Manajemen Strategis : Karakteristik Manajemen Strategis dan Istilah-Istilah Dalam Manajemen Strategis

Daftar Isi Konten [Tampil]
Karakteristik Manajemen Strategis yang harus kamu kuasai - Apakah itu konsep manajemen strategis? Konsep manajemen strategis adalah suatu konsep untuk mencapai dan mempertahankan kelebihan kompetitif. Manajemen strategis dapat juga diartikan sebagai seni dan ilmu supaya dapat memformulasi, menerapkan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan institusi bisa dengan mudah mencapai tujuannya. Tujuan dari manajemen strategis adalah supaya untuk mengeksploitasi dan membuat kesempatan baru yang berbeda untuk masa yang akan datang, perencanaan kurun waktu yang panjang, sebaliknya, mencoba untuk supaya lebih mengoptimalkan tren sekarang untung masa yang akan datang.

Karakteristik Manajemen Strategi

Karakteristik Manajemen Strategis


Berikut ini adalah Karakteristik dari manajemen Strategis, yaitu sebagai berikut:

  • 1. Mengintegrasikan Analisis dan Intuisi


Metode ini berusaha untuk mengelola informasi kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk yang memungkinkan keputusan efektif bisa diambil dalam keadaan yang tidak menentu. Intuisi mempunyai peran penting dalam membuat keputusan strategis yang baik. Intuisi juga dapat bermanfaat jika ada beberapa variable yangmana variabel tersebut saling berhubungan atau ketika harus memilih pilihan dari beberapa pilihan yang meyakinkan. Pemikiran dari analisis dan intuitif yang saling melengkapi satu dengan yang lain.

  • 2. Beradaptasi Dengan Peralihan


Metode manajemen strategis didasarkan pada kepercayaan bahwa institusi seharusnya secara terus menerus memantau kejadian di lingkungan internal dan external serta tren sehingga peralihan yang cepat bisa dibuat ketika diperlukan. E-commerce dan globalisasi adalah peralihan external yang mentransformasi bisnis dan masyarakat saat ini.

  • 3. Tahapan Manajemen Strategis


Metode manajemen strategis terdiri atas tiga tahap: formulasi strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Formulasi strateg yang tergolong untuk dapat memajukan visi dan tujuan, mengidentifikasi kesempatan dan resiko external dari perusahaan, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan kurun waktu yang panjang, merumuskan pilihan dari strategi, dan memilih strategi tertentu yang akan diimplementasikan.

Isu formulasi strategi dapat mencangkup dari bisnis apa yang dapat dimasuki dan di terima masyarakat, bisnis apa yang seharusnya ditinggalkan karena faktor-faktor tertentu, bagaimana cara untuk mengalokasikan sumber daya, apakah harus melaksanakan peluasan atau penganekaragaman bisnis, apakah juga harus memasuki lingkup pasar internasional, apakah harus melakukan merger atau membentuk joint venture dengan lain dan bagaimana cara supaya menghindari pengambil alihan secara paksa. Karena tidak ada institusi yang mempunyai sumber daya tak terbatas, pembuatan strategi harus memutuskan alternatif strategi mana yang akan memberikan keuntungan terbanyak. Strategi menentukan kelebihan kompetitif kurun waktu yang panjang.

  • 4. Implementasi Strategi


Implementasi strategi termasuk memajukan budaya yang mendukung strategi, menciptakan struktur institusi yang efektif dan mengarahkan usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, memajukan dan memberdayakan sistem informasi, dan menghubungkan kemampuan karyawan dengan kemampuan institusi. Suksesnya dari pelaksanaan strategi terletak pada kemampuan manajer untuk dapat memotivasi karyawan.

  • 5. Evaluasi Strategi


Evaluasi strategi adalah tahap final dalam manajemen strategis. Evaluasi strategi adalah alat untuk menbisakan informasi kapan strategi tidak bisa berjalan. Semua bentuk dari strategi bisa dimodifikasi di masa yang akan datang karena faktor internal dan external secara konstan dapat berubah-ubah.

Tiga aktifitas dasar evaluasi strategi, yaitu sebagai berikut:

  1. Meninjau ulang faktor external dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini;
  2. Mengukur kemampuan;
  3. Mengambil tindakan korektif. Peter Drucker mengatakan pekerjaan utama dalam manajemen strategis adalah berpikir melalui keseluruhan tujuan perusahaan.

Istilah-Istilah Penting Dalam Manajemen Strategis


Dalam manajemen strategis ada sembilan istilah penting, antaralain yaitu:

  • 1. Kesempatan dan Ancama External


Kesempatan dan resiko external merucut pada ekonomi, budaya, sosial, demografis, politik, lingkungan, hukum, teknologi, pemerintah, serta tren persaingan dan kejadian yang secara signifikan bisa mendapatkan profit atau keuntungan atau juga bisa membahayakan institusi di masa depan. Kesempatan dan resiko sebagian besar berapa diluar kendali institusi. Konsep dasar dari manajemen strategis adalah sebuah perusahaan perlu memformulasikan strategi untuk mengambil keuntungan dari kesempatan external dan menghindari atau mengurangi pengaruh dari resiko external. Untuk alasan ini, identifikasi, monitor, dan evaluasi kesempatan dan resiko external adalah penting untuk keberhasilan. Metode melakukan riset dan mengumpulkan serta mengasimilasi informasi external terkadang disebut pemindaian lingkungna atau analisis induatrn. Melobi adalah salah satu aktivitas yang digunakan oleh beberapa institusi untuk memengaruhi kesempatan dan resiko external.

  • 2. Pembuat Strategis


Pembuat strategi adalah individu yang paling bertanggung jawab atas kesuksesan atau kegagalan institusi. Para pembuat strategi membantu institusi mengumpulkan, menganalisis, dan menginstitusikan informasi. Mereka melacak tren industri dan kompetisi, memajukan model perkiraan dan analisis skenario, mengevaluasi kemampuan korporasi dan divisi, menemukan kesempatan pasar yang baru, mengidentifikasi resiko bisnis, dan memajukan rencana pelaksanaan yang kreatif.

  • 3. Tujuan Tahunan


Tujuan Tahunan adalah target kurun waktu yang pendek yang harus dicapai institusi untuk mencapai tujuan jangka panjangnya. Seperangkat tujuan tahunan dibutuhkan untuk setiap tujuan kurun waktu yang panjang. Tujuan dari tahunan sangatlah penting dilaksanakan, khususnya dalam pelaksanaan strategi, dimana tujuan jangka panjang khususnya penting dalam menentukan formulasi strategi. Tujuan tahunan menjadi dasar untuk mengalokasikan sumber daya.

  • 4. Kekuatan dan Kelemahan Internal


Kekuatan dan kelemahan internal adalah aktivitas institusi yang bisa dikontrol yang dijalankan dengan sangat baik atau sangat buruk. Mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan institusi dalam area fungsional dari suatu bisnis adalah aktivitas manajemen yang penting. institusi berusaha untuk melaksanakan strateginya yang dapat mendayagunakan kekuatan internal dan menghilangkan kelemahan dari internal.

Kekuatan dan kelemahan ditentukan relatif terhadap perusahaan pesaing. Kekuatan dan kelemahan bisa juga ditentukan olehkeberadaan saat ini bukan oleh kemampuan. Faktor internal bisa ditentukan melalui berbagai cara, termasuk menghitung rasio, mengukur kemampuan, serta membandingkannya terhadap periode sebelumnya dan rata-rata industri.

  • 5. Kebijakan


Kebijakan adalah alat untuk mencapai tujuan tahunan. Kebijakan adalah panduan untuk pengambilan keputusan dan juga dapat memberi jawaban atas situasi dan kondisi yang rutin dan berulang. Kebijakan bisa dibuat pada tingkat korporasi dan diaplikasikan ke seluruh perusahaan pada tingkat divisional dan diaplikasikan ke divisi tunggal, atau pada tingkat fungsional dan diaplikasikan ke aktivitas operasional atau departemen tertentu. Dengan adanya kebijakan kemungkinan adanya konsistensi dan koordinasi di dalam dan diantara departemen.

  • 6. Pernyataan Visi dan Tujuan


“inggin menjadi apakah kita?” memajukan pernyataan visi sering dianggap sebagai tahap pertama dalam perencanaan strategis, bahkan mendahului pembuatan pernyataan tujuan. “apakah bisnis kita?” pernyataan tujuan yang jelas menggambarkan nilai dan prioritas dari suatu institusi. Memajukan pernyataan tujuan mengharuskan pembuat strategi untuk berpikir tentang sifat dan cakupan operasi saat ini dan mengevaluasi potensi ketertarikan atas pasar dan aktivitas di masa depan. Pernyataan tujuan secara kasar menggambarkan arah masa depan suatu institusi.

  • 7. Kelebihan Kompetitif


Manajemen strategis adalah tentang menbisakan dan mempertahankan kelebihan kompetitif. Ketika sebuah perusahaan bisa melaksanakan sesuatu hal dan perusahaan lainnya tidak bisa melakukan seperti perusahaan itu, atau mempunyai sesuatu yang diinginkan dari pesaingnya, hal tersebut dapat menggambarkan kelebihan dalam bersaing. Mempunyai dan menjaga kelebihan persaingan sangat penting untuk keberhasilan dalam kurun waktu yang panjang dari suatu institusi.

Pada umumnya, suatu perusahaan bisa untuk mempertahankan kelebihan bersaingnya hanya untuk periode tertentu saja, karena kelebihan tersebut ditiru oleh pesaing dan melemahnya kelebihan yang ada. Jadi, tidaklah cukup untuk mempunyai kelebihan bersaing. Perusahaan harus berusaha untuk mencapai kelebihan bersaing yang berkelanjutan dengan melakukan sebagai berikut:

  1. Secara terus-menerus atau konsisten beradaptasi dengan tren dan kejadian external serta kemampuan, kompetensi, dan sumber daya internal;
  2. Secara efektif memformulasikan, mengaplikasikan, dan mengevaluasi hasil dari persaingan, strategi yang mengambil keuntungan dari faktor-faktor tersebut.

  • 8. Tujuan Jangka Panjang


Tujuan bisa didefinisikan sebagai hasil yang spesifik yang ingin dicapai suatu institusi untuk menjalankan tujuan dasarnya. Jangka panjang artinya lebih dari satu tahun. Tujuan adalah penting untuk keberhasilan institusi sebab mereka menentukan tujuan; membantu evaluasi; menciptakan sinergi; menunjukkan prioritas; menekankan koordinasi; dan memberi dasar untuk aktivitas perencanaan yang efektif, penginstitusian, alat motivasi, dan pengendalian.

  • 9. Strategi


Strategi adalah alat untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi adalah tindakan kelakuan potensial yang memerlukan keputusan manajemen tingkat atas dan sumber daya dari perusahaan dalam jumlah yang sangat besar. Strategi mempunyai konsekuensi yang multifungsi dan multidimensi serta perlu mempertimbangkan faktor-faktor external dan internal yang dihadapi perusahaan.

Model Manajemen Strategi


Cara belajar dan mengaplikasikan metode manajemen strategis adalah dengan menggunakan model. Setiap model merepresentasikan semacam metode. Model dibawah ini adalah model komprehensif metode manajemen strategis yang diterima secara luas. Dalam penggunaan Model ini tidak dapat menjamin keberhasilan, tetapi model tersebut dapat memberitahukan pendekatan yang jelas dan praktis untuk memformulasi, mengaplikasikan, dan mengevaluasi hasil strategi.

Mengidentifikasikan visi, tujuan, tujuan, dan strategi perusahaan saat ini adalah titik awal yang logis untuk manajemen strategis karena situasi dan kondisi perusahaan saat ini mungkin tidak cocok dengan strategi tertentu dan bahkan tidak mungkin mensyaratkan tindakan tertentu. Metode manajemen strategis merupakan hal yang dinamis dan berkelanjutan. Suatu peralihan dalam salah satu komponen utama dalam model bisa menyebabkan peralihan dalam salah satu atau semua komponen lainnya.

Dalam kenyataanya metode untuk melaksanakan manajemen strategis pembagian serta implementasinya tidaklah sesuai yang digambarkan oleh model manajemen strategis. Pembuat strategi tidak menjalankan metode dalam urutan yang kaku. Aplikasi metode manajemen strategis biasanya lebih formal dalam perusahaan yang besar dan stabil. Semakin tinggi tingkat formalitas dalam mengaplikasikan metode manajemen strategis biasanya berhubungan positif dengan biaya, kelengkapan, akurasi, dan keberhasilan suatu perencanaan untuk seluruh jenis dan ukuran institusi.

0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus