Sekolah Tidak Penting - webillian.com >
News Update
Loading...

Sekolah Tidak Penting



seorang teman penulis pernah mengatakan “sekolahlah setinggi mungkin sampai kau menyadari bahwa sekolah itu tidak penting”, Yang membuat penulis menjadi tertarik untuk membahas quotes tersebut. Kita menyadari bahwa system pendidikan dibuat untuk memberikan edukasi kepada setiap warga negaranya seperti dengan adanya sekolah untuk para siswa sebagai penerus bangsa. Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah sekolah itu penting? Kalau penulis sendiri akan bilang TIDAK! Kalau mau melihat realita yang ada.


Kenapa?

Kita tahu disekolah saat ini diajarkan berbagai mata pelajaran dimana setiap siswa dituntut untuk bisa menguasai semuanya, padahal belum tentu berguna untuk masa depannya nanti. Dimana semua hanya terfokus dalam hal akademik semata tanpa memperhatikan hal lain diluar bidang akademik, mungkin memang sebagian ada yang memperhatikan di luar akademik seperti ekstrakurikuler.

Tanpa disadari hal ini dapat membunuh kreativitas setiap anak, dapat menghambat dalam mengembangkan bakat mereka. Padahal setiap anak tentu memiliki batas kemampuan yang berbeda, minat yang berbeda, kebutuhan yang berbeda, bakat yang berbeda, dan cita-cita yang berbeda. Lalu apa gunanya apabila semua yang dipelajari dalam sekolah itu yang berguna hanya 1 hal saja atau bahkan tidak ada sama sekali? Bukankah itu sia-sia.

Baik penulis disini ingin memberikan alas an kenapa sekolah itu tidak penting. Yang pertama Kalau anda ingin menjadi pengusaha, matematika dan akuntansi itu penting. Tapi untuk seorang seniman apakah mempelajari mata pelajaran tersebut sampai dalam itu nantinya akan terpakai? Saya kira tidak. Siswa dicap bodoh hanya karena tidak bisa matematika, tapi dia punya segudang prestasi di bidang olahraga. Apa dia bodoh? Tidak, dia hanya berbakat dibidang olahraga sepakbola.

Kedua di sekolah apa yang kita kejar? Proses? Norma? Nilai ujian ? ijazah? Atau yang lain? Kalau melihat realita tolok ukur pendidikan hanya sebatas nilai ujian yang semuanya diukur dengan angka. “Oh dia pandai”,” oh dia pintar”, “wah nilainya bagus”, dll. Padahal hal itu tidak menentukan kesuksesan masa depan nanti. Bahkan kita mulai melupakan norma akibat terfokus pada “angka” tadi. Hanya karena ingin mengejar nilai yang bagus siswa menghalalkan segala cara untuk meraihnya seperti menyontek. Kita melupakan apa itu menghargai proses, apa itu kejujuran, apa itu sikap, dll. 




Ya mungkin itu alasan yang cukup kuat untuk argumen diatas. Penulis akan berpendapat lain apabila system sekolah yang ada sekarang ini diubah. Dimana matematika tidak lebih penting dari sepakbola. Dimana fisika tidak lebih penting dari seni tari, dll. Mengapa kita tidak berkaca pada Negara Finlandia. Sebuah Negara dengan system pendidikan yang sangat maju, tidak ada pr, setiap anak focus pada kolaborasi dibanding dengan berkompetisi, setiap anak bisa mengembangkan bakat dan minatnya.

Bahkan seorang budayawan dan ulama Emha Ainun Najib atau akrab disapa Cak Nun (Mbah Nun) pernah berkata bahwa sekolah itu hanya mencari ijazah, sedangkan mata pelajaran bisa dipelajari kapan saja. Kalau dari penangkapan penulis, sekolah itu tidak penting, yang penting itu adalah belajar. Karena belajar tidak mesti disekolah tapi bisa dimana saja dan hal apa saja.

Nah itulah alasan yang mendasari opini penulis. Yang dibutuhkan di era sekarang adalah orang yang mampu berpikir kreatif, inovatif, kritis, dan mampu saling menghubungkan satu sama lain. Apakah kita akan tetap seperti ini? Apabila ada kirik saran dan tanggapan silakan berkomentar, dan mari saling berdiskusi.

Share with your friends

4 komentar

  1. Is this influenced from Deddy Corbuzier vlog? Hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, but its only source to stronger my argument,, articel on top has my opinion.. Source from deddy corbuzier, my friend, cak nun and from youtube (menuntut sistem sekolah)

      Hapus
  2. Sistem pendidikan negara kita yang kurang efisien. Sekolah berasal dari bahasa Yunani yaitu scholae yang artinya waktu luang. Nah menurut saya, sekolah sekarang ini di Indonesia mencuri waktu luang kita. Ke sekolah bukan karena waktu luang melainkan hanyalah sebuah formalitas. Karena di kalangan masyarakat, semakin tinggi pendidikanmu maka derajatmu di mata masyarakat juga semakin tinggi. Beda dengan sistem pendidikan negara Finladia (negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia) waktu belajarnya lebih sedikit dibanding waktu belajar di negara kita Indonesia. Di Finlandia, mereka fokus akan minat dan bakat kemudian di Indonesia lebih fokus pada akademik yany secara umum. Di Finlandia masih sekolah dasar sudah ada spesialisasi, misalnya jika cita-citanya ingin jadi arsitek, ya dia dimasukkan dalam kelas khusus. Di Indonesia? Semuanya disatukan walaupun cita-citanya tidak sama dan bahkan kagak nyambung 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sependapat pak, itu lah salah satu "membunuh" kreativitas dan bakat. Terima kasih telah berkunjung, mantap pendapatnya

      Hapus

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done