BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI - webillian.com >
News Update
Loading...

BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI

BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI


BAGIAN I : DASAR-DASAR DARI KEUNTUNGAN STRATEGIS


Peran aplikasi aplikasi sistem informasi dalam bisnis adalah untuk memberikan dukungan yang efektif atas strategi perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan kompetitif. Peran strategi informasi ini melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan berbagai produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan perusahaan keunggulan besar atas tekanan kompetitif dalam pasar global.


1. Konsep Strategi Kompetitif

Sistem informasi strategis dapat dimanfaatkan membantu perusahaan agar dapat bertahan hidup dan berhasil dalam jangka panjang dalam menghadapi tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam perusahaan. Gambar 3.1 menunjukkan kerangka kerja konseptual strategi kompetitif.


Dalam model klasik Michael Porter mengenai strategi kompetitif, bisnis apapun yang ingin mempertahankan hidup dan berhasil haruslah mengembangkan serta mengimplementasikan berbagai strategi untuk secara efektif mengatasi:
Pesaing yang sudah ada (rivalry among existing competitor)
Ancaman pesaing baru (threat of new entrants)
Ancaman produk subtitusi/pengganti (threat of subtitute product and service)
Kekuatan tawar-menawar dari pelanggan (bargaining power of consumers)


e. Kekuatan tawar-menawar dari pemasok (bargaining power of suppliers



Dalam gambar diilustrasikan pula bahwa bisnis dapat mengatasi berbagai ancaman tekanan kompetitif yang dihadapi perusahaan dengan mengimplementasikan strategi :


1.1 Strategi Biaya Kepemimpinan . Menjadi produsen produk dan jasa yang berbiaya rendah dalam industri. Selain itu perlu itemukan berbagai cara untuk membantu para pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya peasingnya.


1.2 Strategi Diferensiasi. Mengembangkan berbagai cara untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa perusahaan dari para pesaingnya atau mengurangi keunggulan diferensiasi para pesainnya. Al ini dapat memungkinkan perusahaan dapat berfokus pada produk atau jasa agar mendapatkan keunggulan dalam segmen atau ceruk tertentu suatu pasar.


1.3 Strategi Inovasi. Menemukan berbagai cara baru untuk melakukan bisnis hal ini dapat melibatkan pengembangan berbagai produk dan jasa yang uni, atau masuk ke dalam pasar atau ceruk pasar yang unik. Hal ini juga dapat melibatkan pelaksanaan perubahan yang radikal atas proses bisnis dalam memproduksi atau mendistribusikan produk dan jasa yang begitu berbeda dari cara bisnis yang dilakukan, hingga dapat mengubah struktur dasar industri.


1.4 Strategi Pertumbuhan. Secara signifikan memperluas kemampuan perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa, memperluas ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan jasa baru, atau berintegrasi dengan produk dan jasa yang berhubungan.


1.5 Strategi Aliansi. Membuat hubungan dan persekutuan bisnis baru dengan para pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan-perusahaan lainnya. Hubungan ini meliputi merger, akuisisi, joint venture, membentuk perusahaan virtual, atau kesepakatan pemasaran, manufaktur, atau distribusi antara suatu bisnis dengan mitra dagangnya.


Suatu perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi keunggulan kompetitif (competitive advantage) mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapat pengungkitan (leverage) di dalam pasar.


Menurut Porter (dalam McLeod : 2007) perusahaan akan meraih keunggulan kompetitif dengan menciptaan rantai nilai (value chain), seperti yang tampak dalam gambar 3.2 yang terdiri atas aktifitas utama dan pendukung yang memberikan kontribusi kepada margin. Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga pokoknya, seperti yang diterima pelanggan perusahaan. Meningkatkan margin adalah tujuan dari meningkatkan rantai nilai. Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan aktifitas nilai (value activities). Aktifitas nilai terdiri atas dua jenis : utama dan pendukung.


Aktifitas nilai utama ditunjukkan dalam lapisan bawah gambar 3.2. yang terdiri dari logistik input yang mendapatkan bahan baku dan persediaan dari pemasok, Operasi perusahaan yang merubah bahan baku menjadi barang jadi, logistik output yang memindahan barang pada pelanggan, operasi pemasaran dan penjualan yang mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan mendapatkan pesanan, dan aktifitas yang mejaga hubungan pelanggan yang baik setelah penjualan. Aktifitas nilai utama ini mengelola aliran sumber daya fisik perusahaan.


Atifitas nilai pendukung terlihat pada lapisan bagian pada gambar 3.2. dan mencakup infra struktur perusahaan - bentuk organisasi yang secara umum akan mempengaruhi seluruh aktifitas utama. Selain itu, tiga aktifitas akan mempengaruhi aktifitas utama : manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan (pembelian). Setiap aktifitas juga akan menggunakan dan menciptakan informasi. Contoh : spesialis informasi di dalam unit jasa informasi dapat menggabungkan basis data pembelian komersial, peralatan komputasi yang disewa, dan program-program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan informasi pendukung bagi para eksekutif perusahaan.


2. Penggunaan Teknologi Informasi yang Strategis

Teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mengimplementasikan lima srategi kompetitif dasar dari Porter tersebut. Perusahaan menggunakan sistem informasi strategis, misalnya dengan menggunakan teknologi internet untuk bisnis elektronik dan aplikasi perdagangan. Pada gambar 3.3 mengilustrasikan bagaimana upaya perusahaan melalui pemanfaatan Teknologi informasi untuk meraih peningkatan efisiensi , menciptakan peluang bisnis baru , memelihara hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok.


Adapun strategi dasar penggunaan teknologi informasi (TI) dalam bisnis adalah :


2.1.Biaya yang lebih rendah


a. Gunakan TI untuk mengurangi secara mendasar biaya proses bisnis


b. Gunakan TI untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok


2.2.Diferensiasi


a. Kembangkan berbagai fitur TI baru untuk melakukan diferensiasi produk dan jasa


b. Gunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi keunggulan diferensiasi para Pesaing.


c. Gunakan berbagai fitur TI untuk memfokuskan diri pada ceruk pasar yang dipilih


2.3.Inovasi


a. Buat produk dan jasa baru yang memasukkan berbagai komponen TI


b. Kembangkan pasar baru atau ceruk pasar baru yang unik dengan bantuan TI


c. Buat perubahan radikal atas proses bisnis dengan TI yang secara dramatis akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan, atau mempersingkat waktu ke pasar


2.4.Mendukung Pertumbuhan


a. Gunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan global


b. Gunakan TI untuk mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk dan jasa lainnya.


2.5.Kembangkan Aliansi


Gunakan TI untuk membuat organisasi virtual yang terdiri dari para mitra bisnis


a. Kembangkan sistem informasi antar perusahaan yang dihubungkan oleh


internet dan ekstranet yang akan mendukung hubungan bisnis strategis dengan para pelanggan, pemasok, subkontraktor, dan pihak lain.





Strategi


Perusahaan


Penggunaan Strategis Teknologi Informasi


Manfaat Bisnis



Kepemimpinan Biaya


- Dell Computer


Perakitan berdasarkan pesanan online


Produsen berbiaya paling rendah



- Priceline.com


Penawaran penjual secara online


Penetapan harga yang ditentukan pembeli



- eBay.com


Lelang online


Harga berdasarkan lelang



Diferensiasi


- AV/NET Marshall


E-Commerce pelanggan/ pemasok


Meningkatkan pangsa pasar



- Moen Inc.


Desain untuk pelanggan secara online


Meningkatkan pangsa pasar



- Consolidated Freightways


Penelusuran pengiriman barang pelanggan secara online


Meningkatkan pangsa pasar



Inovasi


- Charles Schwab & Co.


Perdagangan saham dengan diskon secara online


Memimpin pasar



- Amazon.com


Sistem layanan penuh untuk pelanggan secara online


Memimpin pasar



- Federal Express


Penelusuran paket dan manajemen penerbangan secara online


Memimpin pasar



Pertumbuhan


- Citicorp


Intranet global


Meningkatkat pasar global



- Wal-mart


Pemesanan barang dagangan melalui jaringan satelit global


Memimpin pasar



Aliansi


- Wal-Mart/ Procter & Gamble


Pengisian persediaan secara otomatis oleh pemasok


Mengurangi biaya persediaan/ meningkatkan penjualan



- Cisco System


Persekutuan manufaktur virtual


Memimpin pasar secara lincah



- Staples, Inc. and Partners


Belanja satu tempat secara online dengan para mitra


Meningkatkan pangsa pasar















Strategi Kompetitif Lainnya

a. Locking-in customers and supliers adalah “Mengunci” pelanggan dan pemasok untuk tetap bekerja sama dalam arti tetap menjaga, membangun hubungan baru yang bernilai dengan mereka, mencegah mereka untuk berpindah ke pesaingnya atau mengintimidasi mereka agar menerima kesepakatan bisnis yang rendah keuntungannya. Hal ini ditunjukkan dalam aktivitas distribusi, pemasaaran, penjualan dan layanan perusahaan. Selanjutnya bisnis bergerak ke penggunaan yang lebih inovatif dari teknologi informasi.


b. Switching cost adalah membangun biaya perpindahan.


c. Barriers to entry adalah meningkatkan halangan masuk yang akan mengecilkan hati atau menunda perusahaan lainnya untuk memasuki pasar. Hal ini bertujuan mengecilkan hati perusahaan yang telah ada dalam industri dan mencegah perusaan luar untuk memasuki industri tersebut.


d. Mendorong investasi dalam teknologi informasi dengan mengembangkan berbagai produk dan jasa baru yang tidak akan mungkin dihasilkan tanpa kemampuan TI yang kuat.






Berikut ini adalah cara-cara tambahan dalam menggunakan teknologi informasi untuk mengimplementasikan strategi kompetitif :


a. Mengembangkan sistem informasi antar perusahaan dengan kenyamanan dan efisiensi.


b. Melakukan investasi besar dalam aplikasi TI canggih yang dapat membangun halangan untuk masuk para pesaing atau pihak luar untuk masuk ke industri tersebut.


c. Memasukkan berbagai komponen TI dalam produk dan jasa untuk membuat pengganti dari produk atau jasa sejenis, menjadi lebih sulit.


d. Mendorong investasi untuk ahli-ahli SI, hardware, software, database, dan jaringan, dari penggunaan operasional menjadi aplikasi strategis.





3. Membangun Sebuah Bisnis yang Berfokus pada Pelanggan

Faktor keberhasilan utama bagi banyak perusahaan adalah memaksimalkan nilai pelanggan. Bagi banyak perusahaan, nilai bisnis utama mereka untuk menjadi bisnis yang berfokus pada pelanggan terletak pada kemampuan mereka untuk mempertahankan pelanggan itu loyal, mengantisipasi kebutuhan masa depan, menanggapi keprihatinan pelanggan, dan menyediakan berkuatitas tinggi layanan pelanggan. Fokus pada strategi nilai pelanggan diakui bahwa kualitas, bukan harga, telah menjadi penentu utama dalam persepsi pelanggan nilai. Dari sudut pandang pelanggan, perusahaan yang secara konsisten menawarkan nilai terbaik mampu melacak preferensi setiap pelanggan, mengikuti tren pasar, penyediaan produk, layanan dan informasi, kapan saja, di mana saja, dan menyediakan layanan pelanggan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap pelanggan. Selain teknologi Internet telah menciptakan peluang strategis bagi perusahaan, besar dan kecil, untuk menawarkan layanan dan produk yang cepat, responsif, dan berkualitas tinggi yang disesuaikan dengan preferensi setiap pelanggan.


Teknologi internet dapat membuat pelanggan menjadi titik fokus dari manajemen hubungan pelanggan (CRM), e-bisnis dan aplikasi lainnya. Sistem CRM, Internet, intranet dan extranet. menciptakan saluran baru untuk komunikasi interaktif dalam perusahaan dan pelanggan , dan dengan pemasok , mitra bisnis dan lain-lain dalam lingkungan eksternal. Hal ini memungkinkan interaksi terus-menerus dengan pelanggan untuk sebagian besar fungsi bisnis dan mendorong kerjasama lintas-fungsional dengan pelanggan dalam hal pengembangan produk, pemasaran, pengiriman, layanan dan dukungan teknis.






































Biasanya, pelanggan menggunakan Internet untuk membuat keluhan mengajukan pertanyaan, mengevaluasi produk, meminta dukungan, dan membuat dan melaporkan pembelian mereka. Dengan menggunakan internet dan intranet perusahaan, ahli dalam berbagai fungsi bisnis dalam semua kontribusi perusahaan dapatmemberi dari suatu respon yang efektif. Hal ini mendorong terciptanya diskusi kelompok lintas fungsional dan tim pemecahan masalah yang dibentuk oleh keterlibatan pelanggan, layanan dan dukungan kepada pelanggan. Bahkan Intrernet dan dukungan intranet kepada para pemasok dan mitra bisnis dapat digunakan untuk mendaftarkan mereka dengan cara tertentu untuk memastikan pengiriman tepat waktu atau berbagai komponen dan layanan berkualitas untuk memenuhi komitmen perusahaan kepada pelanggannya. Ini adalah bagaimana menunjukkan bisnis fokus pada nilai bagi pelanggan.


Hubungan Ilustrasi dalam bisnis yang berfokus pada pelanggan. Intranet, extranet, e-Commerce website dan proses bisnis internal yang dijalankan melalui Web, platform TI dibentuk tampaknya tidak mendukung model ini dari e-Business. Hal ini memungkinkan bisnis untuk fokus pada menargetkan jenis pelanggan mereka benar-benar ingin, dan "memiliki" seluruh pengalaman dengan pelanggan bisnis perusahaan. Bisnis yang berhasil memfasilitasi semua proses bisnis yang berdampak pada pelanggan mereka dengan tampilan lengkap dari masing-masing pelanggan , sehingga mereka memiliki informasi yang mereka butuhkan untuk menawarkan pelanggan mereka layanan berkualitas tinggi yang disesuaikan untuk setiap pelanggan. Bisnis yang berfokus pada membantu pelanggan pelanggan e-commerce mereka untuk membantu diri mereka sendiri untuk diri mereka sendiri. Dengan ttap membantu pelanggan melakukan pekerjaan mereka. Akhirnya, bisnis yang berhasil memelihara komunitas online pelanggan, karyawan, dan mitra bisnis, yang dapat membantu pengembangan kerjasama untuk memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi pelanggan.










4. Rantai Nilai dan SI Strategis

Konsep rantai nilai adalah konsep yang memperlihatkan sebuah perusahaan sebagai rangkaian, rantai, atau jaringan berbagai aktivitas dasar yang menambah nilai produk dan jasanya, serta selanjutnya menambah margin nilai perusahaan tersebut.


Singkatnya manajer dan praktisi bisnis harus mencoba untuk mengembangkan berbagai penggunaan Internet dan teknologi lainnya yang strategis untuk proses-proses dasar yang menambah sebagian besar nilai pada produk atau jasa perusahaan, dan selanjutnya menambah keseluruhan nilai bisnis perusahaan.
















DAFTAR PUSTAKA










O'brien, james A, dan Markas ,george M.2014.Sistem Informasi Manajemen.Jakarta:Salemba Empat

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done