manajemen mutu terpadu six sigma (TQM) - webillian.com
News Update
Loading...

manajemen mutu terpadu six sigma (TQM)


MANAJEMEN MUTU TERPADU
SIX SIGMA MOTOROLA DAN PROYEK PENINGKATAN KUALITAS




A. PENGENDALIAN KUALITAS SIX SIGMA MOTOROLA



Six Sigma Motorola merupakan suatu metode atau teknik pengendalian dan peningkatan kualitas dramatik yang merupakan terobosan baru dalam bidang manajemen kualitas. Jika ditanyakan kepada manajemen Motorola, mengapa menggunakan Six Sigma? Maka jawabannya adalah: “agar dapat bertahan dalam lingkungan pasar yang hiperkompetitif”. Banyak ahli manajemen kualitas menyatakan bahwa metode Six Sigma Motorola dikembangkan dan diterima secara luas oleh dunia industri, Karena manajemen industri frustasi terhadap sistem-sistem manajemen kualitas yang ada, yang tidak mampu melakukan peningkatan kualitas secara dramatik menuju tingkat kegagalan nol (zero defect).


Beberapa keberhasilan yang patut dicatat dari aplikasi program Six Sigma adalah sebagai berikut:


1. Peningkatan produktivitas rata-rata: 12,3%.


2. Penurunan COPQ (cost of poor quality) lebih dari 84%.


3. Eliminasi kegagalan dalam proses sekitar 99,7%.


4. Penghematan biaya lebih dari $11 milyar.


5. Peningkatan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata: 17% dalam penerimaan, keuntungan, dan harga saham Motorola.


6. Peningkatan keuntungan (contribution margin improvement) rata-rata: 20%.


7. Peningkatan kapasitas sekitar:12%-18%.


8. Penghematan tenaga kerja sekitar: 12%.


9. Penurunan penggunaan modal operasional sekitar: 10-30%.


10.


B. BEBERAPA ISTILAH DALAM KONSEP SIX SIGMA MOTOROLA



1. Black Belts. Merupakan pemimpin tim yang bertanggung jawab untuk pengukuran, analisis, peningkatan, dan pengendalian proses-proses kunci yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dan/atau pertumbuhan produktivitas.


2. Green Belts. Serupa dengan Black Belts, tetapi posisinya tidak penuh waktu.


3. Master Black Belts. Guru yang melatih Black Belts, sekaligus merupakan konsultan proyek Six Sigma yang sedang ditangani oleh Black Belts. Kriteria pemilihan dari Master Black Belts adalah keterampilan analisis kuantitatif, kemampuan mengajar dan memberikan konsultasi tentang manajemen proyek yang berhasil. Master Black Belts merupakan posisi penuh waktu.


4. Champion. Dalam struktur Six Sigma, champion merupakan individu yang berada pada manajemen atas yang memahami Six Sigma dan bertanggung jawab untuk keberhasilan dari Six Sigma itu. Dalam organisasi besar, Six Sigma akan dipimpin oleh individu penuh waktu, high level champion, seperti seorang Executive Vice-President.


5. Critical-to-Quality (CTQ). Merupakan elemen dari suatu produk, proses atau praktek-praktek yang berdampak langsung pada kepuasan pelanggan.


6. Defect. Kegagalan memberikan apa yang diinginkan oleh pelanggan.


7. Defect Per Million Opportunities (DPMO). Ukuran kegagalan dalam Six Sigma yang menunjukkan kegagalan per sejuta kesempatan. Pemahaman terhadap DPMO ini sangat penting dalam pengukuran keberhasilan aplikasi program Six Sigma.


8. Process Capability. Merupakan suatu ukuran kinerja kritis yang menunjukkan kemampuan menghasilkan output sesuai dengan spesifikasi produk yang ditetapkan oleh manajemen berdasarkan kebutuhan dan ekspektasi pelanggan.


9. Variation. Merupakan apa yang pelanggan lihat dan rasakan dalam proses transaksi antara pemasok dan pelanggan itu. Semakin sedikit variasi akan semakin disukai, karena menunjukkan konsistensi dalam kualitas. Variasi mengukur suatu perubahan dalam proses atau praktek-praktek bisnis yang mungkin mempengaruhi hasil yang diharapkan.


10. Stable Operation. Proses-proses yang dapat diperkirakan dan dikendalikan guna meningkatkan ekspektasi pelanggan.


11. Design for Six Sigma (DFSS). Merupakan suatu metodologi sistematik yang menggunakan peralatan, pelatihan dan pengukuran untuk memungkinkan pemasok mendesain produk yang memenuhi ekspektasi dan kebutuhan pelanggan serta dapat diproduksi dan dioperasikan pada tingkat kualitas Six Sigma.


12. Define, Measure, Analyze, Improve and Control (DMAIC). Merupakan proses untuk peningkatan terus-menerus menuju target Six Sigma.


13. Six Sigma. Merupakan suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO—defects per million opportunities) untuk setiap transaksi produk (barang/jasa). Upaya giat menuju kesempurnaan (zero defect—kegagalan nol)






C. KONSEP SIX SIGMA MOTOROLA



Six Sigma adalah sebuah proses bisnis yang secara drastis meningkatkan kinerja dengan cara mendesain dan memonitor kegiatan bisnis setiap hari untuk mengurangi cacat dan sumber daya sementara kepuasan konsumen tetap terjaga.


Terdapat enam aspek kunci yang perlu diperhatikan dalam aplikasi konsep Six Sigma yaitu:


1. Identifikasi pelanggan Anda.


2. Identifikasi produk Anda.


3. Identifikasi kebutuhan Anda dalam memproduksi produk untuk pelanggan Anda.


4. Definisikan proses Anda.


5. Hindarkan kesalahan dalam proses Anda dan hilangkan semua pemborosan yang ada.


6. Meningkatkan proses Anda secara terus-menerus menuju target Six Sigma.






D. LANGKAH-LANGKAH IMPLEMENTASI PROYEK PENINGKATAN KUALITAS SIX SIGMA



Proyek peningkatan kualitas Six Sigma harus melibatkan secara intensif antara manajemen dari tingkat atas sampai tingkat bawah dan akan ditangani langsung oleh Black Belts sebagai pemimpin tim manajemen proyek. Implementasi proyek peningkatan kualitas Six Sigma mengikuti empat tahap:


1. Identifikasi (Identification).


Tujuan dari tahap identifikasi adalah mengidentifikasi bisnis-bisnis kunci dari perusahaan. Tanggung jawab dari tahap ini berada pada manajemen dan Master Black Belts. Tahap identifikasi terdiri dari dua langkah:


a. Recognize (Pengenalan). Identifikasi proses dari bisnis-bisnis kunci yang berkaitan langsung dengan pelanggan, yang dilakukan oleh manajemen dan Master Black Belts, akan memudahkan perusahaan untuk mengakui (recognize) bagaimana proses-proses bisnis kunci itu mempengaruhi profitabilitas dan kemudian mendefinisikan apa yang menjadi critical-to-business process.


b. Define (Mendefinisikan). Untuk mendefinisikan rencana-rencana yang harus dilakukan guna melaksanakan peningkatan dari setiap tahap proses bisnis kunci itu. Tanggung jawab dari definisi proses bisnis kunci berada pada manajemen dan Master Black Belts.


2. Karakterisasi (Characterization).


Tujuan dari tahap karakterisasi adalah membantu menetapkan tujuan-tujuan yang harus dicapai oleh perusahaan melalui proyek peningkatan kualitas Six Sigma. Tahap karakterisasi terdiri dari dua langkah yaitu:


a. Measure (Pengukuran). Terdapat tiga hal penting dalam pengukuran ini, yaitu:


1) Memilih karakteristik critical-to-quality (CTQ) kunci yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pelanggan.


2) Mendefinisikan standar-standar pengukuran.


3) Melakukan validasi terhadap sistem pengukuran.


b. Analyze (Menganalisis). Terdapat tiga hal penting dalam langkah analisis ini, yaitu:


1) Menetapkan kapabilitas proses.


2) Mendefinisikan target-target kinerja.


3) Mengidentifikasi sumber-sumber variasi.


3. Optimasi (Optimization)


Tujuan dari tahap optimasi adalah mengidentifikasi langkah-langkah yang dibutuhkan untuk dilaksanakan dalam meningkatkan suatu proses dan menurunkan sumber-sumber utama penyebab variasi.


Pada umumnya, Black Belts akan memeriksa variabel-variabel yang terkait dengan prinsip 7M. 7M terdiri dari:


a. Manpower (Tenaga Kerja): berkaitan dengan ketrampilan kerja.


b. Machine (Mesin-Mesin): berkaitan dengan sistem perawatan preventif terhadap mesin-mesin produksi, termasuk fasilitas dan peralatan lain.


c. Method (Metode Kerja): berkaitan dengan metode kerja yang benar, mengikuti prosedur-prosedur kerja yang ditetapkan.


d. Material (Bahan Baku dan Bahan Penolong): berkaitan dengan kualifikasi dan keseragaman bahan baku dan bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi, serta penanganan terhadap bahan baku dan bahan penolong tersebut.


e. Media: berkaitan dengan tempat dan waktu kerja yang memperhatikan aspek-aspek kebersihan, kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan kerja yang kondusif.


f. Motivation (Motivasi): berkaitan dengan sikap kerja yang benar dan profesional (kreatif, proaktif, mampu bekerja sama dalam tim, dan lain-lain) yang dalam hal ini akan sangat tergantung pada sistem balas jasa dan penghargaan terhadap tenaga kerja.


g. Money (Uang): berkaitan dengan dukungan keuangan yang mantap guna memperlancar proyek peningkatan kualitas Six Sigma yang akan diterapkan.






Tahap optimasi terdiri dari dua langkah, yaitu:


a. Improve (Memperbaiki). Dalam langkah ini Black Belts sebagai penanggung jawab harus kreatif dalam mencari cara-cara baru untuk meningkatkan proses agar menjadi lebih baik, lebih efisien, dan lebih cepat. Dengan kata lain, improve akan meningkatkan bagian-bagian sistem mencapai sasaran kerja. Dalam langkah improve terdapat tiga hal pokok yang harus dikerjakan:


1) Mengetahui penyebab potensial yang menyebabkan variasi proses.


2) Menemukan hubungan variabel-variabel kunci penyebab variasi.


3) Menetapkan batas-batas toleransi operasional.


b. Control (Pengendalian). Terdapat tiga hal pokok yang harus dilakukan dalam langkah pengendalian, yaitu:


1) Melakukan validasi terhadap sistem pengukuran.


2) Menentukan kapabilitas proses yang telah tercapai sekarang.


3) Menerapkan rencana-rencana pengendalian proses.


4. Institusionalisasi (Institutionalization)


Tahap institusionalisasi merupakan tanggung jawab manajemen dan Master Black Belts. Tujuan dari institusionalisasi adalah: mentransformasikan bagaimana praktek bisnis itu dilakukan mengikuti prinsip-prinsip Six Sigma. Tahap ini terdiri dari dua langkah yaitu:


a. Standarisasi. Tujuan dari tahap ini adalah menstandarisasi sistem yang telah terbukti terbaik dalam bisnis kelas dunia.


b. Integrate (Mengintegrasikan). Tujuan dari langkah integrate adalah mengintegrasikan metode-metode standar dan proses ke dalam siklus desain, di mana salah satu prinsip dari Design for Six Sigma (DFSS) adalah bahwa proses desain harus menggunakan komponen-komponen yang ada, proses-proses dan praktek-praktek yang telah terbukti terbaik dalam kelasnya.






DAFTAR PUSTAKA

Gaspersz, Vincent. 2005. Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.


Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done