Pengertian Neraca Pembayaran dan macam macam jenis neraca pembayaran - webillian.com
News Update
Loading...

Pengertian Neraca Pembayaran dan macam macam jenis neraca pembayaran





A. Pengertian Neraca Pembayaran


n Neraca pembayaran, atau balance of payment adalah suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan diantara suatu negara dengan negara lain dalam suatu tahun tertentu





n NERACA BERJALAN ; terdiri dari :

n Ekspor dan Impor Barang ; ada dalam neraca perdagangan. Jika nilainya (+) maka X > M dan jika nilainya (-) maka X < M.

n Ekspor dan Impor Jasa ; adalah transaksi yang meliputi biaya pengangkutan & asuransi dari barang yang diekspor atau diimpor, perbelanjaan wisatawan dan pendapatan investasi ( yang meliputi keuntungan , bunga atas modal yang diinvestasikan dan deviden ) Disebut juga Neraca Jasa. Jika nilainya (+) maka penjualan Jasa ke LN > Jasa pihak LN yang dibeli didalam negeri.

Pembayaran Pindahan Netto ke Luar Negeri. Adalah meliputi pembayaran pindahan yang dilakukan oleh pihak pemerintah maupun swasta. Transaksi ini meliputi pembayaran dimana penerimanya tidak perlu “membayar”dalam bentuk uang atau jasa.

n NERACA MODAL ; meliputi 2 golongan :

n Aliran Modal Jangka Panjang ; terdiri dari Aliran Modal Resmi dan Investasi Langsung oleh Pihak Swasta kenegara-negara lain. Aliran modal resmi merupakan pinjaman dan pembayaran diantara badan-badan pemerintah disuatu negara dengan negara lain. Sedangkan Investasi Langsung Swasta adalah penanaman modal langsung . Perbedaan antara modal jangka panjang yang diterima dan dibayarkan ke luar negeri adalah NERACA MODAL JANGKA PANJANG. Jika nilainya (+) aliran masuk modal dari Luar Negeri > aliran keluar modal yang dibayarkan ke Luar Negeri.

Aliran Modal SWASTA ; adalah aliran modal dalam bentuk tabungan atau investasi keuangan yang dapat dengan cepat ditukarkan kembali kepada valuta asal atau lainnya. Disebut juga “hot money” karena biasa diinvestasikan di pasar uang atau pasar modal untuk memperoleh keuntungan investasi.

Kesilapan dan ketinggalan adalah akun yang menaksir besarnya aliran uang yang tidak dapat dicatat.

CADANGAN VALUTA ASING


Jika suatu negara lebih banyak membuat pembayaran ke luar negeri dibandingkan dengan penerimaannya, maka bank sentral harus mengurangi cadangan valuta asingnya untuk melakukan pembayaran tersebut. Sebaliknya, apabila yang diterima dari negara-negara lain adalah lebih banyak dari yang harus dibayar, maka cadangan valuta asing akan bertambah. Dalam informasi mengenai perubahan dalam cadangan bank sentral yang ditunjukkan adalah

i. jumlah perubahan cadangan tersebut dalam satu tahun tertentu

ii. banyak jumlah perubahan dari tiap-tiap jenis harta bank sentral

NERACA PEMBAYARAN SELALU SEIMBANG


yang menyebabkan neraca pembayaran yang selalu seimbang adalah ketidakseimbangan dalam neraca berjalan dan neraca modal akan diseimbangkan oleh perubahan cadangan valuta asing yang dimiliki oleh bank sentral.


i.

Neraca berjalan

+

40


ii.

Neraca modal jangka panjang

+

20


iii.

Modal keuangan swasta

-

30




NERACA KESELURUHAN

+

30


iv.

Perubahan cadangan mata uang asing bank sentral

-

30




Contoh di atas menggambarkan bahwa dalam neraca berjalan terdapat surplus sebanyak Rp 40 trilliundan aliran modal jangka panjang memperoleh surplus Rp 20 trilliun dalam aliran modal keuangan swasta terdapat defisit Rp 30 trilliun, dan ini menyebabkan neraca keseluruhan hanya memperoleh surplus Rp 30 trilliun. Surplus dalam neraca keseluruhan ini berarti : negara itu menerima Rp 30 trilliun dari negara-negara lain. Ini menyebabkan cadangan valuta asing bank sentral bertambah dengan jumlah yang sama. Akibat dari pertambahan cadangan ini maka neraca pembayaran telah menjadi seimbang, yaitu aliran uang dan modal yang masuk dan yang keluar adalah telah sama banyak.



NERACA PERDAGANGAN DAN PEMBAYARAN INDONESIA




Transaksi Berjalan

Data ini dibedakan kepada dua golongan : ekspor dan impor barang, dan ekspor – impor neto jasa-jasa. Setiap golongan dibedakan kepada ekspor dan impor Non Migas dan Migas. Tahun 1996/97 ekspor Indonesia US$52,04 milyar dan meningkat menjadi US$65,4 milyar padatahun 2000/01.kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh perkembanganekspor Non-Migas yaitu US$39,3 milyar pada tahun 1996/97 menjadi US$50,3 milyar pada 2000/01. Ekspor migas hanya mengalami kenaikan sebanyak ekspor gas alam.

Dalam periode yang sama impor merosot dari US$45,8 milyar menjadi US$40,4 milyar dan penurunan ini terutama disebabkan oleh pengurangan impor Non Migas. Sedangkan impor Migas mengalami kenaikan.

Hal ini menyebabkan dalam periode di atas neraca perdagangan mengalami perbaikan yang sangat signifikan, yaitu surplus meningkat dari US$6,2 milyar menjadi US$25,0 milyar. Perbaikan dalam neraca perdagangan ini menimbulkan efek yang positif terhadap neraca transaksi berjalan yang mengalami defisit dalam tahun 1996/97 tetapi mengalami surplus pada 2000/01. Defisit ekspor dan impor jasa neto meningkat dari US$14,3 milyar menjadi US$17,1 milyar.

Transaksi Modal dan Selisih Perhitungan

Data yang ditunjukkan memberikan gambaran :

i. Pinjaman pemerintah semakin meningkat dan pembayaran utang semakin merosot. Pada tahun 1996/97 penerimaan pinjaman pemerintah berjumlah hampir US$5,3 milyardan meningkat menjadi US$7,5 milyar pada 2000/01. Sedangkan pelunasan hutang merosot dari US$6,1 milyar menjadi US$4,3 milyar.

ii. Aliran modal swasta menunjukkan gambaran yang lebih suram. Pada 1996/97 aliran masuk neto modal swasta mencapai US$13,5 milyar dan terdiri dari lebih US$6,5 milyar aliran penanaman modal langsung dan hampir US$6,6 milyar aliran modal lainnya. Arah alirannya menjadi terbalik pada 2000/01, yaitu aliran modal neto mengalami defisit hampir US$10 milyar yang terbagi kepada defisit hampir US$4,6milyar dalam aliran penanaman modal langsung dan sebesar US$5,4 milyar dalam defisit alliran modal lainnya.

iii. Perkembangan aliran modal yang diterangkan (i) dan (ii) menggambarkan pembalikan total terhadap trend aliran modal ke Indonesia. Pada 1996/97, aliran masuk neto US$12,7 milyar. Pada 2000/01 aliran neto modal telah mengalami defisit hampir US$6,8 milyar.

Selisih perhitungan

Nilai selisih perhitungan meningkat dari US$701 juta menjadi lebih dari US$3,8 milyar. Pertambahan ini menggambarkan aliran modal yang tidak dicatat semakin meningkat. Nilainya yang positif berarti tahun 2000/01 aliran modal masuk ke Indonesia yang tidak dicatat semakin meningkat dan jumlahnya cukup besar.

Neraca keseluruhan


Neraca keseluruhan menggambarkan jumlah aliran neto yang dicatatdi ketiga kelompok transaksi, yaitu transaksi berjalan, transaksi modal, danselisih perhitungan.

Data neraca pembayaran tahun 2000/01 menunjukkan : walaupun neraca keseluruhan dalam keadaan surplus, akan tetapi kedudukannya kurang kukuh. Apabila perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat kembali, impor akan mengalami kenaikanyang pesat. Begitu juga ekspor-impor jasa neto defisitnya akan semakin meningkat. Pengaliran modal pemerintah belum tentu dapat dikurangi. Apabila hal-hal yang dinyatakan ini berlaku, kedudukan neraca pembayaran yang kukuh hanya mungkin berlaku apabila neraca perdagangan dan aliran modal swasta semakin bertambah kukuh. Menciptakan hal tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama : pemerintah, administrasi pemerintah, pengusaha dan juga masyarakat pada umumnya.

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done