MANAJEMEN STRATEGIS PENGUKURAN INTERNAL - webillian.com
News Update
Loading...

MANAJEMEN STRATEGIS PENGUKURAN INTERNAL

















AUDIT INTERNAL


Audit internal merupakan bagian dari faktor internal. Audit ini memerlukan pengumpulan dan pengolahan informasi mengenai manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi manajemen. Tujuan dari audit internal adalah untuk mengembangkan daftar terbatas kekuatan yang dapat dimanfaatkan perusahaan dan kelemahan harus diminimalisasikan.


Kunci keberhasilan organisasi adalah koordinasi dan pemahaman yang baik diantara para manajer dari semua bidang fungsional dalam bisnis melalui keterlibatan dalam melaksanakan audit internal menajemen strategis, para manajer dari keputusan-keputusan di bidang fungsional lainnya dalam perusahaan mereka.


PANDANGAN BERBASIS SUMBER DAYA (RBV)


Pendekatan RBV tentang keunggulan kompetitif yang menyatakan bahwa sumber daya internal adalah lebih penting untuk perusahaan dibanding faktor eksternal dalam mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif.


Jay Barney menyatakan bahwa kinerja organisasi pada dasarnya ditentukan sumber daya internal yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori: sumber daya fisik, sumber daya manusia, dan sumber daya organisasi. Teori ini menekankan bahwa sumber daya membantu perusahaan mengeksploitasi peluang dan menetralisasi ancaman. Ide dasar RBV adalah bahwa bauran, jenis, jumlah dan sifat dari sumber daya internal perusahaan harus dipikirkan lebih dahulu dan penting mengembangkan strategi yang dapat mengarahkan pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Teori ini sangat berguna bagi perusahaan yang menjalankan strategi yang belum diimplementasikan oleh perusahaan pesaing manapun.


Sumber daya bernilai harus memenuhi kriteria sebagai berikut:


a. Sumber daya langka adalah sumber daya yang tidak dimiliki perusahaaan pesaing. Jika banyak perusahaan memiliki sumber daya yang sama, maka perusahaan tersebut cenderung mengimplementasikan strategi yang mirip, maka tidak akan memberikan keunggulan kompetitif.


b. Sumber daya yang sama sulit untuk ditiru, jika perusahaan tidak dengan mudah mendapatkan sumber daya, maka sumber daya akan mengarah kepada keunggulan kompetitif.


c. Tidak mudah digantikan, apabila tidak ada produk pengganti yang memungkinkan, maka perusahaan akan mampu mempertahankan keunggulan kompetitifnya.


d. Semakin banyak sumber daya memenuhi kriteria tersebut, maka semakin kuat keunggulan kompetitif perusahaan dan semakin lama bertahannya.


MENGINTEGRASIKAN STRATEGI DAN BUDAYA


Budaya perusahaan (organizational culture) merupakan pola perilaku yang telah dikembangkan oleh suatu organisasi untuk menghadapi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal, yang telah bekerja cukup baik untuk dianggap sah dan akan diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang benar untuk dimengerti, dipikirkan, dan dirasakan. Budaya perusahaan memiliki kemungkinan yang besar dalam menentukan tindakan strategi perusahaan, terkadang mendominasi pilihan langkah strategis, yang mana nilai, kepercayaan, ritual, seremonial, mitos, cerita, legenda, bahasa, symbol, dan kepahlawanan yang sudah terpatri dalam pemikiran dan tindakan dari pimpinan perusahaan, sehingga mempengaruhi pilihan strategi yang dipilihnya.


Budaya perusahaan secara signifikan mempengaruhi keputusan bisnis dan harus dievaluasi selama audit manajemen strategis internal dan mengabaikan pengaruh yang dimiliki budaya dalam hubungannya diantara area fungsional bisnis yang dapat mengakibatkan hambatan komunikasi, kurangnya koordinasi, dan ketidakmampuan untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi. Tantangan untuk manajemen strategis saat ini adalah untuk membawa perubahan dalam budaya organisasi dan pemikiran individu yang dibutuhkan untuk mendukung formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi.


MANAJEMEN


Dalam perencanaan manajemen strategi, pengelolaan manajemen sumber daya manusia merupakan hal yang penting untuk menghadapi persaingan. Untuk mengelola manajemen SDM menjadi lebih baik diperlukan fungsi manajemen yang terdiri dari:


1. Perencanaan


Perencanaan adalah proses untuk mengkaji apa yang hedak dikerjakan dimasa yang akan datang. Perencanaan terdiri dari semua aktivitas manajerial yang berkaitan dengan persiapan menghadapi masa depan. Kegiatan- kegiatan khusus, termasuk meramalkan, menetapkan sasaran, menetapkan strategi, dan mengembangkan kebijakan.


Perencanaan memungkinkan perusahaan menghemat sumber daya ekologis, mendapatkan keuntungan yang wajar dan dapat dipandang sebagai perusahaan yang efektif dan berguna.


Disamping itu perencanaan juga dapat memberikan dampak positif pada kinerja organisasi dan individu. Bagi dunia organisasi, dengan adanya perencanaan, memungkinkan organisasi mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang eksternal serta meminimalkan dampak ancaman eksternal.


2. Pengorganisasian


Pengorganisasian termasuk semua aktivitas manajerial yang menghasilkan struktur tugas dan hubungan wewenang. Bidang spesifik termasuk desain organisasi, spesialisasi pekerjaan, uraian pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, rentang kendali, kesatuan, komando, koordinasi, desain pekerjaan dan analisis pekerjaan.


3. Memotivasi


Memotivasi merupakan suatu proses mempengaruhi orang untuk mencapai sasaran tetentu. Memotivasi mencakup usaha-usaha yang diarahkan untuk membentuk tingkah laku manusia. Fungsi pemotivasian dari manajemen mencakup paling sedikit 4 aspek utama, yaitu:


1) Kepemimpinan


Kepemimpinan termasuk mengembangkan visi masa depan perusahaan dan mengantisipasi orang untuk bekerja keras mencapai visi tersebut.


2) Dinamika kelompok


Dinamika kelompok berperan besar dalam hal moral dan kepuasan karyawan. Perencanaan strategi harus dapat mengidentifikasi komposisi dan sifat kelompok informal dalam suatu organisasi untuk mempermudah perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi.


3) Komunikasi


Sistem komunikasi dalam suatu organisasi menentukan keberhasilan pelaksanaan stretegi. Komunikasi dua arah yang baik sangat penting agar sasaran dan kebijakan departemen dan divisi di dukung oleh semua pihak.


4) Perubahan organisasi






4. Penyusunan Staf


Aktivitas penyusunan staf berperan penting dalam usaha pelaksanaan strategi. aktivitas penyusunan staf berpusat pada manajemen personalia atau sumber daya manusia.


Aktivitas dalam penyusunan staf antara lain: merekrut, mewawancara, menguji, memilih, mengarahkan, melatih, mengembangkan, memelihara, mengevaluasi, memberikan imbalan, mendisiplinkan, mempromosikan, memindahkan, menurunkan pangkat, mengeluarkan karyawan, serta menjaga hubungan dengan serikat.


5. Pengawasan


Pengawasan merujuk pada semua aktivitas menajerial yang diarahkan untuk memastikan hasil yang didapat konsisten dengan hasil yang direncanakan. Fungsi pengawasan manajemen sangat penting agar evaluasi strategi dapat dilakukan secara efektif. Pengawasan terdiri dari 4 langkah dasar, yaitu:


1) Menetapkan standar prestasi


2) Mengukur prestasi individu dan organisasi


3) Membandingkan prestasi sesungguhnya dengan standar prestasi yang ditetapkan


4) Melakukan tindakan korektif


PEMASARAN


Pemasaran dapat digambarkan sebagai proses menetapkan, mengantisipasi, menciptakan, serta memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan dan produk atau jasa.


Dalam analisis situasi pemasaran setidak-tidaknya perlu memperhatikan tiga hal penting, yaitu:


1. Analisis lingkungan umum (environmental analysis)


Dalam hal ini tangungjawab manajemen pemasaran adalah mengidentifikasi perubahan signifikan lingkungan umum yang terkait dengan perusahaan.


2. Analisis perilaku konsumen (consumer behavior analysis)


Engel, Blakwell, dan Miniard mendefinisikan perilaku konsumen sebagai tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi, serta menghabiskan barang dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.


3. Analisis perilaku pesaing (competitor behavior analysis)


Analisis dan evaluasi terhadap pesaing akan sangat membantu manajemen memutuskan di mana akan bersaing dan bagaimana menentukan posisi menghadapi pesaingnya pada setiap pasar sasaran.


Untuk menciptakan daya saing pasar mengarah kepada keunggulan kompetitif dan daya saing yang strategis, perlu dikombinasikan kompetensi ini dengan posisi atau taktik pasar produk, bagaimana perusahaan belajar untuk bersaing terutama dengan basis perbedaan-perbedaan spesifik perusahaan, dan tidak mencari keunggulan kompetitif semata-mata dengan basis karakteristik structural industry.


Dasar fungsi pemasaran terdiri dari:


1. Analisis pelanggan


Analisis pelanggan adalah meneliti dan mengevaluasi kebutuhan, kemauan, serta keinginan pelanggan dengan melibatkan sejumlah kegiatan seperti survei pelanggan, analisis informasi konsumen, evaluasi strategi posisi pasar, mengembangkan profil pelanggan dan menetapkan strategi segmentasi pasar yang optimal.


2. Menjual produk / jasa


Menjual produk /jasa terdiri dari berbagai aktivitas pemasaran, seperti pemasangan iklan, promosi penjualan, pemberitaan atau hubungan masyarakat, penjualan tatap muka, menajemen tenaga penjualan, hubungan dengan pelanggan dan hubungan dengan dealer.


3. Perencanaan produk dan jasa


Perencanaan produk dan jasa mencakup kegiatan seperti uji pemasaran, menentukan posisi produk dan merek, memberikan garansi, pembuatan kemasan, menetapkan pilihan produk, fitur produk dan mutu produk, menghapus produk lama dan memberikan pelayanan kepada pelanggan.


4. Menetapkan harga


Lima (5) pihak utama yang berkepentingan untuk mempengaruhi keputusan penentuan harga yaitu konsumen, pemerintah, pemasok, distributor, pesaing.


Perencana strategi harus memandang harga dari perspektif jangka panjang karena pesaing dapat mengikuti perubahan harga dengan mudah.


5. Distribusi


Mencakup pergudangan, saluran dan cakupan distribusi, lokasi ritel, wilayah penjualan, tingkat dan lokasi persediaan, alat transportasi, perdagangan besar (wholesaling) dan perdagangan ritel (retailing).


Organisasi harus mempertimbangkan biaya dan manfaat dari berbagai pilihan menjual melalui pedagang besar dan pedagang eceran. Organisasi harus mempertimbangkan pentingnya memotivasi dan mengendalikan anggota penyalur penjualan serta pentingnya untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan dimasa depan.


6. Riset pemasaran


Adalah mengumpulkan, mencatat dan menganalisis secara sistematis data mengenai masalah yang berkaitan dengan barang dan jasa. Kegiatan riset pemasaran mendukung semua fungsi bisnis utama dari suatu organisasi. Organisasi yang memiliki keterampilan riset pemasaran yang baik mempunyai kekuatan yang pasti dalam menjalankan strategi umum.


7. Analisis biaya manfaat


Tiga langkah yang disyaratkan untuk melakukan analisis biaya/manfaat a) menghitung total biaya yang terkait dengan keputusan; b) mengestimasikan total manfaat dari keputusan dan; c) membandingkan total biaya dengan total keuntungan. Badan pemerintahan di seluruh dunia bergantung pada seperangkat indikator kunci biaya/manfaat, termasuk berikut ini: net present value (NPV), present value of benefits (PVB), present value of costs (PVC), benefits cost ratio (BCR) = PVB/PVC, net benefit = PVB-PVC, NPV/k (dimana k adalah level dana yang tersedia).


KEUANGAN DAN AKUNTANSI


Analisis keuangan terkait dengan peran dan tanggung jawab dari manajemen keuangan yang meliputi perolehan dana, pengumpulan dana, pembayaran utang perusahaan, pengendalian kas perusahaan, serta perencanaan kebutuhan keuangan.


1. Fungsi Keuangan dan Akuntansi


Faktor-faktor keuangan sering mengubah strategi yang ada dan mengubah rencana implementasi. Menurut James Van Horne, fungsi keuangan/akuntansi terdiri atas 3 (tiga) keputusan, yaitu:


1) Keputusan Investasi (Investment Decision) atau Penganggaran Modal (Capital Budgeting)


Keputusan Investasi (Investment Decision) / Penganggaran Modal (Capital Budgeting) adalah alokasi dan realokasi modal dan sumber daya untuk proyek, produk, asset, dan divisi suatu organisasi.


2) Keputusan Keuangan


Berkaitan dengan menentukan struktur modal terbaik untuk perusahaan, termasuk meneliti berbagai metode yang dapat meningkatkan modal. Keputusan keuangan harus memperhatikan kebutuhan modal kerja jangka pendek dan jangka panjang. Ada 2 (dua) rasio keuangan yang menunjukkan keefektifan rasio keuangan sebuah perusahaan, yaitu: rasio utang atas modal saham (debt-to-equity ratio) dan rasio utang atas seluruh harta (debt-to-total assets ratio).


3) Keputusan Dividen


Berkaitan dengan masalah seperti persentase penghasilan yang dibayarkan kepada pemegang saham, stabilitas dividen yang dibayarkan dalam periode tertentu dan pembelian kembali atau penerbitan saham. Tiga (3) rasio keuangan yang membantu dalam mengevaluasi keputusan dividen perusahaan adalah: rasio pendapatan per saham (earning per share ratio), rasio dividen per saham (dividens per share ratio), rasio harga pendapatan (price earning ratio).


2. Jenis Rasio Keuangan Dasar


Membandingkan rasio sepanjang waktu dan terhadap rata-rata industri cenderung menghasilkan statistik yang berarti yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan.


Rasio-Rasio keuangan utama dapat diklasifikasikan menjadi lima jenis:


1) Rasio likuiditas (liquidity ratio) mengukur kemampuan perseroan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek.














RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Rasio Lancar









Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek



Rasio Cepat





Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendek tanpa mengendalkan penjualan dari persediaan







2) Rasio leverage (leverage ratio) mengukur sejauh mana perusahaan telah dibiayai oleh hutang.








RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Rasio utang terhadap Total Aktiva





Menghitung persentase jumlah dana yang disediakan oleh kreditor



Rasio utang terhadap ekuitas





Menghitung persentase dana yang disediakan oleh kreditor dibandingkan oleh pemegang saham



Rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas





Menghitung keseimbangan antara utang dan ekuitas di dalam struktur keuangan jangka panjang perusahaan



Rasio kelipatan bunga dihasilkan





Menghitung sejauh mana perusahaan dapat membiarkan labanya turun tanpa kehilangan kemampuan untuk membayar biaya bunga tahunannya







3) Rasio aktivitas (activity ratio) mengukur seberapa efektif sebuah perseroan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.








RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Perputaran persediaan





Untuk mengetahui apakah terdapat kelebihan persediaan dan apakah perusahaan menjual persediaannya dalam waktu yang lebih lambat dibandingkan rata-rata perusahaan lain di industri yang sama



Perputaran aktiva tetap





Mengukur produktivitas penjualan serta pemanfaatan aktiva tetap



Perputaran aktiva total





Untuk mengetahui apakah perusahaan menghasilkan volume bisnis yang cukup sesuai dengan ukuran investasi aktivanya







4) Rasio profitabilitas (profitability ratio) mengukur tingkat efektivitas manajemen secara keseluruhan dengan menampilkan tingkat pengembalian terhadap penjualan dan investasi.




















RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Margin Laba kotor


Penjualan setelah dikurangi harga pokok penjualan



















Penjualan


Margin yang tersedia untuk menutupi beban operasi dan menghasilkan laba



Margin laba operasi





Tingkat keuntungan yang diperoleh tanpa memperhitungkan pajak dan bunga



Margin laba bersih





Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) penjualan



Pengembalian atas aktiva





Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) aktiva; rasio ini juga disebut pengembalian atas investasi (return on investment-ROI)



Pengembalian atas ekuitas pemegang saham





Laba setelah pajak untuk setiap dollar (satuan uang) investasi yang ditanamkan pemegang saham



Laba per saham









Laba yang tersedia untuk setiap pemegang saham biasa



Rasio harga saham terhadap laba





Tingkat daya tarik perusahaan di pasar saham



5) Rasio pertumbuhan (growth ratio) mengukur kemampuan perusahaan untuk mempertahankan posisi ekonominya dalam pertumbuhan ekonomi dan industri.








RASIO


CARA MENGHITUNG


HAL YANG DIUKUR



Penjualan


Persentase pertumbuhan penjualan tiap tahunnya


Mengukur tingkat pertumbuhan penjualan perusahaan



Laba bersih


Persentase pertumbuhan laba tiap tahunnya


Mengukur tingkat pertumbuhan laba perusahaan



Laba per saham


Persentase pertumbuhan laba per saham tiap tahunnya


Mengukur tiap pertumbuhan laba per saham perusahaan



Dividen per saham


Persentase pertumbuhan dividen per saham tiap tahunnya


Mengukur tingkat pertumbuhan dividen per saham perusahaan







3. Analisis Titik Impas (Breakeven Analysis)


Break Even Point (BEP) adalah keadaan di mana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian. Dengan kata lain, pada keadaan itu keuntungan atau kerugian sama dengan nol. Poin titik impas dapat didefinisikan sebagai kuantitas unit yang harus dijual perusahaan agar pendapatan totalnya sama dengan biaya totalnya. Terdapat beberapa batasan analisis titik impas:


1) Analisis titik impas hanyalah analisis sisi penawaran (biaya saja) karena tidak memberikan nilai penjualan produk dalam berbagai harga.


2) Analisis ini mengasumsikan bahwa biaya tetap adalah konstan.


3) Analisis ini mengasumsikan biaya variabel rata-rata adalah konstan per unit hasil (output), paling tidak dalam jangkauan kuantitas penjualan.


4) Mengasumsikan bahwa kuantitas barang yang diproduksi sama dengan kuantitas produk yang dijual.


5) Dalam perusahaan multi-produk, diasumsikan bahwa proporsi dari setiap produk yang terjual dan diproduksi adalah konstan.


PRODUKSI DAN OPERASI


Fungsi produksi/operasi dari suatu bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Manajemen produksi/operasi berhubungan dengan input, transformasi, dan output yang bervariasi antar industri dan pasar. Operasi manufaktur mengubah atau mentransformasi input seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, mesin, dan fasilitas menjadi barang jadi dan jasa.


Ditinjau dari kondisi keputusan yang harus diambil manajemen produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama, yaitu:


1. Proses


Keputusan proses menyangkut desain dan sistem produksi fisik. Keputusan spesifik terdiri dari pilihan teknologi, tata letak fasilitas, analisis alur proses, lokasi fasilitas, penyimbangan lini, kendali proses, dan analisis transportasi.


2. Kapasitas


Keputusan kapasitas menyangkut penetapan tingkat keluaran optimal untuk organisasi, yaitu tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Keputusan spesifik termasuk peramalan, perencanaan fasilitas, perencanaan agregat, penjadwalan, perencanaan kapasitas, dan analisis antrian.


3. Persediaan


Keputusan persediaan mencakup mengelola banyaknya bahan baku, proses pekerjaan, dan barang jadi. Keputusan spesifik termasuk apa yang dipesan, kapan dipesannya, berapa banyak yang dipesan, dan penanganan material.


4. Tenaga kerja


Keputusan tenaga kerja berkenaan dengan mengelola tenaga kerja terampil, tidak terampil, klerikal, dan manajerial. Keputusan spesifik terdiri dari desain kerja, pengukuran kerja, pengayaan kerja, standar kerja, dan teknik motivasi.


5. Mutu


Keputusan mutu bertujuan untuk memastikan bahwa barang dan jasa bermutu bertujuan tinggi dihasilkan. Keputusan spesifik termasuk pengawasan mutu, pengambilan sampel, pengujian, jaminan mutu, dan pengawasan biaya.


PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN


Area terpenting kelima dalam operasi internal yang harus dievaluasi untuk kekuatan dan kelemahan spesifik adalah penelitian dan pengembangan-litbang (research and development-R&D). Distribusi biaya di antara berbagai aktivitas litbang bervariasi antar perusahaan dan industri, tetapi total biaya litbang biasanya tidak melebihi biaya produksi dan biaya awal pemasaran. Empat pendekatan untuk menentukan lokasi anggaran litbang yang biasanya digunakan : (1) membiayai sebanyak-banyaknya proposal proyek. (2) menggunakan metode persentase penjualan, (3) menganggarkan jumlah yang sama dengan pengeluaran litbang pesaing, (4) memutuskan berapa banyak produk baru yang berhasil yang dibutuhkan dan bekerja mundur (working backward) untuk memperkirakan investasi litbang yang dibutuhkan.


Litbang dalam organisasi dapat memiliki dua bentuk dasar : (1) litbang internal, di mana organisasi menjalankan departemen litbangnya sendiri, (2) kontrak litbang, dimana perusahaan merekrut peneliti independen atau agen independen untuk mengembangkan produk spesifik. Banyak perusahaan menggunakan kedua pendekatan untuk mengembangkan produk baru. Kekuatan (kemampuan) litbang dan kelemahan (keterbatasan) litbang memiliki peran penting dalam formulasi dan implementasi strategi.


SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Informasi merupakan fondasi dari semua organisasi untuk menghubungkan semua fungsi bisnis menjadi satu dan menyediakan bahan untuk mendukung semua keputusan manajerial. Karena organisasi semakin kompleks, terdesentralisasi, dan tersebar secara global, fungsi sistim informasi semakin penting peranannya. SIM menerima bahan mentah dari evaluasi internal dan eksternal dari suatu organisasi. Kegunaan SIM untuk memperbaiki kinerja suatu perusahaan dengan memperbaiki kualitas keputusan manajerial dan untuk membangun kompetensi yang unik dalam bidang lain.


ANALISIS RANTAI NILAI


VCA mengacu pada proses menentukan biaya yang berhubungan dengan aktivitas organisasi dari pembelian bahan baku, produksi barang, hingga penjualan. VCA bertujuan untuk mengindentifikasi dimana keunggulan biaya rendah atau kelemahan yang terjadi, serta mendapatkan dan mempertahankan kekuatan kompetitif dengan menjadi efisien dan efektif sepanjang rantai nilai pada aktivitas organisasi. Menjalankan VCA mendukung mengevaluasi RBV untuk aset dan kemampuan perusahaan sebagai sumber kompetensi yang unik.


MATRIKS EVALUASI FAKTOR INTERNAL (MATRIKS IFE)


Evaluasi Faktor Internal (Matriks IFE), digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan yang dianggap penting. Data dan informasi aspek internal perusahaan dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan, misalnya dari aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem informasi, produksi dan operasi.










DAFTAR PUSTAKA






David, R. Fred dan Forest R. David. 2016. Manajemen Strategis Edisi 15. Jakarta: Salemba Empat

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done