Manajemen Pemasaran Global : Kemitraan Global - webillian.com >
News Update
Loading...

Manajemen Pemasaran Global : Kemitraan Global

Manajemen Pemasaran Global Kemitraan Global


Strategi dalam menjalankan bisnis itu ada banyak sekali mulai stratgi segmenting, Targetting dan Positioning namun perusahaan tidak akan bisa begitu saja berjalan mulus dengan menerapkan strategi yang mereka anggap sesuai dengan keinginan pasar namun apakah semua perusahaan bergerak sendiri dalam bidang yang sama ? jelas tidak mereka juga mempunyai pesaing dan terkadang kemampuan financial, keterampilan bahkan melihat peluang pasar mereka kalah oleh pesaing oleh sebab itu di dunia global saat ini sangatlah penting untuk memperluas pangsa pasar suatu perusahaan sebaiknya melakukan GSP ialah global strategic partnership dimana hal ini berbeda dengan akuisisi dan merger.





B. Sifat Kemitraan Global



Kerjasama dalam mencapai tujuan yang sama mungkin sudah sering ada hal ini dimulai pada tahun 1980an jumlah aliansi strategis tumbuh dengan kecepatan 20 sampai 30 persen dan pertumbuhan ini lebih banyak di dominasi dengan banyaknya pertumbuhan perusahaan yang melakukan akuisisi.Lalu apa yang sebenarnya diharapkan oleh perusahaan yang melakukan GSP ini selain untuk mencapai tujuan yang sama namun untuk memperjelas alas an ini Roland Smith, yang merupakan Ketua british Aerospace mengemukakan bahwa dengan melakukan kemitraan maka itu adalah salah satu cara yang cepat dan paling murah untuk mengembangkan usaha adapun kelebihan pastinya dengan menggunakan system kemitraan global dibandingkan kemitraan tradisional adalah sebagai berikut:


1) Alasan pendanaan pengembangan produk baru biasanya memerlukan jumlah financial yang banyak sehingga perusahaan memerlukan mitra agar dapat meredam biaya yang tidak diinginkan.


2) Persyaratan tekhnologi dari banyak produk kontemporer berarti bahwa suatu perusahaan mungkin tidak memiliki keterampilan, modal, atau kepakaran untuk mengerjakannya sendiri.


3) Kemitraan mungkin cara terbaik untuk mengamankan akses pada pasar nasional dan wilayah.


4) Kemitraan menyediakan peluang penting untuk belajar.


Empat hal diatas mungkin sedikit jelas menggambarkan keunggulan strategi kemitraan global saat ini disbanding kemitraan tradisional tetapi ada point yang penting yang dapat berpengaruh terhadap perusahaan dalam melakukan kemitraan ini menurut Proffesor Gary Hamel dari London Buisness School ia mengatakan bahwasanya bahwa system kemitraan terbukti cara tercepat dalam melakukan proses belajar dan siapa yang paling cepat memahami kondisi kemitraan dialah yang akan mendominasi hubungan tersebut.


Kelebihan serta kemudahan dalam kemitraan bukan cara yang sangat sempurna karena system ini juga memiliki kelemahan, dan kelemahan tersebut ialah masing-masing mitra harus bersedia mengorbankan sebagian kendali, dan terdapat resiko potensial yang berkaitan dengan menguatnya pesaing dari Negara lain.


Dengan memahami kekurangan dan kelebihan diatas maka perusahaan juga harus dapat membedakan enam karakteristik khusus yang dimiliki oleh kemitraan global dibandingkan dengan kemitraan tradisional


1. Dua perusahaan atau lebih mengembangkan strategi jangka panjang bersama dengan tujuan mencapai kepemimpinan dunia dengan mengusahakan biaya paling rendah, diferensiasi, atau kombinasi dari keduanya dan dengan menciptakan pemosisian berdasarkan variasi, kebutuhan atau akses atau kombinasi ketiganya.


2. Hubungan ini bersifat timbale balik .Setiap mitra memiliki kelebihan spesifik yang akan dibagikan pada mitra lain : Proses belajar harus terjadi di kedua belah fihak.


3. Visi dan usaha mitra benar-benar global. Jaug melampaui batas Negara dan wilayah sendiri kebagian dunia.


4. Hubungan ini diatur dengan garis horizontal,bukan vertical. Diperlukan transfer literal keberlanjutan dari sumber daya antara mitra, berbagi tekhnologi dan memadukan sumber daya dianggap suatu norma.


5. Jika lini itu sepanjang lini vertical, kedua belah fihak harus memahami kekuatan inti mereka dan mampu mempertahankan posisi daya saing mereka terhadap kemungkinan tindakan integrasi kedepan atau kebelakang oleh mitra vertical, dan harus bekerja sama menciptakan nilai unik bagi pelanggan dan mitra hilir dalam rantai nilai.


6. Kalau bersaing dalam pasar yang tidak termasuk dalam kemitraan , para peserta mempertahankan identitas nasional dan idiologi.


Dengan memahami cirri khas diatas maka diharapkan perusahaan yang saling bermitra dapat melangsungkan hubungan kerja jangka panjang seperti yang di contohkan oleh Nike perusahaan besar sepatu tersebut saja walau membuat hanya sepatu namun disana jelas rantai pasokan untuk membuatnya sehingga keuntungan dengan mitra dapat dibagi sesuai proporsi yang disepakati.









C. Enam Faktor dan Empat Prinsip Penentu Sukses dalam Kemitraan internasional.



Dengan memiliki anggapan aliansi yang diajak bekerjasama memenuhi enam syarat diatas namun perlu dikaji lagi dengan enam dasar berikut yang lebih memiliki signifikansi untuk menentukan cocok atau tidaknya menjadi mitra bisnis, dan enam factor tersebut adalah sebagai berikut Misi , dalam GSP yang sukses adalah harusnya ada win-win solution dimana semua fihak saling memabntu mewujudkan tujuan masing-masing mitra.


1. Strategi, setiap perusahaan memiliki boleh perjanjian strategi kesepakatan oleh mitra yang berbeda oleh sebab itu harus ada perencanaan yang matang dalam perjanjian kerjasama dengan mitra.


2. Pengaturan, dalam bermitra tidak boleh ada pembedaan perlakuan karena seharusnya kedudukan mereka sama dalm diskusi dan consensus.


3. Budaya, sangat penting memiliki kesamaan budaya dengan kemitraan karena walau memiliki tujuan sama namun cara kerja dalam budaya berbeda hal ini akan menimbulkan konflik sehingga sebaiknya jika belum ada budaya organisasi yang sama harusnya diciptakan budaya organisasi ketika sudah bermitra.


4. Organisasi, Sebaiknya ada struktur baru yang bersifat inovativ dalam kemitraan supaya dapat beradaptasi dengan lingkungan pasar multinasional.


5. Manajemen, Hal ini penting karena dalam bermitra setiap pengambilan keputusan itu sangat berpengaruh besar terhadap semua fihak yang terlibat sehingga sebaiknya ada aturan yang jelas dalam manajemen kebijakan kemitraan.


Setelah memahami enam aturan diatas mitra berbisnis juga harus memiliki empat perinsip dasar bermitra seperti di bawah ini yaitu :


1. Walaupun kenyataannya mitra memburu tujuan bersama, mitra harus ingat bahwa kerja sama masih merupakan persaingan dalam bentuk berbeda.


2. Keselarasan bukan ukuran sukses yang paling, beberapa konflik diharapkan dapat terjadi.


3. Semua karyawan, insinyur, manajer harus memahami dimana kerja sama berakhir dan kompromi persaingan dimulai.


4. Seperti telah dikemukakan di depan, amatpenting untuk belajar dari mitra.


Dengan memperhatikan semua peraturan, hal dan prinsip diatas maka diharapkan kedepannya kemitraan akan berjalan secara lancer sesuai kesepakatan berapa lam akan berlangsung dan bagaimana fungsi kedepannya.





D. Aliansi dengan Pesaing dari Asia.



Kebudayaan bisnis dan technologi yang dikembangkan oleh Negara barat biasanya lebih baik dan modern dibandingkan dengan Negara-negara di Asia pada umumnya oleh sebab itu sering kali Negara di perusahaan barat merasa rugi jika mereka melakukan aliansi kemitraan dengan asia oleh sebab itu banyak dari perusahaan barat yang membuat aturan manejemen pembatasan transparansi karena ditakutkan setelah bermitra Negara asia mengambil rahasia perusahaan dan malah akanmembelot menjadi lawan utama perusahaan di kemudian hari dan hal tersebut juga sedikit digambarkan pembuktiannya oleh penelitian McKinsey pada tahun 1990.


E. Contoh-Contoh Kemitraan



Untuk lebih memahami seperti apa yang pernah terjadi dalam kemitraan global ini maka tiga contoh kasus dibawah kan sedikit menjelasakan mana yang sukses mana yang gagal dan ada juga yang controversial.


I. CFM internasional/GE/Snecma contoh sukses kemitraan. Perusahaan GE dan Snecma ini dipandang sukses Karena terjadi sinergi diantara keduanya karena bergerak dalam satu bidang penerbangan satu pembuat mesinnya satu lagi perusahaan penerbangan antarkisa mereka bersepakat antara perusahaan perancis dan amerika ini bagaimana membuat suatu rancangan mesin jet yang unggul sehingga dengan komitmen dan system manajemen yang jelas dalam pengaturan pembuatan bahkan samapai tekhnik tanggung jawab pengambilan keputusan maka terciptalah banyak inovasi termasuk mesin jet tersebut sehingga sampai sekarang perusahaan kemitraan ini mengantongi profit miliayaran rupiah dari 125 pelanggannya di seluruh dunia.


II. AT&T/Olivetti contoh gagal kemitraan. Perusahaan yang bergerak di bidang computer dan telekomunikasi ini mulanya bermitra dengan harapan dapat menggabungkan dan menguasai pasar telekomunikasi dengan computer dimana keduanya memiliki hubungan yang sangat erat namun setelah berjalan ternyata kedua perusahaan sama- sama tidak memiliki posisi pasar yang kuat di bidangnya masing- masing sehingga ketika penjualan jauh dari yang diharapkan kedua perusahaan ini lama- lama mengalami kemunduran dan bangkrut. Hal ini terjadi karena sebelum bermitra kedua belah pihak hanya menggabungkan tanpa menganal lebih baik kondisi perusahaan yang akan dijadikan mitranya sehingga hubungan ini hanya sekedar rasa suka tanpa ada kejelasan apakah potensi yang akan tercipta dalam jangka pendek maupun panjang.


III. Boing/Jepang contoh yang kontorversial. Hal ini terjadi karena bayaknya anggapan bahwa kerjasama membuat produk pesawat terbang dengan bahan bakar baru dan model pesawat besar ini terlalu besar di tanggung oleh salah satu mitra yaitu boing dimana boing mengeluarkan biaya $4 milyar hanya untuk dapat bekerjasama dengan jepang sedangkan komisarium jepang hanya memberikan $1 sampai $2milyar kepada boing namun jepang dapat belajar dari ahli-ahli boing dalam membuat pesawat terbang walau hal ini jelas timpang tetapi kesepakatan tetap terjadi dan muncul isu besar bahwasanya dari usaha ini dalam jangka panjang jepang akan mencuri tekhnik boing dan menjadi pesaing boing di masa depan mengingat saat ini boing adalah pengekspor pesawat terbesar di pasar internasional seluruh dunia.


Sekiranya jelaslah beberapa contoh diatas menggambarkan kasus-kasus nyata dalam melakukan kemitraan global dimana jelas hal tersebut berbeda dari kemitraan tradisional.


F. Kemitraan Internasional di Negara Berkembang.


Dengan kondisi yang masih sederhana dan belum dapat mensaingi dengan ketat dari dominasi Negara maju maka kebanyakan dari Negara berkembang hanya dijadikan man investasi saja dari Negara maju untuk pengembangan industrinya di masa mendatang hal ini terbukti dengan banyaknya mitra Negara maju di rusia mereka melakukan aliansi dengan perusahaan maju agar perusahaannya maju juga karena memang sector berkembang di Negara rusia tidak dapat berkembang dengan baik tanpa bantuan Negara maju selain itu di india GM motor juag menanamkan banyak sahamnya agar kelak di akhir decade dapat menghasilkan target permintaan pasar yang diinginkan.






G. Strategi KEIRETSU di Jepang.



Merupakan suatu bentuk budaya organisasi yang sangat hebat karena pada mulanya tahun 1950an hal ini terjadi karena adanya pengelompokan ulang dari empat konglomerat besar (ZABATSU) yang mendominasi ekonomi jepang sampai tahun 1945 dimana kelompok ini bersifat social dalam melakukan kerjasama sesame perusahaan jepang karena prinsip KEIRETSU adalah pilihan pertama dalam kerjasam adalah anggota keiretsu kedua adalah pemasok milik jepang dan keriga baru perusahaan local, Sehingga jelas kepentingan yang dicari lebih sering mengarah pada keuntungan produsesn daripada konsumen walau seperti itu dengan adanya strategi ini harga komoditi menjadi stabil. Kondisi ini kini telah melemah karena dengan adanya fair trade commisiion dapta membubarkan system strategi ini sehingga jika ada yang melakukan kecurangan lagi seperti ini baik perusahaan induk maupun anaknya akan terkena sangsi.






H. Lebih dari Aliansi strategis.



Perusahaan terkait adalah kelanjutan tahap dari dari evolusi aliansi strategis, dimana dikelompokan dari perusahaan di seluruh Negara yang saling berkaitan dalam industry dengan tujuan umu yang sama dan mendorong mereka seolah-olah perusahaan itu satu dari banyak perusahaan dan dari konsep ini maka akan muncul Virtual Corporation ialah perusahaan yang terdiri dari banyak perusahaan yang dikenadlikan dengan system komputerisasi dan berbasis technologi mukhtahir sehingga perusahaan it uterus dapat saling bersinergi dengan media tekhnologi seakan-akan mereka tinggal dalam satu wilayah yang sama untuk mencapai tujuan strategisnya masing-masing.

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done