Pengertian Pengangguran, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor Penyebab Pengangguran Yang Harus di Pahami! - webillian.com
News Update
Loading...

Pengertian Pengangguran, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor Penyebab Pengangguran Yang Harus di Pahami!

Pengertian Pengangguran, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor Penyebab Pengangguran  - Pembahasan kita kali ini yaitu tentang kehidupan, terutama masalah pekerjaan. Jika seseorang tidak mendapatkan penghasilan ataupun pekerjaan itu disebut pengangguran. Pengangguran adalah masalah utama khususnya berada di negara berkembang. Dengan perbandingan jumlah sumber daya manusia dan lapangan kerja. Pengangguran ini disebabkan karena mencari lowongan kerja yang semakin sulit.

Pengertian Pengangguran



Pengertian Pengangguran


Pengangguran adalah angkatan kerja yang belum mendapat kesempatan untuk bekerja ataupun menghasilkan penghasilan untuk menghidupi dirinya maupun keluarganya, tetapi sedang mencari pekerjaan ataupun orang yang tidak mau mencari pekerjaan karena bisa jadi merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan karena fisik maupun bakatnya.

Pengangguran atau sering juga disebut tuna karya merupakan istilah dari angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali (tidak mendapatkan penghasilan), tetapi sedang mencari kerja, sedang menunggu proyek pekerjaan selanjutnya yang akan dikerjakan, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran umumnya dapat terjadi dikarenakan jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.

Pengangguran merupakan masalah utama yang terjadi, khususnya di berbagai negara yang termasuk negara berkembang termasuk Indonesia. Dengan jumlah perbandingan sumber daya manusiĆ  dan lapangan kerja tidak seimbang. Tak hanya itu, ada juga yang menyatakan bahwa pengangguran disebabkan oleh kemampuan SDM yang terbatas. Sehingga tak cukup mumpuni untuk bekerja

Pengangguran pastinya ada disetiap wilayah negara baik itu negara maju seperti Amerika Serikat, apalagi negara berkembang semacam negara kita, Indonesia.

Jumlah pengangguran yang saat ini terjadi atau unemployment umumnya sejalan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara tersebut. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin meningkat juga produksi barang dan jasa yang tentunya akan menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Pengangguran sangat memiliki keterkaitannya erat dengan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat umumnya. Jika semakin banyak lapangan kerja, maka semakin tinggi juga kesempatan penduduk usia produktif untuk mendapatkan pekerjaan, sebaliknya. Pengangguran dapat terjadi ketika jumlah pencari pekerjaan lebih banyak daripada kesempatan untuk kerja yang tersedia.


Pengangguran adalah seorang masyarakat golongan angkatan kerja yang belum melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan uang bisa dengan bekerja maupun bisa menjadi wirausaha. Pengguran tidak terbatas pada orang yang belum bekerja. Orang yang sedang mencari pekerjaan dan orang yang bekerja namun perkerjaannya tidak produktif pun dapat dikategorikan sebagai pengangguran.

Pengertian Pengangguran Menurut Ahli


Menurut Pakar Ahli yaitu Sukirno, Pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif sedang mencari pekerjaan, akan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut.

Menurut Pakar Ahli yaitu Nanga (2005: 249), Pengangguran merupakan suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan juga secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan.

Ada pakar ahli lainyna yang mengatakan bahwa “Semakin tinggi derajat gelar seseorang, semakin mudah dia mendapatkan pekerjaan” maka itu akan membuat banyak orang Indonesia yang putus asa dan menyerah dalam mencari pekerjaan, karena tidak semua orang mempunyai gelar yang tinggi.

Jenis – Jenis Pengangguran



Jenis pengangguran dapat digolongkan menjadi 2 golongan, golongan pertama adalah jenis pengangguran berdasarkan sebab terjadinya dan kedua adalah jenis pengangguran berdasarkan lamanya waktu bekerja.

a. Jenis Pengangguran Berdasarkan Sebab Terjadinya


Pengguran ini terbagi menjadi 4 jenis diantaranya adalah:


1. Pengangguran Siklikal (Cyclical Unemployment)


Pengangguran ini terjadi karena maju-mundurnya ekonomi suatu negara. Ketika perekonomian mengalami kemunduran daya beli masyarakat pun akan menurun. Akibatnya perusahaan akan mengurangi produksi dan perusahaan banyak memberhentikan karyawannya.

2. Pengangguran Struktural


Pengangguran strutktural adalah jenis pengangguran yang disebabkan perubahan struktur perekonomian. Contohnya peralihan perekonomian dari sektor perkebunan ke sektor industri. Masyarakat yang ingin bekerja di sektor industri sulit bekerja karena mereka terbiasa bekerja di sektor perkebunan sehingga harus menyesuaikan diri bila ingin bekerja di sektor industri.

3. Pengangguran Friksional


Pengangguran friksional adalah pengangguran yang dikarenakan oleh sebab sistem yang tidak bisa mempertemukan antara pembuka lowongan pekerjaan dan pencari pekerjaan. baik itu karena kendala informasi, waktu ataupun letak geografi.

4. Pengangguran Teknologi


Pengangguran teknologi dikarenakan oleh sebab adanya peralihan dari tenaga kerja manusia tergantikan oleh mesin. Perusahaan biasanya lebih memilih menggunakan tenaga mesin dibandingkan tenaga manusia karena lebih cepat, mudah dan hemat biaya.

b. Jenis Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja


Jenis pengangguran ini juga terbagi 4, diantaranya:

1. Pengangguran Terbuka


Pengangguran terbuka adalah keadaan sesorang yang sama sekali tidak bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka disebabkan oleh lapangan kerja yang tidak tersedia atau tidak adanya kecocokan antara lowongan kerja dan latar belakang pendidikan.

Pengangguran terbuka adalah suatu angkatan kerja yang sama sekali tidak memiliki pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Pengangguran ini dapat terjadi dikarenakan angkatan kerja tersebut belum juga mendapatkan pekerjaan, padahal telah berusaha secara maksimal atau dikarenakan faktor malas mencari pekerjaan atau malas bekerja.

2. Pengangguran Tidak Sepenuh Waktu/Setengah Pengangguran


Pengangguran pada tipe ini merupakan setengah pengangguran, dengan ditujukan pada seseorang yang sudah mempunyai pekerjaan, akan tetapi hanya memiliki jam kerja hanya sedikit atau tidak seusai standar yaitu 7-8 per hari, sehingga penghasilan mereka pun kadang tidak mencukupi untuk menghidupi dirinya maupun keluarganya.

Setengah menganggur adalah pengangguran yang terjadi dikarenakan tenaga kerja tidak bekerja secara baik dan optimal karena tidak ada pekerjaan untuk waktu sementara waktu.

Contoh : Seorang buruh konstruksi/bangunan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya di suatu proyek, karena sudah selesai maka untuk sementara waktu menganggur sambil menunggu proyek berikutnya yang akan datang.

2. Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)


Pengangguran terselubung adalah pengangguran yang pada orang yang memiliki pekerjaan tapi produktivitasnya rendah. entah itu karena ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dengan pekerajaan ataupun lainnya. Pengangguran jenis ini menyebabkan produktivitas kerja yang rendah.

Pengangguran terselubung adalah pengangguran yang terjadi disebabkan karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu jenis pekerjaan saja, padahal dengan mengurangi tenaga kerja tersebut sampai jumlah tertentu, maka akan tetap tidak mengurangi jumlah produksi.
Pengangguran terselubung bisa juga disebabkan karena seseorang yang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya, yang akhirnya menyebabkan Ia bekerja tidak optimal.

Contoh: Dalam suatu perusahaan mempunyai 10 tenaga marketing untuk menangani pekerjaan yang ada (untuk menangani masalah penjualan), padahal semua pekerjaanan yang terdapat di perusahaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik hanya dengan 6 orang tenaga marketing. Akibatnya karyawan-karyawan tersebut yang berkerja disana menggunakan tenaganya tidak dapat optimal dengan baik dan bagi perusahaan itu merupakan suatu pemborosan biaya pengeluaran perusahaan.

3. Pengagguran Musiman


Pengguran musiman adalah pengangguran yang tidak dapat bekerja ketika pergantian musim, misalnya orang-orang yang bekerja sebagai petani sawah mereka akan bekerja selama musim panen setelah itu mereka menganggur menunggu musim berikutnya. Begitupun misalnya dengan nelayan.

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru Tahun 2019 lulusan SMK/SMA

Dampak Pengangguran


Pengangguran memiliki dampak yang berimbas pada perekonomian ataupun kehidupan bermasyarakat. Berikut ini adalah dampak dari adanya pengangguran:

Dampak Bagi Perekonomian Negara


• Penurunan pendapatan rata-rata penduduk perkapita
• Penurunan penerimaan pemerintah dari sektor pajak
• Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan pemerintah
• Menambah hutang negara

Dampak Bagi Masyarakat


• Menghilangkan keterampilan seseorang karena kemampuan yang tidak digunakan
• Menimbulkan ketidakstabilan politik dan social
• Pengagguran adalah beban psikis dan psikologis bagi si pengaggur ataupun keluarga
• Dapat memicu terjadinya aksi kriminalitas atau kejahatan

Dampak pengangguran mempunyai banyak sekali dampaknya, termasuk khususnya dampak negatif yang akan terjadi dan dirasakan setiap individu. Permasalahan yang ditimbulkan dari terjadinya pengangguran bisa menimbulkan beragam masalah sosial hingga psikologis.

Tidak bisa dipungkiri, pengangguran merupakan masalah yang sulit diatasi bahkan sejak zaman dahulu hingga sekarang ini. Walaupun setiap periode pemerintahan bisa berhasil menurunkan angka penurunan pengangguran secara nasional. Tetapi, para pengangguran tetap saja terjadi peningkatan dari tahun ketahun.

Penyebab pengangguran yang sering terjadi adalah kurangnya lapangan pekerjaan, dan minimnya tenaga yang trampil dalam bidang tertentu. Bagi individu, pengangguran juga bisa dikarenakan karena kurangnya kompetensi yang mereka punyai. Contoh, mereka yang mempunyai pendidikan rendah sangat sulit untuk mendapatkan lapangan pekerjaan di kota-kota besar maupun instasi-instasi besar.

Pengangguran bukan hanya berdampak pada ekonomi melainkan berdampak juga ke psikologi. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang dampak pengangguran yang paling dirasakan oleh individu. Apa saja sajakah itu?

Dampak negatif menganggur terlalu lama yang dapat dirasakan individu:


1. Depresi


Seorang pengangguran sudah memilki kehidupan sebelum memanggur. Ia mulai mencari teman lamanya dan mulai membandingkan dirinya. Sudah tidak heran kalau menganggur terlalu lama akan membuat depresi dan bisa mengakibatkan gangguan jiwa.

2. Malu


Pengangguran memilki dampak negatif dan buruk. Tidak ada yang mendukung bahwa pengangguran hal baik. Sudah tidak heran bahwa orang-orang menganggur terlalu lama akan membuat malu, karena mereka beranggapan bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa atau bekerja.

3. Sensitif


Orang yang menganggur akan lebih sensitif. Semuanya akan terlihat serba salah dimata mereka, ini akibat bentuk tekanan dan frustasi akibat tak kunjung bekerja.

4. Pelupa


Pelupa bisa terjadi kepada mereka yang menganggur terlalu lama. Ini disebabkan karena otak mereka tidak bekerja untuk mengingat. Penganggur hanya melakukan kegiatan sehari-hari dan tidak melakukan kegiatan yang terbilang berat.

5. Lemah


Diam dirumah terus akan membuat tubuh terlalu manja dan akan membuat tubuh menjadi lemah. Tak asing lagi bahwa pengangguran akan merasa lemah dan merasa sakit. Lemah ini disebabkan karena anggota tubuh yang tidak bergerak.

6. Tertekan


Tertekan terjadi kepada mereka yang menganggur terlalu lama. Ini disebabkan karena kebutuhan yang terus meningkat. Rasa tertekan ini akan menyebabkan mereka melakukan tindakan yang berbahaya dan bisa sampi bunuh diri.

7. Malas


Rasa malas ini merupakan rasa yang pasti muncul pada orang yang menganggur. Rasa malas ini susah untuk dilawan dan diobati.

Itulah dampak negatif menganggur terlalu lama. Dampak pengangguran bukan hanya fisik saja, melainkan ke psikologi atau mental. Jangan menyerah dalam mencari lowongan kerja, sampai Anda benar-benar menemukanya. Anda ingin dapat info tentang Lowongan Kerja Terbaru 2019.


Cara Mengatasi Pengangguran


Sebenarnya, pemerintah sudah melakukan banyak sekali upaya untuk mengatasi pengangguran yang terjadi di Indonesia. Seperti diperbanyaknya pelatihan pekerjaan (BLK) dan lain sebagainya. Tetapi untuk mengurangi pengangguran tentu saja harus diri sendiri haruslah mempunyai kesadaran tentang keberlangsungan hidupnya.

Meskipun seseorang mempunyai pengalaman dan keterampilan yang baik dalam bekerja, tetapi jika dia malas dan tidak kreatif maka tentu saja akan sulit bagi pemerintahan untuk mengurangi pengangguran. Tetapi yang jelas, dalam mengurangi tingkat pengangguran seharusnya tiap perusahaan lebih memperbesar kesempatan dalam lapangan pekerjaan dan tidak membeda – beda kan para pencari kerja.

Faktor Penyebab Pengangguran


Walaupun tingkat pengangguran yang terjadi di indonesia mengalami tingkat penurunan, tetapi tetap saja hal positif ini tidak banyak memberikan semangat kepada banyak orang. Namun sebelum itu kita akan membahas tentang banyak sekali faktor – faktor yang menyebabkan terjadi penyebab pengangguran, yaitu:

1. Jumlah Tenaga Kerja dan Jumlah Lapangan Pekerjaan Tidak Seimbang


Pada era saat ini memang banyak sekali lulusan – lulusan sarjana bahkan magister yang bisa dibilang berpengalaman dalam bidangnya, akan tetapi karena kurangnya lowongan pekerjaan yang tersedia, inilah yang membuat banyaknya pengangguran di Indonesia. Apalagi saat ini populasi di Indonesia sedang banyak – banyaknya.

2. Kemajuan Teknologi


Saat ini sudah banyak pabrik yang hanya membutuhkan sedikit pekerja karena kebanyakan posisi nya sudah diambil oleh robot. Selain biaya lebih murah, menggunakan robot juga membuat pekerjaan lebih cepat.

3. Keterampilan dan Pengalaman Pemohon Tidak Sesuai Kriteria


Setiap perusahaan sudah tentu memiliki kriteria dalam menerima karyawan, namun tentu saja akan ada persaingan dalam hal ini. Semakin tinggi keterampilan seseorang dalam suatu posisi maka akan semakin mudah pula dia diterima.

Beda hal nya dengan yang baru saja bekerja, biasanya mereka akan sulit untuk diterima karena perusahaan membutuhkan kriteria yang sesuai dengan posisi yang mereka butuhkan.

4. Kurangnya Pendidikan


Semakin tinggi gelar dan derajat seseorang, maka akan semakin mudah dia mendapatkan pekerjaan, sehingga jika ada seseorang yang tingkat pendidikannya rendah, biasanya dia akan menjadi buruh kasar saja, apalagi jika seseorang itu tidak memiliki jiwa usaha.

5. Kurang Mampu


Orang yang tumbuh besar berkembang di lingkungan dan keluarga yang kurang mampu, biasanya juga akan tumbuh menjadi orang yang mengalami kekurangan. Hal ini dikarenakan kebanyakan rakyat golongan bawah di Indonesia tidak bisa mengenyam pendidikan yang tinggi, sehingga banyak dari mereka yang menganggur

6. PHK


Biasanya, perusahaan melakukan PHK untuk menstabilkan sistem kerja. Pemutusan Hubungan Kerja bisa dibilang suatu hal yang paling ditakuti karyawan swasta, karena jika kontrak kerja habis atau adanya pengurangan karyawan yaitu PHK, karyawan swasta yang asalnya bekerja di perusahaan tersebut akan kebingungan mencari pekerjaan di tempat lain.

7. Tempat Tinggal Jauh


Suatu perkotaan yang kurang atau bahkan tidak berkembang biasanya merupakan sarang bagi pengangguran (terdapat banyak pengangguran). Banyak sekali alasan kenapa mereka menganggur, mulai karena kurang mampu dalam bidang yang akan dipekerjai, tempat kerja yang mana tempat tinggal yang jauh dari domisili, sehingga tidak bisa mencoba peruntungan dan lain sebagainya.

8. Persaingan Pasar Global


Saat ini di Indonesia sudah ada banyak perusahaan asing yang didirikan, namun mereka lebih memilih menggunakan tenaga kerja dari negara lain dibandingkan tenaga kerja dari Indonesia. Alasannya karena keterampilan juga kemampuan tenaga kerja lokal masih tidak sesuai dengan persyaratan mereka.

9. Kesulitan Mencari Lowongan Kerja


Ada banyak perusahaan yang tidak mengumumkan posisi yang dibutuhkan dengan baik, sehingga banyak orang yang memiliki potensial besar ketinggalan dan kehilangan informasi. Banyak perusahaan – perusahaan yang hanya mengumumkannya dengan hanya menempelkan kertas di gedungnya. Selain itu juga biasanya pencari kerja sering malas untuk mencari informasi lowongan pekerjaan.

10. Harapan Untuk Calon Pekerja Terlalu Tinggi


Tentu saja setiap perusahaan menginginkan mempunyai tenaga kerja yang mempunyai keterampilan dan berpengalaman dalam bidangnya. Tetapi biasanya jika ketika seleksi yang ketat tidak ada yang sesuai, banyak dari mereka yang sama sekali tidak menerima tenaga kerja.



Demikianlah artikel tentang pengertian, jenis, dampak, cara mengatasi, faktor penyebab pengangguran yang terjadi pada saat ini. semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan motivasi terhadap kita semuanya supaya menjalani kehidupan dengan bahagia. Aamiin


Search:
pengeritan pengangguran
pengertian pengagguran menurut ahli
jenis-jenis pengangguran
dampak pengagguran
dampak pengagguran bagi perekonomian negara
dampak pengangguran bagi masyarakat
dampak negativ menganggur terlalu lama
cara mengatasi pengangguran
faktor penyebab pengangguran

Share with your friends

1 komentar

  1. Wah lengkap bener nih post mulai dari pengertian pengangguran, jenis pengangguran, dan dampak pengangguran. Jadi paham apa itu pengangguran yang sebenanarnya

    BalasHapus

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done