STRATEGI PEMASARAN GLOBAL MASUK DAN EKSPANSI - webillian.com
News Update
Loading...

STRATEGI PEMASARAN GLOBAL MASUK DAN EKSPANSI


ALTERNATIF STRATEGI PEMASARAN

Terlepas dari bentuk masuk yang dipilih,perusahaan harus memutuskan pemasaran mereka untuk masing-masing pasar. Secara luas,alternatif-alterntif itu ditujukan bagi para agen dan distributor independen atau mendirikan sebuah perusahaan yang memiliki cabang pemasaran sendiri. Keunggulan dari pilihan/distributor adalah faktaa bahwa hanya dibutuhkan sedikit saja investasi. Kelemahan dari pilihan ini adalah bahwa perusahaan tidak membentuk kehadiran dalam pasar tersebut dan perusahaan tidak bisa mengendalikan usaha-usaha pemasarannya. Di banyak negara, perusahaan menggabungkan cabang pemasaran yang dimiliki perusahaan dengan agen dan distributor. Pilihan ini menghadirkan perusahaan di pasar lokal dan mengendalikan usaha pemasaran dan mengefektifkan biaya,memebri keunggulan terhadap kemampuan distributor dan agen.

MODEL KEPUTUSAN MASUK DAN BEREKSPANSI

Masalah pertama yang harus dikenali oleh perusahaan yang berekspansi adalah apakah akan mengeskpor atau memproduksi secara lokal. Dibanyak pasar yang sedang muncul, masalah ini dipecahkan oleh kebijakan nasional yang mensyaratkan produksi lokal. Setiap perusahaan yang inginmasuk kepasar negara tersebut harus diproduksi secara lokal. Dinegara kaya, produksi lokal normalnya tidak dibutuhkan,sehingga tergantung perusahaan yang memilih. Jika perusahaan memutuskan untuk memproduksi secara lokal,perusahaan mempunyai pilihan membeli,membenagun atau menyewa pabrik manufakturnya sendiri atau menandatangani kontrak dengan manufaktur lokal. Kontrak dengan manufaktur mungkin dalam hal penambahan produksi bagi pabrik yang sudah ada dengan sedikit investasi daripada yang dibutuhkan manufaktur tersebut untuk mencapai volume produksi yang sama.

KEPEMILIKAN DAN KENDALI

Sebagai bentuk kerjasama dan kendali, terdapat banyak,diururtkan dari kontrak manajemen sampai cabang yang sepenuhnya dimiliki dan perkongsian strategis global,masalah-masalah itu adalah bahwa alternatif-alternatif ini menyebabkan kendali dan kepemilikan. Tugas selanjutnya adalah seleksi,pelatihan,dan memotivasi agen, distributor dan para perwakilan. Jika diputuskan untuk tidak mendirikan sebuah orgnaisasi pemasaran dalam negara,para agen atau distributor terpilih akan menjadi organisasi pemasarn. Tugas keempat adalah meruumuskan strategi bauran pemasaran dan pemosisian dan terakhir mengimplementasikan strategi tersebut. Hal ini akan dilakukan oleh organisasi itu sendiri jika mendirikan sebuah organisasi pemasaran dalam negara dan oleh perusahaan dalam kerjasamanay dengan agen atau distributor jika organisasi pemasarn dalam negara itu tidak ada. dalam Usaha Patungan Ekuitas (EJV), ini bukanlah masalah. Jenis pembagian kepemilikan perusahaan ini memberi kendali untuk setiap pemilikinya. Lisensi dan waralaba membutuhkan sedikit investasi, tetapi mungkin merupakan bagian dari kesepakatan yang memebri lisensi pada franchiser kendali yang besar atas bisnisnya.

Lisensi

Lisensi dapat didefinisikan sebagai perjanjian kontrantual dimana satu perusahaan (pmeberi lisensi) membuaut aset tersedia bagi perusahaan lain (penerima lisensi) dengan memberi atau membayar royalti,bea lisensi,atau beberapa bentuk kompensasi lainnya. Aset yang dilisensikan mungkin berbentuk paten,rahasia dagang, atau nama perusahaan. Memberikan lisensi merupakan alternatif strategi memasuki suatu negara dan perluasan dengan daya tarik yang cukup besar. Sebuah perusahaan denga teknologi,pengetahuan, atau merek yang mempunyai citar merek kuat dapat menggunakan persetujuan memberikan lisensi untuk investasi dan biaya yang amat kecil. Bahkan sebenarnya, memebrikan lisensi merupakan pengembalian investasi seusia kontrak. Satu-satunya biaya yang harus dikeluarkan adalah biaya mendatangani perjanjian dan mengawasi implementasinya.
Bagi perusahaan yang memutuskan untuk memberikan lisensi,persetujuan harus mengantisipasi kemungkinan perluasan partisipasi pasar dan sejauh memungkinkan, tetap adanya pilihan dan adanya jalur terbuka untuk memperluas partisipasi pasar. Dalah satu jalur adalah usaha patungan dengan pemberi lisensi. Ketika melisesni sebuah merek dagang,tantangannya adalah memepertahankan dan memepertinggi ekuitas merek. Ini berarti bahwa penerima lisensi harus diseleksi dan diawasi dengan hati-hati. Pemegang lisensi yang buruk secara serius dapat menjatuhkan nilai dari suatu lisensi dengan barang atau jasa yang tidak memenuhi stadar lisensi ini.

Investasi : Usaha Patungan

Suatu bentuk partisipasi yang lebih ekstensif  dipasar asing daripada mengekspor atau memberikan lisensi adalah usaha patungan dengan mitra lokal. Keunggulan dari strategi ini termasuk bersama menanggung risiko dan kemampuan untuk menggabungkan kekuatan rangkaian nilai yang berbeda, misalya kemampuan pemasaran internasional dan manufaktur. Akhirnya suatu usaha patungan mungkin satu-satunya jalan memasuki suatu negara atau suatu kawasan bila pemerintah lebih mengutamakan memberikan kontrak kepada perusahaan lokal atau bila undang-undang melarang pengendalian oleh perusahaan asing, tetapi mengizikan usaha patungan.
Karena keunggulan yang jelas ini, khususnya di pasar yang sedang muncul kebijaksaan yang lazim adalah bahwa sebuah usaha patungan adalah satunya-satunya cara untuk maju. Tidak semuanya setuju dengan "kebijaksanaan ini." Di Cina, menurut Wilfried Vanhonacker, situasi sedang berubah dengan cepat. dan saat ini perusahaan harus berpikir melampaui Usaha Patungan Ekuitas bersama rekanan lokal yang mempunyai hubungan baik dan mempertimbangkan alternatif usaha milik asing penuh. Di Cina, secara substansial sama dalam hal perpajakan dan liabilitas korporasi. Mereka beroperasi di bawah aturan dan regulasi yang sama. Ada beberapa perbedaan teknis, tetapi garis dasarnya adalah bahwa 100 % orang membutuhkan waktu sedikit untuk mendirikannya daripada patungan dan tidak membutuhkan dewan direksi. Saat ini, terdapat pergeseran di sisi investor asing di Cina. Alasannya fundamental Para investor memperoleh fleksibilitas dan kendall yang lebih besar dengan 100 % asing . dan pemerintah menjadi lebih peduli dengan apa yang diberikan oleh perusahaan kepada negara tersebut dalam hal pekerjaan, teknologi, dan keterampilan daripada bagaimana perjanjian-perjanjian itu disusun.
kedua mitra ini saling berhadapan sebagai pesaing yang sebenarnya atau pesaing potensial. Untuk menghindari hal ini, rencana perlu dibuat untuk mendekati pasar negara ketiga sebagai bagian dari persetujuan usaha patungan.
Kerugian dari usaha patungan patut diperhitungkan. Tentu saja, suatu usaha patungan harus menanggung bersama laba di samping risiko. Kerugian utama dari bentuk perluasan global ini adalah biaya pengendalian dan koordinasi yang terkait dengan bekerja samajuta dengan seorang mitra. Di samping tu, seperti disinggung sebelumnya mengenai memberikan lisensi, sebuah mitra usaha patungan yang dinamik dapat berubah menjadi pesaing yang lebih kuat. Dalam beberapa hal, restriksi khusus suatu negara membatasi bantuan modal saham oleh perusahaan asing. Perbedaan antar budaya dalam sikap dan tingkah laku manajerial dapat juga menimbulkan tantangan yang berat.

Kepemilikan / Investasi

Setelah perusahaan memperoleh pengalaman di luar negara asal melalui ekspor atau lisensi dan usaha patungan, wakunya bagi perusahaan dengan berusaha apabila bentuk partisipasi yang lebih luas di pasar global diinginkan. Keinginan untuk kendali dan kepemilikan atas operasi di luar negara asal mendorong keputusan untuk berinvestasi
Ekspansi langsung berskala besar selain mahal juga memerlukan komitmen besar dari waktu dan upaya manajemen. Alternatifnya, akuisisi merupakan pendekatan instan tapi  kurang mahal untuk memasuki pasar. Sedangkan kepemilikan sepenuhnya dapat memberikan keunggulan tambahan berupa penghindaran masalah komunikasi dan konflik kepentingan yang mungkin muncul dalam usaha patungan atau mitra produksi bersama, sedangkan akuisisi masih menimbulkan tugas penuh tuntutan dan tantangannya mengintegrasikan perusahaan yang dibeli ke dalam organisasi dunia dan koordinasi  kegiatan.
Berbagai keunggulan dari aliansi usaha patungan juga berlaku pada kepemilikan, termasuk akses ke pasar dan menghindari bea masuk atau hambatan kuota. memberi lisensi, mendirikan usaha patungan, dan kepemilikan perusahaan sendiri sebenarnya merupakan kontinuum strategi alternatif atau sarana untuk memasuki dan memperluas pasar global. Desain keseluruhan strategi global sebuah perusahaan mungkin merupakan kombinasi dari mengekspor/mengimpor, memberi lisensi, mendirikan usaha patungan, dan kepemilikan di antara unit operasi yang berbeda. Keadaan seperti itu terjadi di Jepang untuk Borden, Inc. Perusahaan itu mengakhiri pemberian lisensi dan pengaturan usaha patungan untuk produk makanan yang mempunyai merek dagang serta mendirikan sendiri fasilitas produksi, distribusi, dan pemasaran untuk produk-produk persusuan. Sementara itu, daiam produk bukan makanan, Borden mempertahankan hubungan usaha patungan dengan mitra dari Jepang dalam kemasan fleksibel dan material logam cor. Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk mendirikan usaha patungan atau produksi bersama dengan tujuan membuat produk dan mungkin memasarkan produk tadi sesuai dengan persetujuan dalam anak perusahaan pemasaran milik sendiri atau menjual produk hasil dari fasilitas produksi bersama kepada organisasi pemasaran milik orang lain. Usaha patungan dapat berbentuk kemitraan 50:50 atau kemitraan minoritas atau mayoritas, Kepemilikan mayoritas dengan berkisar dari 51 persen sampai 100 persen
Investasi di Negara Berkembang
Investasi di negara-negara berkembang tumbuh dengan cepat di tahun 1990-an. Daya tarik perkembangan perekonomian itu adalah pertumbuhannya yang cepat, perluasaan daya beli, dan perluasan pasar. Arus investasi yang besar ditujukan terhadap munculnya pasar-pasar di Asia, Amerika, Timur Tengah dan Afrika.
Investasi asing Disa berbentuk saham minoritas atau mayoritas dalam usaha patungan. kepemilikan ekuitas minoritas atau mayoritas di perusahaan lain, atau, seperti dalam kasus Sandoz and Gerber, mengakuisisi sekaligus. Perusahaan dapat memilih untuk menggunakan kombinasi dari strategi masuk ini dengan mengakuisisi satu perusahaan membeli kepemilikan ekuitas di perusahaan lain, dan mengoperasikan usaha patungan dengan pihak ketiga. Sebagai contoh, di tahun-tahun belakangan ini UPS ta mengakuisisi lebih dari 16 perusanaan di Eropa dan juga memperluas pusat-pusat transportasinya.

STRATEGI PERLUASAN PASAR

Perusahaan harus memutuskan apakah akan memperluas dengan mencari pasar baru di negara yang sudah ada sekarang ini atau, alternatifnya, mencari pasar negara baru dalam segmen pasar yang telah diidentifikasi dan dilayani. Gabungan dan dimensi ini menghasilkan empat strategik pilihan, yaitu :
Fokus Sempit (Strategi ini mengkonsenstrasikan pada sejumlah kecil segmen baru di sejumlah kecil negara.
Fokus Negara ( diverifikasikan segmen dan konsentrasi negara, suatu perusahaan melayani banyak pasar di sejumlah kecil negara.
Diverifikasi Negara ( diverifikasi negara dan konsentrasi segmen pasar, merupakan strategi perusahaan global klasik yang mencari pasar dunia untuk suatu produk.
Diverifikasi Global ( diverifikasi negara dan segmen, merupakan strategi korporasi dari perusahaan multibisnis yang besar seperti Matsishita


STRATEGI ALTERNATIF : MODEL TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN

Tahap-tahap Perkembangan
Tahap dan Perusahaan
1. Domestik
2. Internasional
3. Multinasional
4. Global
5. Tradisional

Strategi
Domestik
Internasional
Multidomestik
Global
Global

Model
Na
Federasi terkoordinasi
Federasi terdesentralisasi
Lingkaran tersentralisasi
Jaringan terintegrasi

Cara Memandang Dunia
Negara Sendiri
Perluasan Pasar
Pasar nasional
Pasar atau sumber global
Pasar atau sumber global

Orientasi
Etnosentris
Etnosentris
Polisentris
Campuran
Geocentris



Tahap-tahap Perkembangan II
Karakteristik Organisasi
Tahap dan Perusahaan
1. Domestik
2. Internasional
3. Multinasional
4. Global
5. Tradisional

Aset Kunci
Terletak di negara sendiri
Inti tersentralisasi yang lain tersebar
Terdesentralisasi dan memenuhi kebutuhan sendiri
Semua di negara sendiri kecuali pemasaran atau penetapan pemasok
Tersebar, saling tergantung dan terspesialisasi

Peran unit negara
Negara tunggal
Mengadaptasi dan penyetaraan
Menjajaki peluang lokal
Pemasaran atau menjadi pemasok
Kontribusi pada perusahaan di seluruh dunia

Pengetahuan
Negara Sendiri
Diciptakan si pusat dan dialihkan
Dipertahankan di unit operasional
Pemasaran atau menjadi pemasok
Semua fungsi dikembangkan dan dipergunakan bersama



Tahap-tahap Perkembangan III
Kekuatan di Setiap Tingkat

Internasional
Mampu mendayagunakan pengetahuan dan kemampuan perusahaan induk lewat difusi produk seluruh dunia
Multinasional
    Kemampuan fleksibel memberikan respon pada perbedaan nasional
Global
Pasar atau pemasok global dijangkau, yang menyetarakan organisasi, keterampilan, dan sumber daya di negara sendiri
Tradisional
Gabungan kekuatan dari setiap tahap yang mendahului dalam jaringan terintegrasi, yang menyetarakan usaha belajar dan pengalaman di seluruh dunia

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done