BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI bagian 2 - webillian.com
News Update
Loading...

BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI bagian 2


BAGIAN II : MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNTUNGAN STRATEGIS

Di Indonesia terdapat banyak cara perusahaan dapat memandang dan menggunakan teknolgi informasi. Contohnya, perusahaan menggunakan teknologi sebagai informasi atau pendukung operasi rutin dan efisien. Dan tentu saja jenis software yang diperlukan harus disesuaikan dengan kebutuhan mana yang diperlukan      

1.             Penggunaan Strategis Dari TI
     Organisasi mungkin melihat dan menggunakan teknologi informasi di banyak hal. Jika sebuah perusahaan menekankan penggunaan bisnis strategis dari teknologi informasi, manajemennya akan melihat TI sebagai suatu pembeda kompetitif yang utama. Kemudian perusahaan tersebut akan memikirkan strategi bisnis yang menggunakan TI untuk mengembangkan produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan keuntungan utama pada dalam pasar di mana perusahaan tersebut bersaing

2.             Merekayasa Ulang Proses Bisnis
Definisi : pemikiran kembali yang mendasar dan pendesain ulang yang radikal atas proses bisnis untuk mencapai perbaikan yang dramatis dalam biaya, kualitas, kecepatan, dan layanan.
Jadi BPR menggabungkan strategi untuk mempromosikan inovasi bisnis dengan strategi untuk melakukan perbaikan besar atas proses bisnis agar perusahaan dapat menjadi jauh lebih kuat serta menjadi pesaing yang lebih berhasil dalam pasar.
Contoh contoh teknologi informasi yang mendukung perekayasaan ulang proses manajemen pesanan

Merekayasa ulang manajemen proses
Ø     Sistem manajemen hubungan pelanggan dengan menggunakan intranet dan internet
Ø     Sistem persediaan yang dikelola pemasok dengan menggunakan internet dan ekstranet
Ø     Software ERP lintas fungsi untuk mengintegrasikan proses manufaktur,distribusi,keuangan dan sumber daya manusia
Ø     Web site e-commerce yang dapat diakses pelanggan untuk entri pesanan,pemeriksaan status,pembayaran,dan layanan
Ø     Database pelanggan,produk,dan status pesanan yang diakses melalui intranet dan ekstranet oleh karyawan dan pemasok.

3.             Peran teknologi informasi
Tekonologi informasi memainkan peranan penting dalam perekayasaan ulang sebagian besar proses bisnis. Kecepatan,kemampuan pemrosesan informasi,dan konektivitas komputer serta teknologi internet dapat secara mendasar meningkatkan efisiensi proses bisnis,dan meningkatkan komunikasi dan kerja sama antar orang orang yang bertanggung jawab atas operasi dan manajemennya.




4.             Menjadi Sebuah Perusahaan yang Cerdas
Kelincahan (agility) dalam kinerja bisnis adalah kemampuan perusahaan untuk sejahtera dalam pasar global yang berubah cepat dan terus terfragmen untuk produk dan jasa berkualitas tinggi,berkinerja baik,dan disesuaikan dengan pelanggan.Perusahaan yang lincah dapat membuat laba dalam pasar dengan pilihan produk yang luas dan bermasa hidup pendek dan dapat memproduksi pesanan secara individual dan dengan jumlah yang besar.Perusahaan tersebut mendukung penyesuaian massal (mass customization) dengan menawarkan produk individual sambil mempertahankan produksi dalam volume yang tinggi.Perusahaan yang lincah sangat bergantung pada teknologi internet untuk memadukan dan mengelola proses bisnis,sambil menyediakan daya pemrosesan informasi untuk melayani banyak pelanggan sebagai individual.
Ada empat strategi dasar yang harus diimplementasikan untuk menjadi perusahaan yang lincah.Pertama,pelanggan dari perusahaan yang lincah menganggap produk atau jasa sebagai solusi terhadap masalah individual mereka.Jadi,harga produk dapat ditentukan berdasarkan nilainya sebagai solusi,bukan berdasarkan biaya produksinya.Kedua,perusahaan yang lincah bekerja sama dengan pelanggan,pemasok,dan perusahaan lain bahkan dengan pesaing.Hal ini memungkinkan perusahaan untuk memasarkan produk dengan cepat dan hemat,di mana pun sumber daya berada dan siapa pun yang memilikinya.Ketiga,perusahaan yang lincah dapat bertahan ketika terjadi perubahan dan ketidakpastian.Perusahaan menggunakan struktur organisasi yang fleksibel sehingga sesuai dengan peluang pelanggan yang terus berubah dan berbeda – beda. Akhirnya,perusahaan yang lincah dapat memberikan insentif yang tinggi bagi tanggung jawab,kemampuan beradaptasi,dan inovasi pegawai.
Bagaimana Teknologi Informasi dapat membantu perusahaan untuk menjadi pesaing yang lincah dengan bantuan pelanggan dan mitra bisnis

Jenis Kecerdasan
Deskripsi
Peran TI
Contoh
Pelanggan
Kemampuan untuk memilih pelanggan dalam mengeksploitasi peluang inovasi
·      Sebagai sumber ide inovasi
·      Sebagai rekan pembuat inovasi
·      Sebagai pemakai dalam menguji ide – ide atau membantu pemakai yang lain untuk mempelajari ide tersebut
Teknologi untuk membangun dan memperkuat komunitas pelanggan virtual untuk desain produk,umpan balik,dan pengujian
Pelanggan eBay adalah tim pengembang produknya secara de facto karena mereka mengirim sekitar 10.000 pesan per minggu untuk berbagi tips,menunjukkan kekurangan produk,dan melobi perubahan.
Rekanan
Kemampuan untuk meningkatkan aktiva,pengeluaran,dan kompetensi,pemasok,distributor, manufaktur kontrak dan penyedia logistic dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasi peluang inovasi
Teknologi yang memfasilitasi kerja sama antar perusahaan,seperti portal dan platform kerja sama,sistem rantai pasokan dan lain - lain
Yahoo! telah mencapai transformasi yang signifikan dari layanannya dari mesin pencari ke portal dengan melakukan bebagai kemitraan untuk menyediakan isi dan pelayanan lain yang berhubungan dengan media dari situs Web-nya.
Operasional
Kemampuan untuk mencapai kecepatan,akurasi,dan biaya ekonomi dalam mengeksploitasi peluang inovasi
Teknologi untuk modularisasi dan integrasi proses bisnis
Ingram Micro,perusahaan grosir global telah menerapkan sistem perdagangan terintegrasi yang memungkinkan pelanggan dan pemasoknya dapat terhubunh langsung ke sistem pengadaan barang dan ERP milik perusahaan.

     Penjelasan yang berada dalam tabel tersebut mengikhtisarkan cara lain untuk memikirkan mengenai kelincahan dalam bisnis.Kerangka kerja ini menekankan pada peran yang dapat dimainkan oleh pelanggan,mitra bisnis,dan teknologi informasi dalam mengembangkan dan mempertahankan kelincahan strategis perusahaan.Bagaimana teknologi informasi dapat memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan hubungan dengan pelanggan dalam komunikasi virtual yang membantu perusahaan menjadi innovator yang lincah.
     Contoh penerapan kelincahan dalam dunia nyata diterapkan oleh Dell Inc.Dell Inc. adalah produsen sistem komputer pribadi yang terkenal di dunia dan pemakai perdana dari teknologi internet.Dell terkenal sebagai contoh perusahaan yang lincah dan berfokus pada pelanggan,serta pemenang penyesuaian massal dan model bisnis berdasarkan pesanan.Para pelanggan di selurub dunia dapat memesan sistem yang sesuai yang diinginkannya dari situs Web dell.com dan hanya setelah pesan dimasukkan,sistem akan dibangun di pabrik Dell.Kotak microchip Intel dan komponen elektronik Taiwan dan Korea bergerak di ban konveyor ganda.Para pekerja membaca pesanan dari monitor dan merakit komputer desktop Dell OptiPlex setiap tiga hingga lima menit.Kotak yang selesai,lebih dari 25.000 per hari,ditempatkan lagi di ban konveyor yang lain untuk dikirim langsung ke pelanggan.Keseluruhan ‘tarian fandago’ dikoreografi sedemikian ketatnya oleh software manajemen rantai pasokan rantai pasokan dan Web link ke pemasok sehingga pabrik jarang memerlukan lebih dari dua jam untuk persediaan peralatan.
Intranet
 
                                                                                                       








 









Gambar diatas mengilustrasikan bahwa perusahaan virtual biasanya membentuk aliansi dan kelompok kerja virtual dengan mitra bisnis yang saling berhubungan melalui internet,intranet dan ekstranet.Dalm gambar ini menunjukkan perusahaan telah diorganisir secara internal menjadi kelompok – kelompok lintas fungsi dan proses yang dihubungkan dengan intranet. Perusahaan tersebut juga mengembangkan aliansi dan hubungan ekstranet yang membentuk sistem informasi antar perusahaan (interenterprise information system) dengan pemasok, pelanggan, sub kontraktor dan pesaing. Jadi, perusahaan virtual menciptakan aliansi dan kelompok kerja virtual yang fleksibel dan dapat beradaptasi untuk mengeksploitasi peluang bisnis yang berubah dengan cepat.
5.             Strategi Perusahaan Virtual
          Dalam lingkungan bisnis global yang dinamis saat ini,pementukan perusahaan virtual  dapat menjadi salah satu penggunaan strategis terpenting dari teknologi informasi.Perusahaan virtual (juga disebut korporasi virtual atau organisasi virtual)adalah oerganisasi yang menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan banyak orang,organisasi,aktiva dan ide.
          Perusahaan virtual mengunakan internet,intranet dan ekstranet untuk membentuk kelompok kerja virtual dan mendukung aliansi dengan mitra bisnis
Pembentukan perusahaan virtual ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategis bisnis utamanya dan aliansi yang menjanjikan kesuksesan dalam iklim bisnis saat ini yang penuh tantangan.
          Misalnya,untuk dapat segera mengeksploitasi peluang pasar yang baru,bisnis mungkin tidak punya waktu dan sumber daya untuk mengembangkan manufaktur dan distribusi infrastuktur,kompetensi pegawai,dan teknologi informasi yang dibutuhkan.Hal ini dapat diatasi dengan segera membentuk perusahaan virtual melalui aliansi strategis dari semua mitra terkait agar komponen yang dibutuhkan dapat dirakit dan memberikan solusi terbaik bagi pelanggan dan menangkap peluang pasar.








Strategi Perusahan – Perusahaan Virtual
·         Saling berbagi infrastruktur dan risiko dengan mitra aliansi
·         Menghubungkan kompetensi inti yang saling melengkapi
·         Mengurangi waktu konsep-ke-kas (concept-to-cash time) melalui saling berbagi
·         Meningkatkan fasilitas dan cakupan dasar
·         Mendapatkan akses ke pasar yang baru dan saling berbagi pasar atau loyalitas pelanggan
·         Bermigrasi dari menjual produk ke menjual solusi
         
6.             Membangun Sebuah Perusahaan Knowledge-Creating
          Manajemen pengetahuan dapat dipandang sebagai tiga tingkat ; teknik teknologi, dan sistem yang mendorong penagihan, organisasi, akses, saling berbagi, dan penggunaan tempat kerja dan pengetahuan perusahaan. Tiga tingkat tersebut adalah :
       Bagi banyak perusahaan saat ini, keunggulan kompertitif yang bertahan lama hanya dapat dimiliki oleh mereka apabila mereka menjadi perusahaan yang dapat menghasilkan pengetahuan atau organisasi yang belajar. Hal ini berarti secara konsisten menciptakan pengetahuan bisnis baru, menyebarkannya baru ke dalam produk dan jasa mereka.
          Perusahaan yang dapat menghasilkan pengetahuan menggunakan dua jenis pengetahuan, yaitu :
a.    Pengetahuan eksplisit
Yaitu data, dokumen, segala sesuatu yang tertulis atau disimpan dalam komputer.
b.    Pengetahuan implisit
Yaitu pengetahuan “bagaimana cara melakukan sesuatu” yang ada di dalam diri pekerja
          Manajemen pengetahuan yang berhasil akan menciptakan berbagai teknik, teknologi, sistem, dan penghargaan untuk membuat para karyawan berbagi apa yang mereka ketahui dan untuk membuat akumulasi pengetahuan yang lebih baik di tempat kerja dan perusahaan.
       Manajemen perusahaan telah menjadi salah satu penggunaan strategis utama atas teknologi informasi. Banyak perusahaan membangun “sistem manajemen pengetahuan” untuk mengelola pembelajaran organisasional dancara melakukan bisnis. Tujuan dari sistem semacam ini adalah untuk membantu para pekerja menciptakan, mengatur, dan memungkinkan tersedianya pengetahuan bisnis yang penting, dimana pun dan kapan pun hal tersebut dibutuhkan dalam organisasi. Hal ini meliputi berbagai proses, prosedur, hak paten, pekerjaan acuan, formula, “praktik-praktik terbaik”, prediksi, perbaikan.
       Sistem manajemen pengetahuan memfasilitasi pembelajaran dan penciptaan pengetahuan organisasi. Mereka didesain untuk menyediakan responscepat ke para pekerja ahli, mendorong perubahan perilaku para karyawan, serta secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis. Sejalan dengan berlanjutnya proses pembelajaran organisasi dan makin luasnya dasar pengetahuannya, perusahaan yang dapat menghasilkan pengetahuan tersebut berusaha untuk mengintegrasikan pengetahuannya ke dalam berbagai proses bisnis , produk, dan jasa. Hal ini membantu perusahaan tersebut menjadi lebih penyedia yang inovatif dan lincah atas berbagai produk serta layanan pelanggan yang berkualitas tinggi, dan menjadi pesaing berat dalam pasar.



DAFTAR PUSTAKA


O'brien, james A, dan Markas ,george M.2014.Sistem Informasi Manajemen.Jakarta:Salemba Empat


Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done