Peran Pemimpin di Era Perubahan - webillian.com
News Update
Loading...

Peran Pemimpin di Era Perubahan

Peran Pemimpin di Era Perubahan



A. Memimpin Perubahan

Perubahan yang terjadi begitu pesat dan sulit diprediksi oleh setiap organisasi, menuntut pemimpin memiliki kemampuan menghadapi dan mengatasinya secara professional. Pemimpin organisasi harus dapat bertindak sebagai agen perubahan bagi anggota-anggotanya. Untuk itu, kedua pihak perlu diberlakukan proses pemberdayaan, sehingga masing-masing individu merasa siap menghadapi perubahan dan siap pada saat yang dibutuhkan. Pemberdayaan membutuhkan gaya kepemimpinan pertisipatif yang memberlakukan anggota sebagai mitra kerja. Dalam pemberdayaan, pemimpin mendelegasikan sebagian wewenang yang dimiliki kepada anggota agar anggota meras dipercaya oleh pemimpin dalam menyelesaikan masalah dalam organisasi. Dalam menghadapi era perubahan seperti saat ini, setiap pemimpin dituntut mampu melakukan perubahan strategis, perubahan fundamental, perubahan pendekatan kultural, perubahan partisipatif, dan perubahan hubungan. Dengan menguasai berbagai bentuk perubahan tersebut pemimpin siap mengelola perubahan, mengelola sumber daya manusia untuk memenangkan persaingan.

B. Memimpin Perubahan Strategis

Sebagian besar perubahan organisasi dilakukan dengan pendekatan organisasi terlebih dahulu baru diikuti perubahan individu yang terlibat didalamnya. Pengalaman menunjukan kesimpulan yang berkebalikan, yakni keberhasilan perubahan dimulai dengan mengubah individunya terlebih dahulu baru organisasinya. Perubahan individu dimulai dengan adanya kesadaran bahwa pada dasarnya setiap orang dalam benaknya telah memiliki “peta mental” tentang bagaimana mereka melihat organisasi dan pekerjaannya. Seorang pemimpin organisasi harus bisa menjadi pembuat peta, karena bila individu tidak melakukan pemetaan kembali apa yang ada dibenak mereka ada kecenderungan tidak dapat memecahkan suatu rintangan yang ada diotak seseorang. Memimpin perubahan strategis harus bersedia menghadapi tantangan dan hambatan serta mampu menerobos inovasi, melakukan pertumbuhan dan memiliki taktik menentukan perubahan

1. Tantangan

Perubahan strategis akan selalu dan tetap sulit sampai dapat digali semakin dalam untuk menemukan dasarnya. Pemimpin menghadapi brain barrier yang terbentuk dari peta mental yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu pembuat peta mental harus memahami, memecahkan dan menggambar ulang peta mental idividu satu per satu.

2. Hambatan

Penyebab kegagalan perubahan adalah :

a). gagal melihat perlunya perubahan

b). gagal bergerak melakukan perubahan

c). gagal menyelesaikan perubahan

untuk menjawab masalah tersebut, perlu dilakukan penyederhanaan dalam memikirkan perubahan karena alasan berikut:

1). Sesuatu menjadi praktis hanya apabila kita dapat dengan mudah mengingat dan mengulanginya.

2). Lebih baik mencapai hasil 80% daripada tidak sama sekali.

3. Menerobos Inovasi dan Perubahan

Dalam hal berupaya menerobos perubahan, pemimpin perlu memperhatikan hal-hal berikut:

a). Setiap perubahan penting berakar dari keberhasilan sebelumnya.

b). Keberhasilan merupakan indikator untuk melakukan sesuatu yang benar dan baik.

c). Perubahan dimulai dari pergeseran keadaan benar menjadi salah.

d). Perubahan tahap kedua dimulai dengan mengenal sesuatu yang kita asumsikan benar diwaktu lalu, sekarang menjadi salah. Setelah berjalannya waktu, sesuatu yang benar akan terlihat jelas.


Karena sesuatu yang benar masih baru, biasanya tidak dapat dilakukan dengan baik. Ini merupakan tantangan pada tahap perbahan ketiga. Penjelasan tersebut di atas meunjukkan bahwa kita harus menguasai tantangan dalam memimpin perubahan strategis dan mencari cara bagaimana menerobos brain barriers.

4. Taktik Menentukan Perubahan

a. Anticiatory change (perubahan antisipatif)

1) Antisipasi terhadap peubahan

2) Merumuskan peta baru dengan benar


b. Reactive change

1) Memberikan reaksi bahwa perubahan dibuttuhkan saat itu

2) Perubahan reaktif terjadi karena tanda perubahan terjadi

3) Gejala ini muncul pada pelanggan, pesaing, pemerintah, pemegang saham, pekerja, stakeholder dan lainya


c. Crisis change perubahan krisis dihadapi ketika tanda-tanda perubahan sudah tak terelakan lagi


5. Perbedaan taktik dan tingkat kesulitan perubahan

a. Perubahan reaktif lebih mudah dijalankan daripada perubahan antisipatif

b. Perubahan antisipatif sulit dijalankan tetapi lebih murah

c. Semakin sulit perubahan biayanya semakin murah

d. Perubahan antisipatif merupakan tang tersulit dan yang paling mudah adalah perubahan krisis


C. MEMIMPIN PERUBAHAN FUNDAMENTAL

Perubahan fundamental adalah perubahan yang mendasasr, perubahan yang menyangkut prinsip-prinsiop sehinggan berdampak sangat beasar dan luas bagi organisasi yang bersangkutan. Untuk memimpin perubahan secara efektif pendekatannya disebut EASIER

1. Envisioning

a. Mendefinisikan visi secara jelas

b. Merumuskan gambaran organisasi untuk masa depan


2. Activating

a. Mengaktifkan follower

b. Komitmen terhadap visi


3. Supporting

a. Memberi inspirasi follower

b. Pemimpin herus punya emapti yang kuat

c. Pemimpin harus jujur, dan memberikan kepercayaan kepada anggota


4. Implementing

a. Memastikan bahwa semua konsekuensi perubahandapat dimengerti

b. Mengidentifikasi semua tindakan yang harus dilakukan untuk perubahan

c. Membagikan tanggung jawab untuk berbagai tindakan

d. Membangun prioritas berbagai tindakan

e. Mengusahakan anggaran yang dibutuhkan

f. Menetapkan tim dan struktur yang diperlukan untuk implementasi

g. Membagikan hak sumberdaya manusia terhadap tugas

h. Menetapkan tujuan untuk program perubahan

i. Mempertimbangkan kebijakan yang diperlukan untuk membuat proeses implementasi berjalan


5. Ensuring

a. Memastikan bahwa implementasi dilakukan sesuai rencana

b. Memastikan hasil yang diingikan dapat dicapai


D. MEMIMPIN BERBSASIS KULTURAL

Cultural leader adalah orang yang mampu memberi contoh, menyeimbangkan human value dengan tugas pekerjaan. Tigas cultural leader membuat jelas bagaimana masalah manusia dan operasional disatukan. Maka dari itu pemimpin harus memberi kesempatan kepada anggota untuk melakukan :


1. Memimpin pekerja sekarang

a. Menciptakan lingkungan yang tepat

b. Menyusun proses yang tepat


2. Produktivitas tinggi dapat dicapai dengan lebih mudah


E. MEMIMPIN BERDASAR HUBUNGAN

1. Pengertian

Memimpin berdasar hubungan dilakukan dengan mengintegrasikan semua kemungkinan hubungan yang dapat dilakukan. Pemimpin harus bisa mengintegrasikan saling ketergantungan dengan keberagaman.

2. Memahami saling ketergantungan dan keberagaman

a. Saling ketergantungan didorong oleh teknologi yang menghubungkan setiap orang dan setiap hal. Sementara keberagaman berkepentingan dengan karakter yang berbeda satu sama lain

b. Keberagaman meningkatkan prioritas baru




DAFTAR PUSTAKA




Siswanti, Yuni. 2015. Meraih Kesuksesan Organisasi dengan Kepemimpinan Manajerial yang ‘Smart’ Dengan Pendekatan Riset Empiris. Yogyakarta : Etose Digital

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done