Analisis Pesaing Dan Strategi yang Harus di Lakukan Dalam Persaingan

Analisis Pesaing


keberhasilan dalam mengelola suatu bisnis salah satunya ditentukan oleh kemampuan dalam memahami pesaing. Keluaran dari kemampuan memahami pesaing tersebut, menopang manajemen untuk menentukan bagaimana akan bersaing dan dimana tempat diantara pesaing tersebut. Demikian, analisis yang dikerjakan dengan metode pengenalan industri dan karakteristik yang dimiliki indrustri tersebut, pengenalan dalam bisnis di dalam industri, kemudian masing-masing dievaluasi, prediksi aktifitas pesaing termasuk pengenalan pesaing baru yang mungkin menerobos pasar maupun segmen pasar.

analisis pesaing bisnis




Analisis persaingan adalah suatu cara/metode usaha untuk dapat memahami kesempatan, ancaman, atau permasalahan dalam strategis (strategy question) yang bisa terjadi sebagai akibat dari pergantian persaingan potensial yang ada, serta Kemampuan dan kelemahan pesaing.

Analisis persaingan bersifat dinamis. Pesaing digambarkan dan dianalisis, pesaing di catat, serta kemudian tindakan pesaing pun dapat diperkirakan secara tepat. Yang dimaksud pesaing termasuk didalamnya adalah munculnya pesaing baru yang berpeluang untuk dapat mengacungkan jari telunjuk sebagai tanda kehadirannya. Analisis persaingan yaitu aktifitas yang terus menerus ada dan memerlukan koordinasi yang dapat memberikan informasi.

Pelaku bisnis dan unit bisnis menganalisis seberapa tingkat pesaing, yaitu dapat dengan cara menggunakan sistem mengamati pesaing. Untuk keperlian itu, beberapa metode yang dikerjakan seperti pencarian database, survey terhadap pelanggan, wawancara dengan pemasok produksi, serta partisipan lainnya yang terlibat dalam kegiatan analisis pesaing, perekrutan karyawan pesaing termasuk dapat mendalami produk pesaing. Setiap metode yang sudah dikemukakan, keliahatan didalamnya mengandung unsur titik kedinamisan.

A. Memahami Pergantian 


Pergantian dunia yang begitu cepat telah memaksa produsen dan para penjual berpikir keras agar tetap eksis di dunianya. Pergantian ini disebabkan oleh pesatnya pertumbuhan dan perkembangan teknologi, baik teknologi mesin maupun alas-alas berat, terlebih lagi teknologi telekomunikasi. Perkembangan teknologi mesin dari manual sampai mesin yang serba otomatis telah mampu mengubah kualitas atau kualitas produk, mulai dari kemasan sampai pada isinya yang semakin menarik dan kompetitif.

Cepatnya informasi yang masuk akibat majunya teknologi informasi, seperti televisi, radio, koran, atau majalah telah menjadikan masyarakat semakin cerdas dan sulit untuk dibohongi. Dampak lain bagi produsen adalah padatnya persaingan antar sesama produsen untuk memanfaatkan kemajuan teknologi ini. produsen berusaha dengan sekuat tenaga untuk merebut pelanggan pesaingnya. Siapa cepat siapa dapat atau pelanggan harus dikejar dan direbut bukan ditunggu. Oleh karena itu, kemajuan teknologi ini dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk merebut hati pelanggan agar membeli dan mengonsumsi produknya hanya melalui pemahaman pergantian secara utuh dengan menjalankan strategi yang tepat.

Oleh sebab itu, dalam era sekarang ini, yang mana perkembangan dalam hal IPTEK (Ilmu dan Teknologi) sedemikian cepat, saatnya perusahaan menjemput bola dengan mengejar calon pelanggan bukan hanya menunggu pelanggan seperti zaman dulu.

perusahaan (pengusaha) harus pandai membaca keinginan dan kebutuhan pelanggannya melalui berbagai cara, misalnya dengan mengerjakan riset pemasaran. Tanpa riset pemasaran yang tepat, pengusaha tidak dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan pelanggannya secara tepat.

Perusahaan (Pengusaha) yang berhasil adalah mereka yang pandai menyesuaikan diri dengan pergantian. Penyesuaian dengan pergantian situasi dan kondisi dari pelanggan dan persaingan akan memudahkan pengusaha untuk menyusun strategi yang dapat memenangkan persaingan dalam mendapatkan pelanggan. Oleh karena itu, seorang pengusaha yang ingin sukses harus mampu mengelola pergantian yang terjadi sekarang dan di masa yang akan datang.

B. Pengertian Pesaing


Pesaing adalah perusahaan (pengusaha) yang memproduksi atau menjual barang atau jasa yang sama atau mirip dengan produk yang kita tawarkan kepada pelanggan. Pesaing suatu perusahaan (pengusaha) dapat digolongkan sebagai pesaing yang kuat dan pesaing yang lemah atau bisa juga ada pesaing yang dekat yang mempunyai produk yang sama atau mempunyai produk yang mirip dengan perusahaan (pengusaha).

Hal-hal yang perlu diketahui dari pesaing dan terus-menerus kita pantau adalah produk pesaing, baik kualitas kemasan, label, atau lainnya. Kita bandingkan kelebihan produk yang dipunyai pesaing berikut kelemahan yang dipunyainya dengan produk kita. Di samping itu, perusahaan (pengusaha) juga harus mampu untuk mendapatkan peluang yang ada di pasar sebelum didapatkan oleh pesaing. Seorang perusahaan (pengusaha) diharapkan mampu untuk menciptakan peluang-peluang baru. Namun, pengusaha juga harus waspada terhadap setiap ancaman yang ada sekarang dan di masa yang akan datang. Ancaman yang dikerjakan pesaing dapat secara terus menyerang kita atau secara pelan-pelan (bergerilya).

Hal-hal yang perlu diketahui dari pesaing adalah tentang:


1. promosi yang dijalankan;
2. harga yang ditawarkan;
3. rencana kegiatan pesaing ke depan.
4. saluran distribusi atau lokasi cabang yang dipunyai;
5. kelengkapan, kualitas, desain dan bentuk produk;

Untuk dapat memantau aktivitas pemasaran pesaing terdapat istilah yaitu analisis pesaing. Kegiatan ini meliputi sebagai berikut:


• mengenal pesaing;
• analisis Kemampuan dan kelemahan pesaing;
• pengenalan strategi pesaing;
• pengenalan akibat pesaing;
• strategi menjumpai pesaing.
• menentukan sasaran pesaing; dan
• menentukan sasaran pesaing;

Dari kegiatan ini akan dapat diketahui:


• siapa pesaing kita;
• apa sasaran yang ingin mereka capai;
• bagaimana strategi yang mereka kerjakan;
• apa dan di mana Kemampuan dan kelemahan pesaing;
• bagaimana pola akibat mereka;
• siapa-siapa saja yang perlu diserang lebih dahulu;
• bagaimana cara menyerangnya;
• pesaing mana yang harus dihindari lebih dulu.

Dengan kata lain, analisis pesaing dapat berfungsi untuk memahami persaingan yang ada sekarang dan di masa yang nantinya akan datang. Untuk lebih jelasnya, gambaran tentang proses analisis pesaing dapat kita ketahui dalam skema berikut ini.

Skema Proses Analisis Pesaing


A. Pengenalan Pesaing


Untuk dapat mengetahui jumlah dan macam-macam pesaing Berta kelemahan dan kemampuan yang mereka miliki, perusahaan (pengusaha) perlu untuk memahami persaingan yang lengkap. Dalam memahami persaingan yang digunakan untuk mengerjakan analisis pesaing memerlukan tindakan-tindakan yang tepat. Tindakan-tindakan ini perlu dikerjakan agar analisis pesaing tepat sasaran dan tidak salah arah. Tindakan yang pertama yang perlu dikerjakan perusahaan adalah dengan Pengenalan seluruh pesaing yang ada. Tindakan ini perlu dikerjakan agar kita mengetahui secara utuh kondisi pesaing kita. Dengan demikian, memudahkan kita untuk menetapkan tindakan selanjutnya.
Pengenalan pesaing meliputi hal-hal berikut.

1. Jenis produk yang ditawarkan
2. Melihat besarnya pasar yang dikuasai (pasar berbagi) pesaing
3. Pengenalan peluang dan ancaman
4. Pengenalan keunggulan clan kelemahan

B. Menentukan Sasaran Pesaing


Setelah kita mengetahui pesaing dan pasar berbagi yang telah dikuasai, kita perlu mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran pesaing antara lain adalah sebagai berikut:

• memaksimalkan laba,
• memperbesar pasar berbagi,
• meningkatkan kualitas produk,
• mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya.

Jika sasarannya untuk memperbesar pasar, kita perlu mengetahui apakah pertumbuhan pasar berbagi yang dipunyai cukup besar. Biasanya meningkatkan pasar berbagi dapat dikerjakan dengan promosi yang cukup gencar dengan diimbangi pembukaan cabang baru yang gencar pula. Peningkatan pasar berbagi juga dapat dikerjakan dengan cara penurunan harga, mengingat mereka mempunyai anggaran operasional yang relatif lebih rendah. Hal yang juga perlu diselidiki adalah bahwa peningkatan pasar berbagi dapat pula dikerjakan dengan cara mengambil pasar berbagi pesaing lainnya.

C. Pengenalan Strategi Pesaing


Tujuan perusahaan (pengusaha) dalam menjalankan usaha atau bisnis yang dikelolanya adalah untuk memenangkan persaingan. Oleh karma itu, setiap perusahaan pastinya mempunyai strategi tersendiri untuk dapat mengalahkan musuhnya. Semakin ketat dalam hal persaingan, maka semakin canggih pula strategi yang digunakan. Strategi untuk mematikan atau memperlemah musuh selalu dikerjakan. Siapa yang lengah akan terkena dampaknya. Bukan tidak mungkin setiap strategi yang dijalankan mempunyai kemiripan. Oleh karena itu, perusahaan harus pandai memulai dan mengakhiri.

Berbagai strategi dapat dijalankan oleh pesaing. Secara umum strategi-strategi tersebut adalah sebagai berikut.
• Strategi menyerang pesaing yang lemah lebih dahulu,
• Pesaing terus menyerang musuh yang Strategi gerilya.

Bertahan terhadap setiap hantaman yang dikerjakan musuh atau mengimbagi hantaman yang dikerjakan musuh.

D. Analisis Kemampuan dan Kelemahan Pesaing


Sama seperti halnya dengan perang militer, hantaman terhadap musuh dapat dikerjakan setelah kita mengetahui seberapa Kemampuan amunisi kita dan kelemahan amunisi musuh. Di samping itu, juga harus dikerjakan pada waktu yang tepat. Demikian pula halnya dalam dunia bisnis, sebelum mengerjakan hantaman terhadap pesaing, terlebih dahulu perusahaan harus mengetahui kelemahan dan Kemampuan yang dipunyai oleh pesaing. Kemampuan yang dipunyai pesaing harus dipertimbangkan mengingat mereka dapat pula memanfaatkan Kemampuan untuk mengerjakan hantaman balik. Sementara itu, mengetahui kelemahan pesaing memudahkan perusahaan untuk mengerjakan hantaman balik. Pengenalan kelemahan dan Kemampuan dapat dikerjakan melalui tahaptahap sebagai berikut:

• mencari dan memobilisasi data tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan sasaran, strategi, dan kinerja pesaing;
• mencari tahu Kemampuan pesaing dalam hal keuangan, sumber daya manusia, teknologi, serta lobi di pasar;
• mengetahui pasar berbagi yang dikuasai pesaing dan tindakan pesaing terhadap pelanggan;
• mencari tahu kelemahan dari pesaing dalam hal sumber daya, keuangan, teknologi, serta lobi di pasar.

Kelengkapan produk pesaing terdekat kita bandingkan dengan produk yang kita miliki, baik dari segi jumlah maupun kelebihan produk itu sendiri. perusahaan yang mempunyai produk yang lengkap dan mempunyai kelebihan tertentu akan lebih unggul dibandingkan perusahaan kita, paling tidak untuk sementara waktu. Hal itu memudahkan kita untuk menutupi kelemahan yang kita miliki.

Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sangat dipengaruhi oleh teknologi yang dipunyai oleh sebuah perusahaan. Teknologi yang dipunyai tersebut menyebabkan pihak pesaing menjadi unggul apabila kita tidak menyainginya. Teknologi akan mempercepat proses transaksi yang diberikan. Di samping kecepatan, teknologi juga memberikan keakuratan sehingga setiap kesalahan dapat diminimalkan. SDM yang dipunyai pesaing pun perlu dipertimbangkan. SDM yang bermutu akan berpengaruh terhadap pelayanan yang akan diberikan, karena ia akan dapat memberikan ketepatan, kecepatan, dan keakuratan pelayanan pelanggan. Namun, jika SDM yang dipunyai tidak mempunyai kualitas, yang akan terjadi adalah sebaliknya.

E. Pengenalan Akibat Pesaing


Setiap tindakan atau hantaman yang kita kerjakan, baik secara terus ataupun tidak terus akan menjadi perhatian pesaing. hantaman yang kita kerjakan akan menimbulkan akibat dari pesaing-pesaing kita. Aktivitas dalam pesaing terhadap hantaman yang kita kerjakan ditanggapi secara bermacam-macam oleh pesaing, mulai dari terus membalas persaingan, hanya diam, berusaha mempelajari terlebih dahulu, baru mengerjakan hantaman balasan persaingan kembali.

Oleh karena itu, kita juga harus mempertimbangkan akibat pesaing terhadap tindakan yang kita kerjakan. jangan sampai hantaman balik malah menjadi bumerang bagi strategi kita. Sebagai contoh, beberapa akibat pesaing terhadap hantaman, yang kita dilakukan adalah sebagai berikut:

• Apabila kita menurunkan harga, akan diikuti pesaing dengan menurunkan harga pula, bahkan mungkin lebih rendah dari pada yang kita kerjakan.
• Apabila kita memberikan hadiah (berupa undian atau Terus) akan dibalas pula dengan pemberian hadiah yang lebih baik.
• Apabila kita memberikan potongan hargi dalam jumlah tertentu kepada pelanggan, pesaing juga akan memberikan potongan harga yang lebih menarik dengan nilai yang lebih tinggi.
• Apabila kita membebaskan anggaran-anggaran seperti anggaran administrasi, sudah pasti akan diikuti pesaing dengan jumlah anggaran yang lebih murah.
• Apabila kita sudah membuka cabang di suatu wilayah, maka pesaing akan juga membuka cabang di dekat wilayah dekat cabang kita tersebut.

Oleh karena itu, untuk memusuh pesaing, kita perlu memprioritaskan mana yang akan kita serang lebih dahulu dan mana yang berikutnya. penyerbuan hendaknya dikerjakan secara hati-hati, baik itu hantaman secara terus, bertubi-tubi, ataupun secara bergerilya. Penyerbuan terus mungkin dikerjakan terhadap pesaing yang lemah.

Kita juga harus pandai mengerjakan penyerbuan untuk menghindari pesaing yang kita anggap kuat sementara waktu. Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, bahwa pesaing yang kuat akan segera membalas jika merasa disaingi. Oleh karena itu, kita harus segera mengukur Kemampuan kita sebelum mengerjakan persaingan serta mengukur Kemampuan dan kelemahan yang dimiliki oleh pesaing.

F. Strategi Menjumpai Pesaing


Strategi menjumpai pesaing dapat dikerjakan dengan cara melemahkan dan menghancurkan pesaing dengan ineniasang strategi yang kompetitif. Strategi kompetitif dikerjakan dengan melihat tempat keberadaan kita, sebelum mekerjakan penyerbuan. Tempat ini akan menetukan model hantaman yang akan kita kerjakan. Tempat kita dibandingkan dengan pesaing dapat diukur dari kemampuan keuangan, teknologi, dan sumber daya manusia yang kita miliki.

Strategi untuk menjumpai pesaing dapat dikerjakan untuk tempat-tempat sebagai berikut:

1. Strategi Pemimpin Pasar (Pasar Leader)
2. Strategi Penantang Pasar (Pasar Challenger)
3. Strategi Pengikut Pasar (Pasar Follower)
4. Strategi Relung Pasar (Pasar Nicker)

Untuk menjumpai pesaing yang semakin kompetitif, perusahaan perlu mengerjakan berbagai hantaman ke arah pesaing dari segala penjuru atau dari bagian-bagian tertentu, seperti kelemahan pesaing. Tujuannya adalah memperlambat gerak maju pesaing atau bahkan dapat mematikan satu per satu pesaing yang ada sekaligus atau perlahan-lahan.

Di samping itu, hantaman digunakan untuk mempersulit pesaing barn untuk masuk ke industri yang sama. Strategi penyerbuan yang dapat dikerjakan terhadap pesaing terdiri dari lima cara berikut:
1. Hantaman Frontal (Frontal Attack)
2. Hantaman Samping (Flanking Attack)
3. Hantaman Melambung (Bypass Attack)
4. Hantaman Gerilya (Guerilla Attack)



Analisis Persaingan Indrustri 



A. Analisis Industri : Kekuatan Yang Memengaruhi Persaingan


Definisi industry yang dipakai disini adalah suatu kelompok perusahaan pembuat produk yang mirip satu dengan yang lain dan dapat saling dipertukarkan.Tingkat pengembalian modal yang besar dari tingkat persaingna akan merangsang masuknya modal dari pendatang baru maupun dari para pesaing yang telah ada saat ini menambah investasi.

a) Ancaman Pendatang Baru


Pendatang baru bagi suatu industry membawa kepastian baru,keinginan untuk ikut menikmati pagsa pasar dan meraih posisi serta amat serig pendekatan baruuntuk melayani kebutuhan pelanggan. Porter menjadikan delapan sumber utama merupakan penghambat untuk masukdalam industrikehadiran atau ketidakhadirannya menentukan sejauh mana ancaman dari pendatang barudalam suatu industry.

b) Ancaman Produk Pengganti


Ketersediaan produk pengganti memberi batas pada harga yang dapat ditentukan oleh pemipin pasardalam suatu industry harga yang tinggi dapat memicu pembeli beralih ke produk pengganti.

c) Kekuatan Tawar Menawar


Sebagai penyedia produk dan servis yang mengkontribusikan bentuk persaingan organisasi dalam industri. Di samping itu, pembeli harus bekerja untuk dapat menjaga hubungan dengan vendor yang berkualitas.

d) Kekuatan Tawar Menawar Pembeli


Datang dari pembeli produk atau servis industri, dan hal ini penting dilakukan untuk mempertimbangkan kekuatan yang signifikan dari pembeli tersebut. Buyer mempunyai kekuatan untuk menekan pada industri untuk menurunkan harga, menuntut kualitas yang tinggi atau pelayanan tambahan, memainkan para kompetitor untuk saling berkompetisi.

e) Revalitas diantara pesaing


Adalah titik awal dalam memahami suatu pesaing dan berhubungan erat dengan nature dan tingkat persaingan di antara organisasi dalam industri yang sama.Revalitas antar perusahaan mengacu pada semua tindakan yang diambil oleh perusahan dalam industri untuk memperbaiki posisi mereka masing-masing dan memperoleh keunggulan atas para pesaingnya.

B. Persaingan Global dan Keunggulan Kompetitif Nasional


Persaingan global merupakan faktor kritis yang mempengaruhi sukses. Dalam beberapa industry, perusahaan global praktis menyisihkan semua perusahaan lain dari pasar global.

a) Kondisi Faktor


Mengacu pada anugerah sumber daya yang ada disuatu negara yang dimana faktor ini diciptakan atau diwariskan. Adapun lima kategori:

1. Sumber daya manusia
2. Sumber daya fisik
3. Sumber daya pengetahuan
4. Sumber daya modal
5. Infrastuktur


b) Faktor Dasar versus yang Sudah Maju


Faktor dasar seperti sumber daya alan dan tenaga kerja atau faktor yang sudah maju seperti endidikan tinggi personil perusahaan dan infrastuktur komunikasi data modern. Faktor dasar tidak ditujukan kepada keunggulan kompetitif yang dapat bertahan selamanya. Faktor yang sudah maju yang menjurus pada enggulan kompetitif.

c) Kondisi Permintaan


Sifat permintaan dinegara asal bagi produk dan jasa perusahaan atau industry penting, karena hal ini menentukan tingkat dan sifat perbaikan inovasi oleh perusahaan dalam negeri itu. Inin merupakan ,faktor-faktor yang melatih perusahaan untuk bersaing dikelas dunia atau gagal mempersiapkan secara memadahi untuk bersaing dipasar global.

d) Industri Terkait dan Pendukung


Kehadiran industri yang bersaing secara internasional dalam suatu negara dalam bidang yang berkaitan dengan atau langsung mendukung industri lain dapat memberikan keunggulan bersaing pada industri tadi. Akses merupaka suatu fungsi pendekatan dalam arti jarak fisik dan kesamaan budaya.

C. Keunggulan Kompetitif dan Model-Model Strategis


Keunggulan kompetitif ada kalau terdapat keserasian antara kopetensi yang membedakan diri sebuah perusahaan dan faktor-faktor kritis untuk meraih sukses dalam industri yang menyebabkan perusahaan tadi mempunyai perestasi yang jauh lebih baik dari pada para pesaingnya.

a). Strategi generik


Michael porter telah mngembangkan suatu keragka kerja. Dua tipe sumber keunggulan kompetitif. Yang menunjukan bahwa kombinasi dari dua target sumber cakupan pasar target yang di layani.

Strategik generik > kepemimpinan dalam biaya , difrensiasi, fokus biaya dan difrensiasi terfokus.

b) Perluasan Strategi Pasar


Keunggulan kepemimpinan biaya didasarkan pada prinsip bahwa pencapaian dari keunggulan kompetitif merupakan inti dari strategi pemasaran superrior.


Difrensiasi

Jika Produk yang di hasil kan dari perusahaan benar-benar unik atau anggap unik dalam pasar masal.

c) Keunggulan fokus sempit


Diskusi mengenai kepemimpinan biaya dan deferensiasi hanya mempertimbangkan dampak pada pasar modal. Menetapkan sasaran pelanggan yang di tentukan secara sempit.

D. Pemosisian Strategis


Pemosisian strategis memberikan keungguan kompetitif didasarkan pada aktivitas yang dipilih perusahaan untuk dilakukan dan dimana perusahaan memilih untuk melakukannya. Perusahaan dapat memilih untuk memngembangkan satu atau kombinasi dari posisi-posisi ini sebagai dasar keunggulan kompetitifnya. Ada 3 pemosisian diantaranya:

1. Pemosisian berdasarkan variasi
2. Pemosisian berdasarkan kebutuhan
3. Pemosisian berdasarkan akses

E. Inovasi Kompetitif dan Tekad Strategis


Sebuah kerangka kerja alternative untuk memahami keunggulan bersaing memfokus pada daya saing sebagai suatu fungsi kecepatan perusahaan menanamkan keunggulan yang baru sampai “mendarah daging” di dalam organisasinya. Kerangka kerja ini menetapkan tekad strategis yang tumbuh dari ambisi dan obsesi dengan kemenangan sebagai cara untuk mencapai keunggulan kompetieif. Banyak perusahaan yang memperoleh keuggulan bersaing dengan merugikan pesaing lewat “inovasi bersaing” . Hamel dan Prahalad mendefinisikan inovasi bersaing dan mengungkapkan empat pendekatan yang berhasil dipergnakan oleh pesaing dari jepang. Pendekatan itu adalah :

a) Lapisan Keunggulan


Perusahaan yang sukses terus menerus membangun portofolio seperti itu dengan menetapkan lapisan-lapisan keunggulan yang satu diatas yang lain.

b) Batu Bata yang Longgar


Pendekatan batu bata yang longgar yang tertinggal pada dinding milik pesaing yang perhatiannya terfokus secara menyempit pada segmen pasar atau bidang geografik.

c) Mengubah Peraturan


Pendekatan ini melibatkan proses mengubah apa yang disebut sebagai peraturan keterlibatan dan menolak “bermain menurut peraturan” yang ditetapkan oleh pemimpin industri.

d) Kolaborasi


Dapat berbetuk persetujuan pemberian lisensi,usaha patungan, dan kemitraan.


DAFTAR PUSTAKA

· Kasmir Kewirausahaan Edisi 1. pnerbit: Jakarta PT RajaGrafindo Persada, 2006.
· Kasmir dan Jafar. Studi kelayakan Bisnis. Edisi ke dua. Jakarta: Persada Media, 2004.
· Manajemen perbankan Service. Edisi ke dua. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2005.

0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus