Pengertian, Karakteristik dan Cara Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa

    Pengertian, Karakteristik dan cara Strategi dari Pemasaran perusahaan jasa - Pemasaran adalah suatu bentuk aktivitas yang tidak dapat dianggap sebagai fungsi tersendiri. Adanya pelanggan yang berpotensial mempunyai keperluan atau keinginan, serta dapat dan mau untuk ikut berpartisipasi dalam pertukaran yang telah disepakati bersama untuk memenuhi keperluan atau kebutuhannya disebut pasar.

    “Besarnya suatu pasar akan tergantung dari jumlah masyarakat yang mempunyai keperluan tertentu, mempunyai sumber daya yang kemungkinan akan diminati orang lain, dan mempunyai kemauan dalam menawarkan sumber daya tersebut untuk ditukar agar dapat memenuhi keperluan mereka”.

    strategi pemasaran perusahaan jasa
    Strategi pemasaran perusahaan jasa




    Pengertian Pemasaran Jasa


    Apa itu Pemasaran Jasa?
    Pemasaran jasa adalah suatu tindakan aktivitas yang ditawarkan oleh pihak produsen kepada pihak konsumen berupa jasa yang produknya tidak dapat dirasa, dilihat, diraba atau didengar, akan tetapi dapat dirasakan manfaatnya oleh konsumen yang menggunakan produk tersebut.

    Pengertian Pemasaran Jasa menurut pendapat para ahli antara lain:


    1. Menurut pendapat dari Kotler (2000:428)


    “Jasa adalah setiap aktivitas atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak yang lainnya dengan secara prinsip tidak berwujud dan menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produksinya dapat dan dapat juga tidak terikat pada suatu produk.”

    2. Menurut pendapat dari Zeithaml dan Bitner dalam Hurriyati (2005:28)


    ”Jasa adalah pada dasarnya semua kegiatan ekonomi dengan memiliki keluaran selain dari produk maksudnya yaitu selain dari bentuk fisik, digunakan dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi konsumen pertamanya.”

    Karakteristik Jasa


    Berdasarkan pengertian jasa di atas, Tjiptono (2004:18) mengutarakan ada lima karakteristik utama jasa bagi konsumen pertamanya. Untuk membedakan produk jasa dengan produk barang, jasa mempunyai karakteristik yang luas. Karakteristik tersebut menyebabkan suatu keterkaitan yang sangat penting dalam pemasaran jasa. Menurut Kotler dan Armstrong, jasa mempunyai empat karakteristik utama yang bisa mempengaruhi rancangan program yaitu :

    1. Intangibility (tidak berwujud)


    Jasa bebeda dengan barang. Apabila barang adalah suatu alat, objek, ataupun dapat berupa benda, maka jasa adalah suatu tindakan, perbuatan, proses, pengalaman, kinerja (performance), atau usaha. Oleh karena itu, jasa tidak dapat dirasa, dilihat, didengar, dicium, ataupun diraba sebelum dibeli dan digunakan. Bagi para pelanggan, ketidakpastian untuk melakukan pembelian jasa relatif tinggi karena terbatasnya kualitas pencarian, yakni karakteristik fisik yang dapat untuk dievaluasi konsumen sebelum pembelian oleh konsumen dilakukan. Untuk jasa, mutu apa dan bagaimana yang akan diteriman konsumen, umumnya tidak diketahui sebelum jasa bersangkutan digunakan.

    2. Inseparability (tidak dapat dipisahkan)


    Barang biasa diproduksi, kemudian dijual, lalu digunakan. Sedangkan jasa umumnya dijual terlebih dahulu, baru kemudian diproduksi dan digunakan pada waktu dan tempat yang sama.

    3. Variability / Heterogeneity (berubah-ubah)


    Jasa mempunyai sifat variabel karena merupakan keluaran yang tidak terstandar, artinya banyak variasi kualitas, bentuk, dan jenis tergantung dari kepada siapa, kapan dan dimana jasa tersebut diproduksi. Ini semua di karenakan oleh jasa yang melibatkan berbagai unsur dalam proses produksinya dan konsumsinya yang lebih tidak bisa diprediksi dan tidak konsisten dalam hal sikap dan perilakunya.

    4. Perishability (tidak tahan lama)


    Jasa tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan. Kursi pesawat yang kosong, kamar hotel yang tidak dihuni, atau kapasitas jalur telepon yang tidak dimanfaatkan akan berlalu atau hilang begitu saja karena tidak dapat disimpan.

    5. Lack of Ownership Lack of ownership


    Lack of Ownership Lack of ownership adalah perbedaan dasar dari jasa dan barang. Pada pembelian barang, konsumen mempunyai hak penuh atas penggunaan dan manfaat produk yang dibelinya. Mereka dapat mengkonsumsi, menyimpan atau menjualnya. Dilain itu, pada pembelian suatu jasa, konsumen mungkin hanya bisa memiliki akses personal untuk suatu jasa dalam jangka waktu terbatas (misalnya kamar bioskop, kamar, jasa penerbagan dan pendidikan).

    Cara Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa


    Dalam pemasaran dari perusahaan jasa perlunya strategi marketing yang tepat dan akurat, berikut ini terdapat 8 Strategi pemasaran dalam dunia usaha, antara lain:

    1. Pemasaran Eksternal (External Marketing)


    Dalam melakukan Strategi pemasaran eksternal ini dikenal dengan sebutan 4P yaitu;
    Product (produk),,
    Price (harga),
    Promotion (promosi),
    Place (tempat).

    2. Pemasaran Internal (Internal Marketing)


    Dalam melakukan Pemasaran jasa tidaklah cukup hanya dengan melakukan kegiatan pemasaran ekternal (produk, harga, promosi dan tempat) saja, akan tetapi juga harus diikuti sertakan dengan peningkatan kualitas atau keterampilan dari para personil yang ada dalam suatu perusahaan tersebut. Selain itu, juga harus diperhatikannya kekompakan atau suatu tim yang tangguh dari personil yang ada dalam perusahaan tersebut, khususnya dalam menghadapi para konsumen sehingga membawa kesan tersendiri yang meyakinkan konsumen.

    3. Pemasaran Interaktif (Interaktif Marketing)


    Kepuasan pelanggan tidak hanya terletak pada mutu jasa, misalnya restorannya yang megah dan makanannya yang bergizi, tetapi juga harus dipadukan dengan melakukan peningkatan mutu layanan supaya peningkatan servis jasa benar-benar meyakinkan.

    4. Memberikan servis secara efisien


    Dengan memberikan servis yang cepat dan tepat sesuai dengan keinginan pelanggan, secara tidak langsung hal tersebut dapat mempengaruhi pelanggan untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena pada umumnya pelanggan tidak suka jika menunggu terlalu lama akan servis yang mereka butuhkan.

    5. Pentingnya Karyawan


    Peran karyawan dalam melayani pelanggan dengan baik termasuk daya tarik tersendiri untuk pelanggan. Karena citra perusahaan ditentukan oleh kinerja karyawan.

    6. Menentukan Harga


    Penentuan harga yang ditawarkan sebaiknya disesuaikan dengan manfaat yang diperoleh pelanggan dari produk jasa yang diberikan.

    7. Pengelolaan Teknologi informasi


    Penggunaan perkembangan teknologi serta inovasi untuk dapat menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan suatu kepuasan yang lebih bagi pelanggan. Jika teknologi yang digunakan semakin canggih, maka semakin cepat pula servis yang akan diberikan untuk pelanggan.

    8. Kebudayaan


    Menyesuaikan dengan budaya yang berkembang. Karena budaya yang berkembang saat ini akan mempengaruhi peluang akan pasar jasa.

    Demikianlah penjelasan tentang Pengertian, Karakteristik serta cara Strategi untuk Pemasaran Jasa. Semoga artikel ini memberikan manfaat serta menambah wawasan pengetahuan kamu. Terima kasih atas kunjungannya.

    0 Comments

    Posting Komentar

    1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
    2. komentar selalu dimoderasi
    3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
    dengan topik yang dibahas
    4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus