Ekonomi Sumber Daya Alam, Sumber Daya Hutan , Penggolongan Hutan, dan Manfaat Hutan Bagi Kehidupan - webillian.com
News Update
Loading...

Ekonomi Sumber Daya Alam, Sumber Daya Hutan , Penggolongan Hutan, dan Manfaat Hutan Bagi Kehidupan


Ekonomi Sumber Daya Alam,  Sumber Daya Hutan , Penggolongan Hutan, dan Manfaat Hutan Bagi Kehidupan


HUTAN didefinisikan sebagai asosiasi masyarakat tumbuh-tumbuhan dan hewan yang didominasi oleh pohon-pohonan dengan luasan tertentu sehingga dapat membentuk iklim mikro dan kondisi ekologi tertentu.



Hutan merupakan sumber daya biologis yang terpenting keberadaannya di bumi, karena memiliki sifat-sifat seperti.
Merupakan tipe tumbuhan yang terluas distribusinya dan mempunyai produkitivitas biologi yang tertinggi, meskipun memiliki kecenderungan berkurang.
Mencakup tumbuhan, hewan, sinar, air, panas, tanah, dsb; yang bersama-sama membentuk struktur biologis dan fungsi kehidupan.
Regenerasinya sangat cepat dan kuat dibanding dengan sumber daya alam lainnya, terlebih lagi bila ada campur tangan manusia.
Sebagai pelindung dan pendorong perbaikan kondisi lingkungan dan ekologi.

Singkatnya, hutan mempengaruhi kebutuhan pokok manusia : Sandang (Perindustrian), Pangan (Pertanian), Papan (Perumahan), dan Iklim (kebutuhan yang terkadang tidak disadari manusia). Akibat pentingnya keberadaannya tersebut, hutan patut untuk dipantau terus-menerus karena juga menyangkut ada-tidaknya, besar-kecilnya permasalahan lingkungan yang timbul.

Tidak semua daratan dapat terbentuk hutan, hutan sendiri memiliki spesifikasi untuk tumbuh. Dalam masa pertumbuhannya, hutan memerlukan banyak air (dekat dengan sungai, atau memiliki curah hujan tinggi : 380 mm – 500 mm). Layaknya tumbuhan, keberadaan hutan juga dihambat dengan keberadaan hama dan penyakit, dan api.

Secara rinci, hutan memiliki berbagai fungsi, antara lain.

Menyediakan hasil hutan, untuk menunjang perindustrian dan perekonomian, baik kedaerahan maupun skala nasional.
Mengatur tata air, mencegah dan membatasi banjir, erosi serta memelihara kesuburan tanah.
Melindungi suasana iklim dan memberi daya pengaruh yang baik seperti udara bersih dan segar.
Memberikan keindahan alam pada umumnya dan khususnya dalam bentuk cagar alam suaka margasatwa, taman perburuan, dan taman wisata, serta laboratorium untuk ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pariwisata.



Penggolongan hutan berdasarkan fungsinya, antara lain


1.Hutan lindung

Kawasan hutan yang karena sifatnya diperuntukan pengaturan tata air dan pencgahan bencana banjir dan erosi, serta untuk pemeliharaan kesuburan tanah.

2. Hutan produksi

Kawasan hutan yang diperuntukkan guna memproduksi hasil hutan untuk keperluan masyarakat pada umumnya dan khussnya untuk pembanguna, industri, dan ekspor. Hutan produksi sendiri tergolong atas dua macam, yakni hutan yang penggunaannya terbatas (tebang pilih) dan hutan yang penggunaanya bebas, namun disertai pembibitan kembali.

3. Hutan suaka alam

Kawasan hutan yang diperuntukkan secara khusus untuk perlindungan alam hayati lainnya dari kepunahan, seperti cagar alam (hutan yang keadaannya alamnya khas, untuk perlindungan hewani dan alam nabati, dan keperluan ilmu pengetahuan dan kebudayaan), dan suaka margasatwa (hutan yang memiliki nilai khas bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan, serta memiliki nilai kebanggaan nasional)

4. Hutan wisata

Kawasan hutan yang diperuntukkan secara khusus untuk dibina dan dipelihara guna kepentingan pariwisata atau perburuan, seperti taman wisata (hutan yang memiliki keindahan alam yang cocok untuk rekreasi), dan taman buru (hutan yang terdapatnya satwa buru yang mungkin untuk dilaksanakannya peruburan teratur)





Penggunaa hutan untuk keperluan pertumbuhan industri dan sebagai penghasil devisa bagi negara harus mengingat kelestarian atau dikenal dengan Sustained Yield Principle (Prinsip Hasil Berkelanjutan). Untuk itu kegiatan dalam pengeloaan hutan akan mencakup eksploitasi hutan, penggunaan dan pemasaran hasil hutan, pengelolaan huran, reboisasi, dan rehabilitasi hutan.

Hutan sangat erat kaitannya dengan keberadaan kayu. Kayu menjadi primadona sebagai hasil produksi hasil hutan. Oleh karena itu, kebijaksanaan dalam pengelolaan hutan lebih diintensifkan kepada penggunaan hutan. Selain itu, kebijakan juga diambil berdasarkan ciri-ciri hutan itu sendiri, yaitu hutan mempunyai ciri biologis yang berupa waktu yang relatif panjang untuk rotasi (periode sejak menanam sampai panen/ penebangannya). Rotasi untuk kayu lunak sekitar 30-40 tahun, dan kayu keras sekitar 50-100 tahun atau lebih. Ciri ekonomis juga menjadi perhitungan, seperti sewa tanah hutan yang relatif lebih murah.

Agar pengelolaan berjalan maksimal, pengelolaan dilandaskan asas kelestarian, maka hutan seharusnya diselenggarakan oleh pemerintah. Kepada pihak swasta diberikan hak pengusahaan hutan (HPH), dengan maksud fungsi hutan dijaga dan dilindungi.





Sumber : buku Eko. SDA & L dari Bapak M. Suparmoko.(Copyright by Drs. M. Suparmoko, MA, Ph.D.)

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done