Industri: Pengertian, Analisis Industri, Estimasi Keutungan, Tahap Perkembangan Industri

Daftar Isi Konten [Tampil]
Analisis Industri




Pengertian Industri


Istilah industri telah dikenal luas oleh masyarakat, seperti otomotif, makanan dan lain sebagainya. Namun pengelompokkan industri tidak sesederhana itu. Masalah pengelompokan industri menjadi semakin rumit ketika berhadapan dengan banyak perusahaan yang mempunyai sekian banyak ragam lini bisnis.

Sistem klasifikasi industri yang telah dikenal dan digunakan secara luas adalah sistem Standard Industrial Classification (SIC) yang didasarkan pada data sensus dan pengklasifikasian perusahaan berdasarkan produk dasar yang dihasilkan. Standar yang dipakai untuk mengkelompokkan industri bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Jakarta Stock Exchange Sectoral Industry Classfification (JASICA). Klasifikasi JASICA ini terdiri dari 9 divisi, dan masing-masing divisi tersebut dibagi lagi menjadi kelompok industri utama dan diberi kode dua digit.

Pentingnya Analisis Industri


Analisis industri merupakan tahap penting yang perlu dilakukan investor baik untuk meminimalkan risiko maupun untuk mengidentifikasi industri yang mempunyai prospek yang menguntungkan.

Analisis industri perlu diikuti analisis perusahaan agar investor dapat menentukan saham perusahaan mana saja dalam suatu kelompok industri yang mempunyai kombinasi return-risiko yang terbaik.

Penelitian Analisis Industri


Beberapa penelitian yang terkait dengan analisis industri menghasilkan kesimpulan:

  • Industri yang berbeda mempunyai tingkat return yang berbeda pula.
  • Tingkat return masing-masing industri berbeda di setiap tahunnya.
  • Tingkat return perusahaan-perusahaan di suatu industri yang sama, terlihat cukup beragam.
  • Tingkat risiko berbagai industri juga beragam.
  • Tingkat risiko suatu industri relatif stabil sepanjang waktu.

Estimasi Tingkat Keuntungan Industri


Dalam melakukan analisis industri investor perlu menilai suatu industri dan menentukan return harapan dari suatu industri yang akan dianalisis. Dengan begitu investor akan dapat menetukan peluang investasi pada industri yang memiliki prospek baik.

Langkah yang harus dilakukan adalah mengestimasi earning per share dan price earning ratio kemudian dikalikan akan menghasilkan expected ending value of industry,setelah itu menentukan tingkat return harapan dengan cara membagi nilai akhir ditambah deviden. Kemudian membandingkan nilai harapan industri dengan nilai harapan investor sehingga akan mengetahui industri mana yang layak dijadikan investasi.

Tahap Perkembangan Industri


Tahap perkembangan industri umumnya dibagi menjadi lima yaitu:

Tahap permulaan (introduction)


Tahap permulaan merupakan masa-masa awal perkembangan sebuah industri. Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan sangat kecil dan profit yang dihasilkan kemungkinan akan menunjukkan angka negatif karena perusahaan harus mengeluarkan dana yang cukup besar untuk menutupi biaya promosi dan pengembangan produk di awal-awal pertumbuhan industri.

Tahap pertumbuhan (growth)


Pada tahap pertumbuhan, penjualan tumbuh sangat cepat. Permintaan semakin meningkat sedangkan persaingan belum begitu ketat sehingga profit pada tahap pertumbuhan akan tumbuh tinggi. Pertumbuhan industri pada tahap ini akan cenderung lebih besar dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan

Tahap kedewasaan (mature)


Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan mulai menurun, karena banyaknya pesaing yang mulai masuk dan permintaan yang sudah relatif stabil. Oleh karena itu, profit pada tahap mature akan mengalami pertumbuhan yang mulai menurun dan menuju tingkat keuntungan yang normal. Pertumbuhan industri pada tahap ini sedikit lebih besar dari pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Tahap stabil


Tahap stabil mungkin merupakan tahap yang paling panjang dalam daur hidup industri. Pertumbuhan industri akan cenderung sama dengan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan atau segmen ekonomi di mana industri tersebut berada. Meskipun penjualan terkait erat dengan kondisi ekonomi, tetapi besarnya pertumbuhan penjualan masing-masing perusahaan secara individual dalam suatu industri akan berbeda-beda satu dengan yang lain, tergantung dari kemampuan manajerial dari masing-masing perusahaan.

Tahap penurunan


Pada tahap penurunan, tingkat penjualan dan profit industri semakin menurun. Pada tahap ini ada perusahaan yang mulai keluar dari industri dan investor pun mulai berpikir untuk mencari alternatif industri lain yang lebih menguntungkan. Pertumbuhan industri pada tahap ini akan jauh di bawah pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Prakiraan Penjualan dan Analisis Input-Output


Analisis input-output adalah suatu cara alternatif untuk mengetahui gambaran prospek penjualan suatu industri di masa yang akan datang dengan cara mengidentifikasi pemasok (supplier) dan konsumen dari suatu industri.


Dengan melakukan analisis tersebut, kita dapat mengestimasi permintaan konsumen di masa datang, serta kemampuan pemasok untuk menyediakan barang dan jasa yang diperlukan dalam suatu industri. Informasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk memperkirakan tingkat penjualan dan keuntungan suatu industri di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

https://febrineldiko.wordpress.com/kuliah-2/materi/manajemen-investasi/ (diakses pada tanggal 5 Maret 2015)

Suad Husnan, Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas (edisi keempat)

0 Comments

Posting Komentar

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus