Pendidikan Kewarganegaraan Pembentuk Ideologi Dan Kepribadian Bangsa Indonesia

Daftar Isi Konten [Tampil]
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PEMBENTUK IDEOLOGI DAN KEPRIBADIAN BANGSA INDONESIA
Jihan
Politeknik Indonusa Surakarta
han_jihun@gmail.com

Abstrak

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan sebuah bentuk pendidikan yang ditujukan untuk generasi penerus dengan tujuan menjadikan warga negara dengan pemikiran yang tajam dan sadar mengenai hak dan kewajiban dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Tujuan dari pendidikan kewarganegaraan adalah membangun kesiapan seluruh warga negara agar menjadi warga negara yang cerdas dan bijak dalam bernegara. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki keberagaman suku, ras, dan budaya yang terbentang dari aceh sampai merauke. Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia mempunya peran untuk menjaga dan mempertahankan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945. Kepribadian bangsa Indonesia dapat tercipta dari penyampaian setiap materi pendidikan kewarganegaraan dengan baik dan sejelas-jelasnya. Kepahaman generasi muda tentang nilai Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia, dapat menumbuhkan semangat rasa cinta tanah air dan sikap bela negara yang tinggi untuk menjaga kemerdekaan Indonesia yang telah diraih yang nantinya dapat membawa Indonesia kearah yang lebih baik di masa mendatang baik di tingkat regional maupun internasional.

Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Dasar Negara Indonesia, Kepribadian Bangsa Indonesia.


Abstract

Citizenship Education is a form of education aimed at the next generation with the aim of making citizens with sharp and conscious thinking about the rights and obligations in community and state life. The aim of citizenship education is to build the readiness of all citizens to become smart and wise citizens of the state. Indonesia is the largest archipelago country in the world that has a diversity of tribes, races, and cultures that stretch from Aceh to Merauke. We as part of the Indonesian nation have a role to protect and defend the foundation of the Indonesian state, namely the Pancasila and the 1945 Constitution. The personality of the Indonesian nation can be created from the delivery of any citizenship education material as well and clearly as possible. The young generation's understanding of the value of the Pancasila and the 1945 Constitution as the basis of the Indonesian state, can foster a spirit of love for the motherland and a high state defense attitude to safeguard Indonesia's independence which has been achieved which can later bring Indonesia towards a better future both at the regional level and international.

Keywords: Citizenship Education, Basic Indonesian Nation, Indonesian Nation Personality.

Pembentuk Ideologi Dan Kepribadian Bangsa Indonesia


A. LATAR BELAKANG


Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki keberagaman suku, ras, dan budaya yang terbentang dari aceh sampai merauke.

Terletak di regional kawasan asia tenggara, Indonesia dikenal dengan penduduknya yang ramah dan penuh toleransi. Seperti yang tercetus dalam Bhinekan Tunggal Ika, yang berarti bahwa walaupun berbeda-beda tetapi satu jua, itulah semangat dan semboyan Indonesia.

Namun dewasa ini, Indonesia mengalami krisis identitas yang semakin memperburuk keadaan indonesia saati ini. Sering terdengar berita mengenai aksi pelajar bolos atau mahasiswa yang tawuran, aksi demontrasi yang berakhir ricuh, pertikaian antar golongan bahkan yang sangat disayangkan adalah sikap intoleransi dan mudah tersinggung yang saat ini telah banyak terjadi di banyak daerah di Indonesia.

Pelajar dan mahasiswa yang merupakan ujung tombak generasi penerus bangsa, sering kalang-kabut karna tidak tahu harus bersikap yang seperti apa dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan terdahulu.

Masyarakat yang secara langsung berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah mulai bimbang dengan derasnya informasi yang belum tentu benar adanya, memaksa mereka untuk mengedepankan pemikiran diri sendiri tanpa berfikir dengan jernih dan kepala dingin hingga akhirnya merusak sikap toleransi dan tenggang rasa yang selama ini telah terjalin.

Banyak warga negara Indonesia lupa jati diri mereka, ada yang mencontoh negara barat dalam budaya pergaulan dan tidak sedikit yang meniru generasi modern ala korea (K-Pop) yang semuanya itu lahir karena generasi saat ini sudah mulai bingung dengan identitas siapa mereka, siapa kita dan siapa Indonesia.

Tentu, apabila tidak segera ditanggulangi dan dicegah, keadaan ini akan sangat berbahaya dimana kepribadian dan jatidiri Indonesia akan luntur dan hilang tanpa jejak. Selain itu, kurangnya pendidikan kewarganegaraan yang dipandang sebelah mata oleh banyak pihak, semakin menjerumuskan generasi saat ini yang mana tidak sedikit dari kita masih ada yang belum tau dan hafal tentang

Pancasila sebagai dasar negara. Tentu ini sangat disayangkan, yang seharusnya hal ini tidak perlu terjadi apabila setiap warga negara Indonesia paham dan mengerti tentang ilmu kewarganegaraan khususnya kewarganegaraan Indonesia.

Agar generasi Indonesia saat ini memiliki kepribadian yang sesuai dengan kultur Indonesia tanpa mencontoh, meniru, pun mengadopsi dari negara lain, diperlukan sebuah pembelajaran dan pengayaan mengenai kewarganegaraan.

Harus ada upaya dari lembaga pendidikan terutama tenaga pengajar yang dituntut untuk bisa menyampaikan setiap materi pendidikan kewarganegaraan dengan sejelas-jelasnya.

B. RUMUSAN MASALAH


Berdasarkan pembahasan latar belakang yang telah dijabarkan sebelumnya, masalah dapat dirumuskan seperti berikut yang diantaranya adalah:

  1. Apa yang dimaksud dengan Pendidikan Kewarganegaraan?
  2. Apa tujuan dari Pendidikan Kewarganegaraan?
  3. Mengapa Pendidikan Kewarganegaraan penting untuk dipelajari?
  4. Apa yang menjadi tantangan Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia?


C. PEMBAHASAN


Kata kewarganegaraan berasal dari bahasa latin yaitu civirus yang diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi kata civic yang artinya mengenai warga negara atau kewarganegaraan. Dari kata civic lahirlah kata tersebut yang berarti ilmu kewarganegaraan, dan civic education yaitu pendidikan kewarganegaraan. Pelajaran civics atau pendidikan kewarganegaraan telah dikenal di Indonesia sejak zaman kolonial Belanda dengan nama Burgerkunde.

Melalui definisi tersebut, dapat dijelaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan dirumuskan secara luas untuk mencakup proses penyiapan generasi muda untuk mengambil peran dan tanggung jawab sebagai warga negara, dan secara khusus peran pendidikan termasuk di dalamnya persekolahan, pengajaran dan belajar, dalam proses penyiapan warga negara tersebut.

Menurut Depdiknas (2006:49), pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang memahami dan mampu melaksanakan hak dan kewajiabnnya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Pendidikan Kewarganegaraan merupakan sebuah bentuk pendidikan yang ditujukan untuk generasi penerus dengan tujuan menjadikan warga negara dengan pemikiran yang tajam dan sadar mengenai hak dan kewajiban dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.

Secara historis, pendidikan kewarganegaraan di Indonesia awalnya diselenggarakan oleh organisasi pergerakan yang bertujuan untuk membangun rasa kebangsaan dan cita-cita Indonesia untuk merdeka. Secara sosiologis, pendidikan kewarganegaraan Indonesia dilakukan pada tatanan sosial kultural oleh para pemimpin di masyarakat yang mengajak untuk mencintai tanah air dan bangsa Indonesia. Secara politis, pendidikan kewarganegaraan Indonesia lahir karena tuntutan konstitusi atau UUD 1945 dan sejumlah kebijakan pemerintah yang berkuasa sesuai dengan masanya.

Menurut Djahiri (1995), tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah sebagai berikut:


  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa yang mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki kemampuan dan pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
  2. Secara khusus yaitu membina moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang terdiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradap, perilaku yang mendukung kerakyatan, yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah yang mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Secara umum, tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.

Partisispasi warga negara yang efektif dan penuh tanggung jawab memerlukan penguasaan seperangkat ilmu pengetahuan dan ketrampilan intelektual serta ketrampilan untuk berperan serta. Partisipasi yang efektif dan tanggung jawab itupun ditingkatkan terlebih dahulu melalui proses politik dan mendukung berfungsinya sistem politik yang sehat serta perbaikan masyarakat, demikian yang dikemukakan Sapriya (2001).

Terkait dengan pentingnya pendidikan kewarganegaraan untuk dipelajari, adalah karena setiap generasi khususnya di Indonesia adalah orang baru yang harus dapat pengetahuan, sikap atau nilai, dan ketrampilan agar mampu mengembangkan warga negara yang memiliki watak atau karakter yang baik dan cerdas untuk hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan demokrasi konstitusional.

Setiap generasi yang terdidik pendidikan kewarganegaraan akan mengetahui dan memahami tentang sikap berbangsa dan bernegara yang nantinya dapat menumbuhkan sikap atau rasa cinta tanah air yang tinggi dan memiliki kesadaran untuk menjaga kemerdekaan Indonesia yang sudah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa yang berhasil mengusir penjajah dengan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat.

Pendidikan kewarganegaraan yang tertanam sejak kecil, maka akan membuat setiap warga negara Indonesia baik pula untuk ke depannya. Kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia juga mempunya peran yang sama untuk menjaga dan mempertahankan dasar negara kita, Indonesia.

Cakupan Materi Pendidikan Kewarganegaraan


Cakupan materi yang diajarkan dalam pendidikan kewarganegaraan meliputi beberapa pembahasan yang diantaranya adalah sebagai berikut (Jessica: 2017):

1. Hak Asasi Manusia


Dalam bahasan ini, generasi penerus bangsa akan diajarkan mengenai hak-hak manusia yang hidup di dunia ini. Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghargai dan menghormati hak-hak manusia tersebut.

2. Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia


Sebagai Warga Negara Indonesia, generasi penerus bangsa akan diberikan pemahaman mengenai proses berbangsa serta bernegara, hak, kewajiban, seorang warga negara Indonesia terhadap negerinya.

3. Bela Negara


Sikap dan perilaku bela negara meliputi pemahaman mengenai makna dari bela negara yang kemudian pemberian contoh sikap bela negara yang bisa dilakukan, selain itu ada pula pemahaman mengenai demokrasi pancasila.

4. Wawasan Nusantara


Dalam wawasan nusantara, pembelajaran akan berfokus pada sejarah bangsa Indonesia.

5. Ketahanan Nasional


Ketahanan nasioanal meliputi pemahaman mengenai konsep ketahanan nasional yang bisa menjamin kelangsungan hidup dan berbangsa juga bernegara.

6. Politik Strategis Nasional


Para generasi penerus akan belajar mengenai politik dan strategis nasional yang bertujuan untuk mengikuti perkembangan zaman dan perdagangan bebas.

Pendidikan kewarganegaraan senantiasa menghadapi dinamika perubahan dalam sistem tatanan negara dan pemerintahan serta tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia pada masa mendatang sangat ditentukan oleh pandangan bangsa Indonesia, eksistensi konstitusi, dan tuntutan dinamika perkembangan bangsa serta pengaruh kemajuan Iptek.

Menurut Yusnawan Lubis dan M. Sodeli dalam bukunya yang berjudul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, tidak ada satupun negara bangsa di dunia ini yang bisa lepas dari pengaruh kemajuan iptek. Meskipun negara tersebut dikenal sebagai negara adidaya atau negara maju, tetap saja tidak bisa melepaskan diri dari kemajuan iptek. Terlebih adalah Indonesia yang masih dalam status negara berkembang, akan sangat sulit bagi negara kita untuk mengelak dari pengaruh atau implikasi kemajuan iptek. Akan tetapi, Indonesia sebagai bangsa yang besar harus mempunya sikap yang tegas terhadap kemajuan iptek ini.

Ada tiga alternatif yang bisa diambil oleh bangsa Indonesia dalam menghadapi kemajuan iptek. Pertama, menolak dengan tegas semua pengaruh kemajuan iptek dalam semua aspek kehidupan. Kedua, menerima sepenuhnya pengaruh tersebut tanpa disaring terlebih dahulu. Ketiga, bersikap selektif terhadap pengaruh tersebut, yaitu mengambil hal positif dari kemajuan iptek dan membuang hal yang negatifnya.

Dari ketiga alternatif tersebut, sikap terbaik yang harus kita ambil adalah sikap selektif. Dengan sikap seperti itu, kita dapat mengambil keuntungan dari kemajuan iptek dan terhindar dari dampak buruknya, karena semua pengaruh kemajuan iptek yang kita terima telah melalui proses penyaringan terlebih dahulu. Adapun alat penyaringnya adalah Pancasila. Nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan cerminan dari nilai budaya bangsa yang dapat diterima oleh semua kalangan sehingga dapat dijadikan benteng yang kukuh dalam menghadapi pengaruh negatif dari perkembangan dan kemajuan iptek.

Sikap Selektif Dalam Kemajuan Ilmu pengetahuan


Sikap selektif terhadap dampak kemajuan iptek dapat dipertegas yang salah satunya dengan meningkatkan daya saing Indonesia di dunia internasional. Kegiatan konkretnya adalah:


  1. Meningkatkan kualitas SDM Indonesia, misalnya tingkat pendidikan, derajat kesehatan dan tingkat kesejahteraan.
  2. Meningkatkan komoditas ekonomi yang mutunya, jumlah dan pasokannya serta harganya bersaing.
  3. Perbaikan perangkat hukum yang mengabdi pada kepentingan nasional. Dalam hal ini, hukum yang dibuat harus melindungi kepentingan bangsa dan bukan melindungi kepentingan asing.

Sebagai contoh, dalam perwujudan sikap tanggung jawab dalam perkembangan Iptek yang dapat digunakan sebagai solusi dari tantangan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia, UUD tahun 1945 menjelaskan bahwa pengembangan dan pemanfaatan iptek untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan rakyat Indonesia secara lahir dan batin. Itu semua perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan sosial masyarakat yang artinya pengembangan dan pemanfaatan iptek di Indonesia tidak bebas nilai, tetapi harus mempertimbangkan lingkungan dan nilai sosial kemasyarakatan dan agama yang ada di Indonesia.

D. PENUTUP


1. Kesimpulan


Berdasarkan pembahasan yang dilakukan terkait dengan Pendidikan Kewarganegaraan Pembentuk Ideologi dan Kepribadian Bangsa Indonesia, dapat ditarik kesimpulan yang diantaranya adalah:

  1. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan sebuah bentuk pendidikan yang ditujukan untuk generasi penerus dengan tujuan menjadikan warga negara dengan pemikiran yang tajam dan sadar mengenai hak dan kewajiban dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
  2. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah partisipasi yang penuh nalar dan tanggung jawab dalam kehidupan politik dari warga negara yang taat kepada nilai-nilai dan prinsip-prinsip dasar demokrasi konstitusional Indonesia.
  3. Pendidikan Kewarganegaraan penting untuk dipelajari karena setiap generasi khususnya di Indonesia adalah orang baru yang harus dapat pengetahuan, sikap atau nilai, dan ketrampilan agar mampu mengembangkan warga negara yang memiliki watak atau karakter yang baik dan cerdas untuk hidup dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sesuai dengan demokrasi konstitusional.
  4. Pendidikan kewarganegaraan di Indonesia pada masa mendatang sangat ditentukan oleh pandangan bangsa Indonesia, eksistensi konstitusi, dan tuntutan dinamika perkembangan bangsa serta pengaruh kemajuan Iptek.


2. Saran


Adapun saran yang dapat digunakan sebagai masukan khususnya dalam Pendidikan Kewarganegaraan Pembentuk Ideologi dan Kepribadian Bangsa Indonesia, dintaranya adalah:

  1. Diperlukan upaya dari lembaga pendidikan terutama tenaga pengajar yang dituntut untuk bisa menyampaikan setiap materi pendidikan kewarganegaraan dengan sejelas-jelasnya.
  2. Indonesia sebagai bangsa yang besar harus mempunya sikap yang tegas terhadap kemajuan iptek saat ini, khususnya bagi para generasi muda dan kaum terdidik .
  3. Mari tumbuhkan rasa cinta tanah air dan bela negara dengan mempelajari ilmu pendidikan kewarganegaraan untuk Indonesia sejahtera dan berkemajuan.


DAFTAR PUSTAKA


Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Djahiri, A. Kosasih. 1995. Dasar Umum Metodologi Pengajaran Pendidikan Moral. Bandung: Lab. Pengajaran PMP-IKIP Bandung.

Jessica. 2017. Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan Bagi Mahasiswa. (online). (http://www.educenter.id/pendidikan-kewarganegaraan/). Diakses 17 Maret 2020 pukul 23.11WIB.

Sapriya. 2001. Analisis Signifikasi “Content” PKN Persekolahan Dalam Menghadapi Tuntutan Era Demokrasi Dan Penegakan Hak Asasi Manusia. Jurnal Civicus (1) 57-72. Bandung: Jurusan PMPKN. UPI

Tim Penyususn Ristekdikti. 2016. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi Cetakan I. Jakarta: Ristekdikti.

Yusnawan Lubis, M.Sodeli. 2018. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Kemdikbud.



0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus