MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL : MENGEKSPOR DAN MENGIMPOR - webillian.com >
News Update
Loading...

MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL : MENGEKSPOR DAN MENGIMPOR






MENGEKSPOR DAN MENGIMPOR


Di Jerman, ekspor merupkan cara hidup bagi 2,5 juta UKM (menghasilkan 2/3 PNB dan 30% ekspor) target : ceruk pasar global dan fokus pada : mutu, inovasi dan investasi litbang. Ada perbedaan antara penjualan ekspor dengan pemasaran ekspor. Penjualan = bauran dengan tempat yang berbeda. Pemasaran= fokus pada pelanggan dalam konteks global.Pemasaran ekspor, memerlukan :Pemahaman terhadap lingkungan global,Penggunaan riset pemasaran dan identifikasi pasar potensial. Keputusan terkait bauran pemasaran : rancangan produk, penetapan harga, distribusi dan saluran serta iklan dan promosi


Kriteria Keputusan Pemasok Faktor: Biaya (lahan, tenaga kerja & modal) dan Kondisi Ketersediaan,Faktor Logistik: jarak ,waktu ,biaya,Faktor Infrastruktur Negara: listrik, transportasi, komunikasi, pasokan jasa dan komponen, aturan sipil dan pemerintahan.Faktor Resiko Politik: perubahan kebijakan yang berdampak kebalikan pada kemampuan perusahaan untuk beroperasi secara efektif dan menghasilkan laba.Faktor Akses Pasar,Faktor Kurs Mata UangStrategi Mengekspor dan Mengimpor






KRITERIA KEPUTUSAN PEMASOK


Jelas, tidak ada peraturan sederhana yang menuntun keputusan pemasok. Bahkan sebenarnya, Keputusan menctapkan pemasok adalah salah satu keputusan paling Kompleks dan penting yang dihadapi oleh perusahann global . terdapat enam faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan mengenai pemasok.


Faktor Biaya dan Kondisi.


Faktor biaya adalah lahan, tenaga kerja, dan modal . Tenaga kerja atau sumber daya manusia termasuk biaya pekerja dari setiap tingkat: manufaktur dan produksi. profesional dan teknis, serta manajemen. Biaya tenaga kerja langsung dalam bidang industri dasar šekarang berkisar dari $0,50 per jam di negara berpendapatan rendah sampaí $6 sampai $20- per jam di negara berpendapatan tingi. Upah hanyalah salah satu biaya produksi dan terdapat banyak faktor lain yang harus diperhatikan dalam keputusan pemasok seperti aspirasi manajemen. Faktor lain dari produksi adalah lahan, material, dan modal. Biaya dari faktor-faktor ini tergantung pada ketersediaan dan kelimpahan relatif.


Logistik


Secara umum, semakin jauh jarak antara sumber produk dan pasar sasaran, semakin besar waktu penundaan untuk penyerahan dan semakin tinggi biaya transportasi. Akan tetapi. inovasi dan teknologi transportasi yang baru mengurangi waktu dan biaya. Untuk mempermudah penyerahan barang secara global, perusahaan transportasi seperti CSX Corporation membentuk aliansi dan menjadi bagian penting dari sistem nilai industri Industriawan dapat memanfaatkan jasa antar sarana yang memungkinkan kontainer dipindahkan antara pengangkulan dengan kereta api kapal, pesawat udara, dan truk.Dewasa ini, biaya transportasi untuk ekspor dan impor A.S. hanya berkisar 5 persen dari biaya total Di Eropa, dengan adanya pasar tunggal berarti semakin sedikit pemeriksaan di perbatasan, yang akan mempercepat waktu penyerahan dan menurunkan biaya.


Memorex Telex dapat dipakai sebagai ilustrasi yang bagus sekali mengenai bagaimana perusahaan dapat melakukan rekonfigurasi logistik yang sedang dikirim dalam rangkaian nilai untuk mendukung strategi mengambil pemasok dari luar negeri. Memorex, yang memproduksi periferal komputer di Raleigh, North Carolina, menetapkan pemasok komponen dari Asia. Perusahaan ini pada awalnya mengirimkan barangnya dengan kapal dari Taiwan, melewati Terusan Panama, dan terus ke pelabuhan Norfolk. Perjalanan singkat dengan truk ke Raleigh melengkapi perjalanan tadi. Di akhir tahun 1980-an, Memorex mengalihkan pengiriman ke transpor kapal dan kereta api; menggunakan Long Beach sebagai pelabuhan masuk mengurangi waktu pengangkutan lewat laut selama sepuluh hari dan menghemat $400 sampai $800 per kontainer. Di tahun 1992, Memorex mulai menggunakan truk panjang sebagai pengganti kereta api, hasilnya penghematan emproduksi perife lebih dari $1.000 setiap container.















Infrastruktur Negara


Untuk menawarkan pengaturan yang menarik untuk pengoperasian pabrik, infrastruktur negara perlu dikembangkan secara memadai untuk mendukung pengoperasian pabrik. Infrastruktur yang diperlukan akan bervariasi dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain, tetapi minimal termasuk daya listrik, transportasi, komunikasi, pemasok jasa dan komponen, cadangan tenaga kerja, aturan sipil, dan pemerintah yang efektif. Sebagai tambahan, sebuah negara harus menawarkan akses pada pertukaran mata uang asing yang dapat diandalkan untuk membeli material dan komponen yang diperlukan dari luar negeri di samping pengaturan keamanan secara fisik tempat pekerjaan dapat dilaksanakan dan produk dapat dikirimkan kepada pelanggan.


Sebuah negara mungkin mempunyai tenaga kerja yang murah, tetapi apakah negara itu memiliki jasa pendukung atau infrastruktur untuk mendukung aktivitas operasiona pabrik? Banyak negara menawarkan kondisi seperti ini, termasuk Hong Kong, Taiwan dan Singapura. Banyak juga negara lain yang tidak mempunyai, seperti Lebanon, Uganda dan El Salvador. Salah satu tantangan adalah melakukan bisnis di pasar Rusia yang masih baru adalah infrastruktur yang tidak memadai secara menyedihkan untuk menangani meningkatnya volume pengiriman. Pemerintah Meksiko, menganantisipasi volume perdagangan yang jauh lebih tinggi karena NAFTA, telah bertekad menyisihkan $14 miliar untuk memperbaiki infrastruktur.






Risiko Politik


Risiko politik, atau risiko perubahan dalam kebijakan pemerintah yang akan berdampak kebalikan pada kemampuan perusahaan untuk beroperasi secara efektif dan menghasilkan laba, merupakan penghambat investasi dalam menetapkan pemasok lokal. Sebaliknya, semakin rendah tingkat risiko politik, semakin kecil kemungkinan seorang investor akan menghindari sebuah negara atau pasar. Kesulitan menilai risiko politik secara proporsional berbanding terbalik dengan tingkat perkembangan ekonomi. Kalau semua faktor yang lain sama, semakin terbelakang perkembangan sebuah negara, semakin sulit untuk memperkirakan risiko politiknya. Risiko politik dari negara Triad, misalnya, amat terbatas bila dibandingkan dengan negara praindustri yang belum berkembang di Afrika, Amerika Latin, atau Asia.










Akses Pasar


Sebuah faktor kunci dalam menentukan lokasi fasilitas produksi adalah akses pasar. Bila sebuah negara atau kawasan memutuskan untuk membatasi akses demi neraca pembayaran atau karena alasan yang lain, mungkin perlu untuk menetapkan fasilitas produksi dalam negara itu sendiri. Pabrik mobil Jepang melakukan investasi dalam kapasitas pabrik di A.S karena mereka memikirkan akses pasar. Dengan memproduksi mobil di Amerika Serikat, mereka mempunyai sumber pemasok yang tidak menghadapi ancaman bea masuk atau hambatan non bea masuk. Di tahun 1950-an dan 1960-an, perusahaan A.S. menciptakan kapasitas produksi di luar negeri untuk memastikan akses berkesinambungan ke pasar yang telah dibuka dengan barang-barang yang diekspor dari pabrik A.S.


Undang-undang pajak A.S. menyediakan seni untuk perusahaan A.S. untuk menentukan lokasi pabrik di daerah Karibia karena produksi dari pabrik Karibia mempunyai akses sepenuhnya ke pasar A.S., termasuk pasar pembelian oleh militer yang harus mendapat pemeriksaan keamanan.






Kurs Mata uang Asing


Ketika memutuskan di mana menempatkan aktivitas industri, biaya produksi yang dipasok oleh sebuah sumber negara sebagian akan ditentukan oleh kurs mata uang asing yang paling lazim untuk mata uang negara tersebut. Kurs mata uang demikian mudah berubah sekarang ini, sehingga bagi kebanyakan perusahaan lebih baik berhati-hati untuk diversifikasi lokasi produksi. Kapan pun, apa yang dahulunya merupakan lokasi yang menarik untuk produksi mungkin menjadi kurang menarik karena fluktuasi kurs mata uang. Misalnya, nilai kurs lira Turki. menurun sampai 89 persen dibandingkan dolar A.S. antara November 1996 sampai November 1997.


Pergeseran dramatis dalam tingkat harga komoditi dan mata uang merupakan karakteristik utama dari dunia ekonomi sekarang ini. Sifat yang mudah berubah ini membuktikan perlunya strategi pemasok yang menyediakan fasilitas alternatif untuk memasok pasar. Jadi, bila dolar atau yen atau mark Jerman nilainya terlalu tinggi secara serius, sebuah perusahaan dengan fasilitas produksi di tempat lain dapat mencapai keunggulan kompetitif dengan mengalihkan produksi ke lokasi alternatif.






AKTIVITAS ORGANISASI EKSPOR


Ekspor menjadi semakin penting karena perusahaan di seluruh belahan dunia ini meningkatkan usaha-usaha pemasokan dan melayani pasar yang berlokasi di luar batas negaranya. Riset telah menunjukkan bahwa ekspor merupakan proses perkembangan yang mendasar yang dapat dibagı ke dalam tahapan-tahapan yang berbeda.


1. Perusahaan tidak bersedia mengekspor; perusahan itu bahkan tidak be bersedia tidak mengisi pesanan yang tidak diminta. Hal ini mungkin karena anggapan tidak punya waktu (terlalu sibuk untuk mengisi pesanan"), atau apatis atau kurang pengetahuan.


2. Perusahaan menyimpan pesanan ekspor yang tidak diminta tetapi tidak mengejar ekspor yang tidak diminta. Perusahaan seperti itu bisa menjadi calon penjual ekspor.


3. Perusahaan menjajaki kelayakan untuk mengekspor. (Tahap ini mungkin melompati tahap 2.)


4. Perusahaan mengekspor ke satu atau beberapa pasar dengan dasar coba-coba.


5. Perusahaan adalah pengekspor berpengalaman ke satu atau beberapa pasar.


6. Setelah berhasil ini, perusahaan mengejar pemasaran dengan fokus negara atau wilayah berdasarkan pada kriteria tertentu (misalnya, semua negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari; semua negara yang tidak memerlukan transportasi lewat air, dan sebagainya).


7. Perusahaan mengevaluasi potensi pasar globaI sebelum menyaring pasar sasaran "terbaik" untuk dimasukkan dalam strategi dan rencana pemasaran. Semua pasar baik domestik maupun internasional dianggap sama pentingnya untuk diperhatikan.


Masalah-masalah yang Berkaitan dengan Ekspor Logistik


Logistik


1. Menyiapkan transportasi


2. Penentuan tingkat transportasi


3. Menangani dokumentasi


4. Memperoleh informasi keuangan


5. Koordinasi distribusi


6. Pengemasan


7. Memperoleh asuransi


Prosedur Hukum


8. Birokrasi pemerintah


9. Keandalan produk


10. Lisensi


11. Bea


Jasa Ekspor


12. Tersedianya suku cadang


13. Tersedianya bengkel


14. Tersedianya saran teknis


15. Tersedianya gudang


Promosi Penjualan


16. Iklan


17. Upaya penjualan


18. Informasi pemasaran


Intelijen Pasar di Luar Negeri


19. Penemuan pasar


20. Restriksi perdagangan


21. Persaingan luar negeri














Setiap pemerintah yang peduli dengan defisit perdaganagn atau pembangunan ekonomi harus memfokus perhatian pada pemberdayaan perusahaan-perusahan yang tidak terlibat pada manfaat potensial dari kegiatan ekspor. Upaya ini perlu pada tingkatan nasional,regional, dan lokal. Terdapat tiga macam kegiatan yang biasanya dipakai olehpemerintah yang dirancang untuk mendukung kegiatan ekspor perusahaan nasional. Insentif pajak memperlakukan penghasilan kegiatan ekspor secara istimewa.mungkin dengan menetapkan tingkat pajak yang lebih rendah atas penghasilan kegiatan ini, atau dengan mengembalikan pajak yang telah dibayar atas penghasilan yang berkaitan dengan mengekspor.


Tarif


Tarif yang merupakan kebijakan perdagangan yang paling umum, adalahsejenis pajak yang dikenakan atas barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik(specific tariff’s) dikenakan sebagai beban tetap unit barang yang diimpor.Sedangkan tarif ad valorem (ad valorem tariff’s) adalah pajak yang dikenakanberdasarkan presentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor. Tarif merupakan bentuk kebijakan perdagangan yang paling tua dan secaratradisional telah digunakan sebagai sumber penerimaan pemerintah sejaklama. Namun, maksud utama pengenaan tarif biasanya tidak semata-matamemperoleh pendapatan pengisi kas pemerintah, malainkan juga sebagai suatu alat untuk melindungi sektor-sektor tertentu didalam negeri dari tekananpersaingan produk impor


Macam-macam penentuan tarif atau bea masuk, yaitu:


1. Bea ekspor (export duties) adalah pajak atau bea yang dikenankanterhadap barang yang diangkut menuju negara lain (diluarcustomarea).


2. Bea transito (transit duties) adalah pajak atau bea yang dikenakanbarang-barang yang melalui batas wilayah suatu negara dengantujuan akhir barang tersebut negara lain.


3. Bea impor (import duties) adalah pajak atau bea yang dikenakanterhadap barang-barang yang masuk dalam suatu negara (didalam custom area).


Hambatan Non-Tarif


Adalah berbagai kebijakan perdagangan selain bea masuk yang dapatmenimbulkan distorsi, sehingga mengurangi potensi manfaat perdaganganinternasional. A.M. Rugman dan R.M. Hodgetts mengelompokkan hambatan non-tarif(non-tariff barrier ) sebagai berikut:


1) Pembatasan spesifik (specific limitation):


a. Larangan impor secara mutlak.


b. Pembatasan impor (kuota sistem).


c. Peraturan atau ketentuan teknis untuk impor produk tertentu.


d. Peraturan kesehatan atau karantina


e. Peraturan pertahanan dan keamanan negara.


f. Peraturan kebudayaan.


g. Perijinan impor.


h. Embargo


i. Hambatan pemasaran atau marketing


2) Peraturan bea cukai (customs administration rules):


a. Tata laksana impor tertentu (procedure).


b. Penetapan harga pabean.


c. Penetapan kurs valas (forex rat) dan pengawasan devisa (forexcontrol).


d. Consulate formalities


e. Packaging/labeling regulations


f. Documentation needed.


g. Quality and testing standard


h.Pungutan administasi (fees).


i. Tarif classification.


3) Partisipasi pemerintah (government participation):


a. Kebijakan pengadaan pemerintah.


b. Subsidi dan insentif ekspor, subsidi adalah kebijakan pemerintahuntuk memberikan perlindungan atau bantuan kepada industridalam negeri dalam bentuk keringanan pajak, pengembalian pajak,fasilitas kredit, subsidi harga, dan lain-lain.


c. Counter valuing duties.


d. Domestic assistance programs


e. Trade-diverting


f. Import charges


g. Import deposits.


h. Supplementary duties.


i. Variable levies.






Kuota dan Pengendalian Perdagangan


Kuota adalah pembatasasn yang dilakukan oleh pemerintah atau restriksi atas sejumlah unit atau nilai total dari produk atau kategori produk tertentu yang boleh diimpor. Penyimpangan perdagangan yang disebabkan oleh kuota lebih parah daripada akibat tarif, karena setelah kuota terpenuhi,mekanisme harga pasar tidak diperkenankan untuk dipakai. Pengertian pengendalian perdagangan oleh negara merujuk pada praktik monopoli perdagangan dalam komoditi tertentu. Di negara bekas Uni Soviet,semua komoditi dimonopoli. Selin itu juga banyak contoh monopoli pemerintah non-komunis. Pemerintah Swedia, misalnya mengendalikan impor semua minuman berakohol dan produk tembakau,serta pemerintah Prancis mengendalikan semua impor batu bara.


Kebijakan Diskriminasi Pembelian


Hal ini berbentuk aturan pemerintah dan regulasi administratif,seperti halnya kebijakan formal dan informal perusahaan,yang mendikriminasi pemasok asing.sebagai contoh, buy America Act 1933 menetapkan bahwa agen federal A.S harus membeli barang-barang yang diproduksi secara domesik itu tidak tersedia.,biayanya tidak masuk akal, atau jika pembelian bahan baku A.S tidak onsisten dengan kepentingan publik.


Prosedur Bea Masuk yang Membatasi


Peraturan dan undang-undang untuk klasifikasi dan menentukan nilai komoditi sebagai dasar pengenaan bea masuk impor dapat dilakukan sedemikian rupa sehingga penyelesaianya menjadi sulit dan mahal,misalnya suatu produk mungkin diklasifikasikan oleh U.S Depratemen of Commerce kedalam angka harmonized tertentu. Pihak petugas bea masuk Kanada mungkin tidak setuju. Pengkespor A.S harus menghadiri dengan pendapat demgan petugas be masuk Kanada untuk mencapai persetujuan. Penundaan seperti itu membebai dalam bentuk waktu dan uang bagi pengimpor dan pengekspor.


Pengendalian Moneter Selektif dan Kebijakan Diskriminasi Kurs Mata Uang


Kebijakan diskriminasi kurs mata uang menyimpangkan perdagangan dengan cara yang sama seperti bea masuk impor selektif dan subsidi ekspor. Kebijakan moneter selektif menetapkan hambatan terhadap perdagangan. Misalnya, banyak negara dari waktu ke waktu meminta pengimpor untuk membayar deposit yang tidak mendapat bunga sebesar nilai barang yang diimpor. Pengaruhnya peraturan ini menaikkan harga barang luar negri dengan biaya keuangan sebesar persyaratan deposit yang diminta.


Pematasan Administratif dan Peraturan Teknis


Ini termasuk peraturan antidumping, peraturan mengenaii ukuran, serta peraturan keselamatan dan kesehatan. Beberapa dari peraturan ini dimaksudkan unutuk menolak barang dari luar negeri,sementara yanglain diarahkan pada tujuan domestik yang sah. Misalnya, peraturan keselamatan dan polusi dikembangkan di Amerika Serikat untuk mobil hampir seluruhnya dimotivasi oleh kepedulian yang sah mengenai keselamatan di jalan raya dan polusi.


MEMILIH EKSPOR


Keputusan untuk terlibat dalam pemasaran ekspor harus didasari pada sejumlah criteria, termasuk ukuran pasar potensial, aktifitas pesaing, dan seluruh masalah bauran pemasaran seperti harga, distribusi dan promosi. Langkah selanjutnya adalah memilih satu atau lebih sasaran pasar ekspor.


Menciptakan Profil Produk Pasar


Langkah pertama dalam memilih pasar ekspor adalah menetapkan faktor-faktor kunci yang mempengaruhi penjualan dan kemampuan menghasilkan laba dari produk yang dipertanyakan. Bila sebuah perusahaan memulai untuk yang pertama kalinya dalam mengekspor, profil produk pasar harus didasarkan pada pengalamannya di pasar dlam negeri.


Kriteria Pemilihan Pasar


Setelah sebuah perusahaan menciptakan profil produk perusahaan, langkah berikutnya dalam memilih pasar ekspor adalah menilai pasar yang mungkin. Terdapat enam kriteria yang harus dinilai yaitu :


1. Potensi pasar


2. Pertimbangan akses pasar untuk pengimpor


3. Biaya pengiriman


4. Menilai tingkat dan mutu persaingan di pasar potensial


5. Kecocokan produk


6. Servis


Mengunjungi Pasar Potensial


Setelah usaha riset menetapkan pasar potensial, tidak ada yang lebih penting daripada kunjungan pribadi untuk menyerap sendiri suasana pasar dan mulai mengembangkan program pemasaran ekspor yang sebenarnya


Salah satu cara untuk mengunjungi pasar potensial adalah saat diselenggarakannya pameran dagang atau misi perdagangan yang disponsori oleh pemerintah. Ratusan pameran dagang biasanya diatur mengenai suatu produk, kelompok produk atau kegiatan yang diadakan dipasar utama.






PERTIMBANGAN AKSES PASAR


Pengertian pertimbangan akses pasar merujuk pada semua kondisi yang berlaku untuk memasukkan barang yang dibuat di luar negara pembeli. Empat kategori utama yang harus dipikirkan adalah bea masuk impor, larangan atau kuota impor, peaturan pertukaran mata uang asing,dan pengaturan preferensi. Tujuan utama AS di putaran Uruguay adalah memperbaiki akses pasar bagi perusahaa Amerika dengan mitra-mitra dagang utama. Saat putaran itu berakhir pada bulan Desember 1993,Amerika Serikat berhasil mengurangi atau menghilangkkan seluruhnya tarif atas 11 kategori barang ekspor A.S ke M.E,Jepang, lima negara anggota EFTA.


Sistem Tarif


Sistem tarif menetapkan satu macam cukai untuk setiap jenis barang yang berlaku untuk semua negara atau dua macam atau lebih, yang berlaku untuk negara atau kelompok negara yang berbeda. Tarif biasanya dikelompokkan menjaditiga klasifikasi :


Tarif Kolom Tunggal


Tarif kolom tuggal merupakan tipe paling sederhana dari tarif dan terdiri dari jadwal bea yang berlaku untuk barang impor dari semua negara dengan dasar yang sama.


Tarif Dua Kolom


Dengan tarif dua kolom, kolom tunggal awal dari bea masuk ditambah dengan kolom kedua berupa bea “konvensional” yang menunjukan penguragan tingkatnya yang disetujui lewat negosiasi tarif dengan negara lain. Tigkat konvensional, misalnya yang disetujui oleh “konvensi”, disediakan bagi semua negara yang menikmati status MFN dalam kerangka WTO.dibawah WTO berbagai negara setuju menerapkan tarif yang palig membantu atau tarif paling rendah kepada semua negara yang menandatangani WTO, dengan beberapa perkecucalian besar.


Tarif Preferensial


Tarif ini adalah pengurangan tarif yang berlaku bagi barang-barang impor dari negara tertentu. GATT melarang penggunaan tarif ini dengan tiga pengecualian utama. Pertama apabila secara historis memang sudah ada pengaturan istimewa seperti British Commonwealth dan pengaturan seupa yang ada sebelum konvensi GATT. Kedua, pengaturan isitimewa sebgai bagian dari kespakatan integrasi ekonomi formal,seperti wilayah perdaganagn bebas atau pasar bersama,dikecualikan. Ketiga, pemberian akses istimewa ke pasar neegara industri keppada perusahaan yang berada di negara berkembang diperbolehkan.






KODE PENILAIAN PABEAN


1. Berbagai Tipe Bea


a. Bea Ad Valorem


b. Bea Spesifik


c. Bea Alternatif


d. Bea Gabungan atau Campuran


e. Bea Antidumping


f. Bea Kompensasi


2. Biaya Impor Lain-lain


a. Pungutan Impor Variabel


b. Bea Tambahan Impor Sementara


c. Pajak impor Pengganti






ORGANISASI EKSPOR


a. Organisasi di Negara Manufaktur


a. Organisasi ekspor milik sendiri


b. Organisasi ekspor independen eksternal


b. Organisasi di Negara Pasar


a. Perwakilan Pasar Langsung


b. Perwakilan Independen


c. Pemasaran dengan membonceng


PEMBIAYAAN EKSPOR/METODE PEMBAYARAN


a. Letter of Credit


Merupakan metode pembayaran yang paling sering dipergunakan dalam perdagangan internasional. Selain pembayaran di muka, letter of credit menawarkan jaminan terbaik bagi pengekspor bahwa barang yang dijual secara internasional akan dibayar


b. Penagihan Lewat Dokumen (drafts)


Merupakan metode pembayaran yang menggunakan ful of exchange, yang juga dikenal sebagai suattu draft.


PEMBAYARAN DI MUKA


a. Penjualan atas dasar tagihan terbuka


Syarat ini ada umumnya muncul di tempat yang pengendalian pertukaran mata uang hanya minimal dan pengekspor telah lama menjalin hubungan dengan pembeli yang baik di pasar yang tidak terlalu jauh atau sudah lama dibina


b. Penjualan konsinyasi


Seperti dalam penjualan atas dasar tagihan terbuka, tidak ada kewajiban yang berwujud dibuat dalam penjualan konsinyasi.


PERDAGANGAN IMBAL-BELI


a. Barter Sederhana


Adalah ini menguraikan bentuk perdagangan bilateral, tidak menggunakan uang yang paling sederhana dan paling tua. Barter sederhana adalah penukaran barang atau jasa secara langsung antara dua pihak.


b. Imbal-beli


Bentuk ini dibedakan dari dua bentuk yang lain karena setiap penyerahan barang dibayar tunai


c. Penyeimbangan (Offset)


Penyeimbangan adalah suatu teknik dengan jalan mana pemerintah di dalam suatu negara pengimpor mengembalikan mata uang keras yang digunakan untuk pembelian barang yang mahal seperti pesawat militer atau sistem telekomunikasi dll.


d. Perdagangan Kompensasi


Bentuk imbal beli ini juga disebut membeli kembali dan melibatkan dua kontrak terpisah paralel


e. Persetujuan Kerja Sama


Persetujuan kerja sama memenuhi kebutuhan perusahaan barat melakukan melakukan bisnis dengan ekonomi non-pasar, yang merasa segan terkait dalam penjualan dan pembelian. Apa yang membedakan peraturan dari tipe imbal beli yang lain adalah spesialisasi dari setiap perusahaan barat untuk membeli atau menjual, tidak keduanya.


f. Persetujuan Imbal-Beli


Bentuk campuran dari imbal beli menjadi semakin menonjol dalam pengaturan perdagangan. Misalnya, kontrak prestasi investasi di pasar Dunia. Ketiga merupakan kondisi tambahan dari pengaturan penyeimbangan.


g. Perdagangan yang dialihkan


Disebut juga perdagangan dan tukar-menukar segitiga (swap), perdagangan yang dialihkan adalah mekanisme yang berlaku untuk barter atau imbal beli.

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done