Penggunaan dan Penyalahgunaan Handphone Terhadap Anak

Daftar Isi Konten [Tampil]
Penggunaan dan Penyalahgunaan Handphone Terhadap Anak - Berkembangnya penggunaan Hp di Indonesia ditandai dengan dirilisnya sistem operasi Android sejak tahun 2008 dan kemudian bertumbuh pesat pada tahun 2010 dan seterusnya. Banyak dari masyarakat Indonesia yang merasakan manfaat dari perkembangan teknologi ini, tentunya dalam hal komunikasi.

Penggunaan dan Penyalahgunaan Handphone Terhadap Anak


Sebelum itu mungkin sebagian dari kita hanya bisa berkomunikasi melalui pesan singkat atau berbicara by phone. Berkat berkembangnya teknologi dan banyaknya inovasi yang dilakukan, setiap orang mudah untuk berkomunikasi jarak jauh. Bahkan sekarang kita dapat melakukan panggilan dalam bentuk video dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Beberapa Tahun belakangan ini pun pemerintah sedang gencar-gencarnya mengembangkan internet di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Penggunaan Handphone Terhadap Anak


Penggunaan Hp pada masa sekarang sudah sangat meluas sekali diberbagai kalangan, dari umur balita hingga lanjut usia. Fenomena seperti ini tidak lagi mengherankan bagi masyarakat Indonesia mengingat banyaknya pengguna handphone di Indonesia. Usia remaja kisaran umur 15-19 tahun merupakan pengguna internet terbanyak dengan persentase sebesar 91% berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

Hal ini bisa menjadi sebuah kebanggaan karena banyak dari generasi muda yang sudah paham akan perkembangan teknologi, apabila hal ini tidak disalahgunakan sehingga berbalik menjadi berbahaya bagi generasi penerus.

Penyalah Gunaan Handphone Terhadap Anak


Penyalahgunaan Hp tidak hanya terus dihubungkan dengan konten dewasa atau hal-hal yang berbau seksual. Namun hal seperti ini bisa kita lihat juga dari aspek sosial para remaja yang kini terlihat dengan jelas bagaimana keadaannya.

Kecanduan Games bisa menjadi contoh utama dan sering menjadi fenomena yang sering terjadi di sekitar kita. Saat seharusnya di umur mereka sedang giat-giatnya belajar, berinteraksi dengan teman-teman, dan sosialnya, tetapi malah justru kebanyakan sibuk dengan handphone-nya masing-masing dan lebih mementingkan diri sendiri. Hal seperti ini pun tidak hanya terjadi pada usia remaja, berdasarkan data dari APJII pun mengatakan bahwa pengguna internet pada usia 10-14 tahun pun cukup banyak dengan persentase 66,2%.

Banyak dari masyarakat yang sering mengeluhkan tentang keadaan sosial sekarang. Keluhannya pun tidak jauh berbeda dengan ungkapan yang beragam.

“Anak jaman sekarang mana ngerasain kaya anak jaman dulu? Kalo dulu mah pulang sekolah main bola terus abis waktunya kalo udah mau adzan maghrib.”

Mungkin banyak yang merasa tersinggung apabila mendengar atau membaca komentar itu. Terlebih lagi apabila ada yang menyindir dengan panggilan ‘milenial’ atau ‘anak jaman now’. Keadaan seperti ini bisa menjadi tantangan untuk kita para penerus bangsa. Bukan hanya mereka para remaja, namun seluruh masyarakat Indonesia juga harus bertanggungjawab dan harus bisa melawan dan mengubah stigma negatif seperti demikian demi memajukan pola pikir masyarakat. Dan tentunya, dengan berkembangnya teknologi seperti handphone ini akankah bermanfaat atau malah justru berbahaya bagi kita?

0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus