Pengertian Tujuan dan Jenis Anggaran yang harus diketahui

Setiap perusahaan memerlukan hal untuk memonitor laju pertumbuhan ekonomi dalam perusahaan yang dikelolanya, maka dari itu perusahaan tersebut pastinya memerlukan anggaran. Pengertian Anggaran adalah suatu konsep yang meliputi semua aktivitas kegiatan perusahaan dan telah disusun secara struktur dalam unit kesatuan moneter yang aktif dalam kurun waktu tertentu.

Pengertian Tujuan dan Jenis Anggaran yang harus diketahui


Pengertian Anggaran


Anggaran merupakan rencana yang sudah disusun secara sistematis, dimana mencakup seluruh aktivitas kegiatan perusahaan yang sudah dinyatakan dalam unit kesatuan moneter yang berlaku untuk jangka waktu atau kurun waktu tertentu, perusahaan yang sudah dinyatakan dalam unit kesatuan moneter yang berlaku untuk jangka kurun waktu tertentu yang akan datang. Sedangkan pengertian dari anggaran perusahaan merupakan cara perencanaan serta pengontrolan aktivitas semua kegiatan operasi dari perusahaan yang sudah dinyatakan dalam satuan uang yang mempunyai tujuan supaya memproyeksikan operasi perusahaan dalam proyeksi keuangan.

Anggaran perusahaan adalah metode perencanaan dana pengendalian aktivitas yang dilakukan perusahaan. Serta tujuan dari anggaran perusahaan adalah untuk mengestimasikan biaya kegiatan perusahaan ke dalam estimasi keuangan perusahaan.


Tujuan Anggaran


Berikut ini merupakan tujuan dari penyusunan anggaran, yaitu:

1. Untuk menyampaikan harapan, sasaran, serta sasaran perusahaan secara formal dan jelas, sehingga bisa menghindari dari kerugian dan memberikan arah kepada manajemen untuk mencapai tujuan.

2. Untuk memberitahukan dan juga mengkomunikas target manajemen, sasaran, harapan kepada pihak-pihak terkait yang memiliki hubungan dengan perusahaan, sehingga anggaran yang dibuat bisa dilaksanakan, didukung, dan dimengerti.

3. Untuk mempersiapkan strategi tentang kegiatan perusahaan secara rinci dengan tujuan supaya mampu mengurangi resiko ketidakpastian dan memberikan arah yang jelas kepada pihak-pihak yang berkaitan demi mencapai tujuan perusahaan.

4. Untuk mengkoordinasikan cara atau metode yang akan dilaksanakan demi memaksimalkan sumber daya yang tersedia.

5. Untuk memfasilitasi alat pengukur dan mengendalikan kinerja yang dimiliki oleh individu atau kelompok yang berkaitan, serta memberikan informasi dalam menentukan tindakan koreksi untuk perlu tidaknya dilakukan.

Jenis-Jenis Anggaran


Berikut ini merupakan jenis-jenis anggaran suatu perusahaan:

1. Anggaran penjualan


Anggaran ini memuat tentang perencanaan penjualan selama periode tertentu (satu tahun), yang sudah dinyatakan dalam satuan uang dan juga jumlah penjualan. Anggaran ini dirangkai berdasarkan Proyeksi Penjualan yang dibuat oleh perusahaan. Anggaran Penjualan disebut juga sebagai anggaran yamg paling utama untuk proses penyusunan suatu anggoran, karena anggaran utama tersebut merupakan inti dari penyusunan jenis-jenis dari anggaran yang lainnya, contohnya seperti; Anggaran Kas ( Cash ), Anggaran Produksi, Anggaran Rugi-Laba, Anggaran Biaya Nonproduksi.

Anggaran penjualan merupakan anggaran yang menyusun suatu penjualan secara terstruktur dan terperinci mengenai penjualan perusahaan dalam waktu tertentu yang akan datang yang didalamnya berisi tentang rencana tentang jenis ( kualitas ) barang yang akan nantinya akan dijual, jumlah ( kuantitas ) barang yang akan dijual, harga penjualan serta waktu dan tempat penjualannya

Tujuan anggaran penjualan dirancang oleh perusahaan supaya, mampu memprediksi penjualan di masa depan. Dalam metode penyusunan anggaran perusahaan, anggaran penjualan disebut sebagai anggaran kunci karena anggaran ini dianggap sebagai dasar dari penyusunan anggaran yang lain.

2. Anggaran produksi


Jenis anggaran produksi adalah suatu anggaran yang dirancang pada kurun waktu tertentu, dimana anggaran ini memuat rencana-rencana unit perusahaan. Anggaran produksi yaitu landasan dari pembuatan anggaran biaya produksi.

Anggaran ini memuat mengenai rencana-rencana unit yang diproduksi selama kurun waktu anggaran. Estimasi produksi ini ditentukan berdasarkan rencana penjualan maupun persediaan yang diharapkan. Anggaran produksi yaitu dasar dari penyusunan anggaran biaya produksi, diantaranya yaitu; anggaran biaya bahan baku, biaya overhead pabrik, dan juga biaya ketenagaan kerja langsung. Anggaran produksi bisa juga dipakai sebagai dasar penyusunan Anggaran Persediaan ataupun sebaliknya.


3. Anggaran biaya bahan baku


Jenis anggaran biaya bahan baku yaitu anggaran yang sangat dibutuhkan dalam berjalannya proses produksi. Tujuan anggaran bahan baku adalah untuk bisa memberikan estimasi pada bahan baku yang sudah dinyatakan dalam satuan uang serta jumlah bahan baku.

Anggaran ini mengenai estimasi bahan baku yang dibutuhkan dalam metode produksi, yang sudah dinyatakan dalam satuan uang dan kuantitas bahan baku. Kemudian dari anggaran ini akan diketahui bahwa pembelian bahan baku yang dianggarkan, yang selanjutnya dipakai sebagai dasar penyusunan Anggaran Kas ( Cash ) dan Rugi-Laba.

Kemudian dari anggaran ini, akan bisa mengetahui bahan baku yang dianggarkan dan dibeli. Anggaran biaya bahan baku diperguanakan untuk patokan membuat anggaran kas ( Cash ) dan laba-rugi

4. Anggaran ketenagaan kerja langsung


Anggaran ini mengenai estimasi berapa biaya dari ketenagaan kerja langsung selama kurun waktu (priode) anggaran, yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan anggaran Kas ( Cash ) dan Lama-Rugi. Biasanya untuk menyusun perhitungan biaya ketenagaan kerja langsung ini dikenal 2 (dua) macam dasar perhitungan, diantaranya upah per unit produk, serta upah per jam.

Tujuan anggaran ketenagaan kerja langsung digunakan untuk bisa menaksir biaya ketenagaan kerja selama kurun waktu anggaran, serta dijadikan sebagai acuan dalam pembuatan anggaran kas ( Cash ) dan laba-rugi. Umumnya anggaran ini mempunyai dua macam dasar perhitungan yaitu: upah per unit dan upah per jam.

5. Anggaran overhead pabrik


Anggaran ini digunakan untuk membuat estimasi biaya overhead pabrik dalam kurun waktu tertentu.
Anggaran ini mengenai estimasi biaya overhead pabrik selama kurun waktu anggaran yang dipakai dalam penyusunan Anggaran kas ( Cash ) dan Rugi-Laba.

6. Anggaran persediaan


Anggaran ini tentang persediaan perusahan dalam satu periode (waktu) tertentu. Anggaran persediaan yaitu anggaran yang disusun secara terperinci dan jelas berapa nilai persediaan ada periode yang akan datang. Sedangkan pada perusahaan manufaktur persediaan yang ada terdiri dari 3 (tiga) jenis persediaan yaitu; persediaan barang setengah jadi, persediaan material, dan juga persediaan barang jadi.

7. Anggaran biaya produksi


Anggaran ini tersusun dari anggaran biaya pemasaran dan anggaran biaya administrasi serta umum. Dalam setiap anggaran berisi mengenai estimasi pemasaran, biaya administrasi dan juga umum. Anggaran ini dipergunakan sebagai standar dalam pembuatan anggaran kas ( Cash ) dan rugi-laba.

8. Anggaran program


Anggaran program yaitu anggaran suatu kegiatan perusahaan yang telah direncanakan dan dirangkai berdasarkan program utama dari perusahaan yang berupa jenis produk. Tujuan anggaran program umumnya digunakan dalam menganalisis kecocokan dalam setiap program perusahaan.

9. Anggaran pertanggungjawaban


Anggaran pertanggungjawaban adalah anggaran atas suatu aktivitas yang direncanakan dan dirangkai berdasarkan inti pertanggungjawaban yang terbisa dalam perusahaan tersebut. Anggaran pertanggungjawaban ini dijadikan sebagai alat pengontrol yang digunakan manajer.

10. Anggaran pengeluaran modal


Anggaran yang berkaitan dengan rencana mutasi aktiva tetap suatu perusahaan dalam kurun waktu anggaran disebut dengan anggaran pengeluaran modal. Disusunnya anggaran ini atas dasar estimasi penjualan, dan juga digunakan sebagai standar penyusunan anggaran perusahaan sepert kas ( Cash ), biaya overhead pabrik, dan biaya non produksi.

11. Anggaran kas ( Cash )


Anggaran kas ( Cash ) berisi tentang estimasi sumber dan penggunaan kas ( Cash ) dalam kurun waktu tertentu. Anggaran kas ( Cash ) terdiri atas anggaran operasi dan pengeluaran modal, serta bisa dijadikan sebagai standar dalam penyusunan anggaran neraca. Anggaran ini dianggap sebagai hal yang penting oleh perusahaan karena bisa dijadikan sebagai penjagaan likuiditas perusahaan itu.

12. Anggaran rugi-laba


Anggaran rugi-laba ini mengandung estimasi rugi atau laba perusahaan selama jangka waktu anggaran. Anggaran rugi-laba ini dirangkai berdasarkan anggaran operasi dan juga digunakan sebagai patokan penyusunan anggaran neraca.

13. Anggaran neraca


Anggaran neraca berisi tentang rencana posisi keuangan atau aktiva, utang dan modal suatu perusahaan di awal dan akhir kurun waktu. Penyusunan anggaran neraca ini berdasarkan anggaran kas ( Cash ) dan anggaran rugi-laba, serta digunakan sebagai tolak ukur dalam menyusun anggaran mutasi posisi keuangan. (Baca juga: Mengenal neraca saldo dan contohnya )

14. Anggaran mutasi posisi keuangan


Anggaran mutasi posisi keuangan berisi tentang rencana mutasi utang, aktiva, dan modal perusahaan selama kurun waktu anggaran. Penyusunan anggaran ini berdasarkan anggaran neraca.

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian, Tujuan dan Jenis-Jenis dari Anggaran. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semuanya.
Overhead Pabrik: Anggaran, Aktual, dan Pembebanan

Overhead Pabrik: Anggaran, Aktual, dan Pembebanan



Overhead Pabrik: Anggaran, Aktual, dan Pembebanan




Karakteristik Overhead Pabrik


Overhead pabrik pada umumnya didefinisikan sebagai bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, dan semua biaya pabrik lainnya yang tidak dapat secara nyata didefinisikan dengan atau dibebankan langsung ke pesanan, produk, atau objek lainnya yang spesifik. Istilah lain yang digunakan intik overhead pabrik adalah tanggungan pabrik, beban produksi, overhead produksi, beban pabrik, dan biaya produksi tidak langsung.


Overhead pabrik memiliki dua karakteristik yang memerlukan pertimbangan jika produk ingin dibebankan dengan jumlah yang sewajarnya dari biaya ini. Karakterristik-karakteristik ini berhubungan dengan produk atau volume produksi. Overhead meripakan baguan yang tidak terlihat dari produk jadi. Tidak ada bukti permintaan bahan baku atau jam kerja karyawan yang mengindikasikan jumlah overhead yang dipergunakan oleh suatu pesanan atau produk. Tetapi overhead juga bagian dari biaya produksi suatu produk yang sama pentingnya dengan biaya bahan baku langsung maupun biaya tenaga kerja langsung. Karena telah meningkatnya otomatisasi, overhead telah menjadi dari total biaya produksi yang lebih besar, sementara persentase tenaga kerja langsung telah menurun.


Karakteristik yang kedua dari overhead berurusan dengan bagaimana item- item yang berada dalam berubah terhadap perubahan dalam volume produksi. Overhead dapat bersifat tetap, variable, atau semivariabel. Biaya overhead tetap cenderung konstan tanpa memperdulikan perubahan tingkat output dalam rentang yang relevan. Biaya overhead tetap per unit output bervariasi secara terbalik dengan volume produksi. Biaya overhead variable berubah secar proporsianal terhadap perubahan dalam volume produksi, dalam rentang yang relevan. Dengan kata lain biaya overhead variable per unit output adalah konstan. Biaya overhead semivariabel adalah tidak seluruhnya tetap maupun variable. Ketika volume berubah, pola perilaku biaya overhead yang berbeda menyababkan biaya produksi per unit berfluktuasi secara sinifikan. Akibatnya, diperlukan beberapa metode untuk menstabilisasi jumlah overhead yang dibebankan ke unit produksi.




















Penggunaan Tarif Biaya Overhead yang Telah Ditentukan Sebelumnya


Variasi terjadi dari bulan ke bulan atau dari musim ke musim, menyebabkan pekerjaan yang diselesaikan selama bulan-bulan yang berbeda menerima pembebanan overhead yang berbeda secara signifikan. Misalnya, buaya produk yang masuk akal akan dihasilkan dari perhitungan apabila biaya actual dari perbaikan dibebankan segera dan secara langsung ke pesanan atau produk. Sering kali ketika perbaikan sedang dilakukan produksi harus diperlambat bahkan dihentikan. Biaya perbaikan yang tinggi dan volume produksi yang rendah menyebabkan biaya per unit yang amat besar bila biaya overhead aktual (tinggi) dibebankan ke produksi aktual (rendah) di bulan-bulan tersebut. Overhead biasanya dibebankan ke produksi dengan menggunakan jumlah yang telah ditentukan sebelumnya, dan bukannya jumlah aktual yang terjadi.


Karena ketidakmungkinan untuk menelusuri biaya overhead ke pesanan atau produk tertentu, biaya overhead dialokasikan kesemua pesanan dan unit. Tarif overhead yang telah ditentuikan sebelumnya memungkinkan alokasi yang konsisten dan wajar ke setiap unit output. Baik dalam akumulasi biaya berdasarkan pesanan maupun akumulasi biaya berdasarkan proses, tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya adalah satu-satunya metode yang paling mungkin dalam menghitung biaya overhead produk dengan segera untuk memenuhi untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi biaya produk, untuk mengidentifikasikan inefisiensi, dan untuk meratakan fliktuasi bulam ke bulan yang tidak logis, yang tanpa metode ini akan muncul dalam biaya per unit yang dilaporkan.


Dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan, biaya aktual dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung yang digunakan untuk pesanan tersebut ditentukan dari bukti permintaan bahan baku dan kartu jam kerja, serta dimasukan kedalam kartu biaya pesanan. Biaya overhead diestimasi mengunakan tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya. Misalnya, overhead yang dapat dibebankan ke suatu pesanan dihitung dengan cara mengalikan jam mesin aktual yang digunakan untuk pesanan tersebut dengan tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya per jam mesin. Hasilnya dimasukan dalam kartu biaya pesanan. Biaya dari suatu pesanan menjadi dapat dihitung pada saat pesanan selesai, dari pada tidak tersedia karena menunggu akhir bulan atau akhir tahun.


Dalam perhitungan biaya berdasarkan peroses, biaya per unit dihitung dengan cara membagi biaya total mingguan atau bulanan dari setiap proses dengan output yang dihasilkan oleh masing-masing proses. Biaya produk dapat ditentukan dalam beberapa kondisi proses tanpa penggunaan tarif overhead, namun tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya menghasilkan perhitungan biaya per unit yang lebih seragam setiap bulannya meskipun apabila ada fluktuasi bulanan yang besar dalam overhead atau tingkat produksi. Tarif overhead yang digunakan dalam perhitungan biaya berdasarkan proses dihitung dengan cara yang sama seperti diperhitungan biaya berdasarkan pesanan.




Faktor-Faktor yang Dipertimbangkan dalam Pemilihan Tarif Biaya Overhead


Jenis tarif overhead derbeda tidak hanya dari suatu perusahaan ke perusahaan lain, tetapi juga dari sutu departemen , pusat biaya, atau tempat penampungan biaya ke departemen, pusat biaya, atau tempat penampungan biaya lain didalam suatu perusahaan. Paling tidak ada lima faktor yang mempengaruhi pemilihan tarif overhead. Taga diantaranya akan dimuat dalam pembahasan ini.


1. Dasar yang Digunakan


a. Output fisik


b. Biaya bahan baku langsung


c. Biaya tenaga kerja langsung


d. Jam tenaga kerja langsung


e. Jam mesin


f. Transaksi atau aktivitas


2. Pemilihan Tingkat Aktivitas


a. Kapasitas teoritis


b. Kapasitas praktis


c. Kapasitas aktual yang diperkirakan


d. Kapasitas normal


e. Dampak kapasitas terhadap tarif overhead


f. Kapasitas mengukur versus kelebihan kaasitas


3. Memasukan atau Tidak Memasukan Overhead Tetap


a. Perhitungan biaya penyerapan penuh


b. Perhitungan biaya langsung


4. Mengunakan Tarif Tunggal Atau Beberapa Tarif


a. Tarif tingkat pabrik


b. Tarif departemental


c. Tarif subdepartemental dan aktivitas


5. Mengunakan Tarif Yang Berbeda untuk Aktivitas Jasa








Dasar yang dapat Digunakan


Faktor yang diukur sebagai denominator dari tarif overhead disebut sebagai dasar tarif overhead, dasar alokasi overhead, atau dasar. Pemilihan dari dasar ini sangat penting bila suatu sustem biaya akan menyediakan data biaya yang berarti. Tujuan utama dalam pemilihan dasar adalah untuk memastikan pembebana biaya overhead dalam porsi yang wajar terhadap sumber daya pabrik tadak langsung yang digunakan oleh pesanan, produk, atau pekerjaan yang dilakukan.


Jika overhead hampir seluruhnya berorientasi pada tenaga kerja, dan didominasi oleh biaya seperti tunjangan dan supervisi, maka dasar yang sesuai adalah biaya tenaga kerja langsung atau jam kerja langsung. Jika item-item overhead sebagian besar betorientasi pada teknologi, yang diakinatkan oleh kepemilikan mesin, maka dasr jam mesin mungkin yang paling sesuai. Apabila overhead berorientasi pada bahan baku, dan didominasi oleh biaya yang berhubungan dengan pembelian dan penanganan bahan baku, maka biaya bahan baku mungkin mungkin sesuai digunakan sebagai dasar.


Tujuan kedua dalam pemilihan dasar adalah untuk meminimalkan biaya dan usaha klerikal. Ketika dua atau kebih dasar tersebut menghasilkan pembebanan overhead pabrik yang hampir sama untuk setiap pesanan atau produk, maka dasar yang paling sederhana dan paling mudah diukurlah yang sebaiknya digunakan. Meskipun biaya untuk mengelola berbagai metode berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan lain, dasar biaya tenaga kerja langsung dan dasar biaya bahan baku langsung cenderung menghasilkan usaha klerikal yang paling sedikit, karena data yang diperlukan telah diakumulasikan untuk alasan yang lain, dan demikian langsung tersedia.


Output Fisik. Output fisik atau unit produksi adalah dasar yang paling sederhana untuk membebankan overhead pabrik. Prnggunaannya dirumuskan sebagai berikut:









Estimasi Overhead pabrik


Estimasi unit produksi








= Overhead Pabrik per unit









Jika overhead pabrik yang diestimasikan adalah sebesar $ 300,000 dan perusahaan tersebut bermaksud memproduksi 250,000 unit selama periode depan, setiap unit yang telah diselesaikan akan dibebani senesar $ 1.20 ($300,000 / 250,000 unit) sebagai bagiannya atas overhead pabrik. Suatu pesanan dengan 1,000 unit selesai dibebankan biaya overhead sebesar 1,000 x $1.20 = $ 1.200 dari overhead pabrik.


Dasar output fisik akan memuaskan jika suatu perusahaan memproduksi hanya satu produk, jika tigak maka metode ini akan tidak memuaskan. Jika ternyata produk-produk dari perusahaan adalah serupa atau berkaitan erat, serta perbedaannya hanya disebabkan oleh perbedaan berat atau vollume, maka pembebanan overhead dapat menggunakan dasar berat, volume atau poin.


Dasar berat membebankan overhead pabrik sesuai dengan berat dari setiap produk dan diilustrasikan sebagai berikut :
























Produk







A


B


C



Estimasi jumlah unit yang diproduksi






20.000


15.000


20.000



Berat produk per unit






5 pon


2 pon


1 pon



Estimasi total berat yang diproduksi






100.000 pon


30.000 pon


20.000 pon



Estimasi overhead pabrik per pon



















($300.000 ÷ 150.000)






$2


$2


$2



Estimasi overhead pabrik untuk


setiap


$200.000


$60.000


$40.000



Produk



















Estimasi overhead pabrik per unit






$10


$4


$2



























Estimasi


Estimasi overhead


Estimasi biaya











Esrimasi






Poin yang






Estimasi


overhead pabrik per


pabrik untuk setiap


overhead pabrik per



Produk


jumlah


diberikan


total poin


poin


produk


unit



L


2.000


5


10.000


$3


$30.000


$15



S


5.000


10


50.000


3


150.000


30



M


3.000


8


24.000


3


72.000


24



F


4.000


4


16.000


3


48.000


12















100.000






300.000














Jika dasar berat atau voume tidak menghasilkan pembebanan yang wajar atas overhead, metode ini dapat diperbaiki dengan memberikan sejumlah poin ke setiap produk untuk mengkompensasi perbedaan dalam jumlah sumber daya tidak langsung yang dikonsumsi selama produksi. Misalnya, suatu perusahaan memproduksi produk L, S, M, dan F menghitung suatu tariff overheag per produk sebagai berikut:














































Jika produk berbeda dalam hal yang tidak dipertimbangkan dalam dasar alokasi, seperti waktu pemrosesan yang diperlukan, jumlah dan kompleksitas persiapan mesin, atau metode produksi, suatu pembebanan yang seragam berdasarkan output fisik dapat menghasilkan perhitungan biaya yang tidak sesuai. Dalam kasus ini, metode-metode lain harus digunakan.


Dasar Biaya Bahan Baku Langsung. Dalam beberapa perusahaan, suatu studi atas biaya masa lampau menunjukkan korelasi yang tinggi antara biaya bahan bakku langsung dan overhead. Hal ini mungkin, misalnya, ketika banyak pekerjaan produksi terdiri atas penerimaan, inspeksi, penyimpanan, pengambilan, dan penanganan banyak nahan baku yang mahal. Dalam kasus semacam ini, suatu tarif berdasarkan biaya bahan baku mungkin sesuai. Tarif tersebut dihitung berdasarkan cara membagi estimasi total overhead dengan estimasi total biaya bahan baku langsung sebagai berikut:















Jika estimasi overhead pabrik totalnya sebesar $300.000 da estimasi biaya bahan baku totalnya sebesar $250.000, maka setiap pesanan atau produk dibebankan suatu jumlah overhead pabrik yang setara dengan $300.000 ÷ $250.000 = 1,20 atau 120% dari biaya bahan baku langsungnya. Misalnya, jika biaya bahan baku untuk suatu pesanan adalah sebesar $5.000, maka pesanan tersebut menerima tambahan biaya sebesar $5.000 X 120% = $6.000 untuk overhead pabrik.


Dasar biaya bahan baku penggunaannya terbatas, karena dalam sebagian besar kasus, tidakatau penciptaan overhead pabrik dalam produksinya. Suatu produk bisa saja dibuat dari bahan baku yang harganya tinggi dan produk lain dari bahan baku yang murah, tetapi kedua produk tersebut dapat menggunakan proses produksi yang sama dan mengkonsumsi sumber daya overhead yang berkaitan dengan bahan baku dalam jumlah yang sama. Jika suatu dasar bahan baku langsung digunakan untuk membebankan overhead pabrik, maka produk yang menggunakan bahan baku yang mahal akan dibebankan lebih banyak overhead daripada yang digunakan oleh produk tersebut, sedangkan produk yang menggunakan bahan baku murah akan dibebankan lebih sedikit biaya overhead daripada yang digunakannya. Untuk mengatasi diskrepansi ini, dua tarif overhead dapat dihitung. Dalam satu tarif, suatu pengukuran atas penggunaan seperti berat bahan baku atau jumlah komponen yang digunakan dapat dijadikan dasar untuk membebankan biaya yang berkaitan dengan bahan baku seperti biaya pembelian, penerimaan, inspeksi, penanganaan, dan penyimpanan. Dalam tarif yang lain suatu ukuran atas aktivitas lain yang relevan dapat dijadikan dasar untuk membebankan biaya overhead sisanya. Biaya overhead pabrik untuk setiap pesanan atau produk kemudian dihitung dalam dua bagian menggunakan kedua tarif tadi. Dua atau tiga tarif juga dapat digunakan dengan serupa apabila sesuai.


Dasar Biaya Tenaga Kerja Langsung. Menggunakan suatu dasar biaya tenaga kerja langsung untuk membebankan overhead pabrik ke pesanan atau produk memerlukan pembagian estimasi overhead dengan estimasi biaya tenaga kerja langsung untuk menghitung suatu persentase.


Jika estimasi biaya overhead pabrik sebesar $ 300,000 dan total biaya tenaga kerja langsung untuk periode depan diestimasikan sebesar $ 500,000 , maka tarif overhead pabrik adalah sebesar $ 300,000 / $ 500,000 = 0,60 atau 60%. Suatu pesanan atau produk dengan biaya tenaga kerja langsung sebesar $ 12,000 akan dibebankan biaya overhead sebesar $ 12,000 x 60% = $ 7,200.


Dasar biaya tenaga kerja langsung adalah relatif lebih mudah untuk digunakan sebab informasi yang dibutuhkan untuk biaya tenaga kerja langsung biasanya tersedia gaji mingguan biasanya memberikan data biaya tenaga kerja langsung tanpa tambahan pancatatan. Jika biaya yang rendah untuk mendapatkan informasi adalah suatu keharusan yang penting, maka dasae biaya tenaga kerja langsung dapat diterima sebagai metode tercepat yang yang tersedia untuk membebankan overhead dalam sistem produksi yang bersifat intensif tenaga kerja.


Penggunaan metode ini adalah logis apabila ada hubungan yang kuat antara biaya tenaga kerja langsung dengan overhead pabrik dan tarif upah per jam adalah serupa untuk pekerjaan yang serupa. Metode ini akan tidak sesuai apabila:


1. overhead pabrik memasukan depresiasi dari mesin yang mahal, yang tidak memiliki hubungan dengan gaji tenaga kerja langsung.


2. total biaya kerja langsung mewakili jumlah upah yang dibayarkan untuk para pekerja produksi baik yang berupah tinggi maupun yang berupah rendah yang melakukan pekerjaan yang serupa. Dengan membebankan biaya overhead pabrik berdasarkan biaya tenaga kerja langsung, suatu pesanan atau produk dibebankan dengan lebih banyak overhead ketika operator yang berupah tinggi melakukan pekerjaan. Metode yang seperti ini akan mengakibatkan distribusi overhead yang tidak benar, terutama apabila operator dengan tsrif upsh per jam yang berbeda melakukan operasi yang serupa.


Dasar Tenaga Kerja Langsung. Dasar tenaga kerja langsung didesain untuk mengatasi kelemahan kedua dari penggunaan dasar biaya tenaga kerja langsung. Tarif overhead pabrik yang didasarkan pada jam tenaga kerja langsung dihitung sebagai berikut:









Estimasi Overhead pabrik Estimasi Jam


Tenaga Kerja Langsung








= Overhead Pabrik per jam tenaga kerja langsung









Jika estimasi total overhead pabrik adalah sebesar $ 300.000 dan jam tenaga kerja langsung totalnya diestimasikan sebesar $ 300.000 ÷ 60.000 = $ 5 per jam tenaga kerja langsung. Suatu pesanan atau produk yang memerlukan 800 jam tenaga kerja langsung akan dibebankan overhead pabrik sebesar 800 X $5 = $4000.


Metode ini memerlukan akumulasi jam tenaga kerja langsung per pesanan atau produk. Pencatatan waktu harus diatur sehingga dapat menyediakan data tambahan. Penggunaan dasar jam tenaga kerja langsung dibenarkan apabila ada hubungan yang kuat antara jam tenaga kerja langsung dan overhead pabrik. Selama operasi tenaga kerja merupakan faktor utama dalam produksi, maka metode ini dapat diterima. Tetapi jika produksi menggunakan mesin secara ekstensif dan sebagian besar biaya overhead disebabkan oleh penggunaan mesin, maka dasar jam tenaga kerja langsung dapat menyebabkan perhitungan biaya yang tak wajar.


Dasar Jam Mesin. Ketika mesin digunakan secara ekstensif, maka jam mesin mungkin merupakan dasar yang paling sesuai untuk pembebanan overhead. Metode ini didasarkan pada waktu yang diperlukan untuk melakukan operasi yang identik oleh suatu mesin atau sekelompok mesin. Total jam mesin yang diperkirakan akan digunakan diestimasi, dan tarif per jam mesin ditentukan sebagai berikut:









Estimasi Overhead pabrik


Estimasi Jam mesin








= Overhead Pabrik per jam mesin









Jika total overhead pabrik diestimasikan sebesar $300.000 dan total jam mesin diestimasikan sebesar 20.000, maka tarif overhead pabrik adalah sebesar $300.000 ÷


20.000 = $15 per jam mesin. Suatu pesanan atau produk yang menggunakan 120 jam mesin dibebankan overhead pabrik sebesar 120 X $15 = $1.800. jika mesin berbeda dalam hal biaya overhead per jam penggunaan, maka sistem pembobotan serupa dengan yang didiskusikan untuk dasar output fisik diperlukan. Alternatif kedua adalah menggunakan tarif overhead terpisah untuk setiap mesin atau kelompok mesin. Hal ini memerlukan segmentasi estimasi biaya, akumulasi, dan pembebanan. Alternatif ketiga, yang semakin populer dalam kondisi otomatisasi adalah menggunakan waktu pemrosesan sebagai dasar. Waktu proses adalah total waktu yang diperlukan untuk memproduksi suatu unit atau produk.


Dasar Transaksi. Semakin besar perbedaan dan kompleksitas dalam lini produk, semakin jumlah transaksi. Transaksi semacam itu serimg kali merupakan persentase besar dari biaya overhead, dan kunci untuk mengelola overhead adalah sengan mengendalikan transaksi yang memicunya. Hal ini memerlukan pemikiran yang hati-hati mengenai transaksi mana yangdiperlukan dan mana yang tidak, dan filosofi just-in-time untuk desain proses memungkimkan eliminasi atau pengurangan banyak transaksi.


Pendekatan berdasarkan transaksi atas alokasi overhead lebih dikenal sebagai perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing – ABC). ABC mengakui bahwa biaya overhead yang signifikan dapat saja disebabkan oleh kompleksitas lini produk dan oleh penanganan yang diperlukan oleh item khusus yang bervolume rendah dibandingkan oleh total volume produksi.
Pemilihan Tingkat Aktivitas


Dalam menghitung tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya, sebagian besar bergantung pada tingkat aktivitas yang dipilih. Numerator dari tarif overhead adalah estimasi dasar alokasi pada tingkat aktivitas yang sama. Semakin besar tingkat aktivitas yang diasumsikan, semakin rendah tarif overhead yang telah ditentukan sbelumnya. Hubungan ini ada karena overhead pabrik terdiri atas bagian yang bersifat tetap dan variabel. Semakin tinggi tingkat aktivitas, semakin kecil bagian yang tetap dari tarif overhead pabrik, karena biaya overhead pabrik tetap dibebankan ke semakin banyak unit aktivitas. Bagian variabel dari tarif cenderung tetap konstan pada tingkat aktivitas yang berbeda dalam rentang yang relevan. Tingkat aktivitas yang berbeda termasuk kapasitas teoritis, kapasitas praktis, kapasitas aktual yang diperkirakan, dan kapasitas normal.






Kapasitas Teoritis. Kapasitas teoritis dari suatu departemen, pabrik, atau fasilitas lainnya adalah kapasitas untuk memproduksi pada kecepatan penuh tanpa interupsi. Hal ini dicapai jika pabrik atau departemen memproduksi pada tingkat 100% kapasitas yang dinyatakan. Beroperasi pada tingkat kapasitas teoritis adalah cita-cita yang tidak mungkin tercapai untuk periode seperti bulan, triwulan atau tahun. Tetapi, beberapa manajer berpendapat bahwa konsep ini berguna karena memfokuskan perhatian pada kesempatan perbaikan.






Kapasitas Praktis. Sangat tidak mungkin bahwa perusahaan manapun dapat beroperasi pada tingkat kapasitas teoritis lebih dari beberapa menit atau jam. Kelonggaran harus diberikan untuk interupsi yang tidak dapat dihindari seperti, peubahan pekerja, pemeliharaan preverentif, perbaikan, persiapan, kegagalan, bahan baku yang tidak memuaskan, penundaan dalam pengantaran bahan baku, kekurangan dan ketidak hadiran pekerja, hari minggu, hari libur, cuti, perhitungan persediaan, dan perubahan pola serta model.faktor-faktor ini mengurangi tingkat kapasitas teoritis menjadi tingkat kapasitas praktis. Pengurangan ini disebabkan oleh pengaruh internal dan tidak mempertimbangkan pengaruh eksternal seperti kelangkaan pesanan dari pelanggan. Pengurangan dari kapasitas teoritis ke kapasitas praktis biasanya berkisar dari 15% sampai 25%, yang mengakibatkan tingkat kapasitas praktis hanyalah 75% sampai 85% dari kapasitas teoritis.






Kapasitas Aktual yang Diperkirakan. Kapasitas aktual yang diperkirakan mengacu pada jumlah output yang diperkirakan akan diproduksi selama periode tersebut. Tingkat aktivitas ini biasanya mengakibatkan perbedaan dalam tarif yang ditentukan sebelumnya di setiap periode, karena peningkatan atau penurunan dalam produksi yang direncanakan.






Kapasitas Normal. Kapasitas normal mengacu pada aktivitas rata-rata sellama suatu periode waktu yang cukup lama untuk meratakan fluktuasi. Konsep kapasitas normal berusaka untuk menstabilisasi suatu tarif overhead yang akan berfluktuasi saat fasilitassipergunakan dalam tingkatan yang berbeda dalam periode yang berbeda. Suatu pesanan atau produk sebaiknya tidak lebih mahal biayanya untuk diproduksi di setiap periode akuntansi manapun.


































TAMPILAN 12-1








Dampak dari Berbagai Tingkat Kapa sitas Terhadap


Tarif Overhead Pabrik yang Telah Ditentukan Sebelumnya







Item Persentase kapasitas teoritis Jam mesin Overhead pabrik yang dianggarkan:


Tetap Variabel


Kapasitas Normal


75%










7.500 jam














$12.000 6.000


Kapasitas Aktual yang Diperkirakan


80%










8000 jam














$12.000 6.400






Kapasitas Praktis


85%










8500 jam














$12.000 6.800






Kap asitas Teoritis


100%










10.000 jam














$12.000 8.000



Total


$18.000


$18.400


$18.800


$20.000



Tarif overhead pabrik tetap per












jam mesin


Tarif overhead pabrik variable per jam mesin


$1,60














$0,80


$1,50














$0,80


$1,41














$0,80


$1,20














$0,80



Total tarif overhead pabrik per jam mesin


$2,40


$2,30


$2,21


$2,00






Dampak Kapasitas pada Tarif Overhead Pabrik. Dampak dari berbagai tingkat kapasitas pada tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya diilustrasikan di tampilan 12-1. jika 75% dari tingkat kapasitas normal dipilih, tarif overhead pabrik adalah sebesar $2,40 per jam mesin. Pada tingkat alktivitas yang lebih tinggi, tarifnya lebih rendah karena overhead pabrik tetap dibebankan ke lebih banyak jam mesin.






Kapasitas Menganggur versus Kelebihan Kapasitas. Kapasitas menganggur disebabkan oleh kurangnya penjualan. Ketika permintaan penjualan meningkat, pekerja dan fasilitas produksi yang menganggur kembali digunakan. Ketika kapasitas menganggur dianggarkan untuk periode tersebut, biayanya dimasukkan dalam tarif overhead, hanya jika kapasitas aktual yang diperkirakan digunakan sebagai denominator. Pada kasus tersebut, biaya dari dari kapasitas yang menganggur menjadi bagian dari biaya produk, yang dicapai dengan menentukan denominator tarif overhead pada tingkat yang mebih rendah, yang mencerminkan pengangguran yang diperkirakan. Jika kapasitas menganggur tetap tidak dianggarkan, maka akan ada varian overhead yang berkaitan dengan fasilitas yang menganggur.






Kelebihan Kapasitas. Disebabkan oleh kapasitas produktif yang lebih besar dibandingkan dengan kemampuan perusahaan untuk menggunakannya, atau karena ketidakseimbangan ini terjadi ketika kapasitas dari satu mesin tidak sesuai dengan kapasitas dari mesin-mesin lain, dengan mana mesin tersebut harus disinkronisasi.







Memasukkan atau Mengeluarkan Biaya Overhead Tetap


Biasanya akuntansi biaya membebankan semua biaya pabrik ke output dari suatu periode. Dalam pendekatan ini, yang disebut perhitungan biaya penyerapan penuh, perhitungan biaya kontroversial, atau perhitungan niaya penuh, baik niaya tetap maupun variabel dimasukkan dalam tarif overhead pabrik. Metode perhitungan biaya lain, disebuut perhitungan biaya langsung atau perhitungan biaya variabel, tidak diperbolehkan untuk pelaporan eksternal tetapi kadang-kadang digunakan untuk keperluan manajemen internal. Dalam pendekatan ini, hanya overhead pabrik variabel yang dimasukkan dalam tarif overhead pabrik. Bagian tetap dari biaya overhead pabrik tidak menjadi biaya produk. Melainkan diperlukan sebagai beban periodik, berarti bahwa seluruh biaya tersebut dibebankan di setiap periode. Sebagaimana beban pemasaran dan beban administratif. Biaya ini tidak dimasukkan baik di persediaan barang dalam proses maupun di persediaan barang jadi.


Perhitungan biaya penyerapan penuh dan perhitungan biaya langsung merupakan hasil dari dua konsep biaya yang berbeda dalam hal biaya produk, biaya periodik, laba kotor dan laba operasi. Meskipun kesua metode menghasilkan niaya persediaan dan laba operasi yang berbeda, berbagai dasar pembebanan biaya overhead pabrik yang telah didiskusikan dapat digunakan di kedua metode tersebut. Tetapi, varians overhead pabrik yang disebabkan oleh kapasitas yang menganggur tidak ada di perhitungan biaya langsung.




Perhitungan Tarif Biaya Overhead


Langkah pertama dalam menghitung dalam menghitung tarif overhead adalah menentukan tingkat aktivitas yang akan digunakan untuk dasar yang dipilih. Kemudian setiap item biaya overhead diestimasikan atau dianggarkan pada tingkat aktivitas tersebut, sehingga menghasilkan estimasi total overhead pabrik. Misalnya, asumsikan bahwa De Witt Products memiliki tingkat kapasitas yang diperkirakan sebesar 20.000 jam mesin. Pada tingkat aktivitas tersebut, overhead pabrik diestimasikan totalnya sebesar $300.000. Jumlah overhead ini diklasifikasikan menjadi kategori tetap dan variabel.










Tampilan 12-2








DeWitt Products Estimasi Overhead Pabrik Untuk






20—



Beban


Tetap


Variabel


Total



Supervisor


$ 70.000






$ 70.000



Tenaga Kerja Langsung


9.000


$ 66.000


$ 75.000



Premium lembur






9.000


9.000



Perlengkapan Pabrik


4.000


9.000


23.000



Perbaikan dan Pemeliharaan


3.000


9.000


12.000



Listrik


2.000


18.000


20.000



Bahan Bakar


1.000


5.000


6.000



Air


500


500


1.000



Tunjangan tenaga kerja


10.500


48.500


59.000



Penyusutan – Bangunan


5.000






5.000



Penyusutan- Peralatan


13.000






13.000



Pajak Properti


4.000






4.000



Asuransi (kebakaran)


3.000






3.000



Total Estimasi Overhead Pabrik


$ 125.000


$ 175.000


$ 300.000







Total biaya variabel merupakan fungsi dari volume; yaitu bahwa jumlah biaya variabel per unit adalah konstan dalam rentang yang relevan. Biaya tetap memiliki total jumlah konstan dalam rentang yang relevan, sehingga biaya per unitnya berbeda untuk setiap tingkat produksi. Peningkatan produksi menyebabkan penurunan dalam biaya tetap per unit.


Beberapa item biaya adalah gabungan dari biaya tetap dan biaya variabel, dan beberapa dapat berubah dalam grafik anak tangga pada berbagai tingkat produksi. Karena biaya harus diklasifikasikan sebagai biaya tetap atau biaya variabel, maka bagian biaya tetap dari biaya semivariabel dan tingkat perubahan dalam bagian biaya variabel harus ditentukan.


Bab 3 menyajikan metode yang tersedia untuk menentukan bagian biaya tetap dan tingkat variabilitas dari bagian biaya variabelnya. Setelah tingkat aktivitas dan biaya overhead telah diestimasikan, tarif overhead dapat dihitung. Dengan asumsi bahwa dasar jam mesin digunakan dan jam mesin untuk tahun depan diperkirakan akan sebesar 20.000 untuk De Witt Products, tarif overhead pabrik pada tingkat aktivitas yang dipilih ini adalah :





Tarif Overhead Pabrik = Estimasi Overhead Pabrik = $ 300.000 = $ 15,00


Estimasi jam Mesin 20.000










Tarif ini digunakan untuk membebankan overhead pabrik ke pesanan, produk, atau pekerjaan yang dilakukan. Jumlah yang dibebankan pertama kali dimasukkan dalam buku pembantu seperti kartu biaya pesanan atau laporan biaya produksi. Jam mesin yang digunakan secara aktual akan menentukan jumlah overhead pabrik yang dapat dibebankan ke setiap pesanan, produk, atau departemen.


Tarif overhead dapat dibagi menjadi komponen tetap dan variabel sebagai berikut:


$ 125.000 estimasi overhead pabrik tetap


20.000 estimasi jam mesin = $ 6,25 porsi tetap dari tarif FOH


$ 175.000 estimasi overhead pabrik variabel


20.000 estimasi jam mesin = $ 8,75 porsi variabel dari tarif FOH




Biaya Overhead Aktual


Overhead Pabrik Aktual adalah jumlah biaya tidak langsung yang terjadi. Beberapa biaya overhead pabrik aktual dicatat ketika terjadi, saat transaksi dijurnal dan diposting ke buku besar atau buku pembantu. Pencatatan ini tidak bergantung pada pembebanan overhead pabrik.


Tujuan dasar dari akumulasi overhead pabrik adalah untuk menyediakan informasi untuk pengendalian. Mengumpulkan data overhead bergantung pada daftar akun, yang mengindikasikan akun yang digunakan untuk mencatat pembebanan dari berbagai transaksi overhead.


Dokumen sumber utama yang digunakan untuk mencatat overhead dalam jurnal adalah voucher pembelian, bukti permintaan bahan baku, kartu jam kerja, dan voucher jurnal umum. Overhead pabrik memasukkan berbagai item yang dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara. Setiap perusahaan memiliki karakteristiknya masing-masing, dan harus membuat akun dan metode pengklasifikasiannya sendiri. Biaya overhead yang terjadi diikhtisarkan dalam akun pengendali overhead pabrik di buku besar.




Biaya Overhead yang Dibebankan dan Jumlah Pembebanan yang Terlalu Tinggi atau Rendah


Pada akhir bulan atau tahun, overhead pabrik dibabankan dan overhead pabrik aktual dibandingkan. Overhead Pabrik Dibebankan adalah jumlah biaya yang dialokasikan ke output.


Pembebanan Biaya Overhead


Tarif overhead pabrik yang telah ditentukan sebelumnya sebesar $15 per jam mesin yang telah dihitung sebelumnya untuk De Witt Products. Asumsikan jam mesin aktual dari De Witt Products adalah sebesar 18.900 dan biaya overhead pabrik aktual sebesar $292.000. Overhead pabrik yang dibebankan selama periode ini adalah sebesar 18.900 x $15 = $283.500. Ayat jurnal umum yang mengikhtisarkan pembebanan overhead adalah:


Barang dalam proses 283.500


Overhead pabrik dibebankan 283.500


Debit ke Akun pengendali barang dalam proses membawa total overhead dibebankan ke buku besar untuk suatu periode tertentu, biasanya satu bulan. Pembebanan ke buku pembantu (kartu biaya pesanan atau laporan biaya produksi departemental) memuat rincian dari overhead pabrik yang dibebankan ke setiap pesanan atau departemen.






Akun overhead pabrik dibebankan kemudian ditutup ke akun pengendali overhead di akhir tahun dengan ayat jurnal berikut:


Overhead pabrik dibebankan 283.500


Pengendali overhead pabrik 283.500






Merupakan praktek umum untuk menggunakan akun overhead pabrik dibebankan karena akun tersebut menyimpan biaya yang dibebankan dan biaya aktual secara terpisah. Pemisahan ini memfasilitasi perbandingan bulanan dengan overhead pabrik yang dianggarkan. Perbandingan ini adalah perlu untuk mengevaluasi kesesuaian dari tarif overhead yang telah ditentukan sebelumnya. Tarif overhead sebaiknya disesuaikan untuk menghindari pernyataan biaya produk yang salah selama tahun tersebut dan untuk menghindari jumlah overhead yang dibebankan terlalu tinggi atau rendah yang besar di akhir tahun.


Untuk contoh dari perbedaan antara overhead aktual dan anggaran yang diperkirakan tidak akan di-offset nantinya, pertimbangan perubahan yang kadang- kadang terjadi atau perubahan permanen dalam item-item biaya overhead. Perubahan ini termasuk perubahan dalam peningkatan biaya hidup dalam tarif upah per jam dari pekerja, perubahan pajak properti dan premi asuransi yang berkaitan dengan aktiva pabrik, dan perubahan dalam tarif listrik, harga bahan baku tidak langsung serta perlengkapan. Sebagai contoh dari perbedaan antara overhead aktual dan anggaran yang diperkirakan akan di-offset nantinya, pertimbangan anggaran bulanan dari biaya overhead di suatu perusahaan yang melakukan pemeliharaan mesin setiap tiga bulan. Jika program pemeliharaan yang pertama dijadwalkan di akhir bulan Maret, maka anggaran biaya pemeliharaan, yang merupakan bagian dari overhead pabrik, akan tinggi di bulan Maret, dan lebih rendah di bulan April. Sekarang misalkan bahwa karena pesanan kilat dalam jumlah besar terjadi di bulan Maret, maka program pemeliharaan aktual untuk triwulan pertama akan lebih rendah secara signifikan dari yang akan dianggarkan. Karena perubahan ini hanyalah karena perbedaan waktu dan bukan jumlah, perbedaan ini akan di-offset di triwulan kedua dengan biaya pemeliharaan aktual yang tinggi di minggu pertama bulan April.


Setelah ayat jurnal sebelumnya dicatat, akun pengendali overhead untuk De Witt Products akan tampak sebagai berikut:












Pengendali Overhead Pabrik



Des, 31 292.000









Total Overhead Aktual yang terjadi Selama Periode Tersebut


Des, 31 ( 18.900x $ 15,00) 283.500









Overhead yang Dibebankan Selama Periode tersebut



Biaya overhead pabrik biasanya dibebankan ke barang dalam proses, tetapi dalam lingkungan just-in-time, biaya overhead pabrik dapat dibebankan langsung ke harga pokok penjualan.




Jumlah Pembebanan yang Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah


Debit di akun pengendali overhead mencerminkan biaya overhead pabrik aktual yang terjadi selama periode tersebut, sementara kreditnya mencerminkan jumlah yang dibebankan. Karena debit dan kreditnya jarang sama, maka biasanya ada saldo debit atau kredit di akun tersebut. Saldo debit mengindikasikan bahwa overhead pabrik telah dibebankan terlalu rendah, sedangkan saldo kredit berarti bahwa overhead pabrik telah dibebankan terlalu tinggi.


Untuk De Witt Products, overhead pabrik dibebankan untuk periode tersebut lebih kecil sebesar $8.500 dibandingkan dengan biaya overhead pabrik aktual yang terjadi, sehingga overhead pabrik untuk periode tersebut dibebankan terlalu rendah.
Alokasi dari Jumlah Pembebanan yang Terlalu Tinggi atau Terlalu Rendah


Alokasi dari overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah biasanya cukup sederhana. Di akhir periode akuntansi, jumlah tersebut dapat diberlakukan sebagai biaya periodik atau dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan. Jika jumlah overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak signifikan, jumlah tersebut sebaiknya ditutup langsung ke ikhtisar laba rugi atau ke harga pokok penjualan sebagai biaya periodik. Dalam kasus ini, ayat jurnal untuk mengalokasikan overhead pabrik yang dibebankan terlalu rendah di buku De Witt Products adalah:


Ikhtisar laba rugi 8.500


Pengendali overhead pabrik 8.500





atau


Harga Pokok Penjualan 8.500


Pengendali overhead pabrik 8.500


Dalam ayat jurnal kedua, jumlah sebesar $8.500 menjadi bagian dari saldo akun harga pokok penjualan, yang kemudian akan ditutup ke akun ikhtisar laba rugi.








































DeWitt Products Laporan Laba Rugi


Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20--



Penjualan










$ 1.600.000



Dikurangi :


Harga : Pokok Penjualan


$ 1.193.500











Overhead dibebankan terlalu


$ 8.500


$ 1.202.000







rendah











Laba Kotor










$ 150.000


$ 100.000


$ 398.000






$ 250.000



Dikurangi :


Beban Pemasaran







Beban Administratif



Laba Operasi










$ 148.000



















Alternatif lain, overhead pabrik dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat dilaporkan sebagai penyesuaian dalam laporan harga pokok produsi. Jika merupakan tanggung jawab dari manajer produksi, maka jumlah tersebut dilaporkan dalam laporan harga pokok produksi, jika merupakan tanggung jawab dari manajer umum, maka jumlah tersebut dilaporkan dalam laporan laba rugi sebagaimana diilustrasikan sebelumnya.








DeWitt Products Laporan Harga Pokok Produksi


Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20--



Bahan Baku langsung yang digunakan $ 400.000


Tenaga Kerja Langsung yang digunakan $ 500.000


Overhead pabrik dibebankan $ 283.500


Total biaya Produksi $ 1.183.500


Dikurangi: kenaikan dalam persediaan barang


dalam proses $ 20.000


Harga Pokok Produksi $ 1.163.500


Ditambah penurunan dalam persediaan barang jadi $ 30.000 Harga Pokok Penjualan $ 1.193.500


Ditambah overhead pabrik dibebankan terlalu


rendah $ 8.500


Harga Pokok Penjualan disesuaikan $ 1.202.000


DeWitt Products Laporan Laba Rugi


Untuk Tahun Berakhir pada Tanggal 31 Desember 20--



Penjualan $ 1.600.000


Dikurangi Harga Pokok Penjualan 1.202.000


Laba Kotor 398.000


Dikurangi Beban Pemasaran $ 150.000


Beban Administratif 100.000 250.000


Laba operasi $ 148.000











Daripada memperlakukan overhead pabrik dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebagai penyesuaian ke laba atau beban, jumlah tersebut dapat dialokasikan ke persediaan dan harga pokok penjualan. Alokasi ini adalah usaha untuk menyatukan kembali semua overhead pabrik dibebankan ke jumlah yang mendekati overhead pabrik aktual, hal ini diharuskan untuk keperluan pembuatan laporan keuangan jika dampaknya terhadap laporan keuangan material. Membebankan sejumlah besar saldo overhead pabrik dibebankan terlalu rendah, misalnya, menyebabkan harga pokok penjualan dinyatakan terlalu tinggi, dan laba dinyatakan terlalu rendah, sedangkan persediaan juga dinyatakan terlalu rendah di neraca.


Untuk mengilustrasikan alokasi dari overhead pabrik dibebankan terlalu tinggi dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah ke persediaan dan harga pokok penjualan, asumsikan Spander Company di tahun-tahun sebelumnya telah memperlakukan overhead pabrik dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah sebagai penyesuaian ke laba atau beban. Di akhir tahun berjalan perusahaan memiliki saldo overhead pabrik dibebankan terlalu rendah sebesar $4.000, dan saldo persediaan serta harga pokok penjualan adalah sebagai berikut









Barang dalam Proses





Barang Jadi





Harga Pokok Penjualan





Bahan Baku Langsung $ 15.000 $ 7.000 $ 28.000








Tenaga Langsung


Kerja


5.000


19.000


76.000



Overhead dibebankan


pabrik


5.000


19.000


76.000



Saldo Akhir Tahun $ 25.000 $ 45.000 $ 180.000










Tujuan dari alokasi overhead pabrik dibebankan terlalu rendah adalah untuk merevisi semua jumlah overhead pabrik yang telah dibebankan selama tahun itu. Revisi ini dicapai dengan menyesuaikan ketiga akun yang ditunjukkan, karena semua jumlah overhead pabrik dibebankan ada di saldo akhir tahun dari ketiga akun tersebut.


















Saldo


Persentasi







Barang Dalam Proses


Akun


$ 25.000


dari Total


10 %



Barang jadi


45.000


18



Harga Pokok Penjualan


180.000


72



Saldo Akhir Tahun


$ 250.000


100










Overhead pabrik dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah biasanya dialokasikan ke ketiga akun sesuai dengan proporsi saldonya. Perhitungannya adalah sebagai berikut:


























Overhead pabrik dibebankan terlalu rendah sebesar $4.000 kemudian dialokasikan ke ketiga akun berdasarkan ketiga persentase hasil perhitungan. Ayat jurnal untuk mengalokasikan overhead pabrik dibebankan terlalu rendah dari Spander Company adalah sebagai berikut:


Barang dalam proses (10% dari $4.000) 400


Barang jadi (18% dari $4.000) 720


Harga pokok penjualan (72% dari $4.000) 2.880


Pengendali overhead pabrik 4.000


Jika overhead pabrik telah dibebankan terlalu tinggi, kedua persediaan dan harga pokok penjualan akan dikreditkan dan pengendali overhead pabrik akan didebit.


















Overhead


Persentasi







Barang Dalam Proses


Dibebankan


$ 5.000


dari Total


5 %



Barang jadi


19.000


19



Harga Pokok Penjualan


76.000


76



Saldo Akhir Tahun


$ 100.000


100 %



Barang Dalam Proses( 5 % dari $ 4.000)


200







Barang Jadi (19% dari $4.000)


760







HPP


3040







Pengendali Overhead Pabrik






4.000










Karena hanya komponen overhead dari ketiga akun yang perlu dinyatakan kembali, alokasi sebaiknya proporsional terhadap jumlah overhead dibebankan yang ada di ketiga akun. Menggunakan pendekatan ini, perhitungan dan ayat jurnal untuk mengalokasikan overhead pabrik dibebankan terlalu tinggi adalah sebagai berikut:


































































Dalam kedua metode tersebut , persediaan dilaporkan pada neraca dengan nilai yang telah disesuaikan, dan harga pokok penjualan disesuaikan baik dalam laporan harga pokok penjualan, maupun dalam laporan laba rugi. Di awal tahun berikutnya, porsi dari ayat jurnal yang melibatkan persediaan dibalik.


Peraturan pajak penghasilan mengharuskan agar persediaan memasukkan bagian yang dialokasikan dari varians overhead tahunan yang signifikan. Jika jumlah yang terlibat tidak signifikan dalam hubungannya dengan total overhead aktual, alokasi tidak diperlukan kecuali bila alokasi seperti itu dibuat untuk keperluan penyusunan laporan keuangan. Selain itu juga, wajib pajak harus memperlakukan secara konsisten, baik overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah.








Mengubah Tarif Biaya Overhead


Batasan yang digunakan oleh suatu perusahaan dalam merevisi tarif overhead bergantung pada frekuensi perubahan, pada faktor-faktor yang mempengaruhi tarif overhead, dan pada kebutuhan manajemen dan keinginan akan data biaya terkini.


Suatu tarif overhead dapat saja tidak benar karena penilaian yang salah atas estimasi overhead atau aktivitas yang diantisipasi. Angka overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah tidak perlu, berarti bahwa tarif overhead salah. Ketika tarif overhead didasarkan pada kondisi aktual yang diperkirakan, variasi musiman dapat menghasilkan jumlah overhead pabrik yang dibebankan terlalu tinggi atau terlalu rendah dalam periode interim, yang akan kembali normal dalam periode pelaporan satu tahun penuh.
ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DAN BIAYA OPERASI

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DAN BIAYA OPERASI

Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh perusahaan pada umumnya adalah keuntungan yang maksimal. Dalam usahanya untuk mencapai tingkat keuntungan yang maksimal, tingkat biaya perlu direncanakan secara sangat hati-hati, terutama hubungannya dengan:
1. Proyeksi arus kas keluar
2. Pengawasan biaya

Perencanaan biaya yang baik harus dipusatkan pada hubungan antar tingkat pengeluaran dengan manfaat yang diperoleh dari pengeluaran tersebut.
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:
 Dapat diketahuinya market share yang dimiliki perusahaan
 Dapat diktahui siapa konsumen akhir barang yang dijual
 Dapat diketahui apa yang di inginkan konsumen dari barang yang dijual, dan lain-lain.

Dalam mengadakan perencanaan dan pengawasan biaya sangat perlu diketahui sifat-sifat biaya. Pada dasarnya menurut sifatnya dikenal 3 macam biaya yakni:
1. Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya-biaya yang cenderung untuk bersifat constant secara total
2. Biaya variabel (variabel cost) yaitu biaya-biaya yang secara total selalu mengalami perubahan
3. Biaya semi variabel (semi variabel cost) yaitu biaya-biaya yang tidak bersiat variabel. Biaya ini mengalami perubahan, tetapi tidak sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan.

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi (di dalam pabrik) sangat kompleks jenisnya. Yang dikategorikan sebagai biaya-biaya overhead pabrik (factory overhead) adalah biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung.
PERENCANAAN BESARNYA ANGGARAN
Di dalam menentukan besarnya dana yang harus dianggaran untuk Anggaran Biaya Overhead Pabrik, terdapat dua permasalahan pokok yang perlu dipecahkan, yakni:
1. Masalah penanggung jawab dalam perencanaan biaya.
Penanggung jawab perencanaan: di sini perlu diterapkan prinsip akuntansi pertanggung jawab (responsibility accounting) atau juga sering disebut prinsip Biaya Departemen Langsung (Direct Departmental Cost). Atas dasar prinsip ini di kenal dengan adanya pembagian menjadi departemen produksi dan departemen jasa untuk kegiatan yang dilakukan di pabrik.
2. Masalah menentukan jumlah biaya (anggaran)
Cara menentukan jumlah anggaran: masing-masing departemen (produksi dan jasa) berhak merencanakan biaya sesuai dengan jenis biaya yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Sedangkan untuk menentukan jumlahnya biaya masing-masing item maupun biaya keseluruhan bagi departemennya, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
 Berdasarkan sifatnya biaya dibagi menjadi 3 macam yaitu jenis biaya fixed, jenis biaya variaberl dan jenis biaya semi variabel.
 Berdasarkan wewenang untuk menentukan anggaran

ANGGARAN BIAYA DISTRIBUSI
Biaya distribusi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memasarkan barang atau menyampaikan barang ke pasar. Termasuk kedalamnya adalah:
1. Biaya tenaga kerja bagian penjualan, yang terdiri dari:
2. Biaya angkut (freigh), dalam hal ini biaya pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar.
3. Biaya perjalanan yang terdiri dari:
4. Biaya telepon, dalam hal ini biaya telepon yang dikeluarkan untuk kepentingan penjualan barang.
5. Komisi yaitu uang yang diberikan kepada orang-orang tertentu yang telah ikut berjasa dalam transaksi jual beli barang, mungkin juga para salesman sendiri dan pihak-pihak lain.
6. Penyusutan alat-alat kantor bagian penjualan
7. Biaya administrasi penjualan
8. Biaya asuransi
9. Pajak
10. Biaya advertensi dan promosi
Anggaran Pengeluaran Modal Yang Harus Kamu Ketahui

Anggaran Pengeluaran Modal Yang Harus Kamu Ketahui

Anggaran Modal (Capital Bugdeting)

 Pengertian
Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva tetap
Penganggaran modal (capital budgeting) adalah keseluruhan proses mulai dari perencanaan sampai dengan pengambilan keputusan untuk pengeluaran sejumlah dana (investasi) dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu 1 tahun.

 Pentingnya penganggaran modal
1. Keputusan penganggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
2. Penganggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
3. Pengeluaran modal sangatlah penting





 TAHAP-TAHAP PENGANGGARAN MODAL
1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva
3. Resiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi probabilitas aliran kas)
4. Dengan mengetahui resiko dari proyek, manajemen harus menentukan biaya modal (cost of capital) yg tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan dengan biayanya,
 Manfaat Capital Budgeting
a. Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun.
b. Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment
c. Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar.
d. Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making.

 METODE KEPUTUSAN PENGANGGARAN MODAL
1. Payback periode
 jangka waktu yang diperlukan untuk mendapatkan kembali jumlah modal yang ditanam, semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil/ dihadapi (Periode waktu yang menunjukkan berapa lama dana yang diinvestasikan akan bisa kembali)
2. Net Present Value (NPV)

 metode penilaian investasi yg menggunakan discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu uang pada aliran kas yg terjadi sekarang dengan arus kas keluar yang akan diterima pada masa yang akan datang).
3. Internal Rate of Return (IRR)
 tingkat pengembalian yang dihasilkan atas suatu investasi atau discount rate yang menunjukkan present value cash flow = present value outlay
IRR yang didapat dibandingkan dengan biaya modal yang ditanggung peruusahaan.
4. Profitability Index
 membagi nilai antara sekarang arus kas masuk yang akan datang diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar.
5. Accounting Rate of Return
 mendasarkan pada keuntungan yang dilaporkan dalam buku/ reported acc. Income. Metode ini menilai suatu dengan memperhatikan rasio antara rata - rata dengan jumlah modal yang ditanam (initial invesment) dengan ratio antara laba bersih dengan rata – rata modal yang ditanam.

pengertian anggaran laba rugi

pengertian anggaran laba rugi

Apa Itu anggaran laba rugi ?

Anggaran laba rugi adalah anggaran yang merencanakan keadaan keuangan sebuah perusahaan pada suatu periode mendatang.

Mengapa di perlukan anggaran laba rugi ?

Penyusunan anggaran laba rugi untuk memberikan informasi kepada pihak menejemen tentang perkiraan laba atau rugi bersih yang akan di tanggung oleh perusahaan dalam suatu periode anggaran.

Dampak yang akan timbul bagi perusahaan jika tidak menyusun anggaran laba rugi adalah ?

Jika sebuah perusahaan tidak menyusun anggaran laba rugi maka, perusahaan tidak akan mengetahui berappa laba atau rugi yang akan di tanggung oleh perusahaan tersebut dalam satu periode anggaran. Dan jika sewaktu-waktu perusahaan mengalami kerugian, perusahaan tersebut tidak dapat mengantisipasi terhadap kerugian perusahaan itu tersebut.

Yang mempengaruhi penyusunan anggaran laba rugi adalah ?


Ø Anggaran penjualan

Untuk menyediakan informasi penjualan unit dalam perusahaan yang akan di jual dalam satu periode anggaran tersebut.












Ø Anggaran produksi

Untuk menyediakan informasi persediaan awal dan persediaan akhir barang jadi untuk digunakan dalam perhitungan beban pokok penjualan dalam anggaran laba rugi.









Ø Anggaran biaya produksi

Untuk menyediakan informasi tentang berapa biaya produksi dalam suatu periode anggaran, yaitu yang meliputi biaya pemakaian bahan baku, biaya pembelian bahan baku, biaya tenaga kerjja langsung, dan biaya overhead roduksi.informasi ini diperlukan untuk menghitung beban pokok penjualan dalam anggaran laba rugi.



Ø Anggaran beban operasi.

Menyediakan informasi tentang beban penjualan dan beban administrasi dalam suatu periode anggaran.


Ø Tarif pajak penghasilan badan.

Untuk menetukan jumlah beban pajak penghasilan yang harus di tanggung oleh perusahaan dalam satu periode anggaran.


Ø Anggaran Kas.

Menyediakan informasi tentang beban bunga, pendapatan bunga, dan beban piutang tak tertagih.



Teknis penyusunan anggaran laba rugi !



Langkah 1.

Membuat format anggaran laba rugi


Langkah 2.

Masukkan perkiraan nilai penjualan kedalam format anggaran penjualan. Nilai penjualan di peroleh dengan mengalihkan jumlah barang jadi yang akan diperkirakan akan dijual dengan harga jual perunit nya



Langkah 3.

Masukkan data-data yang telah diberikan pada kasus di atas ke dalam format anggaran laba rugi. Informasi yang telah diberikan adalah biaya persediaan barang jadi awal, biaya produksi, beban penjualan, beban adm & umum, serta beban bunga untuk bulan april 2011


Langkah 4.

Hitung nilai persediaan barang jadi, setelah itu hasilnya dimasukkan ke format anggaran laba rugi.


Langkah 5.

Hitunglah beban pokok penjualan, laba kotor, laba operasi, pendapatan, beban lain-lain, dan laba sebelum pajak penghasilan, perhatikan operasi penambahan atau pengurangan untuk memperoleh informasi-informasi di atas.


Langkah 6.

Hitunglah perkiraan beban pajak penghasilan yang di peroleh dengan mengalikan laba sebelum pajak pebghasilan dengan tariff pajak penghasilan badan.


Langkah 7.

Selesaikan penyusunan anggaran laba rugi dengan menghitung laba bersih yang di anggarkan dengan mengurangkan laba sebelum pajak penghasilan dengan perkiraan beban pajak penghasilan.