ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DAN BIAYA OPERASI - webillian.com >
News Update
Loading...

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK DAN BIAYA OPERASI

Tujuan akhir yang ingin dicapai oleh perusahaan pada umumnya adalah keuntungan yang maksimal. Dalam usahanya untuk mencapai tingkat keuntungan yang maksimal, tingkat biaya perlu direncanakan secara sangat hati-hati, terutama hubungannya dengan:
1. Proyeksi arus kas keluar
2. Pengawasan biaya

Perencanaan biaya yang baik harus dipusatkan pada hubungan antar tingkat pengeluaran dengan manfaat yang diperoleh dari pengeluaran tersebut.
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:
 Dapat diketahuinya market share yang dimiliki perusahaan
 Dapat diktahui siapa konsumen akhir barang yang dijual
 Dapat diketahui apa yang di inginkan konsumen dari barang yang dijual, dan lain-lain.

Dalam mengadakan perencanaan dan pengawasan biaya sangat perlu diketahui sifat-sifat biaya. Pada dasarnya menurut sifatnya dikenal 3 macam biaya yakni:
1. Biaya tetap (fixed cost) yaitu biaya-biaya yang cenderung untuk bersifat constant secara total
2. Biaya variabel (variabel cost) yaitu biaya-biaya yang secara total selalu mengalami perubahan
3. Biaya semi variabel (semi variabel cost) yaitu biaya-biaya yang tidak bersiat variabel. Biaya ini mengalami perubahan, tetapi tidak sebanding dengan perubahan tingkat kegiatan.

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK
Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi (di dalam pabrik) sangat kompleks jenisnya. Yang dikategorikan sebagai biaya-biaya overhead pabrik (factory overhead) adalah biaya-biaya dalam pabrik yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka proses produksi, kecuali biaya bahan mentah langsung dan tenaga kerja langsung.
PERENCANAAN BESARNYA ANGGARAN
Di dalam menentukan besarnya dana yang harus dianggaran untuk Anggaran Biaya Overhead Pabrik, terdapat dua permasalahan pokok yang perlu dipecahkan, yakni:
1. Masalah penanggung jawab dalam perencanaan biaya.
Penanggung jawab perencanaan: di sini perlu diterapkan prinsip akuntansi pertanggung jawab (responsibility accounting) atau juga sering disebut prinsip Biaya Departemen Langsung (Direct Departmental Cost). Atas dasar prinsip ini di kenal dengan adanya pembagian menjadi departemen produksi dan departemen jasa untuk kegiatan yang dilakukan di pabrik.
2. Masalah menentukan jumlah biaya (anggaran)
Cara menentukan jumlah anggaran: masing-masing departemen (produksi dan jasa) berhak merencanakan biaya sesuai dengan jenis biaya yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Sedangkan untuk menentukan jumlahnya biaya masing-masing item maupun biaya keseluruhan bagi departemennya, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
 Berdasarkan sifatnya biaya dibagi menjadi 3 macam yaitu jenis biaya fixed, jenis biaya variaberl dan jenis biaya semi variabel.
 Berdasarkan wewenang untuk menentukan anggaran

ANGGARAN BIAYA DISTRIBUSI
Biaya distribusi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memasarkan barang atau menyampaikan barang ke pasar. Termasuk kedalamnya adalah:
1. Biaya tenaga kerja bagian penjualan, yang terdiri dari:
2. Biaya angkut (freigh), dalam hal ini biaya pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar.
3. Biaya perjalanan yang terdiri dari:
4. Biaya telepon, dalam hal ini biaya telepon yang dikeluarkan untuk kepentingan penjualan barang.
5. Komisi yaitu uang yang diberikan kepada orang-orang tertentu yang telah ikut berjasa dalam transaksi jual beli barang, mungkin juga para salesman sendiri dan pihak-pihak lain.
6. Penyusutan alat-alat kantor bagian penjualan
7. Biaya administrasi penjualan
8. Biaya asuransi
9. Pajak
10. Biaya advertensi dan promosi

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done