Penyebab Terjadinya Pengangguran dan Cara Mengatasi Pengangguran - webillian.com
News Update
Loading...

Penyebab Terjadinya Pengangguran dan Cara Mengatasi Pengangguran


Penyebab Terjadinya Pengangguran dan Cara Mengatasi Pengangguran


Pengangguran dapat terjadi karena beberapa sebab diantara nya:


1. Perubahan struktural


Seperti disebutkan Reynold, masters danMoser jenis pengangguran ini terjadi karena tidak sepadan/ketidak cocokan antara kulifikasi pekerja yang membutuhkan pekerjaan dengan persyaratan yang diinginkan. Hal ini biasanya terjadi karena adanya perubahan struktur ekonomi. Struktur ekonomi dapat diamati dari dominasi konstribusi sektoral terhadap produksi nasional (regional). Bila sektor industri memberikan konstribusi paling besar terhadap PDB dibanding dengan sektor lainnya, maka struktur perekonomian tersebut adalah industri, atau sebaliknya (Sadono Sukirno) katakanlah dalam suatu negara atau daerah terjadi pergeseran struktur ekonomi dari pertanian ke sektor industri. Dampak selanjutnya, adalah dibutuhkannya kualifikasi pekerjaan yang cocok disektor industri. Ketika persyaratan ini tidak terpenuhi, maka tenaga kerja yang ada menjadi tidak terpakai, kecuali terjadi penyesuaian kualifikasi seperti yang dibutuhkan.




2. Pengaruh Musim

Perubahan musim terjadi bukan hanya disektor pertanian saja. Tetapi sektor terjadi juga pada sektor lain. Pada liburan dan tahun baru, misalnya suasana sektor jasa tansportasi dan pariwisata menjadi sangat sibuk dibanding dengan hari-hari biasa. Begitu pula hari menjelang, sedang dan bulan suci Ramadhan, nampak permintaan antara barang dan jasa meningkat dan selanjutnya akan membawa dampak otomatis terhadap permintaan tenaga kerja disektor yang bersangkutan.



3. Adanya hambatan (ketidak lancaran) bertemunya pencari kerja dan lowongan kerja

Jenis pengangguran ini biasanya terjadi karena hambatan teknis (misalnya waktu dan tempat). Sering terjadi pencari kerja tidak mendapat informasi yang lengkap tentang lowongan kerja. Sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mendapat lowongan pekerjaan tersebut. Pilihannya adalah tidak bekerja. Karena kondisi sudah tidak kondusif lagi.



4. Rendahnya Aliran Investasi

Investasi merupakan komponen aggregate demand yang mempunyai daya ungkit terhadap perluasan tenaga kerja. Perubahan investasi membawa dampak output (pendapatan). Secara otomatis meningkatnya output akan membutuhkan sumberdaya untuk proses produksi (modal, tenaga kerja, dan input lainnya). Dengan demikian permintaan tenaga kerja akan meningkat dengan adanya peningkatan dan pengeluaran otonom tadi.



5. Rendahnya Tingkat Keahlian

Keahlian dan produktifitas sangan erat. Orang yang memiliki keahlian akan memiliki produktifitas tinggi karena ia mampu memanfaatkan dirinya pada aktivitas ekonomi produktif. Untuk meningkatkan keahlian dapat dilakukan dengan cara diantaranya adalah melalui pendidikan, atihan, magang, pendidikan formal, membangkitkan kecerdasan tenaga kerja lewat pembinaan motifasi kerja.



6. Diskriminasi

Diskriminasi bukan hanya pada warna kulis saja, tetapi pada tingkat pendidikan, ekonomi, hukum, agama dan lainnya. Misalnya bila pendidikan dan pengembangan SDM tidak diberikan seluas-luasnya kepada publik, dampak selanjutnya adalah terpuruknya sumber SDM. Dan dalam jangka panjang kesempatan akan sulit diraih oleh tenaga kerja.



7. Laju Pertumbuhan Penduduk

Hal-hal yang tidak diinginkan dari persoalan penduduk diantaranya adalah apabila pertumbuhan penduduk bersamaan dengan munculnya karakteristik berikut:

a) Tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai,
b) Rendahnya anggaran pendidikan,
c) Rendahnya tingkat kesehatan,
d) Tidak seimbang dengan laju pertumbuhan tenaga kerja,
e) Rendahnya pembentukan modal,
f) Rendahnya kualitas tenaga pendidikan,
g) Rendahnya balas jasa disektor pendidikan,
h) Rendahnya daya beli masyarakat,
i) Minimnya sumber daya ekonomi yang bisa di eksploitasi,


Bila kendala-kendala diatas bisa dieleminir atau bahkan dapat ditemukan pemecahannya, maka persoalan pertumbuhan penduduk tidak akan terlalu jadi masalah. Bahkan boleh jadi bisa menjadi pendorong pembangunan.




Tingkat Pengangguran di Indonesia

Data BPS (Badan Pusat Statistik) Analisis Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), pada tahun 2004, jumlah angka pengangguran terbuka di Indonesia, tercatat sebanyak 9,90% dari sekitar 100 jutaangkatan kerja yang ada. Untuk tahun 2005 mengalami kenaikan yang sangatsignifikan sebesar 1,34%. Banyak faktor yang mengakibatkan munculnya masalah pengangguran ini. Salah satu faktor yang paling menentukan adalah ketidak mampuan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk menyerap tenaga kerja secara signifikan.


Akibat dari banyak penduduk yang menganggur berimplikasi langsung pada munculnya masalah yang lebih kompleks, yaitu kemiskinan, yang antara lain ditandai oleh jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinandan penduduk yang rentan untuk jatuh ke bawah garis kemiskinan





Dampak Yang Diakibatkan Dari Pengangguran


Adapun dampak dari pengangguran antara lain:

1. Dampak Pengangguran Bagi Pembangunan Nasional

Dampak pengangguran bagi pembangunan dapat dilihat melalui hubungan antara pengangguran dan indikator-indikator berikut:

a. Pendapatan Nasional Dan Pendapatan Per Kapita

Apabila tingkat pengangguran semakin tinggi, maka komponen upah akan semakin kecil. Dengan demikian, nilai pendapatan Nasional pun akan semakin kecil.

b. Penerimaan Negara

Salah satu penerimaan Negara adalah pajak, diantaranya pajak penghasilan. Pajak penghasilan diwajibkan bagi orang-orang yang bekerja. Apabila tingkat pengangguran meningkat maka jumlah orang yang membayar pajak penghasilan berkurang. Akibatnya penerimaan Negara pun berkurang.

c. Beban Psikologis

Semakin lama menganggur, semakin besar beban psikologis yang ditanggung. Secara psikologis, orang yang menganggur menpunyai perasaan tertekan, sehingga berpengaruh dalam berbagai prilakunya dalam kegiatan sehari-hari.

d. Biaya sosial

Dengan semakin besarnya jumlah penganggur, semakin besar pula biaya sosial yang harus dikeluarkan. Biaya sosial itu menyangkut atas tugas-tugas medis, biaya keamanan, dan biaya proses peradilan sebagai akibat meningkatnya proses kejahatan.






2. Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian suatu Negara


Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalamkeadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuaru Negara felatif tinggi, hal ini akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan. Hal ini terjadi karena pengangguran berdampak negatif terhadap perekonomian seperti yang dijelaskan dibawah ini:


a. Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapai. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah dari pada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai masyarakat pun akan lebih rendah.


b. Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sektor pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian menurun sehingga pendapatn masyarakat pun akan menurun. Denagn demikian, pajak yang akan dibayar masyarakat pun akan menurun.


c. Pengangguran tidak menggalakan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menyebabkan daya beli masyarakat berkurang sehingga permintaan akan barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak akan merangsang investor untuk melakukan peluasan atau pendiarian industri baru. Dengan demikian, tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak akan terpacu.








Cara Mengatasi Pengangguran


Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam mengurang jumlah pengangguran di Indonesia, namun masih saja pengangguran tidak berkurang bahkan lebih bertambah setiap tahunnya di karenakan tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan.

Menurut Paul A. Samuelson dan Wiliam D. Nurdhaous dalam bukunya Ekonomi mengemukakan cara-cara mengatasi pengangguran yaitu sebagai berikut:

a. Memperbaiki pasar tenaga kerja
b. Menyediakan program pelatihan
c. Menciptakan program padat karya

Selain hal tersebut di atas, sesuai dengan GBHN 1999, pemerintah Indonesia hendaknya:

a) Mengembangkan tenaga kerja secara menyeluruh dan terpadu yang diarahkan pada peningkatan kompetensi dan kemandirian tenaga kerja peningkatan pengupahan, penjaminan kesejahteraan, perlindungan kerja dan kebebasab berserikat, dan

b) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penempatan tenaga kerja ke luar negeri dengan memerhatikan kompetensi, perlindungan, dan pembelaan tenaga kerja yang di kelola secara terpadu dan mencegah timbulnya eksploitasi tenaga kerja.





Pengaruh Inflasi Terhadap Pengangguran


Inflasi yang tinggi akan mendorong produsen melakukan efesiensi terhadap industrinya, seperti merasionalkan tenaga kerja atau melakukan perampinagan organisasi perusahaannya yang berakibat semakin bertambahnya jumlah pengangguran. Penawaran tenaga kerja semakin bertambah sedangkan permintaan terhadap tenaga kerja kian berkurang. Tenaga kerja yang menganggur terpaksa harus mau menerima uapah yang rendah tiadak jarang pula lebih rendah nilainya dari pada harga barang-barang kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Share with your friends

Give us your opinion

1. Berkomentarlah dengan sopan dan santun
2. komentar selalu dimoderasi
3. boleh meninggalkan link aktif dengan catatan berkomentar sesuai
dengan topik yang dibahas
4. semua komentar negatif seperti hoax, menyinggung, sara, pornografi, politik, dan hal negatif lain akan dihapus

Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done