa.

Orang Mesir lebih suka unuk melakukan bisnis dengan mereka yang mereka kenal dan hormati, jadi gunakanlah waktu mengembangkan hubungan pribadi sebelum bisnis dilaksanakan. Siapa yang Anda kenal adalah lebih penting daripada apa yang Anda ketahui di Mesir, sehingga buatlah jaringan.
Orang Mesir harus mengenal dan menyukai Anda untuk melakukan bisnis. Hubungan pribadi adalah penting untuk bisnis jangka panjang. Orang dengan peringkat tinggi membuat keputusan, setelah mendapat konsensus kelompok. Keputusan dicapai setelah musyawarah besar. Di Mesir bisnis bergerak dengan kecepatan lambat dan masyarakatnya sangat birokratis.


Budaya Bisnis Tiongkok


Di Tiongkok, sapaan adalah formal dan orang yang paling tua selalu yang pertama disapa. Seperti di Amerika Serikat, jabat tangan adalah bentuk paling umum dari sapaan. Banyak orang Tiongkok yang akan melihat ke tanah ketika menyapa seseorang. Dalam hal hadiah, sekeranjang makanan menjadi hadiah sempurna tetapi jangan memberikan gunting, pisau atau alat memotong lainnya karena objek-objek ini menunjukkan hubungan yang buruk. Jangan memberikan jam, saputangan, bunga, atau sandal jerami karena mereka dikaitkan dengan pemakaman.

Orang Tiongkok sangat jarang melakukan bisnis dengan perusahaan atau orang yang mereka tidak kenal. Posisi Anda di sebuah bagan organisasi adalah sangat penting dalam relasi bisnis. Penyimpangan jenis kelamin umumnya bukan sebuah masalah. Acara makan atau sosial tidaklah tepat untuk diskusi bisnis.

Seperti Amerika Serikat dan Jerman, ketepatan waktu adalah penting di Tiongkok. Tiba terlambat ke rapat adalah hal yang buruk dan dapat memberikan pengaruh negatif pada hubungan Anda. Rapat disana membutuhkan kesabaran karenanya ponsel yang sering kali berbunyi dan pembicaraan cenderung menjadi penyebab keriuhan yang sudah umum.


Budaya Bisnis India


Menurut statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa tingkat partisipasi wanita di India dalam tenaga kerja adalah 34,2%, cukup rendah, khususnya karena 42% wanitanya mewakili lulusan bangku kuliah di India. Seperti kebudayaan di negara-negara Asia lainnya, orang-orang di India tidak suka berkata tidak secara verbal dan nonverbal. Daripada mengecewakan rekan bisnis, mereka akan mengatakan tidak tersedia atau menawarkan respon yang mereka pikir mungkin rekan bisnisnya ingin mendengarnya. Hal tersebut tidak dapat dianggap sebagai sebuah ketidakjujuran.

Di India berjabat tangan adalah hal yang biasa, namun laki-laki tidak dapat berjabat tangan dengan perempuan karena keyakinan keagamaan yang ada di India. Orang India percaya bahwa memberikan hadiah memudahkan kita untuk msuk ke dalam kehidupan yang selanjutnya. Memberikan hadiah berupa uang merupakan hal yang biasa di India, tetapi memberikan bunga seperti bunga cempaka atau bunga putih sebaiknya jangan dilakukan, karena menurut keyakinan mereka bunga-bunga tersebut mewakili masa berkabung. Dan jangan memberikan hadiah berupa kulit sapi, di India sapi dianggap sebagai hewan yang suci karena mayoritas agama disana adalah agama Hindu. Hadiah yang diberikan biasanya tidak dibuka langsung ketika diterima.

Sebelum memasuki rumah, sebaiknya lepaskan sepatu Anda, jika mau menolak minuman atau hidangan tolaklah dengan sopan. Pada saat dijamu dengan makanan, sisakan sedikit makanan di piring untuk menunjukkan bahwa Anda puas dengan makanan yang disajikan. Orang India akan lebih suka melakukan hubungan bisnis dengan orang yang telah membangun hubungan dengan mereka berdasrkan saling percaya dan menghormati. Jangan tidak menyetujui secara publik dengan orang India.


Budaya Bisnis Nigeria


Nigeria memiliki populasi terbesar di Afrika. Nigeria merupakan negara yang demokratis dengan Inggris sebagai bahasa resminya. Sebagian dari populasi penduduk Nigeria memiliki usia di bawah 18 tahun. Sapaan paling umum di Nigeria adalah berjabat tangan dengan senyum penyambutan yang hangat. Pemberian hadiah adalah hal yang wajar dan diharapkan di Nigeria. Orang Nigeria umumnya terbuka dan ramah dan mereka sering menggunakan humor baik dalam rapat bisnis ataupun diskusi serius.


Iklim Bisnis Lintas Negara/Benua

Bank Dunia dan International Corporation setiap tahunnya memberikan peringkat kepada 183 negara dalam hal kemudahan dalam melakukan bisnis. Indeks peringkat negara berkisar dari 1 (terbaik) sampai 183(terburuk). Peringkat nya dikalkulasikan sebagai rata-rata sederhana dari peringkat persentil pada seberapa mudahnya untuk :
  1. Memulai bisnis
  2. Berhubungan dengan izin pembangunan
  3. Pendaftaran properti
  4. Mendapatkan kredit
  5. Melindungi investor
  6. Pembayaran pajak
  7. Perdagangan lintas batas
  8. Penegakan kontrak
  9. Mengatasi kepailitan
  10. Perolehan listrik

Keanggotaan Serikat Pekerja Lintas Eropa   


Tingkat rata-rata dari keanggotaan serikat pekerja di seluruh anggota Uni Eropa (UE), diukur berdasar jumlah yang bekerja di negara anggota yang berbeda, adalah sebesar 23% berbanding dengan 11% di Amerika Serikat. Rata-rata orang Eropa ditekan oleh tinggkat keanggotaan yang relatif rendah dibeberapa negara UE yang lebih besar, Jerman dengan 19%, Prancis dengan 8%, Spanyol dengan 16 %, dan Polandia dengan 15%. Tiga negara kecil seprti Malta, Siprus, dan Luksemburg memiliki level diatas rata-rata.

Negara-negara Eropa Tengah dan Eropa Timur memiliki tinggkat keanggotaan serikat di bawah rata-rata. Tingkat keanggotaan serikat menunjukan tren yang menurun diseluruh Eropa. Hanya 8 dari 38 negara di Eropa telah melihat perolehan anggota serikat di antara yang bekerja dalam beberapa tahun
terakhir. Kepadatan serikat telah jatuh di Eropa.


Negara-Negara Afrika


Pada tahun 2012, negara-negara Afrika mengadakan pemilihan demokrattis, sedangkan di tahun 1989 hanya 3 negara Affrika yang mempertimbangkan demokrasi. Mata uang Afrika mulai stabil dan banyak negara menaikkan dana untuk membangun jalan raya, pelabuhan, dan  jaringan listrik yang modern.

Negara-negara Afrika memenangkan investor seperti yang terjadi di Zambia yang menaikkan 750 juta dolar obligasinya baru-baru ini, diikuti oleh Rwanda, Nigeria, dan Kenya yang melakukan hal yang sama. Hasil dari beberapa obligasi Afrika hanya sedikit lebih sedikit tinggi dibandingkan hasil utang dari perekonomian beberapa negara Eropa seperti Spanyol. Investor menaruh perhatian lebih ke Afrika setelah berakhirnya masa tingkat bunga yang rendah dan pertumbuhan yang lambat di berbagai tempat di dunia lain.


Tiongkok


Pada akhir tahun 2012, ekonomi Tiongkok mulai berkembang cepat setalah hampir dua tahun tumbuh dengan lambat. Analis mengharapkan bertambahnya pertumbuhan penduduk yang berkelanjutan, mengangkat prospek ekonomi global. Pertumubhan Tiongkok yang cepat telah menciptakan substansial, ketidakseimbangan yang meluas, dan korupsi yang tertanam dalam. Faktanya, pemerintah komunis Yiongkuk kuatir bahwa kerusakan politik di Timur Tengah dapat menyebar ke Tiongkok dalam “revolusi Melati” karena masyarakat Tiongkok nyaris tidak mampu untuk bertahan.

Filipina


Negara berbahasa inggris yang sangat berpendidikan. Pekerjaan call center di Filipina menghasilkan penerimaan devisa sebesar 7,4 milyar dollar pada tahun 2011, dan tumbuh 15% tiap tahunnya. Filipina belakangan menyalip Indonesia sebagai pemasok layanan call center terbesar didunia. Hal ini dikarenakan budaya bisnis Filipina “memberikan layanan yang benar-benar fantastis.” Ekonomi Filipina bergantung pada pekerja yang bekerja diluar negeri dan memberikan penghasilan pada negara, juga pada pelnacong ke dan dari Filipina. Dalam perekonomian yang berkembang, penetrasi internet di Filipina masih lebih tinggi daripada Indonesia.

Taiwan


Taiwan memiliki ekonomi yang dinamis, kapitalis, dan dikendalikan ekspor yang secara rutin meningkatkan keterlibatan negara dalam investasi dan perdagangan asing. Umumnya, bankkepemilikan pemerintah dan perusahaan industri di Taiwan dikembnagkan secara privat. Ekspor menyediakan kekuatan utama dalam industrialisasi. Keuntungan perdagangan adalah substansial, dan cadangana sing merupakan urutan ke-5 terbesar didunia.

India


India mengeluarkan sebuah hukum di kahir tahun 2011 bahwa untuk pertama kalinya memungkinkan perusahaan asing untuk memiliki 100% dari beberapa ritel bersama di India. Di akhir tahun 2012, India melembagakan five-year road untuk memperbaiki keuangan negara yang dimaksudkan mengurangi defisit anggaran. Hal yang memeprumit masalah di India adalah tingkat bunga yang tinggi dan beberapa skandal korupsi.


Jerman


Mobil, mesin, dan produk lain keluaran jerman memiliki permintaan tinggi di Asia. Perusahaan-perusahaan Jerman saling berkerjaran diarea pertumbuhan industrial yang penting ini, karena salah satu dari tujuh pekerjaan di Jerman adalah menghubungkan pembuat mobil negara dan pemasok domestik. Jerman memiliki populasi yang menua dan penyusutan paling cepat di Eropa. Jerman saat ini mengalami kekurangan buruh terlatih dan perekrutan agresif dari luar negeri untuk teknik terkemuka dan bakat ilmiah negara tersebut. Banyak orang beremigrasi dari Jerman dibandngkan merelokasi di Jerman. Khususnya professional berpendidikan tinggi.


Meksiko


Meksiko belakangan ini membangkitkan kembali industri pabrikan mobil miliknya dan sekarang menjadi eksportir mobil terbesar ke-4 didunia setelah Jerman, Jepang, dan Korea Selatan. Satu dari 10 mobil di yang terjual pada tahun 2011 di Amerika adalah buatan Meksiko. Tidak ada negara yang lebih menderita daipada Meksiko pada dekade yang lalu dengan kebangkitan Tiongkok, tetapi kebijakan pemerintah Tiongkok saat ini adalah mendorong upah untuk mendongkrak pengeluaran konsumen. Meksiko merupakan wilayah yang menarik bagi produk produk pabrikan yang amat besar dan berbiaya tinggi. jika Meksiko dapat memperbaki situasi keamanannya, maka ratusan perusahaan dapat menrik diri dari Tiongkok.