Makalah Strategi Manajemen Pemasaran Internasional

Daftar Isi Konten [Tampil]
Makalah Strategi Manajemen Pemasaran Internasional



A. Latar Belakang


Strategi global beranggapan bahwa produk-produk yang lebih distandarisasi dan pemantauan oleh kantor pusat. Akibatnya, strategi kompetitif disentaralisasi dan dipantau oleh kantor pusat. Unit-unit bisnis strategis yang beroperasi pada setiap negara dianggap saling mempunyai tergantung (interdependent), dan kantor pusat berusaha untuk menyatukan bisnis-bisnis yang tersebar di negara-negara tersebut. Oleh Karena itu, melakukan strategi ini mempromosikan produk-produk standar ke berbagai pasar di negara-negara yang berbeda dan strategi bersaing ini ditentukan oleh pusat. Jadi pengertian strategi global menitik beratkan pada skala ekonomi dan mempromosikan lebih banyak peluang untuk mendaya gunakan inovasi yang kemduian dikembangkan pada tingkatan perusahaan atau dalam sebuah negara atau di pasar-pasar lainnya. Strategi global mempunyai resiko yang rendah, akan tetapi bisa melewatkan peluang-peluang yang sudah ada pada pasar-pasar domestik, baik dikarenakan pasar-pasar itu tidak menunjukkan adanya peluang, atau karena peluang-peluang itu mengharuskan produk-produk tersebut harus sesuai pada pasar domestik. Akibatnya strategi ini tidak begitu responsive terhadap pasar-pasar domestik dan susah untuk dikelola, karena kebutuhan untuk mengkoordinasi strategi-strategi dan mengontrolnya pada keputusan lintas negara. Akibatnya, pencapaian kegiatan operasi yang efisien perlu berbagi sumber daya dan penekanan diberikan pada koordinasi dan kerjasama antar unit di lintas negara tersebut. Strategi ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan Jepang.

B. Pentingnya Strategi


Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan adanya perkembangan pada berbagai macam perusahaan yang dilengkapi dengan pesatnya kemajuan tekonologi informasi, maka strategi merupakan kebutuhan yang fital dan sangat penting dalam menjalankan suatu roda perusahaan untuk menghadapi berbagai macam tantangan, rintangan, gangguan baik internal maupun eksternal, khususnya para pesaing pada core bisnis yang sama.
Sejalan dengan pentingnya strategi, maka Jain (1990) berpendapat bahwa setiap organisasi membutuhkan strategi yang tepat, apabila menghadapi situasi berikut:

  1. Sumber daya yang dimiliki sedikit.
  2. Ada ketidak jelasan (uncertainity) mengenai kekuatan daya saing organisasi.
  3. Komitmen (commitment) terhadap sumberdaya tidak bisa diubah lagi.
  4. Keputusan-keputusan (decisions) harus dikoordinasikan antar bagian sepanjang waktu.
  5. Ada ketidak jelasan mengenai pengendalian inisiatif.


Sementara Porter (1980) dia berpedapat bahwa ”the reason why firms succeed or fail is perhaps the central question in strategy”. Artinya, strategi akan memastikan sukses atau gagalnya suatu perusahaan. Oleh karena itu, mengingat bahwa strategi mempunyai peran yang sangat menentukan, maka penetapan strategi menjadi sesuatu hal yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Namun demikian strategi perlu dibedakan dengan taktik. Dari pengertian yang paling sederhana dan paling uum di gunakan akan bisa dibedakan bahwa strategi (strategy) adalah saat dimana memutuskan seseuatu hal apa yang harus dikerjakan, sedangkan taktik (tactics) adalah saat dimana untuk memutuskan bagaimana mengerjakan sesuatu hal. Ada beberapa penbisa pakar untuk membedakan strategi dengan taktik. Brucker mempunyai pendapat bahwa strategi adalah mengerjakan sesuatu hal yang benar (doing the right things) dan taktik adalah mengerjakan sesuatu hal dengan benar (doing the things right). Selain itu, Karl Van Clausewitz mempunyai pendapat bahwa strategi merupakan suatu seni dalam pertempuran untuk memenangkan suatu peperangan, sedangkan taktik merupakan seni menggunakan tentara dalam medan pertempuran.

Berdasar beberapa pengertian di atas, maka taktik merupakan rentetan dari pelaksana kerja atau penjabaran operasional dari strategi untuk mencapai tujuan, sedangkan strategi adalah penjabaran arah yang akan ditempuh perusahaan di masa yang akan datang.

C. Pengertian Strategi Global


Secara umum, ada tiga pandangan tentang 'strategi global'. Pertama, strategi global adalah salah satu bentuk perusahaan multinasional maksudnya adalah multinational enterprise/MNE. Strategi yang sebagai (treats) pada negara di seluruh dunia ini sebagai sebuah pasar global (global marketpalce) (Levitt,dan Yip dalam Peng dan Miles, 2009). Strategi MNE yang lain umumnya dikenal sebagai strategi internasional (atau eksport-driven), multidomestik dan. Akan tetapi, strategi ini tampaknya merupakan bentuk ideal yang tidak terdapat di antara MNE (Rugman dan Verbeke 2004).

Pandangan kedua membentuk (treats) strategi global sebagai manajemen strategi internasional (Bruton et al 2004;. Inkpen dan Ramaswamy 2006; Lu 2003). Jadi pengertian manajemen internasional strategis mempunyai pengertian lebih luas daripada 'strategi global' seperti yang didefinisikan oleh pandangan pertama.

Pandangan ketiga menerangkan bahwa strategi global dalam artian secara luas maksudnya yaitu strategi perusahaan di seluruh dunia, yang merupakan teori perusahaan tentang kiat untuk sukses bersaing dengan pesaing (Peng dan Delios 2006). Definisi ini secara akurat meliputi strategi pemasaran perusahaan internasional (cross-border) dan non-internasional (domestic).

Definisi ketiga membentuk (treats) strategi global sebagai strategi perusahaan di seluruh dunia (Peng dan Delios 2006). Dengan kata lain strategi global mempunyai pengertian bahw tidak didefinikan secara sempit, atau menyamakan strategi global dengan manajemen strategis internasional (pandangan ke dua). Walaupun benar bahwa definisi pertama secara eksplisit fokus pada aspek-aspek internasional, definisi kedua terfokus tata kelola perusahaan dan CSR. Dapat di ketahui secara keseluruhan bahwa global strategi sebagai lapangan pada persimpangan antara manajemen strategis dan pada bisnis internasional.




BAB 2
PEMBAHASAN

A. Definisi Strategi Global


Dalam Bisnis global, perlu dipahami dan diketahui bahwa lingkungan yang berkaitan dengan perbedaan ekonomi, politik, budaya, sosial juga perdagangan dunia dan kerangka investasi serta sistem moneter global. Tujuan utama dari perusahaan adalah bagaimana perusahaan menciptakan laba yang optimal, yakni dengan dua cara yaitu:

  1. Menambah nilai produk supaya konsumen mau membayar lebih,
  2. Melakukan kreasi nilai (value creation) supaya bisa menurunkan anggaran produksi.

1. Peningkatan laba melalui ekspansi global

Untuk menambah peningkatan laba perusahaan lokal, salah satunya dengan cara melakukan pengembangan secara global. Dengan cara ini akan diperoleh :

  • Penambahan keuntungan yang lebih besar, melalui kemampuan khusus atau inti.
  • Menyadari ekonomi lokasi, dimana mendorong untuk terciptanya kreasi nilai (value creation) pada lokasi yang akan di targetkan yang mungkin paling efisien.
  • Menyadari adanya kurva pengalaman yang lebih besar, yang akan mengurangi anggaran (value creatio).

2. Tekanan-tekanan untuk mengurangi anggaran dan local responsiveness


Dalam memasuki pasar global, ada dua tipe tekanan persaingan yang akan dihadapi, yaitu:

a. Tekanan untuk pengurangan anggaran


Tekanan ini bisa diatasi dengan cara melakukan produksi masa dan standardisasi produk pada lokasi yang tepat.

b. Tekanan untuk tanggap akan lingkungan domestik

Tekanan domestik terjadi karena hal-hal berikut :

  • Perbedaan selera konsumen dan pilihan
  • Perbedaan infrastruktur dan praktek tradisional
  • Perbedaan saluran distribusi
  • Permintaan pemerintah domestik


B. Pemilihan Strategi


Perusahaan mempunyai empat macam strategi untuk bersaing di pasar global yaitu :

1. Strategi Internasional (International Strategy)


Strategi ini memasarkan bagaimana perusahaan untuk menciptakan suatu nilai yang unggul dari pada pesaing lain dengan transfer keahlian dan produk yang bernilai kepada pasar asing, dimana dibidang ini menjadi kelemahan yang dimiliki oleh pesaing dan kompetensi inti ini tidak dimiliki oleh para pesaing.

2. Strategi Multidomestik ( Multidomestic Strategy)


Dalam penerapan strategi ini, perusahaan secara ekstensif melakukan kostumisasi terhadap produk dan strategi pemasaran produknya kearah kondisi nasional yang berbeda, dimana value creation juga menjadikan pada kegiatan produksi, pemasaran, R&D (penelitian & pengembangan) di setiap negara yang di jadikan target pasar global.

3. Strategi Global


Strategi global memusatkan pada peningkatan laba, dimana lebih mengarahkan pada standardisasi kualitas produk secara global, dan tidak melakukan penyesuaian produk terhadap kondisi domestik, karena menggunakan strategi low cost sehingga menbisakan laba yang maksimal.

4. Strategi Transnasional


Strategi ini mencoba mencapai semua strategi yang ada untuk menbisakan solusi untuk semua masalah. Dimana perusahaan melakukan pengurang anggaran atas kondisi domestik dan juga transfer kompetensi inti serta tekanan domestik. Jadi strategi ini berusaha untuk mengurangi tekanan pengurangan anggaran dan tekanan local responsiveness yang tinggi secara bersama dan juga melakukan diferensiasi.

Masing-masing strategi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk itu, kita sebagai pemilik perusahaan harus bisa memilih strategi yang tepat guna untuk menghadapi kondisi dengan pertimbangan tekanan pengurangan anggaran dan tekanan domestik responsiveness yang akan dihadapi.

C. Persekutuan Strategi


Persekutuan strategi adalah salah satu komponen yang terpenting dalam sebuah strategi perusahaan, dimana berkenaan dengan persetujuan kooperasi atau persetujuan bersama antara pesaing potensial dengan pesaing yang sudah ada. Dalam persekutuan strategi ini terbisa berbagai keunggulan dan kelemahan. Salah satu manfaat persekutuan strategi adalah mudah untuk memasuki pasar internasional dengan saling melengkapi kekurangan satu dengan yang lainnya dalam hal keahlian dan penurunan anggaran dan resiko dalam mempromosikan produk serta mudah dalam penetapan standar teknologi industri internasional.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan supaya persekutuan strategi ini sukses, yaitu :

  1. Pemilihan beberapa partner/rekan bisnis, dimana harus jelas siapa yang akan kita ajak untuk melakukan kerjasama, apakah partner tersebut bisa bekerjasama mencapai tujuan strategi dan tujuan persekutuannya serta tidak memanfaatkan persekutuannya dimasa mendatang untuk keperluan individunya. Dan sebagai perusahaan yang kedepannya akan melakukan aliansi kerjasama strategi, kita harus melakukan berbagai langkah-langkah yang tepat seperti, mencari informasi tentang rekan bisnis dan mengumpulkan data serta mencari tahu tentang rekan bisnis tersebut.
  2. Struktur persekutuan adalah memastikan suatu rancangan yang terstruktur sehingga terjadi keadilan dalam hal pembebanan risiko dan menghindari terjadinya pemanfaatan dari rekan bisnis untuk kepentingannya pribadi.
  3. Penanganan persekutuan, dalam hal ini bisa dilakukan pengamanan dengan teknologi, atau dengan penetapan kontrak, dimana terjadi persetujuan atau kesepakatan yang jelas, adil antara perusahaan dengan partnernya dengan komitmen yang mantap supaya tidak terjadi resiko yang tidak diinginkan.


D. Memasuki Pasar Asing


Ada enam cara yang berbeda yang bisa digunakan perusahaan dalam memasuki pasar asing atau pasar internasional, yaitu :

1. Ekspor


Kegiatan melakukan ekspor merupakan kegiatan yang banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya pada pasar global. Melakukan kegiatan ekspor mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan.

kelebihannya adalah menghindari anggaran substansi dan membantu perusahaan untuk mencapai kurva pengalaman dan lokasi yang ekonomis sesuai strategi pasar global, apalagi jika negara itu tersentralisasi, maka bisa memanfaatkan skala ekonomi dari volume penjualan global. Sedangkan kekurangan yang dimiliki adalah akan tidak memberikan profit di negara asal jika ternyata lebih ekonomis dan efektikf jika diproduksi di negara tujuan target pasar global, lalu anggaran transportasi yang terlalu tinggi dan ancaman tarif akan membaut menjadi kurang ekonomis dan efektif serta sangat beresiko yang mengakibatkan kegagalan.

2. Proyek “Turnkey”


Dalam proyek turnkey kontraktor setuju akan menangani setiap detil proyek untuk klien asing termasuk pada training para personilnya. Proyak Turnkey adalah proses teknologi untuk melakukan proses ekspor ke negara lain. Jadi dengan adanya proyek turnkey merupakan suatu proyek yang dalam proses nya yaitu melakukan kegiatan ekspor ke negara lain, kendalinya dipegang oleh klien asing itu sendiri dalam hal ini perusahaan asing.

Keuntungannya :

  • Perusahaan menbisa pengembalian ekonomi dari aset pada saat investasi langsung

Kelemahannya :

  • Tidak ada keuntungan jangka panjang di negara asing tersebut.
  • Terciptanya persaingan yang ketat.
  • Apabila persaingan bersumber dari teknologi, maka perusahaan domestik akan menjual keunggulan bersaingannya pada pesaing potensial atau aktual.

3. Lisensi


Merupakan suatu kesepakatan antara pemberi lisensi yang akan memberikan haknya kepada pembeli lisensi, dalam beberapa waktu tertentu dimana pemilik lisensi akan memperkenakan pengembaliannya dalam bentuk imbalan dari pembeli lisensi tersebut.

Keuntungannya :

  • Anggaran dan resiko yang dihasilkan rendah atau kecil.
  • Merupakan kesempatan yang menarik bagi perusahaan yang mempunyai dana sedikit dan ingin melakukan operasional di negara asing.
  • Mempermudah perusahaan yang akan ingin masuk pada pasar asing melalui investasi.

Kelemahannya :


  • Tidak adanya hak bagi perusahaan dalam mengontrol atau melakukan pemantauan terhadap pemasaran, manufaktur, strategi dan pemanfaatan lokasi untuk tujuan ekonomis dan efisiensi
  • Susah dalam hal bersaing karena memerlukan koordinasi dan strategi.
  • Kemungkinan mempunyai kehilangan ‘technological know how’ yang berdampak pada keunggulan bersaing bagi perusahaan asal.


Ada jalan keluar untuk mengatasi kelemahan yang sudah di terangkan diatas, yaitu melalui cross licensing agreement, yaitu merupakan cara yang paling tepat digunakan pada industri-industri teknologi dimana ada perjanjian atau kesepakatan bahwa perusahaan bisa melisensi beberapa kepemilikannya yang tidak berwujud dan memberikan pengetahuan teknologinya kepada perusahaan asal.

4. Waralaba (Franchising)


Waralaba merupakan bentuk sertifikat, waralaba menjual tidak hanya property yang tidak berwujud,akan tetapi juga sesuatu hal yang disetujui dengan aturan yang ketat sesuai tata cara untuk melakukan bisnis. Dimana frenchisor membantu kepada frenchisee untuk menjalankan bisnisnya dengan memberikan balasan yaitu yang disebut royalti sejumlah prosentase tertentu dari hasil penjualan bisnis frenchiseenya. Biasanya penggunaan waralaba terbisa pada perusahaan jasa.

Keunggulannya :

  • Anggaran dan resiko yang rendah.
  • Mudah masuk pasar asing.
  • Mempercepat dalam menbisakan keuntungan.


Kelemahannya :

  • Masalah dalam pengendalian kualitas.


5. Joint Venture dengan perusahaan setempat


Joint venture merupakan suatu bentuk kerjasama antar dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan (bergabung) atau keberadaan satu perusahaan yang dimiliki oleh dua atau lebih perusahaan.

Keunggulannya :

  • Mendapatkan manfaat dari pengetahuan partner domestik.
  • Bisa berbagi anggaran dan resiko dengan partner domestik.
  • Merupakan cara untuk memasuki pasar asing.


Kelemahannya :

  • Resiko dalam hal memberikan teknologinya kepada partner domestik.
  • Tidak ada pengendalian yang ketat.
  • Kepemilikan bisa mengarah pada konflik dan perang pengendalian antar perusahaan.


6. Dimiliki sepenuhnya oleh cabang


Dalam kategori ini 100% saham akan dimiliki sendiri oleh perusahaan yang akan memasuki pasar asing. Dimana untuk mengatasinya ada dua cara untuk melakukan strategi ini :

  • Dengan menjadikan operasional baru pada negara tersebut.
  • Dengan merayu dan menggunakan perusahaan yang ada di negara tersebut untuk mempromosikan produknya dipasar.

Keunggulannya :

  • Meniadakan resiko kehilangan keunggulan bersaingnya.
  • Adanya pengendalian yang ketat pada proses operasional diberbagai negara.


Kelemahannya :

  • Mahalnya anggaran yang dikeluarkan untuk memasuki pasar di negara asing.
  • Karena perusahaan membuat seluruh proses operasi di negara tujuan sendiri saja maka anggaran dan resiko yang ditanggung besar.


E. Pemasaran Global


Pemasaran global menitikberatkan untuk melakukan strategi promosi pemasaran bisnis internasional yaitu bagaimana supaya perusahaan menentukan kapan waktunya untuk produk terstandardisasi dan kapan waktunya untuk tidak terstandardisasi. Dalam melakukan pemasaran global juga harus diperhatikan untuk bauran pemasaran dengan selalu memandang pada cita rasa dan preferensi konsumen yang konsisten di berbagai penjuru negara.

F. Manajemen Operasional Global


Perbaikan dalam pengendalian kualitas akan mengurangi anggaran melalui tiga cara :

  1. Meningkatkan produktivitas sebab ketidak adanya pemborosan dan pengurangan cacat.
  2. Peningkatan kualitas produk artinya mengurangi anggaran cacat dan scrap.
  3. Menurunkan jaminan dan anggaran perbaikan atau pengerjaan ulang untuk kualitas produk yang lebih baik.


Dalam manajemen operasional berarti semua pihak atau semua bidang yang terintegrasi dalam perusahaan ikut secara bersama menjalankan tugas atau cara-cara diatas dengan baik dan benar supaya tujuan perusahaan yaitu menbisakan peningkatan laba akan tercapai.

G. Sumber Daya Manusia Global


Dalam bidang ini akan membahas tentang bagaimana perusahaan mengatur srtuktur oraganisasinya yaitu bagian sumber daya manusia secara efektif. Diantaranya yaitu staffing, evaluasi kinerja, pengembangan manajemen, kompensasi dan hubungan antar tenaga kerja. Karena dengan perusahaan mempunyai kepedulian terhadap karyawannya baik itu yang ada di dalam negri maupun karyawannya yang ada di negara dimana perusahaan melakukan perdagangan atau masuk ke pasar internasional, maka akan membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya visi dan misinya.

BAB 3
PENUTUP

A. Pendekatan Strategis sebagai Solusi Menghadapi Tantangan Global


Studi Hubungan Internasional merupakan sebuah studi dinamis, yang memungkinkan adanya perkembangan ilmu sesuai tuntutan zaman. Hal ini seiring dengan semakin banyaknya fenomena-fenomena internasional yang bermunculan. Semakin beragamnya fenomena, menuntut Hubungan Internasional untuk bisa mengkaji dan menganalisis penyebab dan mencari solusi dari peristiwa yang terjadi. Pergeseran objek kajianpun terjadi dalam studi Hubungan Internasional. Terlebih setelah berakhirnya Perang Dingin, objek kajian studi Hubungan Internasional yang dulunya hanya berfokus mengenai negara, konflik dan perdamaian, bergeser mengenai isu-isu yang sebelumnya luput dari perhatian Hubungan Internasional. Dengan beragamnya fenomena hubungan internasional, perspektif yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut tidak cukup jika hanya menggunakan perspektif tradisional Hubungan Internasional. Perspektif tradisional seperti Realisme dan Liberalisme, dianggap mempunyai kekurangan karena terlalu state-centric. Sehingga persoalan diluar negara, tidak bisa dijelaskan melalui perspektif tradisional. Mengingat bahwa persoalan yang dihadapi Hubungan Internasional saat ini bukan lagi hanya berfokus pada suatu negara namun juga terhadap isu global internasional.

Diperlukan perspektif lain yaitu perspektif alternatif yang bisa mengisi kelemahan perspektif tradisional untuk membantu menjawab isu global yang terjadi saat ini. Perspektif-perspektif alternatif tersebut sering kali mengkritisi perspektif tradisional, dan berusaha mengangkat isu-isu baru yang tidak dilihat pada perspektif tradisional. Seperti contohnya adalah mengenai isu lingkungan, yang kemudian diangkat menjadi isu global oleh perspektif hijau. Isu seperti lingkungan menjadi sangat baru bagi studi Hubungan Internasional, karena sebelumnya fokus kajian dalam Hubungan Internasional adalah antroposentris. Yang mana pemikirannya berfokus pada manusia, seperti Realisme dan Liberalisme yang berasumsi pada sifat dasar manusia. Sedangkan untuk perspektif pada lingkungan, pendekatan yang digunakan adalah ecosentris, yang mana lingkungan hijau sebagai fokus kajiannya. Sehingga pada perspektif hijau, problematika lingkungan beserta rezim lingkungan perlu untuk dibahas karena permasalah tersebut sudah dianggap tidak bisa diselesaikan oleh negara (Peterson, 2005:236).

Fenomena yang sedang dirasakan dunia saat ini adalah globalisasi. Pasca Perang Dingin, globalisasi menjadi fenomena yang masif dalam hubungan internasional. Sehingga dengan adanya globalisasi, merupakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya pergeseran fokus dalam studi Hubungan Internasional. Menurut Linklater (2001), globalisasi telah memengaruhi komunitas politik dan menciptakan fragmentasi baru. Sehingga dengan globalisasi hakikat dari komunitas politik bisa berubah, sebagai contohnya bisa dilihat dari negara –negara dunia ketiga. Yang mana melalui globalisasi ekonomi dan politik meningkat dengan dibukanya banyak kerjasama internasional, namun nyatanya fragmentasi dalam komunitas politik tetap terjadi di negara dunia ketiga. Fragmentasi komunitas politik ini disebabkan karena kegagalan atau ketidakmampuan suatu negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya (Linklater, 2001:624). Ditambah dengan adanya globalisasi, persaingan pasar semakin bebas sehingga mengharuskan negara untuk mencari solusi supaya bisa bertahan di dunia internasional. Dengan begitu, negara sebagai aktor utama dalam hubungan internasional tidak bisa bertahan sendiri tanpa memperdulikan aktor non negara seperti MNCs dan lainnya. Negara harus bisa berbagi peran dengan aktor lain untuk bisa menyelasaikan berbagai masalah yang saat ini semakin kompleks. Sehingga bisa dipastikan bahwa dengan adanya globalisasi aktor non negara yang sebelumnya tidak dianggap penting, saat ini bahkan bisa mempengaruhi perilaku negara dalam hubungan internasional.

Dengan demikan perspektif mainstream dalam Hubungan Internasional, perlu kehadiran perspektif baru yaitu perspektif alternatif yang bisa melihat fenomena hubungan internasional lebih luas. Sehingga tidak hanya berfokus dengan sesuatu yang menyangkut negara saja, akan tetapi lebih khususnya dalam mengahadapai tantangan globalisasi. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa globalisasi tidak bisa dihindari negara. Globalisasi beserta tanda yang mengikutinya memaksa suatu Hubungan Internasional untuk menanggung globalisasi menjadikan salah satu fokus kajian dalam Hubungan Internasional. Perspektif mainstream kemudian tidak cukup untuk mengkaji masalah globalisasi, untuk itulah perlu adanya perspektif atau pendekatan lain.

Salah satu pernyataan Hubungan Internasional yaitu Linklater (2001) mencoba untuk melakukan analisis pengaruh globalisasi yang telah mempengaruhi komunitas politik dengan tiga pendekatan.

Pendekatan pertama adalah kosmopolitanisme yang mempunyai fokus pada kesetaraan individu. Dan solusi dari problematika global adalah dengan mendorong adanya kesejahteraan yang merata di segala aspek bidang (Linklater, 2001:629).

Pendekatan kedua adalah postmodernisme yang menyoroti bahaya dari konstruksi ilmu pengetahuan yang dihasilkan manusia. Konstruksi ilmu pengetahuan ini menurut Foucault bisa menjadikan fondasi baru bagi power dan dominasi seseorang (Linklater, 2001:630).

Pendekatan ketiga adalah komunitarianisme yang mempunyai pendapat bahwa seseorang memiliki kepentingan terhadap suatu komunitas, yangmana individu juga mempunyai loyalitas dan akan menjaga loyalitas tersebut saat telah menjadi anggota dari suatu komunitas tersebut(Linklater, 2001:630). Artinya adalah dalam sebuah komunitas, anggotanya akan tunduk terhadap nilai-nilai komunitas tersebut dan tidak mudah untuk pindah ke lain komunitas karena terikat satu sama lain.

Perlilaku Hubungan Internasional merupakan studi yang dinamis artinya selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman, tentunya tidak cukup hanya dengan perspektif tradisional maupun alternatif yang saat ini telah ada. Perlu adanya kemunculan perspektif baru yang akan mewarnai studi Hubungan Internasional. Dikarenakan, perspektif tidak hanya digunakan dalam teks tetapi juga dalam praktek.

Negara dalam melakukan usahanya harus bertahan dalam tantangan global, perlu mempergunakan banyak perspektif tidak hanya terfokus pada salah satu perspektif saja. Alasan lain karena perlunya lebih dari satu perspektif yang digunakan dalam menganalisa suatu fenomena yang terjadi adalah karena setiap perspektif pasti memiliki kekurangan. Sehingga diperlukan perspektif lainnya guna membantu menangani suatu masalah. Pendekatan strategis menjadi solusi yang dirasa tepat dan dibutuhkan untuk menghadapi persoalan global yang saat ini sedang dihadapi berbagai negara di dunia.

Pendekatan strategis dibawa oleh David A Lake dan Robert Powell (1999) yang menekankan negara untuk bertindak strategis supaya kepentingan negara bisa dicapai dan supaya meminimalisir kerugian ataupun berbagai hal yang tidak diinginkan terjadi. Pendekatan Strategis berasumsi jika aktor akan membuat keputusan yang merepresentasikan tujuannya sendiri (Lake & Powell, 1999:7).

Dengan mempunyai tujuan, maka tindakan apa yang akan dilakukan harus dipikirkan dan diperhitungkan dengan matang. Cara berfikir strategis dan perilaku strategis sangat diperlukan dalam hal ini. Untuk itu pendekatan strategis muncul, dengan memberikan alternatif lain khusunya dalam menghadapi globalisasi, yang mana setiap aktor perlu untuk menjadi strategis supaya bisa bertahan.

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwa saat ini Studi Hubungan Internasional telah banyak mengalami perkembangan. Hal ini dilihat dari semakin bermunculan perspektif-perspektif baru yang mewarnai Hubungan Internasional. perspektif-perspektif baru ini, hadir dengan mengangkat fenomena yang juga baru dan tidak dilihat sebelumnya oleh perspektif tradisional. Studi Hubungan Internasional Airlangga juga menilai bahwa tidak cukup jika hanya menggunakan perspektif tradisional untuk menjelaskan fenomena kontemporer yang saat ini terjadi. Untuk itulah diperlukan perspektif lain yang bersifat strategis.

Melalui pendidikan di Airlangga School of Thought yang saat ini sedang melakukan pengembangan, menyuguhkan sebuah perspektif yang tidak hanya berfokus pada pola pikir yang strategis, akan tetapi juga pada sikap strategis dalam Hubungan Internasional. Sehingga para HI khususnya HI Universitas Airlangga yang dituntut untuk menjadi seorang strategis dengan dibekali kemampuan komunikasi, negosiasi dan manajerial yang tinggi diharapkan mampu dalam membuka jalan bagi pengembangan perspektif dan paradigma baru tersebut sehingga ilmu HI khususnya di Indonesia bisa berkembang dengan akar tradisinya sendiri.



DAFTAR PUSTAKA


http://mrasyidin.blogspot.com/2010/04/strategi-global.html di akses pada 1 Desember 2019
http://indahjewel.blogspot.com/2012/06/manajemen-strategi-pada-lingkungan.html di akses pada 1 Desember 2019
http://retno-anggraeni-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-106715-Teori%20Hubungan%20Internasional-Pendekatan%20Strategis%20sebagai%20Solusi%20Menghadapi%20Tantangan%20Global.html Di akses pada 1 Desember 2019

0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus