Strategi Alternatif Yang Harus Kamu Ketahui

Daftar Isi Konten [Tampil]

JENIS – JENIS STRATEGI ALTERNATIF


Perlu kamu ketahui bahwa Di dalam buku Konsep Manajemen Strategis, disana David menjelaskan bahwa ada beberapa jenis-jenis strategi alternatif yang harus kamu ketahui. Berikut ini adalah jenis-jenis dari strategi alternatif yaitu sebagai berikut:

A. STRATEGI INTENSIF


Strategi intensif adalah jenis strategi yang mewajibkan adanya upaya-upaya intensif jika posisi kompetitif dari sebuah perusahaan dengan produk yang ada pada saat ini ingin membaik. Berikut ini adalah jenis-jenis dari strategi intensif.

1. Penetrasi pasar


Penetrasi pasar adalah jenis dari strategi yang mengusahakan adanya peningkatan pangsa pasar untuk sebuah produk atau jasa yang berada di pasar saat ini melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar.

2. Pengembangan pasar


Pengembangan pasar adalah jenis dari strategi yang memberitahukan tentang produk atau jasa pada saat ini ke suatu wilayah geografis yang baru.

3. Pengembangan produk


Pengembangan produk adalah jenis dari strategi yang mengusahakan untuk adanya peningkatan penjualan melalui perbaikan dari sebuah produk atau jasa saat ini atau pengembangan dari produk atau jasa yang baru untuk memperoleh pendapatan.

Strategi Alternatif

B. STRATEGI DIVERSIFIKASI


Strategi diversifikasi adalah suatu jenis dari strategi alternatif dimana perusahaan akan melakukan penambahan produk atau jasa yang baru dengan tujuan untuk membantu meningkatkan penjualan perusahaan. Berikut ini adalah yang termasuk dari strategi diversifikasi yaitu sebagai berikut.

1. Diversifikasi Terkait


Diversifikasi terkait adalah jenis dari strategi dimana perusahaan akan melakukan penambahan sebuah produk atau jasa yang baru akan tetapi masih ada kaitannya dengan produk atau jasa perusahaan yang lama.

2. Diversifikasi tak terkait


Diversifikasi tak terkait adalah jenis dari strategi dimana perusahaan akan melakukan penambahan produk atau jasa yang baru akan tetapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan garis bisnis perusahaan sebelumnya.

C. STRATEGI MERGER


Strategi Merger adalah suatu jenis dari strategi alternatif, Definisi dari merger itu sendiri adalah sebagai penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lainnya. Dalam hal ini artinya adalah perusahaan yang akan melakukan pembelian akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban dari perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti beroperasi. Merger tersebut berdasarkan aktivitas ekonomik dapat dikelompokan dalam lima tipe, yaitu:

1. Merger Horizontal


Merger horizontal adalah jenis dari tipe dari strategi merger dimana merger antara dua atau lebih perusahaan yang bergerak dalam bidang industri yang sama. Salah satu bentuk dari tujuan utama melaksanakan merger dan akuisisi horizontal ini adalah supaya bisa dengan mudahnya mengurangi tingkat persaingan yang ada atau untuk mengembangkan/meningkatkan efisiensi dalam melalui penggabungan aktivitas dari suatu distribusi, pemasaran, produksi, riset dan pengembangan dan fasilitas administrasi. Dampak dari strategi merger horizontal ini adalah semakin terkonsentrasinya struktur dari strategi pasar pada industri tersebut.

2. Merger vertical


Merger vertical adalah jenis dari tipe dari strategi merger yang mana integrasi yang melibatkan unsur dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam mengimplementasikan tahapan-tahapan proses dari produksi atau operasi. Merger dan akuisisi vertical diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan yang bertujuan untuk dapat mengintegrasikan usahanya terhadap pemasok atau pengguna produk dalam rangka untuk menstabilisasi pasokan dan pengguna.

3. Merger Konglomerat


Merger konglomerat adalah jenis tipe dari strategi merger yang mana merger dua atau lebih perusahaan yang masing-masing perusahaan bergerak dalam industri yang tidak terkait / tidak berkaitan. Dalam Merger dan akuisisi konglomerat dikatakan terjadi jika sebuah perusahaan berusaha untuk mendiversifikasi bidang bisnisnya dengan memasuki bidang bisnis yang berbeda sama sekali dengan bisnis semula/awalnya.

4. Merger Ekstensi Pasar


Merger ekstensi pasar adalah jenis tipe dari strategi merger yangmana merger yang dilaksanakan oleh dua atau lebih suatu perusahaan untuk secara bersama-sama melakukan perluasan area pasar yang diincarnya. Tujuan dari merger dan akuisisi ini terutama untuk memperkuat dan memperkokoh jaringan pemasaran bagi tiap produk masing-masing dari perusahaan.

5. Merger Ekstensi Produk


Merger ekstensi produk adalah jenis tipe dari strategi merger yangmana merger yang dilaksanakan oleh dua atau lebih suatu perusahaan untuk dapat memperluas lini produk masing-masing dari perusahaan. Merger dan akuisisi ini diimplementasikan dengan memanfaatkan kekuatan dari departemen riset dan pengembangan dari tiang-tiap perusahaan untuk mendapatkan sinergi melalui efektifitas riset sehingga akan lebih produktif dalam inovasi pengembangan suatu produk.

Pola adalah sistem dari suatu bisnis yang dilaksanakan oleh sebuah perusahaan dan dalam hal ini pola merger adalah sistem dari suatu bisnis yang akan menjadi acuan oleh perusahaan hasil merger. Klasifikasi berdasarkan pola merger terbagi dalam dua klasifikasi yaitu:

a. Mothership Merger


Mothersip merger adalah suatu klasifikasi dari pola merger yangmana pengadopsian satu pola atau sistem untuk menjadi pola atau sistem pada perusahaan hasil merger tersebut.

b. Platform Merger


Jika dalam mothership merger hanya mempergunakan satu sistem yang akan diadopsi saja, maka dalam platform merger dari hardware dan software yang tentunya menjadi kekuatan dalam masing-masing perusahaan itu akan tetap dipertahankan dan juga selalu dioptimalkan. Maksudnya adalah semua bentuk dari sistem atau pola bisnis, sepanjang itu dilihat perkembangannya baik, maka akan terus diadopsi oleh perusahaan hasil merger tersebut.

D. STRATEGI INTEGRASI


Strategi Integrasi adalah suatu jenis dari strategi alternatif yangmana memungkinkan untuk sebuah perusahaan dapat mendapatkan akses kontrol atas distributor, pemasok dan pesaing. Dalam jenis strategi integrasi dibagi lagi yaitu Jenis – jenis integrasi sebagai berikut :

1. Integrasi ke depan


Integrasi ke depan adalah jenis dari integrasi yang sangat ada kaitanya dengan usaha untuk mendapatkan kepemilikan atau kontrol/kendali yang lebih besar atas distributor atau peritel.

2. Integrasi ke belakang


Integrasi ke belakang adalah jenis dari integrasi yang mengusahakan untuk kepemilikan atau kendali /kontrol yang lebih besar atas pemasok perusahaan.

3. Integrasi horizontal


Integrasi horizontal adalah jenis dari integrasi yang mengusahakan kepemilikan atau kendali/kontrol yang lebih besar atas pesaing yang ada.

E. STRATEGI KEMITRAAN


Berikut ini adalah tujuan dari Strategi kemitraan yaitu sebagai berikut ini:

  • Memberi jalan mitra dengan mudah untuk masuk ke pasar
  • Mengurangi resiko dari akibat perubahan lingkungan yang ada
  • Kemampuan untuk saling melengkapi satu sama lain
  • Memperoleh sumber-sumber pendapatan dari luar yang dapat dihasilkan oleh perusahaan.


1. Hubungan Pelanggan – Pemasok


Hubungan antara pelanggan dan pemasok ini dapat berupa transaksi bahkan sampai kerjasama perusahaan. Dalam mengimplementasikan dari hubungan kerja sama terdiri dari aktivitas yang terbagi seperti desain proses dan produk, bantuan penerapan, kontrol pemasok jangka yang panjang dan dalam program penyediaan barang yang tepat waktu ( just in time ).
Keputusan yang diambil oleh pemasok untuk mengembangkan kerjasama yang kuat harus mencakup penilaian faktor – faktor seperti :


  • a. Filosofi akan melakukan bisnis.
  • b. Ketergantungan relatif terhadap sesama mitra usaha.
  • c. Kontribusi dalam teknologis.


Dalam melaksanakan kemitraan/kerja sama antar sesama organisasi/perusahaan butuh penyesuaian karena:

  • Pertimbangan dari investasi diperlukannya dari salah satu atau kedua perusahaan.
  • Mengontrol bisnis yang akan di targetkan ke pelanggan. Investasi sering tidak bisa untuk dialihkan ke bisnis yang lainnya.
  • Persaingan dalam waktu jangka panjang


2. Hubungan Saluran Distribusi


Saluran ini dapat dengan mudahnya memberikan produsen jalan masuk kepada konsumen dan organisasi pemakai akhir.

F. STRATEGI AKUISISI


Akuisisi adalah bentuk dari pengambilan kepemilikan atau pengontrolan atas saham atau asset dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lainnya. Dalam peristiwa pengambilan kepemilikan ini baik perusahaan pengambilalih atau yang akan diambil alih tetap akan terus eksis sebagai badan hukum yang terpisah. (Abdul Moin, 2004). Menurut Reksohadiprojo dalam Wiharti (1999) akuisisi dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, yaitu sebagai berikut:

a. Akuisisi horizontal


Akuisisi horizontal yaitu bentuk dari akuisisi yang diimplementasikan oleh suatu badan usaha yang masih dalam bisnis bidang yang mempunyai kesamaan.

b. Akuisisi vertical


Akuisisi vertical yaitu bentuk dari akuisisi pemasok atau pelanggan badan usaha yang akan dibeli.

c. Akuisisi konglomerat


Akuisisi konglomerat yaitu bentuk dari akuisisi yangmana badan usahanya tidak mempunyai kaitan/hubungan sama sekali dengan badan usaha dari pembeli.

Pengategorian yang berdasarkan dari obyek yang diakuisisi dapat dibedakan atas akuisisi saham dan akuisisi asset, yaitu sebagai berikut ini:

1. Akuisisi saham


Istilah dari penggunaan akuisisi dipergunakan untuk dapat menggambarkan suatu bentuk transaksi jual beli perusahaan, dan juga transaksi tersebut yang menyebabkan beralihnya kepemilikan dari suatu perusahaan dari penjual kepada pembeli. Akuisisi saham adalah bentuk dari salah satu akuisisi yang paling umum untuk ditemui di dalam hampir setiap melakukan kegiatan akuisisi.

2. Akuisisi Asset


Jika sebuah perusahaan bermaksud ingin mempunyai perusahaan yang lainnya, maka perusahaan tersebut dapat membeli sebagian atau seluruh aktiva atau asset dari perusahaan yang lain. Jika pembelian tersebut hanya sebagian dari aktiva perusahaan tersebut maka hal ini dinamakan akuisisi parsial. Akuisisi asset secara sederhana dapat dikatakan sebagai berikut:

Jual beli (asset) antara pihak yang melaksanakan akuisisi asset ( sebagai pihak pembeli ) dengan pihak yang diakuisisi assetnya (sebagai pihak penjual), Jika akuisisi dilaksanakan denga pembayaran uang tunai.

Perjanjian untuk mengimplementasikan tukar menukar antara asset yang diakuisisi dengan suatu kebendaan yang lain yang dipunyai pihak yang akan mengimplementasikan akuisisi tersebut, jika akuisisi tidak dilaksanakan dengan cara membayar tunai.

G. STRATEGI TURN AROUND


Strategi Turn Around adalah suatu bentuk strategi untuk melaksanakan pembenahan/perbaikan terhadap suatu kondisi bisnis yang ada sekarang ini yang melalui pencarian metode lain supaya perusahaan efisien, pengurangan pekerja yang tidak produktif, penghapusan produk yang tidak mendapatkan keuntungan, merapikan distribusi, pemotongan aktivitas yang tidak perlu untuk dilaksanakan dan lain sebagainya.

Beriku ini adalah yang termasuk dalam Strategi Turn Around adalah sebagai berikut:

a. Strategi Penghematan atau Retrenchment


Penghematan akan terjadi ketika perusahaan melaksanakan regrouping yang melalui pengurangan anggaran biaya dan asset untuk apat mengatasi penurunan dan profit. Dalam menerapkan Strategi ini juga disebut strategi turnaround, atau reorganisasi. Selama strategi ini berjalan dengan sumber yang terbatas dan terus menghadapi tekanan dan dari pemilik, karyawan, dan media.

Langkah awal dalam melaksankan strategi penghematan ini yaitu menonaktifkan beberapa asset yang tidak produktif (terlalu menambah biaya pengeluaran), jika melakukan cara ini tidak berhasil, maka menonaktifkan asset yang produktif dengan syarat perusahaan harus mengalami penurunan penjulan. Wujud nyata dari implementasi aktivitas strategi ini berupa pemontongan pada lini produk penutupan unit bisnis, penutupan pabrik, system pengendalian biaya yang ketat, otomatisasi proses, pengurangan terhadap karyawan, dan lain sebagainya.

Pedoman yang harus dilaksanakan supaya strategi retrenchement efektif:

  1. Gagal untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran secara konsisten, akan tetapi perusahaan mempunyai kompetensi distingtif.
  2. Perusahaan adalah salah satu pesaing yang lemah
  3. Profitablilitas rendah, Inefisiensi, moral dari karyawan tidak baik, serta tekanan dan pemilik untuk melaksanakan reorganisasi.
  4. Pertumbuhan dari perekonomian yang terlampau pesat, perlu untuk melaksanakan reorganisasi internal.


b. Strategi Divestment


Penjualan dari satu atau lebih bisnis yang ada pada saat ini atau pemisahan bagian perusahaan yang ada saat ini. Hal ini dilaksanakan karena kegagalan yang terjadi yangmana secara terus menerus pada bisnis tersebut untuk mencapai tujuannya. Jika dengan langkah penghematan tidak dapat memperbaiki kondisi perusahaan, maka melakukan penjualan asset nonproduktif maupun selanjutnya asset produktif seperti halnya bangunan, tanah, dan aktiva yang tetap lainnya perlu dilaksankan guna mendapatkan dana yang segar. Melaksanakan Strategi divestasi juga sering dilaksanakan untuk menggali modal untuk selanjutnya akan terus digunakan mendanai akuisisi atau investasi untuk perusahaan. Pedoman yang harus dilaksanakan supaya strategi divestasi berjalan efektif adalah sebagai berikut ini:


  • a. malakukan Penghematan terus gagal maka dilakukan untuk memperbaiki keadaan supaya berhasil.
  • b. Divisi memerlukan sumber daya lebih dari yang ada (membutuhkan bayak sumber daya).
  • c. Divisi tentu saja bertanggung jawab atas performa dari perusahaan yang buruk (mempunyai tanggung jawab yang tinggi).
  • d. Divisi tidak berjalan dengan organisasi.
  • e. memerlukannya Banyak dana kas yang akan diperlukan dan tidak dapat digali dari sumber lain.


H. STRATEGI JOINT VENTURE


Joint Venture adalah suatu pengertian yang sangatlah amat luas. Strategi Joint venture tidak saja mencakup suatu kemitraan dimana tiap-tiap dari pihak yang mempunyai hubungan melaksanakan penyertaan modal (equity joint ventures) namun dalam bentuk-bentuk kemitraan yang lainnya yang lebih longgar, memiliki sifat kurang permanen dan juga tidak harus melibatkan partisipasi modal.

Yang pertama mengacu pada berdirinya suatu badan hukum, sedangkan dalam pola yang kedua perwujudannya tampak dalam berbagai bentuk kontrak kemitraan (contractual joint ventures) dalam bidang pemberian lisensi (license agreement), manajemen (management contract), bantuan teknik dan keahlian (technical assistance and know-how agreement), dan lain sebagainya.

Dasar-dasar strategi joint venture adalah sebagai berikut:

  1. Munculnya perusahaan baru yang didirikan secara bersama-bersama oleh beberapa perusahaan yang lainnya.
  2. Munculnya modal joint venture terdiri atas know-how dan modal saham yang sudah disediakan oleh perusahaan-perusahaan pendirinya. Kekuasaan ini dipemegang saham terbanyak,
  3. Perusahaan-perusahaan yang mendirikan joint venture akan tetap mempunyai eksistensi dan kemerdekaan masing-masing perusahaan.


I. STRATEGI LIKUIDASI


Strategi likuidasi adalah Strategi untuk menjual aset bisnis yang semuanya akan ditutup akibat dari kegagalan atau tidak dapat secara konsisten untuk mencapai tujuannya. menjual asset perusahaan yang nilainya tangible (Tangible adalah suatu aset yang tergolong dalam golongan aset menurut keberadaan fisik dimana pada tangible dapat diartikan sebagai aset yang bisa dihitung dan dapat dilihat secara langsung dengan secara fisik) adalah strategi likuidasi. Dalam melaksanakan Strategi likuidasi diakui sebagai suatu dari bentuk kekalahan dan mempunyai konsekuensi secara emosional. Namun, lebih baik berhenti untuk melanjutkannya daripada terus menerus kehilangan sejumlah uang atau bisa dikatakan gulungtikar.

Pedoman yang harus dilaknsakan supaya strategi likuidasi efektif:

  • Ketika melaksanakan strategi penghematan dan divestasi tidak berhasil
  • Strategi ini Hanya untuk alternatif gulung tikar (bangkrut). Dengan melakukan likuidasi adalah satu-satunya jalan untuk dapat mendapatkan dana kas atas asset perusahaan.
  • Pemilik perusahaan bisa menimimalkan kerugian yang dirasakan oleh perusahaan dengan cara menjual asset perusahaan tangible.


Sumber:

Manajemen Strategis Konsep, Fred R. David


0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus