Kurs Valuta Asing: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing - webillian.com >
News Update
Loading...

Kurs Valuta Asing: Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing



KURS VALUTA ASING


Kurs valuta asing atau kurs mata uang asing menunjukkan harga atau nilai mata uang suatu negara dinyatakan dalam nilai mata uang negara lain. Kurs valuta asing adalah jumlah uang domestik yang dibutuhkan, yaitu banyaknya rupiah yangdibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing.

PENENTUAN KURS DALAM PASAR BEBAS


Permintaan mata uang asing


Apabila nilai mata uang dollar tinggi, yaitu misalnya kurs US$1 = 200 yen, maka barang di AS adalah relatif mahal. Barang yang berharga US$1 memerlukan 200yen, apabila penduduk Jepang ingin mengimpor barang Amerika ke Jepang. Jika nilainya turun, misal US$1=100 yen maka harga barang di AS semakin murah dan akan menaikkan permintaan penduduk jepang atas barang-barang AS. Akibatnya, permintaan orang Jepang atas US$ meningkat. Berdasarkan contoh, maka dapat dirumuskan bahwa permintaan penduduk Jepang atas mata uang US$ bercirikan :

i. Semakin tinggi harga US$, semakin sedikit permintaan atas mata uang tersebut,

ii. Semakin rendah harga US$, semakin banyak permintaan atas mata uang tersebut.

Penawaran mata uang asing

i. Semakin tinggi harga mata uang Amerika serikat, semakin banyak penawaran mata uang tersebut,

ii. Semakin rendah harga mata uang Amerika serikat, semakin sedikit penawaran mata uang tersebut.

Penentuan harga mata uang asing




Sumbu datar menggambarkan jumlah US$ yang akan diperjualbelikan di pasaran mata uang asing, dan sumbu tegak menunjukkan harga US$ yang dinyatakan dalam nilai yen. Kurva permintaan ke atas dollar adalah DD. Kurva tersebut,yang berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah, berarti

i. Apabila harga dollar tinggi permintaan ke atas dollar adalah sedikit,

ii. Semakin rendah harga dollar semakin banyakkuantitas dollar yang diminta

Kurva SS adalah kurva penawaran ke atas mata uang dollar, dari kiri bawah ke kanan atas.

i. Apabila harga mata uang dollar rendah, penawaran dollar oleh orang Amerika juga rendah

ii. Apabila harga mata uang dollar tinggi, lebih banyak mata uang akan ditawarkan.

Gambar di atas menunjukkan bahwa kurva DD dan SS berpotongan pada keadaan di mana harga tiap unit mata uang dollar adalah US$1 = 150 yen.

Keadaan ini berarti : kurs valas adalah US$1 = 150 yen dan kuantiti dollar yang diperjualbelikan dalam pasaran mata uang adalah 2,5 bilion.

kurs valuta asing
gambar dari pixabay

PENENTUAN KURS PERTUKARAN OLEH PEMERINTAH


Pemerintah dapat campur tangan dalam menentukan kurs valas untuk memastikan kurs yang wujud tidak menimbulkan efek yang buruk ke atas perekonomian. Kurs pertukaran yang ditetapkan pemerintah berbeda dengan yang di pasar bebas. Apakah lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada kebijakan dan keputusan pemerintah mengenai kurs yang paling sesuai untuk tujuan-tujuan pemerintah dalam menstabilkan dan mengembangkan perekonomian.



Pada kurs ini permintaan dollar adalah sama dengan penawaran dollarsebanyak 2,5 bilion. pemerintah Jepang memandang bahwa kurs ini kurang sesuai dan oleh sebab itu menentukan bahwa kurs pertukaran adalah US$1 = 250 yen sedangkan di pasar bebas kurs dollar US$1 = 150 yen. Apabila harga sesuatu mata uang domestik (yen) ditetapkan oleh pemerintah pada tingkat yang lebih rendah dari yang ditentukan oleh pasar bebas, maka mata uang domestik (yen) dinamakan mata uang yang dinilai terlalu rendah (undervalued currency). Sedangkan jika sebaliknya dinamakan mata uang yang dinilai terlau tinggi (overvalued currency).

PERUBAHAN-PERUBAHAN KURS


Efek kenaikan permintaan




Dimisalkan bahwa pada mulanya permintaan dollar adalah DD dan penawaran dollar SS. Maka kurs pertukaran US$1 = 150 yen, dan kuantitas dollar yang diperjualbelikan Q1. Sebagai akibat dari kenaikan dalam permintaan dollar, kurva permintaan dollar bergerak dari DD ke D1D1. Kurva permintaan yang baru ini menaikkan harga dollar dari 150 yen menjadi 200 yen per unit, dan menambah kuantitas valuta dollar yang diperjualbelikan dalam pasaran valas dari Q1 unit menjadi Q2 unit.

Efek perubahan penawaran




Kurva SS dan DD menggambarkan penawaran dan permintaan uang dollar yang peda mulanya wujud. Sesudahnya penawaran bertambahdari SS menjadi S1S1. Akibatnya,

i. Kurs pertukaran untuk setiap dollar turun dari 200 yen menjadi 150 yen

ii. Kuantitas mata uang dollar yang diperjualbelikan bertambah dari QA dollar menjadi QB

Kurs pertukaran yang ditentukan oleh mekanisme pasar dinamakan kurs pertukaran berubah bebas atau kurs pertukaran terapung. Sedangkan kurs yang ditentukan pemerintah dinamakan kurs pertukaran tetap atau resmi.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KURS


a. Perubahan dalam citarasa masyarakat

Akan mengubah corak konsumsi mereka ke atas barang-barang yang diproduksikan ke dalam negeri maupun yang diimpor.

b. Perubahan harga barang ekspor dan impor

Menyebabkan perubahan dalam penawaran dan permintaan ke atas mata uang negara tersebut.

c. Kenaikan harga umum (inflasi)

Inflasi berkecenderungan menambah impor dan mengurangi ekspor yang menyebankan permintaan ke atas valuta asing bertambah, dan penawaran ke atas valuta asing berkurang. Maka harga valuta asing bertambah.

d. Perubahan suku bunga dan tingkat pengambalian investasi

Suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang rendah cenderung menyebabkan modal dalam negeri mengalir ke luar negeri. Sedangkan suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang tinggi akan menyebabkan modal luar nmegeri masuk ke negara itu. Apanila banyak modal mengalir ke suatu negara, permintaan ke atas mata uangnya bertambah. Nilai mata uang suatu negara akan merosot apabila lebih banyakmodal negara dialirkan ke luar negerikarena suku bunga dan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi di negara-negara lain.

e. Pertumbuhan ekonomi

Apabila kemajuan ekonomi diakibatkan oleh perkembangan ekspor, maka permintaan ke atas mata uang negara itu bertambah lebih cepat dari penawarannya sehingga nilai mata uang negarannya naik. Tetapi jika kemajuan tersebut menyebabkan impor berkembang lebih cepat daripada ekspor, penawaran mata uang negara itu lebih cepat bertambah dari permintaannya dan oleh karena itu nilai mata uang negara tersebut merosot.

KURS PERTUKARAN DAN NERACA PEMBAYARAN


NERACA PEMBAYARAN DALAM SISTEM KURS TUKARAN BERUBAH BEBAS




Gambar di atas menunjukkan bahwa perubahan citarasa penduduk Thailand dan perubahan kurs pertukaran impor menyebabkan impor Thailand dari Indonesia bertambah dari Q1 menjadi Q2. Pada waktu yang sama, nilai baht yang merosot menyebabkan barang Thailand menjadi relatif lebih murah. Maka penduduk Indonesia menaikkan impornya. Sebagai akibat impor Thailand dari Indonesia yang semakin bertambah akan diimbangi oleh pertambahan imporindonesia dari Thailand. Sehingga neraca pembayaran masih tetap seimbang.

NERACA PEMBAYARAN DALAM SISTEM KURS PERTUKARAN TETAP




Apabila kurs pertukaran yang ditetapkan US$1 = Rp 12.500, maka akan wujud ketidakseimbangan dalam permintaan dan penawaran mata uang dollar. Pada kurs tersebut QB dollar US ditawarkan oleh penduduk Amerika sedangkan hanya sebanyak QA dollar US diminta oleh penduduk Indonesia. Berarti Indonesia mengalami surplus dalam neraca pembayaran, karena penduduk Amerika menawarkan lebih banyak dollar US kalau dibandingkan dengan jumlah dollar Usyang diminta Indonesia.

Oleh karena itu kurs pertukaran yang ditetapkan oleh pemerintah selalunya berbeda dengan kurs yang ditetapkan oleh pasar bebas, maka dalam sistem kurs tetap, neraca pembayaran akan cenderung dalam keadaan tidak seimbang.

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done