Analisis Sistem Informasi Pembelajaran Online (E-Learning)

Daftar Isi Konten [Tampil]
Sebenarnya ini adalah tugas penulis dalam mengerjakan tugas mata kuliah analisis sistem informasi, sehingga penulispun dapat mengerjakannya. Dalam penyusunan analisis ini penulis melakukan analisis sistem informasi instansi pendidikan penulis yaitu Politeknik Indonusa surakarta.

Analisis Sistem Pembelajaran Online (E-Learning)


Disini penulis ingin menganalisis sistem Pembelajaran Online E-Learning milik Polinus ini. ya karena memang situasi kondisi yang terjadi saat ini yaitu terjadinya wabah penyakit covid-19, maka perkuliahanpun dilaksanakan melalui online yaitu lewat e-learning. Berikut ini adalah contoh dari Analisis Sistem pembelajaran Online (E-Learning) Politeknik Indonusa surakarta dengan menggunakan Analisis PIECES.

ANALISIS SISTEM E-LEARNING POLITEKNIK INDONUSA SURAKARTA


Disusun Oleh :
Nama : Rifki Kuntoro Aldi
    Prodi : Manajemen Informatika
                  Email : rifki.aldi@poltekindonusa.ac.id




POLITEKNIK INDNUSA SURAKARTA
SURAKARTA
2019

I. Pendahuluan


A. Latar Belakang


Pada zaman sekarang ini seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sangatlah cepat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme dalam hal belajar mengajar (pendidikan) berbasis TI menjadi tidak bisa dipungkiri lagi. Konsep belajar mengajar ini kemudian terkenal dengan sebutan e-learning membawa pengaruh yang sangatlah amat besar dalam proses terjadinya transformasi pendidikan konvensional ke dalam bentuk digital, baik secara isi (contents) maupun sistemnya.

Saat ini penggunaan untuk konsep e-learning sudah banyak diterima oleh masyarakat dunia, terbukti dengan maraknya implementasi e-learning khususnya di lembaga pendidikan (sekolah, training dan universitas).Beberapa perguruan tinggi menyelenggarakan kegiatan pembelajaran elektronik sebagai suplemen (tambahan) terhadap materi pelajaran yang disajikan secara reguler di kelas (Wildavsky, 2001; Lewis, 2002).

Namun, beberapa perguruan tinggi lainnya menyelenggarakan e-learning sebagai alternatif bagi mahasiswa yang karena satu dan lain hal berhalangan mengikuti perkuliahan secara tatap muka. Dalam kaitan ini, e-learning berfungsi sebagai option (pilihan) bagi mahasiswa.

Kecenderungan untuk mengembangkan e-learning sebagai salah satu alternatif pembelajaran di berbagai lembaga pendidikan dan pelatihan semakin meningkat sejalan dengan perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Infrastruktur di bidang telekomunikasi yang menunjang penyelenggaraan e-learning tidak lagi hanya menjadi monopoli kota-kota besar, tetapi secara bertahap sudah mulai dapat dinikmati oleh mereka yang berada di kota-kota di tingkat kabupaten. Artinya, masyarakat yang berada di kabupaten telah dapat menggunakan fasilitas internet.

B. Permasalahan


  1. Apakah e-learning ini mudah dan cepat untuk diakses?
  2. Apakah sistem ini terdapat informasi yang lengkap?
  3. Apakah penggunaan pembelajaran online menggunakan e-learning efisien?
  4. Apakah Pembelajaran lewat e-learning ini mempunyai akses pengguna yang baik?
  5. Apakah Pembelajaran lewat e-learning mempunyai layanan yang baik?

C. Tujuan


Adapun tujuan dari analisis ini adalah :

  1. Mengetahui pembelajaran online / daring melalui e-learning dapat bermanfaat
  2. Mengetahui keunggulan serta kelemahan dari sistem e-learning.
  3. Mengukur seberapa efisien pemelajaran online mahasiswa.
  4. Sebagai hasil Analisis Sistem PIECES.


D. Alasan


Alasan melakukan Analisis ini adalah :
  1. Untuk mengetahui tentang Sistem E-learning untuk kuliah online.
  2. Untuk menyelesaikan tugas Analisis PIECES

II. Tinjauan Pustaka


A. E-Learning


Pemanfaatan internet ini tidak hanya untuk pendidikan jarak jauh, akan tetapi juga dikembangkan dalam sistem pendidikan konvensional. E-Learning adalah salah satu bentuk pendidikan yang menggabungkan motivasi, komunikasi, efisiensi dan teknologi. Sering kali proses pembelajaran mengalami keterbatasan seperti waktu dan jarak, tetapi tidak dengan ELearning yang bisa di akses dimana saja dan kapan saja.

E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bias diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada.

Dengan adanya E-Learning, para siswa akan mendapatkan wawasan dan ilmu pengetahuan tidak hanya dengan mengikuti proses belajar secara tatap muka di sekolah, tetapi dapat mengakses materi pelajaran melalui internet baik di rumah atau dari tempat-tempat penyedia layanan internet. Aplikasi ELearning mencakup beberapa fitur yang menjadi standar dalam proses belajar mengajar seperti distribusi materi pelajaran, forum diskusi ataupun pemberian tugas yang dapat dilakukan oleh guru kepada siswa. 

B. Manfaat E-Learning


E-learning memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dosen. Bagi mahasiswa, e-learning merupakan alternatif belajar dibandingkan pembelajaran konvensional dosen, dimana pembelajaran dapat berlangsung di luar ruang kuliah, membentuk kemandirian belajar, membantu menjadikan belajar sebagai belajar sepanjang hayat dan mendorong untuk berinteraksi antara siswa satu dengan yang lain. Sedangkan bagi dosen, e-learning mengubah gaya mengajar yang berdampak pada profesionalitas kerja, memberi peluang menilai siswa dan mengevaluasi pembelajaran setiap siswa dan mengeksplorasi diri secara efisien (Singh, O ’donoghue, & Worton, 2015). 


C. Komponen Dasar E-Learning


Sebuah e-learning harus memiliki tiga komponen dasar yang terdiri dari e-communication (pengkomunikasian materi), e-training (pendekatan sistem LMS) dan e-assessment (penilaian untuk indicator hasil belajar). Hasil analisis komponen e-learning yang memperlihatkan lebih dari 90% mahasiswa menyatakan perlu adanya beberapa komponen: 1) komponen instruksional pembelajaran di e-learning, 2) komponen adanya rencana pembelajaran di kelas, 3) komponen sumber belajar dan bahan ajar. Hasil analisis komponen instruksional menunjukkan 97% mahasiswa setuju dengan adanya instruksiona pembelajaran dalam e-learning Menurut Kelly & Nanjiani (dalam Wicaksono 2015)

III. Hasil dan Pembahasan


Cara melakukan analisis ini penulis dalam melakukan pengumpulan data menggunakan metode Kuesioner yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara memberikan beberapa pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan sebagai responen untuk menjawab pertanyaan. 

Dalam melakukan Kuisioner ini penulis menggunakan bantuan dari google form yang mana penulis menuliskan pertanyaan jika sudah selesai menuliskan pertanyaan selanjutnya penulis membagikan link dari google form tersebut kepada mahasiswa dari politeknik indonusa surakarta untuk memberikan jawaban mereka mengenai E-learning politeknik indonusa Surakarta. 

Selanjutnya penulis membuat kesimpulan setelah respoden memberikan jawaban mereka yaitu dengan analisis pieces.

Analisis pieces adalah suatu metode analisis yang sudah banyak digunakan oleh peneliti untuk melakukan kajian terhadap sistem informasi yang sudah dikembangkan dan sudah diimplementasikan. Metode analisis PIECES ini memiliki tahapan sebagai berikut:

1. Analisis Kinerja (Performance)


Kinerja dari suatu Sistem Informasi E-learning cepat untuk di akses.

2. Analisis Informasi (Information)


Informasi dan fitur-fitur yang terdapat dalam E-learning sudah lengkap.

3. Analisis Ekonomi (Economic)


Penggunaan dalam E-learning  ini tidak memakan banyak biaya dalam pembuatan maupun pengembangannya dan juga anggota baik dosen maupun mahasiswa tidak memerlukan banyak biaya untuk dapat mengkases ini (hemat dalam penggunaan data).

4. Analisis Keamanan (Control)


Dalam hal Keamanan pada E-learning ini mempunyai akses pengguna yang baik.

5. Analisis Efisiensi (Efficiency)


Dalam mengakses E-learning ini dapat memberikan kemudahan dalam belajar mengajar.

6. Layanan (Services)


Pembelajaran Lewat E-learning ini mempunyai Layanan yang baik.

IV. Kesimpulan


Kesimpulan yang dapat disampaikan penulis dalam melakukan analisis Pieces ini adalah performance kinerja akses dari e-learning cepat, dalam informasi dan fitur-fitur yang ada dalam e-learning sudah lengkap, penggunaan biaya dalam hal pengembangan maupun pengaksesan tidak memerlukan banyak biaya, keamanan dalam e-learning mempunyai akses pengguna yang baik, pembelajaran menggunakan e-learning ini dapat memberikan kemudahan dan terahir dalam e-learning politeknik indonusa surakarta mempunyai layanan yang baik.

V. Daftar Pustaka


Susena Edy, Analisis dan perancangan sistem informasi, penerbit Indonusa Publisher, Surakarta 2020.

Saifuddin Fuad, E-LEARNING DALAM PERSEPSI MAHASISWA, Pendidikan Biologi FKIP, Universitas Ahmad Dahlan 2015.

Kansha Isfarani Huurun'ien, Agus Efendi, A.G. Tamrin, Efektivitas Penggunaan E-Learning Berbasis Schoology Dengan Menggunakan Model Discovery Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sisem Komputer Kelas X Multimedia SMK Negri 6 Surakarta Pada Tahun Pelajaran 2015/2016, Program studi pendidikan teknik informatika dan komputer, universitas sebelas maret 2015

Astria Firman, Hans F. Wowor, Xaverius Najoan. Sistem Informasi Perpustakaan Online Berbasis Web. E-journal Teknik Elektro dan Komputer vol.5 no.2 Januari-Maret 2016, ISSN 2301-8402

Agus Prayitno, Yulia Safitri. (2015) AMIKBSI JakartaTimur. Pemanfaatan Sistem Informasi Perpustakaan Digital  Berbasis Website Untuk Para Penulis.

VI. Lampiran


  1. Jurnal.
  2. Hasil pengumpulan data metode Kuisioner (Excel).


Jika anda menginginkan lampiran jurnalnya dan hasil pengumpulan data dengan menggunakan metode kuisioner (Excel) anda bisa mendownloadnya di sini. 



0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus