webillian.com >
News Update
Loading...

Pemrograman

[pemrograman][recentbylabel]

Blogger

[blogger][recentbylabel]

Teknologi

[teknologi][recentbylabel]

Iklan

Jenis-Jenis Bakat Yang ada Pada Diri Manusia Yang Harus Anda Ketahui!

Jenis-Jenis Bakat Yang ada Pada Diri Manusia Yang Harus Anda Ketahui! - Di dalam sebuah kehidupan pastinya tidaklah lepas dari bakat, untuk dapat menghadapi pekerjaan, pendekatan berbasis kekuatan menjadi penting. Setiap orang mempunyai kekuatan dan sumber daya untuk memberdayakan dirinya. Pendekatan berbasis kekuatan ini, asumsinya bahwa keberadaan manusia sudah ditakdirkan sejak lahir dan tidak berubah (nature).

Konsep pengembangannya adalah menggali dan menemukan kekuatan maupun kelemahan dirinya, seraya menyalurkan kekuatannya dan menyiasati kelemahannya. Di pihak lain pendekatan berbasis kompetensi berlandaskan asumsi bahwa keberadaan manusia itu bisa berubah (nature). Berbekal dengan keyakinan tersebut, konsep pengembangan manusia, dilakukan dengan analisa kesenjangan (gap analysis).

34 Jenis Bakat Dalam Diri Manusia Untuk Memotivasi Diri yang Harus Anda Kenali


Cara untuk menemukan kekuatan, bakat, potensi diri untuk memotivasi yang bisa menjadi penanda sebagai berikut:


1. Seseorang merasa senang saat melakukannya (enjoy), untuk menguji apakah kita sungguh menyukai aktivitas tersebut atau tidak, jawab pertanyaan ini dengan sejujurnya. Apakah aku tetap akan melakukannya meskipun tidak seseorangpun menghargai hasil karyaku?. Katakanlah seseorang yang suka masak selalu mengisi waktunya dengan memasak, terus berlatih, tak peduli walaupun orang lain tak menyukainya.

2. Seseorang dapat melakukan sesuatu dengan rasa mudah (easy), ketika kita merasakan dapat menguasi keterampilan tersebut dengan mudah sementara orang lain dengan susah payah.

3. Bila orang tersebut mencapai hasil yang maksimum (excellent).

4. Dari apa yang dilakukan dari ketiga hal diatas, kemudian akan menghasilkan pendapatan (earn).
Seseorang yang berhasil dalam memanfaatkan bakatnya bagi pengembang profesinya, potensi. Kekuatan akan memiliki ciri 4E.

Apakah itu 4E?

1. ENJOY,
2. EASY,
3. EXCELLENT,
4. EARN.

Jadi pandangan alamiah (nature) mengenai bakat saling bertemu dengan pengalaman beraktivitas sebanyak mungkin. Bakat sudah ada sejak lahir, namun baru ada sebagai potensi. Bakat baru berkembang jika bakat itu digunakan dalam berbagai aktivitas yang memanfaatkannya untuk memotivasi diri. Demikian pula seseorang tidak serta merta menjadi ahli dalam satu bidang, bila tidak dipengaruhi lingkungan yang sesuai.

Dalam artikel ini akan menjelaskan tentang 34 Jenis bakat dalam diri manusia untuk memotivasi diri sepertai uraian yang diadopsi dari tipologi Buckingham, sehingga Anda dapat menemukan bakat apa yang telah Anda temukan dan bakat apa yang harus Anda cari atau peroleh.

34 Jenis Bakat Dalam Diri Manusia Untuk Memotivasi Diri


1. Achiever (manusia prestasi).


Bakat ini merupakan orang yang memiliki dorongan internal yang kuat untuk berprestasi. Merupakan seorang pekerja keras dan memiliki stamina tinggi. Kepuasan hidup berasal dari kesibukan dan pencapaian hasil. Tidak pernah puas dengan pencapaian saat ini. Target pun dipasang sedemikian tinggi, supaya bisa mendapatkan yang diinginkan.

Bakat ini paling sering ditemukan pada;
• Penjual (salesman),
• Teknisi proyek,
• Teknisi lapangan,
• Pekerja lapangan,
• Relawan,
• Petugas SAR (Search and Rescue:Tim pencari dan penyelamat).

2. Activator (suka mengaktifkan).


Bakat ini lebih suka memulai sesuatu yang bersifat konkrit. Dapat membuat sesuatu terjadi dengan mengubah pikiran menjadi tindakan. Mulai usaha baru atau melakukan perubahan besar merupakan keinginan terbesar. “Kapan saya dapat mulai?” pertanyaan ini yang terus terlontar dalam benak orang yang memiliki tipe ini. Tidak sabar untuk bertindak. Berani mengambil tindakan, kendati belum cukup informasil baginya kesalahan merupakan proses belajar.

Bakat ini paling sering ditemukan pada;
• Wirausahawan,
• Penjual,
• Usaha-usaha baru yang memerlukan perubahan.

3. Adaptability (manusia penyesuai diri).


Bakat ini merupakan orang yang mudah menyesuaikan diri dengan keadaan. Bisa melakukan tugas yang diterima pada saat itu juga. Bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan rencana yang tidak disangka-sangka, tanpa ada tanda-tanda kekecewaan. Hidup orang tipe ini berada pada situasi tertentu, walaupun rencana berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Perubahan menjadi teman, bukan musuh.

Bakat ini paling sering ditemukan pada antara lain;
• Wartawan,
• Produksi televisi untuk siaran langsung,
• Perawat gawat darurat,
• Layanan konsumen,
• Pemadam kebakaran,
• Penyampai pesat/surat.

4. Analytical (suka analisa).


Bakat ini terbiasa bicara dalam bahasa data. Cenderung untuk berpikir dengan pola sebab akibat. Tidak bisa menerima rumor hanya fakta yang dapat diterima. Selalu memerlukan bukti. Contohnya, “Tunjukanlah pada saya bagaimanakah pernyataan itu terdokumentasi, dan bahwa itu merupakan kebenaran!”.

Bakat ini sering terdapat dalam peran berikut;
• Analis,
• Periset (pemasaran, keuangan, kesehatan),
• Manajemen database,
• Editor,
• Programmer,
• Manajemen risiko,
• Akuntan,
• Konsultan manajemen.

5. Arranger (manusia yang suka mengorganisasi).


Bakat ini punya kemampuan untuk menyelaraskan keberagaman. Bisa mengorganisir, tetapi juga punya kelenturan untuk membantu pengaturannya. Selalu berusaha untuk memikirkan sesuatu kembali. Slogannya adalah, “Pasti ada jalan yang lebih baik!” Seorang koordinator saat berhadapan dengan situasi sulit yang melibatkan banyak faktor. Suka mengatur segala sesuatu, meluruskan dan meluruskan lagi sampai yakin bahwa telah mengaturnya secara sangat produktif.

Peran-peran yang sesuai antara lain sebagai berikut;
• Manajer,
• supervisor,
• Event organizer (penyelenggara kegiatan),
• Programmer.

6. Belief (teguh dalam keyakinan).


Bakat ini merupakan seseorang yang memiliki keyakinan dan tata nilai yang tidak pernah berubah. Yang paling utama pada diri adalah menjadi bagian dari kegiatan yang bermanfaat bagi dunia. Komitmen pada keluarga menjadi hal yang sangat bernilai. Mendahulukan orang kain dan menjaga etika menjadi kontribusi tebesar orang tipe ini. Kesuksesan dalam hal tersebut melampaui uang dan gengsi.

Peran-peran yang bisa dijalankan antara lain;
• Perawat,
• Pekerja sosial,
• Relawan,
• Layanan konsumen,
• Perawatan (maintenance).

7. Command (naluri mengomando).


Bakat ini mempunyai bertanggung jawab yang tinggi. Tetapi orang lain terkadan melihatnya sebagai “suka mendesak atau memaksa”. Suka mengambil alih situasi, memaksa orang lain melihat cara orang tipe ini dalam sesuatu. Menggunakan perintah sebagai cara untuk mengambil alih tugas. Tidak akan berhenti sampai puas atas hasil kerja menurut orang tipe ini. Berani bertatap muka secara langsung (Face to Face).

Peran-peran yang sesuai antara lain;
• Penjual,
• Negosiator,
• Wartawan,
• Pengacara,
• Komandan (militer),
• HRD (Human Resources Development: pengembang sumberdaya manusia),
• pembelian.

8. Communication (komunikasi).


Bakat ini merupakab tipe orang yang senang berkomunikasi. Kesenangannya adalah berbicara di depan publik dan menulis. Bisa mengungkapkan pikiran dengan kata-kata atau tulisan yang mudah dimengerti. Bisa mengangkat suatu topik kering dan membuatnya menarik dengan bumbu-bumbu yang berwarna-warni.

Peran-peran yang sesuai tipe ini antara lain;
• Pengajar,
• Penjual,
• Pemasar,
• Humas,
• Juru bicara,
• Juru kampanya,
• Presenter,
• Master of ceremony,
• Pengacara,
• Penulis,
• Layanan konsumen.

9. Competition (kompetisi).


Bakat ini selalu membandingkan kemajuan diri dengan orang lain, dalam berbagai perlombaan, selalu berusaha menjadi nomor satu. Mencapai target tanpa mengalahkan orang lain, bagai orang tipe ini terasa sebagai kemenangan kosong. Menyukai para pesaing, karena mereka yang membangkitkan semangat orang tipe seperti ini. Suka perlombaan, karena dari sana akan ada pemenang terutama perlombaan yang kemungkinan besar menjadi pemenangnya.

Peran-peran yang sesuai untuk bakat ini adalah;
• Penjual,
• Pelatih olah raga,
• Olahragawan.

10. Connectedness (sambung batin).


Bakat ini selalu merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dan saling terkait. Memiliki keyakinan dalam menjelaskan gejala secara “batin”. Penuh pertimbangan, penuh perhatian, mudah menerima, merupakan julukan yang tepat bagi orang tipe ini.

Yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya. Di dalam hati, tahu bahwa kita semua saling berkaitan.

Bakat ini sering dijumpai dalam peran-peran sebagai berikut:
• Pendengar dan pemberi saran atau sering disebut konselor,
• Pemimpin dalam membangun tim yang berbeda kelompok atau membantu orang agar merasa berguna.

11. Consistensy / Fairness (ajeg dan adil).


Tipe ini memiliki bakata untuk melihat “kesamaan” dalam diri setiap orang. Dalam kehidupan yang penuh perubahan ini, selalu berusaha mencari kesetaraan. Semua orang harus diperlakukan dengan sama tidak peduli apa yang mereka lakukan atau siapakah mereka. Tidak berat sebelah itu penting. Benar-benar sadar akan perlunya memperlakukan orang secara adil, apapun jabatannya, sehingga tidak ingin berpihak pada kepentingan satu orang tertentu saja.

Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat pada peran-peran seperti:
• Hakim,
• Quantty surveyour,
• Petugas commisioning (penyelaras ahir) atau peran yang bisa memiliki kekuatan untuk menyamakan aturan main,
• Petugas kontrol terhadap kesesuaian atas standar, seperti kepatuhan dan lain sebagainya.

12. Context (senang menghubungkan masa lalunya dengan masa yang akan datang).


Sejarah merupakan hal yang penting. Bakat ini Suka belajar melalui riset dan studi tentang masa lalu. Masa lalu bagi orang tipe ini merupakan cetak biru sebab dan akibat. Apa yang telah terjadi merupakan pegangan untuk mengerti apa yang terjadi sekarang. Memandang ke belakang karena di sana ada jawaban-jawabanya. Memandang kebelakang untuk memahami masa sekarang.

Peran-peran yang sesuai adalah:
• Guru sejarah,
• Arkeolog,
• Penyusun budaya perusahaan,
• Hakim.

13. Deliberative (hati-hati penuh perhitungan).


Bakat ini Merupakan tipe orang yang hati-hati, terkadang skeptis. Juga suka menimban semua risiko. Selalu bertindak secara sadar, selalu berpikir sebelum bertindak, selalu melihat sebelium melompat. Merupakan pribadi yang khusus, yang memilih sahabat dengan hati-hati. “What if” itulah menjadi pertanyaan yang akan muncul karena kewaspadaan dan prasangka dari jenis bakat tersebut.

Peran-peran yang sesuai adalah:
• Pilot,
• Pemberi saran atau nasehat (terutama untuk urusan legal, membuat kontrak bisnis atau memastikan kesesuaian dengan peraturan/standar/kode),
• Tenaga keuangan,
• Petugas keamanan.

14. Developer (suka membantu seseorang untuk berkembang).


Bakat ini Memiliki kemampuan untuk melihat potensi orang lain. Senang bila melihat orang lain berhasil. Ketika berinteraksi dengan orang lain, bersedia menolong mereka mencari jalan untuk mencapai tujuan.

Bakat ini bisa ditemukan dalam peran-peran,seperti:
• Manajer,
• Guru,
• Mubaligh,
• Pelatih,
• Pembimbing,
• Perkerja sosial.

15. Dicipline (disiplin).


Bakat ini merupaka seseorang yang piawai dalam menciptakan sistem dan prosedur atau jadwal. Beresonansi dengan dunia yang teratur. Baginya dunia harus dapat diperkirakan, teratur dan terencana. Jadwal dan batas waktu harus ada, karena biasanya membagi-bagi jadwal dalam batasan lebih sempit dengan rencana jangka pendek yang bisa dijalanlan secara lebih teliti.

Peran-peran yang memanfaatkan bakat ini antara lain:
• Tenaga keuangan,
• Sekretaris,
• Administrasi,
• Petugas ISO (International Standard Organization),
• Kearsipan,
• Akutansi,
• Ahli MIS (Management Infromation System),
• Programmer.

16. Emphaty (Empati:dapat merasakan perasan orang lian).


Bakat ini merupakan seseorang yang dapat merasakan emosi orang lain. Memiliki kemampuan tersebut dengan membayangkan berada pada posisi orang tersebut, meskipun tidak selalu perlu setuju dengan perasaan tersebut. Dapat “mendengar” pernyataan yang tidak terungkap.

Bakat ini biasanya ditemukan dalam peran-peran seperti:
• Penjual,
• HRD,
• Guru TK/SD,
• Juru rawat,
• Operator telephone,
• Psikiater/psikolog,
• Penghantar pesan/surat,
• Layanan konsumen.

17. Focus (fokus).


Bakat ini merupakan orang yang selalu memiliki tujuan, arah dan mengoreksinya bila terjadi penyimpangan. Mudah merasa bosan bila tidak memiliki tujuan hidup atau tujuan pekerjaan. Bisa menetapkan tujuan-tujuan setiap tahun, setiap bulan, bahkan setiap minggunya. Selalu mengarhkan setiap orang pada tujuannya.

Peran yang sesuai untuk anda dengan bakat ini adalah:
• Project officer,
• Team leader,
• Tugas-tugas yang memerlukan fokus.

18. Futuristic (memandang masa depan).


Bakat ini Selalu melihat jauh ke depan. Dapat memberi inspirasi pada rekan lainnya dengan visi masa depan. Tertarik pada hal-hal yang mungkin terjadi pada bulan-bulan, tahun-tahun, bahkan dekade mendatang. Memiliki banyak pilihan kemungkinan sumber daya manusia, waktu, uang, bahan untuk situasi mendatang dan memilihnya sesuai dengan pilihan yang terbaik.

Bakat ini sering terdapat dalam peran-peran seperti:
• Wirausahawan (terutama yang memulai dari awal),
• Perencana jangka panjang,
• Pemimpin yang visioner,
• Peran dalam membuat visi organisasi atau mengembangkan produk baru.

19. Harmony (Selaras).


Bisa bekerja sama dengan semua orang. Tidak menyukai adanya konflik. Setiap kali merasakan adanya perbedaan pendapat atau perdebatan, akan menaruh perhatian terhadap ucapan yang pernah dikeluarkan, apa yang terjadi dan berusaha berdamai dengan orang lain. Menganggap pertentangan dan gesekan tidak ada hasilnya, sehingga berusaha mengurangi sekecil mungkin.

Peran-peran yang banyak memanfaatkan bakat ini antara lain:
• Pembangun jejaring antara orang-orang dengan cara pandang beda,
• Juru damai,
• Penasehat.

20. Ideation (Penggagas).


Bakat ini penuh dengan gagasan dan kreatif. Menyukai diskusi kelompok yang bebas dan memungkinkan brainstroming (sumbang saran). Tergila-gila pada ide. Apakah ide itu? Ide adalah konsep, penjelasan terbaik akan berbagai kejadian. Memiliki cara sederhana untuk menjelaskan banyak kejadian, konsep yang sangat mendasar. Sering kali dapat menjelaskan apa yang kelihatannya rumit. Hal ini yang menyenangkan bagi orang tipe ini adalah menemukan ide yang belum lengkap. Penemuan, selalu bersemangat dengan ide-ide baru.

Bakat ini seringkali tercakup dalam kumpulan bakat pada peran-peran seperti:
• Pemasaran,
• Permbuat iklan,
• Wartawan,
• Perancang atau pengembang produk baru.

21. Includer / Inclusiveness (merangkul semua potensi).


Bakat ini punya kecenderungan untuk menerima semua orang. Selalu berusaha agar semua orang mempunyai rasa memiliki kelompok. “Memperbesar kelompok” merupakan pandangan hidupnya. Membuat semua orang merasa sebagai bagian dari kelompok merupakan hal penting. Dalam kelompok, semua orang akan merasakan manfaat dari dukungan orang lain. Kita semua sama-sama penting. Tidak ada seorang pun yang boleh diabaikan.

Peran-peran yang memanfaatkan bakat sebagai salah satu unsurnya antara lain:
• Motivator kelompok,
• Wakil suara,
• Minoritas,
• Pemimpin kelompok dengan keragaman budaya,
• Mentor karyawan baru.

22. Individualization (suka orang-per-orang).


Bakat ini bisa menganali keunikan setiap orang secara individual, bukan secara kelompok.
Orang yang berbakat individualization dapat mengajukan pertanyaan yang tepat dalam mengumpulkan informasi dan menguji apakah pendapatnya mengenai bakat, keterbatasan dan suasana perasaan seseorang, cocok. Secara naluriah dia mengamati gaya, motivasi, cara berpikir, dan cara membina hubungan masing-masing orang.

Bakat ini sesuai dengan peran-peran berikut;
• Manajer,
• Penasehat,
• Rekrutmen,
• Penyelia,
• Pengajar,
• Penulis artikel tentang manusia,
• Tenaja penjual,
• Novelis,
• Pejabat unit SDM.

23. Inputan (masukan).


Bakat ini memiliki hasrat untuk mengetahui lebih jauh dan ingin memperbaiki terus menerus. Ingin tahu segala hal. Mengumpulkan segala macam benda. Mengumpulkan informasi, artikel, fakta, buku, bahkan catatan atau juga barang-barang seni seperti kupu-kupu, boneka atau foto-foto yang sudah kumal. Apapun koleksinya, dia mengumpulkannya karena itu menarik baginya.

Bakat ini termasuk dalam kelompok bakat yang ada dalam peran-peran seperti;
• Pengajar,
• Periset,
• Wartawan,
• Estimator,
• Petugas arsip.

24. Intellection (pemikir).


Bakat ini suka berpikir, instropeksi, suka meneliti khususnya yang berkaitan dengan filosifi. Seorang pemikir mendalam, yang suka membaca puisi dan berusaha memahami diri sendiri. Menyendiri merupakan saat-saat berharga untuk menghibur diri dan suka melatih sarag otaknya.

Bakat ini merupakan salah satu bakat yang sering terdapat dalam peran-peran seperti;
• Ahli filsafat,
• Sastrawan,
• Psikolog.

25. Learner (pembelajar).


Bakat ini selalu tertantang untuk belajar. Menyukai proses mendapatkan informasi atau ketrampilan baru sepanjang hidup. Senang belajar. Materi pokok yang menarik kebanyakan akan ditentukan oleh tema-tema bakat lain dan pengalaman. Namun, apapun bidangnya, akan selalu tertarik pada proses belajar.

Peran-peran yang menantang bakat ini adalah;
• Konsultan (internal atau eksternal),
• Teknisi informasi dan teknologi,
• Programmer,
• Guru,
• Katalisator perubahan.

26. Maximizer (suka yang “ter...”).


Kesempurnaan bukan sekedar baik, tetapi menjadi ukuran standar orang tipe seperti ini. Cenderung untuk mempelajari yang terbaik dan membuatnya menjadi lebi baik lagi.
Sangat terpikat pada kekuatan-kekuatan, entah itu milik dirinya sendiri atau milik orang lain.

Peran-peran yang sesuai dengan bakat ini adalah;
• Pelatih tim juara,
• Manajer,
• Mentor,
• Guru,
• Pemimpin yang menggerakan perubahan.

27. Positivity (selalu melihat dengan positif atau husnudhon).


Beberapa hal yang menjadi ciri tipe ini adalah ramah, penuh dengan pujian, cepat tersenyum. Spontan mencari hal-hal baik dari seseorang atau sitausi tertentu. Membuat orang-orang merasa senang, meningkatkan rasa percaya diri dan bersemangat. Banyak orang yang menginginkan dirinya seperti orang tipe ini.

Peran-peran yang cocok untuk tipe adalah;
• Pengajar,
• Penghibur,
• Motivator,
• Tenaga penjual,
• Manajer,
• Wirausahawan,
• Pemimpin.

28. Relator (hubungan baik).


Bakat ini senang mengenal orang lain secara lebih mendalam. Senantiasa berusaha untuk akrab dengan mereka. Menikmati hubungan yang dekat dengan orang lain secara pribadi dan akan merasa nyaman di dalamnya. Sekali terjalin hubungan, dengan sengaja akan membina hubungan lebih mendalam lagi.

Peran-peran yang baik untuk tipe ini adalah;
• Account executive (manager akunting),
• Katalisator (membantu cepatnya proses) dalam hubungan kepercayaan,
• Bisa menjadi model peran dalam hubungan kepercayaan.

29. Responsibility (tanggung jawab).


Bakat ini selalu berusaha untuk memegang janji. Secara psikologis, merasa berhutang untuk memenuhi apa yang telah dijanjikan, baik terucap maupun tidak. Akibatnya, sering tidak bisa memaafkan alasan-alasan yang sepele. Tidak peduli betapa sulitnya tugas yang diberikan, akan melaksanakan dengan sepenuh hati, apabila menerimanya,
Bakat ini memaksa orang tipe untuk mengambil alih tanggung jawab terhadap apapun yang telah dijanjikan, baik besar ataupun kecil.

Peran-peran yang sesuai adalah;
• Account sales,
• Pejabat keselamatan pabrik,
• Manajer,
• Staf keuangan,
• Kendali mutu (QC:Quality Control),
• Keamanan.

30.Restorative (memperbaiki).


Bakat ini senang memecahkan masalah, menemukan penyebab dan memperbaikinya. Memiliki kemampuan untuk mengembalikan segala sesuatu ke fungsi aslinya. Hidup penuh dengan kegiatan-kegiatan menganalisis “gejala”, menemukan apa yang salah dan mencari solusinya. Proses, rencana, taktik seperti juga barang dan bahkan manusia, semua dapat diperbaiki dan dapat dibuat menjadi lebih baik.

Bakat ini merupakan salah satu dari kumpulan bakat dalam peran-peran seperti;
• Ahli pengobatan,
• Konsulta organisasi,
• Layanan konsumen,
• Teknisi perbaikan,
• Terapis,
• Ahli rekayasa.

31. Self-assurance (yakin diri).


Bakat ini merupakan orang yang percaya diri. Memiliki panduan dari dalam diri untuk mengatur diri sendiri. Kepercayaan terhadap diri sendiri melebihi pandangan orang tentang dirinya sendiri. Menentukan pilihan yang cocok bagi diri sendiri, tanpa perlu pengakuan dari orang lain. lebih dari sekedar percaya diri, memiliki keyakinan bukan hanya dalam kemampuan, tetapi juga dalam mengambil keputusan.

Peran-peran ang cocok dalam tipe ini adalah;
• Pemimpin,
• Tenaga penjual,
• Wirausahawan.

32. Significance (suka menonjol).


Bakat ini memiliki kebutuhan untuk dilihat sebagai orang yang menonjol. Ingin didengar, berdiri di depan kerumunan orang. Penghargaan, bagi orang seperti ini sangat berarti. Karena itu, kurang suka bergaul dengan orang lain, organisasi ataupun kegiatan yang biasa-biasa saja atau tidak penting.
Secara khusus ingin dikenal dan dihargai karena kekuatan-kekuatan yang unik.

Tema bakat ini merupakan salah satu yang sering terpadat pada peran berikut;
• Tenaga pemasar,
• Presenter,
• MC,
• Juru kampanye,
• Tenaga penjual.

33. Strategic (ahli siasat).


Bakat ini bisa melihat pola dalam keadaan serumit apapun. Bisa menemukan lintasan atau jalan untuk mencapai suatu tujuan. “What if?” sebagai pertanyaan muncul karena banyaknya pilihan di depan yang harus diambil. Bisa memisahkan dan memilih sampai ditemukan jalan yang terbaik.

Peran-peran yang bisa dijalankan adalah;
• Pemimpin.
• Manajer,
• Perencana straregis.

34. WOO:Winning Others Over (menang dari orang lain).


Bakat ini selain ingin akrab dengan kenalan baru. Punya keinginan yang sangat kuat untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Bekerja sungguh-sungguh untuk mendapatkanya. Selalu bertutur sapa dengan semua orang yang baru ditemui. Selalu penasaran terhadap mereka. Ingin tahu nama mereka, membanjiri mereka dengan pertanyaa, dan menemukan pokok pembicaraan yang sama-sama diminati, sehingga bisa membuka percakapan.

Bakat ini muncul diantara bakat-bakat lainya dalam peran-peran seperti;
• Duta organisasi,
• Penjual,
• Sales promotion gril,
• Juru kampanya,
• Penghibur,
• Operator telepon,
• Resepsionis.




Demikian itulah Jenis-Jenis Bakat Yang ada Pada Diri Manusia yang telah dirangkum oleh webillian.com, silahkan Anda lihatlah bakat dalam diri anda untuk memotivasi diri anda, semoga artikel ini bermanfaat untuk Kita semuanya. Aamiin..

Pelaksanaan Jual Beli Online Dalam Islam

Pelaksanaan Jual Beli Online Dalam Islam


PENDAHULUAN

Berbisnis merupakan salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Agama Islam. Bahkan, Rasulullah sendiri telah menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang. Artinya, melalui jalan perdagangan inilah, pintu-pintu rezeki akan dapat dibuka. Jual beli merupakan sesuatu yang diperbolehkan, dengan catatan selama dilakukan dengan benar sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, peradaban manusia yang semakin tinggi serta teknologi yang terus berkembang menuntut kita untuk terus maju. Salah satunya adalah dalam bidang perdagangan. Teknologi yang canggih ini memungkinkan kita untuk menembus batas jarak, ruang dan waktu. Terobosan ini membuat kita dapat melakukan bisnis melalui dunia internet. Salah satu contoh teknologi yang sedang diminati oleh masyarakat luas yaitu penjualan produk secara online melalui media internet.

Hingga saat ini ada banyak situs-situs yang menyediakan jasa penjualan secara online, seperti zalora.com, berniaga.com, olx.co.id, kutubuku.com, dan sebagainya. Dalam melakukan bisnis ini, dukungan dan pelayanan terhadap konsumen tidak secara langsung akan tetapi menggunakan website, e-mail, BlackBerry Messenger, Facebook, Whatsapp, dsb. Dan dalam perkembangan zaman saat ini, fenomena jual beli online ini sangat berkembang dengan pesat di tengah-tengah kehidupan masyarakat sehari-harinya.

Pelaksanaan Jual Beli Online Dalam Islam - dalam pelaksanaan jual beli online dalam islam haruslah memperhatikan banyak hal yang termasuk dalam bisnis syariah dalam islam. apakah itu bisnis syariah dalam islam? Bisnis syariah merupakan sebuah bentuk implementasi atau perwujudan dari aturan-aturan syari’at Allah yang ada dalam dunia bisnis.

Sebenarnya bentuk dari bisnis syriah tidaklah jauh berbeda dengan bisnis pada umumnya, yaitu sebuah upaya dalam memproduksi barang ataupun jasa guna memenuhi kebutuhan konsumen. Namun, terdapat aspek syariah yang membedakannya dengan bisni pada umumnya.

Dalam bermuamalah pada dasarnya segala sesuatu dalam urusan dunia hukum asalnya adalah halal atau boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

Lalu yang menjadi pertanyaan, bagaimana Pelaksanaan Jual Beli Online tersebut ditinjau dari perspektif Islam? Jawaban atas pertanyaan tersebut akan kami ulas dalam makalah ini.


Berdasarkan firman Allah SWT dalam surat Albaqoroh ayat 29

Artinya :
“ Dia (Allah) adalah Dzat yang menciptkan semua yang ada di dalam bumi untuk kamu sekalian”.


A. JUAL BELI ONLINE


Pengertian Jual Beli Online


Jual beli online adalah jual beli yang dilakukan berbasis internet, yang mana transaksi jual beli tidak mengharuskan penjual dan pembeli bertemu secara langsung atau saling bertatap muka secara langsung, dengan mententukan ciri-ciri jenis barang, sedangkan uangnya bisa di bayar terlebih dahalu, baru barangnya diserahkan kemudian.

Berikut beberapa nama penyedia jasa jual beli online yang cukup terkemuka di Indonesia, antara lain:


a. LAZADA adalah pusat belanja online yangmenawarkan berbagai macam jenis produk mulai dari elektronik, buku, mainan anak, peralatan rumah tangga, perlengkapan bayi, alat kesehatan, dan alat kecantikan.

b. OLX merupakan tempat untuk mencari barang baru maupun bekas yang mempunyai kualitas seperti produk elektronik, rumah, peralatan rumah tangga, otomotif aneka jasa, dan bahkan lowongan kerja

c. ELEVENIA merupakan situs belanja online dengan mempunyai konsep marketplace  di Indonesia yang memberikan kemudahan dan keamanan dalam berbelanja. Situs ini juga menawarkan berbagai macam produk bagi mereka yang pecinta belanja online.

d. BUKALAPAK merupakan pasar daring (Online Marketplace) yang sangat terkenal di Indonesia, yang dimilki dan dijalankan oleh PT Bukalapak.seperti haknya situs layanan jual beli daring (online) dengan model bisnis. Bukalapak juga menyediakan sarana untuk berjualan dari konsumen untuk konsumen di mana pun, kapanpun, siapa pun bisa membuka daring untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak.


Karakteristik Bisnis Online:


a. Terjadinya transaksi antara dua belah pihak;
b. Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi;
c. Internet merupakan media utama dalam proses atau mekanisme akad terseubt.

Dari karakterisitik di atas, bisa dilihat bahwa yang membedakan bisnis online dengan bisnis off-line yaitu proses transaksinya (akad) dan media utamanya dalam proses tersebut. Apa itu Akad ? Akad merupakan unsur terpenting dalam suatu bisnis.

Ada 2 jenis Akad dalam Jual beli Online dalam Islam:

Ada 2 jenis Akad dalam Jual beli On-Line dalam Islam


1. As-Salaf atau As-Salam


Yaitu jual beli lewat cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu seperti spesifikasi, jumlah atau takaran, harga, tempat penyerahan barang yang jelas dan pembayaran secara tunai di muka secara penuh serta penyerahan barang yang di tangguhkan, ini berdasarkan dalil yang diriwayatkan dalam hadist Bukhori

Artinya :
“ Dari ibnu Abbas, ia berkata: Nabi SAW datang ke Madinah dan mereka (penduduk Madinah) jual-beli Salaf/Salam untuk pembelian kurma dua atau tiga tahun mendatang. Maka Nabi bersabda: “Barang siapa yang melakukan jual-beli Salaf/Salam dalam sesuatu, maka hendaklah dengan takaran yang ditentukan dan timbangan yang ditentukan sampai waktu yang ditentukan”.

2. Al-Ishtishna’


Yaitu jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan kriteria dan persyaratan tertentu, dengan pembayaran sesuai kesepakatan. Hal ini berdasarkan dalil yang diriwayatkan dalam hadist Bukhori.

Artinya:
“ Dari Sahl RA bahwa Nabi SAW menyuruh seorang wanita muhajirin yang memiliki seorang budak tukang kayu, Beliau bersabda kepadanya, “Perintahkanlah budakmu agar membuatkan mimbar untuk kami.” Maka Wanita itu memerintahkan budaknya. Lalu budak itu pergi mencari kayu di hutan lantas dia membuatkan mimbar untuk beliau.”

Beberapa ketentuan jual beli Salaf/Salam dan Istihna’:


1. Terkait pembayaran


a. Alat bayar haruslah jelas diketahui jumlah uangnya.
b. Dalam jual-beli Salaf/Salam, pembayaran harus dilakukan secara penuh pada saat transaksi disepakati, sedangkan dalam jual beli Ishtishna’ pembayaran boleh dilakukan sesuai kesepakatan (bisa dibayar dimuka, bisa dibelakang atau bertahap).

2.Terkait Barang


a. Harus spesifik dan bisa diidentifikasi secara jelas tentang klasifikasi, kualitas dan jumlahnya (jenis, merk, model, type, warna, ukuran, berat, dll)
b. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya.
c. Tidak boleh menukar barang kecuali dengan barang yang sejenis.

3. Terkait penyerahan barang


a. Penyerahan barang dilakukan di kemudian hari dengan ditentukan waktunya.
b. Tempat penyerahan barang sesuai dengan kesepakatan.
c. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas barang lebih tinggi, penjual tidak boleh meminta tambahan harga.
d. Penjual dapat menyerahkan barang lebih cepat dari waktu yang disepakati namun ia tidak boleh meminta tambahan harga.
e. Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas yang lebih rendah dan pembeli rela menerimanya maka pembeli tidak boleh meminta pengurangan harga.
f. Apabila semua atau sebagian barang tidak tersedia pada waktu penyerahan, atau kualitasnya lebih rendah sedangkan pembeli tidak ridlo menerimanya, maka pembeli memeiliki 2 (dua) pilihan; membatalkan transaksi dan meminta uang kembali atau menunggu sampai barang diganti sesuai pesanan.
g. Dalam hal terdapat cacat atau barang tidak sesuai kesepakatan, pemesan memiliki hak khiyar (memilih) untuk melanjutkan atau membatalkan transaksi.

Ada dua jenis komoditi yang menjadi objek transaksi online, yaitu barang/jasa non digital dan digital.


Transkasi online untuk komoditi non digital, pada dasarnya sesuai dengan transaksi As-salaf/As-salam atau Ishtishna’ dan barangnya harus sesuai dengan apa yang telah diterangkan ketika bertransaksi.


Sedangkan komoditi digital seperti e-book, software, script, data, aplikasi berbayar yang dalam bentuk file (bukan CD) diserahkan secara langsung kepada konsumen, baik melalui e-mail ataupun download. Hal imi seperti transaksi jual beli biasa.

Langkah-langkah agar jual-beli secara online diperbolehkan halal, dan sah menurut syariat islam:



Melaksanakan Bisnis Jual Beli Online Secara Syariah Yang Harus Anda Tahu!
Melaksanakan Bisnis Jual Beli Online Secara Syariah Yang Harus Anda Tahu!


1. Produknya Halal


Kewajiban menjaga hukum halal-haram dalam objek jual-beli tetaplah berlaku, termasuk dalam jual-beli secara online, mengingat Islam mengharamkan hasil perniagaan barang atau layanan jasa yang haram.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan dalam hadist Abu daud berikut ini:

Artinya:
“ Sesungguhnya bila Allah telah mengharamkan atas kaum untuk memakan sesuatu, maka Dia mengharamkan pula hasil penjualannya”.

2. Kejelasan status.


Di antara poin penting yang harus diperhatikan dalam setiap jual-beli adalah kejelasan status penjual. Apakah sebagai pemilik, atau sebagai perwakilan dari pemilik barang, sehingga berwenang menjual barang. Ataukah sekedar seorang pedagang yang tidak memiliki barang namun bisa mendatangkan barang yang ditawarkan.

Apabila barang yang ditawarkan merupakan miliknya (hasil produksi sendiri atau sudah dibeli dari pihak pemasok), maka boleh menyampaikan dalam promosinya dengan kata-kata “menjual”, “dijual” atau “for sale”. Sedangkan apabila barang tersebut bukan miliknya dan atau dirinya bukan perwakilan dari distributor barang tersebut, maka tidak boleh mengatakan “saya jual”, atau “dijual”, namun menggunakan kata-kata “siap dipesan”, “menerima pesanan”, “silahkan pesan” atau “silahkan order”.

3. Kesesuaian harga dengan kualitas barang.


Dalam jual-beli online, kerap kali dijumpai banyak pembeli merasa kecewa setelah melihat barang yang telah dibelinya secara online. Entah itu kualitas barangnya, ataukah ukurannya , modelnya, warnanya, typenya, yang ternyata tidak sesuai dengan yang ditawarkan.

Sebelum hal ini terjadi, patut kiranya dipertimbangkan dengan benar apakah harga yang ditawarkan telah sesuai dengan kualitas barang yang akan dibeli. Sebaiknya pembeli juga meminta foto riil (asli) dari keadaan barang yang akan dibelinya. Penjual menjelaskan secara rinci spesifikasi barang yang ditawarkan di dalam media promosi yang dibuat, sehinggga seolah-olah orang yang membaca atau melihat promosi barang tersebut melihat dengan jelas dan barang tersebut dihadappannya. Demikian pula harga barang dan mekanisme pembayarannya dijelaskan secara rinci.

4. Jujur Dan Amanah


Jujur dan amanah merupakan sifat yang melekat pada diri orang yang beriman dalam menjalankan segala aktifitasnya, termasuk dalam berbisnis jual-beli secara online. Jual-beli secara online, walaupun memiliki banyak keunggulan dan kemudahan, namun bukan berarti tanpa masalah. Berbagai masalah dapat saja muncul pada jual-beli secara online.

Terutama masalah yang berkaitan dengan tingkat kejujuran dan amanah kedua belah pihak. Bisa jadi ada orang yang melaksanakan pembelian atau pemesanan, tetapi setelah barang dikirim kepadanya, ia tidak melakukan pembayaran atau tidak melunasi sisa pembayarannya tersebut. Sebaliknya bisa jadi setelah pembeli melakukan pembayaran atau membayar uang muka, ternyata penjual berkhianat dan tidak mengirimkan barang. Bisa jadi barang yang dikirim ternyata tidak sesuai dengan apa yang digambarkan di situsnya atau tidak sesuai dengan yang diinginkan pembeli.

Sama seperti bisnis off-line pada umumnya, bisnis online juga terbagi dalam yang halal dan haram, legal atau ilegal.

Bisinis Online Yang di Haramkan, antara lain:

• Bisnis jud1 online,
• Perdagangan b4rang-barang t3rl4r4ng seperti nark0ba,
• Perdagangan vid30 p0rn0,
• Perdagangan barang yang mel4ngg4r h4k cipt4 dan lain sebagainya.


Bisnis online diperbolehkan (ibahah) selama bisnis tersebut tidak mengandung elemen yang dilarang. Transaksi penjualan online dimana barang berdasarkan pada deskripsi yang disediakan oleh penjual dianggap sah, namun jika deskripsi barang tidak sesuai maka pembeli memiliki hak khiyar (hak memilih) yang memperbolehkan pembeli untuk meneruskan pembelian atau membatalkannya dan pihak penjual harus mau meneria hak pilih konsumen tersebut.


Agar transaksi mendapatkan kebarokahan dan keridloan dari Allah maka kita harus menjaga transaksi untuk tetap memenuhi kaidah syariah seperti yang sudah disampaikan diatas dan bisa membagi pemanfaatan waktu dengan tetap mengutamakan kewajiban kita sebagai seorang hamba yaitu harus beribadah kepada Allah.




Demikianlah makalah tentang pelaksanaan jual beli online dalam islam, semoga Anda semua bisa mendapatkan hikmah setelah membaca artikel tersebut.

Pengertian Pengangguran, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor Penyebab Pengangguran Yang Harus di Pahami!

Pengertian Pengangguran, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor Penyebab Pengangguran  - Pembahasan kita kali ini yaitu tentang kehidupan, terutama masalah pekerjaan. Jika seseorang tidak mendapatkan penghasilan ataupun pekerjaan itu disebut pengangguran. Pengangguran adalah masalah utama khususnya berada di negara berkembang. Dengan perbandingan jumlah sumber daya manusia dan lapangan kerja. Pengangguran ini disebabkan karena mencari lowongan kerja yang semakin sulit.

Pengertian Pengangguran, Jenis, Dampak, Cara Mengatasi, Faktor Penyebab Pengangguran Yang Harus di Pahami!



Pengertian Pengangguran


Pengangguran adalah angkatan kerja yang belum mendapat kesempatan untuk bekerja ataupun menghasilkan penghasilan untuk menghidupi dirinya maupun keluarganya, tetapi sedang mencari pekerjaan ataupun orang yang tidak mau mencari pekerjaan karena bisa jadi merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan karena fisik maupun bakatnya.

Pengangguran atau sering juga disebut tuna karya merupakan istilah dari angkatan kerja yang tidak bekerja sama sekali (tidak mendapatkan penghasilan), tetapi sedang mencari kerja, sedang menunggu proyek pekerjaan selanjutnya yang akan dikerjakan, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pengangguran umumnya dapat terjadi dikarenakan jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.

Pengangguran merupakan masalah utama yang terjadi, khususnya di berbagai negara yang termasuk negara berkembang termasuk Indonesia. Dengan jumlah perbandingan sumber daya manusiĆ  dan lapangan kerja tidak seimbang. Tak hanya itu, ada juga yang menyatakan bahwa pengangguran disebabkan oleh kemampuan SDM yang terbatas. Sehingga tak cukup mumpuni untuk bekerja

Pengangguran pastinya ada disetiap wilayah negara baik itu negara maju seperti Amerika Serikat, apalagi negara berkembang semacam negara kita, Indonesia.

Jumlah pengangguran yang saat ini terjadi atau unemployment umumnya sejalan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara tersebut. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin meningkat juga produksi barang dan jasa yang tentunya akan menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Pengangguran sangat memiliki keterkaitannya erat dengan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat umumnya. Jika semakin banyak lapangan kerja, maka semakin tinggi juga kesempatan penduduk usia produktif untuk mendapatkan pekerjaan, sebaliknya. Pengangguran dapat terjadi ketika jumlah pencari pekerjaan lebih banyak daripada kesempatan untuk kerja yang tersedia.


Pengangguran adalah seorang masyarakat golongan angkatan kerja yang belum melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan uang bisa dengan bekerja maupun bisa menjadi wirausaha. Pengguran tidak terbatas pada orang yang belum bekerja. Orang yang sedang mencari pekerjaan dan orang yang bekerja namun perkerjaannya tidak produktif pun dapat dikategorikan sebagai pengangguran.

Pengertian Pengangguran Menurut Ahli


Menurut Pakar Ahli yaitu Sukirno, Pengangguran adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif sedang mencari pekerjaan, akan tetapi belum mendapatkan pekerjaan tersebut.

Menurut Pakar Ahli yaitu Nanga (2005: 249), Pengangguran merupakan suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan juga secara aktif tidak sedang mencari pekerjaan.

Ada pakar ahli lainyna yang mengatakan bahwa “Semakin tinggi derajat gelar seseorang, semakin mudah dia mendapatkan pekerjaan” maka itu akan membuat banyak orang Indonesia yang putus asa dan menyerah dalam mencari pekerjaan, karena tidak semua orang mempunyai gelar yang tinggi.

Jenis – Jenis Pengangguran



Jenis pengangguran dapat digolongkan menjadi 2 golongan, golongan pertama adalah jenis pengangguran berdasarkan sebab terjadinya dan kedua adalah jenis pengangguran berdasarkan lamanya waktu bekerja.

a. Jenis Pengangguran Berdasarkan Sebab Terjadinya


Pengguran ini terbagi menjadi 4 jenis diantaranya adalah:


1. Pengangguran Siklikal (Cyclical Unemployment)


Pengangguran ini terjadi karena maju-mundurnya ekonomi suatu negara. Ketika perekonomian mengalami kemunduran daya beli masyarakat pun akan menurun. Akibatnya perusahaan akan mengurangi produksi dan perusahaan banyak memberhentikan karyawannya.

2. Pengangguran Struktural


Pengangguran strutktural adalah jenis pengangguran yang disebabkan perubahan struktur perekonomian. Contohnya peralihan perekonomian dari sektor perkebunan ke sektor industri. Masyarakat yang ingin bekerja di sektor industri sulit bekerja karena mereka terbiasa bekerja di sektor perkebunan sehingga harus menyesuaikan diri bila ingin bekerja di sektor industri.

3. Pengangguran Friksional


Pengangguran friksional adalah pengangguran yang dikarenakan oleh sebab sistem yang tidak bisa mempertemukan antara pembuka lowongan pekerjaan dan pencari pekerjaan. baik itu karena kendala informasi, waktu ataupun letak geografi.

4. Pengangguran Teknologi


Pengangguran teknologi dikarenakan oleh sebab adanya peralihan dari tenaga kerja manusia tergantikan oleh mesin. Perusahaan biasanya lebih memilih menggunakan tenaga mesin dibandingkan tenaga manusia karena lebih cepat, mudah dan hemat biaya.

b. Jenis Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja


Jenis pengangguran ini juga terbagi 4, diantaranya:

1. Pengangguran Terbuka


Pengangguran terbuka adalah keadaan sesorang yang sama sekali tidak bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka disebabkan oleh lapangan kerja yang tidak tersedia atau tidak adanya kecocokan antara lowongan kerja dan latar belakang pendidikan.

Pengangguran terbuka adalah suatu angkatan kerja yang sama sekali tidak memiliki pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Pengangguran ini dapat terjadi dikarenakan angkatan kerja tersebut belum juga mendapatkan pekerjaan, padahal telah berusaha secara maksimal atau dikarenakan faktor malas mencari pekerjaan atau malas bekerja.

2. Pengangguran Tidak Sepenuh Waktu/Setengah Pengangguran


Pengangguran pada tipe ini merupakan setengah pengangguran, dengan ditujukan pada seseorang yang sudah mempunyai pekerjaan, akan tetapi hanya memiliki jam kerja hanya sedikit atau tidak seusai standar yaitu 7-8 per hari, sehingga penghasilan mereka pun kadang tidak mencukupi untuk menghidupi dirinya maupun keluarganya.

Setengah menganggur adalah pengangguran yang terjadi dikarenakan tenaga kerja tidak bekerja secara baik dan optimal karena tidak ada pekerjaan untuk waktu sementara waktu.

Contoh : Seorang buruh konstruksi/bangunan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya di suatu proyek, karena sudah selesai maka untuk sementara waktu menganggur sambil menunggu proyek berikutnya yang akan datang.

2. Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)


Pengangguran terselubung adalah pengangguran yang pada orang yang memiliki pekerjaan tapi produktivitasnya rendah. entah itu karena ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dengan pekerajaan ataupun lainnya. Pengangguran jenis ini menyebabkan produktivitas kerja yang rendah.

Pengangguran terselubung adalah pengangguran yang terjadi disebabkan karena terlalu banyaknya tenaga kerja untuk satu jenis pekerjaan saja, padahal dengan mengurangi tenaga kerja tersebut sampai jumlah tertentu, maka akan tetap tidak mengurangi jumlah produksi.
Pengangguran terselubung bisa juga disebabkan karena seseorang yang bekerja tidak sesuai dengan bakat dan kemampuannya, yang akhirnya menyebabkan Ia bekerja tidak optimal.

Contoh: Dalam suatu perusahaan mempunyai 10 tenaga marketing untuk menangani pekerjaan yang ada (untuk menangani masalah penjualan), padahal semua pekerjaanan yang terdapat di perusahaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik hanya dengan 6 orang tenaga marketing. Akibatnya karyawan-karyawan tersebut yang berkerja disana menggunakan tenaganya tidak dapat optimal dengan baik dan bagi perusahaan itu merupakan suatu pemborosan biaya pengeluaran perusahaan.

3. Pengagguran Musiman


Pengguran musiman adalah pengangguran yang tidak dapat bekerja ketika pergantian musim, misalnya orang-orang yang bekerja sebagai petani sawah mereka akan bekerja selama musim panen setelah itu mereka menganggur menunggu musim berikutnya. Begitupun misalnya dengan nelayan.

Baca juga: Lowongan Kerja Terbaru Tahun 2019 lulusan SMK/SMA

Dampak Pengangguran


Pengangguran memiliki dampak yang berimbas pada perekonomian ataupun kehidupan bermasyarakat. Berikut ini adalah dampak dari adanya pengangguran:

Dampak Bagi Perekonomian Negara


• Penurunan pendapatan rata-rata penduduk perkapita
• Penurunan penerimaan pemerintah dari sektor pajak
• Meningkatnya biaya sosial yang harus dikeluarkan pemerintah
• Menambah hutang negara

Dampak Bagi Masyarakat


• Menghilangkan keterampilan seseorang karena kemampuan yang tidak digunakan
• Menimbulkan ketidakstabilan politik dan social
• Pengagguran adalah beban psikis dan psikologis bagi si pengaggur ataupun keluarga
• Dapat memicu terjadinya aksi kriminalitas atau kejahatan

Dampak pengangguran mempunyai banyak sekali dampaknya, termasuk khususnya dampak negatif yang akan terjadi dan dirasakan setiap individu. Permasalahan yang ditimbulkan dari terjadinya pengangguran bisa menimbulkan beragam masalah sosial hingga psikologis.

Tidak bisa dipungkiri, pengangguran merupakan masalah yang sulit diatasi bahkan sejak zaman dahulu hingga sekarang ini. Walaupun setiap periode pemerintahan bisa berhasil menurunkan angka penurunan pengangguran secara nasional. Tetapi, para pengangguran tetap saja terjadi peningkatan dari tahun ketahun.

Penyebab pengangguran yang sering terjadi adalah kurangnya lapangan pekerjaan, dan minimnya tenaga yang trampil dalam bidang tertentu. Bagi individu, pengangguran juga bisa dikarenakan karena kurangnya kompetensi yang mereka punyai. Contoh, mereka yang mempunyai pendidikan rendah sangat sulit untuk mendapatkan lapangan pekerjaan di kota-kota besar maupun instasi-instasi besar.

Pengangguran bukan hanya berdampak pada ekonomi melainkan berdampak juga ke psikologi. Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang dampak pengangguran yang paling dirasakan oleh individu. Apa saja sajakah itu?

Dampak negatif menganggur terlalu lama yang dapat dirasakan individu:


1. Depresi


Seorang pengangguran sudah memilki kehidupan sebelum memanggur. Ia mulai mencari teman lamanya dan mulai membandingkan dirinya. Sudah tidak heran kalau menganggur terlalu lama akan membuat depresi dan bisa mengakibatkan gangguan jiwa.

2. Malu


Pengangguran memilki dampak negatif dan buruk. Tidak ada yang mendukung bahwa pengangguran hal baik. Sudah tidak heran bahwa orang-orang menganggur terlalu lama akan membuat malu, karena mereka beranggapan bahwa mereka tidak bisa berbuat apa-apa atau bekerja.

3. Sensitif


Orang yang menganggur akan lebih sensitif. Semuanya akan terlihat serba salah dimata mereka, ini akibat bentuk tekanan dan frustasi akibat tak kunjung bekerja.

4. Pelupa


Pelupa bisa terjadi kepada mereka yang menganggur terlalu lama. Ini disebabkan karena otak mereka tidak bekerja untuk mengingat. Penganggur hanya melakukan kegiatan sehari-hari dan tidak melakukan kegiatan yang terbilang berat.

5. Lemah


Diam dirumah terus akan membuat tubuh terlalu manja dan akan membuat tubuh menjadi lemah. Tak asing lagi bahwa pengangguran akan merasa lemah dan merasa sakit. Lemah ini disebabkan karena anggota tubuh yang tidak bergerak.

6. Tertekan


Tertekan terjadi kepada mereka yang menganggur terlalu lama. Ini disebabkan karena kebutuhan yang terus meningkat. Rasa tertekan ini akan menyebabkan mereka melakukan tindakan yang berbahaya dan bisa sampi bunuh diri.

7. Malas


Rasa malas ini merupakan rasa yang pasti muncul pada orang yang menganggur. Rasa malas ini susah untuk dilawan dan diobati.

Itulah dampak negatif menganggur terlalu lama. Dampak pengangguran bukan hanya fisik saja, melainkan ke psikologi atau mental. Jangan menyerah dalam mencari lowongan kerja, sampai Anda benar-benar menemukanya. Anda ingin dapat info tentang Lowongan Kerja Terbaru 2019.


Cara Mengatasi Pengangguran


Sebenarnya, pemerintah sudah melakukan banyak sekali upaya untuk mengatasi pengangguran yang terjadi di Indonesia. Seperti diperbanyaknya pelatihan pekerjaan (BLK) dan lain sebagainya. Tetapi untuk mengurangi pengangguran tentu saja harus diri sendiri haruslah mempunyai kesadaran tentang keberlangsungan hidupnya.

Meskipun seseorang mempunyai pengalaman dan keterampilan yang baik dalam bekerja, tetapi jika dia malas dan tidak kreatif maka tentu saja akan sulit bagi pemerintahan untuk mengurangi pengangguran. Tetapi yang jelas, dalam mengurangi tingkat pengangguran seharusnya tiap perusahaan lebih memperbesar kesempatan dalam lapangan pekerjaan dan tidak membeda – beda kan para pencari kerja.

Faktor Penyebab Pengangguran


Walaupun tingkat pengangguran yang terjadi di indonesia mengalami tingkat penurunan, tetapi tetap saja hal positif ini tidak banyak memberikan semangat kepada banyak orang. Namun sebelum itu kita akan membahas tentang banyak sekali faktor – faktor yang menyebabkan terjadi penyebab pengangguran, yaitu:

1. Jumlah Tenaga Kerja dan Jumlah Lapangan Pekerjaan Tidak Seimbang


Pada era saat ini memang banyak sekali lulusan – lulusan sarjana bahkan magister yang bisa dibilang berpengalaman dalam bidangnya, akan tetapi karena kurangnya lowongan pekerjaan yang tersedia, inilah yang membuat banyaknya pengangguran di Indonesia. Apalagi saat ini populasi di Indonesia sedang banyak – banyaknya.

2. Kemajuan Teknologi


Saat ini sudah banyak pabrik yang hanya membutuhkan sedikit pekerja karena kebanyakan posisi nya sudah diambil oleh robot. Selain biaya lebih murah, menggunakan robot juga membuat pekerjaan lebih cepat.

3. Keterampilan dan Pengalaman Pemohon Tidak Sesuai Kriteria


Setiap perusahaan sudah tentu memiliki kriteria dalam menerima karyawan, namun tentu saja akan ada persaingan dalam hal ini. Semakin tinggi keterampilan seseorang dalam suatu posisi maka akan semakin mudah pula dia diterima.

Beda hal nya dengan yang baru saja bekerja, biasanya mereka akan sulit untuk diterima karena perusahaan membutuhkan kriteria yang sesuai dengan posisi yang mereka butuhkan.

4. Kurangnya Pendidikan


Semakin tinggi gelar dan derajat seseorang, maka akan semakin mudah dia mendapatkan pekerjaan, sehingga jika ada seseorang yang tingkat pendidikannya rendah, biasanya dia akan menjadi buruh kasar saja, apalagi jika seseorang itu tidak memiliki jiwa usaha.

5. Kurang Mampu


Orang yang tumbuh besar berkembang di lingkungan dan keluarga yang kurang mampu, biasanya juga akan tumbuh menjadi orang yang mengalami kekurangan. Hal ini dikarenakan kebanyakan rakyat golongan bawah di Indonesia tidak bisa mengenyam pendidikan yang tinggi, sehingga banyak dari mereka yang menganggur

6. PHK


Biasanya, perusahaan melakukan PHK untuk menstabilkan sistem kerja. Pemutusan Hubungan Kerja bisa dibilang suatu hal yang paling ditakuti karyawan swasta, karena jika kontrak kerja habis atau adanya pengurangan karyawan yaitu PHK, karyawan swasta yang asalnya bekerja di perusahaan tersebut akan kebingungan mencari pekerjaan di tempat lain.

7. Tempat Tinggal Jauh


Suatu perkotaan yang kurang atau bahkan tidak berkembang biasanya merupakan sarang bagi pengangguran (terdapat banyak pengangguran). Banyak sekali alasan kenapa mereka menganggur, mulai karena kurang mampu dalam bidang yang akan dipekerjai, tempat kerja yang mana tempat tinggal yang jauh dari domisili, sehingga tidak bisa mencoba peruntungan dan lain sebagainya.

8. Persaingan Pasar Global


Saat ini di Indonesia sudah ada banyak perusahaan asing yang didirikan, namun mereka lebih memilih menggunakan tenaga kerja dari negara lain dibandingkan tenaga kerja dari Indonesia. Alasannya karena keterampilan juga kemampuan tenaga kerja lokal masih tidak sesuai dengan persyaratan mereka.

9. Kesulitan Mencari Lowongan Kerja


Ada banyak perusahaan yang tidak mengumumkan posisi yang dibutuhkan dengan baik, sehingga banyak orang yang memiliki potensial besar ketinggalan dan kehilangan informasi. Banyak perusahaan – perusahaan yang hanya mengumumkannya dengan hanya menempelkan kertas di gedungnya. Selain itu juga biasanya pencari kerja sering malas untuk mencari informasi lowongan pekerjaan.

10. Harapan Untuk Calon Pekerja Terlalu Tinggi


Tentu saja setiap perusahaan menginginkan mempunyai tenaga kerja yang mempunyai keterampilan dan berpengalaman dalam bidangnya. Tetapi biasanya jika ketika seleksi yang ketat tidak ada yang sesuai, banyak dari mereka yang sama sekali tidak menerima tenaga kerja.



Demikianlah artikel tentang pengertian, jenis, dampak, cara mengatasi, faktor penyebab pengangguran yang terjadi pada saat ini. semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan motivasi terhadap kita semuanya supaya menjalani kehidupan dengan bahagia. Aamiin


Search:
pengeritan pengangguran
pengertian pengagguran menurut ahli
jenis-jenis pengangguran
dampak pengagguran
dampak pengagguran bagi perekonomian negara
dampak pengangguran bagi masyarakat
dampak negativ menganggur terlalu lama
cara mengatasi pengangguran
faktor penyebab pengangguran

iklan

SEO

[seo][recentbylabel2]

Life Style

[lifestyle][recentbylabel2]

Game

[game][recentbylabel2]
Notification
Selamat menikmati postingan artikel di Webillian.Com semoga bermanfaat.
Done